BANJARMASIN -- Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan (Dishut Kalsel) memperkuat pengembangan sentra kayu dan merancang rehabilitasi mangrove sebagai bagian dari evaluasi program kerja yang digelar di Banjarbaru, Sabtu. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kelestarian hutan dan ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan nilai tambah produk kehutanan unggulan daerah.
Kepala Dishut Kalsel, Fathimatuzzahra, menegaskan bahwa penguatan sektor kehutanan difokuskan pada sinkronisasi kegiatan, kejelasan peran antar pihak, serta komunikasi yang lebih efektif di lapangan. Menurutnya, pengelolaan sentra kayu tidak hanya berbicara soal produksi, tetapi juga soal keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat.
Ia menjelaskan, sentra kayu harus dikelola dengan perencanaan yang matang, transparan, serta pengawasan berkelanjutan. Perhitungan usaha yang tepat dinilai penting agar kegiatan industri kayu memberikan manfaat ekonomi tanpa mengorbankan kelestarian hutan alam.
“Kami ingin program sentra kayu berjalan optimal, berdampak positif bagi masyarakat, namun tetap menjaga keseimbangan lingkungan,” ujarnya.
Rehabilitasi Mangrove dan FOLU Net Sink 2030
Selain penguatan sentra kayu, Dishut Kalsel juga membahas rencana rehabilitasi mangrove melalui program FOLU Net Sink 2030 sektor kehutanan. Program ini bertujuan menekan emisi karbon sekaligus memulihkan kawasan pesisir yang mengalami degradasi.
Rehabilitasi mangrove dinilai krusial karena ekosistem ini berfungsi sebagai pelindung alami dari abrasi, penyangga keanekaragaman hayati, serta penyerap karbon yang efektif. Dengan perencanaan terarah, pemerintah daerah berharap kerusakan ekologis dapat ditekan dan daya dukung lingkungan tetap terjaga.
Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen daerah dalam mendukung agenda nasional pengendalian perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan.
Optimalkan Galeri HHBK Tingkatkan Daya Saing Produk Lokal
Tak hanya fokus pada kayu dan mangrove, Dishut Kalsel turut mengoptimalkan pengelolaan galeri Hasil Hutan Bukan Kayu atau HHBK. Produk seperti madu hutan, rotan, dan olahan hasil hutan lainnya memiliki potensi besar untuk menembus pasar regional maupun nasional.
Penguatan promosi dan pemasaran menjadi strategi utama agar produk kehutanan unggulan Kalsel memiliki nilai tambah yang lebih tinggi. Dengan pengelolaan profesional, sektor kehutanan diharapkan tidak hanya berorientasi pada konservasi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar hutan.
Dishut Kalsel menekankan pentingnya konsistensi antara perencanaan teknis dan pelaksanaan di lapangan. Sinkronisasi program dinilai sebagai kunci agar target pelestarian hutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai secara seimbang.
Dengan langkah strategis ini, sentra kayu dan rehabilitasi mangrove di Kalimantan Selatan diharapkan berjalan efektif, berkelanjutan, dan memberi manfaat nyata bagi generasi sekarang maupun mendatang.
FAQ Seputar Penguatan Kehutanan Kalsel
1. Apa tujuan penguatan sentra kayu di Kalsel?
Untuk meningkatkan nilai ekonomi produk kayu sekaligus menjaga kelestarian hutan melalui pengelolaan yang transparan dan berkelanjutan.
2. Mengapa rehabilitasi mangrove penting?
Mangrove melindungi pesisir dari abrasi, menyerap karbon, dan menjaga keanekaragaman hayati.
3. Apa itu FOLU Net Sink 2030?
Program sektor kehutanan yang bertujuan menekan emisi karbon dan meningkatkan serapan karbon melalui pengelolaan hutan berkelanjutan.
4. Apa manfaat pengelolaan HHBK bagi masyarakat?
Meningkatkan nilai tambah produk lokal seperti madu dan rotan sehingga pendapatan masyarakat sekitar hutan bertambah.
