Orang Tua Wajib Tahu Bahaya Screen Time bagi Tumbuh Kembang Anak

Rabu, 25 Februari 2026

Orang Tua Wajib Tahu Bahaya Screen Time bagi Tumbuh Kembang Anak

Bahaya Screen Time Berlebihan yang Sering Diabaikan Orang Tua
Dokter IDAI mengingatkan bahaya screen time berlebih pada anak, mulai dari speech delay, gangguan tidur, obesitas hingga risiko virtual autism. Orang tua perlu batasi dan dampingi penggunaan gawai. (Gambar ilustrasi IA)

Bahaya Screen Time Berlebihan yang Sering Diabaikan Orang Tua

JAKARTA -- Dokter spesialis anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia, dr. Farid Agung Rahmadi, M.Si.Med., Sp.A, Subsp.TKPS(K), mengingatkan bahwa paparan layar atau screen time berlebihan pada anak dapat mengganggu tumbuh kembang dan kesehatan. Dalam seminar media yang digelar secara daring di Jakarta pada Selasa, ia menegaskan bahwa dampak screen time tidak hanya terasa dalam waktu singkat, tetapi juga bisa berlanjut hingga bertahun-tahun.

Menurut dr. Farid, dampak jangka pendek screen time berlebih umumnya muncul dalam kurun waktu kurang dari lima tahun paparan. Risiko ini terutama mengintai balita, khususnya anak usia di bawah dua tahun. Anak dapat mengalami keterlambatan motorik, speech delay atau keterlambatan bicara, gangguan perkembangan kognitif, hingga masalah perilaku seperti hiperaktif, impulsif, dan sulit berkonsentrasi.

Ia juga menyoroti fenomena yang kerap disebut sebagai virtual autism, yaitu kondisi gangguan perilaku akibat paparan layar berlebihan yang gejalanya menyerupai autisme. Meski bukan autisme secara klinis, pola perilakunya bisa sangat mirip sehingga perlu diwaspadai sejak dini.

Tak hanya itu, screen time berlebih juga berdampak pada kualitas tidur anak. Paparan cahaya biru buatan dari gawai dapat mengganggu produksi melatonin, hormon yang berperan dalam mengatur siklus tidur. Akibatnya, anak menjadi sulit tidur, jam istirahat berkurang, dan kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan fisik maupun mental.

Dalam jangka panjang, paparan layar tanpa kontrol selama lebih dari lima tahun berisiko menyebabkan gangguan fokus, penurunan prestasi akademik, obesitas, hingga meningkatkan risiko penyakit tidak menular. Kurangnya aktivitas fisik akibat terlalu lama duduk di depan layar juga memperbesar kemungkinan anak mengalami masalah berat badan.

Dr. Farid menekankan bahwa screen time disebut berlebihan bukan semata-mata karena durasi, tetapi juga karena tidak adanya seleksi konten dan minimnya pendampingan orang tua. Ia mengingatkan, orang tua tidak cukup hanya duduk di samping anak. Pendampingan harus aktif, dengan membantu anak memahami apa yang ditonton dan menghubungkannya dengan pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Pendekatan ini penting agar penggunaan gawai tidak menggantikan interaksi sosial, aktivitas fisik, dan stimulasi langsung yang sangat dibutuhkan dalam masa emas tumbuh kembang anak. Orang tua diharapkan lebih bijak dalam mengatur waktu layar serta memastikan konten yang dikonsumsi sesuai usia dan bernilai edukatif.

Dengan pengawasan yang tepat, teknologi tetap bisa dimanfaatkan secara positif. Namun tanpa kontrol, dampaknya bisa memengaruhi masa depan anak. Karena itu, peran keluarga menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara dunia digital dan perkembangan optimal buah hati.

FAQ

Apa itu screen time pada anak?
Screen time adalah durasi waktu yang dihabiskan anak untuk menatap layar seperti ponsel, tablet, televisi, atau komputer.

Berapa batas aman screen time untuk balita?
Anak di bawah dua tahun sebaiknya sangat dibatasi atau dihindarkan dari paparan layar, kecuali untuk komunikasi video dengan pendampingan orang tua.

Apa dampak screen time berlebih pada balita?
Risikonya meliputi keterlambatan bicara, gangguan motorik, masalah perilaku, hingga gangguan tidur.

Apa yang dimaksud virtual autism?
Istilah ini merujuk pada gejala gangguan perilaku akibat paparan layar berlebihan yang menyerupai autisme.

Bagaimana cara mencegah dampak buruk screen time?
Batasi durasi, pilih konten sesuai usia, dampingi secara aktif, dan dorong anak melakukan aktivitas fisik serta interaksi sosial langsung.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

  

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar