Tari Sekar Jagat dan Pendet Warnai Pertukaran Budaya Indonesia Satukan Mahasiswa Jepang dan UI

Rabu, 25 Februari 2026

Tari Sekar Jagat dan Pendet Warnai Pertukaran Budaya Indonesia Satukan Mahasiswa Jepang dan UI

Gamelan Jawa dan Tari Bali Memikat Mahasiswa Tokyo di Depok
Mahasiswa Tokyo University of Agriculture and Technology mengikuti workshop gamelan Jawa dan tari Bali di UI Depok. Program ini memperkuat diplomasi budaya dan pertukaran akademik Indonesia Jepang.

Gamelan Jawa dan Tari Bali Memikat Mahasiswa Tokyo di Depok

JAKARTA -- Mahasiswa dari Tokyo University of Agriculture and Technology mengikuti lokakarya seni budaya Indonesia di Makara Art Center Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, yang digelar oleh Direktorat Kebudayaan UI bersama Fakultas Teknik UI

Kegiatan ini menjadi bagian dari program pertukaran budaya tahunan yang bertujuan memperkenalkan kekayaan seni Nusantara sekaligus mempererat hubungan Indonesia dan Jepang melalui pendekatan budaya.

Bertajuk Workshop Indonesian Art Cultural, kegiatan ini menghadirkan pengalaman belajar langsung atau learning by doing. Para mahasiswa Jepang tidak hanya menyaksikan pertunjukan, tetapi terlibat aktif memainkan alat musik tradisional dan mempraktikkan gerakan tari daerah.

Fasilitator dalam lokakarya tersebut adalah pengajar Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI dan seniman profesional, Dr. Ari Prasetyo, M.Hum., serta Citra Cahyaning Sumirat, S.H., M.Pd. Mereka membimbing peserta memahami teknik sekaligus filosofi di balik setiap ekspresi seni yang dipelajari.

Pada sesi pertama, mahasiswa TUAT diperkenalkan dengan gamelan Jawa. Mereka mencoba memainkan saron, bonang, dan gong secara langsung. Tidak sekadar memukul instrumen, peserta diajak memahami makna harmoni, keseimbangan, dan kebersamaan yang menjadi ruh musik gamelan. Suasana penuh antusias terlihat ketika alunan nada mulai terdengar padu meski baru pertama kali dimainkan.

Memasuki sesi berikutnya, energi ruangan berubah saat para peserta mempelajari Tari Pendet dan Tari Sekar Jagat dari Bali. Dengan arahan penari profesional, mereka berlatih gerakan dasar seperti ngelo, agem, hingga seledet atau gerakan mata khas tari Bali. Meski awalnya terlihat kaku, tawa dan semangat kebersamaan mencairkan suasana, menjadikan proses belajar terasa hangat dan menyenangkan.

Perwakilan Direktorat Kebudayaan UI, Eko Sulistiyo, menyampaikan bahwa seni merupakan bahasa universal yang mampu menjembatani perbedaan latar belakang disiplin ilmu maupun budaya. Menurutnya, diplomasi budaya melalui gamelan dan tari tradisional membuktikan bahwa seni Indonesia mampu menginspirasi mahasiswa dari bidang pertanian dan teknologi.

Salah satu peserta, Yuki Tanaka, mengaku mendapatkan perspektif baru dari pengalaman tersebut. Sebagai mahasiswa teknik, ia melihat bagaimana ketepatan, ritme, dan kelembutan dalam seni Indonesia berpadu menjadi harmoni yang indah. Pengalaman ini dinilai membuka wawasan lintas budaya dan memperkaya pemahaman globalnya.

Program kolaborasi antara Fakultas Teknik UI dan TUAT ini diharapkan melahirkan duta budaya yang dapat memperkenalkan seni Indonesia di Jepang. Kegiatan ditutup dengan pertunjukan kolaboratif singkat dan sesi foto bersama sebagai simbol harmonisasi dua bangsa dalam satu panggung persahabatan.

Melalui inisiatif seperti ini, hubungan akademik dan budaya Indonesia-Jepang semakin kuat. Seni bukan sekadar pertunjukan, tetapi jembatan yang mempertemukan ide, nilai, dan rasa saling menghargai antarbangsa.

FAQ

Apa tujuan lokakarya seni budaya ini?
Untuk memperkenalkan warisan budaya Indonesia kepada mahasiswa Jepang sekaligus mempererat hubungan bilateral melalui diplomasi budaya.

Siapa saja yang terlibat dalam kegiatan ini?
Direktorat Kebudayaan UI, Fakultas Teknik UI, serta mahasiswa dari Tokyo University of Agriculture and Technology.

Seni apa saja yang dipelajari peserta?
Gamelan Jawa serta Tari Pendet dan Tari Sekar Jagat dari Bali.

Mengapa kegiatan ini penting?
Karena memperkuat hubungan internasional, meningkatkan pemahaman lintas budaya, dan memperluas wawasan mahasiswa di luar bidang akademik utama mereka.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

  

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar