VK Resmi Tutup TamTam 27 Februari: Akhir Perjalanan 10 Tahun, Pengguna Diminta Segera Beralih ke Max

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner

Kamis, 19 Februari 2026

VK Resmi Tutup TamTam 27 Februari: Akhir Perjalanan 10 Tahun, Pengguna Diminta Segera Beralih ke Max

VK Resmi Tutup TamTam 27 Februari: Akhir Perjalanan 10 Tahun, Pengguna Diminta Segera Beralih ke Max
VK Resmi Tutup TamTam 27 Februari: Akhir Perjalanan 10 Tahun, Pengguna Diminta Segera Beralih ke Max.

JAKARTA -- Kabar mengejutkan datang dari raksasa teknologi Rusia, VK. Perusahaan ini memastikan akan menghentikan dukungan untuk aplikasi pesan instan TamTam mulai 27 Februari mendatang. Keputusan ini menandai berakhirnya perjalanan hampir satu dekade layanan yang pernah digadang-gadang sebagai alternatif Telegram di Rusia.

Informasi tersebut pertama kali beredar setelah pengguna menerima notifikasi resmi tentang penghentian layanan. Tak lama kemudian, kabar itu dikonfirmasi kepada media bisnis terkemuka Rusia, RBC.

Lalu, apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa TamTam harus tutup? Dan ke mana para penggunanya akan bermigrasi? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

TamTam Resmi Dihentikan, Akses Login Nomor Telepon Tak Lagi Berlaku

Pihak layanan pelanggan TamTam menyampaikan bahwa seiring dengan penutupan aplikasi, fitur otorisasi atau login menggunakan nomor telepon juga akan dinonaktifkan per 27 Februari.

Artinya, setelah tanggal tersebut, pengguna tidak lagi dapat masuk ke akun TamTam seperti biasa. Bagi Anda yang masih menyimpan data penting di dalamnya, ini adalah momen krusial untuk segera melakukan pencadangan atau memindahkan percakapan sebelum semuanya benar-benar tak bisa diakses.

Langkah ini sekaligus menjadi penegasan bahwa VK ingin menutup lembaran lama dan fokus pada layanan baru yang dianggap lebih relevan dengan kebutuhan pengguna saat ini.

Kilas Balik: Dari “OK Pesan” Hingga Jadi TamTam

TamTam bukanlah pemain baru. Aplikasi ini pertama kali diluncurkan pada Juli 2016, hampir 10 tahun lalu. Awalnya, layanan ini bernama “OK Pesan” dan terintegrasi langsung dengan jejaring sosial populer Rusia, Odnoklassniki.

Setahun kemudian, tepatnya Mei 2017, namanya resmi berubah menjadi TamTam. Transformasi ini dilakukan sebagai bagian dari strategi branding agar lebih kompetitif di pasar aplikasi perpesanan.

Sejak Agustus 2018, TamTam mulai berdiri sendiri dan tidak lagi bergantung pada Odnoklassniki. Pengguna dapat mengunduh dan menggunakannya secara independen, layaknya aplikasi chat global lainnya.

Pernah Melejit Saat Telegram Diblokir

Nama TamTam sempat mencuri perhatian publik pada April 2018. Saat itu, pemerintah Rusia mulai memblokir Telegram, sehingga banyak pengguna mencari alternatif komunikasi.

Di momen inilah Mail.Ru Group — yang kini dikenal sebagai VK — mengumumkan bahwa jumlah pendaftaran baru TamTam melonjak hingga 10 kali lipat hanya dalam hitungan jam.

Meski begitu, perusahaan tidak pernah mengungkap secara rinci berapa jumlah total unduhan maupun pengguna aktifnya. Namun jelas, saat itu TamTam sempat berada di puncak popularitas.

Diakui Pemerintah, Tapi Tetap Tergeser

Perjalanan TamTam tak berhenti di situ. Pada tahun 2022, Kementerian Transformasi Digital Rusia (Minciфры) memasukkan TamTam dalam daftar aplikasi pengganti messenger asing. Status ini membuatnya diposisikan sebagai salah satu alternatif resmi di dalam negeri.

Namun dinamika industri teknologi bergerak sangat cepat. Pada Maret 2025, VK meluncurkan aplikasi pesan terbaru bernama Max.

Tak butuh waktu lama, Max mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah. Pada Juni 2025, Perdana Menteri Rusia, Mikhail Mishustin, menandatangani keputusan yang memberikan Max status sebagai “messenger nasional”.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa arah kebijakan digital Rusia mulai terfokus pada platform baru tersebut.

Max Tembus 85 Juta Pengguna dalam Waktu Singkat

Strategi VK tampaknya membuahkan hasil. Pada Januari 2026, jumlah pengguna Max dilaporkan telah mencapai 85 juta orang.

Angka ini menunjukkan migrasi besar-besaran pengguna dari platform lama ke layanan baru. Dengan dukungan pemerintah dan ekosistem yang lebih modern, Max menjadi wajah baru komunikasi digital Rusia.

Keputusan menghentikan TamTam pun dinilai sebagai langkah konsolidasi agar VK dapat memusatkan sumber daya dan inovasi pada satu platform utama.

Mengapa TamTam Ditutup?

Walau tidak dijelaskan secara gamblang, ada beberapa kemungkinan alasan di balik penutupan ini:

  1. Duplikasi Layanan
    VK kini memiliki Max sebagai messenger nasional. Mengelola dua aplikasi dengan fungsi serupa tentu tidak efisien.

  2. Perubahan Strategi Bisnis
    Fokus perusahaan kini mengarah pada platform yang memiliki potensi pertumbuhan lebih besar.

  3. Efisiensi Operasional
    Konsolidasi produk sering dilakukan perusahaan teknologi untuk memangkas biaya dan meningkatkan kualitas layanan inti.

Bagi pengguna setia TamTam, kabar ini tentu menimbulkan rasa kehilangan. Namun dalam dunia digital, perubahan adalah keniscayaan.

Apa yang Harus Dilakukan Pengguna?

Jika Anda masih menggunakan TamTam, ada beberapa langkah penting yang sebaiknya segera dilakukan:

  • Cadangkan data percakapan penting

  • Simpan kontak yang belum tersinkronisasi

  • Pertimbangkan beralih ke Max atau platform lain

  • Pastikan semua informasi akun sudah diamankan

Jangan menunggu hingga 27 Februari tiba. Bertindak sekarang akan menghindarkan Anda dari risiko kehilangan data berharga.

Akhir Sebuah Era, Awal Babak Baru

Penutupan TamTam menandai akhir perjalanan aplikasi yang pernah menjadi harapan besar di tengah gejolak regulasi digital Rusia. Dari lonjakan pengguna saat Telegram diblokir hingga pengakuan sebagai alternatif resmi pemerintah, TamTam telah melewati banyak fase.

Kini, estafet komunikasi digital dipegang oleh Max. Dengan 85 juta pengguna dalam waktu singkat, masa depan platform ini terlihat cerah.

Perubahan ini mungkin terasa mendadak, tetapi dalam lanskap teknologi yang terus bergerak, adaptasi adalah kunci. Jika Anda termasuk pengguna TamTam, anggaplah ini sebagai momen untuk beralih ke solusi yang lebih baru dan terus berkembang.

Karena pada akhirnya, teknologi akan terus berubah. Dan kita sebagai pengguna hanya perlu satu hal: siap mengikuti arusnya.

  

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.