Daftar 7 Makanan Khas Kalbar Saat Idul Fitri yang Bikin Kangen Kampung Halaman

Rabu, 04 Maret 2026

Daftar 7 Makanan Khas Kalbar Saat Idul Fitri yang Bikin Kangen Kampung Halaman

Kuliner Khas Lebaran di Kalimantan Barat yang Selalu Dirindukan Setiap Idul Fitri
Kuliner khas Lebaran di Kalimantan Barat seperti lemang, pengkang, kue lapis Sambas, patlau, dan kerupuk basah menjadi sajian istimewa saat Idul Fitri yang sarat tradisi dan cita rasa lokal.

Kuliner Khas Lebaran di Kalimantan Barat yang Selalu Dirindukan Setiap Idul Fitri

Pontianak, Kalbar -- Hari Raya Idul Fitri menjadi puncak perayaan umat Muslim setelah sebulan menjalankan ibadah puasa Ramadan. 

Di Kalimantan Barat, momen Lebaran tidak hanya identik dengan salat Id dan silaturahmi, tetapi juga diramaikan sajian kuliner khas yang jarang ditemui di hari biasa. 

Sejumlah makanan tradisional ini bahkan hanya dibuat saat Ramadan dan Idul Fitri, menjadikannya semakin istimewa dan dirindukan setiap tahun.

Berikut deretan makanan khas Lebaran yang selalu hadir dan dinantikan masyarakat Kalbar.

1. Lemang Khas Pontianak

Lemang Khas Pontianak
Lemang Khas Pontianak

Di Pontianak, lemang menjadi sajian wajib saat Ramadan dan Idul Fitri. Makanan tradisional ini terbuat dari beras ketan putih yang dicampur santan kelapa dan kacang merah, kemudian dimasukkan ke dalam bambu dan dibakar hingga matang.

Proses pembakaran menggunakan bambu inilah yang menciptakan aroma khas dan cita rasa gurih-manis yang begitu menggoda. Lemang biasanya disantap bersama rendang, tapai hitam, atau selai manis. Teksturnya lembut dengan sentuhan rasa legit yang membuat siapa pun ingin menambah porsi.

2. Pengkang, Gurihnya Menggoda Selera

Pengkang, Gurihnya Menggoda Selera
Pengkang, Gurihnya Menggoda Selera

Masih dari Pontianak, pengkang menjadi primadona kuliner Lebaran. Makanan ini berbahan dasar ketan dengan isian udang, dibungkus daun pisang lalu dikukus.

Setelah matang, pengkang dibakar di atas bara api menggunakan penjepit bambu. Olesan minyak kelapa saat proses pembakaran membuat aromanya semakin kuat dan menggugah selera. Tak heran, banyak wisatawan sengaja datang ke Pontianak untuk mencicipi pengkang saat Ramadan dan Idul Fitri.

3. Kue Lapis Sambas yang Lembut dan Legit

Kue Lapis Sambas yang Lembut dan Legit
Kue Lapis Sambas yang Lembut dan Legit

Berbeda dengan daerah lain yang identik dengan kue kering saat Lebaran, masyarakat Kalbar justru menyajikan aneka kue basah. Salah satu yang populer adalah Kue Lapis Sambas.

Varian rasanya beragam, mulai dari lapis belacan, lapis susu, hingga lapis legit. Teksturnya lembut dengan rasa manis yang pas. Kue ini menjadi suguhan utama bagi tamu yang datang bersilaturahmi, sekaligus simbol keramahan tuan rumah.

4. Patlau, Mirip Lontong Tapi Lebih Gurih

Patlau, Mirip Lontong Tapi Lebih Gurih
Patlau, Mirip Lontong Tapi Lebih Gurih

Patlau kerap disandingkan dengan ketupat sebagai menu pelengkap hidangan Lebaran. Sekilas tampilannya mirip lemper atau lontong, namun proses pembuatannya berbeda.

Patlau dibuat dari beras ketan dan santan, dibungkus daun pisang, lalu direbus hingga matang. Sajian ini semakin nikmat jika disantap bersama rendang atau opor ayam. Kehadirannya membuat meja makan saat Idul Fitri semakin lengkap.

5. Kerupuk Basah Kapuas Hulu

Kerupuk Basah Kapuas Hulu
Kerupuk Basah Kapuas Hulu

Dari Kabupaten Kapuas Hulu, kerupuk basah menjadi kuliner khas yang selalu dicari saat Lebaran. Sekilas tampilannya menyerupai pempek, namun lebih panjang dan tidak menggunakan kuah cuko.

Kerupuk basah disajikan dengan sambal kacang atau sambal cabai sesuai selera. Terbuat dari ikan toman atau ikan belidak yang dihaluskan dan dicampur tepung, makanan ini memiliki tekstur kenyal dengan rasa gurih, sedikit manis dan pedas. Harganya pun terjangkau, membuatnya semakin digemari berbagai kalangan.

6. Timphan Khas Aceh yang Manis dan Tahan Lama

Timphan Khas Aceh yang Manis dan Tahan Lama
Timphan Khas Aceh yang Manis dan Tahan Lama

Tak hanya dari Kalbar, ada pula timphan yang kerap hadir di meja Lebaran keluarga perantau asal Aceh. Kudapan manis ini terbuat dari campuran tepung, santan, dan pisang, dibungkus daun pisang muda lalu dikukus.

Timphan biasanya dibuat satu atau dua hari sebelum Idul Fitri dan mampu bertahan hingga satu minggu tanpa pendingin. Rasanya manis lembut, cocok sebagai pencuci mulut setelah menikmati hidangan berat.

7. Gogoso, Sajian Khas Bugis yang Mengenyangkan

Gogoso, Sajian Khas Bugis yang Mengenyangkan
Gogoso, Sajian Khas Bugis yang Mengenyangkan

Dari tradisi suku Bugis di Makassar, gogoso menjadi alternatif pengganti ketupat. Terbuat dari beras ketan dengan isian ikan tongkol suwir dan serundeng, gogoso dibungkus daun pisang lalu dibakar seperti otak-otak.

Ada pula varian gogoso dari bahan banne yang berwarna cokelat. Cita rasanya gurih dengan aroma asap yang khas, menjadikannya favorit saat perayaan Idul Fitri.

Makna Kuliner Lebaran di Kalbar

Kuliner khas Lebaran bukan sekadar makanan. Setiap sajian mengandung nilai tradisi, kebersamaan, dan identitas budaya masyarakat. Dari lemang yang dibakar dalam bambu hingga kerupuk basah berbahan ikan sungai, semuanya menjadi simbol kekayaan kuliner Nusantara.

Momen Idul Fitri terasa semakin hangat ketika keluarga berkumpul, menikmati hidangan tradisional, dan berbagi cerita setelah sebulan penuh berpuasa.

FAQ Seputar Kuliner Lebaran Kalbar

1. Mengapa beberapa makanan hanya dibuat saat Idul Fitri?
Karena makanan tersebut dianggap istimewa dan membutuhkan proses khusus, sehingga biasanya hanya dibuat saat momen besar seperti Ramadan dan Lebaran.

2. Apa makanan khas Pontianak yang paling populer saat Lebaran?
Lemang dan pengkang menjadi dua makanan yang paling banyak dicari masyarakat maupun wisatawan.

3. Apakah kerupuk basah sama dengan pempek?
Tidak. Kerupuk basah menggunakan sambal, bukan kuah cuko seperti pempek.

4. Berapa lama timphan bisa bertahan?
Sekitar satu minggu tanpa harus disimpan di kulkas.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

  

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar