Jumlah Korban Tewas Akibat Serangan Israel Di Lebanon Naik Menjadi 123 Orang

Jumat, 06 Maret 2026

Jumlah Korban Tewas Akibat Serangan Israel Di Lebanon Naik Menjadi 123 Orang

Jumlah korban tewas akibat serangan Israel di Lebanon meningkat menjadi 123 orang dan 683 lainnya terluka, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon.
Jumlah korban tewas akibat serangan Israel di Lebanon meningkat menjadi 123 orang dan 683 lainnya terluka, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon.

BorneoTribun, Dunia -- Serangan militer yang dilancarkan Israel di wilayah Lebanon kembali memicu korban jiwa dalam jumlah besar. Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan jumlah korban tewas akibat serangan tersebut meningkat menjadi 123 orang hingga Jumat.

Selain korban meninggal, ratusan warga lainnya juga mengalami luka-luka. Data terbaru menyebutkan sedikitnya 683 orang terluka akibat rangkaian serangan yang terjadi di sejumlah wilayah Lebanon.

Pemerintah Lebanon menyatakan tim medis dan layanan darurat masih terus bekerja menangani korban di berbagai rumah sakit. Sementara itu, kondisi di beberapa lokasi terdampak dilaporkan masih belum sepenuhnya stabil.

Korban Tewas dan Luka Terus Bertambah

Jumlah korban tewas akibat serangan Israel di Lebanon meningkat menjadi 123 orang dan 683 lainnya terluka, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon.
Jumlah korban tewas akibat serangan Israel di Lebanon meningkat menjadi 123 orang dan 683 lainnya terluka, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon.

Dalam pernyataan resmi yang disampaikan pada Jumat, Kementerian Kesehatan Lebanon menyebutkan angka korban terus bertambah seiring proses evakuasi dan penanganan di lapangan.

"Jumlah korban tewas akibat agresi tersebut telah meningkat menjadi 123 orang yang gugur dan 683 orang yang terluka," demikian isi pernyataan kementerian tersebut.

Banyak korban dilaporkan berasal dari kawasan permukiman yang terdampak langsung oleh serangan. Tim penyelamat juga masih melakukan pencarian di sejumlah area yang mengalami kerusakan bangunan.

Rumah Sakit Lebanon Tangani Ratusan Korban

Fasilitas kesehatan di Lebanon kini menghadapi tekanan besar akibat meningkatnya jumlah korban. Rumah sakit di beberapa wilayah dilaporkan menerima pasien dalam jumlah besar dalam waktu bersamaan.

Tenaga medis terus bekerja untuk memberikan perawatan darurat kepada korban luka. Pemerintah Lebanon juga mengerahkan sumber daya tambahan guna memastikan layanan kesehatan tetap berjalan.

Ketegangan di Perbatasan Memicu Kekhawatiran

Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan perbatasan Lebanon dan Israel. Situasi keamanan yang belum stabil memicu kekhawatiran akan kemungkinan eskalasi konflik yang lebih luas.

Sejumlah pihak internasional sebelumnya telah menyerukan penurunan ketegangan dan perlindungan terhadap warga sipil di wilayah konflik.

Dampak Kemanusiaan Semakin Mengkhawatirkan

Meningkatnya jumlah korban tewas dan luka menambah kekhawatiran terhadap dampak kemanusiaan dari konflik tersebut. Organisasi kemanusiaan memperingatkan bahwa masyarakat sipil menjadi pihak yang paling terdampak.

Hingga saat ini, otoritas Lebanon masih terus memperbarui data korban seiring berlangsungnya proses penanganan di lapangan. Situasi di wilayah terdampak juga masih dipantau secara ketat oleh pemerintah dan tim penyelamat.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

  

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar