![]() |
| Pemkab Kukar terus mencari bibit unggul MTQ hingga ke desa melalui pembinaan santri, pesantren, dan masjid untuk mencetak generasi Qurani berprestasi di tingkat daerah hingga nasional. |
SAMARINDA -- Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar), Kalimantan Timur terus berupaya mencari bibit unggul untuk mencetak prestasi dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ). Upaya ini dilakukan dengan menjelajahi berbagai wilayah desa guna menemukan talenta muda yang memiliki kemampuan di bidang Al Quran.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara, Sunggono, mengatakan pemerintah daerah melalui Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) akan terus memberikan perhatian dan pembinaan kepada generasi muda yang memiliki potensi di bidang tilawah maupun hafalan Al Quran.
“Pemkab Kukar melalui LPTQ akan terus memberikan perhatian terhadap para talenta muda yang memiliki kemampuan di bidang Al Quran agar dapat berkembang dan berprestasi dalam berbagai ajang MTQ,” ujar Sunggono di Tenggarong, Senin.
Menurutnya, komitmen tersebut diwujudkan dengan melakukan kunjungan langsung ke desa-desa serta memberikan pembinaan kepada lembaga pengkajian Al Quran, pondok pesantren, hingga masjid-masjid yang aktif membina generasi muda.
Salah satu lokasi yang mendapat perhatian adalah Masjid Kapal Munzalan di Kecamatan Loa Kulu. Masjid ini dikenal memiliki aktivitas dakwah yang aktif dengan keterlibatan generasi muda yang tergabung dalam Pasukan Amal Saleh (Paskas).
Sunggono menilai kreativitas dan semangat para pemuda di masjid tersebut menjadi contoh positif dalam mengembangkan kegiatan keagamaan yang mampu menarik minat anak-anak dan remaja.
Sejak awal Ramadhan pada 1 Februari hingga 14 Maret, Masjid Kapal Munzalan juga menggelar berbagai kegiatan dalam program Kampoeng Ramadhan. Kegiatan ini diinisiasi oleh para pemuda Paskas untuk menghadirkan aktivitas yang bermanfaat selama bulan suci.
Beragam kegiatan digelar secara menarik dan ramah anak, mulai dari bakti sosial, bakti kesehatan, kajian Al Quran, dzikir bersama, lomba-lomba Islami, hingga pembinaan keagamaan bagi anak-anak dan remaja.
Program tersebut juga dirancang untuk mendorong generasi muda agar lebih dekat dengan masjid sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.
Sunggono menyampaikan apresiasi atas inisiatif generasi muda yang mampu menghadirkan kegiatan positif bagi lingkungan sekitar.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara kami sangat mengapresiasi kegiatan positif anak-anak muda yang tergabung dalam Paskas Masjid Kapal Munzalan. Ini merupakan sesuatu yang luar biasa dan patut kita banggakan,” katanya.
Ia menilai kegiatan seperti Kampoeng Ramadhan menjadi ruang alternatif yang penting bagi generasi muda di tengah perkembangan teknologi digital dan penggunaan gawai yang semakin tinggi.
Melalui kegiatan tersebut, generasi muda dapat mengisi waktu dengan aktivitas yang bermanfaat sekaligus membangun karakter yang lebih kuat.
Sunggono juga mengungkapkan adanya potensi besar dari para santri yang mengikuti kegiatan tersebut. Salah satunya adalah seorang santri yang memimpin doa penutupan acara dan diketahui telah menghafal 15 juz Al Quran.
Menurutnya, potensi seperti ini perlu terus dipupuk agar lahir generasi Qurani yang tidak hanya berprestasi dalam MTQ, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Pemkab Kukar berharap melalui pembinaan yang berkelanjutan, talenta-talenta muda di bidang Al Quran dapat terus berkembang dan mampu mengharumkan nama daerah dalam berbagai ajang MTQ, baik di tingkat provinsi maupun nasional.
