Mojtaba Khamenei Ditetapkan Sebagai Pemimpin Iran Oleh Majelis Khobregan

Selasa, 10 Maret 2026

Mojtaba Khamenei Ditetapkan Sebagai Pemimpin Iran Oleh Majelis Khobregan

Majelis Khobregan menetapkan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin Iran menggantikan Ali Khamenei yang tewas dalam serangan militer di Teheran.
Majelis Khobregan menetapkan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin Iran menggantikan Ali Khamenei yang tewas dalam serangan militer di Teheran.

Teheran – Majelis Khobregan mengumumkan penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin baru negara tersebut. Lembaga ulama yang berwenang memilih pemimpin tertinggi di Iran itu menyatakan keputusan diambil melalui rapat darurat dengan dukungan suara mayoritas anggota.

Dalam pernyataan resminya pada Minggu malam, 17 Esfand menurut kalender Iran, lembaga tersebut menyebut penunjukan dilakukan untuk memastikan negara tidak mengalami kekosongan kepemimpinan. Mojtaba Khamenei disebut sebagai penerus setelah kematian pemimpin sebelumnya, Ali Khamenei.

Media pemerintah Tasnim News Agency melaporkan bahwa Majelis Khobregan menggelar pembahasan intensif sebelum menetapkan keputusan tersebut. Dalam rapat itu, para anggota menilai situasi politik dan keamanan yang berkembang di Iran memerlukan kepemimpinan baru secepatnya.

Dalam pernyataan yang sama, Majelis Khobregan juga menyinggung serangan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Serangan tersebut dikaitkan dengan situasi yang memicu perubahan kepemimpinan di negara tersebut.

Sebelumnya, Israel menyatakan akan memburu siapa pun yang menggantikan Ali Khamenei sebagai pemimpin Iran. Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan.

Ali Khamenei dilaporkan tewas pada 9 Esfand dalam serangan militer Amerika Serikat dan Israel di Teheran. Operasi militer tersebut hingga kini disebut telah memasuki hari kesembilan sejak pertama kali dilancarkan.

Penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin baru menandai babak baru dalam kepemimpinan Republik Islam Iran, sekaligus menjadi momen penting di tengah situasi geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

  

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar