![]() |
| Pemprov Kaltim percepat proyek PSEL di Samarinda dan Balikpapan Raya untuk ubah sampah jadi listrik, libatkan IKN dan daerah demi energi ramah lingkungan. |
Balikpapan - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) makin serius menggarap proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik atau Pembangkit Listrik Berbasis Sampah (PSEL) di dua kawasan besar: Samarinda Raya dan Balikpapan Raya.
Langkah ini bukan sekadar wacana. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltim, Joko Istanto, memastikan saat ini pemerintah tengah mempercepat penyusunan skema kerja sama agar proyek bisa segera berjalan tanpa hambatan.
“Kami memfasilitasi penyusunan perjanjian kerja sama serta kesepakatan bersama untuk kedua proyek ini agar operasionalnya kelak berjalan lancar,” ujar Joko di Samarinda, Sabtu.
Tindak Lanjut Rapat Tingkat Kementerian
Percepatan ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi terbatas di tingkat kementerian yang fokus pada pengelolaan limbah berbasis energi terbarukan. Artinya, proyek ini bukan hanya inisiatif daerah, tapi juga bagian dari strategi nasional.
Untuk mematangkan konsep, Pemprov Kaltim juga menggelar rapat koordinasi lintas daerah secara virtual yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah provinsi, kabupaten, hingga kota.
Beberapa instansi yang ikut terlibat antara lain:
Dinas Lingkungan Hidup Kota Samarinda
DLHK Kabupaten Kutai Kartanegara
Kolaborasi lintas wilayah ini jadi kunci, mengingat cakupan proyek yang cukup luas.
Dua Zona Besar: Samarinda Raya & Balikpapan Raya
Proyek PSEL ini dibagi menjadi dua zona utama:
1. Samarinda Raya
Mencakup:
Kota Samarinda
Sebagian wilayah Kutai Kartanegara:
Anggana, Tenggarong Seberang, Loa Janan, Muara Badak, dan Marang Kayu
2. Balikpapan Raya
Meliputi:
Kota Balikpapan
Kawasan Ibu Kota Nusantara
Wilayah pesisir Kutai Kartanegara:
Samboja, Samboja Barat, dan Muara Jawa
Menurut Joko, kondisi geografis dan pembagian administratif ini bikin koordinasi jadi lebih kompleks.
“Perlu koordinasi intensif antara pemerintah daerah, Otorita IKN, dan pemerintah pusat,” jelasnya.
Solusi Lingkungan Sekaligus Energi Baru
Proyek ini diharapkan bisa jadi solusi dua masalah sekaligus:
Mengurangi penumpukan sampah
Menghasilkan energi listrik dari sumber terbarukan
Dengan kata lain, sampah yang selama ini jadi masalah bisa diubah jadi sumber daya bernilai.
Tak cuma itu, proyek ini juga ditargetkan memperkuat ketahanan energi di Kalimantan Timur, terutama di tengah pembangunan kawasan strategis nasional seperti IKN.
Target: Lingkungan Bersih & Energi Berkelanjutan
Pemprov Kaltim optimistis, kolaborasi antarwilayah ini akan menciptakan:
Lingkungan yang lebih bersih
Sistem pengelolaan sampah modern
Sumber listrik alternatif yang ramah lingkungan
Jika berjalan sesuai rencana, proyek ini bisa jadi model pengelolaan sampah berbasis energi di Indonesia.
FAQ
1. Apa itu PSEL?
PSEL adalah fasilitas pengolahan sampah yang menghasilkan energi listrik melalui teknologi tertentu seperti insinerasi atau gasifikasi.
2. Kenapa proyek ini penting?
Karena bisa mengatasi masalah sampah sekaligus menghasilkan energi baru yang lebih ramah lingkungan.
3. Kapan proyek ini mulai dibangun?
Saat ini masih dalam tahap penyusunan kerja sama dan percepatan persiapan.
4. Apakah proyek ini melibatkan IKN?
Ya, khususnya dalam kawasan Balikpapan Raya yang mencakup wilayah IKN.
5. Apa dampaknya bagi masyarakat?
Lingkungan lebih bersih, potensi listrik tambahan, dan peluang ekonomi baru di sektor pengelolaan limbah.
