Peran Mahasiswa Digenjot Lewat KKN Kolaboratif Bangun Desa Kaltim

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner

Sabtu, 04 April 2026

Peran Mahasiswa Digenjot Lewat KKN Kolaboratif Bangun Desa Kaltim

Kaltim dorong pembangunan desa berkelanjutan lewat KKN Kolaboratif mahasiswa untuk percepatan SDGs Desa dan solusi nyata di masyarakat.
Kaltim dorong pembangunan desa berkelanjutan lewat KKN Kolaboratif mahasiswa untuk percepatan SDGs Desa dan solusi nyata di masyarakat.

Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus mengakselerasi pembangunan desa berkelanjutan dengan melibatkan peran aktif mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Provinsi Kaltim, Puguh Harjanto, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi menjadi strategi nyata untuk mendorong pembangunan berbasis potensi lokal.

Dalam keterangannya di Samarinda, Jumat, Puguh menjelaskan bahwa KKN Kolaboratif dirancang untuk mengintegrasikan kemampuan intelektual mahasiswa dengan kebutuhan pembangunan di desa.

“Melalui KKN Kolaboratif, kami ingin memastikan kehadiran mahasiswa memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ini bukan sekadar rutinitas akademik,” ujar Puguh.

Kolaborasi Lintas Kampus Jadi Kunci

Program KKN Kolaboratif ini melibatkan berbagai perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta di Kalimantan Timur. Kolaborasi lintas kampus dinilai mampu menghadirkan pendekatan multidisiplin dalam menyelesaikan persoalan di desa.

Dengan latar belakang keilmuan yang beragam, mahasiswa diharapkan bisa menghadirkan solusi konkret, mulai dari penguatan ekonomi desa, digitalisasi layanan, hingga pengembangan potensi lokal.

Pendekatan ini juga dinilai sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) Desa, yang menitikberatkan pada pembangunan inklusif dan berkelanjutan.

Desa Jadi Fondasi Pembangunan Daerah

Puguh menekankan bahwa desa merupakan fondasi utama dalam pembangunan daerah. Oleh karena itu, penguatan desa melalui kolaborasi antara pemerintah dan akademisi menjadi langkah strategis.

“Dengan semangat kolaborasi antara perguruan tinggi dan perangkat daerah, kita dapat mendorong transformasi desa yang lebih terarah,” tambahnya.

Program ini juga memperkuat fungsi pemerintahan desa, meningkatkan kualitas pendampingan masyarakat, serta membuka ruang inovasi lintas sektor.

Dampak Nyata Bagi Masyarakat

Kehadiran mahasiswa melalui KKN Kolaboratif diharapkan tidak hanya memberi manfaat jangka pendek, tetapi juga menciptakan dampak berkelanjutan.

Beberapa fokus utama program ini meliputi:

  • Penguatan kapasitas aparatur desa

  • Pemberdayaan ekonomi masyarakat

  • Pemanfaatan teknologi digital

  • Pengembangan potensi lokal berbasis kearifan

Dengan pendekatan tersebut, desa di Kaltim diharapkan mampu berkembang lebih mandiri, inovatif, dan berdaya saing.

FAQ (Pertanyaan Umum)

1. Apa itu KKN Kolaboratif?
KKN Kolaboratif adalah program pengabdian mahasiswa yang melibatkan berbagai kampus untuk bekerja bersama membangun desa secara terintegrasi.

2. Apa tujuan program ini di Kaltim?
Untuk mempercepat pembangunan desa berkelanjutan dan mendukung pencapaian SDGs Desa.

3. Siapa yang terlibat dalam program ini?
Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan perangkat desa.

4. Apa manfaat bagi masyarakat desa?
Mendapat pendampingan, inovasi program, serta solusi nyata untuk meningkatkan kesejahteraan.

5. Apakah program ini hanya untuk mahasiswa?
Tidak. Program ini juga berdampak langsung pada pemerintah desa dan masyarakat luas.

  

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.