Viral Wanita Berteriak Histeris Di Ruang Perawatan, Diduga Kelelahan atau Kerasukan?

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner

Jumat, 17 April 2026

Viral Wanita Berteriak Histeris Di Ruang Perawatan, Diduga Kelelahan atau Kerasukan?

Video wanita berteriak histeris di ruang perawatan viral di media sosial. Netizen menduga kelelahan, stres mental, hingga kemungkinan kerasukan menjadi penyebab kejadian tersebut.
Video wanita berteriak histeris di ruang perawatan viral di media sosial. Netizen menduga kelelahan, stres mental, hingga kemungkinan kerasukan menjadi penyebab kejadian tersebut.

BORNEOTRIBUN - Sebuah video yang memperlihatkan seorang wanita berteriak histeris di dalam ruang perawatan mendadak viral di media sosial. 

Dalam rekaman yang beredar luas, wanita tersebut terlihat menunggu pasien sebelum tiba-tiba berteriak mengeluarkan kalimat yang tidak jelas dan menunjukkan perilaku tidak biasa.

Kejadian tersebut langsung menarik perhatian warganet. Banyak yang menduga wanita itu mengalami kerasukan, sementara sebagian lainnya menilai kondisi tersebut kemungkinan dipicu oleh kelelahan fisik atau tekanan mental yang berat.

Dalam video yang beredar, sejumlah petugas tampak berada di sekitar lokasi dan berusaha mengamankan situasi agar tidak mengganggu pasien lain di ruang perawatan.

Sejumlah netizen di media sosial turut memberikan pendapat mereka terkait kejadian tersebut.

Akun bernama Francis Griffith menyampaikan rasa simpati terhadap kondisi wanita tersebut. “Sebenernya kasian, mungkin saking terpukulnya karena suaminya sampai harus dirawat seperti itu, dia menjadi seperti itu,” tulisnya.

Sementara itu, akun @pijaranara menyoroti tindakan petugas yang dinilai kurang tegas dalam mengendalikan situasi.

“Sebanyak itu petugas ga ada yg ikat tangan kaki, mulut dilakban.. mau setan atau bukan udah caper berlebihan ganggu orang,” tulisnya.

Pendapat lain datang dari akun Hachiko (@PringGading92) yang mengaitkan kondisi tersebut dengan faktor kesehatan.

Ia menduga beberapa faktor seperti rendahnya kadar zat besi, perut kosong, udara dingin dari pendingin ruangan, hingga kelelahan mental dapat memicu kondisi tidak stabil.

Sebagian netizen juga menilai kondisi tersebut berkaitan erat dengan tekanan mental yang dialami seseorang ketika menghadapi situasi emosional berat.

Akun MinangWaras (@LanangJagad31) menilai stres berat bisa menjadi pemicu utama. “Bisa jadi ia stress berat karena melihat kondisi pasien yg ia tunggu.. Tak jarang jika seseorang stress berat, tak mampu mengontrol diri sendiri,” tulisnya.

Hal senada disampaikan akun Hendra Setiawan (@hendsethhh) yang menilai situasi seperti itu terkadang akan mereda dengan sendirinya. “Biarin aja selama gak nyakitin diri sendiri dan orang lain ntar juga cape sendiri,” tulisnya.

Dalam dunia medis, kondisi histeris atau kehilangan kendali sementara bisa dipicu oleh berbagai faktor. Beberapa di antaranya termasuk tekanan emosional tinggi, kurang istirahat, kelelahan fisik, serta kondisi kesehatan tertentu seperti anemia atau gangguan kecemasan.

Situasi menunggu pasien di ruang perawatan, terutama dalam kondisi darurat atau serius, juga dapat memicu stres psikologis yang tinggi. Reaksi emosional ekstrem seperti menangis, berteriak, atau kehilangan kesadaran bukan hal yang sepenuhnya jarang terjadi.

Para ahli kesehatan mental menyarankan agar individu yang mengalami tekanan emosional berat segera mendapatkan dukungan dari keluarga atau tenaga medis profesional.

Kejadian seperti ini menjadi pengingat pentingnya kesiapan petugas medis dalam menangani kondisi darurat non-medis, termasuk reaksi emosional dari keluarga pasien.

Selain menjaga keselamatan pasien lain, pendekatan yang tepat dan empatik juga dibutuhkan agar kondisi tidak semakin memburuk.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi terkait lokasi kejadian maupun kondisi terkini wanita dalam video tersebut.

FAQ

1. Apa yang menyebabkan wanita dalam video berteriak histeris?
Belum ada kepastian resmi. Dugaan sementara meliputi kelelahan, stres mental, hingga kondisi kesehatan tertentu.

2. Apakah kejadian seperti ini sering terjadi di ruang perawatan?
Tidak sering, tetapi dalam kondisi emosional berat, reaksi histeris bisa terjadi pada sebagian orang.

3. Apakah histeris selalu berarti kerasukan?
Tidak. Secara medis, histeris umumnya berkaitan dengan stres, trauma emosional, atau gangguan psikologis.

4. Apa yang sebaiknya dilakukan jika melihat kejadian serupa?
Segera laporkan kepada petugas medis agar situasi dapat ditangani secara profesional dan aman.

5. Apakah kelelahan bisa menyebabkan kehilangan kendali emosi?
Ya. Kelelahan fisik dan mental dapat memicu reaksi emosional ekstrem pada beberapa orang.

Penulis: Heri Yakop

  

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.