Iklan Tutup X

Senin, 25 Mei 2026

Tradisi Syair Gulung Melayu Tanah Kayong Cetak Rekor MURI di Ketapang

Ikuti kami:
Google
Syair Gulung Tanah Kayong pecahkan Rekor MURI sepanjang 151,85 meter dalam Festival Syair Gulung 2026 di Ketapang, memperkuat pelestarian budaya Melayu dan pariwisata daerah.
Syair Gulung Tanah Kayong pecahkan Rekor MURI sepanjang 151,85 meter dalam Festival Syair Gulung 2026 di Ketapang, memperkuat pelestarian budaya Melayu dan pariwisata daerah.

KETAPANG - Kabupaten Ketapang berhasil mencatatkan prestasi di bidang budaya setelah Tradisi Syair Gulung khas Melayu Tanah Kayong memecahkan Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai Syair Gulung Terpanjang sepanjang 151,85 meter. Rekor tersebut diraih dalam Festival Syair Gulung Tanah Kayong 2026 yang digelar Perkumpulan Lawang Kekayun Negeri Matan Tanjungpura di Keraton Matan Tanjungpura, Sabtu (23/5/2026).

Pencapaian tersebut disambut antusias masyarakat yang memadati lokasi festival. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa tradisi daerah masih mendapat perhatian dan terus dilestarikan di tengah perkembangan zaman.

Bupati Ketapang Alexander Wilyo mengatakan Syair Gulung bukan sekadar seni bertutur, melainkan warisan budaya Melayu yang mengandung nilai-nilai kehidupan.

"Di dalam syair itu ada pesan moral, nasihat, sejarah dan nilai kebersamaan yang diwariskan turun-temurun," kata Alexander Wilyo saat menutup festival.

Ia menegaskan, penyelenggaraan festival menjadi bagian dari upaya bersama menjaga tradisi agar tetap dikenal oleh generasi muda. Karena itu, kegiatan tahun ini melibatkan berbagai kalangan, mulai dari budayawan, pelajar, hingga masyarakat umum.

Selain menjadi sarana pelestarian budaya, Festival Syair Gulung Tanah Kayong juga diharapkan mampu mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Ketapang. Pemerintah daerah menargetkan agenda tersebut dapat terus berkembang menjadi festival budaya berskala nasional.

Ketua Panitia Pelaksana, Hakim Surya Putra, mengatakan keberhasilan meraih Rekor MURI merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, termasuk masyarakat, pemerintah daerah, tokoh adat, sponsor, relawan, dan pegiat budaya.

Menurutnya, festival tahun ini turut diramaikan berbagai kegiatan budaya dan perlombaan rakyat, seperti lomba kasidah, panahan tradisional, permainan uri gasing, lomba mewarnai tingkat TK dan SD, serta pembacaan Syair Gulung oleh peserta dari berbagai kalangan.

Pada malam puncak acara, piagam Rekor MURI secara simbolis diserahkan Perkumpulan Lawang Kekayun Negeri Matan Tanjungpura kepada Pemerintah Kabupaten Ketapang. Penyerahan tersebut menjadi simbol bahwa capaian Rekor MURI itu merupakan kebanggaan bersama seluruh masyarakat Kabupaten Ketapang.

Google Logo Follow
Wenny Lidia
Wenny Lidia
Editor / Wartawan
Wartawan dan editor berpengalaman dalam liputan berita daerah, nasional, sosial, dan politik. Aktif menyajikan informasi yang akurat, terpercaya, dan mudah dipahami pembaca.
  

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.