![]() |
| Enea Bastianini mengungkap masa sulit bersama KTM dan mengaku bekerja dengan psikolog untuk bangkit. Pebalap Italia itu tetap yakin bisa kembali meraih kemenangan di MotoGP. |
JAKARTA - Enea Bastianini mengungkap kesulitan yang dialaminya sejak bergabung dengan Tech3 KTM di MotoGP dan menegaskan keyakinannya untuk kembali meraih kemenangan. Pebalap Italia itu menyampaikan pengakuan tersebut dalam video terbaru MotoGP yang dirilis pada 2026.
Bastianini bergabung dengan Tech3 KTM setelah menjalani periode yang naik turun bersama tim pabrikan Ducati pada 2023 dan 2024. Namun, adaptasinya dengan motor RC16 tidak berjalan sesuai harapan.
Setelah meraih kemenangan dalam tiga musim beruntun bersama Ducati, Bastianini hanya mampu mencatat satu podium grand prix sepanjang musim 2025. Pada musim 2026, pencapaian terbaiknya sejauh ini adalah podium sprint dan finis keenam di balapan utama.
Pebalap berusia 28 tahun itu mengaku sempat kehilangan semangat saat hasil yang diperolehnya jauh dari ekspektasi. Kondisi tersebut membuatnya memutuskan untuk bekerja sama dengan psikolog demi memulihkan kondisi mental.
"Dalam karier saya ada momen yang sulit dan ada momen yang lebih mudah. Ketika bergabung dengan KTM tahun lalu, saya pikir itu adalah masa yang sulit karena saya tidak mendapatkan hasil yang saya harapkan," kata Bastianini.
"Pada saat seperti itu, Anda harus menjaga kondisi psikologis karena sangat mudah merasa terpuruk dan kehilangan arah."
Bastianini mengakui semangatnya sempat menurun ketika datang ke seri grand prix. Ia kemudian mulai bekerja dengan sejumlah orang untuk membantunya kembali menemukan motivasi.
"Saya sempat menurun dan tidak memiliki semangat yang sama ketika datang ke grand prix. Saya mulai bekerja dengan orang-orang untuk kembali membangun mental. Di situlah saya menemukan diri saya lagi, tetapi kami masih jauh dari target yang ingin saya capai," ujarnya.
Bastianini mengoleksi tujuh kemenangan grand prix bersama Ducati pada periode 2022 hingga 2024. Meski kini menghadapi persaingan yang lebih ketat, ia tetap percaya mampu kembali bersaing di barisan depan.
"Pebalap terbaik di dunia ada di sini, jadi semuanya lebih sulit. Tetapi saya tahu saya pernah mengalahkan mereka, dan jika saya pernah melakukannya sekali, saya tahu saya bisa melakukannya lagi. Mimpi saya tetap sama, membuktikan bahwa saya yang tercepat," tutur Bastianini.
Bastianini diperkirakan akan meninggalkan KTM pada akhir musim ini dan menjadi salah satu nama penting dalam bursa pebalap MotoGP 2027. Sempat dikaitkan dengan kepulangan ke Gresini, ia kini disebut lebih berpeluang bergabung dengan Trackhouse Aprilia.
Sementara itu, opsi pebalap Tech3 untuk musim 2027 masih terbuka. Bos tim Guenther Steiner sebelumnya menyatakan ketertarikannya merekrut rookie Moto2, yang bisa saja mengarah kepada Senna Agius.
Perkembangan karier Bastianini pada musim depan akan menjadi salah satu hal yang menarik untuk dipantau, terutama jika kepindahannya ke Trackhouse Aprilia benar-benar terwujud.
- Memuat artikel...

