Berita BorneoTribun: Enea Bastianini hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Enea Bastianini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Enea Bastianini. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Maret 2026

Maverick Vinales Jalani Operasi Bahu Setelah Mundur dari MotoGP AS

Maverick Vinales jalani operasi bahu setelah mundur dari MotoGP AS, fokus pemulihan agar bisa balapan 100% fit di Jerez pada April mendatang.
Maverick Vinales jalani operasi bahu setelah mundur dari MotoGP AS, fokus pemulihan agar bisa balapan 100% fit di Jerez pada April mendatang.

JAKARTA -- Maverick Vinales harus absen dari sisa seri MotoGP AS setelah mengumumkan akan menjalani operasi pada hari Selasa. Pembalap Tech3 KTM ini mengalami komplikasi pada bahu kiri yang cedera sejak Jerman Juli lalu.

Vinales menjelaskan bahwa sekrup yang dipasang setelah kecelakaan sebelumnya kini longgar dan harus dilepas.

“Setelah balapan di Brasil, saya merasakan sakit yang berbeda,” kata Vinales kepada MotoGP.com. “Saya melakukan CT scan, dan ternyata satu sekrup mulai keluar dari posisinya. Ini menyentuh jaringan dan menghambat kekuatan lengan saya. Jadi satu-satunya solusi adalah melepasnya.”

Pembalap asal Spanyol ini menambahkan bahwa dokter di sirkuit memperingatkan risiko cedera lebih parah jika ia tetap balapan dalam kondisi ini.

Penundaan seri MotoGP Qatar memberikan waktu bagi Vinales untuk pulih dan diperkirakan fit untuk seri berikutnya di Jerez pada 24–26 April.

“Operasinya tidak terlalu besar, hanya melepas sekrup dan membiarkan jaringan sembuh. Dua minggu dan saya bisa mulai latihan keras,” lanjut Vinales. “Tapi saya memilih lebih konservatif, kembali saat 100% fit dan bisa balapan di level saya. Kalau tidak, tidak ada artinya.”

Mengenai masa depan balapnya di 2027, Vinales menegaskan fokusnya tetap pada pemulihan penuh sebelum membuat keputusan.

“Sampai saya 100%, saya tidak punya opsi. Saya tidak mau balapan jika tidak fit sepenuhnya. Saya ingin di sini untuk menang, bukan sekadar ikut putaran,” tegasnya.

Sementara itu, rekan satu tim KTM, Pedro Acosta, dan Enea Bastianini dari Tech3 berhasil lolos langsung ke Qualifying 2 dengan finis di sepuluh besar pada latihan Jumat.

Marc Marquez Tercepat di Latihan Bebas US GP Meski Alami Kecelakaan Seram

Marc Marquez memimpin FP2 US GP setelah crash FP1. Simak performa, drama, dan rider tercepat lainnya di latihan bebas MotoGP COTA terbaru.
Marc Marquez memimpin FP2 US GP setelah crash FP1. Simak performa, drama, dan rider tercepat lainnya di latihan bebas MotoGP COTA terbaru.

JAKARTA -- Marc Marquez, sang juara dunia MotoGP, kembali bikin geger di United States Grand Prix (COTA). Meski sempat mengalami kecelakaan menegangkan di sesi FP1, rider pabrikan Ducati ini berhasil bangkit dan menutup hari sebagai yang tercepat di sesi latihan bebas.

Pada Jumat pagi, Marc Marquez mengalami highside dengan kecepatan 190 km/jam. Beruntung, ia hanya menderita memar di tangan dan bisa melanjutkan sesi latihan. Awal latihan bebas penuh drama, karena enam lap pertamanya dibatalkan akibat bendera kuning. 

Namun, Marc menunjukkan performa luar biasa di GP26-nya, mencatatkan waktu 2m00.927s dengan ban soft di menit-menit terakhir, menjadikannya yang tercepat hari itu.

Sesi satu jam itu sendiri dipenuhi kecelakaan: Fabio Di Giannantonio, Jorge Martin, Enea Bastianini, Franco Morbidelli, Pedro Acosta, dan Ai Ogura semuanya jatuh dalam 10 menit pertama. Total sembilan pembalap terjatuh saat suhu lintasan meningkat di sore hari.

Ai Ogura sempat diperiksa karena kecelakaan saat bendera kuning berkibar, tapi tidak ada sanksi lanjutan. Ogura justru finis kedua dengan 2m00.980s, sementara Di Giannantonio melengkapi podium tiga tercepat.

Pimpinan klasemen sementara Marco Bezzecchi finis keempat, diikuti Alex Marquez di posisi kelima meski sempat jatuh. Pedro Acosta berada di urutan keenam, diikuti Jorge Martin ketujuh. Pecco Bagnaia sempat tertinggal, tapi berhasil naik ke posisi kedelapan menjelang akhir sesi.

Rider Honda Luca Marini mengalami momen menegangkan di waktu terakhirnya, sementara Enea Bastianini dari Tech3 KTM berada di urutan kesembilan. Joan Mir hampir lolos ke Q2 dan akan bersaing di Q1 bersama Fermin Aldeguer dan Raul Fernandez.

Fabio Quartararo menjadi Yamaha tercepat di posisi 15, sedangkan Alex Rins tertinggal 2,1 detik dari Marc Marquez. Toprak Razgatlioglu dari Pramac mengalami kecelakaan dan menutup latihan di posisi 18.

Kejadian ini menegaskan bahwa MotoGP selalu penuh drama, bahkan untuk juara dunia seperti Marc Marquez. Dengan performa luar biasa di FP2, Marc siap kembali bersaing sengit di COTA untuk perebutan posisi pole dan podium.

Minggu, 24 Agustus 2025

Quartararo Dihukum Long Lap Penalty Usai Insiden Sprint MotoGP Hungaria

JAKARTA - Fabio Quartararo, pembalap Yamaha sekaligus juara dunia MotoGP 2021, dipastikan harus menjalani long lap penalty pada balapan utama MotoGP Hungaria di Balaton Park, Minggu (24/8/2025). Hukuman itu dijatuhkan setelah steward MotoGP menilai Quartararo bersalah dalam insiden tabrakan pada sprint race, Sabtu (23/8/2025).

Dalam sprint berdurasi 13 lap tersebut, Quartararo yang start dari posisi keenam mencoba melakukan manuver agresif di Tikungan 1. Ia melesat dari sisi dalam untuk menyalip beberapa pembalap sekaligus. Namun, manuver itu gagal dikendalikan dan membuat motor Quartararo menabrak bagian belakang motor Enea Bastianini (Tech3 KTM). Akibatnya, Quartararo langsung terjatuh dan gagal melanjutkan balapan.

Menurut laporan resmi FIM MotoGP Stewards, insiden tersebut dikategorikan sebagai aksi berbahaya. “Rider nomor 20 (Fabio Quartararo) menyebabkan situasi berbahaya dan kontak dengan rider nomor 23 (Enea Bastianini),” tulis pernyataan steward. Karena ini adalah pelanggaran pertama Quartararo musim ini, hukuman yang dijatuhkan relatif ringan, yaitu satu long lap penalty. Namun, di sirkuit sempit seperti Balaton Park, hukuman itu bisa sangat merugikan karena peluang menyalip terbilang minim.

Fabio Quartararo terjatuh setelah tabrakan dengan Enea Bastianini pada sprint MotoGP Hungaria 2025
Fabio Quartararo terjatuh setelah tabrakan dengan Enea Bastianini pada sprint MotoGP Hungaria 2025.

Insiden Quartararo juga ikut mengganggu jalannya balapan pembalap lain. Marco Bezzecchi (Aprilia) yang start dari posisi kedua terpaksa mengurangi kecepatan di Tikungan 1 karena situasi berantakan di depannya. Akibatnya, ia melorot hingga posisi luar 10 besar sebelum akhirnya hanya mampu finis ketujuh. Sementara itu, Bastianini masih sempat melanjutkan balapan, tetapi kemudian terlibat tabrakan lain dengan Johann Zarco (LCR Honda). Atas insiden kedua ini, Bastianini dijatuhi hukuman double long lap penalty untuk balapan utama hari Minggu.

Bagi Yamaha, kejadian ini memperburuk hasil buruk mereka di sprint Hungaria. Jack Miller (Pramac) hanya bisa finis di posisi 12, Miguel Oliveira di posisi 14, dan Alex Rins tercecer di urutan 16 setelah harus menghindari tabrakan Bastianini-Zarco. Praktis, Yamaha gagal membawa pulang poin pada sprint race kali ini.

Hukuman long lap penalty tentu menjadi tantangan tambahan bagi Quartararo yang sedang berusaha memperbaiki performanya musim ini. Dengan persaingan ketat di papan tengah dan karakter sirkuit Balaton Park yang sulit untuk overtaking, peluangnya untuk bersaing merebut podium di balapan utama semakin berat. Namun, pihak Yamaha menyatakan tetap optimistis Quartararo bisa bangkit.

“Fabio memang mengalami situasi yang tidak menguntungkan di sprint, tetapi kami percaya dia akan belajar dari insiden ini. Balapan Minggu masih terbuka untuk segala kemungkinan,” ujar salah satu staf teknis Yamaha, dikutip dari paddock Balaton Park.

Keputusan steward ini sekaligus menjadi peringatan bagi para pembalap untuk lebih berhati-hati dalam melakukan manuver agresif di awal balapan. Dengan trek yang sempit, kesalahan kecil bisa berujung pada insiden beruntun dan merugikan banyak pembalap.

Kini, perhatian publik tertuju pada bagaimana Quartararo menjalani hukuman long lap penalty di balapan utama. Apakah ia bisa bangkit dari kesalahan di sprint, atau justru makin terpuruk di klasemen sementara MotoGP 2025? Jawabannya akan terungkap di Grand Prix Hungaria, Minggu malam waktu Indonesia.

Minggu, 20 Juli 2025

Comeback Hebat Enea Bastianini Usai Sakit Parah Langsung Bawa KTM Naik Podium di MotoGP Brno 2025

Comeback Hebat Enea Bastianini Usai Sakit Parah Langsung Bawa KTM Naik Podium di MotoGP Brno 2025
Comeback Hebat Enea Bastianini Usai Sakit Parah Langsung Bawa KTM Naik Podium di MotoGP Brno 2025.

JAKARTA - Enea Bastianini kembali mengejutkan dunia MotoGP dengan penampilannya yang luar biasa di Sprint Race MotoGP Brno, Sabtu kemarin. Bayangkan saja, seminggu sebelumnya ia harus absen di MotoGP Jerman karena keracunan makanan yang parah dan sempat diduga menderita usus buntu.

Meskipun belum sepenuhnya pulih dari infeksi bakteri yang menyerangnya, pembalap Tech3 itu tampil luar biasa. Start dari baris ketiga, Bastianini berhasil finis di posisi ketiga hanya terpaut 0,5 detik dari rider utama KTM, Pedro Acosta, dan hanya 1,3 detik dari pemenang lomba, Marc Marquez.

Menariknya, Marquez kini menempati kursi pabrikan Ducati yang sebelumnya diisi oleh Bastianini. Dalam balapan itu, Marquez bahkan sempat mengurangi kecepatannya agar tekanan ban depannya tetap aman, memberi ruang Acosta untuk memimpin sejenak.

Namun terlepas dari itu, bagi Bastianini, ini adalah hasil top 6 pertamanya sejak pindah dari Ducati Desmosedici motor yang pernah membawanya menang tujuh kali selama empat musim ke KTM RC16 di musim ini.

Kembalinya MotoGP ke Brno, yang terakhir masuk kalender pada 2020 (saat KTM mencetak kemenangan MotoGP pertamanya), tampaknya menjadi momen kunci kebangkitan bagi Bastianini.

“Ini benar-benar luar biasa,” ungkapnya kepada MotoGP.com. “Dari awal musim sampai sekarang semuanya sangat sulit.”

Ia menambahkan bahwa bahkan sebelum balapan, ia sudah mengalami banyak hambatan termasuk perawatan medis di rumah sakit. Tapi justru setelah semua itu, ia merasa lebih cepat.

“Saya sangat senang dengan semua ini. Besok kita coba lagi di balapan utama,” ucapnya penuh semangat.

Penderitaan yang Membentuk Mental Baja

Bastianini juga mengaku sempat kehilangan 3 kg karena keracunan makanan. Meski begitu, ia tetap menjaga semangatnya.

“Sulit memang ketika kamu terus berusaha tapi tidak ada yang berhasil. Tapi saya tidak pernah frustrasi. Dan saya rasa itu kuncinya,” katanya.

Uniknya, balapan di Brno justru terasa lebih ‘fresh’ untuknya karena tidak ada kenangan atau referensi dengan motor Ducati-nya dulu. Itu justru membuatnya lebih terbuka dalam menyesuaikan gaya balap dengan motor KTM yang kini ia gunakan.

“Sejak pagi kemarin, saya sudah lihat potensi motor ini. Tidak punya referensi masa lalu ternyata justru jadi keuntungan.”

Ke depan, Bastianini berharap bisa meningkatkan performa di bagian kedua balapan, khususnya dalam mengatur grip ban depan. Tapi ia optimis dengan arah pengembangan motornya.

Momentum Positif untuk KTM dan Tech3

Hasil ini juga menjadi momen penting bagi KTM. Podium ganda yang diraih Acosta dan Bastianini menjadi podium pertama KTM musim ini setelah sempat kehilangan posisi karena penalti tekanan ban di Qatar yang dialami Maverick Vinales.

Sementara itu, Pol Espargaro yang menggantikan Vinales karena cedera, juga menyumbang poin penting dengan finis di posisi ke-9. Ini adalah balapan pertamanya di musim 2025 dan langsung memberi hasil positif bagi tim Tech3.

Kamis, 03 Juli 2025

Aprilia Diam-Diam Dekati Enea Bastianini Jika Jorge Martin Pergi di MotoGP 2026

Aprilia Diam-Diam Dekati Enea Bastianini Jika Jorge Martin Pergi di MotoGP 2026
Aprilia Diam-Diam Dekati Enea Bastianini Jika Jorge Martin Pergi di MotoGP 2026.

JAKARTA - Persaingan panas di balik layar MotoGP terus berlanjut! Kali ini, giliran Aprilia yang jadi sorotan setelah dikabarkan mulai bergerak cepat mengantisipasi kemungkinan hengkangnya Jorge Martin di musim 2026 mendatang.

Menurut laporan dari Sky Italia, Aprilia telah melakukan kontak awal dengan Enea Bastianini, sebagai langkah cadangan jika negosiasi dengan Jorge Martin menemui jalan buntu. Walau Aprilia masih berniat mempertahankan Martin, konflik kontrak yang tengah memanas membuat masa depan sang juara dunia semakin tak pasti.

Drama Kontrak dan Ketertarikan Aprilia

Martin, yang sejatinya masih terikat kontrak dengan Aprilia hingga 2026, dikabarkan memiliki klausul yang bisa membuatnya hengkang lebih awal. Klaim ini datang dari manajernya, namun langsung dibantah oleh pihak Aprilia. CEO Aprilia, Massimo Rivola, bahkan mengancam akan membawa persoalan ini ke jalur hukum.

Dalam kondisi genting ini, Aprilia rupanya tak tinggal diam. Nama Enea Bastianini mencuat sebagai kandidat utama jika Martin benar-benar pergi. Tak hanya Aprilia, Pramac Yamaha juga dilaporkan berminat terhadap Bastianini.

Karier Bastianini yang Naik-Turun

Setelah kehilangan tempatnya di tim pabrikan Ducati karena kedatangan Marc Marquez, Bastianini hijrah ke Tech3 KTM. Sayangnya, performanya belum kembali ke level terbaik. Pencapaian terbaiknya musim ini hanyalah finis di posisi 7 di Circuit of the Americas.

Ia tertinggal jauh dari rekan setimnya, Maverick Vinales, serta duo KTM pabrikan, Pedro Acosta dan Brad Binder.

Namun, tawaran untuk kembali ke tim Italia seperti Aprilia bisa menjadi kesempatan emas bagi Bastianini untuk bangkit. Apalagi jika Aprilia kehilangan Martin, kursi panas di tim pabrikan tersebut tentu menjadi incaran banyak rider.

Menanti Kembali Sang Juara

Sementara itu, Jorge Martin yang sedang cedera akan absen di seri Sachsenring. Ia diharapkan bisa kembali di Brno, balapan terakhir sebelum jeda musim panas. Menariknya, saat Martin absen, rekan setimnya Marco Bezzecchi justru tampil gemilang dan sukses memberi kemenangan bagi Aprilia di GP Inggris.

Apakah Aprilia akan kehilangan bintang besarnya? Atau justru mereka menemukan pengganti yang tak kalah garang? Jawabannya bisa sangat menentukan peta kekuatan MotoGP 2026.

Jumat, 30 Mei 2025

Pilihan Karier Enea Bastianini di MotoGP 2026: Pramac Yamaha atau Aprilia?

Pilihan Karier Enea Bastianini di MotoGP 2026: Pramac Yamaha atau Aprilia?
Pilihan Karier Enea Bastianini di MotoGP 2026: Pramac Yamaha atau Aprilia?

JAKARTA -- Enea Bastianini sekarang menghadapi dua opsi menarik untuk musim MotoGP 2026 jika dia memutuskan untuk meninggalkan KTM, menurut laporan terbaru dari Italia.

Setelah kehilangan kursi di tim pabrikan Ducati, Bastianini bergabung dengan Tech3 KTM. Namun, musim 2025 ini terasa cukup berat baginya. Hasil terbaiknya baru P7 di Circuit of the Americas, dan baru-baru ini di Silverstone, ia mengaku mengalami "akhir pekan terburuk" dalam kariernya.

Nah, menurut Sky Italia, ada dua tim yang sedang mengincar Bastianini: Pramac Yamaha dan tim pabrikan Aprilia. Tapi seperti waktu dia kehilangan kursi di Ducati, keputusan Bastianini sangat bergantung pada pergerakan pembalap lain.

Salah satu yang jadi perhatian adalah Toprak Razgatlioglu, yang kabarnya hampir mencapai kesepakatan dengan Pramac Yamaha. Tim satelit Yamaha ini sendiri sudah memberi kesempatan kepada pembalap mereka saat ini, Jack Miller dan Miguel Oliveira, untuk membuktikan diri agar bisa dipertahankan.

Jack Miller, misalnya, bilang kalau hasil bagus di lintasan bakal jadi kunci untuk kontrak baru di 2026. Dia pun membuktikan dengan finish di posisi tujuh di Silverstone. Jadi, Bastianini harus menunggu keputusan dari Pramac soal masa depan Miller dan Oliveira, sekaligus menunggu kabar dari KTM.

Soal KTM, walaupun mereka baru saja mendapatkan suntikan dana besar dari Bajaj Auto senilai £674 juta, masa depan balap mereka masih belum jelas.

Selain itu, Bastianini juga harus memantau kabar dari Aprilia, khususnya soal Jorge Martin. Martin sudah mengonfirmasi niatnya untuk hengkang dari Aprilia pada 2026. Apalagi setelah kemenangan Marco Bezzecchi di British MotoGP pekan lalu, motor RS-GP Aprilia makin menarik.

Tapi, CEO Aprilia Massimo Rivola menyatakan bahwa mereka masih berusaha memperbaiki hubungan dengan Martin, jadi belum pasti juga kalau Bastianini pasti akan mendapat tempat di sana.

Singkatnya, nasib Bastianini untuk pindah tim belum bisa dipastikan dan dia belum jadi pemain utama dalam bursa transfer kali ini.

Kontrak Bastianini dengan Tech3 KTM sendiri digambarkan sebagai kontrak jangka panjang. Pada tahun 2022, dia sempat jadi salah satu pembalap paling bersinar dengan meraih kemenangan terbanyak kedua setelah juara dunia Pecco Bagnaia.

Tapi adaptasi dengan motor KTM ternyata menantang, dan hasilnya kurang memuaskan, termasuk performa buruk di Silverstone baru-baru ini.

Senin, 26 Mei 2025

Enea Bastianini Frustrasi di MotoGP Inggris 2025: Balapan Terburuk dalam Karier Saya

Enea Bastianini Frustrasi di MotoGP Inggris 2025: Balapan Terburuk dalam Karier Saya
Enea Bastianini Frustrasi di MotoGP Inggris 2025: Balapan Terburuk dalam Karier Saya.

JAKARTA - Silverstone yang biasanya jadi tempat penuh kenangan manis buat Enea Bastianini, kali ini justru berubah jadi mimpi buruk. Setelah sukses besar tahun lalu dengan dua kemenangan bareng Ducati, Bastianini kini harus menelan pil pahit di MotoGP Inggris 2025, yang dia sebut sebagai “mungkin balapan terburuk dalam karier saya”.

Sejak tes pramusim, Bastianini memang terlihat kesulitan menyesuaikan gaya balap agresifnya dengan motor KTM RC16. Hasilnya? Di Sprint Race, dia cuma mampu finis di posisi ke-15, dan saat balapan utama, ia harus puas di urutan ke-17 itu pun setelah menjalani penalti long lap yang dibawa dari seri Le Mans.

Bastianini bahkan mengaku sempat ingin keluar dari balapan lebih awal karena frustrasi, tapi akhirnya tetap menyelesaikan lomba demi menghormati tim dan semua yang mendukungnya. Tapi hasil akhir tak bisa dibantah: ia terpaut 38 detik dari sang juara, Marco Bezzecchi.

Yang bikin makin miris, bahkan penalti 16 detik yang diterima Miguel Oliveira setelah balapan karena tekanan ban, tetap nggak bisa mengangkat posisi Bastianini. Di belakangnya cuma ada Somkiat Chantra yang sedang cedera dan Lorenzo Savadori yang juga kena penalti.

“Sejujurnya, akhir pekan ini dimulai dengan buruk dan berakhir lebih buruk,” kata Bastianini dengan nada kecewa. “Saya coba berbagai hal di motor, tapi nggak ada yang berhasil. Bahkan di trek lurus, saya kesulitan membuka gas karena bagian depan motor terasa ringan dan sering kehilangan grip.”

Menurutnya, motor RC16 miliknya belum bisa mendukung gaya balapnya. Ia pun terang-terangan meminta bantuan dari KTM untuk segera melakukan perubahan. “Saya merasa seperti pembalap paling buruk di lintasan. Tahun lalu saya menang dua kali di sini, dan sekarang malah jadi yang terakhir. Ini nggak masuk akal,” keluhnya.

Masalah utama, kata Bastianini, ada di bagian elektronik dan karakter motor yang susah diajak belok. “Kami bisa ngerem keras, tapi di trek seperti ini apalagi dengan angin kencang, itu bukan keunggulan kami. Di Le Mans kami bisa lebih kompetitif karena banyak tikungan stop-and-go, tapi di Silverstone? Nggak bisa.”

Sebagai catatan, waktu tempuh Bastianini saat menang di Sprint Race Silverstone 2024 bahkan 3,7 detik lebih cepat dari waktu balap Alex Marquez tahun ini. Sayangnya, performa terbaiknya bersama KTM sejauh ini cuma finis ketujuh di Circuit of the Americas (COTA).

Sementara itu, rekan setimnya, Maverick Vinales, finis di posisi ke-11 dengan selisih 11 detik dari pemenang lomba.

Melihat kondisi saat ini, Bastianini benar-benar berharap KTM segera turun tangan. “Kalau seperti ini terus, mustahil saya lanjut. Saya butuh dukungan dan solusi, bukan cuma coba-coba setelan. Saya ingin kompetitif lagi,” tutupnya.

Jumat, 02 Mei 2025

Enea Bastianini Ungkap Tantangan di MotoGP Jerez: Kalau Nggak Nyaman, Sulit Maksimalin Motor

Enea Bastianini Ungkap Tantangan di MotoGP Jerez: "Kalau Nggak Nyaman, Sulit Maksimalin Motor"
Enea Bastianini Ungkap Tantangan di MotoGP Jerez: "Kalau Nggak Nyaman, Sulit Maksimalin Motor"

JAKARTA - Enea Bastianini lagi-lagi harus menerima kenyataan pahit saat menjalani tes resmi MotoGP di Jerez. Walau ada sedikit perkembangan, pembalap asal Italia ini masih belum bisa tampil maksimal bersama motor KTM RC16 milik tim Tech3. Sementara rekan setimnya, Maverick Vinales, tampil garang dan nyaris menyaingi catatan waktu Marc Marquez, Bastianini justru masih mencari rasa nyaman di atas motor barunya.

Di balapan utama Grand Prix Spanyol, Bastianini finis di posisi ke-9. Tapi di tes resmi yang digelar setelahnya, dia cuma mampu mencatatkan waktu terbaik ke-14—selisih satu detik dari Vinales. Padahal, catatan waktunya itu didapat saat mencoba time attack di sesi akhir.

"Sebenernya laptimenya nggak buruk-buruk amat, tapi gue belum puas. Gue masih belum nyaman sama motor ini. Kalau lo nggak nyaman, lo nggak bisa maksa terlalu banyak di lintasan," ujar Bastianini.

Tapi dia optimis, kok. Katanya, dalam beberapa minggu ke depan, dia yakin bisa mulai beradaptasi lebih baik. "Ini cuma masalah waktu. Gue yakin, pelan-pelan bisa nemu feeling yang pas sama motor ini," lanjutnya.

Meski sempat mencoba beberapa kombinasi part baru dari KTM, hasilnya masih belum konsisten. Ada yang terasa lebih baik, tapi ada juga yang nggak ngaruh sama sekali. Salah satu masalah utama yang dia alami adalah kecepatan di tikungan. Menurutnya, itulah titik lemah yang paling terasa saat ini.

"Kami udah coba beberapa solusi. Ada yang bikin gue lebih cepat, tapi langkahnya masih kecil. Beberapa part oke, tapi ada juga yang malah bikin bingung," jelasnya lagi.

Masalah lain yang cukup bikin frustrasi adalah grip ban. Biasanya, ban baru harusnya bikin motor lebih lengket di aspal. Tapi anehnya, menurut Bastianini, grip-nya tetap sama kayak ban bekas. "Gue nggak ngerti kenapa. Tapi rasanya nggak ada bedanya, entah itu ban baru atau lama," katanya.

Di sisi lain, performa Vinales justru jadi titik terang buat tim. Vinales berhasil jadi pembalap tercepat kedua di tes, hanya terpaut 0,361 detik dari Marc Marquez yang pakai motor Ducati. Bastianini mengakui, hasil rekan setimnya itu jadi motivasi tambahan.

"Maverick lagi-lagi tampil kencang banget. Mereka buktikan kalau motor ini punya potensi besar. Gue sendiri masih belum bisa manfaatin semuanya, tapi ini jadi semangat buat terus berkembang," tutupnya.

Selanjutnya, Bastianini dan Tech3 akan bersiap menuju seri kandang mereka, Grand Prix Prancis di Le Mans yang bakal digelar tanggal 9 sampai 11 Mei mendatang. Semoga di sana, Bastianini bisa mulai menemukan rasa percaya diri dan kenyamanan di atas RC16.