![]() |
| Petugas gabungan sedang memadamkan kebakaran lahan akibat cuaca panas. Puncak kemarau diprediksi sampai bulan September 2026 |
Berdasarkan pemantauan satelit Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada 25 Juli 2026, di Ketapang tercatat sebanyak 216 hotspot terdeteksi di wilayah ini.
"Dari pantauan satelit daerah paling banyak berada di Kecamatan Kendawangan, Marau, Nanga Tayap, Simpang Dua, Simpang Hulu, Singkup, Sungai Melayu Raya dan Tumbang Titi," kata Manda Nurrohman Akuba, petugas pemantau Cuaca Stasiun Meteorologi Kelas III bandara Rahadi Oesman Ketapang.
Dari total tersebut, 208 titik berada pada tingkat kepercayaan menengah, tujuh titik dengan tingkat kepercayaan rendah, dan satu titik dengan tingkat kepercayaan tinggi.
Menurutnya, titik panas merupakan indikasi adanya suhu permukaan yang lebih tinggi dibandingkan wilayah sekitarnya dan dapat menjadi indikasi awal terjadinya kebakaran hutan maupun lahan (Karhutla) meski masih memerlukan verifikasi di lapangan.
"Jadi apabila daerah melebihi batas suhu maksimal, maka satelit BMKG akan menangkap titik panas. Namun tidak serta merta didefinisikan titik panas berarti ada titik api, akan tetapi perlu verifikasi di lapangan," jelasnya.
Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ketapang memastikan kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga saat ini masih dalam kondisi terkendali.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ketapang, Yunifar Purwantoro, mengatakan petugas terus melakukan pemantauan dan penanganan di sejumlah lokasi yang berpotensi terjadi kebakaran.
"Alhamdulillah untuk saat ini kondisi karhutla masih terkendali," kata Yunifar.
Ia menegaskan, hingga kini belum ada kebakaran hutan maupun lahan yang merambat ke kawasan permukiman penduduk.
"Kalau untuk masuk ke permukiman alhamdulillah belum ada," ujarnya.
Meski demikian, BPBD mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, terutama membakar sampah di sekitar rumah. Menurut Yunifar, beberapa kejadian yang berpotensi memicu kebakaran justru berawal dari api pembakaran sampah yang tidak diawasi.
"Paling yang suka bakar sampah, apinya tidak terkendali, hampir membakar rumah kalau tidak cepat dipadamkan," katanya.
Karena itu, masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar ataupun melakukan pembakaran sembarangan yang dapat memicu kebakaran lebih luas, terutama pada musim kemarau.
BPBD juga mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan kebakaran hutan maupun lahan agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin. Laporan dapat disampaikan melalui Command Center BPBD TRC Damkar Ketapang di nomor telepon (0534) 31815, WhatsApp Rescue 0852-4744-1113, atau Pusdalops BPBD Ketapang di nomor 0852-5215-3025.
Muzahidin
- Memuat artikel...

