Berita BorneoTribun: Hoaks hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Hoaks. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hoaks. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 April 2026

Lowongan Kerja IKN Dipastikan Hoaks, Masyarakat Diminta Jangan Tertipu

Otorita IKN menegaskan tidak ada rekrutmen pegawai saat ini. Masyarakat diminta waspada hoaks lowongan kerja palsu dan hanya percaya kanal resmi IKN. (Gambar ilustrasi)
Otorita IKN menegaskan tidak ada rekrutmen pegawai saat ini. Masyarakat diminta waspada hoaks lowongan kerja palsu dan hanya percaya kanal resmi IKN. (Gambar ilustrasi)

SEPAKU – Masyarakat diminta untuk tetap waspada dan tidak mudah terhasut informasi yang beredar di media sosial terkait rekrutmen pegawai Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN).

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, menegaskan bahwa hingga saat ini pihaknya tidak membuka rekrutmen atau penerimaan pegawai dalam bentuk apa pun.

"Saat ini kami tidak membuka rekrutmen atau penerimaan pegawai dalam bentuk apa pun," ujar Troy Pantouw di Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Senin.

Peringatan tersebut disampaikan menyusul maraknya beredar informasi lowongan kerja palsu maupun manipulasi informasi lainnya yang mengatasnamakan Otorita IKN.

Hoaks Rekrutmen IKN Mulai Marak Beredar

Menurut Troy, masyarakat harus lebih berhati-hati karena berbagai modus penipuan kerap memanfaatkan isu rekrutmen sebagai alat untuk menjaring korban.

Biasanya, pelaku menggunakan berbagai metode seperti:

  • Poster lowongan kerja palsu

  • Tautan pendaftaran tidak resmi

  • Pesan berantai melalui WhatsApp

  • Email nonresmi yang mengatasnamakan instansi

Ia menegaskan bahwa semua informasi resmi terkait IKN hanya disampaikan melalui kanal komunikasi resmi milik Otorita IKN.

Waspada Penyalahgunaan Logo Dan Identitas Instansi

Masyarakat juga diingatkan untuk tidak langsung percaya pada konten yang menampilkan logo, foto pejabat, maupun visual pembangunan IKN.

Menurut Otorita IKN, atribut instansi seperti:

  • Logo resmi

  • Foto pejabat

  • Gambar infrastruktur IKN

sering disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk menyesatkan publik.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk melakukan verifikasi informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.

Rekrutmen Resmi Tidak Pernah Memungut Biaya

Otorita IKN juga menegaskan bahwa proses rekrutmen resmi tidak pernah memungut biaya dalam bentuk apa pun.

Selain itu, proses komunikasi resmi juga tidak dilakukan melalui:

  • Nomor WhatsApp pribadi

  • Email nonkorporat

  • Tautan dari domain tidak resmi

Masyarakat juga diminta untuk tidak mengisi data pribadi pada tautan yang tidak berasal dari domain resmi ikn.go.id.

Langkah ini penting untuk mencegah penyalahgunaan data pribadi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Saluran Resmi Pengaduan Disiapkan

Jika masyarakat menemukan informasi mencurigakan atau ingin melakukan konfirmasi, Otorita IKN telah menyediakan kanal resmi pengaduan.

Beberapa kanal resmi yang dapat dihubungi antara lain:

  • Website pengaduan nasional: lapor.go.id

  • Hotline resmi: +62 811-5999-767

Melalui saluran tersebut, masyarakat dapat menyampaikan laporan terkait dugaan penipuan atau informasi yang meragukan.

Otorita IKN Minta Pelaku Hoaks Segera Hentikan Aksi

Otorita IKN secara tegas meminta pihak-pihak yang menyebarkan informasi palsu, manipulatif, atau hoaks untuk segera menghentikan aktivitasnya.

Termasuk di dalamnya penggunaan:

  • Logo instansi

  • Lambang resmi

  • Foto pejabat

  • Visual bangunan IKN

yang digunakan tanpa izin untuk membuat konten palsu.

Konten yang beredar melalui poster, pesan siaran, maupun tautan pendaftaran di luar kanal resmi dinyatakan sebagai hoaks dan berada di luar tanggung jawab Otorita IKN.

"Masyarakat diminta tidak memercayai maupun menindaklanjuti informasi tersebut," tegas Troy Pantouw.

FAQ

Apakah saat ini Otorita IKN membuka rekrutmen pegawai?

Tidak. Otorita IKN menegaskan bahwa saat ini tidak ada rekrutmen pegawai dalam bentuk apa pun.

Bagaimana cara memastikan informasi rekrutmen IKN asli?

Pastikan informasi berasal dari kanal resmi Otorita IKN atau domain resmi ikn.go.id.

Apakah rekrutmen resmi IKN memungut biaya?

Tidak. Semua proses rekrutmen resmi tidak pernah memungut biaya apa pun.

Kemana melapor jika menemukan lowongan palsu IKN?

Masyarakat dapat melapor melalui:

  • lapor.go.id

  • Hotline resmi +62 811-5999-767

Apa ciri-ciri lowongan kerja IKN palsu?

Beberapa ciri umum:

  • Menggunakan WhatsApp pribadi

  • Meminta biaya pendaftaran

  • Mengarahkan ke link tidak resmi

  • Menggunakan logo instansi tanpa verifikasi

Rabu, 20 Agustus 2025

Video Viral Klaim Sri Mulyani Sebut Guru Beban Negara Ternyata Hoaks

Menteri Keuangan Sri Mulyani. [Gambar ai)
Menteri Keuangan Sri Mulyani. [Gambar ai)

Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan video viral yang menampilkan Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut guru sebagai beban negara adalah hoaks. 

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu, Deni Surjantoro, menegaskan video itu dipotong dan disunting sehingga menimbulkan informasi keliru. 

Pernyataan ini disampaikan melalui keterangan tertulis pada Selasa, 19 Agustus 2025.

Deni menjelaskan, video asli berasal dari pidato Sri Mulyani dalam Forum Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia di ITB, Kamis, 7 Agustus 2025. 

“Potongan video yang menampilkan seolah-olah Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan guru adalah beban negara itu hoaks,” ujar Deni. 

Dalam pidato aslinya, Sri Mulyani membahas tantangan keuangan negara terkait gaji guru dan dosen, tanpa menyebut guru sebagai beban negara.

Sri Mulyani menyebutkan, pembahasan soal gaji guru dan dosen memunculkan pertanyaan mendasar: apakah seluruh pembiayaan harus ditanggung anggaran negara atau bisa ada partisipasi masyarakat. 

“Banyak di media sosial saya selalu mengatakan, menjadi dosen atau menjadi guru tidak dihargai karena gajinya nggak besar, ini salah satu tantangan bagi keuangan negara. Apakah semuanya harus keuangan negara ataukah ada partisipasi dari masyarakat,” ucapnya. 

Namun, Sri Mulyani tidak menjelaskan lebih lanjut bentuk partisipasi yang dimaksud.

Kemenkeu mengimbau masyarakat lebih bijak dalam menyaring informasi di media sosial agar tidak terjebak hoaks. 

Dengan klarifikasi ini, diharapkan publik memahami konteks pidato Sri Mulyani sebenarnya dan tidak menyebarkan informasi menyesatkan.

Selasa, 12 Agustus 2025

Fakta Sebenarnya di Balik Video Serangan Orca pada Jessica Radcliffe yang Viral di TikTok

JAKARTA - Sebuah video yang mengklaim pelatih lumba-lumba atau paus pembunuh (orca) bernama Jessica Radcliffe tewas diserang saat pertunjukan tengah viral di TikTok dan Facebook. 

Klaim ini ramai dibicarakan sejak awal Agustus 2025, namun hasil penelusuran menunjukkan bahwa video tersebut adalah palsu dan sosok Jessica Radcliffe kemungkinan besar tidak pernah ada.

Video yang beredar menampilkan narasi bahwa Radcliffe, 23 tahun, diserang orca saat tampil di sebuah taman laut. 

Disebutkan pula bahwa ia meninggal 10 menit setelah diselamatkan staf, bahkan ada klaim serangan dipicu oleh darah menstruasi yang bercampur di kolam. 

Meski terdengar dramatis, tidak ada satu pun media arus utama atau pernyataan resmi yang mengonfirmasi kejadian ini.

Ilustrasi orca di taman laut, bukan terkait insiden Jessica Radcliffe
Ilustrasi orca di taman laut, bukan terkait insiden Jessica Radcliffe.

Media Vocal dan The Star dari Kenya melaporkan tidak ditemukan bukti kredibel seperti berita duka, pernyataan dari taman laut, atau laporan OSHA (Occupational Safety and Health Administration). 

Suara dalam video juga diduga hasil rekayasa AI. Penelusuran HT.com pun gagal menemukan pelatih laut dengan nama Jessica Radcliffe. Ini memperkuat dugaan bahwa identitas tersebut fiktif.

Meski klaim ini terbukti palsu, sejarah mencatat orca memang pernah menyerang pelatih. Kasus paling terkenal adalah kematian Dawn Brancheau pada 2010 oleh orca bernama Tilikum di SeaWorld Orlando, yang kemudian diangkat dalam dokumenter Blackfish

Hoaks seperti ini berpotensi memicu kepanikan publik dan merusak reputasi industri hiburan laut. 

Pengguna media sosial disarankan memeriksa fakta sebelum membagikan konten viral untuk mencegah penyebaran informasi menyesatkan.

Sabtu, 09 Agustus 2025

Polda Metro Jaya Buru Pemilik Akun Penyebar Hoaks Kemarahan Irjen Pol. Karyoto

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Karyoto saat konferensi pers membahas penanganan hoaks di Jakarta.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Karyoto saat konferensi pers membahas penanganan hoaks di Jakarta.

Jakarta – Polda Metro Jaya tengah memburu pemilik akun anonim yang menyebarkan berita bohong atau hoaks terkait kemarahan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Karyoto. Penyelidikan dilakukan untuk menindaklanjuti penyebaran informasi palsu yang diduga sengaja diunggah untuk memprovokasi masyarakat.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Karyoto pada Jum'at (8/8/2025) kemarin, menegaskan proses hukum akan dijalankan terhadap pemilik akun tersebut. “Ya pasti. Sedang di-trace (telusuri),” ujar Karyoto saat dikonfirmasi, Jumat (8/8/25). Menurutnya, akun yang menyebarkan hoaks seperti ini umumnya merupakan buzzer yang sering dioperasikan dari luar negeri dengan biaya mahal. “Biasanya akun luar negeri, buzzer mahal,” tambahnya.

Penyebaran hoaks tersebut dinilai berpotensi menimbulkan kegaduhan dan mengganggu stabilitas keamanan di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Kapolda berharap masyarakat tetap waspada dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Polda Metro Jaya akan terus mengawasi dan menindak tegas para pelaku penyebaran berita palsu demi menjaga ketertiban dan kepercayaan publik.

Sampai saat ini, tim cyber crime Polda Metro masih melakukan pelacakan digital dan berkoordinasi dengan penyedia layanan internet untuk mengidentifikasi pelaku. Pengungkapan kasus ini diharapkan dapat memberi efek jera bagi para penyebar hoaks dan menjaga ruang publik tetap aman dan kondusif.

Senin, 29 April 2024

Kapolres Sekadau: Informasi Kecelakaan Murid SDB Slamet Riyadi Tidak Benar

Kapolres Sekadau, AKBP I Nyoman Sudama
Kapolres Sekadau, AKBP I Nyoman Sudama. (Humas Polres Sekadau)
SEKADAU – Kapolres Sekadau, AKBP I Nyoman Sudama, menghimbau masyarakat untuk berhati-hati dan waspada terhadap informasi bohong yang beredar melalui telepon dari orang tak dikenal. Pagi tadi, Senin (29/4/2024), beredar kabar bohong tentang kecelakaan murid Sekolah SDB Slamet Riyadi yang membuat panik para orang tua.

"Kami tegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Sampai hari ini, tidak ada laporan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan murid SDB Slamet Riyadi di wilayah Kabupaten Sekadau," ujar Kapolres AKBP Nyoman Sudama.

Dijelaskan Kapolres bahwa di sepanjang Jalan Merdeka Selatan, di mana SDB Slamet Riyadi berada, terdapat beberapa sekolah lain seperti SMPK Santo Gabriel dan SMA Karya. 

"Setiap pagi pada jam keberangkatan sekolah, Polres Sekadau selalu menempatkan personel untuk melakukan pengaturan arus lalu lintas guna mencegah kemacetan dan kecelakaan. Hal ini juga dilakukan di jalur utama lainnya di Kota Sekadau," jelas Kapolres.

Terkait informasi bohong yang berdedar tadi, Kapolres mengimbau masyarakat, terutama para orang tua, untuk waspada terhadap nomor telepon tak dikenal dan tidak terburu-buru mempercayai informasi yang disampaikan.

"Jika menerima telepon atau pesan dari orang tak dikenal menyampaikan tentang informasi kecelakaan dan sebagainya, mohon untuk konfirmasi kebenarannya dengan menghubungi Call Center Polri 110," imbaunya.

Sebelumnya, beberapa orang tua murid SDB Slamet Riyadi panik setelah menerima telepon dari orang tak dikenal yang menyampaikan bahwa anak mereka mengalami kecelakaan. Namun, setelah diperiksa, anak-anak mereka dalam keadaan baik-baik saja.

Ketua Komite SDB Slamet Riyadi, Aloysius Ama Kii, juga mengkonfirmasi bahwa informasi kecelakaan tersebut tidak benar. Ia mengimbau para orang tua yang mendapatkan informasi serupa agar tidak panik dan segera menghubungi pihak sekolah untuk verifikasi kebenarannya. Kepada aparat penegak hukum pihak sekolah berharap dapat mengungkap modus penipuan tersebut.

Terkait informasi bohong tersebut, lanjut Kapolres, pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu waspada terhadap informasi yang beredar, terutama yang berasal dari sumber yang belum dipastikan kebenarannya. Pastikan untuk selalu melakukan verifikasi sebelum menyebarkan informasi lebih lanjut," tegasnya.

Kapolres juga memberikan tips kepada masyarakat agar terhindar dari penipuan bermodus kecelakaan. Jangan panik saat menerima kabar tentang kecelakaan, terutama melalui telepon dari orang tak dikenal. Segera hubungi pihak sekolah atau keluarga terdekat untuk memastikan kebenaran informasi.

Laporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian jika terbukti sebagai penipuan. Jangan mudah tergoda untuk mentransfer uang atau memberikan informasi pribadi kepada orang tak dikenal.

"Selalu berhati-hati dan waspada terhadap modus penipuan yang marak terjadi. Mari kita bersama-sama memerangi penipuan dan menjaga keamanan diri serta keluarga," pungkasnya.

Selasa, 13 Februari 2024

Kemhan RI Tunjuk Hotman Paris sebagai Pengacara Utama dalam Kasus Hoaks

Kemhan RI Tunjuk Hotman Paris sebagai Pengacara Utama dalam Kasus Hoaks
Pengacara Hotman Paris Hutapea (dua kiri) menunjukkan layar gawainya yang menampilkan hoaks suap pembelian pesawat tempur bekas Mirage 2000-5 saat jumpa pers di Kantor Kemhan RI, Jakarta, Senin (12/2/2024). ANTARA/Genta Tenri Mawangi
JAKARTA - Kementerian Pertahanan (Kemhan) Indonesia telah mengambil langkah untuk menghadapi dugaan penyebaran informasi palsu yang merugikan institusi dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. 

Mereka telah menunjuk pengacara terkenal, Hotman Paris, sebagai kuasa hukum untuk mewakili mereka dalam upaya hukum terkait masalah ini.

Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Indonesia, Letjen TNI (Purn.) M. Herindra, mengumumkan penunjukan Hotman Paris dalam sebuah konferensi pers di Kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta, pada hari Senin. 

Herindra mengucapkan terima kasih atas dukungan hukum yang diberikan oleh Hotman Paris dan menyambut pertanyaan dari wartawan serta masyarakat terkait langkah hukum Kemhan terkait isu hoaks yang terkait dengan pembelian Mirage dan perusahaan PT TMI.

"Dalam hal teknis dan langkah-langkah hukum yang akan diambil, silakan ajukan langsung kepada Bapak Hotman Paris sebagai perwakilan hukum Kementerian Pertahanan," ujar M. Herindra.

Pada kesempatan yang sama, Wamenhan juga menegaskan bahwa ada dua isu yang dianggap sebagai hoaks, yakni dugaan suap dalam pembelian Mirage 2000-5 dan dugaan keterlibatan PT TMI dalam pembelian alutsista. 

Namun, Wamenhan menjelaskan bahwa pembelian pesawat Mirage tidak pernah terjadi karena keterbatasan anggaran.

Juru Bicara Menhan, Dahnil Ahzar Simanjuntak, menambahkan bahwa pembatalan pembelian Mirage dikarenakan ketidakmampuan pemerintah Indonesia untuk memenuhi persyaratan pembayaran. 

"Tidak mungkin ada suap karena tidak ada transaksi yang terjadi," tegas Dahnil.

Terhadap isu kedua, Wamenhan menegaskan bahwa tidak ada kontrak pengadaan alutsista antara Kemhan dan PT TMI. 

Kemhan RI berencana untuk mengambil tindakan hukum terkait penyebaran hoaks tersebut.

Hotman Paris sebagai kuasa hukum Kemhan menyebut beberapa hoaks yang beredar, termasuk tayangan video yang menampilkan foto Menhan Prabowo dan politikus Yunani, Eva Kaili, yang tersebar di beberapa platform media sosial. 

Dia menyatakan bahwa keputusan terkait langkah hukum akan diambil setelah masa tenang Pemilu 2024 berakhir.

"Kami akan menunggu waktu yang tepat sebelum memutuskan langkah hukum apa yang akan kami ambil terkait penyebaran hoaks-hoaks tersebut," kata Hotman Paris dalam jumpa pers tersebut.

Oleh: Antara/Genta Tenri Mawangi
Editor: Yakop

Jumat, 02 Februari 2024

Cek Fakta: Sri Mulyani Telah Mundur dari Kabinet Indonesia Maju

Cek Fakta: Sri Mulyani Telah Mundur dari Kabinet Indonesia Maju
screenshot video. (Foto: Cekfakta.com)
JAKARTA - Sebuah narasi yang beredar di media sosial mengklaim bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani telah mengundurkan diri dari Kabinet Indonesia Maju karena perbedaan pendapat dengan Presiden.

Namun, klaim tersebut tidaklah benar. Klaim tentang pengunduran diri Sri Mulyani dari kabinet tersebar melalui akun Facebook (arsip). 

Akun tersebut membagikan sebuah video berjudul "Mengejutkan!, Beda Pilihan Dengan Presiden Sri Mulyani Mundur Dari Kabinet!" pada tanggal 20 Januari 2024. 

Video tersebut berdurasi 9 menit 4 detik dan di awal video terdapat klip yang menampilkan Sri Mulyani menyampaikan pernyataan perpisahan.

HASIL CEK FAKTA
Dilansir dari tim Cek Fakta Kompas.com menyelidiki klip tersebut yang menampilkan Sri Mulyani menyampaikan salam perpisahan. 

Video tersebut ternyata identik dengan konten di kanal YouTube Metro TV.

Video tersebut diambil pada tahun 2010, ketika Sri Mulyani menyampaikan salam perpisahan kepada seluruh anggota DPR setelah memutuskan mundur dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Dilansir dari Kompas.com, saat itu Sri Mulyani memutuskan untuk mundur dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan dan memilih untuk menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia di Washington. 

Menurutnya, pengunduran dirinya saat itu merupakan sebuah kemenangan karena ia tidak didikte oleh kekuatan politik yang tidak menginginkan keberadaannya di jajaran pejabat publik.

Meskipun belakangan ini beredar kabar bahwa Sri Mulyani akan mengundurkan diri dari Kabinet Indonesia Maju di era Presiden Joko Widodo, namun hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari Sri Mulyani mengenai hal tersebut.

Isu mengenai pengunduran diri Sri Mulyani diungkapkan oleh seorang ekonom senior bernama Faisal Basri. 

Namun, ketika ditanya mengenai isu tersebut, Sri Mulyani tidak memberikan penjelasan yang jelas. 

Ia mengungkapkan bahwa saat ini ia masih bekerja sebagai Menteri Keuangan.

Jawaban tersebut disampaikan oleh Sri Mulyani kepada wartawan setelah mengikuti rapat internal yang membahas mengenai pajak hiburan dan anggaran pendidikan di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Jumat tanggal 19 Januari 2024 kemarin.

Sampai dengan saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Sri Mulyani mengenai pengunduran dirinya dari Kabinet Indonesia Maju. 

Pada laman resmi Presidenri.go.id, ia masih tercatat sebagai Menteri Keuangan.

KESIMPULAN
Video Sri Mulyani yang beredar bukan pengunduran dirinya dari Kabinet Indonesia Maju melainkan video di tahun 2010 ketika Sri Mulyani menyampaikan salam perpisahan kepada seluruh anggota DPR setelah memutuskan mundur dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan memilih untuk menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia di Washington. 

RUJUKAN








Kamis, 07 Desember 2023

Kemenkominfo Ungkap 19 Isu Hoaks Selama Kampanye Pemilu 2024

Kemenkominfo Ungkap 19 Isu Hoaks Selama Kampanye Pemilu 2024
Foto: Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo Usman Kansong dalam jumpa pers di Kantor Kemenkominfo di Jakarta, Senin (4/12/2023). (ANTARA/Fathur Rochman)
JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah berhasil mengidentifikasi 19 isu hoaks selama satu minggu kampanye Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang dimulai pada tanggal 28 November.

Usman Kansong, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo, mengungkapkan bahwa hingga akhir November, tercatat 51 temuan isu hoaks, dan tambahan 7 isu hoaks hingga tanggal 6 Desember.

Dibandingkan dengan data pekan sebelumnya, Kemenkominfo mencatat peningkatan temuan isu hoaks sebanyak 19 isu dalam delapan hari terakhir. 

Secara total, sejak bulan Januari hingga 6 Desember 2023, Tim AIS dari Kemenkominfo berhasil mencatat 161 temuan isu hoaks terkait Pemilu 2024, tersebar di media sosial dengan jumlah 1.778 konten, di mana 657 konten telah ditindaklanjuti dengan pemutusan akses.

Media sosial Facebook menjadi platform dengan temuan konten hoaks terbanyak, mencapai 877 konten, diikuti oleh X (Twitter) dengan 544 konten, TikTok dengan 225 konten, Instagram dengan 81 konten, YouTube dengan 34 konten, dan Snack Video dengan 17 konten.

Upaya penanganan konten hoaks dilakukan di masing-masing platform media sosial. Sebanyak 514 konten telah diturunkan dari Facebook, dan 363 konten masih dalam proses penanganan. 

Di Twitter, tiga konten telah diputus aksesnya, sementara 541 konten masih ditindaklanjuti.

Pada TikTok, 104 konten telah diturunkan dan 121 konten masih menunggu penanganan. Di Instagram, 10 konten telah diputus aksesnya, dan 71 konten masih dalam proses penanganan. 

Di YouTube, 12 konten telah diturunkan, dengan 22 konten masih ditindaklanjuti. 

Sementara di Snack Video, 14 konten telah diputus aksesnya, dan tiga konten masih menunggu penanganan.

Untuk menanggulangi dampak hoaks, Kementerian Kominfo telah meluncurkan program Pemiludamaipedia, sebuah buku elektronik yang kaya akan informasi kredibel mengenai Pemilu 2024. Buku elektronik ini mencakup wawasan umum, tahapan pemilu, daftar pemilih tetap (DPT), dan profil partai politik peserta pemilu.

Melalui situs web resmi https://s.id/pemiludamaipedia, masyarakat dapat menemukan sumber informasi untuk memverifikasi fakta dari berita Pemilu 2024. Mereka juga dapat melaporkan pelanggaran yang ditemui selama berlangsungnya Pemilu 2024. 

Dalam tiga hari pertama, situs Pemiludamaipedia telah dikunjungi oleh 2.600 pengunjung. Keberadaan buku elektronik ini diharapkan dapat meningkatkan literasi masyarakat Indonesia dan melindungi mereka dari informasi yang salah terkait Pemilu 2024.