Berita BorneoTribun: Indonesia Emas 2045 hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Indonesia Emas 2045. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia Emas 2045. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Februari 2026

Menkeu Purbaya Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh 6 Persen, Fase Ekspansi Sehat Diproyeksi Hingga 2033

Menkeu Purbaya Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh 6 Persen, Fase Ekspansi Sehat Diproyeksi Hingga 2033
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kedua dari kiri) menyampaikan keterangan pers usai acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat malam (13/2/2026).

JAKARTA -- Kabar baik datang dari Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Ia menyampaikan keyakinannya bahwa ekonomi Indonesia sedang berada di jalur yang tepat dan berpeluang besar memasuki fase ekspansi sehat hingga tahun 2033.

Pernyataan ini disampaikan usai acara Indonesia Economic Outlook 2026 yang digelar di Wisma Danantara, Jakarta. Dalam kesempatan itu, Purbaya berbicara lugas dan penuh optimisme mengenai arah ekonomi nasional dalam tujuh hingga sepuluh tahun ke depan.

Target Pertumbuhan 6 Persen, Bukan Sekadar Angka

Menurut Purbaya, pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi di kisaran 6 persen pada tahun ini. Target ini bukan hanya soal angka statistik, tetapi tentang menciptakan lebih banyak peluang kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kalau ekonomi bergerak sehat, lapangan pekerjaan otomatis akan semakin terbuka,” kurang lebih begitu pesan yang ingin ia sampaikan.

Artinya apa bagi kita? Jika proyeksi ini tercapai, masyarakat bisa merasakan dampak langsung berupa meningkatnya kesempatan kerja, naiknya daya beli, hingga bertumbuhnya sektor usaha kecil dan menengah.

Kunci Utama: Fiskal Dijaga, Defisit Tetap Aman

Optimisme tersebut tentu tidak muncul tanpa strategi. Pemerintah, kata Purbaya, tetap mengedepankan manajemen fiskal yang disiplin.

Belanja negara akan tetap didorong, tetapi dilakukan secara terukur. Rasio defisit anggaran terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dijaga tetap di bawah 3 persen—angka yang selama ini menjadi batas aman. Sementara itu, rasio utang negara akan dipertahankan stabil dan diturunkan secara bertahap.

Ia meyakini, ketika ekonomi tumbuh lebih kuat, penerimaan pajak dan bea cukai juga akan meningkat. Dengan begitu, kebutuhan pembiayaan lewat utang bisa ditekan secara perlahan.

Strategi ini penting. Sebab pertumbuhan tanpa pengelolaan yang hati-hati justru bisa menimbulkan risiko di masa depan.

Memahami Siklus Ekonomi: Ekspansi, Resesi, Lalu Bangkit Lagi

Dalam diskusi panel, Purbaya menjelaskan bahwa siklus ekonomi memang bergerak alami: dari ekspansi, masuk resesi, lalu kembali tumbuh.

Indonesia sendiri pernah menikmati fase ekspansi panjang pada 2009 hingga 2020. Setelah itu, pandemi COVID-19 memicu tekanan ekonomi global dan membawa Indonesia ke fase resesi. Namun kini, kondisi disebut sudah kembali ke jalur ekspansi.

Dua indikator penting ikut menguatkan optimisme tersebut:

  • Leading Economic Index (LEI), yang memproyeksikan kondisi ekonomi 6–12 bulan ke depan, mulai menunjukkan tren naik.

  • Coincident Economic Index (CEI), yang menggambarkan kondisi ekonomi saat ini, juga mengalami perbaikan.

Kenaikan kedua indikator ini menjadi sinyal bahwa pertumbuhan berpotensi semakin cepat dalam waktu dekat.

Menuju Indonesia Emas, Bukan Indonesia Suram

Dengan arah kebijakan yang dinilai tepat dan momentum ekonomi yang kembali positif, Purbaya mengajak masyarakat untuk tidak terlalu khawatir terhadap prospek jangka menengah.

Ia bahkan menyebut peluang besar membawa Indonesia menuju visi Indonesia Emas—bukan skenario pesimistis.

Bagi Anda sebagai pelaku usaha, pekerja, atau investor, pesan ini jelas: momentum sedang dibangun. Stabilitas fiskal dijaga, pertumbuhan didorong, dan peluang kerja diproyeksikan meningkat.

Kini pertanyaannya, sudahkah Anda bersiap memanfaatkan fase ekspansi ini?

Karena jika proyeksi hingga 2033 benar-benar terwujud, tujuh hingga sepuluh tahun ke depan bisa menjadi periode emas bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia—dan tentu saja, bagi masa depan kita bersama.

Selasa, 10 Februari 2026

Perkuat Kesadaran Kebangsaan, Divisi Humas Polri Gelar Dialog Publik Menuju Indonesia Emas 2045

Foto: Divisi Humas Polri Gelar Dialog Publik Menuju Indonesia Emas 2045

PONTIANAK - Divisi Humas Polri menggelar kegiatan Dialog Publik bertajuk "Membangun Kesadaran Kebangsaan Generasi Muda Kalimantan Barat Menuju Indonesia Emas" yang berlangsung di Hotel Mercure Pontianak pada Selasa, 10 Februari 2026.

Kegiatan strategis ini bertujuan untuk membentengi generasi muda dari ancaman global sekaligus memperkuat pemahaman ideologi Pancasila di tengah dinamika digitalisasi. Kapolda Kalbar Irjen Pol Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., menekankan bahwa Indonesia saat ini berada pada fase krusial di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dengan program Asta Cita.

Polda Kalbar menyoroti posisi geografis Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Malaysia, yang memiliki kerentanan terhadap ancaman lintas negara yang masuk melalui jalur digital maupun fisik. Kabid Humas memperingatkan adanya ancaman "tak kasat mata" berupa penyalahgunaan Narkoba, kejahatan siber (cyber crime), judi online, hingga penyebaran Hoaks dan Radikalisme.

Dialog ini menghadirkan tiga narasumber kompeten, yakni Prof. Ibrahim, M.A., Prof. Dr. Chairil Effendy, M.S., dan Dr. Syarifah Ema Rahmaniah, B.A., M.Ed. Sekda Provinsi Kalbar mengungkapkan harapannya agar Indonesia bisa menjadi Indonesia Emas 2045, dengan memanfaatkan bonus demografi dan menguasai ilmu pengetahuan dan berakhlak yang mulia.

Melalui dialog ini, diharapkan generasi muda Kalimantan Barat tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi aktor utama yang berintegritas dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 dengan tetap memegang teguh nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan.

Minggu, 08 Februari 2026

Makan Bergizi Gratis Jadi Harapan Baru Anak Sekolah, Ini Fakta Dampaknya bagi Kesehatan dan Prestasi

Makan Bergizi Gratis Jadi Harapan Baru Anak Sekolah, Ini Fakta Dampaknya bagi Kesehatan dan Prestasi
Makan Bergizi Gratis Jadi Harapan Baru Anak Sekolah, Ini Fakta Dampaknya bagi Kesehatan dan Prestasi.

BENGKAYANG -- Bayangkan anak berangkat sekolah tanpa perut kosong, tubuh lebih segar, dan pikiran lebih siap menerima pelajaran. Inilah gambaran besar yang ingin diwujudkan pemerintah lewat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Sejak resmi diluncurkan pada 6 Januari 2025, program ini langsung menjadi sorotan publik karena menyentuh kebutuhan paling mendasar: gizi dan kesehatan anak Indonesia.

MBG dirancang khusus untuk kelompok rentan, mulai dari anak usia sekolah, balita, ibu hamil, hingga ibu menyusui. Tujuannya jelas, memastikan asupan nutrisi terpenuhi sejak dini sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

MBG, Solusi Nyata Masalah Gizi Nasional

Masalah gizi buruk dan malnutrisi masih menjadi tantangan serius di Indonesia. Karena itu, MBG hadir bukan sekadar program bagi-bagi makanan, tetapi sebagai strategi jangka panjang pembangunan sumber daya manusia.

Secara nasional, program ini menargetkan 82,9 juta penerima manfaat dengan dukungan anggaran fantastis mencapai Rp171 triliun, yang dikelola oleh Badan Gizi Nasional. Skala besar ini menjadikan MBG sebagai salah satu program intervensi gizi terbesar sepanjang sejarah kebijakan sosial Indonesia.

Dampak Nyata pada Kesehatan Siswa

Berbagai penelitian mulai menunjukkan hasil yang menjanjikan. Jurnal ilmiah yang ditulis Dede Zainudin, dosen Universitas Indraprasta PGRI, mengungkapkan bahwa manfaat MBG paling cepat terlihat pada perbaikan kondisi fisik siswa.

Penelitian kuantitatif di SMAN 1 Pebayuran terhadap 250 siswa menemukan bahwa peserta MBG mengalami peningkatan energi, daya tahan tubuh, dan penurunan frekuensi sakit. Anak-anak menjadi lebih bugar dan tidak mudah kelelahan saat belajar.

Tak hanya itu, studi awal juga mencatat peningkatan asupan protein, vitamin, dan mineral, nutrisi penting dalam masa pertumbuhan. Secara teoritis, menu MBG bahkan mampu memenuhi sebagian besar kebutuhan gizi harian anak, sehingga berpotensi menekan risiko kekurangan gizi kronis.

“Program Makan Bergizi Gratis terbukti meningkatkan stamina dan menurunkan frekuensi sakit pada peserta didik,” tulis Dede Zainudin dalam laporannya.

Nutrisi Seimbang, Otak Lebih Fokus

Makan Bergizi Gratis Jadi Harapan Baru Anak Sekolah, Ini Fakta Dampaknya bagi Kesehatan dan Prestasi
Makan Bergizi Gratis Jadi Harapan Baru Anak Sekolah, Ini Fakta Dampaknya bagi Kesehatan dan Prestasi.

Manfaat MBG tak berhenti di fisik. Sejumlah jurnal nutrisi di Indonesia menyebutkan bahwa pola makan bergizi berkaitan erat dengan fungsi kognitif siswa, terutama dalam hal konsentrasi, daya ingat, dan pemahaman pelajaran.

Artinya, MBG bukan hanya intervensi kesehatan, tetapi juga alat pendukung proses belajar di sekolah. Anak yang gizinya tercukupi cenderung lebih fokus, aktif, dan siap menerima materi.

Kualitas Menu Jadi Kunci Keberhasilan

Namun, efektivitas MBG sangat ditentukan oleh kualitas dan komposisi menu. Studi di Makassar membandingkan menu MBG dengan susu dan tanpa susu. Hasilnya, menu dengan susu mampu menyumbang sekitar 742 kkal energi (28 persen RDA) dan 34,9 gram protein (46,5 persen RDA) untuk remaja.

Sementara itu, menu tanpa susu tetap unggul dalam pemenuhan mikronutrien penting seperti zat besi, yang mencapai lebih dari 50 persen kebutuhan harian. Temuan ini menegaskan bahwa perencanaan menu yang seimbang dan berkelanjutan sangat menentukan dampak MBG.

Bukan Sekadar Makan, Tapi Edukasi Gizi

Menariknya, MBG juga dibarengi dengan edukasi pola makan sehat di sekolah. Anak-anak tidak hanya menerima makanan, tetapi juga diajak memahami pentingnya gizi seimbang dan kebiasaan hidup sehat sejak dini.

Dalam panduan pelaksanaannya, peningkatan literasi gizi dan perubahan perilaku makan menjadi salah satu target utama MBG. Dengan cara ini, manfaat program diharapkan bertahan hingga jangka panjang.

Pengaruh ke Kehadiran dan Aktivitas Belajar

Dari sisi pendidikan, berbagai riset menyebutkan bahwa status gizi yang lebih baik berbanding lurus dengan kehadiran dan keterlibatan siswa di kelas. Anak yang cukup gizi cenderung lebih jarang absen dan lebih aktif dalam pembelajaran.

Meski begitu, para peneliti mengingatkan bahwa prestasi akademik tidak hanya dipengaruhi gizi. Faktor lingkungan keluarga, kualitas sekolah, dan metode pengajaran tetap memegang peranan penting.

Tantangan dan Catatan Evaluasi

Evaluasi ilmiah juga mencatat bahwa dampak MBG pada konsentrasi dan absensi tidak selalu seragam. Penelitian di beberapa SD di Jakarta menunjukkan bahwa meskipun status gizi membaik, peningkatan konsentrasi belajar belum selalu signifikan secara statistik.

Hal ini menegaskan bahwa program gizi perlu didukung faktor eksternal, seperti peran keluarga dan lingkungan belajar yang kondusif.

Penilaian Awal dari BPS

Data awal dari Badan Pusat Statistik (BPS) melalui survei monitoring pertengahan 2025 menunjukkan respon positif masyarakat. MBG dinilai berdampak baik pada kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi lokal, termasuk penyerapan tenaga kerja dan penguatan rantai pasok pangan daerah.

Meski data rinci masih menunggu rilis nasional, sinyal awal ini menjadi angin segar bagi keberlanjutan program.

Kisah MBG di Bengkayang

Makan Bergizi Gratis Jadi Harapan Baru Anak Sekolah, Ini Fakta Dampaknya bagi Kesehatan dan Prestasi
Makan Bergizi Gratis Jadi Harapan Baru Anak Sekolah, Ini Fakta Dampaknya bagi Kesehatan dan Prestasi.

Di daerah, MBG juga mulai menunjukkan hasil. Kepala SMAN 1 Bengkayang, Sri Yanti, menuturkan bahwa program ini telah berjalan sejak Agustus 2025 dan distribusinya relatif lancar.

Bahkan, Forkopimda Kabupaten Bengkayang sempat turun langsung melakukan monitoring dengan makan siang bersama siswa penerima manfaat. Menu yang disajikan pun menyesuaikan bahan pangan lokal, seperti ketela dan jagung yang menjadi komoditas unggulan daerah.

Namun, ada catatan penting dari lapangan. Menurut Sri Yanti, ke depan pengelola diharapkan lebih kreatif dan variatif dalam menyusun menu, terutama dalam mengganti sumber protein. Pasalnya, telur yang sering digunakan ternyata kurang diminati oleh sebagian siswa.

Sekolah telah menyampaikan masukan tersebut dan mendapat respons positif dari pengelola. Harapannya, program strategis ini bisa terus berjalan optimal dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh siswa.

Fondasi Menuju Indonesia Emas 2045

Secara keseluruhan, Program Makan Bergizi Gratis memiliki potensi besar dalam meningkatkan gizi, kesehatan, dan kualitas pendidikan masyarakat Indonesia. Dengan cakupan luas dan dukungan anggaran besar, MBG menjadi salah satu pilar penting pembangunan SDM nasional.

Ke depan, keberhasilan MBG akan sangat ditentukan oleh konsistensi pelaksanaan, evaluasi berkelanjutan, serta kolaborasi pemerintah, sekolah, dan keluarga. Jika dijalankan dengan tepat, MBG bukan hanya memberi makan hari ini, tetapi juga menyiapkan masa depan generasi Indonesia.

Penulis: Fran Asok

Sabtu, 09 Agustus 2025

Perlu Ruang Aktivitas Fisik Agar Anak Tak Kecanduan Gim dan Gawai, Ini Saran Wakil Menteri

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka sedang berbicara dalam diskusi di Jakarta tentang pentingnya aktivitas fisik anak untuk mencegah kecanduan gawai.
Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka sedang berbicara dalam diskusi di Jakarta tentang pentingnya aktivitas fisik anak untuk mencegah kecanduan gawai.

Jakarta, 9 Agustus 2025 – Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga), Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, menekankan pentingnya peran orang tua untuk menyediakan ruang dan waktu bagi aktivitas fisik anak. 

Hal ini disampaikan saat diskusi bertema “Peran Pembangunan Keluarga dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045” di Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Jakarta. 

Tujuannya agar anak-anak tidak kecanduan gim dan gawai yang dapat berdampak buruk bagi tumbuh kembang mereka.

Isyana mengingatkan agar orang tua terus belajar dan mengikuti perkembangan teknologi yang digemari anak-anak. 

Menurutnya, anak-anak kerap lebih cepat memahami dunia digital dibanding orang tua. Oleh karena itu, orang tua harus aktif “catch up” agar bisa membimbing anak secara tepat.

“Anak-anak memang mencari apa yang disebut cheap dopamine, yaitu kenikmatan instan dari scrolling media sosial atau bermain game online yang bisa memicu adiksi,” jelas Isyana. 

Isyana menambahkan, solusi utama adalah mengajak anak melakukan aktivitas fisik dan berjemur di bawah sinar matahari, sebab tubuh manusia memang didesain untuk bergerak, bukan hanya duduk diam menatap layar.

Sementara itu, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan, turut menambahkan program Kementeriannya bernama Ruang Bersama Indonesia (RBI). 

Program ini bertujuan menciptakan ruang yang aman dan inklusif untuk perempuan, anak-anak, dan masyarakat, yang memungkinkan mereka belajar, bermain, serta mengembangkan kreativitas. 

Veronica berharap melalui RBI, anak-anak bisa lebih sering bermain permainan tradisional dan olahraga, sehingga ketergantungan pada gawai bisa berkurang.

Dengan adanya dorongan dari pemerintah dan peran aktif orang tua, diharapkan anak-anak Indonesia dapat tumbuh sehat dan seimbang antara dunia digital dan fisik. 

Ke depan, peningkatan fasilitas ruang terbuka dan program kreatif seperti RBI menjadi kunci mencegah kecanduan teknologi dan membentuk generasi emas 2045 yang cerdas dan produktif.

18 Ribu Kader PKB dan PLKB Siap Jadi Ujung Tombak Program Makan Bergizi Gratis untuk Ibu dan Balita

Kader PKB dan PLKB sedang mendistribusikan paket makan bergizi gratis kepada ibu hamil dan balita di sebuah posyandu desa.
Kader PKB dan PLKB sedang mendistribusikan paket makan bergizi gratis kepada ibu hamil dan balita di sebuah posyandu desa.

Jakarta – Sebanyak 18 ribu kader Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) siap menjadi ujung tombak pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Program ini ditujukan khusus untuk ibu hamil, ibu menyusui, anak PAUD, serta balita, terutama yang berusia di bawah 2 tahun.

 Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga), Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, saat menghadiri diskusi bertema "Peran Pembangunan Keluarga dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045" di Jakarta, Sabtu (9/8/2025).

Isyana menjelaskan bahwa program MBG tidak hanya menyasar anak sekolah, tapi juga ibu hamil, ibu menyusui, serta anak balita dan PAUD yang selama ini belum terjangkau oleh program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. 

"MBG ini adalah langkah nyata pemerintah untuk memastikan gizi optimal sejak dini, karena peran kami di Kemendukbangga sangat vital dengan adanya kader PKB dan PLKB yang siap digerakkan," ujarnya. 

Selain itu, Kemendukbangga berkolaborasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN), Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Dalam Negeri untuk membentuk Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang berjumlah 600 ribu orang di seluruh Indonesia. 

TPK terdiri dari tenaga kesehatan seperti bidan dan perawat, serta kader PKK dan kader KB yang membantu distribusi MBG di lapangan.

Lebih lanjut Isyana menegaskan pentingnya pemberian gizi yang baik dimulai sejak 1.000 hari pertama kehidupan, yang menurutnya adalah masa paling krusial untuk mencegah stunting. 

"Masa 1.000 hari pertama itu tidak hanya dimulai saat bayi lahir, tapi sejak dalam kandungan. Jadi memastikan ibu hamil mendapatkan asupan bergizi adalah kunci kualitas sumber daya manusia masa depan," katanya. 

Program ini juga menjadi bagian dari target pembangunan keluarga yang tertuang dalam Asta Cita ke-4, yaitu peningkatan kualitas sumber daya manusia yang dimulai dari keluarga dan sejak dini.

Dengan adanya peran aktif 18 ribu kader PKB dan PLKB serta ratusan ribu anggota Tim Pendamping Keluarga, pemerintah optimistis program MBG dapat tersalurkan merata dan tepat sasaran. 

Langkah ini diharapkan mampu mempercepat penurunan angka stunting dan meningkatkan kualitas generasi Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Rabu, 23 Juli 2025

BMKG Dorong Kesiapsiagaan Hadapi Iklim dan Bencana Menuju Indonesia Emas 2045

BMKG Dorong Kesiapsiagaan Hadapi Iklim dan Bencana Menuju Indonesia Emas 2045
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.

JAKARTA — Dalam rangka memperingati Hari Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Nasional (HMKGN) ke-78, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat aksi dini sebagai strategi penting dalam menghadapi risiko bencana dan perubahan iklim. 

Ini adalah bagian dari langkah besar menuju Indonesia Emas 2045 sebuah visi Indonesia yang tangguh, mandiri, dan unggul di tengah tantangan zaman.

Peringatan HMKGN tahun ini menjadi momen reflektif sekaligus inspiratif. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menyoroti meningkatnya frekuensi dan dampak bencana yang kini semakin tak terduga akibat dinamika iklim global.

“Bencana memang makin sering terjadi. Tapi di balik semua itu, kita juga diberi karunia alam yang luar biasa. Justru di situ ada ruang besar untuk memperkuat ketahanan dan mendorong pembangunan berkelanjutan,” ujar Dwikorita dalam sambutannya di Jakarta, Senin (21/7/2025) kemarin.

Menurut Dwikorita, menghadapi bencana bukan hanya tugas pemerintah atau BMKG semata, tetapi tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat. 

Mulai dari instansi pemerintahan, sektor swasta, komunitas lokal, hingga individu, semuanya perlu bergerak bersama untuk membangun sistem peringatan dini yang tangguh dan responsif.

BMKG kini tidak hanya fokus pada pemantauan, tetapi juga membangun literasi publik melalui program edukasi seperti Sekolah Lapang Iklim (SLI), MOSAIC, BMKG Goes to School, serta kerja sama aktif dengan pemerintah daerah.

Untuk menjawab tantangan masa depan, BMKG meluncurkan sejumlah terobosan teknologi peringatan dini, termasuk:

1. Earthquake Early Warning System (EEWS)

Sistem peringatan dini gempa bumi berbasis countdown ini sedang diuji coba di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Lampung. 

EEWS mampu memberikan peringatan 5–10 detik sebelum guncangan keras terjadi, memberi jeda waktu penting untuk evakuasi dini.

Menurut Daryono, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG:

“Lima detik itu sangat berharga. Bisa menyelamatkan anak-anak di sekolah, pasien di rumah sakit, hingga penumpang di stasiun. Waktu singkat yang bisa mencegah banyak korban.”

2. Meteorology Early Warning System (MEWS)

Teknologi ini mampu memprediksi cuaca ekstrem hingga 10 hari ke depan, bahkan sampai ke tingkat kecamatan dan kelurahan. Akurasinya meningkat berkat integrasi data real-time dan pemodelan iklim terbaru.

3. Climate Early Warning System (CEWS)

Sistem ini fokus pada prediksi iklim jangka menengah dan panjang, yang sangat vital untuk sektor seperti pertanian, perikanan, energi, dan pengelolaan air.

Ardhasena Sopaheluwakan, Deputi Bidang Klimatologi BMKG, mengatakan:

“Dengan informasi yang akurat, petani bisa merencanakan tanam panen lebih baik, dan hasil panen pun meningkat. Ini bukti nyata bahwa teknologi iklim bisa langsung menyentuh kehidupan masyarakat.”

Uji coba dan implementasi sistem-sistem tersebut sudah menunjukkan hasil positif di beberapa wilayah Indonesia, terutama yang rawan gempa atau terdampak perubahan cuaca ekstrem. 

Respons cepat dan edukasi publik membuat masyarakat lebih waspada dan tidak panik saat bencana terjadi.

Transformasi ini bukan proses instan. BMKG telah memulai langkah-langkah inovatif sejak beberapa tahun terakhir dan akan terus berlanjut hingga 2045, seiring dengan visi besar menjadikan Indonesia sebagai negara maju dan tangguh terhadap bencana.

Transformasi kelembagaan BMKG tidak hanya terfokus pada digitalisasi, tetapi juga pada pembangunan ekosistem kesiapsiagaan nasional. 

Semua pihak baik pemerintah, masyarakat, hingga pelaku usaha perlu bergerak bersama dan lebih cepat.

Tema HMKGN ke-78: "Peringatan Dini untuk Semua, Aksi Dini oleh Semua" menjadi seruan moral bahwa setiap orang punya peran penting dalam menghadapi ancaman iklim dan bencana.

“Transformasi BMKG bukan hanya soal teknologi, tapi bagaimana membuat semua orang bisa bertindak sebelum bencana datang. Di situlah kuncinya. Aksi dini akan menyelamatkan banyak nyawa dan memperkuat fondasi Indonesia Emas 2045,” pungkas Dwikorita.

Bencana memang tak bisa dihindari, tapi dampaknya bisa diminimalkan. Melalui aksi dini, kolaborasi, dan inovasi teknologi, Indonesia bisa membangun ketahanan yang kokoh menghadapi masa depan.

Inilah saatnya kita semua tidak hanya menjadi penonton saat bencana terjadi, tapi menjadi bagian dari solusi. 

Dengan semangat gotong royong dan kesiapsiagaan, jalan menuju Indonesia Emas 2045 bukan sekadar mimpi tapi visi yang bisa diwujudkan bersama.

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat, bagikan ke teman atau keluarga agar lebih banyak yang tahu pentingnya aksi dini dalam menghadapi bencana dan perubahan iklim.

Refensihttps://www.bmkg.go.id/siaran-pers/bmkg-terus-lakukan-inovasi-sistem-peringatan-dini-hadapi-risiko-iklim-dan-bencana-menuju-indonesia-emas-2045

Sabtu, 17 Agustus 2024

Pj Gubernur Kalbar, Harisson Tekankan Pembangunan Merata Menuju Indonesia Emas 2045

Pj Gubernur Kalbar, Harisson Tekankan Pembangunan Merata Menuju Indonesia Emas 2045
Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan ke-79 Republik Indonesia, Penjabat Gubernur Kalimantan Barat, dr. H. Harisson, M.Kes., bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) pada Sabtu, 17 Agustus 2024. (Adpim Pemprov Kalbar/Borneotribun)
PONTIANAK – Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan ke-79 Republik Indonesia, Penjabat Gubernur Kalimantan Barat, dr. H. Harisson, M.Kes., bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) pada Sabtu, 17 Agustus 2024. Upacara berlangsung khidmat di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Barat dan dihadiri oleh berbagai pejabat penting.

Acara ini juga dihadiri oleh Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Mohammad Bari, S.Sos., M.Si, Penjabat Ketua TP PKK Prov. Kalbar Ny. Windy Prihastari Harisson, S.STP., M.Si., serta para pejabat TNI/Polri, kepala perangkat daerah, Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), dan tokoh-tokoh Kalimantan Barat lainnya.

Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan ke-79 Republik Indonesia, Penjabat Gubernur Kalimantan Barat, dr. H. Harisson, M.Kes., bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) pada Sabtu, 17 Agustus 2024. (Adpim Pemprov Kalbar/Borneotribun)
Sebanyak 28 putra dan putri terbaik dari seluruh Kabupaten/Kota di Kalimantan Barat berperan sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Kalbar. Acara ini dipimpin oleh Letkol Infantri Akhmad Rahmatullah dan diisi dengan pengibaran Bendera Merah Putih oleh Andra Panamuan dari Kabupaten Landak, Ahmad Fahri Habibi dari Kabupaten Sekadau, dan Junirmansyah dari Kabupaten Kubu Raya.

Upacara dilanjutkan dengan mengheningkan cipta, pembacaan Teks Pancasila oleh Inspektur Upacara, pembacaan Teks Undang-Undang Dasar 1945 oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalbar, Ir. H. Prabasa Anantatur, M.H., dan diakhiri dengan doa oleh perwakilan Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat.

Usai upacara, Penjabat Gubernur Harisson menyampaikan pesan berharga. Ia menekankan pentingnya tema "Nusantara Baru, Indonesia Maju" dan mengharapkan percepatan pembangunan yang merata di seluruh Indonesia, khususnya di Kalimantan Barat. Harisson berharap Ibu Kota Nusantara (IKN) yang baru di Pulau Kalimantan dapat membawa dampak positif bagi percepatan pembangunan di provinsi-provinsi lainnya.

"Dengan adanya Ibu Kota Nusantara di Pulau Kalimantan, kita berharap akan ada percepatan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia, terutama di Kalimantan Barat," ujar Harisson. Ia juga menambahkan bahwa pembangunan IKN harus disertai dengan pembangunan yang setara di provinsi-provisi mitra IKN.

Pada kesempatan ini, Penjabat Gubernur juga menyematkan Tanda Jasa Satya Lencana dari Presiden Joko Widodo kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah mengabdi selama 10, 20, dan 30 tahun, sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka.

Pj. Gubernur Harisson menutup pesannya dengan harapan agar generasi muda terus bersemangat dalam mengukir prestasi untuk menuju Indonesia Emas 2045. Dengan semangat persatuan dan tekad yang kuat, Kalimantan Barat siap menjadi bagian integral dari kemajuan Indonesia di era baru ini.

Usai upacara, Penjabat Gubernur juga menandatangani prasasti pembangunan Gedung Klinik Terpadu dan Gedung Rawat Inap Anak di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soedarso, sebagai bagian dari upaya meningkatkan fasilitas kesehatan di Kalimantan Barat.

Senin, 29 Januari 2024

Langkah Strategis Kalbar Dukung Target Indonesia Emas 2045

Mengedukasi gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan baduta serta masyarakat, bagaimana untuk mencegah dan menangani stunting, di Posyandu Shinta Desa Rasau, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah. (Adpim Pemprov Kalbar/Borneotribun)
Mengedukasi gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan baduta serta masyarakat, bagaimana untuk mencegah dan menangani stunting, di Posyandu Shinta Desa Rasau, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah. (Adpim Pemprov Kalbar/Borneotribun)
PONTIANAK - Siap menuju Indonesia Emas 2045 dan bertujuan menyiapkan menjadi generasi emas, bagi anak-anak Kalimantan Barat agar menjadi sumber daya manusia (SDM) yang sehat, cerdas, dan handal, yang mampu bersaing pada Top Manajemen Level di negara sendiri bahkan di luar negeri. 

Hal ini disampaikan Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat, dr. Harisson, M.Kes., bersama Penjabat (Pj) Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kalbar, Ny. Windy Prihastari Harisson, S.STP., M.Si., yang tak pernah lelah menggelorakan serta mengedukasi gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan baduta serta masyarakat, bagaimana untuk mencegah dan menangani stunting, di Posyandu Shinta Desa Rasau, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, pada hari Minggu (28/1/2024).

Mengedukasi gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan baduta serta masyarakat, bagaimana untuk mencegah dan menangani stunting, di Posyandu Shinta Desa Rasau, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah. (Adpim Pemprov Kalbar/Borneotribun)
Mengedukasi gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan baduta serta masyarakat, bagaimana untuk mencegah dan menangani stunting, di Posyandu Shinta Desa Rasau, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah. (Adpim Pemprov Kalbar/Borneotribun)
Kedatangan mereka diterima secara langsung oleh Bupati Mempawah Hj. Erlina, S.H., beserta jajaran yang disambut dengan tarian yang dipersembahkan oleh kader TP PKK Desa Rasau.

"Di tahun 2045 nanti, Indonesia akan menjadi salah satu negara dengan perekonomian terbesar selain Cina, Amerika, dan India. Dibutuhkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan unggul yang mampu bersaing dengan tenaga kerja asing. Pj. Gubernur Kalimantan Barat menyampaikan arahan Presiden RI, Ir.H.Joko Widodo, agar mempersiapkan generasi emas yang siap menguasai dunia kerja, menduduki posisi top manajemen level di perusahaan besar, di pemerintahan, dan di segala sektor," ujar Harisson saat mengawali pidatonya.

Harisson menegaskan, pentingnya asupan gizi yang tinggi sejak awal kehidupan seorang bayi sampai berusia dua tahun, dimana pada masa tersebut pertumbuhan dan perkembangan otak bayi sangat pesat. 

"Terutama makanan yang mengandung tiga komponen yakni karbohidrat, protein hewani, dan lemak. Untuk karbohidrat, menurutnya bisa didapatkan dari bubur nasi, bubur beras, atau nasi lembut. Kemudian untuk protein hewani dari ikan, ayam, daging, atau telur dan lainnya. Kalau lemak bisa dari daging, minyak goreng, dan lain sebagainya," timpal Harisson.

Dirinya berharap dengan upaya turun langsung menyambangi ibu-ibu di Desa Rasau ini, akan menambah pengetahuan mereka. 

"Dengan pengetahuan yang bertambah maka ibu-ibu akan bisa memperhatikan pemenuhan gizi seimbang untuk tumbuh kembang anak. Sehingga dengan demikian maka angka stunting di Provinsi Kalbar akan semakin bisa ditekan," tutupnya.

Kemudian terkait penyerahan bansos pangan yang dilaksanakan, dirinya menegaskan bahwa ini juga bukti nyata kehadiran Pemerintah di tengah-tengah masyarakat. 

Hal ini sejalan dengan perintah Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) untuk meringankan beban masyarakat.

"Pak Presiden Joko Widodo selalu memerintahkan para kepala daerah untuk meringankan beban masyarakat. Ini titipan dari Bapak Presiden Joko Widodo untuk dibagikan langsung kepada masyarakat," jelasnya.

Harisson memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar akan selalu melakukan berbagai upaya untuk membantu meringankan beban masyarakat. Diantaranya memberikan bantuan sembako murah di seluruh kabupaten kota. 

Mengedukasi gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan baduta serta masyarakat, bagaimana untuk mencegah dan menangani stunting, di Posyandu Shinta Desa Rasau, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah. (Adpim Pemprov Kalbar/Borneotribun)
Mengedukasi gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan baduta serta masyarakat, bagaimana untuk mencegah dan menangani stunting, di Posyandu Shinta Desa Rasau, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah. (Adpim Pemprov Kalbar/Borneotribun)
"Dengan upaya-upaya tersebut diharapkan akan dapat membantu masyarakat di tengah situasi sekarang yang sedang tidak baik-baik saja. Kita akan terus menggencarkan upaya dalam membantu masyarakat," tuturnya.

Mengakhiri sambutannya, tak lupa Harisson mengingatkan menatap pesta demokrasi yang sudah di depan mata ini, tepatnya pada 14 Februari, ia berharap agar selalu menjaga agar situasi tetap damai, tentram, jangan terjadi keributan. 
"Antar pendukung boleh fanatik namun tali silaturahmi jangan sampai terganggu," tegasnya.

Dalam rangkaian acara tersebut, Windy Prihastari turut mengedukasi peserta yang hadir yang terdiri dari Ibu Hamil, Ibu bayi, dan ibu menyusui serta para kader posyandu dan kader TP PKK Desa Rasau, dengan memperkenalkan komponen gizi penting yang harus diberikan kepada anak.

Mengedukasi gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan baduta serta masyarakat, bagaimana untuk mencegah dan menangani stunting, di Posyandu Shinta Desa Rasau, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah. (Adpim Pemprov Kalbar/Borneotribun)
Mengedukasi gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan baduta serta masyarakat, bagaimana untuk mencegah dan menangani stunting, di Posyandu Shinta Desa Rasau, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah. (Adpim Pemprov Kalbar/Borneotribun)
"Kita harus memastikan anak-anak mendapatkan gizi seimbang maka stunting kita harapkan bisa dicegah," jelas Windy.

Windy juga mempraktekkan dengan memberikan suapan bubur bayi yang telah diolah pada saat demo masak makanan bergizi untuk diberikan kepada perwakilan baduta yang hadir. 

"Kalau protein hewani ini sebenarnya yang paling mudah kita temui adalah ikan. Tapi boleh dengan jenis lainnya yang mengandung protein hewani," jelasnya.

Sejalan dengan 3 poin yang disampaikan Pj Gubernur, menurut Windy 3 poin tersebut (karbohidrat, protein hewani, dan lemak) harus menjadi perhatian ibu-ibu terutama yang memiliki balita, agar mereka bisa memastikan pemenuhan gizi seimbang anak-anaknya.

Mengedukasi gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan baduta serta masyarakat, bagaimana untuk mencegah dan menangani stunting, di Posyandu Shinta Desa Rasau, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah. (Adpim Pemprov Kalbar/Borneotribun)
Mengedukasi gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan baduta serta masyarakat, bagaimana untuk mencegah dan menangani stunting, di Posyandu Shinta Desa Rasau, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah. (Adpim Pemprov Kalbar/Borneotribun)
"Tiga komponen itu sangat penting untuk kita berikan kepada anak-anak kita, agar gizi mereka tercukupi," ungkapnya.

Di tempat yang sama, Bupati Mempawah, Hj. Erlina, S.H., M.H. mengatakan bahwa penanganan stunting ini adalah tanggung jawab bersama.

"Semua pihak harus saling mendukung dalam penanganan stunting," ucap Erlina.

Pemerintah Kab. Mempawah menyambut baik agenda yang dilaksanakan tersebut dalam rangka mendukung program pemerintah men