Bikin Lawan Menangis! Momen Lionel Messi Tukar Jersey di Pramusim Inter Miami yang Bikin Merinding
![]() |
| Lionel Messi dan Inter Miami gagal memenuhi ekspektasi di Peru. / Martín Fonseca/Eurasia Sport Images/Getty Images |
JAKARTA - Bayangkan, idola seumur hidupmu berdiri tepat di depan mata… lalu memberikan jersey yang ia kenakan. Bukan gol, bukan kemenangan, tapi momen inilah yang membuat satu stadion ikut terdiam dan seorang pemain tak kuasa menahan air mata.
Legenda Argentina, Lionel Messi, kembali mencuri perhatian dunia, bukan karena gol spektakuler, melainkan lewat aksi sederhana yang penuh makna. Dalam laga pramusim Inter Miami melawan Alianza Lima di Peru, Messi membuat gelandang tuan rumah, Alan Cantero, menangis haru setelah menerima jersey sang mega bintang.
Alan Cantero has a tattoo on his leg of Lionel Messi winning the World Cup for Argentina.
— ESPN FC (@ESPNFC) January 25, 2026
After playing Inter Miami with his club Alianza Lima, he linked up with Messi and even got his match shirt 🐐
Look at how much it meant for him to meet his footballing idol 🥹💙 pic.twitter.com/hihtRBDrwj
Laga ini menjadi pembuka tur pramusim Amerika Selatan Inter Miami yang disaksikan sekitar 30 ribu penonton di Stadion Alejandro Villanueva. Pertandingan ini juga menandai kembalinya Inter Miami ke lapangan setelah menjuarai MLS Cup 2025, sekaligus era baru tanpa Sergio Busquets dan Jordi Alba yang sudah meninggalkan klub.
Messi Tetap Bersinar di Tengah Kekalahan
![]() |
| Lionel Messi dan Inter Miami gagal memenuhi ekspektasi di Peru. / Martín Fonseca/Eurasia Sport Images/Getty Images |
Secara hasil, Inter Miami harus menelan pil pahit. Mereka dipermalukan 3-0 oleh Alianza Lima dalam laga debut tahun 2026. Meski kalah telak, Messi tetap menunjukkan kualitasnya. Pemilik 8 Ballon d’Or itu menciptakan tiga peluang, terbanyak dibanding pemain lain di laga tersebut.
Namun, sepak bola tak selalu soal statistik. Setelah pertandingan usai, Messi menukar jersey dengan Alan Cantero. Momen itu langsung menguras emosi sang pemain Alianza Lima.
“Dia idola saya. Saya bahkan punya tato Messi di tubuh saya. Saya tidak pernah membayangkan bisa satu lapangan dengannya. Ini mimpi yang jadi kenyataan,” ujar Cantero dengan mata berkaca-kaca.
Menariknya, Cantero memang memiliki tato Messi saat mengangkat Piala Dunia 2022 di Qatar. Empat tahun setelah momen bersejarah itu, kini ia benar-benar berbagi lapangan dan berbicara langsung dengan idolanya. Bagi Cantero, laga pramusim ini berubah menjadi kenangan seumur hidup.
Alarm Bahaya untuk Inter Miami
Di balik momen emosional tersebut, performa Inter Miami justru memicu kekhawatiran. Pelatih Javier Mascherano menurunkan tim kuat dengan Messi dan Luis Suárez di lini depan, Rodrigo De Paul di tengah, serta kiper anyar Dayne St. Clair sebagai starter. Bek veteran Maximiliano Falcón juga memimpin lini belakang.
Hasilnya jauh dari harapan. Inter Miami kebobolan tiga gol, gagal mencetak satu pun, dan hanya membuat dua tembakan tepat sasaran. Ironisnya, Alianza Lima hanya menguasai 37 persen bola, tapi tetap menang meyakinkan.
Wajar jika Inter Miami terlihat kurang tajam setelah lama libur dan perjalanan jauh. Namun tetap saja, performa juara MLS Cup yang gagal mencetak gol melawan lawan di atas kertas lebih lemah jelas memunculkan tanda tanya besar.
Absennya Busquets dan Alba sangat terasa. Tanpa kreativitas di sisi kiri dan ketenangan di depan lini belakang, Inter Miami tampak seperti tim papan tengah MLS, bukan juara bertahan.
Luis Suárez Kembali Disorot
![]() |
| Luis Suárez gagal menunjukkan performa yang baik dalam debutnya di tahun 2026. / Martín Fonseca/Eurasia Sport Images/Getty Images |
Sorotan juga mengarah ke Luis Suárez. Penyerang Uruguay itu gagal memanfaatkan kesempatan emas di laga pramusim. Selama 62 menit bermain, Suárez hanya menciptakan satu peluang, satu tembakan tepat sasaran, dan mencatat 20 sentuhan bola.
Padahal, pramusim seharusnya jadi momen pembuktian. Namun yang terjadi justru mengulang cerita lama. Di playoff MLS Cup 2025, Suárez sempat kehilangan tempat utama dan hanya bermain 22 menit dalam tiga laga terakhir, bahkan menjadi cadangan mati di final.
Posisinya kini terancam oleh pemain muda Mateo Silvetti yang baru berusia 20 tahun. Jika Suárez tak segera meningkatkan performa, musim ini bisa jadi musim terakhirnya berseragam pink Inter Miami—lebih sering dari bangku cadangan daripada di lapangan.




















