Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Kalimantan Tengah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kalimantan Tengah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Mei 2026

Penipuan Digital Berkedok OSS Meningkat, DPMPTSP Kotim Minta Masyarakat Lebih Waspada

DPMPTSP Kotim mengingatkan masyarakat waspada terhadap penipuan berkedok layanan OSS yang meminta uang dan data pribadi secara ilegal.
DPMPTSP Kotim mengingatkan masyarakat waspada terhadap penipuan berkedok layanan OSS yang meminta uang dan data pribadi secara ilegal.

KOTIM - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan layanan Online Single Submission (OSS). 

Imbauan itu disampaikan di Sampit, Kamis, menyusul maraknya penipuan yang mencatut layanan perizinan digital pemerintah.

Kepala DPMPTSP Kotim, Diana Setiawan, mengatakan modus tersebut berpotensi merugikan masyarakat, baik secara finansial maupun dari sisi keamanan data pribadi.

Menurut dia, oknum tidak bertanggung jawab memanfaatkan nama OSS untuk meminta sejumlah uang, mengambil data pribadi masyarakat, hingga menawarkan jasa pengurusan izin secara ilegal.

“Modus ini perlu diwaspadai karena dapat merugikan masyarakat, baik dari sisi finansial maupun keamanan data pribadi,” kata Diana.

DPMPTSP Kotim telah menyampaikan imbauan melalui laman resmi dan akun media sosial sebagai langkah antisipasi terhadap meningkatnya praktik penipuan digital tersebut.

Diana menjelaskan, pelaku kerap memanfaatkan minimnya pemahaman masyarakat mengenai mekanisme layanan OSS yang resmi dan terintegrasi secara daring.

Ia menegaskan seluruh proses layanan OSS dilakukan melalui sistem resmi yang dapat diakses langsung oleh pengguna tanpa perantara yang tidak jelas.

Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap pesan singkat, telepon, maupun informasi mencurigakan yang mengatasnamakan OSS.

“Hal ini perlu menjadi perhatian serius, terutama karena pelaku memanfaatkan kurangnya pemahaman masyarakat terkait mekanisme layanan OSS resmi dan terintegrasi secara daring,” ujarnya.

DPMPTSP Kotim juga memastikan OSS tidak pernah meminta pembayaran di luar ketentuan resmi pemerintah maupun meminta data pribadi melalui pesan pribadi atau sambungan telepon tanpa prosedur verifikasi resmi.

Masyarakat diimbau tidak langsung mempercayai informasi mencurigakan serta tidak memberikan identitas atau data penting kepada pihak yang tidak dikenal.

DPMPTSP Kotim meminta warga segera melapor melalui saluran informasi dan pengaduan resmi apabila menemukan indikasi penipuan terkait layanan perizinan.

Selain itu, masyarakat disarankan selalu melakukan pengecekan melalui kanal resmi DPMPTSP maupun sistem OSS untuk memastikan kebenaran informasi dan menghindari tindak kejahatan digital yang semakin berkembang.

Minggu, 10 Mei 2026

Pertamina Tambah Pasokan Pertamax di Palangka Raya Jadi 205 KL per Hari

Pertamina menambah pasokan Pertamax di Palangka Raya menjadi 205 KL per hari untuk mengatasi antrean panjang BBM di sejumlah SPBU sejak awal Mei.
Pertamina menambah pasokan Pertamax di Palangka Raya menjadi 205 KL per hari untuk mengatasi antrean panjang BBM di sejumlah SPBU sejak awal Mei.

PALANGKA RAYA - Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin memastikan Pertamina menambah pasokan BBM jenis Pertamax menjadi 205 kilo liter (KL) per hari mulai Sabtu di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Penambahan dilakukan untuk mengatasi antrean panjang pengisian BBM yang terjadi di sejumlah SPBU sejak beberapa hari terakhir.

Fairid mengatakan keputusan tersebut diambil dalam rapat bersama Pemerintah Kota Palangka Raya, Forkopimda, Pertamina, dan pengelola SPBU. Sebelumnya, pasokan Pertamax sempat turun menjadi 150 KL per hari pada awal Mei, lalu meningkat menjadi 170 KL per hari dalam dua hari terakhir berkat bantuan suplai dari depo Banjarmasin.

Menurut dia, kebutuhan normal Pertamax di Palangka Raya mencapai 190 KL per hari. Bahkan saat periode Ramadhan, konsumsi sempat menyentuh 215 KL per hari.

“Hasil rapat kami mengambil titik tertinggi kebutuhan di Palangka Raya adalah 215 KL per hari. Maka kita minta Pertamina memenuhi kebutuhan di angka 205 KL per hari untuk Pertamax,” kata Fairid.

Selain menambah pasokan, pemerintah juga mewajibkan seluruh SPBU beroperasi mulai pukul 06.00 WIB hingga 01.00 WIB. Empat SPBU juga disiapkan untuk melayani operasional 24 jam, termasuk satu SPBU di Jalan Tjilik Riwut KM 12.

Pemkot juga meminta seluruh pengelola SPBU mengaktifkan seluruh dispenser pengisian BBM guna mempercepat layanan kepada masyarakat. Pengaturan antrean dan lalu lintas di sekitar SPBU turut dibantu aparat TNI dan Polri.

Sementara itu, pengendara motor yang membeli Pertalite untuk sementara tidak diwajibkan menggunakan barcode hingga kondisi antrean kembali normal. Kebijakan itu hanya berlaku bagi sepeda motor, sedangkan kendaraan roda empat tetap menggunakan barcode untuk pembelian BBM subsidi.

Sales Area Manager Retail Kalteng Pertamina Patra Niaga, Donny Prasetya, mengakui sempat terjadi keterlambatan suplai Pertamax pada awal Mei.

“Mulai hari ini dan seterusnya akan kita banjiri stoknya di angka 205 KL untuk Pertamax. Kalau untuk Pertalite aman tidak ada masalah stok,” ujarnya.

Menurut evaluasi Pertamina, antrean panjang dipicu peningkatan pembelian BBM secara bersamaan dalam beberapa hari terakhir.

Sejak awal pekan, belasan SPBU di Palangka Raya dipadati antrean kendaraan roda dua maupun roda empat. Warga harus menunggu satu hingga empat jam untuk mendapatkan BBM, bahkan sejak dini hari hingga menjelang tengah malam.

Kondisi tersebut membuat sejumlah ruas jalan di sekitar SPBU menyempit karena dipenuhi antrean kendaraan. Pemerintah daerah bersama aparat keamanan pun turun langsung melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas agar situasi tetap kondusif.

Festival Seni dan Sastra Pelajar Barito Utara Resmi Digelar Selama Dua Hari, FLS3N Barito Utara 2026 Diikuti 347 Siswa dari SD hingga SMP

Sebanyak 347 pelajar SD dan SMP mengikuti FLS3N 2026 tingkat Kabupaten Barito Utara sebagai ajang pengembangan bakat seni dan sastra menuju tingkat provinsi. (Foto Ilustrasi AI)
Sebanyak 347 pelajar SD dan SMP mengikuti FLS3N 2026 tingkat Kabupaten Barito Utara sebagai ajang pengembangan bakat seni dan sastra menuju tingkat provinsi. (Foto Ilustrasi AI)

Barito Utara, Kalteng - Sebanyak 347 pelajar SD/MI dan SMP/MTs mengikuti Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) 2026 tingkat Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, yang digelar di Muara Teweh pada 11–12 Mei 2026.

Ketua Panitia FLS3N 2026 Barito Utara, Akhmad Rafiq, mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas dan potensi di bidang seni maupun sastra.

“FLS3N ini bertujuan memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi, meningkatkan kreativitas, serta menumbuhkan rasa percaya diri melalui penampilan karya seni di depan publik,” kata Rafiq, Sabtu.

Pelaksanaan lomba berlangsung di beberapa lokasi sesuai cabang perlombaan, di antaranya Aula Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Barito Utara serta Aula SMP Negeri 1 Muara Teweh.

Cabang lomba yang dipertandingkan meliputi menyanyi solo, gambar bercerita, ilustrasi, kriya, seni tari, ansambel campuran tiga alat musik, kreativitas musik tradisional, pantomim, menulis cerita, hingga mendongeng.

Dari total peserta, sebanyak 188 siswa berasal dari jenjang SD/MI dan 159 siswa dari SMP/MTs.

Rafiq berharap kegiatan tersebut dapat memotivasi para pelajar untuk terus mengembangkan kemampuan seni dan sastra serta meningkatkan rasa percaya diri mereka.

Menurut dia, FLS3N juga menjadi ajang persiapan bagi siswa untuk bersaing di tingkat provinsi maupun nasional sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap seni dan budaya bangsa.

Peserta yang meraih juara I pada masing-masing cabang lomba tingkat kabupaten nantinya akan mewakili Barito Utara pada FLS3N tingkat Provinsi Kalimantan Tengah.

“Pelaksanaan di tingkat provinsi nantinya dilakukan secara daring atau melalui pengiriman video talenta terbaik peserta,” ujar Rafiq.

Sabtu, 09 Mei 2026

Korem 102 Mulai Ukur Lahan Yonif TP 923 Mentaya, Sengketa Dipastikan Nihil

Korem 102/Panju Panjung mulai mengukur lahan pembangunan Yonif TP 923/Mentaya di Kotim dan memastikan area tersebut bebas sengketa.
Korem 102/Panju Panjung mulai mengukur lahan pembangunan Yonif TP 923/Mentaya di Kotim dan memastikan area tersebut bebas sengketa.

PALANGKA RAYA - KOREM 102/Panju Panjung mulai melakukan pemasangan patok dan pengukuran batas lahan untuk pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 923/Mentaya di kawasan Jalan Jenderal Sudirman kilometer 18, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

Langkah tersebut menjadi tahapan awal pembangunan markas Yonif TP 923/Mentaya yang masuk dalam program strategis nasional di sektor pertahanan dan pembangunan wilayah.

Kakum Korem 102/Panju Panjung Mayor Chk. M Gunawan mengatakan pengukuran dilakukan terhadap aset milik TNI yang telah disiapkan untuk pembangunan batalyon baru tersebut.

“Pengukuran dilakukan terhadap aset TNI yang dipersiapkan untuk pembangunan Yonif TP 923/Mentaya,” ujar M Gunawan di Sampit, Jumat.

Sebelumnya, pada 13 Maret 2025, ratusan prajurit Yonif TP 923/Mentaya resmi ditempatkan di Kotawaringin Timur. Selama proses pembangunan berlangsung, personel sementara menempati Gedung Expo Sampit milik pemerintah daerah.

Menurut M Gunawan, proses pemasangan patok dilakukan bersama sejumlah pihak terkait, mulai dari pemerintah kecamatan, kelurahan hingga Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Korem 102/Panju Panjung juga memastikan lokasi pembangunan tidak masuk dalam area sengketa lahan yang sebelumnya diklaim Kelompok Tani Karya Baru 18.

“Lokasi yang diukur berada di luar objek gugatan Kelompok Tani Karya Baru 18,” tegas M Gunawan.

Penegasan tersebut disampaikan menyusul munculnya isu sengketa lahan di sekitar lokasi pembangunan Yonif TP 923/Mentaya. Berdasarkan hasil pengukuran dan dokumen administrasi yang dimiliki TNI, batas lahan dinyatakan sesuai dan tidak tumpang tindih dengan area perkara.

Selain pengukuran, Korem 102/Panju Panjung turut melakukan koordinasi dan klarifikasi dengan pemerintah setempat guna memastikan tidak ada klaim masyarakat terhadap area pembangunan.

Hasil verifikasi menunjukkan lahan yang disiapkan merupakan aset TNI dengan dasar administrasi yang dinilai lengkap dan jelas.

M Gunawan menyebut luas lahan yang dipersiapkan mencapai sekitar 75 hektare. Setelah tahapan pengukuran dan pematokan selesai, pembangunan fisik markas Yonif TP 923/Mentaya akan segera dimulai sesuai agenda pemerintah pusat.

Kehadiran Yonif TP 923/Mentaya diharapkan tidak hanya memperkuat pertahanan wilayah Kalimantan Tengah, tetapi juga mendukung percepatan pembangunan daerah melalui program teritorial yang dijalankan satuan tersebut.

Kamis, 07 Mei 2026

Waspada Vape Etomidate, Polres Pulang Pisau Intensifkan Pengawasan Lapangan

Satresnarkoba Polres Pulang Pisau memastikan belum ada peredaran liquid vape mengandung etomidate di wilayah setempat dan terus memperketat pengawasan. (Foto ilustrasi)
Satresnarkoba Polres Pulang Pisau memastikan belum ada peredaran liquid vape mengandung etomidate di wilayah setempat dan terus memperketat pengawasan. (Foto ilustrasi)

Pulang Pisau, Kalteng -  Satresnarkoba Polres Pulang Pisau memastikan belum menemukan adanya peredaran liquid vape yang mengandung zat etomidate di wilayah Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Pulang Pisau, AKP Waryoto, mengatakan pengawasan terus diperketat sebagai langkah pencegahan agar zat tersebut tidak masuk dan beredar di masyarakat.

AKP Waryoto menjelaskan, etomidate merupakan zat yang masuk golongan II sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 Tahun 2025. Dalam dunia medis, etomidate dikenal sebagai obat bius yang digunakan untuk kebutuhan anestesi.

Namun belakangan, zat tersebut diduga mulai disalahgunakan melalui campuran liquid vape dengan harga jual yang cukup tinggi di sejumlah daerah.

“Zat etomidate ini merupakan temuan baru, sehingga pengawasan terus kami lakukan untuk mengantisipasi peredarannya masuk ke wilayah Pulang Pisau,” kata AKP Waryoto, Kamis (7/5).

Kendala Deteksi Masih Jadi Tantangan

AKP Waryoto mengungkapkan, proses pendeteksian etomidate masih menghadapi kendala teknis karena belum tersedia alat uji cepat di lapangan.

Berbeda dengan narkotika jenis sabu yang dapat langsung diuji di lokasi, pemeriksaan kandungan etomidate harus dilakukan melalui laboratorium untuk memastikan hasilnya.

Kondisi tersebut membuat aparat kepolisian lebih mengutamakan langkah pencegahan melalui pengawasan dan edukasi kepada masyarakat.

Sosialisasi Bahaya Etomidate Digencarkan

Selain pengawasan, Satresnarkoba Polres Pulang Pisau juga mulai meningkatkan sosialisasi mengenai bahaya penyalahgunaan etomidate dalam liquid vape.

AKP Waryoto menilai edukasi menjadi langkah penting agar masyarakat memahami risiko kesehatan dari penggunaan zat tersebut dan tidak mudah terpengaruh tren penyalahgunaan vape ilegal.

Menurut informasi yang diterima kepolisian, kasus penyalahgunaan etomidate dalam liquid vape sebelumnya sempat terungkap di Kabupaten Lamandau. Barang tersebut diduga berasal dari wilayah Kalimantan Barat.

Harga jual liquid vape mengandung etomidate disebut cukup mahal. Untuk ukuran kecil, harga jual di Kalimantan Barat diperkirakan mencapai sekitar Rp1,5 juta, sedangkan di Kabupaten Lamandau bisa menyentuh Rp3 juta.

FAQ

Apa Itu Etomidate?

Etomidate merupakan obat bius yang biasa digunakan dalam prosedur anestesi medis dan termasuk golongan II dalam aturan kesehatan.

Apakah Vape Etomidate Sudah Beredar Di Pulang Pisau?

Satresnarkoba Polres Pulang Pisau memastikan hingga saat ini belum ditemukan peredaran vape mengandung etomidate di wilayah tersebut.

Mengapa Etomidate Sulit Dideteksi?

Karena belum tersedia alat tes cepat di lapangan. Pemeriksaan kandungan etomidate harus dilakukan melalui laboratorium.

Apa Langkah Yang Dilakukan Polisi?

Polres Pulang Pisau melakukan pengawasan lapangan, sosialisasi, dan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya penyalahgunaan etomidate.

Berapa Harga Liquid Vape Etomidate?

Harga liquid vape yang diduga mengandung etomidate disebut mencapai sekitar Rp1,5 juta hingga Rp3 juta tergantung wilayah penjualan.

SPBU Palangka Raya Dipadati Kendaraan, Pertamina Jamin Pasokan BBM

Pertamina memastikan antrean BBM di SPBU Palangka Raya bukan akibat kelangkaan. Lonjakan konsumsi serentak memicu kepadatan kendaraan di sejumlah lokasi.
Pertamina memastikan antrean BBM di SPBU Palangka Raya bukan akibat kelangkaan. Lonjakan konsumsi serentak memicu kepadatan kendaraan di sejumlah lokasi.

PALANGKA RAYA — Antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, belakangan menjadi perhatian masyarakat. PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan kondisi tersebut bukan disebabkan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), melainkan meningkatnya konsumsi secara bersamaan dalam waktu singkat.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menjelaskan distribusi BBM hingga kini tetap berjalan normal dan stok untuk masyarakat masih tersedia.

Menurut Edi Mangun, lonjakan aktivitas pengisian di sejumlah SPBU memicu antrean kendaraan lebih panjang dibanding hari biasanya. Kondisi itu membuat Pertamina harus melakukan pengaturan distribusi secara lebih intensif agar pasokan tetap merata.

“Peningkatan antrean terjadi karena aktivitas konsumsi dalam waktu bersamaan, bukan karena kelangkaan BBM,” ujar Edi Mangun dalam keterangan resmi.

Pertamina juga melakukan penyesuaian jadwal pengiriman dari Fuel Terminal Pulang Pisau menuju SPBU di wilayah Palangka Raya dan sekitarnya. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan stok Pertalite maupun Pertamax di setiap SPBU.

Selain itu, proses distribusi dan bongkar muat disebut membutuhkan waktu tambahan ketika terjadi lonjakan permintaan secara mendadak dari SPBU tertentu.

Untuk SPBU yang mengalami peningkatan konsumsi signifikan, Pertamina langsung menambah suplai sesuai kebutuhan di lapangan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

Di sisi lain, Pertamina terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Palangka Raya, Dinas Perhubungan, dan aparat kepolisian guna membantu pengaturan antrean kendaraan agar tidak mengganggu arus lalu lintas.

Sales Area Manager Retail Kalteng, Donny, menambahkan stok BBM saat ini masih dalam kondisi aman baik di SPBU maupun di Supply Point Depot Pulang Pisau.

Donny menyebut rata-rata ketahanan stok Pertalite mencapai sekitar 6,5 hari, sedangkan Pertamax berada di kisaran 5,5 hari. Pasokan tersebut juga dipastikan terus bergerak secara berkelanjutan sehingga distribusi tidak terputus.

Pertamina mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Masyarakat diminta membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi dapat berlangsung lancar dan merata.

Perusahaan energi pelat merah itu juga mengajak masyarakat menggunakan BBM secara bijak di tengah dinamika energi global sehingga kebutuhan seluruh warga tetap terpenuhi.

Jika masyarakat menemukan kendala pelayanan atau membutuhkan informasi tambahan terkait distribusi BBM, Pertamina membuka layanan melalui Pertamina Contact Center 135.

FAQ

Apakah antrean BBM di Palangka Raya karena stok habis?

Tidak. Pertamina memastikan antrean terjadi akibat lonjakan konsumsi BBM secara bersamaan di sejumlah SPBU.

Apakah stok Pertalite dan Pertamax masih tersedia?

Ya. Pertamina menyebut stok Pertalite dan Pertamax di SPBU maupun Depot Pulang Pisau dalam kondisi aman.

Berapa ketahanan stok BBM di Palangka Raya?

Rata-rata ketahanan stok Pertalite mencapai 6,5 hari dan Pertamax sekitar 5,5 hari.

Apa langkah yang dilakukan Pertamina?

Pertamina melakukan pengaturan distribusi, penyesuaian jadwal pengiriman, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan kepolisian.

Apa imbauan Pertamina kepada masyarakat?

Masyarakat diminta tidak panic buying dan membeli BBM sesuai kebutuhan harian.

Selasa, 05 Mei 2026

Program Cetak Sawah 1.067 Hektare Di Kotim Dikebut Selesai Tahun 2026

Program cetak sawah 1.067 hektare di Kotawaringin Timur dikebut Kementan pada 2026 untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. (Foto ilustrasi)
Program cetak sawah 1.067 hektare di Kotawaringin Timur dikebut Kementan pada 2026 untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. (Foto ilustrasi)

SAMPIT — Kementerian Pertanian mempercepat perluasan lahan pangan di Kalimantan Tengah melalui Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) 2026. Kabupaten Kotawaringin Timur menjadi salah satu wilayah prioritas dengan alokasi lahan baru mencapai 1.067 hektare.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotawaringin Timur, Yephi Hartady Periyanto, memastikan seluruh tahapan program ditargetkan selesai dalam tahun berjalan.

“Alokasi untuk Kotawaringin Timur tahun ini sebesar 1.067 hektare. Seluruh kegiatan direncanakan tuntas pada 2026,” ujar Yephi Hartady Periyanto di Sampit.

Program ini sepenuhnya difasilitasi oleh Kementerian Pertanian, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan. Pemerintah daerah sebelumnya telah mengajukan data Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL) sebagai dasar penerima manfaat.

Sebagai bagian dari tahapan teknis, penyusunan Survei Investigasi Desain (SID) telah dilakukan dengan melibatkan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Tim SID bahkan telah turun langsung ke sejumlah lokasi untuk memastikan kesiapan lahan.

Pendekatan berbasis data sejak awal dinilai menjadi kunci agar program berjalan lebih efektif dan meminimalkan potensi kegagalan.

Untuk tahun ini, lokasi pengembangan sawah tersebar di empat desa, yakni Desa Sei Ijum di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Desa Basawang dan Lampuyang di Kecamatan Teluk Sampit, serta Desa Bapinang Hilir Laut di Kecamatan Pulau Hanaut.

Selain pembukaan lahan baru, pemerintah juga mulai mendorong percepatan tanam. Sebelumnya, gerakan tanam padi serentak telah dilakukan di lahan CSR dengan target 284 hektare.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program nasional yang dipusatkan di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Untuk wilayah Kalimantan Tengah, total target tanam mencapai 5.000 hektare, dengan Kotawaringin Timur sebagai salah satu daerah perwakilan pelaksanaan.

Di tingkat lokal, penanaman dilakukan di Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang. Lahan yang dikelola Kelompok Tani Mandiri Makmur memiliki luas 35 hektare, dengan 5 hektare di antaranya telah lebih dulu ditanami.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian di daerah.

FAQ

1. Apa itu Program Cetak Sawah Rakyat (CSR)?
Program pemerintah untuk membuka lahan sawah baru guna meningkatkan produksi pangan nasional.

2. Berapa luas lahan yang dialokasikan di Kotawaringin Timur?
Sebesar 1.067 hektare pada tahun 2026.

3. Di mana saja lokasi program ini dilaksanakan?
Tersebar di empat desa: Sei Ijum, Basawang, Lampuyang, dan Bapinang Hilir Laut.

4. Siapa yang menyusun perencanaan teknis program?
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui penyusunan SID.

5. Apa tujuan utama program ini?
Meningkatkan ketahanan pangan dan memperluas area produksi padi nasional.

Sabtu, 02 Mei 2026

Polisi Kotim Gagalkan Penyelewengan 160 Karung Pupuk Subsidi

Polisi Kotim gagalkan penyelewengan 160 karung pupuk subsidi. Tersangka gunakan identitas kelompok tani, ancaman hukuman hingga 6 tahun penjara. (Foto ilustrasi)
Polisi Kotim gagalkan penyelewengan 160 karung pupuk subsidi. Tersangka gunakan identitas kelompok tani, ancaman hukuman hingga 6 tahun penjara. (Foto ilustrasi)

SAMPIT – Kepolisian Resor Kotawaringin Timur (Polres Kotim), Kalimantan Tengah, mengungkap dugaan praktik penyelewengan pupuk bersubsidi yang berpotensi merugikan sektor pertanian. Sebanyak 160 karung pupuk berhasil diamankan dari sebuah truk yang diduga akan disalurkan tidak sesuai peruntukan.

Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang diterima oleh Polsek Jaya Karya. Informasi tersebut kemudian dikembangkan hingga berujung pada penetapan seorang tersangka berinisial B (47).

AKBP Resky Maulana Zulkarnain menyebutkan bahwa kasus ini masuk dalam kategori tindak pidana ekonomi yang menjadi perhatian serius aparat penegak hukum, terutama terkait distribusi pupuk bersubsidi yang diawasi ketat oleh pemerintah.

Dalam penyelidikan, tersangka B diduga memanfaatkan identitas kelompok tani untuk memperoleh pupuk subsidi, lalu menjualnya kepada pihak yang tidak berhak. Praktik tersebut bertujuan mendapatkan keuntungan dari selisih harga antara pupuk subsidi dan non-subsidi.

Pengungkapan kasus berawal pada Senin malam (6/4), saat petugas menerima laporan adanya truk mencurigakan di wilayah Desa Kuin Permai, Kecamatan Teluk Sampit. Setelah dilakukan pemantauan, polisi menghentikan truk berwarna hijau bernomor polisi KH 8067 FH.

Saat pemeriksaan, ditemukan dua jenis pupuk bersubsidi, yakni Urea dan NPK Phonska. Sopir truk tidak mampu menunjukkan dokumen resmi terkait pengangkutan pupuk tersebut, sehingga langsung diamankan bersama barang bukti.

Barang Bukti Capai Rp14,56 Juta

Dari hasil penindakan, aparat menyita:

  • 80 karung pupuk Urea (sekitar 4 ton) senilai Rp7,2 juta

  • 80 karung pupuk NPK Phonska (sekitar 4 ton) senilai Rp7,36 juta

Total nilai barang bukti mencapai sekitar Rp14,56 juta. Selain itu, satu unit truk dan alat komunikasi yang digunakan dalam aktivitas tersebut turut diamankan.

Saat ini seluruh barang bukti berada di Polres Kotim sambil menunggu proses hukum lebih lanjut.

AKBP Resky Maulana Zulkarnain menegaskan bahwa tersangka dijerat dengan Pasal 106 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, bersama aturan turunan terkait distribusi pupuk bersubsidi.

Ancaman hukuman maksimal dalam kasus ini mencapai 6 tahun penjara.

AKBP Resky Maulana Zulkarnain mengingatkan bahwa pupuk subsidi hanya diperuntukkan bagi kelompok tani yang berhak dan tidak boleh diperjualbelikan secara bebas.

Distribusi pupuk bersubsidi merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan nasional, sehingga penyalahgunaannya akan ditindak tegas.

FAQ

1. Apa itu pupuk bersubsidi?
Pupuk bersubsidi adalah pupuk yang mendapatkan bantuan harga dari pemerintah untuk mendukung petani dalam meningkatkan produksi.

2. Mengapa penyelewengan pupuk subsidi menjadi masalah serius?
Karena dapat merugikan petani yang berhak dan mengganggu program ketahanan pangan nasional.

3. Berapa jumlah pupuk yang diamankan dalam kasus ini?
Sebanyak 160 karung atau sekitar 8 ton pupuk.

4. Apa hukuman bagi pelaku penyelewengan pupuk subsidi?
Ancaman maksimal hingga 6 tahun penjara sesuai Undang-Undang Perdagangan.

5. Bagaimana cara mencegah penyelewengan pupuk subsidi?
Dengan pengawasan ketat distribusi, pelaporan masyarakat, dan penegakan hukum yang konsisten.

Kamis, 23 April 2026

Pemkab Barito Utara Genjot Transformasi Koperasi Desa Berbasis Digital

Barito Utara percepat digitalisasi koperasi desa Merah Putih untuk memperkuat ekonomi, swasembada pangan, dan transparansi pengelolaan koperasi berbasis teknologi.
Barito Utara percepat digitalisasi koperasi desa Merah Putih untuk memperkuat ekonomi, swasembada pangan, dan transparansi pengelolaan koperasi berbasis teknologi.

Barito Utara, Kalteng - Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, mempercepat transformasi koperasi desa dan kelurahan Merah Putih melalui digitalisasi. Langkah ini diarahkan untuk memperkuat peran koperasi sebagai penggerak swasembada pangan sekaligus mendorong hilirisasi produk lokal agar memiliki nilai tambah lebih tinggi.

Sekretaris Daerah Barito Utara, Muhlis, menegaskan bahwa digitalisasi koperasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan di era saat ini.

“Digitalisasi menjadi harga mati. Amanat besar negara tidak akan tercapai jika koperasi masih dikelola secara tradisional,” ujar Muhlis saat membuka pelatihan digitalisasi koperasi di Muara Teweh, Rabu (21/4/2026).

Pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan koperasi desa dan kelurahan. Program ini juga menjadi bagian dari strategi pembangunan daerah Barito Utara yang menekankan pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi dan pelayanan publik digital.

Muhlis menjelaskan, digitalisasi akan memperkuat transparansi dan akuntabilitas koperasi, terutama dalam pencatatan keuangan dan administrasi anggota.

“Dengan sistem digital, seluruh proses bisa dipantau secara terbuka oleh anggota, sekaligus menekan potensi penyimpangan,” katanya.

Pelatihan ini juga bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pengelola koperasi, mulai dari pemanfaatan aplikasi digital, pengelolaan keuangan berbasis sistem, hingga pengembangan jaringan pemasaran produk secara lebih luas.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM Barito Utara, Mastur, menegaskan bahwa koperasi harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi untuk meningkatkan daya saing.

“Koperasi tidak lagi bisa dikelola secara konvensional. Digitalisasi menjadi kunci efisiensi dan perluasan pasar,” ujarnya.

Ia menyebutkan, saat ini pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Barito Utara telah mencapai 100 persen dengan total 96 koperasi. Dari jumlah tersebut, 41 koperasi sudah memiliki kesiapan lahan, sementara 19 koperasi tengah membangun fasilitas fisik seperti gerai dan pergudangan.

Pemerintah daerah menargetkan pembangunan 30 koperasi dapat rampung hingga Juli 2026, sejalan dengan rencana nasional peluncuran 35.000 koperasi desa/kelurahan oleh pemerintah pusat pada peringatan Hari Kemerdekaan RI 2026.

Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari (21–23 April 2026) ini diikuti 50 peserta dari berbagai koperasi desa, dengan narasumber dari instansi teknis, aparat keamanan, perbankan pajak, hingga praktisi digital.

Selasa, 21 April 2026

Motor Perpustakaan Keliling Mulai Layani Sekolah di Gunung Mas

Gunung Mas menambah motor perpustakaan keliling untuk memperluas akses literasi ke sekolah-sekolah dan meningkatkan minat baca siswa di wilayah yang sulit dijangkau.
Gunung Mas menambah motor perpustakaan keliling untuk memperluas akses literasi ke sekolah-sekolah dan meningkatkan minat baca siswa di wilayah yang sulit dijangkau.

Gunung Mas, Kalteng - Upaya mendekatkan bahan bacaan kepada masyarakat terus dilakukan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Salah satu langkah terbaru adalah menghadirkan tambahan armada sepeda motor perpustakaan keliling untuk menjangkau wilayah yang sulit dilayani perpustakaan tetap.

Penambahan kendaraan roda dua tersebut merupakan bantuan dari Perpustakaan Nasional sebagai bagian dari program nasional peningkatan literasi masyarakat, khususnya bagi anak-anak usia sekolah.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gunung Mas, Maria Efianti, menjelaskan bahwa kendaraan ini dirancang khusus untuk membawa berbagai koleksi buku bacaan yang dapat langsung diakses siswa di sekolah.

Menurut Maria, motor perpustakaan keliling dilengkapi rak atau boks penyimpanan yang mampu menampung beragam buku, mulai dari bacaan ringan hingga buku pengetahuan. Dengan desain tersebut, kendaraan ini dinilai efektif menjangkau daerah yang selama ini belum memperoleh layanan perpustakaan secara optimal.

Sejak mulai dioperasikan, motor perpustakaan keliling telah melakukan kunjungan rutin ke sejumlah sekolah dasar di wilayah Kuala Kurun. Beberapa sekolah yang telah menerima layanan antara lain SDN 2 Kuala Kurun, SDN 3 Kuala Kurun, SDN 4 Kuala Kurun, serta SDN 3 Tampang Tumbang Anjir.

Program ini tidak hanya menyasar sekolah yang dekat dengan pusat kota, tetapi juga diarahkan untuk menjangkau sekolah lain yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas literasi.

Selain sepeda motor perpustakaan keliling, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gunung Mas sebelumnya telah mengoperasikan mobil perpustakaan keliling. Kehadiran tambahan armada roda dua membuat jangkauan layanan menjadi lebih fleksibel, terutama untuk wilayah dengan akses jalan terbatas.

Dengan strategi jemput bola ke sekolah-sekolah, pemerintah daerah berharap minat baca anak-anak dapat meningkat secara bertahap. Hal ini juga dinilai sebagai salah satu langkah penting dalam mendukung kualitas pendidikan masyarakat.

Program peningkatan literasi tersebut juga sejalan dengan visi pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045, yang menekankan pentingnya budaya membaca sejak usia dini.

Dari sisi sekolah, layanan perpustakaan keliling dinilai membawa dampak positif bagi siswa. Pelaksana Tugas Kepala SD Negeri 3 Tampang Tumbang Anjir, Martha Lina, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan pemerintah daerah.

Menurut Martha, kehadiran perpustakaan keliling membantu memperluas pilihan bacaan bagi siswa, terutama di sekolah yang memiliki keterbatasan koleksi buku.

Ia berharap kegiatan kunjungan perpustakaan keliling dapat terus berlanjut secara rutin agar manfaatnya semakin dirasakan oleh lebih banyak peserta didik.

Ke depan, pihak sekolah juga berharap layanan ini tidak hanya terbatas pada kunjungan sesekali, tetapi menjadi program berkelanjutan yang mampu mendorong kebiasaan membaca di lingkungan sekolah.

FAQ

Apa tujuan penambahan motor perpustakaan keliling di Gunung Mas?

Untuk memperluas jangkauan layanan literasi, terutama ke sekolah yang belum terlayani perpustakaan tetap.

Siapa yang memberikan bantuan motor perpustakaan keliling tersebut?

Motor perpustakaan keliling merupakan bantuan dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Sekolah mana saja yang sudah menerima layanan perpustakaan keliling?

Beberapa di antaranya adalah SDN 2 Kuala Kurun, SDN 3 Kuala Kurun, SDN 4 Kuala Kurun, dan SDN 3 Tampang Tumbang Anjir.

Apa manfaat utama program perpustakaan keliling bagi siswa?

Program ini membantu meningkatkan minat baca dan memperluas akses terhadap bahan bacaan berkualitas.

Apakah Gunung Mas hanya memiliki motor perpustakaan keliling?

Tidak. Selain motor, juga tersedia mobil perpustakaan keliling untuk melayani wilayah yang lebih luas.

Minggu, 19 April 2026

Festival Daren Kanderang Tingang Jadi Ajang Pelestarian Budaya Barito Selatan

Festival Daren Kanderang Tingang di Barito Selatan menjadi wadah pelestarian budaya dan penguatan UMKM lokal, khususnya kerajinan anyaman rotan dan purun di Dusun Hilir.
Festival Daren Kanderang Tingang di Barito Selatan menjadi wadah pelestarian budaya dan penguatan UMKM lokal, khususnya kerajinan anyaman rotan dan purun di Dusun Hilir.

Barito Selatan — Pemerintah Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga warisan budaya daerah melalui penyelenggaraan Festival Daren Kanderang Tingang (FDKT) yang digelar di Kelurahan Mangkatip, Kecamatan Dusun Hilir, Sabtu.

Festival ini bukan sekadar acara seremonial tahunan, melainkan menjadi wadah penting dalam melestarikan budaya lokal sekaligus memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis kearifan lokal.

Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Barito Selatan, Eko Hermansyah, menegaskan bahwa kegiatan tersebut memiliki makna strategis dalam menjaga identitas daerah.

“Kegiatan ini bukan hanya agenda seremonial, akan tetapi bentuk nyata pelestarian identitas daerah,” ujar Eko Hermansyah saat membuka kegiatan di Kelurahan Mangkatip.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia serta masyarakat Kecamatan Dusun Hilir yang terus menjaga dan mengembangkan nilai-nilai budaya warisan leluhur.

Menurut Eko, Kecamatan Dusun Hilir memiliki potensi budaya dan ekonomi yang besar dan perlu dipromosikan secara berkelanjutan agar dikenal lebih luas oleh masyarakat luar daerah.

Salah satu daya tarik utama dalam festival ini adalah pameran hasil kerajinan anyaman tradisional berbahan rotan dan purun yang telah lama menjadi sumber penghasilan masyarakat setempat.

Produk-produk tersebut tidak hanya memiliki nilai seni tinggi, tetapi juga dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi komoditas unggulan daerah.

“Produk kerajinan ini punya nilai estetika tinggi dan peluang pasar yang luas jika dikelola dengan baik,” jelasnya.

Kerajinan anyaman rotan dan purun selama ini telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Dusun Hilir, baik sebagai kebutuhan rumah tangga maupun produk bernilai ekonomi.

Pemerintah Kabupaten Barito Selatan menilai bahwa warisan budaya seperti anyaman tradisional perlu terus didorong agar berkembang menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Langkah ini diharapkan mampu membawa UMKM lokal naik kelas, dari sekadar produksi skala rumah tangga menjadi produk unggulan yang mampu bersaing di pasar regional bahkan nasional.

Selain itu, pengembangan sektor budaya juga dinilai mampu berjalan seiring dengan peningkatan ekonomi masyarakat jika dilakukan secara berkelanjutan.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.

Peran Generasi Muda Jadi Kunci Pelestarian Budaya

Selain aspek ekonomi, keterlibatan generasi muda menjadi perhatian penting dalam festival ini.

Pemerintah daerah menekankan bahwa generasi muda memiliki peran besar dalam menjaga kelestarian budaya agar tidak tergerus perkembangan zaman.

Eko Hermansyah mengajak generasi muda untuk memanfaatkan festival sebagai ruang belajar sekaligus ruang berkarya.

“Jadikan festival ini sebagai ruang belajar dan ruang berkarya. Budaya bukan hanya tentang masa lalu, tetapi tentang bagaimana kita membawa jati diri tersebut menuju masa depan,” pesannya.

Melalui kegiatan seperti ini, generasi muda diharapkan semakin mengenal teknik kerajinan tradisional, mencintai seni budaya daerah, serta bangga menggunakan produk lokal sebagai bagian dari identitas daerah.

Pemerintah Kabupaten Barito Selatan berharap Festival Daren Kanderang Tingang dapat terus digelar secara rutin sebagai agenda tahunan daerah.

Tidak hanya sebagai sarana pelestarian budaya, festival ini juga diharapkan mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

Dengan dukungan pemerintah, masyarakat, serta pelaku UMKM, festival ini diyakini dapat menjadi daya tarik budaya sekaligus peluang ekonomi baru bagi masyarakat Kabupaten Barito Selatan.

FAQ

1. Apa itu Festival Daren Kanderang Tingang (FDKT)?
Festival Daren Kanderang Tingang adalah kegiatan budaya yang digelar Pemerintah Kabupaten Barito Selatan untuk melestarikan budaya lokal sekaligus mendukung pengembangan UMKM.

2. Di mana festival ini dilaksanakan?
Festival dilaksanakan di Kelurahan Mangkatip, Kecamatan Dusun Hilir, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah.

3. Apa tujuan utama festival ini?
Tujuan utama festival adalah melestarikan budaya lokal, mempromosikan kerajinan tradisional, serta meningkatkan ekonomi masyarakat melalui UMKM.

4. Produk apa yang menjadi unggulan dalam festival?
Produk unggulan yang ditampilkan adalah kerajinan anyaman tradisional berbahan rotan dan purun.

5. Mengapa generasi muda dilibatkan dalam festival ini?
Generasi muda dilibatkan agar mereka memahami budaya lokal, menjaga tradisi, serta ikut mengembangkan produk budaya di masa depan.

Rabu, 15 April 2026

Intrusi Air Laut Jadi Ancaman, BPBD Kotim Perkuat Mitigasi Kekeringan

BPBD Kotawaringin Timur memperkuat sinergi lintas instansi untuk mengantisipasi dampak kekeringan di wilayah pesisir, termasuk ancaman krisis air bersih dan ketahanan pangan.
BPBD Kotawaringin Timur memperkuat sinergi lintas instansi untuk mengantisipasi dampak kekeringan di wilayah pesisir, termasuk ancaman krisis air bersih dan ketahanan pangan.

Sampit – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, terus memperkuat sinergi dengan sejumlah instansi terkait guna mengantisipasi potensi dampak terburuk akibat kekeringan, khususnya di wilayah pesisir.

Langkah antisipatif ini dilakukan menyusul kekhawatiran meningkatnya risiko kesulitan air bersih hingga ancaman terhadap sektor pertanian yang dapat berdampak pada ketahanan pangan masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur, Multazam, mengatakan bahwa kekeringan bukan sekadar persoalan berkurangnya curah hujan, tetapi juga bisa menimbulkan dampak luas pada kehidupan masyarakat.

“Kekeringan bisa menimbulkan dampak cukup luas, seperti kesulitan air bersih hingga gangguan terhadap pertanian yang berimbas pada hasil panen dan ketahanan pangan,” kata Multazam di Sampit, Selasa.

Wilayah Pesisir Jadi Perhatian Utama

Beberapa desa di wilayah pesisir diketahui kerap mengalami kesulitan air bersih saat musim kemarau. Kondisi tersebut biasanya terjadi di wilayah Kecamatan Mentaya Hilir Utara dan Mentaya Hilir Selatan.

Menurut Multazam, wilayah pesisir memiliki kerentanan lebih tinggi karena bergantung pada sumber air baku yang dapat berubah menjadi payau akibat intrusi air laut. Kondisi ini berpotensi mengganggu pasokan air bersih bagi masyarakat.

Jika intake atau sumber air baku mengalami intrusi air laut, kualitas air dapat menurun drastis. Oleh karena itu, pemerintah daerah menyiapkan langkah antisipasi sejak dini, termasuk kemungkinan mendistribusikan air bersih dari wilayah Kota Sampit apabila diperlukan.

Ancaman Intrusi Air Laut Perlu Diwaspadai

Pengalaman musim kemarau sebelumnya menjadi pelajaran penting bagi pemerintah daerah. Saat itu, intrusi air laut bahkan tercatat mencapai perairan Pelangsian di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, yang lokasinya tidak jauh dari pusat Kota Sampit.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ancaman kekeringan tidak hanya berdampak di wilayah selatan, tetapi juga berpotensi meluas hingga wilayah utara akibat pendangkalan sungai dan meningkatnya tingkat kekeruhan air.

Untuk mengantisipasi kondisi darurat, BPBD telah menyiapkan mobil tangki air yang siap dikerahkan sewaktu-waktu guna menyuplai air bersih bagi masyarakat yang terdampak.

Langkah ini merupakan bagian dari kesiapsiagaan pemerintah dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.

Sinergi Dengan Dinas Pertanian Untuk Jaga Ketahanan Pangan

Selain sektor air bersih, BPBD juga menaruh perhatian serius pada dampak kekeringan terhadap sektor pertanian. Hal ini penting karena kekeringan dapat menurunkan produktivitas lahan dan memengaruhi hasil panen.

Multazam menyebutkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan untuk membahas strategi mitigasi risiko kekeringan.

“Setelah rapat kemarin, saya juga sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pertanian, khususnya terkait ancaman kekeringan terhadap ketahanan pangan,” ujarnya.

Sinergi lintas instansi ini diharapkan dapat memperkuat sistem peringatan dini serta mempersiapkan langkah-langkah mitigasi yang tepat apabila kekeringan terjadi dalam skala luas.

Pemerintah Diminta Hadir Lebih Awal

Upaya antisipasi sejak dini dinilai menjadi langkah krusial untuk meminimalkan dampak kekeringan. Pemerintah daerah diharapkan terus hadir dalam memastikan masyarakat tidak mengalami krisis air bersih, terutama di wilayah pesisir yang paling rentan.

Selain distribusi air bersih, edukasi kepada masyarakat terkait penghematan air dan pemanfaatan sumber air alternatif juga menjadi bagian dari strategi mitigasi yang tengah disiapkan.

Dengan langkah kolaboratif antara BPBD, Dinas Pertanian, serta instansi teknis lainnya, pemerintah daerah optimistis dampak kekeringan dapat ditekan seminimal mungkin dan ketahanan pangan masyarakat tetap terjaga.

FAQ

1. Apa yang dilakukan BPBD Kotawaringin Timur untuk mengantisipasi kekeringan?
BPBD memperkuat koordinasi dengan instansi terkait, menyiapkan mobil tangki air bersih, serta memantau potensi intrusi air laut di wilayah pesisir.

2. Wilayah mana yang paling rentan terdampak kekeringan?
Wilayah pesisir seperti Kecamatan Mentaya Hilir Utara dan Mentaya Hilir Selatan menjadi daerah yang paling sering mengalami kesulitan air bersih.

3. Apa dampak utama kekeringan bagi masyarakat?
Dampak utama meliputi kesulitan air bersih, penurunan hasil pertanian, serta ancaman terhadap ketahanan pangan.

4. Bagaimana pemerintah mengatasi kekurangan air bersih?
Pemerintah menyiapkan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki dan kemungkinan pasokan dari Kota Sampit.

5. Mengapa sinergi lintas instansi penting dalam menghadapi kekeringan?
Karena dampak kekeringan tidak hanya pada air bersih, tetapi juga sektor pertanian, kesehatan, dan ketahanan pangan.

Selasa, 07 April 2026

Pemkab Barito Utara Dukung Jembatan Garuda Buka Akses Desa Liang Buah

Pemkab Barito Utara mendukung pembangunan Jembatan Garuda di Desa Liang Buah untuk membuka akses layanan publik dan mempercepat pemerataan pembangunan wilayah.
Pemkab Barito Utara mendukung pembangunan Jembatan Garuda di Desa Liang Buah untuk membuka akses layanan publik dan mempercepat pemerataan pembangunan wilayah.

BARITO UTARA – Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, menunjukkan komitmen kuat dalam mempercepat pemerataan pembangunan melalui dukungan terhadap pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Desa Liang Buah, Kecamatan Teweh Baru.

Pembangunan jembatan ini diharapkan menjadi solusi nyata bagi masyarakat yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses transportasi, terutama untuk menjangkau layanan publik dan pusat ekonomi.

Wakil Bupati Barito Utara Felix Sonadie Y Tingan mengatakan, pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari program pemerintah pusat yang memiliki peran strategis sebagai penghubung antarwilayah.

“Jembatan Garuda yang dibangun sebagai bagian dari program pemerintah pusat ini diharapkan menjadi penghubung vital antarwilayah, khususnya bagi masyarakat di daerah yang selama ini masih memiliki keterbatasan akses transportasi,” kata Felix saat kegiatan peletakan batu pertama (groundbreaking) di Desa Liang Buah, Senin.

Simbol Komitmen Pemerataan Pembangunan

Menurut Felix, pembangunan infrastruktur masih menjadi fokus utama pemerintah daerah dalam mendorong kemajuan wilayah. Hal ini ditandai dengan dimulainya pembangunan Jembatan Garuda yang melintasi Sungai Teweh, anak Sungai Barito.

Ia menegaskan, kegiatan peletakan batu pertama bukan sekadar seremoni simbolis, melainkan bentuk nyata komitmen bersama dalam meningkatkan konektivitas wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau.

“Dengan hadirnya Jembatan Garuda ini, kami berharap dapat mempermudah mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam proses perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan proyek tersebut.

Felix juga mengingatkan para pelaksana proyek untuk menjaga kualitas pekerjaan serta mengutamakan keselamatan kerja, agar pembangunan dapat selesai sesuai target waktu yang telah ditetapkan.

Peran Penting Bagi Pendidikan Hingga Kesehatan

Komandan Kodim 1013 Muara Teweh, Letkol Inf Nurwahid, menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Garuda memiliki dampak besar terhadap kehidupan masyarakat desa.

Menurutnya, keberadaan jembatan ini akan meningkatkan aksesibilitas warga dalam berbagai sektor penting, seperti pendidikan, kesehatan, hingga kegiatan ekonomi.

“Dengan adanya jembatan ini, masyarakat akan lebih mudah menjangkau fasilitas umum seperti sekolah, pasar, dan pusat layanan kesehatan,” katanya.

Ia berharap, pembangunan Jembatan Garuda dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Liang Buah dan wilayah sekitarnya, sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal.

Dorong Ekonomi Lokal Dan Kurangi Wilayah Terisolasi

Pembangunan Jembatan Garuda diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam mengurangi keterisolasian wilayah di Barito Utara.

Selain mempercepat mobilitas warga, jembatan ini juga diprediksi akan membuka peluang usaha baru, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta meningkatkan aktivitas perdagangan antarwilayah.

“Dengan dimulainya pembangunan Jembatan Garuda ini, diharapkan tidak ada lagi wilayah yang terisolasi, serta seluruh masyarakat dapat merasakan manfaat pembangunan secara adil dan merata,” kata Nurwahid.

Langkah pembangunan infrastruktur seperti ini menjadi bagian penting dari upaya pemerintah dalam menciptakan pemerataan pembangunan yang berkelanjutan di daerah.

FAQ

1. Apa fungsi utama Jembatan Garuda di Desa Liang Buah?
Jembatan Garuda berfungsi sebagai penghubung antarwilayah untuk mempermudah akses transportasi, layanan publik, serta distribusi barang dan jasa.

2. Di mana lokasi pembangunan Jembatan Garuda?
Jembatan ini dibangun di Desa Liang Buah, Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara, melintasi Sungai Teweh.

3. Siapa yang mendukung pembangunan Jembatan Garuda?
Pembangunan didukung Pemerintah Kabupaten Barito Utara bersama pemerintah pusat serta unsur TNI dan pihak terkait lainnya.

4. Apa manfaat jembatan bagi masyarakat?
Manfaatnya meliputi kemudahan akses pendidikan, kesehatan, perdagangan, serta peningkatan peluang ekonomi masyarakat.

5. Mengapa pembangunan jembatan ini penting?
Karena masih ada wilayah yang terisolasi dan sulit dijangkau, sehingga jembatan menjadi solusi untuk mempercepat pemerataan pembangunan.

Fairid Naparin Puji Harmoni Warga Palangka Raya Selama Perayaan Paskah

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengapresiasi warga atas suasana kondusif selama Paskah, menegaskan pentingnya toleransi dan persatuan di tengah keberagaman.
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengapresiasi warga atas suasana kondusif selama Paskah, menegaskan pentingnya toleransi dan persatuan di tengah keberagaman.

Palangka Raya – Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah menjaga suasana harmonis dan kondusif selama perayaan Paskah. Kondisi tersebut dinilai menjadi bukti nyata kuatnya toleransi antarumat beragama di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Menurut Fairid, perayaan Paskah bukan hanya menjadi momentum keagamaan bagi umat Kristiani, tetapi juga menjadi ajang mempererat persaudaraan di tengah masyarakat yang beragam.

“Paskah bukan hanya momentum keagamaan bagi umat Kristiani, tetapi juga menjadi ajang mempererat persaudaraan dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat,” ujar Fairid di Palangka Raya, Senin.

Sebagai Wali Kota yang kini memasuki periode kedua kepemimpinannya, Fairid menilai sikap saling menghormati yang ditunjukkan masyarakat menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas daerah. Ia menegaskan, sikap tersebut merupakan bentuk nyata pengamalan nilai-nilai Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, serta falsafah lokal Huma Betang yang telah lama dipegang masyarakat Kalimantan Tengah.

Sinergi Warga, Tokoh Agama, Dan Aparat Jadi Kunci

Fairid menyebut terciptanya suasana aman dan damai selama perayaan Paskah tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak. Mulai dari masyarakat, tokoh agama, hingga aparat keamanan yang terus memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar.

Menurutnya, kolaborasi ini menjadi faktor utama dalam menciptakan rasa aman bagi umat Kristiani yang menjalankan ibadah Paskah.

“Pemerintah daerah sangat mengapresiasi peran aktif masyarakat dalam menjaga ketertiban dan keharmonisan selama perayaan Paskah. Ini menunjukkan bahwa nilai toleransi dan gotong royong masih terjaga dengan baik,” ungkapnya.

Ia juga berharap semangat kebersamaan yang terlihat selama Paskah dapat terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari. Baginya, persatuan di tengah perbedaan merupakan bagian penting dari identitas bangsa Indonesia.

“Keberagaman adalah kekuatan kita. Dengan saling menghargai dan menjaga toleransi, kita bisa membangun Kota Palangka Raya semakin maju, aman, dan sejahtera,” tambah Fairid.

Forkopimda Pantau Langsung Malam Paskah

Dalam upaya memastikan perayaan berjalan kondusif, Wali Kota Palangka Raya bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan pemantauan langsung pada malam akhir pekan lalu.

Pemantauan tersebut dilakukan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jalan Tjilik Riwut Km 12 Palangka Raya, salah satu lokasi yang menjadi pusat kegiatan malam Paskah.

Dalam kegiatan itu, Fairid didampingi sejumlah unsur pimpinan daerah, termasuk Kapolda Kalimantan Tengah dan Kapolresta Palangka Raya, untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah berlangsung aman dan tertib.

Fairid menegaskan, kehadiran pemerintah bersama aparat keamanan bukan hanya bentuk pengawasan, tetapi juga simbol kebersamaan dengan masyarakat.

“Secara pribadi dan atas nama Pemerintah Kota Palangka Raya, saya mengucapkan selamat Paskah bagi seluruh masyarakat yang merayakan,” ucapnya.

Ia menambahkan, pemantauan tersebut juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dengan warga sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga toleransi antarumat beragama.

“Pemantauan kemarin lebih dari sekadar pemantauan, tetapi juga silaturahmi sebagai bukti komitmen kita menjaga keberagaman bersama seluruh warga,” katanya.

Toleransi Jadi Fondasi Pembangunan Daerah

Pengamat sosial dan pemerhati kebijakan publik menilai, stabilitas sosial yang tercipta dari kerukunan masyarakat menjadi fondasi penting dalam pembangunan daerah. Ketika masyarakat hidup rukun dan saling menghormati, berbagai program pembangunan dapat berjalan dengan lebih efektif.

Palangka Raya sendiri dikenal sebagai kota dengan tingkat keberagaman tinggi, di mana berbagai agama dan latar belakang budaya hidup berdampingan. Kondisi ini membuat nilai toleransi menjadi salah satu kekuatan utama dalam menjaga persatuan masyarakat.

Dengan keberhasilan menjaga suasana kondusif selama perayaan Paskah, pemerintah daerah berharap semangat toleransi tidak hanya hadir pada momen keagamaan, tetapi menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari.

FAQ

1. Siapa Wali Kota Palangka Raya saat ini?
Wali Kota Palangka Raya saat ini adalah Fairid Naparin yang sedang menjalani periode kedua kepemimpinannya.

2. Apa yang disampaikan Wali Kota terkait perayaan Paskah?
Ia menyampaikan apresiasi kepada masyarakat karena berhasil menjaga suasana harmonis dan kondusif selama perayaan Paskah.

3. Mengapa toleransi antarumat penting di Palangka Raya?
Karena masyarakatnya beragam, toleransi menjadi kunci menjaga stabilitas sosial dan keamanan daerah.

4. Di mana pemantauan malam Paskah dilakukan?
Pemantauan dilakukan di TPU Jalan Tjilik Riwut Km 12 Palangka Raya.

5. Apa harapan pemerintah setelah perayaan Paskah?
Pemerintah berharap semangat kebersamaan dan toleransi terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari.

Kamis, 02 April 2026

Kota Palangka Raya Gelar Lomba Kampung Keren, Hadiah Capai Rp300 Juta

Lomba Kampung Keren Palangka Raya hadirkan hadiah hingga Rp300 juta untuk dorong lingkungan bersih, ekonomi maju, dan kolaborasi masyarakat.
Lomba Kampung Keren Palangka Raya hadirkan hadiah hingga Rp300 juta untuk dorong lingkungan bersih, ekonomi maju, dan kolaborasi masyarakat.

PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya terus memperkuat pengelolaan lingkungan demi menciptakan kawasan yang bersih, nyaman, dan berdaya saing. Salah satunya melalui penyelenggaraan Lomba Kampung Kolaborasi, Ekonomi Maju, Religius, Energik, dan Nyaman (Keren).

Wali Kota Fairid Naparin menegaskan, lomba ini tidak sekadar ajang kebersihan, tetapi menjadi gerakan kolaboratif lintas sektor yang melibatkan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi.

“Dalam lomba ini, kami melibatkan perguruan tinggi serta kolaborasi pentahelix yang ada di Kota Palangka Raya,” ujar Fairid, Kamis.

Ia menjelaskan, setiap perguruan tinggi akan membentuk tim yang kemudian dilaporkan ke pemerintah kota untuk ikut serta dalam program tersebut.

Tidak Sekadar Bersih, Tapi Berdampak Ekonomi

Lomba Kampung Keren dirancang lebih komprehensif. Penilaian tidak hanya fokus pada kebersihan lingkungan, tetapi juga mencakup dampak ekonomi, keberagaman, hingga semangat partisipasi masyarakat.

Menurut Fairid, konsep ini bertujuan menciptakan efek berkelanjutan atau multiplier effect bagi masyarakat.

“Jadi, tidak hanya bersih secara lingkungan, tetapi juga ekonominya, keberagaman, semangat peserta, sehingga sesuai dengan visi misi kami,” jelasnya.

Hadiah Ratusan Juta Hingga Rp1 Miliar

Pemkot Palangka Raya menyiapkan hadiah yang cukup besar sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi peserta.

  • Juara 1: Rp300 juta

  • Juara 2: Rp200 juta

  • Juara 3: Rp100 juta

Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan hadiah juara umum pada tahun 2029 sebesar Rp1 miliar bagi peserta yang konsisten menjaga kualitas lingkungan.

“Hadiah ini akan digunakan untuk memaksimalkan upaya menjaga kebersihan lingkungan masing-masing,” tambah Fairid.

Kolaborasi Dengan Bank Indonesia

Dalam pelaksanaannya, program ini juga mendapat dukungan dari Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Tengah yang siap terlibat sebagai bagian dari tim pendamping peserta dari perguruan tinggi.

Kolaborasi ini menjadi salah satu kekuatan utama dalam pendekatan pentahelix, yang menggabungkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media.

Dorong Kesadaran Dan Keberlanjutan

Fairid berharap Lomba Kampung Keren tidak hanya menjadi agenda tahunan semata, tetapi mampu membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

“Kami ingin kegiatan ini memiliki dampak luas dan berkelanjutan bagi masyarakat Kota Palangka Raya,” tegasnya.

FAQ

1. Apa itu Lomba Kampung Keren?
Lomba Kampung Keren adalah program Pemkot Palangka Raya untuk mendorong lingkungan bersih, ekonomi maju, dan kolaborasi masyarakat.

2. Berapa hadiah yang diberikan?
Hadiah mencapai Rp300 juta untuk juara 1, Rp200 juta juara 2, dan Rp100 juta juara 3. Ada juga hadiah Rp1 miliar untuk juara umum 2029.

3. Siapa saja yang terlibat dalam lomba ini?
Melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, komunitas, dan dukungan dari Bank Indonesia.

4. Apa tujuan utama program ini?
Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

5. Apakah lomba ini hanya soal kebersihan?
Tidak. Penilaian juga mencakup aspek ekonomi, keberagaman, dan partisipasi masyarakat.

Konflik Warga dan Perusahaan Di Lamandau Berakhir Damai

Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra berhasil menuntaskan konflik warga dan perusahaan dengan kesepakatan kebun plasma 200 hektare untuk masyarakat. (gambar ilustrasi)
Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra berhasil menuntaskan konflik warga dan perusahaan dengan kesepakatan kebun plasma 200 hektare untuk masyarakat. (gambar ilustrasi)

LAMANDAU – Pemerintah Kabupaten Lamandau akhirnya berhasil menuntaskan mediasi konflik antara masyarakat Kelurahan Tapin Bini dan pihak perusahaan PT Pilar Wanapersada. Hasilnya, kedua pihak sepakat terkait penyediaan kebun plasma untuk masyarakat setempat.

Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, menyampaikan bahwa kesepakatan ini dicapai setelah melalui proses dialog yang cukup panjang dan penuh dinamika.

“Setelah melalui dialog cukup panjang, penuh dinamika, kita berhasil mencapai titik temu yang disepakati bersama,” ujarnya saat dihubungi dari Nanga Bulik, Kamis.

Komitmen Kebun Plasma 200 Hektare

Dalam kesepakatan tersebut, perusahaan berkomitmen memfasilitasi pembangunan kebun plasma seluas kurang lebih 200 hektare. Luasan ini akan disesuaikan dengan potensi lahan yang tersedia di wilayah tersebut.

Proses realisasi kebun plasma akan dilakukan melalui tahapan verifikasi Calon Petani dan Calon Lahan (CP/CL). Nantinya, pengelolaan kebun sepenuhnya akan dipercayakan kepada koperasi yang dibentuk oleh masyarakat setempat.

Langkah ini dinilai sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat agar memiliki peran langsung dalam pengelolaan sumber daya di wilayahnya.

Tetap Jaga Kawasan Konservasi

Selain itu, pemerintah dan perusahaan juga sepakat untuk mempertahankan kawasan tertentu sebagai area konservasi. Hal ini penting guna menjaga keseimbangan lingkungan di tengah aktivitas perkebunan.

Rizky menegaskan bahwa pembangunan ekonomi harus tetap berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan.

Pesan Tegas Bupati: Jangan Jual Plasma

Bupati juga mengingatkan masyarakat agar tidak menjual kebun plasma yang telah diperjuangkan bersama. Menurutnya, aset tersebut harus dijaga untuk keberlanjutan ekonomi masyarakat.

“Pesan saya cuma satu, plasma yang sudah didapat dan diperjuangkan jangan sampai dijual supaya warga kita tidak menjadi penonton di tanah sendiri,” tegasnya.

Dorong Kesejahteraan dan Iklim Investasi

Rizky menekankan bahwa kesepakatan ini merupakan hasil komunikasi intensif antara semua pihak, dengan pemerintah daerah bertindak sebagai fasilitator yang memastikan semua aspirasi didengar secara adil dan terbuka.

Ia berharap, keberhasilan mediasi ini menjadi momentum positif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat iklim investasi di Kabupaten Lamandau.

Dengan tetap mengedepankan hak masyarakat dan keberlanjutan lingkungan, pemerintah optimistis konflik serupa dapat diminimalisir di masa depan.

FAQ

1. Apa itu kebun plasma?
Kebun plasma adalah lahan perkebunan yang dikelola masyarakat dengan dukungan perusahaan, biasanya dalam kemitraan.

2. Berapa luas kebun plasma yang disepakati?
Sekitar 200 hektare, disesuaikan dengan potensi lahan.

3. Siapa yang mengelola kebun plasma?
Koperasi yang dibentuk oleh masyarakat setempat.

4. Apakah ada kawasan yang dilindungi?
Ya, beberapa area tetap dijadikan kawasan konservasi.

5. Apa tujuan utama kesepakatan ini?
Meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga keseimbangan investasi serta lingkungan.

Minggu, 29 Maret 2026

Kapal Tangki Terbakar Saat Docking Di Sungai Mentaya Sampit Kalteng

Kapal tangki minyak terbakar di Sungai Mentaya Sampit saat docking. Api masih aktif, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan petugas.
Kapal tangki minyak terbakar di Sungai Mentaya Sampit saat docking. Api masih aktif, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan petugas.

SAMPIT – Sebuah kapal tangki minyak dilaporkan terbakar saat sedang tambat di pinggir Sungai Mentaya, tepatnya di Kelurahan Tanah Mas, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, pada Sabtu sore.

Peristiwa kebakaran ini terjadi sekitar pukul 17.30 WIB dan langsung mengundang perhatian warga sekitar. Kobaran api terlihat cukup besar hingga menjelang malam hari.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, Multazam, menyampaikan bahwa hingga Sabtu malam api masih belum sepenuhnya padam.

“Api masih aktif. Ini top up BBM dan mesin,” ujarnya.

Petugas Fokus Cegah Api Meluas

Puluhan personel pemadam kebakaran bersama relawan langsung diterjunkan ke lokasi untuk mengendalikan situasi. Fokus utama petugas saat ini adalah mencegah api menjalar ke kapal lain maupun fasilitas docking yang berada di sekitar lokasi.

Informasi sementara menyebutkan kapal tersebut sedang sandar di area docking milik sebuah perusahaan untuk menjalani proses perbaikan.

Selain pemadam kebakaran, tim dari Basarnas juga dikabarkan akan menuju lokasi untuk membantu penanganan.

Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki

Lurah Tanah Mas, Ridowan, membenarkan kejadian tersebut. Namun, hingga kini pihaknya masih mengumpulkan data terkait kronologi dan penyebab kebakaran.

“Sampai saat ini kami masih belum mengetahui kronologi terjadinya kebakaran tersebut, apakah karena kelalaian pekerja atau faktor lain,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa kapal yang terbakar merupakan milik perusahaan dan sedang dalam proses perbaikan, bukan aktivitas distribusi bahan bakar.

Area Docking Berisiko Tinggi

Ridowan menjelaskan bahwa lokasi tersebut merupakan pusat perawatan kapal, di mana berbagai jenis armada seperti tongkang dan tugboat sering bersandar untuk perbaikan.

Aktivitas teknis seperti pengelasan menjadi hal yang umum dilakukan di area tersebut, yang memang memiliki tingkat risiko tinggi terhadap kebakaran.

“Biasanya kapal diperbaiki, termasuk pengelasan pada bagian yang rusak atau bocor,” tambahnya.

Bantah Ada Aktivitas Bongkar Muat BBM

Menanggapi isu yang beredar, Ridowan memastikan bahwa lokasi tersebut tidak digunakan untuk aktivitas bongkar muat BBM.

“Perlu saya luruskan bahwa di sana tidak ada aktivitas bongkar muat BBM. Tempat itu hanya digunakan untuk perbaikan kapal,” tegasnya.

Belum Ada Data Korban

Hingga saat ini, pihak berwenang belum merilis informasi resmi terkait jumlah kerugian maupun kemungkinan adanya korban jiwa.

Tim di lapangan masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa dan mencegah kebakaran kembali terjadi.

FAQ

1. Di mana lokasi kebakaran kapal tangki terjadi?
Di Sungai Mentaya, Kelurahan Tanah Mas, Kecamatan Baamang, Sampit, Kotawaringin Timur.

2. Kapan kejadian kebakaran terjadi?
Sabtu sore sekitar pukul 17.30 WIB.

3. Apa penyebab kebakaran kapal?
Masih dalam penyelidikan, diduga terkait aktivitas teknis saat perbaikan.

4. Apakah ada korban jiwa?
Belum ada informasi resmi dari pihak berwenang.

5. Apakah lokasi digunakan untuk bongkar muat BBM?
Tidak, lokasi tersebut murni area perbaikan kapal.

Sabtu, 28 Maret 2026

Arus Balik Pesawat Muara Teweh–Banjarmasin Turun di H+5 Lebaran 2026

Arus balik Lebaran 2026 rute Muara Teweh–Banjarmasin mulai menurun di H+5. Jumlah penumpang pesawat berkurang setelah puncak arus balik H+4.
Arus balik Lebaran 2026 rute Muara Teweh–Banjarmasin mulai menurun di H+5. Jumlah penumpang pesawat berkurang setelah puncak arus balik H+4.

MUARA TEWEH — Arus balik Lebaran 2026 untuk jalur udara rute Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dan sebaliknya mulai menunjukkan penurunan pada H+5.

Kepala Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh, Muhammad Amrillah, mengungkapkan bahwa jumlah penumpang pesawat pada Kamis mulai berkurang dibandingkan puncak arus balik sehari sebelumnya.

“Hari ini penerbangan dari Muara Teweh ke Banjarmasin dan sebaliknya jumlah penumpang mulai berkurang dibanding H+4 yang menjadi puncak arus balik,” ujarnya.

Pada H+5 Lebaran, tercatat sebanyak 57 penumpang tiba di Muara Teweh dari Banjarmasin. Sementara itu, jumlah penumpang yang berangkat menuju Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru mencapai 41 orang. Seluruh penerbangan dilayani satu kali oleh maskapai Wings Air.

Puncak Arus Balik Terjadi di H+4

Amrillah menjelaskan, lonjakan penumpang terjadi pada H+4 atau Rabu (25/3). Saat itu, jumlah penumpang yang datang mencapai 68 orang, sedangkan yang berangkat sebanyak 71 orang.

Tingginya angka tersebut dipengaruhi oleh banyaknya pemudik yang kembali ke tempat kerja setelah libur Lebaran.

“Sekarang sudah mulai turun karena sebagian masyarakat sudah kembali beraktivitas dan masuk kerja,” jelasnya.

Penerbangan Didominasi Penumpang Transit

Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh saat ini melayani penerbangan pulang pergi setiap hari ke Banjarmasin menggunakan pesawat ATR-72-600 milik Wings Air dengan kapasitas 72 penumpang.

Mayoritas penumpang yang menggunakan rute ini merupakan penumpang transit dari kota besar seperti Jakarta dan Surabaya.

Mereka biasanya melanjutkan perjalanan dari Bandara Syamsudin Noor menuju Muara Teweh, atau sebaliknya dari Muara Teweh menuju Pulau Jawa melalui Banjarmasin.

Penerbangan Perintis dan Subsidi Tetap Berjalan

Selain rute utama, Bandara Muara Teweh juga melayani penerbangan perintis menuju Palangka Raya melalui Bandara Tjilik Riwut.

Penerbangan ini dilayani oleh maskapai Susi Air dengan frekuensi satu kali dalam sepekan, yakni setiap hari Senin.

Pesawat yang digunakan adalah jenis Cessna dengan kapasitas 12 penumpang. Untuk tarif tiket, penumpang dikenakan biaya sekitar Rp540.020 untuk rute Palangka Raya ke Muara Teweh, dan Rp493.420 untuk rute sebaliknya.

Selain itu, penerbangan komersial Wings Air untuk rute Muara Teweh–Palangka Raya juga tersedia sebanyak empat kali dalam sepekan, yakni setiap Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu.

Tren Arus Balik Diprediksi Terus Menurun

Dengan berakhirnya masa libur panjang Lebaran, arus balik diperkirakan akan terus melandai dalam beberapa hari ke depan. Aktivitas penerbangan pun mulai kembali ke kondisi normal seperti hari biasa.

Penurunan jumlah penumpang ini menjadi indikasi bahwa puncak arus balik telah terlewati, sekaligus menandai berakhirnya periode mobilitas tinggi masyarakat selama musim Lebaran.

FAQ (Pertanyaan Umum)

1. Kapan puncak arus balik Lebaran 2026 di Muara Teweh?
Puncak arus balik terjadi pada H+4 Lebaran, yakni Rabu (25/3).

2. Apakah jumlah penumpang pesawat sudah menurun?
Ya, pada H+5 jumlah penumpang mulai berkurang dibandingkan hari sebelumnya.

3. Maskapai apa yang melayani rute Muara Teweh–Banjarmasin?
Rute ini dilayani oleh Wings Air dengan pesawat ATR-72-600.

4. Berapa frekuensi penerbangan dari Muara Teweh ke Banjarmasin?
Penerbangan tersedia setiap hari dengan satu kali jadwal.

5. Apakah ada penerbangan ke Palangka Raya?
Ada, melalui penerbangan perintis Susi Air seminggu sekali dan Wings Air empat kali seminggu.

Api Hanguskan Lahan Warga Di Kotim, BPBD Lakukan Pendinginan 6 Jam

BPBD Kotim berhasil memadamkan kebakaran lahan di Mentawa Baru Ketapang seluas 0,95 hektare. Warga diimbau waspada karhutla saat musim kering.
BPBD Kotim berhasil memadamkan kebakaran lahan di Mentawa Baru Ketapang seluas 0,95 hektare. Warga diimbau waspada karhutla saat musim kering.

PALANGKARAYA -- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat langsung bergerak cepat melakukan penanganan di lokasi kejadian.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengungkapkan kebakaran terjadi di lahan perkebunan milik warga bernama Muhajirin yang berada di Desa Bangkuang Makmur, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

“Lahan yang terbakar kurang lebih tiga hektare. Namun pemilik lahan tidak mengetahui adanya kebakaran tersebut,” ujarnya di Sampit, Jumat.

Api Muncul Sejak Rabu Sore

Kebakaran diketahui mulai terjadi sejak Rabu sore (25/3). Tim gabungan langsung turun ke lapangan untuk melakukan pemadaman hingga malam hari, dan dilanjutkan kembali keesokan harinya.

Sebanyak 10 personel BPBD Kotim diterjunkan, dibantu 7 personel Manggala Agni. Akses menuju lokasi cukup menantang, karena tim harus melewati jalur darat sepanjang 4,2 kilometer dari Jalan Poros Sampit–Samuda melalui Desa Eka Bahurui.

Lahan Gambut Jadi Tantangan Pemadaman

Kondisi lahan yang terbakar berupa semak belukar di atas tanah gambut menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Api pada lahan gambut dikenal sulit dipadamkan karena bisa merambat hingga ke dalam tanah.

Proses pemadaman hingga pendinginan berlangsung cukup lama, yakni lebih dari enam jam, mulai pukul 10.00 WIB hingga 16.11 WIB.

“Total lahan yang berhasil dipadamkan sekitar 0,95 hektare. Saat ini kami fokus melakukan pendinginan karena masih ada sisa asap,” jelas Multazam.

Kebakaran Juga Terjadi Di Lokasi Lain

Sehari sebelumnya, kebakaran lahan juga dilaporkan terjadi di Jalan Ir Soekarno, Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang. Hal ini menunjukkan potensi karhutla di wilayah Kotim mulai meningkat.

BPBD Imbau Warga Tidak Bakar Lahan

Melihat kondisi cuaca yang mulai kering dan intensitas hujan yang menurun, BPBD Kotim mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

Langkah pencegahan ini dinilai sangat penting mengingat sebagian besar wilayah Kotim merupakan lahan gambut yang mudah terbakar saat musim kemarau.

“Kalau sudah terbakar, apinya bisa masuk ke dalam tanah dan sulit dipadamkan. Jadi pencegahan jauh lebih efektif,” tegas Multazam.

Ia berharap masyarakat bisa lebih peduli terhadap lingkungan agar kejadian serupa tidak terus berulang, sekaligus mencegah munculnya kabut asap yang berdampak pada kesehatan.

FAQ

1. Di mana lokasi kebakaran lahan di Kotim terjadi?

Kebakaran terjadi di Desa Bangkuang Makmur, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur.

2. Berapa luas lahan yang terbakar?

Total lahan yang terdampak sekitar 0,95 hektare yang berhasil dipadamkan.

3. Apa penyebab kebakaran lahan tersebut?

Penyebab pasti belum diketahui, bahkan pemilik lahan tidak menyadari adanya kebakaran.

4. Kenapa lahan gambut mudah terbakar?

Karena saat kering, gambut mudah menyala dan api bisa merambat hingga ke bawah permukaan tanah.

5. Apa imbauan BPBD kepada masyarakat?

Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara dibakar untuk mencegah karhutla.

Minggu, 14 Desember 2025

Pastikan Penguasaan Tanah yang Adil Menteri Nusron Dorong Reforma Agraria Jadi Solusi Ketimpangan

Pastikan Penguasaan Tanah yang Adil Menteri Nusron Dorong Reforma Agraria Jadi Solusi Ketimpangan
Pastikan Penguasaan Tanah yang Adil Menteri Nusron Dorong Reforma Agraria Jadi Solusi Ketimpangan.

Kalteng - Palangka Raya menjadi saksi komitmen pemerintah dalam membenahi persoalan ketimpangan penguasaan tanah di Indonesia melalui program Reforma Agraria. 

Menteri Agraria dan Tata Ruang Kepala Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid menegaskan bahwa Reforma Agraria merupakan solusi utama untuk memastikan akses tanah yang adil bagi masyarakat. 

Pernyataan ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Kebijakan Pertanahan dan Tata Ruang bersama kepala daerah se Kalimantan Tengah yang digelar di Aula Jayang Tingang Kantor Gubernur Kalimantan Tengah pada Kamis 11 Desember 2025. 

Langkah ini diambil karena ketimpangan struktur penguasaan tanah dinilai menjadi akar masalah sosial dan ekonomi yang memicu rasa ketidakadilan di tengah masyarakat terutama di wilayah yang kaya sumber daya alam.

Dalam paparannya Menteri Nusron menjelaskan bahwa rasa ketidakadilan sering muncul ketika masyarakat lokal yang sejak lahir tinggal dan bergantung pada suatu wilayah justru tidak memiliki akses memadai terhadap tanah di sekitarnya. 

Mereka harus menyaksikan lahan yang dulu menjadi bagian dari kehidupan mereka beralih fungsi menjadi perkebunan besar seperti kebun kelapa sawit yang menghasilkan keuntungan setiap hari. 

Sementara itu masyarakat sekitar tetap hidup dalam keterbatasan ekonomi. Kondisi inilah yang menurut Nusron menjadi alasan kuat mengapa Reforma Agraria harus dijalankan secara serius dan konsisten oleh pemerintah pusat dan daerah.

Menurut Menteri Nusron Reforma Agraria dirancang bukan sekadar membagi tanah tetapi menata ulang struktur penguasaan tanah agar lebih berkeadilan. 

Program ini bertujuan memperkecil jarak sosial dan ekonomi antara masyarakat lokal dengan pelaku usaha besar. 

Dengan penataan yang tepat masyarakat sekitar diharapkan tidak hanya menjadi penonton pembangunan tetapi ikut terlibat dan merasakan manfaatnya secara langsung. 

Ia menekankan bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk mengelola dan memanfaatkan tanah air Indonesia demi kesejahteraan bersama.

Menteri Nusron juga menyoroti pentingnya peran pemerintah daerah dalam menyukseskan Reforma Agraria. 

Secara regulasi Menteri ATR Kepala BPN memiliki kewenangan menetapkan lokasi objek Reforma Agraria. 

Namun penentuan subjek atau masyarakat penerima manfaat menjadi kewenangan kepala daerah mulai dari bupati wali kota hingga gubernur. 

Hal ini karena kepala daerah merupakan Ketua Gugus Tugas Reforma Agraria di wilayah masing masing. 

Dengan demikian keberhasilan program ini sangat bergantung pada akurasi data dan keberpihakan pemerintah daerah kepada masyarakat yang benar benar membutuhkan.

Dalam konteks Kalimantan Tengah pelaksanaan Reforma Agraria tahun 2025 menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. 

Program ini mencakup 10 kabupaten dan 1 kota dengan sebaran di 26 kecamatan serta 38 desa dan kelurahan. 

Penataan Akses yang berupa fasilitasi pendampingan usaha telah diberikan kepada 800 kepala keluarga. 

Sementara itu Penataan Aset melalui Redistribusi Tanah menjangkau 3.360 kepala keluarga. 

Seluruh target tersebut dilaporkan telah tercapai 100 persen. Capaian ini menjadi contoh bahwa dengan koordinasi yang baik antara pusat dan daerah Reforma Agraria dapat berjalan efektif.

Penataan Akses menjadi bagian penting dari Reforma Agraria karena tidak berhenti pada pemberian sertifikat tanah. 

Masyarakat penerima manfaat juga didorong untuk mendapatkan pendampingan usaha akses permodalan pelatihan serta dukungan pemasaran.

Dengan demikian tanah yang diperoleh tidak hanya menjadi aset pasif tetapi mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan keluarga. 

Menteri Nusron menilai pendekatan ini penting agar Reforma Agraria benar benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat bukan sekadar pemenuhan administrasi pertanahan.

Selain aspek ekonomi Reforma Agraria juga memiliki dimensi sosial yang kuat. Program ini diharapkan mampu meredam potensi konflik agraria yang kerap muncul akibat tumpang tindih klaim lahan. 

Dengan kepastian hukum atas tanah masyarakat akan merasa lebih aman dan memiliki posisi tawar yang lebih baik. 

Di sisi lain pelaku usaha juga mendapatkan kepastian dalam menjalankan aktivitasnya karena batas batas lahan menjadi lebih jelas. Kondisi ini pada akhirnya menciptakan iklim investasi yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran yang turut hadir dalam rapat koordinasi tersebut menyampaikan dukungannya terhadap program Reforma Agraria. 

Ia menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor harus berjalan searah agar manfaat program benar benar dirasakan oleh masyarakat. 

Menurutnya tata ruang dan pertanahan yang tertib serta berpihak kepada rakyat merupakan fondasi penting bagi pembangunan daerah. 

Pemerintah provinsi siap bersinergi dengan pemerintah kabupaten kota serta instansi vertikal untuk memastikan pelaksanaan Reforma Agraria berjalan sesuai tujuan.

Agustiar juga menambahkan bahwa Kalimantan Tengah memiliki tantangan tersendiri dalam pengelolaan pertanahan mengingat luas wilayah serta keberagaman kondisi sosial dan budaya masyarakatnya. 

Oleh karena itu pendekatan yang digunakan harus sensitif terhadap kearifan lokal serta melibatkan masyarakat secara aktif. 

Dengan cara ini Reforma Agraria tidak hanya diterima tetapi juga dijaga keberlanjutannya oleh masyarakat itu sendiri.

Dalam rapat tersebut hadir pula sejumlah pejabat pendamping Menteri Nusron antara lain Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol Shamy Ardian Tenaga Ahli Menteri Bidang Komunikasi Publik Rahmat Sahid serta Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Kalimantan Tengah Fitriyani Hasibuan beserta jajaran. 

Kehadiran mereka menunjukkan keseriusan Kementerian ATR BPN dalam mengawal program Reforma Agraria dari sisi kebijakan komunikasi hingga teknis pelaksanaan di lapangan.

Ke depan Menteri Nusron berharap keberhasilan di Kalimantan Tengah dapat menjadi model bagi daerah lain. 

Ia mengingatkan bahwa Reforma Agraria bukan program jangka pendek melainkan proses panjang yang membutuhkan komitmen berkelanjutan. 

Evaluasi dan perbaikan harus terus dilakukan agar program ini tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat. 

Pemerintah pusat akan terus mendorong sinergi dengan pemerintah daerah serta membuka ruang partisipasi publik agar Reforma Agraria benar benar menjadi milik bersama.

Dampak jangka panjang dari Reforma Agraria diharapkan tidak hanya terlihat pada peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat tetapi juga pada terciptanya keadilan sosial dan stabilitas wilayah. 

Dengan penguasaan tanah yang lebih adil potensi konflik dapat ditekan dan rasa memiliki terhadap tanah air semakin kuat. 

Hal ini sejalan dengan visi pembangunan nasional yang menempatkan keadilan sosial sebagai salah satu pilar utama. 

Jika dijalankan secara konsisten Reforma Agraria berpotensi menjadi tonggak penting dalam sejarah pembaruan agraria di Indonesia.