Berita BorneoTribun: Kalimantan Tengah hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Kalimantan Tengah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kalimantan Tengah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 April 2026

Intrusi Air Laut Jadi Ancaman, BPBD Kotim Perkuat Mitigasi Kekeringan

BPBD Kotawaringin Timur memperkuat sinergi lintas instansi untuk mengantisipasi dampak kekeringan di wilayah pesisir, termasuk ancaman krisis air bersih dan ketahanan pangan.
BPBD Kotawaringin Timur memperkuat sinergi lintas instansi untuk mengantisipasi dampak kekeringan di wilayah pesisir, termasuk ancaman krisis air bersih dan ketahanan pangan.

Sampit – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, terus memperkuat sinergi dengan sejumlah instansi terkait guna mengantisipasi potensi dampak terburuk akibat kekeringan, khususnya di wilayah pesisir.

Langkah antisipatif ini dilakukan menyusul kekhawatiran meningkatnya risiko kesulitan air bersih hingga ancaman terhadap sektor pertanian yang dapat berdampak pada ketahanan pangan masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur, Multazam, mengatakan bahwa kekeringan bukan sekadar persoalan berkurangnya curah hujan, tetapi juga bisa menimbulkan dampak luas pada kehidupan masyarakat.

“Kekeringan bisa menimbulkan dampak cukup luas, seperti kesulitan air bersih hingga gangguan terhadap pertanian yang berimbas pada hasil panen dan ketahanan pangan,” kata Multazam di Sampit, Selasa.

Wilayah Pesisir Jadi Perhatian Utama

Beberapa desa di wilayah pesisir diketahui kerap mengalami kesulitan air bersih saat musim kemarau. Kondisi tersebut biasanya terjadi di wilayah Kecamatan Mentaya Hilir Utara dan Mentaya Hilir Selatan.

Menurut Multazam, wilayah pesisir memiliki kerentanan lebih tinggi karena bergantung pada sumber air baku yang dapat berubah menjadi payau akibat intrusi air laut. Kondisi ini berpotensi mengganggu pasokan air bersih bagi masyarakat.

Jika intake atau sumber air baku mengalami intrusi air laut, kualitas air dapat menurun drastis. Oleh karena itu, pemerintah daerah menyiapkan langkah antisipasi sejak dini, termasuk kemungkinan mendistribusikan air bersih dari wilayah Kota Sampit apabila diperlukan.

Ancaman Intrusi Air Laut Perlu Diwaspadai

Pengalaman musim kemarau sebelumnya menjadi pelajaran penting bagi pemerintah daerah. Saat itu, intrusi air laut bahkan tercatat mencapai perairan Pelangsian di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, yang lokasinya tidak jauh dari pusat Kota Sampit.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ancaman kekeringan tidak hanya berdampak di wilayah selatan, tetapi juga berpotensi meluas hingga wilayah utara akibat pendangkalan sungai dan meningkatnya tingkat kekeruhan air.

Untuk mengantisipasi kondisi darurat, BPBD telah menyiapkan mobil tangki air yang siap dikerahkan sewaktu-waktu guna menyuplai air bersih bagi masyarakat yang terdampak.

Langkah ini merupakan bagian dari kesiapsiagaan pemerintah dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.

Sinergi Dengan Dinas Pertanian Untuk Jaga Ketahanan Pangan

Selain sektor air bersih, BPBD juga menaruh perhatian serius pada dampak kekeringan terhadap sektor pertanian. Hal ini penting karena kekeringan dapat menurunkan produktivitas lahan dan memengaruhi hasil panen.

Multazam menyebutkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan untuk membahas strategi mitigasi risiko kekeringan.

“Setelah rapat kemarin, saya juga sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pertanian, khususnya terkait ancaman kekeringan terhadap ketahanan pangan,” ujarnya.

Sinergi lintas instansi ini diharapkan dapat memperkuat sistem peringatan dini serta mempersiapkan langkah-langkah mitigasi yang tepat apabila kekeringan terjadi dalam skala luas.

Pemerintah Diminta Hadir Lebih Awal

Upaya antisipasi sejak dini dinilai menjadi langkah krusial untuk meminimalkan dampak kekeringan. Pemerintah daerah diharapkan terus hadir dalam memastikan masyarakat tidak mengalami krisis air bersih, terutama di wilayah pesisir yang paling rentan.

Selain distribusi air bersih, edukasi kepada masyarakat terkait penghematan air dan pemanfaatan sumber air alternatif juga menjadi bagian dari strategi mitigasi yang tengah disiapkan.

Dengan langkah kolaboratif antara BPBD, Dinas Pertanian, serta instansi teknis lainnya, pemerintah daerah optimistis dampak kekeringan dapat ditekan seminimal mungkin dan ketahanan pangan masyarakat tetap terjaga.

FAQ

1. Apa yang dilakukan BPBD Kotawaringin Timur untuk mengantisipasi kekeringan?
BPBD memperkuat koordinasi dengan instansi terkait, menyiapkan mobil tangki air bersih, serta memantau potensi intrusi air laut di wilayah pesisir.

2. Wilayah mana yang paling rentan terdampak kekeringan?
Wilayah pesisir seperti Kecamatan Mentaya Hilir Utara dan Mentaya Hilir Selatan menjadi daerah yang paling sering mengalami kesulitan air bersih.

3. Apa dampak utama kekeringan bagi masyarakat?
Dampak utama meliputi kesulitan air bersih, penurunan hasil pertanian, serta ancaman terhadap ketahanan pangan.

4. Bagaimana pemerintah mengatasi kekurangan air bersih?
Pemerintah menyiapkan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki dan kemungkinan pasokan dari Kota Sampit.

5. Mengapa sinergi lintas instansi penting dalam menghadapi kekeringan?
Karena dampak kekeringan tidak hanya pada air bersih, tetapi juga sektor pertanian, kesehatan, dan ketahanan pangan.

Selasa, 07 April 2026

Pemkab Barito Utara Dukung Jembatan Garuda Buka Akses Desa Liang Buah

Pemkab Barito Utara mendukung pembangunan Jembatan Garuda di Desa Liang Buah untuk membuka akses layanan publik dan mempercepat pemerataan pembangunan wilayah.
Pemkab Barito Utara mendukung pembangunan Jembatan Garuda di Desa Liang Buah untuk membuka akses layanan publik dan mempercepat pemerataan pembangunan wilayah.

BARITO UTARA – Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, menunjukkan komitmen kuat dalam mempercepat pemerataan pembangunan melalui dukungan terhadap pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Desa Liang Buah, Kecamatan Teweh Baru.

Pembangunan jembatan ini diharapkan menjadi solusi nyata bagi masyarakat yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses transportasi, terutama untuk menjangkau layanan publik dan pusat ekonomi.

Wakil Bupati Barito Utara Felix Sonadie Y Tingan mengatakan, pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari program pemerintah pusat yang memiliki peran strategis sebagai penghubung antarwilayah.

“Jembatan Garuda yang dibangun sebagai bagian dari program pemerintah pusat ini diharapkan menjadi penghubung vital antarwilayah, khususnya bagi masyarakat di daerah yang selama ini masih memiliki keterbatasan akses transportasi,” kata Felix saat kegiatan peletakan batu pertama (groundbreaking) di Desa Liang Buah, Senin.

Simbol Komitmen Pemerataan Pembangunan

Menurut Felix, pembangunan infrastruktur masih menjadi fokus utama pemerintah daerah dalam mendorong kemajuan wilayah. Hal ini ditandai dengan dimulainya pembangunan Jembatan Garuda yang melintasi Sungai Teweh, anak Sungai Barito.

Ia menegaskan, kegiatan peletakan batu pertama bukan sekadar seremoni simbolis, melainkan bentuk nyata komitmen bersama dalam meningkatkan konektivitas wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau.

“Dengan hadirnya Jembatan Garuda ini, kami berharap dapat mempermudah mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam proses perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan proyek tersebut.

Felix juga mengingatkan para pelaksana proyek untuk menjaga kualitas pekerjaan serta mengutamakan keselamatan kerja, agar pembangunan dapat selesai sesuai target waktu yang telah ditetapkan.

Peran Penting Bagi Pendidikan Hingga Kesehatan

Komandan Kodim 1013 Muara Teweh, Letkol Inf Nurwahid, menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Garuda memiliki dampak besar terhadap kehidupan masyarakat desa.

Menurutnya, keberadaan jembatan ini akan meningkatkan aksesibilitas warga dalam berbagai sektor penting, seperti pendidikan, kesehatan, hingga kegiatan ekonomi.

“Dengan adanya jembatan ini, masyarakat akan lebih mudah menjangkau fasilitas umum seperti sekolah, pasar, dan pusat layanan kesehatan,” katanya.

Ia berharap, pembangunan Jembatan Garuda dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Liang Buah dan wilayah sekitarnya, sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal.

Dorong Ekonomi Lokal Dan Kurangi Wilayah Terisolasi

Pembangunan Jembatan Garuda diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam mengurangi keterisolasian wilayah di Barito Utara.

Selain mempercepat mobilitas warga, jembatan ini juga diprediksi akan membuka peluang usaha baru, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta meningkatkan aktivitas perdagangan antarwilayah.

“Dengan dimulainya pembangunan Jembatan Garuda ini, diharapkan tidak ada lagi wilayah yang terisolasi, serta seluruh masyarakat dapat merasakan manfaat pembangunan secara adil dan merata,” kata Nurwahid.

Langkah pembangunan infrastruktur seperti ini menjadi bagian penting dari upaya pemerintah dalam menciptakan pemerataan pembangunan yang berkelanjutan di daerah.

FAQ

1. Apa fungsi utama Jembatan Garuda di Desa Liang Buah?
Jembatan Garuda berfungsi sebagai penghubung antarwilayah untuk mempermudah akses transportasi, layanan publik, serta distribusi barang dan jasa.

2. Di mana lokasi pembangunan Jembatan Garuda?
Jembatan ini dibangun di Desa Liang Buah, Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara, melintasi Sungai Teweh.

3. Siapa yang mendukung pembangunan Jembatan Garuda?
Pembangunan didukung Pemerintah Kabupaten Barito Utara bersama pemerintah pusat serta unsur TNI dan pihak terkait lainnya.

4. Apa manfaat jembatan bagi masyarakat?
Manfaatnya meliputi kemudahan akses pendidikan, kesehatan, perdagangan, serta peningkatan peluang ekonomi masyarakat.

5. Mengapa pembangunan jembatan ini penting?
Karena masih ada wilayah yang terisolasi dan sulit dijangkau, sehingga jembatan menjadi solusi untuk mempercepat pemerataan pembangunan.

Fairid Naparin Puji Harmoni Warga Palangka Raya Selama Perayaan Paskah

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengapresiasi warga atas suasana kondusif selama Paskah, menegaskan pentingnya toleransi dan persatuan di tengah keberagaman.
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengapresiasi warga atas suasana kondusif selama Paskah, menegaskan pentingnya toleransi dan persatuan di tengah keberagaman.

Palangka Raya – Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah menjaga suasana harmonis dan kondusif selama perayaan Paskah. Kondisi tersebut dinilai menjadi bukti nyata kuatnya toleransi antarumat beragama di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Menurut Fairid, perayaan Paskah bukan hanya menjadi momentum keagamaan bagi umat Kristiani, tetapi juga menjadi ajang mempererat persaudaraan di tengah masyarakat yang beragam.

“Paskah bukan hanya momentum keagamaan bagi umat Kristiani, tetapi juga menjadi ajang mempererat persaudaraan dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat,” ujar Fairid di Palangka Raya, Senin.

Sebagai Wali Kota yang kini memasuki periode kedua kepemimpinannya, Fairid menilai sikap saling menghormati yang ditunjukkan masyarakat menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas daerah. Ia menegaskan, sikap tersebut merupakan bentuk nyata pengamalan nilai-nilai Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, serta falsafah lokal Huma Betang yang telah lama dipegang masyarakat Kalimantan Tengah.

Sinergi Warga, Tokoh Agama, Dan Aparat Jadi Kunci

Fairid menyebut terciptanya suasana aman dan damai selama perayaan Paskah tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak. Mulai dari masyarakat, tokoh agama, hingga aparat keamanan yang terus memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar.

Menurutnya, kolaborasi ini menjadi faktor utama dalam menciptakan rasa aman bagi umat Kristiani yang menjalankan ibadah Paskah.

“Pemerintah daerah sangat mengapresiasi peran aktif masyarakat dalam menjaga ketertiban dan keharmonisan selama perayaan Paskah. Ini menunjukkan bahwa nilai toleransi dan gotong royong masih terjaga dengan baik,” ungkapnya.

Ia juga berharap semangat kebersamaan yang terlihat selama Paskah dapat terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari. Baginya, persatuan di tengah perbedaan merupakan bagian penting dari identitas bangsa Indonesia.

“Keberagaman adalah kekuatan kita. Dengan saling menghargai dan menjaga toleransi, kita bisa membangun Kota Palangka Raya semakin maju, aman, dan sejahtera,” tambah Fairid.

Forkopimda Pantau Langsung Malam Paskah

Dalam upaya memastikan perayaan berjalan kondusif, Wali Kota Palangka Raya bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan pemantauan langsung pada malam akhir pekan lalu.

Pemantauan tersebut dilakukan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jalan Tjilik Riwut Km 12 Palangka Raya, salah satu lokasi yang menjadi pusat kegiatan malam Paskah.

Dalam kegiatan itu, Fairid didampingi sejumlah unsur pimpinan daerah, termasuk Kapolda Kalimantan Tengah dan Kapolresta Palangka Raya, untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah berlangsung aman dan tertib.

Fairid menegaskan, kehadiran pemerintah bersama aparat keamanan bukan hanya bentuk pengawasan, tetapi juga simbol kebersamaan dengan masyarakat.

“Secara pribadi dan atas nama Pemerintah Kota Palangka Raya, saya mengucapkan selamat Paskah bagi seluruh masyarakat yang merayakan,” ucapnya.

Ia menambahkan, pemantauan tersebut juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dengan warga sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga toleransi antarumat beragama.

“Pemantauan kemarin lebih dari sekadar pemantauan, tetapi juga silaturahmi sebagai bukti komitmen kita menjaga keberagaman bersama seluruh warga,” katanya.

Toleransi Jadi Fondasi Pembangunan Daerah

Pengamat sosial dan pemerhati kebijakan publik menilai, stabilitas sosial yang tercipta dari kerukunan masyarakat menjadi fondasi penting dalam pembangunan daerah. Ketika masyarakat hidup rukun dan saling menghormati, berbagai program pembangunan dapat berjalan dengan lebih efektif.

Palangka Raya sendiri dikenal sebagai kota dengan tingkat keberagaman tinggi, di mana berbagai agama dan latar belakang budaya hidup berdampingan. Kondisi ini membuat nilai toleransi menjadi salah satu kekuatan utama dalam menjaga persatuan masyarakat.

Dengan keberhasilan menjaga suasana kondusif selama perayaan Paskah, pemerintah daerah berharap semangat toleransi tidak hanya hadir pada momen keagamaan, tetapi menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari.

FAQ

1. Siapa Wali Kota Palangka Raya saat ini?
Wali Kota Palangka Raya saat ini adalah Fairid Naparin yang sedang menjalani periode kedua kepemimpinannya.

2. Apa yang disampaikan Wali Kota terkait perayaan Paskah?
Ia menyampaikan apresiasi kepada masyarakat karena berhasil menjaga suasana harmonis dan kondusif selama perayaan Paskah.

3. Mengapa toleransi antarumat penting di Palangka Raya?
Karena masyarakatnya beragam, toleransi menjadi kunci menjaga stabilitas sosial dan keamanan daerah.

4. Di mana pemantauan malam Paskah dilakukan?
Pemantauan dilakukan di TPU Jalan Tjilik Riwut Km 12 Palangka Raya.

5. Apa harapan pemerintah setelah perayaan Paskah?
Pemerintah berharap semangat kebersamaan dan toleransi terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari.

Kamis, 02 April 2026

Kota Palangka Raya Gelar Lomba Kampung Keren, Hadiah Capai Rp300 Juta

Lomba Kampung Keren Palangka Raya hadirkan hadiah hingga Rp300 juta untuk dorong lingkungan bersih, ekonomi maju, dan kolaborasi masyarakat.
Lomba Kampung Keren Palangka Raya hadirkan hadiah hingga Rp300 juta untuk dorong lingkungan bersih, ekonomi maju, dan kolaborasi masyarakat.

PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya terus memperkuat pengelolaan lingkungan demi menciptakan kawasan yang bersih, nyaman, dan berdaya saing. Salah satunya melalui penyelenggaraan Lomba Kampung Kolaborasi, Ekonomi Maju, Religius, Energik, dan Nyaman (Keren).

Wali Kota Fairid Naparin menegaskan, lomba ini tidak sekadar ajang kebersihan, tetapi menjadi gerakan kolaboratif lintas sektor yang melibatkan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi.

“Dalam lomba ini, kami melibatkan perguruan tinggi serta kolaborasi pentahelix yang ada di Kota Palangka Raya,” ujar Fairid, Kamis.

Ia menjelaskan, setiap perguruan tinggi akan membentuk tim yang kemudian dilaporkan ke pemerintah kota untuk ikut serta dalam program tersebut.

Tidak Sekadar Bersih, Tapi Berdampak Ekonomi

Lomba Kampung Keren dirancang lebih komprehensif. Penilaian tidak hanya fokus pada kebersihan lingkungan, tetapi juga mencakup dampak ekonomi, keberagaman, hingga semangat partisipasi masyarakat.

Menurut Fairid, konsep ini bertujuan menciptakan efek berkelanjutan atau multiplier effect bagi masyarakat.

“Jadi, tidak hanya bersih secara lingkungan, tetapi juga ekonominya, keberagaman, semangat peserta, sehingga sesuai dengan visi misi kami,” jelasnya.

Hadiah Ratusan Juta Hingga Rp1 Miliar

Pemkot Palangka Raya menyiapkan hadiah yang cukup besar sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi peserta.

  • Juara 1: Rp300 juta

  • Juara 2: Rp200 juta

  • Juara 3: Rp100 juta

Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan hadiah juara umum pada tahun 2029 sebesar Rp1 miliar bagi peserta yang konsisten menjaga kualitas lingkungan.

“Hadiah ini akan digunakan untuk memaksimalkan upaya menjaga kebersihan lingkungan masing-masing,” tambah Fairid.

Kolaborasi Dengan Bank Indonesia

Dalam pelaksanaannya, program ini juga mendapat dukungan dari Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Tengah yang siap terlibat sebagai bagian dari tim pendamping peserta dari perguruan tinggi.

Kolaborasi ini menjadi salah satu kekuatan utama dalam pendekatan pentahelix, yang menggabungkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media.

Dorong Kesadaran Dan Keberlanjutan

Fairid berharap Lomba Kampung Keren tidak hanya menjadi agenda tahunan semata, tetapi mampu membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

“Kami ingin kegiatan ini memiliki dampak luas dan berkelanjutan bagi masyarakat Kota Palangka Raya,” tegasnya.

FAQ

1. Apa itu Lomba Kampung Keren?
Lomba Kampung Keren adalah program Pemkot Palangka Raya untuk mendorong lingkungan bersih, ekonomi maju, dan kolaborasi masyarakat.

2. Berapa hadiah yang diberikan?
Hadiah mencapai Rp300 juta untuk juara 1, Rp200 juta juara 2, dan Rp100 juta juara 3. Ada juga hadiah Rp1 miliar untuk juara umum 2029.

3. Siapa saja yang terlibat dalam lomba ini?
Melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, komunitas, dan dukungan dari Bank Indonesia.

4. Apa tujuan utama program ini?
Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

5. Apakah lomba ini hanya soal kebersihan?
Tidak. Penilaian juga mencakup aspek ekonomi, keberagaman, dan partisipasi masyarakat.

Konflik Warga dan Perusahaan Di Lamandau Berakhir Damai

Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra berhasil menuntaskan konflik warga dan perusahaan dengan kesepakatan kebun plasma 200 hektare untuk masyarakat. (gambar ilustrasi)
Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra berhasil menuntaskan konflik warga dan perusahaan dengan kesepakatan kebun plasma 200 hektare untuk masyarakat. (gambar ilustrasi)

LAMANDAU – Pemerintah Kabupaten Lamandau akhirnya berhasil menuntaskan mediasi konflik antara masyarakat Kelurahan Tapin Bini dan pihak perusahaan PT Pilar Wanapersada. Hasilnya, kedua pihak sepakat terkait penyediaan kebun plasma untuk masyarakat setempat.

Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, menyampaikan bahwa kesepakatan ini dicapai setelah melalui proses dialog yang cukup panjang dan penuh dinamika.

“Setelah melalui dialog cukup panjang, penuh dinamika, kita berhasil mencapai titik temu yang disepakati bersama,” ujarnya saat dihubungi dari Nanga Bulik, Kamis.

Komitmen Kebun Plasma 200 Hektare

Dalam kesepakatan tersebut, perusahaan berkomitmen memfasilitasi pembangunan kebun plasma seluas kurang lebih 200 hektare. Luasan ini akan disesuaikan dengan potensi lahan yang tersedia di wilayah tersebut.

Proses realisasi kebun plasma akan dilakukan melalui tahapan verifikasi Calon Petani dan Calon Lahan (CP/CL). Nantinya, pengelolaan kebun sepenuhnya akan dipercayakan kepada koperasi yang dibentuk oleh masyarakat setempat.

Langkah ini dinilai sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat agar memiliki peran langsung dalam pengelolaan sumber daya di wilayahnya.

Tetap Jaga Kawasan Konservasi

Selain itu, pemerintah dan perusahaan juga sepakat untuk mempertahankan kawasan tertentu sebagai area konservasi. Hal ini penting guna menjaga keseimbangan lingkungan di tengah aktivitas perkebunan.

Rizky menegaskan bahwa pembangunan ekonomi harus tetap berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan.

Pesan Tegas Bupati: Jangan Jual Plasma

Bupati juga mengingatkan masyarakat agar tidak menjual kebun plasma yang telah diperjuangkan bersama. Menurutnya, aset tersebut harus dijaga untuk keberlanjutan ekonomi masyarakat.

“Pesan saya cuma satu, plasma yang sudah didapat dan diperjuangkan jangan sampai dijual supaya warga kita tidak menjadi penonton di tanah sendiri,” tegasnya.

Dorong Kesejahteraan dan Iklim Investasi

Rizky menekankan bahwa kesepakatan ini merupakan hasil komunikasi intensif antara semua pihak, dengan pemerintah daerah bertindak sebagai fasilitator yang memastikan semua aspirasi didengar secara adil dan terbuka.

Ia berharap, keberhasilan mediasi ini menjadi momentum positif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat iklim investasi di Kabupaten Lamandau.

Dengan tetap mengedepankan hak masyarakat dan keberlanjutan lingkungan, pemerintah optimistis konflik serupa dapat diminimalisir di masa depan.

FAQ

1. Apa itu kebun plasma?
Kebun plasma adalah lahan perkebunan yang dikelola masyarakat dengan dukungan perusahaan, biasanya dalam kemitraan.

2. Berapa luas kebun plasma yang disepakati?
Sekitar 200 hektare, disesuaikan dengan potensi lahan.

3. Siapa yang mengelola kebun plasma?
Koperasi yang dibentuk oleh masyarakat setempat.

4. Apakah ada kawasan yang dilindungi?
Ya, beberapa area tetap dijadikan kawasan konservasi.

5. Apa tujuan utama kesepakatan ini?
Meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga keseimbangan investasi serta lingkungan.

Minggu, 29 Maret 2026

Kapal Tangki Terbakar Saat Docking Di Sungai Mentaya Sampit Kalteng

Kapal tangki minyak terbakar di Sungai Mentaya Sampit saat docking. Api masih aktif, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan petugas.
Kapal tangki minyak terbakar di Sungai Mentaya Sampit saat docking. Api masih aktif, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan petugas.

SAMPIT – Sebuah kapal tangki minyak dilaporkan terbakar saat sedang tambat di pinggir Sungai Mentaya, tepatnya di Kelurahan Tanah Mas, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, pada Sabtu sore.

Peristiwa kebakaran ini terjadi sekitar pukul 17.30 WIB dan langsung mengundang perhatian warga sekitar. Kobaran api terlihat cukup besar hingga menjelang malam hari.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, Multazam, menyampaikan bahwa hingga Sabtu malam api masih belum sepenuhnya padam.

“Api masih aktif. Ini top up BBM dan mesin,” ujarnya.

Petugas Fokus Cegah Api Meluas

Puluhan personel pemadam kebakaran bersama relawan langsung diterjunkan ke lokasi untuk mengendalikan situasi. Fokus utama petugas saat ini adalah mencegah api menjalar ke kapal lain maupun fasilitas docking yang berada di sekitar lokasi.

Informasi sementara menyebutkan kapal tersebut sedang sandar di area docking milik sebuah perusahaan untuk menjalani proses perbaikan.

Selain pemadam kebakaran, tim dari Basarnas juga dikabarkan akan menuju lokasi untuk membantu penanganan.

Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki

Lurah Tanah Mas, Ridowan, membenarkan kejadian tersebut. Namun, hingga kini pihaknya masih mengumpulkan data terkait kronologi dan penyebab kebakaran.

“Sampai saat ini kami masih belum mengetahui kronologi terjadinya kebakaran tersebut, apakah karena kelalaian pekerja atau faktor lain,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa kapal yang terbakar merupakan milik perusahaan dan sedang dalam proses perbaikan, bukan aktivitas distribusi bahan bakar.

Area Docking Berisiko Tinggi

Ridowan menjelaskan bahwa lokasi tersebut merupakan pusat perawatan kapal, di mana berbagai jenis armada seperti tongkang dan tugboat sering bersandar untuk perbaikan.

Aktivitas teknis seperti pengelasan menjadi hal yang umum dilakukan di area tersebut, yang memang memiliki tingkat risiko tinggi terhadap kebakaran.

“Biasanya kapal diperbaiki, termasuk pengelasan pada bagian yang rusak atau bocor,” tambahnya.

Bantah Ada Aktivitas Bongkar Muat BBM

Menanggapi isu yang beredar, Ridowan memastikan bahwa lokasi tersebut tidak digunakan untuk aktivitas bongkar muat BBM.

“Perlu saya luruskan bahwa di sana tidak ada aktivitas bongkar muat BBM. Tempat itu hanya digunakan untuk perbaikan kapal,” tegasnya.

Belum Ada Data Korban

Hingga saat ini, pihak berwenang belum merilis informasi resmi terkait jumlah kerugian maupun kemungkinan adanya korban jiwa.

Tim di lapangan masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa dan mencegah kebakaran kembali terjadi.

FAQ

1. Di mana lokasi kebakaran kapal tangki terjadi?
Di Sungai Mentaya, Kelurahan Tanah Mas, Kecamatan Baamang, Sampit, Kotawaringin Timur.

2. Kapan kejadian kebakaran terjadi?
Sabtu sore sekitar pukul 17.30 WIB.

3. Apa penyebab kebakaran kapal?
Masih dalam penyelidikan, diduga terkait aktivitas teknis saat perbaikan.

4. Apakah ada korban jiwa?
Belum ada informasi resmi dari pihak berwenang.

5. Apakah lokasi digunakan untuk bongkar muat BBM?
Tidak, lokasi tersebut murni area perbaikan kapal.

Sabtu, 28 Maret 2026

Arus Balik Pesawat Muara Teweh–Banjarmasin Turun di H+5 Lebaran 2026

Arus balik Lebaran 2026 rute Muara Teweh–Banjarmasin mulai menurun di H+5. Jumlah penumpang pesawat berkurang setelah puncak arus balik H+4.
Arus balik Lebaran 2026 rute Muara Teweh–Banjarmasin mulai menurun di H+5. Jumlah penumpang pesawat berkurang setelah puncak arus balik H+4.

MUARA TEWEH — Arus balik Lebaran 2026 untuk jalur udara rute Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dan sebaliknya mulai menunjukkan penurunan pada H+5.

Kepala Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh, Muhammad Amrillah, mengungkapkan bahwa jumlah penumpang pesawat pada Kamis mulai berkurang dibandingkan puncak arus balik sehari sebelumnya.

“Hari ini penerbangan dari Muara Teweh ke Banjarmasin dan sebaliknya jumlah penumpang mulai berkurang dibanding H+4 yang menjadi puncak arus balik,” ujarnya.

Pada H+5 Lebaran, tercatat sebanyak 57 penumpang tiba di Muara Teweh dari Banjarmasin. Sementara itu, jumlah penumpang yang berangkat menuju Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru mencapai 41 orang. Seluruh penerbangan dilayani satu kali oleh maskapai Wings Air.

Puncak Arus Balik Terjadi di H+4

Amrillah menjelaskan, lonjakan penumpang terjadi pada H+4 atau Rabu (25/3). Saat itu, jumlah penumpang yang datang mencapai 68 orang, sedangkan yang berangkat sebanyak 71 orang.

Tingginya angka tersebut dipengaruhi oleh banyaknya pemudik yang kembali ke tempat kerja setelah libur Lebaran.

“Sekarang sudah mulai turun karena sebagian masyarakat sudah kembali beraktivitas dan masuk kerja,” jelasnya.

Penerbangan Didominasi Penumpang Transit

Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh saat ini melayani penerbangan pulang pergi setiap hari ke Banjarmasin menggunakan pesawat ATR-72-600 milik Wings Air dengan kapasitas 72 penumpang.

Mayoritas penumpang yang menggunakan rute ini merupakan penumpang transit dari kota besar seperti Jakarta dan Surabaya.

Mereka biasanya melanjutkan perjalanan dari Bandara Syamsudin Noor menuju Muara Teweh, atau sebaliknya dari Muara Teweh menuju Pulau Jawa melalui Banjarmasin.

Penerbangan Perintis dan Subsidi Tetap Berjalan

Selain rute utama, Bandara Muara Teweh juga melayani penerbangan perintis menuju Palangka Raya melalui Bandara Tjilik Riwut.

Penerbangan ini dilayani oleh maskapai Susi Air dengan frekuensi satu kali dalam sepekan, yakni setiap hari Senin.

Pesawat yang digunakan adalah jenis Cessna dengan kapasitas 12 penumpang. Untuk tarif tiket, penumpang dikenakan biaya sekitar Rp540.020 untuk rute Palangka Raya ke Muara Teweh, dan Rp493.420 untuk rute sebaliknya.

Selain itu, penerbangan komersial Wings Air untuk rute Muara Teweh–Palangka Raya juga tersedia sebanyak empat kali dalam sepekan, yakni setiap Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu.

Tren Arus Balik Diprediksi Terus Menurun

Dengan berakhirnya masa libur panjang Lebaran, arus balik diperkirakan akan terus melandai dalam beberapa hari ke depan. Aktivitas penerbangan pun mulai kembali ke kondisi normal seperti hari biasa.

Penurunan jumlah penumpang ini menjadi indikasi bahwa puncak arus balik telah terlewati, sekaligus menandai berakhirnya periode mobilitas tinggi masyarakat selama musim Lebaran.

FAQ (Pertanyaan Umum)

1. Kapan puncak arus balik Lebaran 2026 di Muara Teweh?
Puncak arus balik terjadi pada H+4 Lebaran, yakni Rabu (25/3).

2. Apakah jumlah penumpang pesawat sudah menurun?
Ya, pada H+5 jumlah penumpang mulai berkurang dibandingkan hari sebelumnya.

3. Maskapai apa yang melayani rute Muara Teweh–Banjarmasin?
Rute ini dilayani oleh Wings Air dengan pesawat ATR-72-600.

4. Berapa frekuensi penerbangan dari Muara Teweh ke Banjarmasin?
Penerbangan tersedia setiap hari dengan satu kali jadwal.

5. Apakah ada penerbangan ke Palangka Raya?
Ada, melalui penerbangan perintis Susi Air seminggu sekali dan Wings Air empat kali seminggu.

Api Hanguskan Lahan Warga Di Kotim, BPBD Lakukan Pendinginan 6 Jam

BPBD Kotim berhasil memadamkan kebakaran lahan di Mentawa Baru Ketapang seluas 0,95 hektare. Warga diimbau waspada karhutla saat musim kering.
BPBD Kotim berhasil memadamkan kebakaran lahan di Mentawa Baru Ketapang seluas 0,95 hektare. Warga diimbau waspada karhutla saat musim kering.

PALANGKARAYA -- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat langsung bergerak cepat melakukan penanganan di lokasi kejadian.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengungkapkan kebakaran terjadi di lahan perkebunan milik warga bernama Muhajirin yang berada di Desa Bangkuang Makmur, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

“Lahan yang terbakar kurang lebih tiga hektare. Namun pemilik lahan tidak mengetahui adanya kebakaran tersebut,” ujarnya di Sampit, Jumat.

Api Muncul Sejak Rabu Sore

Kebakaran diketahui mulai terjadi sejak Rabu sore (25/3). Tim gabungan langsung turun ke lapangan untuk melakukan pemadaman hingga malam hari, dan dilanjutkan kembali keesokan harinya.

Sebanyak 10 personel BPBD Kotim diterjunkan, dibantu 7 personel Manggala Agni. Akses menuju lokasi cukup menantang, karena tim harus melewati jalur darat sepanjang 4,2 kilometer dari Jalan Poros Sampit–Samuda melalui Desa Eka Bahurui.

Lahan Gambut Jadi Tantangan Pemadaman

Kondisi lahan yang terbakar berupa semak belukar di atas tanah gambut menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Api pada lahan gambut dikenal sulit dipadamkan karena bisa merambat hingga ke dalam tanah.

Proses pemadaman hingga pendinginan berlangsung cukup lama, yakni lebih dari enam jam, mulai pukul 10.00 WIB hingga 16.11 WIB.

“Total lahan yang berhasil dipadamkan sekitar 0,95 hektare. Saat ini kami fokus melakukan pendinginan karena masih ada sisa asap,” jelas Multazam.

Kebakaran Juga Terjadi Di Lokasi Lain

Sehari sebelumnya, kebakaran lahan juga dilaporkan terjadi di Jalan Ir Soekarno, Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang. Hal ini menunjukkan potensi karhutla di wilayah Kotim mulai meningkat.

BPBD Imbau Warga Tidak Bakar Lahan

Melihat kondisi cuaca yang mulai kering dan intensitas hujan yang menurun, BPBD Kotim mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

Langkah pencegahan ini dinilai sangat penting mengingat sebagian besar wilayah Kotim merupakan lahan gambut yang mudah terbakar saat musim kemarau.

“Kalau sudah terbakar, apinya bisa masuk ke dalam tanah dan sulit dipadamkan. Jadi pencegahan jauh lebih efektif,” tegas Multazam.

Ia berharap masyarakat bisa lebih peduli terhadap lingkungan agar kejadian serupa tidak terus berulang, sekaligus mencegah munculnya kabut asap yang berdampak pada kesehatan.

FAQ

1. Di mana lokasi kebakaran lahan di Kotim terjadi?

Kebakaran terjadi di Desa Bangkuang Makmur, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur.

2. Berapa luas lahan yang terbakar?

Total lahan yang terdampak sekitar 0,95 hektare yang berhasil dipadamkan.

3. Apa penyebab kebakaran lahan tersebut?

Penyebab pasti belum diketahui, bahkan pemilik lahan tidak menyadari adanya kebakaran.

4. Kenapa lahan gambut mudah terbakar?

Karena saat kering, gambut mudah menyala dan api bisa merambat hingga ke bawah permukaan tanah.

5. Apa imbauan BPBD kepada masyarakat?

Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara dibakar untuk mencegah karhutla.

Minggu, 14 Desember 2025

Pastikan Penguasaan Tanah yang Adil Menteri Nusron Dorong Reforma Agraria Jadi Solusi Ketimpangan

Pastikan Penguasaan Tanah yang Adil Menteri Nusron Dorong Reforma Agraria Jadi Solusi Ketimpangan
Pastikan Penguasaan Tanah yang Adil Menteri Nusron Dorong Reforma Agraria Jadi Solusi Ketimpangan.

Kalteng - Palangka Raya menjadi saksi komitmen pemerintah dalam membenahi persoalan ketimpangan penguasaan tanah di Indonesia melalui program Reforma Agraria. 

Menteri Agraria dan Tata Ruang Kepala Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid menegaskan bahwa Reforma Agraria merupakan solusi utama untuk memastikan akses tanah yang adil bagi masyarakat. 

Pernyataan ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Kebijakan Pertanahan dan Tata Ruang bersama kepala daerah se Kalimantan Tengah yang digelar di Aula Jayang Tingang Kantor Gubernur Kalimantan Tengah pada Kamis 11 Desember 2025. 

Langkah ini diambil karena ketimpangan struktur penguasaan tanah dinilai menjadi akar masalah sosial dan ekonomi yang memicu rasa ketidakadilan di tengah masyarakat terutama di wilayah yang kaya sumber daya alam.

Dalam paparannya Menteri Nusron menjelaskan bahwa rasa ketidakadilan sering muncul ketika masyarakat lokal yang sejak lahir tinggal dan bergantung pada suatu wilayah justru tidak memiliki akses memadai terhadap tanah di sekitarnya. 

Mereka harus menyaksikan lahan yang dulu menjadi bagian dari kehidupan mereka beralih fungsi menjadi perkebunan besar seperti kebun kelapa sawit yang menghasilkan keuntungan setiap hari. 

Sementara itu masyarakat sekitar tetap hidup dalam keterbatasan ekonomi. Kondisi inilah yang menurut Nusron menjadi alasan kuat mengapa Reforma Agraria harus dijalankan secara serius dan konsisten oleh pemerintah pusat dan daerah.

Menurut Menteri Nusron Reforma Agraria dirancang bukan sekadar membagi tanah tetapi menata ulang struktur penguasaan tanah agar lebih berkeadilan. 

Program ini bertujuan memperkecil jarak sosial dan ekonomi antara masyarakat lokal dengan pelaku usaha besar. 

Dengan penataan yang tepat masyarakat sekitar diharapkan tidak hanya menjadi penonton pembangunan tetapi ikut terlibat dan merasakan manfaatnya secara langsung. 

Ia menekankan bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk mengelola dan memanfaatkan tanah air Indonesia demi kesejahteraan bersama.

Menteri Nusron juga menyoroti pentingnya peran pemerintah daerah dalam menyukseskan Reforma Agraria. 

Secara regulasi Menteri ATR Kepala BPN memiliki kewenangan menetapkan lokasi objek Reforma Agraria. 

Namun penentuan subjek atau masyarakat penerima manfaat menjadi kewenangan kepala daerah mulai dari bupati wali kota hingga gubernur. 

Hal ini karena kepala daerah merupakan Ketua Gugus Tugas Reforma Agraria di wilayah masing masing. 

Dengan demikian keberhasilan program ini sangat bergantung pada akurasi data dan keberpihakan pemerintah daerah kepada masyarakat yang benar benar membutuhkan.

Dalam konteks Kalimantan Tengah pelaksanaan Reforma Agraria tahun 2025 menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. 

Program ini mencakup 10 kabupaten dan 1 kota dengan sebaran di 26 kecamatan serta 38 desa dan kelurahan. 

Penataan Akses yang berupa fasilitasi pendampingan usaha telah diberikan kepada 800 kepala keluarga. 

Sementara itu Penataan Aset melalui Redistribusi Tanah menjangkau 3.360 kepala keluarga. 

Seluruh target tersebut dilaporkan telah tercapai 100 persen. Capaian ini menjadi contoh bahwa dengan koordinasi yang baik antara pusat dan daerah Reforma Agraria dapat berjalan efektif.

Penataan Akses menjadi bagian penting dari Reforma Agraria karena tidak berhenti pada pemberian sertifikat tanah. 

Masyarakat penerima manfaat juga didorong untuk mendapatkan pendampingan usaha akses permodalan pelatihan serta dukungan pemasaran.

Dengan demikian tanah yang diperoleh tidak hanya menjadi aset pasif tetapi mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan keluarga. 

Menteri Nusron menilai pendekatan ini penting agar Reforma Agraria benar benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat bukan sekadar pemenuhan administrasi pertanahan.

Selain aspek ekonomi Reforma Agraria juga memiliki dimensi sosial yang kuat. Program ini diharapkan mampu meredam potensi konflik agraria yang kerap muncul akibat tumpang tindih klaim lahan. 

Dengan kepastian hukum atas tanah masyarakat akan merasa lebih aman dan memiliki posisi tawar yang lebih baik. 

Di sisi lain pelaku usaha juga mendapatkan kepastian dalam menjalankan aktivitasnya karena batas batas lahan menjadi lebih jelas. Kondisi ini pada akhirnya menciptakan iklim investasi yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran yang turut hadir dalam rapat koordinasi tersebut menyampaikan dukungannya terhadap program Reforma Agraria. 

Ia menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor harus berjalan searah agar manfaat program benar benar dirasakan oleh masyarakat. 

Menurutnya tata ruang dan pertanahan yang tertib serta berpihak kepada rakyat merupakan fondasi penting bagi pembangunan daerah. 

Pemerintah provinsi siap bersinergi dengan pemerintah kabupaten kota serta instansi vertikal untuk memastikan pelaksanaan Reforma Agraria berjalan sesuai tujuan.

Agustiar juga menambahkan bahwa Kalimantan Tengah memiliki tantangan tersendiri dalam pengelolaan pertanahan mengingat luas wilayah serta keberagaman kondisi sosial dan budaya masyarakatnya. 

Oleh karena itu pendekatan yang digunakan harus sensitif terhadap kearifan lokal serta melibatkan masyarakat secara aktif. 

Dengan cara ini Reforma Agraria tidak hanya diterima tetapi juga dijaga keberlanjutannya oleh masyarakat itu sendiri.

Dalam rapat tersebut hadir pula sejumlah pejabat pendamping Menteri Nusron antara lain Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol Shamy Ardian Tenaga Ahli Menteri Bidang Komunikasi Publik Rahmat Sahid serta Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Kalimantan Tengah Fitriyani Hasibuan beserta jajaran. 

Kehadiran mereka menunjukkan keseriusan Kementerian ATR BPN dalam mengawal program Reforma Agraria dari sisi kebijakan komunikasi hingga teknis pelaksanaan di lapangan.

Ke depan Menteri Nusron berharap keberhasilan di Kalimantan Tengah dapat menjadi model bagi daerah lain. 

Ia mengingatkan bahwa Reforma Agraria bukan program jangka pendek melainkan proses panjang yang membutuhkan komitmen berkelanjutan. 

Evaluasi dan perbaikan harus terus dilakukan agar program ini tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat. 

Pemerintah pusat akan terus mendorong sinergi dengan pemerintah daerah serta membuka ruang partisipasi publik agar Reforma Agraria benar benar menjadi milik bersama.

Dampak jangka panjang dari Reforma Agraria diharapkan tidak hanya terlihat pada peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat tetapi juga pada terciptanya keadilan sosial dan stabilitas wilayah. 

Dengan penguasaan tanah yang lebih adil potensi konflik dapat ditekan dan rasa memiliki terhadap tanah air semakin kuat. 

Hal ini sejalan dengan visi pembangunan nasional yang menempatkan keadilan sosial sebagai salah satu pilar utama. 

Jika dijalankan secara konsisten Reforma Agraria berpotensi menjadi tonggak penting dalam sejarah pembaruan agraria di Indonesia.