Berita BorneoTribun: MotoGP Indonesia hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label MotoGP Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MotoGP Indonesia. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Oktober 2025

Marc Marquez Cedera Usai Tabrakan dengan Bezzecchi di MotoGP Mandalika, Ducati Ungkap Momen Debrief di Balik Layar

Marc Marquez Cedera Usai Tabrakan dengan Bezzecchi di MotoGP Mandalika, Ducati Ungkap Momen Debrief di Balik Layar
Marc Marquez Cedera Usai Tabrakan dengan Bezzecchi di MotoGP Mandalika, Ducati Ungkap Momen Debrief di Balik Layar.

JAKARTA - Sebuah video terbaru dari tim Ducati memperlihatkan momen di balik layar ketika Marc Marquez melakukan debrief pertama usai kecelakaan dengan Marco Bezzecchi di MotoGP Indonesia yang digelar di Sirkuit Mandalika. Insiden tersebut membuat Marquez mengalami cedera serius pada bahu kanannya.

Kejadian itu terjadi di tikungan cepat Turn 7 pada lap pembuka balapan Minggu lalu. Saat itu, pembalap Aprilia Marco Bezzecchi menabrak bagian belakang motor Marquez dari arah belakang. Benturan keras tersebut membuat keduanya terjatuh dan tidak dapat melanjutkan balapan.

Marc Marquez mengalami benturan berat yang langsung membuatnya kesakitan di bahu kanan. Setelah menjalani pemeriksaan medis, dokter mendiagnosis adanya patah tulang di bagian dasar prosesus korakoid serta cedera ligamen di bahu kanan.

Marc Marquez Cedera Usai Tabrakan dengan Bezzecchi di MotoGP Mandalika, Ducati Ungkap Momen Debrief di Balik Layar
Marc Marquez Cedera Usai Tabrakan dengan Bezzecchi di MotoGP Mandalika, Ducati Ungkap Momen Debrief di Balik Layar.

Akibat cedera tersebut, Ducati mengonfirmasi bahwa Marquez tidak akan tampil di dua seri berikutnya, yaitu MotoGP Australia dan MotoGP Malaysia.

Usai balapan di Mandalika, Marquez sempat menyampaikan rasa sedihnya atas insiden tersebut. Namun, ia juga menyebut bahwa tabrakan itu merupakan insiden balap biasa dan meminta para penggemarnya untuk tetap tenang, terutama di tengah gelombang kritik terhadap Bezzecchi di media sosial.

Cedera ini datang hanya seminggu setelah Marquez meraih gelar juara dunia ketujuhnya di MotoGP, sebuah pencapaian luar biasa yang kini harus ia jeda karena kondisi fisiknya.

Dalam episode terbaru dokumenter Inside Ducati, terlihat bagaimana Marquez menceritakan detik-detik sebelum kecelakaan tersebut kepada timnya.

“Ketika saya menyentuh gravel, kecepatannya sangat tinggi,” ujar Marquez. “Saya sebenarnya memulai dengan baik, grip-nya bagus, semuanya normal. Ketika keluar dari pit, ada yang terasa sedikit aneh, tapi setelah itu baik-baik saja.”

Ia melanjutkan, “Bezzecchi sedikit menyentuh saya dari belakang dan saya langsung terlempar. Saya tahu itu bukan kesalahan saya. Itu bukan tempat di mana kami melambat.”

Dalam video yang sama, kepala kru Marquez, Marco Rigamonti, sempat bercanda dengan mengatakan bahwa mereka mungkin akan bertemu lagi di Valencia saat acara penutupan musim MotoGP, menyiratkan bahwa Marquez kemungkinan akan absen hingga akhir musim.

Namun, Marquez dengan nada bercanda menanggapi, “Ah, tidak, saya akan mencoba lebih cepat dari itu. Tapi tergantung, saya belum tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyembuhkan ligamen ini.”

Sementara itu, Marco Bezzecchi dikabarkan tidak mengalami cedera serius dari insiden tersebut. Meski demikian, ia kemungkinan akan menghadapi hukuman dari FIM Steward saat pertemuan sebelum MotoGP Australia.

Insiden ini menambah daftar panjang drama di musim MotoGP 2025 yang penuh dengan kejutan dan tantangan. Para penggemar tentu berharap Marquez bisa segera pulih dan kembali ke lintasan, mengingat semangat juangnya yang selalu menjadi inspirasi di dunia balap motor.

Marc Marquez Injured After Collision with Bezzecchi at Mandalika MotoGP as Ducati Reveals Behind-the-Scenes Debrief

Marc Marquez Injured After Collision with Bezzecchi at Mandalika MotoGP as Ducati Reveals Behind-the-Scenes Debrief
Marc Marquez Injured After Collision with Bezzecchi at Mandalika MotoGP as Ducati Reveals Behind-the-Scenes Debrief.

A new behind-the-scenes video from Ducati shows Marc Marquez’s first debrief after his crash with Marco Bezzecchi at the Indonesian Grand Prix in Mandalika. The incident left Marquez with a serious shoulder injury.

The crash happened at the fast Turn 7 right-hander during the opening lap of Sunday’s race. Aprilia rider Marco Bezzecchi clipped the back of Marquez’s bike, causing both riders to crash out of the race.

Marquez suffered a heavy fall that immediately caused pain in his right shoulder. After a medical examination, doctors diagnosed him with a fracture at the base of the coracoid process and a ligament injury to his right shoulder.

Because of this injury, Ducati confirmed that Marquez will miss the upcoming Australian and Malaysian Grands Prix.

Speaking after the race in Mandalika, Marquez said he felt sad about what happened but described the crash as a racing incident. He also urged fans to remain calm after Bezzecchi faced online backlash.

The injury came just a week after Marquez celebrated his seventh MotoGP world championship title, making the setback even more emotional for him and his fans.

In the latest episode of Ducati’s Inside documentary series, Marquez shared his first debrief with his crew about what happened before the crash.

“When I touched the gravel, I was going really fast,” Marquez said. “I had a good start, the grip was fine… normal. When I left the garage, there was something a bit strange, but then everything was okay.”

He continued, “He touched me slightly from behind, and I was flying. I know it wasn’t my fault. It wasn’t a section where we were slow.”

In the video, Marquez’s crew chief Marco Rigamonti joked that they would “see you in Valencia at the Gala,” implying that Marquez might miss the rest of the season.

Marquez responded with a laugh, saying, “Come on, no. I’ll try before that. But it depends—I’m not sure how long it takes for the ligament to heal.”

Meanwhile, Marco Bezzecchi escaped serious injury in the incident but is expected to meet with FIM stewards ahead of the Australian Grand Prix, where he may face a penalty for causing the collision.

The incident adds another dramatic chapter to the 2025 MotoGP season, which has already been full of unexpected moments. Fans around the world are now hoping for Marquez’s speedy recovery and return to the track, as his fighting spirit continues to inspire the MotoGP community.

Sabtu, 09 Agustus 2025

Aprilia Emerges as Serious Challenger to Ducati in 2025 MotoGP Mid-Season

Aprilia rider Marco Bezzecchi celebrating victory at the 2025 Silverstone MotoGP
Aprilia Emerges as Serious Challenger to Ducati in 2025 MotoGP Mid-Season.

Ducati, the Italian manufacturer that has dominated MotoGP for the past two years, is now facing serious pressure from its rivals, especially Aprilia. At the recent Czech MotoGP round in Brno, Ducati only managed to have two riders finish in the top 10 — their lowest result in 66 races. This signals that other teams are making significant progress in the first half of the 2025 season.

Despite Ducati fielding fewer bikes on the grid, competitors like Yamaha and Honda, who struggled recently, have shown improvement. KTM enjoyed its best race at Brno, while Aprilia stole the spotlight by winning at Silverstone. MotoGP experts from Crash.net view Aprilia as the most consistent and promising manufacturer this season. 

Alex Whitworth said, “Aprilia has demonstrated steady podium pace across various circuits, unlike KTM, which showed solid performance in only a few races.” Peter McLaren added, “Despite trailing in the constructor standings and missing star rider Jorge Martin due to injury, Aprilia bounced back strongly with Marco Bezzecchi leading the team and regularly reaching the podium.”

Lewis Duncan highlighted Aprilia’s remarkable progress despite missing Martin for most of the season. “Their victory at the British GP proved Aprilia has a strong package — a great rider and a competitive bike.” Derry Munikartono emphasized that Aprilia’s RS-GP has become one of the most complete bikes on the grid, agile, balanced, and adaptable to various circuits. 

“Aprilia also hasn’t blindly copied Ducati but instead focused on developing their superior aerodynamics,” he said. Jordan Moreland noted that Aprilia has established itself as the second-best team in MotoGP, with Martin’s return expected to further boost their performance.

With this trend, the 2025 MotoGP championship battle is set to become even more exciting. Aprilia’s rapid progress and the return of Jorge Martin will put more pressure on Ducati, especially heading into upcoming rounds in Austria and Germany. Ducati, long the king of the track, will need to maintain consistency to keep their throne.

Aprilia Jadi Ancaman Serius Ducati di Paruh Musim MotoGP 2025

Pembalap Aprilia Marco Bezzecchi merayakan kemenangan di MotoGP Silverstone 2025.
Pembalap Aprilia Marco Bezzecchi merayakan kemenangan di MotoGP Silverstone 2025.

JAKARTA - Ducati, pabrikan Italia yang mendominasi MotoGP selama dua tahun terakhir, kini menghadapi tekanan serius dari para pesaingnya, terutama Aprilia. 

Pada putaran MotoGP terbaru di Brno, Republik Ceko, Ducati hanya menempatkan dua pembalap di 10 besar sebuah pencapaian terendah mereka dalam 66 balapan terakhir. 

Hal ini menandakan bahwa tim lain mulai menunjukkan peningkatan performa signifikan di paruh pertama musim 2025.

Meski Ducati turun jumlah motor yang diturunkan di lintasan, rival-rival seperti Yamaha dan Honda yang sempat terseok-seok, kini menunjukkan kemajuan. 

KTM pun meraih hasil terbaiknya di Brno, sementara Aprilia justru mencuri perhatian dengan kemenangan di Silverstone. 

Para pakar MotoGP dari Crash.net menilai Aprilia sebagai pabrikan yang paling konsisten dan menjanjikan saat ini. 

Alex Whitworth menyatakan, “Aprilia telah menunjukkan kecepatan podium yang stabil di berbagai sirkuit, berbeda dengan KTM yang hanya tampil solid di beberapa balapan saja.” Peter McLaren menambahkan, “Meski sempat tertinggal di klasemen konstruktor dan tanpa Jorge Martin yang cedera, Aprilia berhasil bangkit dengan Marco Bezzecchi sebagai pemimpin tim yang membawa mereka ke podium secara rutin.”

Lewis Duncan menyoroti perkembangan Aprilia yang cukup signifikan meski kehilangan Martin sepanjang musim ini. 

“Kemenangan di GP Inggris membuktikan bahwa Aprilia memiliki paket lengkap pembalap hebat dan motor kompetitif.” Sementara Derry Munikartono menegaskan bahwa RS-GP Aprilia kini menjadi salah satu motor paling lengkap di grid MotoGP, lincah, seimbang, dan mudah beradaptasi di berbagai sirkuit. 

“Aprilia juga tidak meniru Ducati secara membabi buta, melainkan mengembangkan aero mereka yang menjadi keunggulan tersendiri,” ujarnya. 

Jordan Moreland pun menilai bahwa Aprilia telah mengukuhkan posisi mereka sebagai pesaing kedua terkuat setelah Ducati, dengan Martin yang kembali dari cedera siap memperkuat performa tim.

Dengan tren ini, persaingan di MotoGP 2025 diprediksi semakin seru. Aprilia yang terus menunjukkan peningkatan pesat dan kehadiran Jorge Martin kembali dalam skuad akan membuat tekanan pada Ducati semakin besar, terutama menjelang putaran-putaran berikutnya di Austria dan Jerman. 

Ducati, yang selama ini jadi raja lintasan, harus menjaga konsistensi agar tak kehilangan tahta.

Minggu, 27 September 2020

Gabung Tim Petronas Yamaha, Rossi Bisa Jajal Serkuit Indonesia

Gabung Tim Petronas Yamaha, Rossi Bisa Jajal Serkuit Indonesia
Valentino Rossi(Foto: Autosport)


BorneoTribun | MotoGP, Olahraga - Terjawab sudah teka-teki masa depan Rossi. Pebalap Italia itu akhirnya resmi bergabung dengan tim satelit Yamaha, Petronas Yamaha SRT, mulai musim 2021.


Valentino Rossi akhirnya resmi bergabung dengan tim Petronas Yamaha SRT di 2021. Artinya, The Doctor bisa tampil dalam seri kalender MotoGP Indonesia.


Kabar ini diumumkan Petronas Yamaha SRT di situs resminya. Tim satelit Garpu Tala itu memastikan Rossi akan menjadi duet baru Franco Morbidelli di MotoGP 2021.


"Juara dunia 9 kali resmi lanjut di MotoGP bersama skuad Malaysia, bersama Franco Morbidelli," tulis situs resmi Petronas Yamaha SRT.


Rumor Rossi ke Petronas Yamaha SRT sudah berhembus sejak lama. Tepatnya ketika rider Italia itu dipastikan tergusur di tim utama Yamaha, usai digantikan Fabio Quartararo.


Kepastian bergabung dengan Petronas Yamaha SRT membuat Rossi masih akan membalap di MotoGP 2021. Itu artinya, rider berusia 41 tahun itu juga berpeluang turun di seri kalender MotoGP Indonesia.


Diketahui, Indonesia akhirnya bisa mendapat slot tuan rumah MotoGP dari Dorna Sport. Indonesia mendapat jatah mulai musim 2021, dengan menggunakan Sirkuit Mandalika di Lombok.


Indonesia sendiri bisa menjadi tuan rumah kejuaraan balap internasional setelah absen selama 23 tahun. Terakhir, kejuaraan 500cc sempat digelar di Sirkuit Sentul, di mana Rossi ketika itu juga ikut turun di kelas 125cc-nya.


Rossi sendiri memang sempat menegaskan tekadnya terus membalap, termasuk di MotoGP 2021. Juara dunia 9 kali itu mengaku belum kepikiran untuk pensiun.


"Jika saya berhenti dari MotoGP, saya masih akan melakukan hal-hal berbahaya. Saya ingin mencoba sesuatu dengan mobil, mengendarai balapan 24 jam, yang mana semuanya berbahaya," kata Rossi, dikutip dari Speedweek beberapa waktu lalu.


"Bahkan bisa saja saya tinggal di rumah dan bersenang-senang naik kuda, atau saya harus tetap di tempat tidur. Selama saya mengendarai sesuatu, selalu ada resiko," dia menambahkan.


"Saya tidak akan mengubah pikiran saya dan bakal lanjut terus tahun depan," demikian kata Valentino Rossi soal masa depannya di MotoGP. (yk/mp)