![]() |
| Pembalap Aprilia Marco Bezzecchi merayakan kemenangan di MotoGP Silverstone 2025. |
JAKARTA - Ducati, pabrikan Italia yang mendominasi MotoGP selama dua tahun terakhir, kini menghadapi tekanan serius dari para pesaingnya, terutama Aprilia.
Pada putaran MotoGP terbaru di Brno, Republik Ceko, Ducati hanya menempatkan dua pembalap di 10 besar sebuah pencapaian terendah mereka dalam 66 balapan terakhir.
Hal ini menandakan bahwa tim lain mulai menunjukkan peningkatan performa signifikan di paruh pertama musim 2025.
Meski Ducati turun jumlah motor yang diturunkan di lintasan, rival-rival seperti Yamaha dan Honda yang sempat terseok-seok, kini menunjukkan kemajuan.
KTM pun meraih hasil terbaiknya di Brno, sementara Aprilia justru mencuri perhatian dengan kemenangan di Silverstone.
Para pakar MotoGP dari Crash.net menilai Aprilia sebagai pabrikan yang paling konsisten dan menjanjikan saat ini.
Alex Whitworth menyatakan, “Aprilia telah menunjukkan kecepatan podium yang stabil di berbagai sirkuit, berbeda dengan KTM yang hanya tampil solid di beberapa balapan saja.” Peter McLaren menambahkan, “Meski sempat tertinggal di klasemen konstruktor dan tanpa Jorge Martin yang cedera, Aprilia berhasil bangkit dengan Marco Bezzecchi sebagai pemimpin tim yang membawa mereka ke podium secara rutin.”
Lewis Duncan menyoroti perkembangan Aprilia yang cukup signifikan meski kehilangan Martin sepanjang musim ini.
“Kemenangan di GP Inggris membuktikan bahwa Aprilia memiliki paket lengkap pembalap hebat dan motor kompetitif.” Sementara Derry Munikartono menegaskan bahwa RS-GP Aprilia kini menjadi salah satu motor paling lengkap di grid MotoGP, lincah, seimbang, dan mudah beradaptasi di berbagai sirkuit.
“Aprilia juga tidak meniru Ducati secara membabi buta, melainkan mengembangkan aero mereka yang menjadi keunggulan tersendiri,” ujarnya.
Jordan Moreland pun menilai bahwa Aprilia telah mengukuhkan posisi mereka sebagai pesaing kedua terkuat setelah Ducati, dengan Martin yang kembali dari cedera siap memperkuat performa tim.
Dengan tren ini, persaingan di MotoGP 2025 diprediksi semakin seru. Aprilia yang terus menunjukkan peningkatan pesat dan kehadiran Jorge Martin kembali dalam skuad akan membuat tekanan pada Ducati semakin besar, terutama menjelang putaran-putaran berikutnya di Austria dan Jerman.
Ducati, yang selama ini jadi raja lintasan, harus menjaga konsistensi agar tak kehilangan tahta.
