![]() |
| Marco Bezzecchi akui batas kemampuannya usai menang dominan di MotoGP Amerika 2026 dan pecahkan rekor lap terbanyak. |
Performa luar biasa kembali ditunjukkan oleh Marco Bezzecchi dalam seri MotoGP Amerika 2026 di Circuit of The Americas (COTA). Meski tampil dominan saat balapan utama, pembalap Aprilia ini justru mengaku sempat menyentuh batas kemampuannya, terutama setelah insiden di sprint race sehari sebelumnya.
Pada sprint race hari Sabtu, Bezzecchi harus mengubur ambisinya setelah terjatuh saat berada di posisi kedua. Hasil tersebut membuatnya masih belum meraih kemenangan di format sprint sepanjang musim 2026.
Namun, situasi berbalik total di balapan utama. Bezzecchi tampil tanpa cela dan langsung mengambil alih posisi terdepan dari Pedro Acosta sejak lap pertama, meski sempat terjadi kontak di tikungan 11.
“Di sprint kemarin, kalian bisa lihat batas saya. Saat mencoba terlalu keras, jaraknya sangat tipis,” ujar Bezzecchi.
Ia menjelaskan bahwa mengendarai motor MotoGP selalu berada di ambang limit. Sedikit kesalahan saja bisa berujung fatal.
Duel Sengit Dan Momen Nyaris Bencana
Momen paling menegangkan terjadi saat Bezzecchi mencoba menyalip Acosta. Keduanya melebar di tikungan akibat dorongan angin, lalu kembali ke racing line secara bersamaan.
Kontak pun tak terhindarkan.
Akibat insiden tersebut, bagian belakang motor Aprilia milik Bezzecchi mengalami kerusakan. Meski begitu, ia tetap mampu melanjutkan balapan dengan performa impresif hingga finis pertama.
“Dengan ride-height device, sangat sulit menghindari kontak. Saya bahkan tidak tahu apakah motornya juga rusak atau tidak,” tambahnya.
Rekor Baru Lampaui Jorge Lorenzo
Kemenangan ini tidak hanya mempertegas dominasi Bezzecchi, tetapi juga mengukir sejarah baru. Ia kini memegang rekor lap terdepan terbanyak secara beruntun di MotoGP, melampaui catatan sebelumnya milik Jorge Lorenzo yang mencatatkan 103 lap.
Bezzecchi kini mencatatkan total 121 lap berturut-turut di posisi terdepan.
“Sulit menjelaskan perasaan ini. Saya bekerja keras seperti semua pembalap lain, tapi tidak pernah menyangka bisa mencapai ini,” ungkapnya.
Dari sudut pandang performa, kemenangan ini menunjukkan konsistensi dan mental kuat Bezzecchi setelah kegagalan di sprint. Secara teknis, penguasaan lintasan COTA dan keberanian mengambil risiko di awal balapan menjadi faktor kunci.
Namun, pengakuan soal “limit” menunjukkan bahwa dominasi tersebut bukan tanpa celah. Ini menjadi sinyal bahwa persaingan MotoGP 2026 masih sangat terbuka, terutama dengan munculnya talenta muda seperti Acosta.
FAQ (Pertanyaan Umum)
1. Kenapa Bezzecchi gagal di sprint race?
Karena terjatuh saat mencoba mempertahankan posisi kedua.
2. Apa kunci kemenangan Bezzecchi di COTA?
Start agresif, overtake cepat di lap awal, dan konsistensi hingga finis.
3. Apa rekor baru yang dibuat Bezzecchi?
121 lap berturut-turut memimpin balapan, melampaui rekor sebelumnya.
4. Apakah insiden dengan Acosta berbahaya?
Ya, kontak cukup keras dan berpotensi menyebabkan crash bagi keduanya.
5. Apakah Bezzecchi tak terkalahkan musim ini?
Tidak, ia sendiri mengakui masih memiliki batas performa.
