Berita BorneoTribun: Penculikan hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Penculikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penculikan. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Januari 2026

Sempat Viral Diculik Bersenjata, Influencer AS–Meksiko Nicole Pardo Akhirnya Ditemukan Selamat di Sinaloa

Sempat Viral Diculik Bersenjata, Influencer AS–Meksiko Nicole Pardo Akhirnya Ditemukan Selamat di Sinaloa
Sempat Viral Diculik Bersenjata, Influencer AS–Meksiko Nicole Pardo Akhirnya Ditemukan Selamat di Sinaloa.

Mexico City -- Kabar melegakan datang dari Meksiko. Seorang influencer berdarah Amerika Serikat–Meksiko yang sempat dilaporkan hilang dan diduga diculik dengan todongan senjata akhirnya ditemukan dalam kondisi hidup dan sehat. Perempuan tersebut adalah Nicole Pardo, atau yang dikenal di media sosial dengan nama La Nicholette.

Kantor Kejaksaan Agung Negara Bagian Sinaloa mengonfirmasi pada Sabtu bahwa Nicole telah ditemukan dengan selamat. Lewat unggahan resmi di media sosial, pihak berwenang juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang ikut membantu memberikan informasi selama proses pencarian berlangsung.

Nama Nicole Pardo sempat ramai dibicarakan setelah sebuah video penculikan beredar luas di internet. Dalam rekaman yang viral itu, terlihat seorang perempuan yang diyakini sebagai Nicole dipaksa masuk ke dalam mobil oleh beberapa pria bersenjata, di tengah jalan dan pada siang hari. Video tersebut diduga berasal dari kamera kendaraan Tesla miliknya, sebuah Cybertruck berwarna ungu muda.

Berdasarkan keterangan resmi, Nicole terakhir terlihat pada 20 Januari di kawasan Isla Musalá, Culiacán, ibu kota Negara Bagian Sinaloa. Lokasi ini juga sesuai dengan hasil penelusuran media internasional yang mencocokkan titik kejadian dalam video penculikan dengan wilayah tersebut.

Menteri Keamanan Meksiko, Omar García Harfuch, sebelumnya menyatakan bahwa kendaraan yang diduga terlibat dalam insiden ini sedang dilacak. Pemerintah daerah Sinaloa juga langsung melaporkan kejadian tersebut ke pemerintah federal sejak awal.

Nicole Pardo diketahui memiliki kewarganegaraan ganda, Amerika Serikat dan Meksiko, serta berusia 20 tahun. Dari aktivitas media sosialnya, ia diketahui membagi waktu tinggal antara Culiacán dan Phoenix, Arizona. Data publik juga menunjukkan bahwa ia memiliki alamat terdaftar di Phoenix.

Pihak Departemen Luar Negeri Amerika Serikat turut angkat bicara. Seorang juru bicara menyebut pemerintah AS mengetahui laporan tersebut dan terus memantau situasinya. Keselamatan warga negara Amerika, menurut mereka, menjadi prioritas utama, termasuk dalam hal pemberian bantuan konsuler jika diperlukan.

Di dunia digital, Nicole termasuk figur yang cukup berpengaruh. Ia memiliki lebih dari 180 ribu pengikut di Instagram dan sekitar 145 ribu pengikut di TikTok. Selain itu, ia juga aktif di YouTube dan platform berbayar OnlyFans. Kontennya kerap menampilkan kehidupan pribadi, mulai dari aktivitas sehari-hari hingga ketertarikannya pada kendaraan mewah dan acara komunitas lokal.

Nama Nicole bahkan pernah diabadikan dalam lagu corrido berjudul La Muchacha del Salado yang dirilis pada 2022 oleh Grupo Arriesgado. Lagu tersebut telah ditonton lebih dari 27 juta kali di YouTube, menandakan popularitasnya di wilayah tersebut.

Kasus hilangnya Nicole sempat memicu kekhawatiran publik, terutama karena terjadi di tengah meningkatnya kekerasan terhadap perempuan di Sinaloa dan wilayah lain di Meksiko. Data resmi menunjukkan bahwa sepanjang 2025, Sinaloa mencatat 72 kasus femisida, angka tertinggi dalam tujuh tahun terakhir dan lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Secara nasional, Meksiko juga menghadapi persoalan serius terkait orang hilang. Sejak pencatatan dimulai pada 1952, lebih dari 132 ribu kasus orang hilang tercatat di seluruh negeri, dan sekitar 7 ribu di antaranya berasal dari Sinaloa.

Meski detail mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada Nicole Pardo belum diungkap secara lengkap, kepastian bahwa ia ditemukan dalam keadaan selamat menjadi kabar baik di tengah kekhawatiran publik. Kasus ini sekaligus kembali menyoroti isu keamanan, terutama bagi perempuan dan figur publik, di wilayah dengan tingkat kekerasan yang masih tinggi.

Jumat, 19 Desember 2025

Geger Penculikan Berujung Maut, Polisi Limpahkan 15 Tersangka Kasus Kacab BRI ke Jaksa

Geger Penculikan Berujung Maut, Polisi Limpahkan 15 Tersangka Kasus Kacab BRI ke Jaksa
Geger Penculikan Berujung Maut, Polisi Limpahkan 15 Tersangka Kasus Kacab BRI ke Jaksa.

JAKARTA - Polda Metro Jaya akhirnya melangkah ke tahap penting dalam pengusutan kasus penculikan yang berujung pembunuhan terhadap Kepala Cabang BRI berinisial MIP. Setelah berkas dinyatakan lengkap, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum resmi melimpahkan 15 tersangka beserta barang bukti ke Kejaksaan Negeri Jakarta Timur.

Kabar ini dibenarkan langsung oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto. Ia menjelaskan bahwa proses pelimpahan atau tahap dua sudah dilakukan pada Kamis, 18 Desember 2025.

“Benar, tahap dua telah dilakukan di Kejaksaan Negeri Jakarta Timur dengan total 15 tersangka,” ujar Budi Hermanto kepada awak media.

Kelima belas tersangka yang diserahkan ke jaksa masing-masing berinisial C alias K, DH, AAM, JP, E, REH, JRS, AT, EWB, MU, DSD, AW, EWH, RS, dan AS. Mereka diduga memiliki peran berbeda dalam rangkaian kasus penculikan hingga berujung hilangnya nyawa korban.

Tak hanya itu, dalam perkara ini juga ada dua nama lain yang ikut terseret, yakni Kopda FH dan Serka N. Namun, karena keduanya merupakan anggota TNI, proses hukum dilakukan terpisah dan ditangani oleh peradilan militer melalui Orditur Militer.

Perkembangan menarik lainnya datang dari jaksa peneliti. Setelah mempelajari berkas perkara, jaksa meminta agar penyidik menambahkan pasal yang lebih berat. Para tersangka kini tidak hanya dijerat pasal penculikan, tetapi juga pasal pembunuhan.

Sebelumnya, para pelaku dikenakan Pasal 328 KUHP tentang penculikan dan atau Pasal 333 ayat 3 KUHP tentang perampasan kemerdekaan yang mengakibatkan kematian. Kini, jaksa menilai unsur pembunuhan terpenuhi sehingga meminta penerapan Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 340 KUHP terkait pembunuhan berencana.

Kasus ini pun menjadi perhatian publik karena melibatkan korban dari kalangan perbankan dan dilakukan secara terorganisir. Masyarakat berharap, dengan dilimpahkannya perkara ke jaksa, proses hukum bisa berjalan transparan dan para pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal sesuai perbuatannya.

Selasa, 26 Agustus 2025

Empat Otak Penculikan dan Pembunuhan Kepala BRI Cempaka Putih Ditangkap Jatanras Polda Metro

JAKARTA - Tim Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya berhasil menangkap empat aktor intelektual kasus penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Pembantu BRI Cempaka Putih, Mohamad Ilham Pradipta (MPI). Keempat tersangka berinisial C, DH, YJ, dan AA, diamankan dalam operasi terpisah pada Jumat (23/8/25) hingga Sabtu (24/8/25).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, membenarkan penangkapan tersebut. “Benar, empat orang otak penculikan telah diamankan,” ujarnya kepada wartawan, Senin (25/8/25). Menurutnya, tiga tersangka, yakni DH, YJ, dan AA, lebih dulu diringkus di kawasan Solo, Jawa Tengah, sekitar pukul 20.15 WIB pada Jumat malam. Sedangkan satu tersangka lain, C, ditangkap sehari kemudian di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, sekitar pukul 15.30 WIB.

Empat Otak Penculikan dan Pembunuhan Kepala BRI Cempaka Putih Ditangkap Jatanras Polda Metro
Empat Otak Penculikan dan Pembunuhan Kepala BRI Cempaka Putih Ditangkap Jatanras Polda Metro.

Saat ini, keempat pelaku tengah menjalani pemeriksaan intensif di Polda Metro Jaya. Penyidik masih mendalami peran masing-masing tersangka dalam perencanaan maupun eksekusi penculikan yang berujung pada hilangnya nyawa korban. Polisi juga belum mengungkap detail motif utama para pelaku. “Keempatnya telah ditetapkan sebagai tersangka,” tambah Ade Ary.

Kasus ini menjadi perhatian publik mengingat korban adalah pejabat bank yang memiliki jabatan strategis. Aparat kepolisian berkomitmen untuk mengusut tuntas jaringan pelaku, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat. Perkembangan terbaru, polisi menegaskan akan segera merilis kronologi lengkap serta motif di balik aksi keji tersebut dalam waktu dekat.

Selasa, 07 Maret 2023

Diduga Skandal Cinta Berujung Penculikan dan Pengeroyokan, 7 Mahasiswa Terlibat Dalam Kasus Dendam!

Diduga Skandal Cinta Berujung Penculikan dan Pengeroyokan, Mahasiswa Terlibat Dalam Kasus Dendam!
Gambar ilustrasi. Diduga Skandal Cinta Berujung Penculikan dan Pengeroyokan, Mahasiswa Terlibat Dalam Kasus Dendam.
Pontianak, Kalbar -- Fakta yang diperoleh menunjukkan bahwa motif dari aksi penculikan dan pengeroyokan yang dilakukan oleh tujuh mahasiswa diduga sangat terkait dengan masalah asmara, di mana seorang mahasiswi yang dikenal dengan inisial A menjadi latar belakang peristiwa tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Tri Prasetyo, mengatakan hal tersebut kepada awak media pada hari Selasa (7/3/2023).

Diduga Skandal Cinta Berujung Penculikan dan Pengeroyokan, Mahasiswa Terlibat Dalam Kasus Dendam!
Gambar ilustrasi. Diduga Skandal Cinta Berujung Penculikan dan Pengeroyokan, Mahasiswa Terlibat Dalam Kasus Dendam.
Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Pontianak masih menginvestigasi motif lain dari aksi penculikan dan pengeroyokan yang dilakukan oleh tujuh mahasiswa terhadap seorang dosen Poltekkes Pontianak, Taufik Hidayat (44), pada hari Jumat, 3 Maret 2023.

Menurut Kompol Tri, korban masih dirawat di rumah sakit karena mengalami sejumlah luka akibat pengeroyokan yang dilakukan oleh tujuh mahasiswa saat dia keluar dari kampus di Jalan Lapan, Kecamatan Pontianak Utara.

Sementara motif dibalik peristiwa itu, terkait dengan dendam.

Namun, untuk motif-motif lain, masih dalam tahap investigasi.

Menurut Kompol Tri, aksi tersebut berawal dari dendam salah satu tersangka berinisial G.

Kemudian, korban dicegat, disekap, dan dipukuli hingga tidak berdaya.

Diduga Skandal Cinta Berujung Penculikan dan Pengeroyokan, Mahasiswa Terlibat Dalam Kasus Dendam!
Gambar ilustrasi. Diduga Skandal Cinta Berujung Penculikan dan Pengeroyokan, Mahasiswa Terlibat Dalam Kasus Dendam.
Pengungkapan kasus ini dimulai dari penangkapan dua tersangka pertama oleh Polsekta Pontianak Utara, dan kemudian dilakukan pengembangan hingga berhasil mengamankan lima pelaku lainnya bersama dengan korban.

Kompol Tri juga mengatakan bahwa polisi belum mengetahui informasi mengenai korban yang akan mencabut laporan tersebut.

Dia belum menjelaskan secara detail berapa lama korban dibawa oleh para pelaku.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan satu unit mobil warna hitam yang digunakan oleh pelaku dan sebuah borgol plastik.

Tujuh pelaku memiliki inisial Z (21), SSP (21), AS (20), DR (21), RFN (22), VY (21), dan GH (21). Mereka adalah mahasiswa dari kampus lain. Polisi menjerat mereka dengan Pasal 170 KUHP.

Editor: Yakop

Empat Warga Amerika Diculik Bersenjata Setelah Menyeberangi Perbatasan Meksiko: FBI dan Otoritas Meksiko Menyelidiki Kasusnya dan Tawarkan Hadiah $50.000 untuk Pembebasan Korban

Empat warga Amerika pada hari Minggu (5/3) diserang dan diculik oleh orang-orang bersenjata tak dikenal setelah mereka menyeberangi perbatasan Meksiko, menurut laporan dari FBI. Saat mereka melintasi perbatasan dari Brownsville, Texas ke Matamoros, negara bagian Tamaulipas, keempat orang Amerika yang menggunakan minivan putih dengan plat nomor North Carolina, ditembak dan kemudian diculik serta dimasukkan ke dalam kendaraan yang dikendarai oleh orang-orang bersenjata.  Pernyataan Kedutaan Besar Amerika di Meksiko mengumumkan bahwa hadiah sebesar $50.000 telah ditawarkan oleh FBI untuk pembebasan para korban dan penangkapan orang-orang bersenjata. Namun, sampai saat ini, para korban belum teridentifikasi.  Menurut berbagai laporan, pihak berwenang Meksiko juga sedang menyelidiki kasus tersebut. Presiden Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador, dalam wawancara dengan wartawan, mengatakan bahwa para korban diduga memasuki wilayah Meksiko untuk membeli obat-obatan dan menjadi korban konfrontasi antara kelompok kriminal. Kementerian Keamanan Meksiko sedang bekerja sama dengan FBI untuk menemukan para korban.  Departemen Luar Negeri Amerika telah mengeluarkan peringatan agar warga Amerika tidak mengunjungi enam negara bagian di Meksiko, termasuk Tamaulipas, karena tingginya risiko kejahatan dan penculikan. Menurut panduan Departemen Luar Negeri yang dirilis pada Oktober lalu, kelompok kriminal sering kali menargetkan bus penumpang umum dan pribadi, serta mobil pribadi yang melintasi Tamaulipas, dan seringkali menculik penumpang dan menuntut uang tebusan.  Baku tembak yang terjadi di Matamoros pada hari Jumat lalu juga menyebabkan beberapa orang tewas dan terluka, menurut polisi Tamaulipas. Pejabat-pejabat Amerika telah mengeluarkan peringatan akan bahaya tersebut.
Polisi negara bagian Tamaulipas berjaga di dekat TKP terjadinya penculikan 4 warga AS di pusat kota Matamoros, Meksiko.

MEKSIKO - Empat warga Amerika pada hari Minggu (5/3) diserang dan diculik oleh orang-orang bersenjata tak dikenal setelah mereka menyeberangi perbatasan Meksiko, menurut laporan dari FBI. Saat mereka melintasi perbatasan dari Brownsville, Texas ke Matamoros, negara bagian Tamaulipas, keempat orang Amerika yang menggunakan minivan putih dengan plat nomor North Carolina, ditembak dan kemudian diculik serta dimasukkan ke dalam kendaraan yang dikendarai oleh orang-orang bersenjata.

Pernyataan Kedutaan Besar Amerika di Meksiko mengumumkan bahwa hadiah sebesar $50.000 telah ditawarkan oleh FBI untuk pembebasan para korban dan penangkapan orang-orang bersenjata. Namun, sampai saat ini, para korban belum teridentifikasi.

Menurut berbagai laporan, pihak berwenang Meksiko juga sedang menyelidiki kasus tersebut. Presiden Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador, dalam wawancara dengan wartawan, mengatakan bahwa para korban diduga memasuki wilayah Meksiko untuk membeli obat-obatan dan menjadi korban konfrontasi antara kelompok kriminal. Kementerian Keamanan Meksiko sedang bekerja sama dengan FBI untuk menemukan para korban.

Departemen Luar Negeri Amerika telah mengeluarkan peringatan agar warga Amerika tidak mengunjungi enam negara bagian di Meksiko, termasuk Tamaulipas, karena tingginya risiko kejahatan dan penculikan. Menurut panduan Departemen Luar Negeri yang dirilis pada Oktober lalu, kelompok kriminal sering kali menargetkan bus penumpang umum dan pribadi, serta mobil pribadi yang melintasi Tamaulipas, dan seringkali menculik penumpang dan menuntut uang tebusan.

Baku tembak yang terjadi di Matamoros pada hari Jumat lalu juga menyebabkan beberapa orang tewas dan terluka, menurut polisi Tamaulipas. Pejabat-pejabat Amerika telah mengeluarkan peringatan akan bahaya tersebut.

Empat Warga Amerika Diculik Bersenjata Setelah Menyeberangi Perbatasan Meksiko: FBI dan Otoritas Meksiko Menyelidiki Kasusnya dan Tawarkan Hadiah $50.000 untuk Pembebasan Korban:

  1. Warga Amerika diserang dan diculik di perbatasan Meksiko
  2. FBI menawarkan hadiah $50.000 untuk pembebasan korban dan penangkapan pelaku
  3. Pihak berwenang Meksiko juga menyelidiki kasus tersebut
  4. Para korban diduga menjadi korban konfrontasi antara kelompok kriminal
  5. Departemen Luar Negeri Amerika memperingatkan warga untuk tidak mengunjungi enam negara bagian di Meksiko
  6. Tingginya risiko kejahatan dan penculikan di Tamaulipas
  7. Kelompok kriminal menargetkan bus dan mobil pribadi di Tamaulipas
  8. Baku tembak terjadi di Matamoros pada hari Jumat lalu dan menimbulkan korban jiwa dan luka
  9. Pejabat-pejabat Amerika mengeluarkan peringatan akan bahaya tersebut
  10. Kementerian Keamanan Meksiko sedang bekerja sama dengan FBI untuk menemukan para korban.

Senin, 06 Maret 2023

Dosen Poltekes Pontianak Dikeroyok Tujuh Mahasiswa, Dipaksa Masuk Mobil Sebagai Penculikan

Dosen Poltekes Pontianak Dikeroyok Tujuh Mahasiswa, Dipaksa Masuk Mobil Sebagai Penculikan
Gambar ilustrasi. Dosen Poltekes Pontianak Dikeroyok Tujuh Mahasiswa, Dipaksa Masuk Mobil Sebagai Penculikan.

PONTIANAK, KALBAR - Seorang dosen bernama Taufik Hidayat (44) yang mengajar di Poltekes Pontianak menjadi korban pengeroyokan oleh tujuh mahasiswa. 

Kejadian tersebut diduga sebagai penculikan yang terjadi pada Jumat, 3 Maret 2023 sekitar pukul 16.00 WIB ketika dosen tersebut keluar dari kampus di Jalan Lapan, di belakang kantor Lurah Siantan Hulu Kecamatan Pontianak Utara.

Menurut keterangan Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Tri Prasetyo, ketika Taufik keluar dari kampus, ia diberhentikan oleh sebuah mobil yang digunakan oleh tujuh oknum mahasiswa dan dipaksa untuk masuk ke dalam mobil. 

Dosen di Pontianak Diculik dan Dipukuli oleh Pemuda Mengaku Polisi, Alami Luka Parah di Wajah

Para pelaku mengaku sebagai polisi sehingga korban mau masuk ke dalam mobil. Setelah masuk ke dalam mobil, korban dipukuli oleh para pelaku hingga mengakibatkan luka Pada bagian bibir, hidung terdapat patah, pipi bagian kiri memar, mata sebelah kiri memar, serta kening memar.

Korban melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Pontianak dan kasus ini sedang dalam proses penyelidikan dan proses hukum lebih lanjut. 

Polisi menetapkan tujuh tersangka yang merupakan oknum mahasiswa. 

Terungkap Motif Dendam di Balik Pengeroyokan Terhadap Dosen, Para Tersangka Diamankan

Motif sementara atas kasus ini diduga karena dendam. Para tersangka telah diamankan dan dikenakan Pasal 170 KUHP. 

Polisi akan terus mengembangkan kasus ini untuk mendalami motif di balik peristiwa tersebut.

Bukti yang diamankan oleh polisi adalah satu unit mobil warna hitam dengan nomor polisi KB 1418 MF yang digunakan sebagai sarana, satu setel pakaian yang digunakan korban saat kejadian, dan satu buah clip plastik yang digunakan para pelaku untuk memborgol tangan korban.

Ditambahkan Kompol Tri, adapun sejumlah tersangka yang diamankan oleh pihak polisi yakni, GH (21), AS (20), VY (21), SSP (21), Z (21), RFN (22), dan DR (21).

Editor: Yakop

Kamis, 16 Februari 2023

Kelompok Pemberontak Papua Tunjukan Foto dan Video Pilot Selandia Baru yang Diculik

Kelompok Pemberontak Papua Tunjukan Foto dan Video Pilot Selandia Baru yang Diculik
Kelompok Pemberontak Papua Tunjukan Foto dan Video Pilot Selandia Baru yang Diculik.
JAKARTA - Kelompok separatis di wilayah Papua yang bergolak telah merilis foto-foto dan video yang mereka katakan menunjukkan seorang pilot Selandia Baru yang disandera sejak pekan lalu dalam keadaan sehat, tetapi bersumpah tidak akan membebaskannya sampai pihak berwenang mengakui kemerdekaan wilayah tersebut.

Pilot itu, Philip Mehrtens, yang menerbangkan pesawat yang dioperasikan oleh maskapai Susi Air, diculik oleh kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) pekan lalu setelah mendarat di wilayah terpencil Nduga.

Reuters tidak dapat secara independen memverifikasi keaslian gambar tersebut, tetapi seorang teman Mehrtens, yang menolak disebutkan namanya karena sensitivitas masalah tersebut, mengonfirmasi bahwa itu adalah gambar pilot itu.

Kelompok Pemberontak Papua Tunjukan Foto dan Video Pilot Selandia Baru yang Diculik
Kelompok Pemberontak Papua Tunjukan Foto dan Video Pilot Selandia Baru yang Diculik.
Sebby Sambom, juru bicara TPNPB, menunjukkan foto-foto dan video seorang pria berjaket jeans, dikelilingi belasan anggota kelompok itu, beberapa di antaranya memegang senapan atau busur.

"Militer Papua yang telah menangkap saya untuk memperjuangkan kemerdekaan Papua, mereka meminta militer Indonesia untuk pulang ke Indonesia dan jika tidak, saya akan tetap menjadi tawanan seumur hidup," kata Mehrtens dalam video tersebut.

Salah satu anggota kelompok itu memegang bendera "Bintang Kejora", simbol kemerdekaan Papua.

Dalam pernyataan yang menyertai foto dan video tersebut, Sambom mengatakan bahwa pilot dalam keadaan sehat dan menjadi jaminan dalam perselisihan politik.

Menko Polhukam Mahfud MD berjanji dalam sebuah video pada Senin malam untuk memastikan pembebasan Mehrtens dengan menggunakan "pendekatan persuasif, karena prioritasnya adalah keselamatannya", tetapi mengatakan tidak dapat mengesampingkan penggunaan "cara lain", tanpa menjelaskan lebih lanjut.

"Menjadikan warga sipil sebagai sandera, dengan alasan apa pun, tidak dapat diterima," katanya.

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Selandia Baru mengatakan mereka mengetahui foto dan video yang beredar itu, tetapi menolak berkomentar lebih lanjut.

Kelompok Pemberontak Papua Tunjukan Foto dan Video Pilot Selandia Baru yang Diculik
Kelompok Pemberontak Papua Tunjukan Foto dan Video Pilot Selandia Baru yang Diculik.
Provinsi paling timur Indonesia ini telah didera pemberontakan tingkat rendah yang menuntut kemerdekaan sejak wilayah yang kaya sumber daya alam tersebut secara kontroversial dibawa ke dalam kendali Indonesia menyusul pemungutan suara yang diawasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1969.

Konflik itu telah meningkat secara signifikan sejak 2018, dengan para anggota kelompok pro-kemerdekaan melakukan serangan yang lebih mematikan dan lebih sering. [ab/lt]

Oleh: VOA Indonesia
Editor: Yakop