Berita BorneoTribun: UFC hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label UFC. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UFC. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Agustus 2025

Fakta Menarik Khamzat Serigala Chimaev: Dari Luka Bibir hingga Hampir Pensiun karena COVID-19

JAKARTA - Khamzat Chimaev, petarung UFC berdarah Chechnya-Swedia, kembali jadi sorotan usai menyandang gelar juara dunia UFC pada 2025. Sosok yang dijuluki Borz atau “Serigala” ini dikenal dengan gaya bertarung agresif dan filosofi khasnya, “Smesh”. Namun, di balik kesuksesan itu, ada banyak cerita menarik yang jarang diketahui publik, mulai dari makna julukannya hingga perjuangan melawan COVID-19.

Julukan Borz sendiri berasal dari bahasa Chechnya yang berarti “serigala”. Julukan ini dianggap pas menggambarkan Chimaev yang selalu memburu lawannya tanpa henti. Ia juga mempopulerkan istilah Smesh, filosofi sederhana yang artinya menghancurkan lawan secepat mungkin lalu pulang. Gaya bertarung ini membuatnya ditakuti banyak petarung sekaligus dicintai penggemar UFC.

Khamzat Chimaev si ‘Serigala’ UFC dengan julukan Borz saat bertarung di Octagon
Khamzat Chimaev si ‘Serigala’ UFC dengan julukan Borz saat bertarung di Octagon.

Selain itu, banyak penggemar penasaran dengan bekas luka di bibir atasnya yang terlihat jelas setiap kali bertanding. Luka tersebut ternyata ia dapatkan saat berusia dua tahun setelah jatuh dari tangga beton. Sejak saat itu, Chimaev kesulitan bernapas dengan sempurna melalui lubang hidung kanannya. Meski begitu, kondisi itu tidak menghentikannya menjadi salah satu petarung paling ditakuti di Octagon.

Perjalanan karier Chimaev juga nyaris terhenti di akhir 2020. Ia mengalami komplikasi parah akibat COVID-19 yang menyerang paru-parunya. Saat itu kondisinya begitu buruk hingga sempat batuk darah dan mengumumkan pensiun dini lewat media sosial. Namun, Presiden UFC Dana White turun tangan membantu pengobatan intensif. Berkat tekad dan perawatan medis, Chimaev akhirnya pulih dan bangkit kembali.

Kini, Chimaev bukan hanya menjadi ikon baru UFC, tapi juga simbol ketangguhan dalam menghadapi kesulitan. Gelar juara yang ia raih membuktikan bahwa kerja keras dan mental baja mampu menaklukkan panggung olahraga terbesar di dunia. Pertanyaannya, seberapa lama “Serigala” ini bisa mempertahankan tahtanya? Publik UFC tentu menanti babak baru dari perjalanan sang Borz.

Senin, 18 Agustus 2025

Khamzat Chimaev Rebut Sabuk Juara Middleweight UFC 319 Usai Kalahkan Du Plessis

JAKARTA - Khamzat Chimaev resmi menjadi juara baru kelas middleweight UFC setelah mengalahkan Dricus Du Plessis di UFC 319. Duel berlangsung pada Minggu (17/7) pagi WIB di United Center, Illinois, Amerika Serikat. Pertarungan seru lima ronde ini berakhir dengan dominasi Chimaev yang sukses merebut sabuk dari tangan sang juara bertahan.

Dalam jalannya pertarungan, Khamzat tampil lebih agresif dengan memanfaatkan kemampuan gulatnya. Sejak ronde ketiga, ia berhasil menekan Du Plessis lewat ground and pound selama hampir tiga menit penuh, bahkan melancarkan pukulan siku yang membuat lawannya sempat kewalahan. Meski sempat mencoba mengakhiri laga lewat teknik rear naked choke, Du Plessis masih bisa bertahan dan melepaskan diri.

Khamzat Chimaev merayakan kemenangan usai mengalahkan Dricus Du Plessis di UFC 319 untuk merebut sabuk juara middleweight. (Gambar IG: khamzat_chimaev)
Khamzat Chimaev merayakan kemenangan usai mengalahkan Dricus Du Plessis di UFC 319 untuk merebut sabuk juara middleweight. (Gambar IG: khamzat_chimaev)

Ronde keempat kembali jadi milik Chimaev. Petarung asal Chechnya itu melakukan take down dan kembali mendominasi di posisi atas. Menariknya, di 10 detik terakhir ronde tersebut, Chimaev hampir menutup laga dengan rear naked choke, namun sekali lagi Du Plessis menunjukkan daya tahan luar biasa untuk bertahan. Statistik resmi mencatat, hingga ronde keempat, Chimaev mendominasi ground and pound rata-rata empat menit per ronde.

Dengan kemenangan ini, Khamzat Chimaev sukses mencetak sejarah sebagai juara baru middleweight UFC. Publik pun menantikan siapa penantang berikutnya bagi Chimaev, mengingat kelas middleweight kini semakin panas dengan banyak nama besar yang siap merebut sabuk darinya. UFC sendiri belum mengumumkan siapa lawan selanjutnya, namun para penggemar berharap duel akbar segera terjadi.

Minggu, 17 Agustus 2025

Link dan Prediksi UFC 319: Dricus Du Plessis vs Khamzat Chimaev, Duel Panas yang Dinanti di Chicago

Link dan Prediksi UFC 319: Dricus Du Plessis vs Khamzat Chimaev, Duel Panas yang Dinanti di Chicago
Link dan Prediksi UFC 319: Dricus Du Plessis vs Khamzat Chimaev, Duel Panas yang Dinanti di Chicago.

Jakarta, 17 Agustus 2025 – Pertarungan akbar bakal tersaji di UFC 319 saat juara bertahan kelas menengah, Dricus Du Plessis, menghadapi penantang tak terkalahkan asal Chechnya-Swedia, Khamzat Chimaev. Duel yang dipusatkan di United Center, Chicago, Illinois, ini menjadi sorotan dunia karena mempertemukan dua petarung dengan gaya kontras: stamina dan ketangguhan Du Plessis melawan agresivitas eksplosif milik Chimaev.

Bagi penggemar di Indonesia, laga ini bisa disaksikan secara langsung pada Minggu pagi, 17 Agustus 2025 melalui Mola TV, dengan jadwal tayang sebagai berikut:

  • Early Prelims: mulai sekitar pukul 06.30 WIB

  • Prelims: pukul 07.00 WIB

  • Main Card (termasuk laga utama): mulai pukul 09.00 WIB

Duel Penentuan: Juara Bertahan vs Penantang Tak Terkalahkan

Dricus Du Plessis, petarung asal Afrika Selatan, datang dengan status juara dunia kelas menengah. Meski tidak selalu difavoritkan dalam setiap duel, ia dikenal memiliki daya tahan fisik luar biasa dan kemampuan bangkit di ronde-ronde akhir. Julukan “Stillknocks” merepresentasikan gaya bertarungnya yang keras kepala dan penuh kejutan.

Di sisi lain, Khamzat Chimaev adalah bintang baru UFC yang belum merasakan kekalahan. Petarung yang kerap dijuluki “Borz” itu memiliki gaya bertarung agresif dengan kombinasi wrestling kelas dunia dan ground-and-pound yang menakutkan. Banyak pengamat menilai Chimaev bisa menyelesaikan laga hanya dalam beberapa ronde awal jika berhasil memaksakan tempo.

Ketegangan semakin tinggi setelah sebuah momen “hot mic” di konferensi pers, ketika Chimaev terdengar menyindir Du Plessis:

“You’ve got two days to hold that belt. Just two days.”

Ucapan itu membuat suasana semakin panas, dengan para penggemar makin menantikan siapa yang akan keluar sebagai pemenang.

Susunan Pertarungan UFC 319

Selain duel utama, UFC 319 juga menyajikan sejumlah pertarungan seru lain yang sayang dilewatkan. Berikut jadwal lengkap dalam Waktu Indonesia Barat (WIB):

Early Preliminary Card – mulai 06.30 WIB

  • Karine Silva vs Dione Barbosa (Women’s Flyweight)

  • Alibi Idiris vs Joseph Morales (Flyweight)

Preliminary Card – mulai 07.00 WIB

  • Baysangur Susurkaev vs Eric Nolan (Middleweight)

  • Gerald Meerschaert vs Michal Oleksiejczuk (Middleweight)

  • Jessica Andrade vs Loopy Godinez (Women’s Strawweight)

  • Chase Hooper vs Alexander Hernandez (Lightweight)

  • Edson Barboza vs Drakkar Klose (Lightweight)

Main Card – mulai 09.00 WIB

  • Dricus Du Plessis (c) vs Khamzat Chimaev – Middleweight Championship

  • Lerone Murphy vs Aaron Pico (Featherweight)

  • Carlos Prates vs Geoff Neal (Welterweight)

  • Jared Cannonier vs Michael Page (Middleweight)

  • Tim Elliott vs Kai Asakura (Flyweight)

Analisis Jelang Pertandingan

Menurut beberapa analis MMA, Chimaev adalah favorit dengan peluang kemenangan sekitar 60–40. Alasannya jelas: gaya dominan, kemampuan gulat luar biasa, serta catatan belum terkalahkan di UFC.

Namun, bukan berarti Du Plessis tidak punya peluang. Banyak pihak menekankan daya tahannya yang sanggup membuat lawan kelelahan. Jika Chimaev gagal mengakhiri laga di awal, kans Du Plessis untuk membalikkan keadaan di ronde akhir justru semakin besar.

Mantan juara UFC, Israel Adesanya, ikut memberikan pandangan. Meski pernah berseteru dengan Du Plessis, ia mengakui mental juara lawannya itu:

“He finds a way. No matter how tough the fight gets, Du Plessis always finds a way.”

Pendapat serupa disampaikan Darren Till, rekan latihan Chimaev, yang memperkirakan duel bakal berjalan sengit:

“Saya rasa peluangnya 60-40 untuk Khamzat, tapi jangan remehkan Du Plessis. Dia bisa memberi neraka di ronde akhir.”

Perubahan di Undercard

Drama jelang UFC 319 tidak berhenti di duel utama. Beberapa hari terakhir, tiga pertarungan di undercard dibatalkan karena masalah medis dan cedera. Salah satunya adalah laga Bryan Battle vs Nursulton Ruziboev yang mendadak ditarik dari jadwal. UFC pun bergerak cepat menyiapkan pengganti agar kartu pertarungan tetap solid.

Kejadian ini semakin membuat sorotan tertuju pada partai utama, yang dianggap sebagai penentu sukses atau tidaknya gelaran UFC 319 di mata penonton.

Taruhan dan Prediksi

Sejumlah rumah taruhan internasional menempatkan Chimaev sebagai unggulan dengan rasio sekitar 1.60, sementara Du Plessis berada di angka 2.40. Artinya, peluang menang masih terbuka lebar, terutama jika pertarungan berjalan lebih dari tiga ronde.

Banyak bettor lebih memilih opsi “fight not going the distance” (pertarungan selesai sebelum 5 ronde penuh), karena kedua petarung dikenal punya gaya agresif dan jarang menyeret laga hingga keputusan juri.

Jika berhasil mempertahankan sabuk, Dricus Du Plessis akan memperpanjang catatan juara bertahannya dan semakin memantapkan posisinya sebagai salah satu middleweight terbaik UFC. Sementara itu, kemenangan bagi Khamzat Chimaev akan mencetak sejarah baru sebagai petarung tak terkalahkan yang berhasil merebut gelar juara dunia.

Tak hanya itu, duel ini juga akan membuka peluang besar untuk pertarungan “super fight” di masa depan, termasuk kemungkinan kembalinya Israel Adesanya ke jalur perebutan sabuk.

Pertarungan antara Dricus Du Plessis vs Khamzat Chimaev di UFC 319 bukan sekadar duel perebutan sabuk kelas menengah, melainkan bentrokan gaya, mentalitas, dan ambisi besar. Dengan jadwal tayang pada Minggu, 17 Agustus 2025 pukul 09.00 WIB di Mola TV, duel ini dipastikan akan menjadi salah satu yang paling panas dalam sejarah UFC tahun ini.

Apakah Chimaev akan melanjutkan rekor sempurnanya? Atau justru Du Plessis membungkam semua keraguan dengan mempertahankan sabuknya? Jawabannya akan segera terungkap di oktagon Chicago.

Rabu, 09 Juli 2025

Ilia Topuria Siap Tantang Islam Makhachev di Kelas Welter, Incar Gelar Juara UFC Tiga Kelas!

Ilia Topuria Siap Tantang Islam Makhachev di Kelas Welter, Incar Gelar Juara UFC Tiga Kelas!
Ilia Topuria.

JAKARTA - Ilia Topuria tampaknya belum puas dengan pencapaiannya di UFC. Setelah berhasil menyabet sabuk juara di dua kelas berbeda, kini ia mengincar satu pencapaian yang belum pernah diraih siapa pun: menjadi juara dunia UFC di tiga kelas berbeda. Tak main-main, targetnya adalah Islam Makhachev, salah satu petarung paling dominan saat ini.

Tapi apakah misi ini realistis atau hanya mimpi yang terlalu tinggi?

Mari kita bahas lebih dalam langkah berani Ilia Topuria, rencana duel melawan Islam Makhachev, dan bagaimana kemungkinan duel ini bisa mengubah sejarah UFC.

Dari Kelas Bulu ke Kelas Welter: Perjalanan Karier Ilia Topuria

Bagi penggemar UFC, nama Ilia Topuria bukanlah nama asing. Ia dikenal sebagai petarung penuh semangat, teknik solid, dan mental baja. Sebelumnya, ia berkompetisi di kelas bulu (maksimal 65,8 kg), lalu naik ke kelas ringan (maksimal 70,3 kg) dan sukses meraih sabuk juara di kedua kelas tersebut.

Kini, Topuria tak ragu untuk naik lagi ke kelas welter, yang memiliki batas berat 77,1 kg. Artinya, ia harus menghadapi lawan-lawan yang secara alami lebih besar dan kuat. Tapi tekad Topuria tidak main-main, terutama jika sabuk juara welter UFC akhirnya berada di tangan Islam Makhachev.

Incar Makhachev, Topuria Siap Naik Kelas

Dalam sebuah wawancara yang dikutip dari Home of Fight, Topuria menyatakan:

"Saya akan senang melihat Islam Makhachev merebut gelar, dan UFC membiarkan saya naik kelas ke welter untuk mendapatkan sabuk ketiga."

Pernyataan ini tentu menegaskan bahwa Topuria sangat ingin menantang Makhachev. Bahkan saat naik ke kelas ringan sebelumnya, motivasinya adalah agar bisa satu arena dengan petarung asal Dagestan itu.

Tapi bagaimana dengan respons Makhachev?

Makhachev Fokus Naik Kelas, Tapi Tak Minat Lawan Topuria?

Sejak awal, Islam Makhachev sebenarnya sudah menyampaikan bahwa dirinya tidak terlalu tertarik untuk melawan Ilia Topuria. Makhachev punya agenda sendiri yakni naik ke kelas welter dan mengejar sabuk juara di sana.

Kesempatan itu datang ketika Belal Muhammad kalah dari Jack Della Maddalena. Melihat celah tersebut, UFC pun memberikan peluang emas kepada Makhachev untuk bertarung memperebutkan sabuk welter melawan Della Maddalena.

Saat ini, pertarungan Islam Makhachev vs Jack Della Maddalena sudah dikonfirmasi akan terjadi. Namun, UFC masih belum menetapkan tanggal pastinya.

Risiko Berat Naik Kelas: Dari 65 kg ke 77 kg

Kalau kita lihat dari sisi teknis, keputusan Topuria untuk naik ke kelas welter tentu bukan langkah sembarangan. Dalam waktu kurang dari dua tahun, ia akan menantang lawan di kelas yang beratnya hampir 12 kg lebih tinggi dibandingkan kelas bulu tempat ia memulai karier.

Bagi petarung MMA, penambahan berat badan ini bukan cuma soal otot. Semakin tinggi kelas, maka semakin kuat dan keras pukulan yang akan diterima. Risiko cedera juga meningkat. Tapi jika Topuria berhasil, ia akan menulis namanya dalam buku sejarah UFC.

Apa yang Terjadi Jika Topuria Menang?

Jika skenario ini benar-benar terjadi yaitu Makhachev merebut sabuk welter dan Topuria berhasil mengalahkannya maka Ilia Topuria akan menjadi petarung pertama dalam sejarah UFC yang memenangkan gelar juara di tiga kelas berbeda. Ini pencapaian yang belum pernah diraih bahkan oleh legenda sekalipun.

Tentu, hal ini bisa membuat Topuria menjadi wajah baru UFC, dan membuka jalan lebar untuk berbagai peluang, mulai dari sponsorship, film, hingga kontrak pertarungan besar bernilai miliaran rupiah.

Apa Kata Penggemar dan Analis?

Respons dari penggemar dan analis UFC cukup beragam. Ada yang menyebut langkah Topuria terlalu ambisius, bahkan "nekat." Tapi ada juga yang menyebutnya sebagai bukti keberanian dan mental juara sejati.

Di media sosial, banyak yang mulai membandingkan Topuria dengan para legenda seperti Conor McGregor, yang juga sempat menjuarai dua kelas berbeda, namun belum pernah meraih tiga gelar juara.

Langkah Ilia Topuria untuk mengejar Islam Makhachev ke kelas welter memang bukan hal biasa. Dibutuhkan lebih dari sekadar skill dan kekuatan fisik tapi juga strategi, disiplin, dan mental baja.

Apakah ia akan berhasil?

Waktu yang akan menjawab. Tapi yang jelas, petarung seperti Topuria adalah tipe yang membuat UFC semakin menarik untuk ditonton: penuh kejutan, drama, dan ambisi besar.

Jika kamu penikmat dunia MMA atau penggemar berat UFC, jangan lewatkan kabar terbaru seputar duel ini. Siapa tahu kita akan menyaksikan sejarah baru yang belum pernah terjadi sebelumnya!

Bagaimana menurutmu, Topuria bisa kalahkan Makhachev atau ini hanya mimpi terlalu tinggi? Yuk, tulis pendapatmu di kolom komentar!

Minggu, 25 Oktober 2020

Kalahkan Gaethje, Khabib Nurmagomedov Umumkan Pensiun dari UFC 254

Kalahkan Gaethje, Khabib Nurmagomedov Umumkan Pensiun dari UFC 254
Khabib Nurmagomedov diperiksa sebelum melawan Conor McGregor dalam pertarungan seni bela diri campuran ringan di UFC 229 di Las Vegas, Sabtu, 6 Oktober 2018. (Foto: AP/John Locher)


BorneoTribun - Petarung UFC asal Rusia yang tak terkalahkan, Khabib Nurmagomedov, menyatakan pensiun dari seni bela diri campuran (Mixed Martial Arts/MMA) setelah membekuk Justin Gaethje di awal babak kedua di UFC (Ultimate Fighting Championship) 254 pada Sabtu (24/10) malam.


Associated Press melaporkan, Nurmagomedov membuat pengumuman pensiun tersebut setelah ia menyelesaikan pertarungan pertamanya secara mengesankan, sejak kematian ayah yang sekaligus pelatih seumur hidupnya pada bulan Juli. Ayah Khabib, Abdulmanap Nurmagomedov, memiliki masalah jantung yang diperburuk oleh Covid-19.


"Ini pertarungan terakhir saya," kata Nurmagomedov. "Tidak mungkin aku kembali tanpa ayahku. Saya berbicara dengan ibu saya. Dia tidak tahu bagaimana saya bertarung tanpa ayah, tapi saya berjanji ini akan menjadi pertarungan terakhir saya,” kata Khabib.


Nurmagomedov yang berusia 32 tahun aktif dengan serangan dan bergulat melawan Gaethje, petarung berbahaya yang telah melumpuhkan empat lawan elit berturut-turut saat memenangkan gelar ringan sementara UFC.


Setelah menghabiskan babak pertama sebagian besar bertukar pukulan dan tendangan dengan Gaethje yang agresif, Nurmagomedov menggunakan keterampilan gulatnya yang tak tertandingi untuk mengalahkan Gaethje di awal ronde kedua.


Pertarungan pertama Nurmagomedov dalam 13 bulan terakhir tersebut akan menjadi perpisahan yang tepat untuk salah satu pesaing paling dinamis dalam sejarah MMA baru-baru ini. Atlet kelahiran Dagestan ini mengembangkan permainan menyeluruh di bawah asuhan ayahnya dan sasana MMA yang berbasis di Bay Area. Puncak karirnya adalah ketika mendapatkan gelar UFC pada 2018.


Saat itu, Nurmagomedov menghentikan Conor McGregor dan Dustin Poirier dalam dua pertarungan berikutnya sebelum absen selama setahun dari kompetisi. Kemenangannya atas McGregor menjadikannya salah satu atlet olahraga paling terkenal di dunia. (VOA)

Khabib Nurmagomedov Mengalahkan Gaethje di Babak Kedua

Khabib Nurmagomedov Mengalahkan Gaethje di Babak Kedua
Khabib Nurmagomedov berhasil mempertahankan gelar usai mengalahkan Justin Gaethje di UFC 254. (AFP/Ed Mulholland)


BorneoTribun | Jakarta
- Khabib Nurmagomedov berhasil mengalahkan Justin Gaethje pada laga UFC 254 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Minggu (25/10) dini hari WIB. Kedua petarung tampil dengan hati-hati di awal ronde pertama. Hanya 30 detik kemudian, keduanya membalas pukulan.


Dilansir dari CNN Indonesia, sepakan Gaethje membentur kaki Khabib Nurmagomedov. Khabib Nurmagomedov mencoba membuangnya tapi Gaethje bisa menghentikannya. Khabib menendang menggunakan lutut yang membentur kepala Gaethje. Khabib Nurmagomedov terus mendominasi setelah momen itu dan menekan Gaethje.


Gaethje membuat kombinasi pukulan dan tendangan yang sempat membuat Khabib goyah. Khabib Nurmagomedov menyergap Gaethje menjelang akhir ronde pertama. Upaya Khabib untuk mengunci Gaethje dihentikan oleh bel di akhir ronde pertama.


Di ronde kedua, kedua petarung membalas pukulan. Namun, Khabib kemudian bisa menjatuhkan Gaethje dan mengunci Gaethje.


Tak lama kemudian, Gaethje tak berdaya dan wasit memutuskan menghentikan pertandingan dengan teknik kuncian kemenangan untuk Khabib. Khabib pun berhasil mempertahankan gelar juara dunia ringan.


Sujud dan Tangisan Khabib Usai Menang Melawan Gaethje


Juara Kelas Ringan UFC Khabib Nurmagomedov berhasil mengalahkan juara interim Kelas Ringan Justin Gaethje. Khabib mengalahkan Justin Gaethje lewat teknik triangle choke di babak kedua.


Usai bertanding Khabib langsung bersujud dan menangis cukup lama di tengah ring Octagon. Ia baru mulai berdiri ketika Gaethje datang dan menepuk bahunya.

View this post on Instagram

The Undisputed King of 155. #UFC254

A post shared by ufc (@ufc) on

Usai pertandingan, Khabib mengucap puji syukur kepada Allah SWT yang ia akui memberikan dia segalanya. Ia kemudian menyebut nama timnya seperti sang pelatih Javier Mendez, Daniel Cormier hingga sang lawan Justin Gaethje. 


Khabib Pensiun Usai Hajar Gaethje di UFC 254


Khabib Nurmagomedov memutuskan pensiun setelah mengalahkan Justin Gaethje di UFC 254 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Minggu (25/10) dini hari WIB.


Keputusan untuk mundur diambil Khabib Nurmagomedov setelah menang technical submission di ronde kedua atas Gaethje. Ia menyudahi pertarungan lewat teknik triangle choke saat ronde kedua berlangsung 1 menit 36 detik.


Khabib mengambil keputusan ini karena merasa tidak mungkin bertarung tanpa didampingi sang ayah, Abdulmanap Nurmagomedov. Abdulmanap meninggal dunia karena sakit jantung dan komplikasi dengan virus corna pada 3 Juli 2020.


"Ini pertarungan terakhir saya. Tidak mungkin saya datang ke sini tanpa ayah saya. Saat UFC menelpon saya bersama Justin [Gaethje], saya berbicara dengan ibu selama tiga hari," ujar Khabib seusai pertandingan.


"Saya berjanji padanya ini akan jadi pertarungan terakhir saya. Saya harus menepati janji saya. Ini pertarungan terakhir," ia melanjutkan.


Duel Khabib vs Gaethje sendiri berjalan imbang di ronde pertama. Khabib dan Gaethje sama-sama melancarkan pukulan dan tendangan untuk menggoyahkan pertahanan masing-masing.


Namun, di ronde kedua Khabib berhasil menjatuhkan Gaethje. The Eagle kemudian melakukan kuncian yang membuat Gaethje menyerah dan ia berhasil mempertahankan gelar juara dunia kelas ringan. (red)

Selasa, 18 Agustus 2020

Khabib Nurmagomedov Akui Conor McGregor Lebih Bagus dari Justin Gaethje

Khabib Nurmagomedov bakal menghadapi Justin Gaethje. ( AFP/Gregory Shamus)


BORNEOTRIBUN - Khabib Nurmagomedov secara mengejutkan mengakui Conor McGregor merupakan petarung yang lebih bagus dibandingkan Justin Gaethje dalam hal standing fight.


Gaethje bakal datang menghadapi Khabib di UFC 254 yang berlangsung pada 24 Oktober. Pada laga itu, Gaethje diyakini bakal memberikan kesulitan yang selama ini belum pernah dihadapi oleh Khabib.


Namun Khabib justru merasa sosok McGregor masih lebih baik dibandingkan Gaethje dalam hal standing fight alias bertarung dalam posisi berdiri.


"Tentu saya setuju bahwa Gaethje adalah sosok petarung yang sangat bagus. Bila dia petarung yang buruk, tentu dia tak akan mendapatkan pertarungan perebutan gelar."


"Apakah dia petarung yang lebih baik dibandingkan Conor dalam hal standing fight? Saya rasa tidak. IQ bertarung saya mengatakan bahwa Conor McGregor sosok petarung yang lebih baik dibanding Gaethje," kata Khabib dikutip dari Bleacher Report.

Khabib menganggap Conor McGregor punya kemampuan lebih baik dibandingkan Justin Gaethje. ( Harry How/Getty Images/AFP)


Gaethje datang menantang Khabib dengan status sebagai juara interim kelas ringan UFC. Gaethje memastikan status itu setelah menang TKO atas Tony Ferguson.


Menariknya, Gaethje sendiri datang ke laga itu sebagai petarung pengganti untuk Khabib yang tak bisa berlaga di UFC 249. Awalnya, Khabib bakal berduel lawan Ferguson untuk laga perebutan gelar kelas ringan.


Khabib dan Gaethje sama-sama berada di bawah naungan manajer Ali Abdelaziz.(cnn/jl)

Minggu, 29 Maret 2020

Rusia Larang Izin Keluar-Masuk, Khabib Nurmagomedov Vs Tony Ferguson Terancam

Khabib Nurmagomedov.[Foto: Rusia Beyond]

BORNEOTRIBUN --- Khabib sudah sempat pulang ke Rusia usai pusat pelatihan di Amerika Serikat tempat ia tinggal harus ditutup dalam rangka pencegahan penyebaran virus corona. Hal itu membuat Khabib dan tim pulang ke Rusia.

Mengingat, Rencana Rusia melakukan larangan perjalanan membuat rencana duel Khabib Nurmagomedov lawan Tony Ferguson pada UFC 249 kembali dalam ancaman.

Kini, giliran peraturan dari Rusia yang mengancam kelangsungan duel Khabib lawan Ferguson. Rusia berencana melakukan larangan izin masuk dan keluar sehingga hal itu bakal menghambat ruang gerak Khabib. Peraturan ini rencananya bakal diterapkan pada Senin (30/3).

Dikutip dari Express, Khabib saat ini disebut sudah berada di Dubai sehingga ia hanya punya waktu satu hari untuk mempertimbangkan bila ia ingin kembali ke Rusia. Bila Khabib benar-benar ada di Dubai, ia punya opsi untuk tetap di sana untuk finalisasi persiapan pertarungan jika ia khawatir tak bisa keluar dari Rusia.

Bos UFC Dana White sendiri tidak pernah kehilangan keyakinan bahwa laga UFC 249 bakal tetap digelar. White mengaku sudah menyiapkan tempat untuk duel Khabib vs Ferguson di tengah pandemi Corona.

White berharap duel ini bisa jadi hiburan bagi masyarakat di tengah pandemi Corona. White mengaku sudah mendapatkan tempat bagi penyelenggaraan duel ini namun ia masih merahasiakan tempat tersebut.


White juga menegaskan bahwa duel Khabib lawan Ferguson di UFC 249 nanti bakal jadi duel tanpa penonton di area langsung sebagai bentuk kepatuhan terhadap larangan kerumunan massa.