JAKARTA - Khamzat Chimaev, petarung UFC berdarah Chechnya-Swedia, kembali jadi sorotan usai menyandang gelar juara dunia UFC pada 2025. Sosok yang dijuluki Borz atau “Serigala” ini dikenal dengan gaya bertarung agresif dan filosofi khasnya, “Smesh”. Namun, di balik kesuksesan itu, ada banyak cerita menarik yang jarang diketahui publik, mulai dari makna julukannya hingga perjuangan melawan COVID-19.
Julukan Borz sendiri berasal dari bahasa Chechnya yang berarti “serigala”. Julukan ini dianggap pas menggambarkan Chimaev yang selalu memburu lawannya tanpa henti. Ia juga mempopulerkan istilah Smesh, filosofi sederhana yang artinya menghancurkan lawan secepat mungkin lalu pulang. Gaya bertarung ini membuatnya ditakuti banyak petarung sekaligus dicintai penggemar UFC.
![]() |
| Khamzat Chimaev si ‘Serigala’ UFC dengan julukan Borz saat bertarung di Octagon. |
Selain itu, banyak penggemar penasaran dengan bekas luka di bibir atasnya yang terlihat jelas setiap kali bertanding. Luka tersebut ternyata ia dapatkan saat berusia dua tahun setelah jatuh dari tangga beton. Sejak saat itu, Chimaev kesulitan bernapas dengan sempurna melalui lubang hidung kanannya. Meski begitu, kondisi itu tidak menghentikannya menjadi salah satu petarung paling ditakuti di Octagon.
Perjalanan karier Chimaev juga nyaris terhenti di akhir 2020. Ia mengalami komplikasi parah akibat COVID-19 yang menyerang paru-parunya. Saat itu kondisinya begitu buruk hingga sempat batuk darah dan mengumumkan pensiun dini lewat media sosial. Namun, Presiden UFC Dana White turun tangan membantu pengobatan intensif. Berkat tekad dan perawatan medis, Chimaev akhirnya pulih dan bangkit kembali.
Kini, Chimaev bukan hanya menjadi ikon baru UFC, tapi juga simbol ketangguhan dalam menghadapi kesulitan. Gelar juara yang ia raih membuktikan bahwa kerja keras dan mental baja mampu menaklukkan panggung olahraga terbesar di dunia. Pertanyaannya, seberapa lama “Serigala” ini bisa mempertahankan tahtanya? Publik UFC tentu menanti babak baru dari perjalanan sang Borz.
