Berita BorneoTribun: UMKM hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label UMKM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UMKM. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 April 2026

Bank Kalsel Resmikan 3 KCPS Baru, Perkuat Ekonomi Syariah Di Banua

Bank Kalsel resmikan 3 KCPS baru di Tabalong, Tapin, dan Batola untuk memperkuat layanan syariah dan mendukung ekonomi inklusif di Kalimantan Selatan.
Bank Kalsel resmikan 3 KCPS baru di Tabalong, Tapin, dan Batola untuk memperkuat layanan syariah dan mendukung ekonomi inklusif di Kalimantan Selatan.

BANJARMASIN – Komitmen memperkuat ekonomi berbasis syariah terus ditunjukkan Bank Kalsel. Terbaru, bank daerah ini resmi membuka tiga Kantor Cabang Pembantu Syariah (KCPS) sekaligus di wilayah strategis Kalimantan Selatan.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, mengatakan ekspansi ini bertujuan untuk menghadirkan layanan perbankan syariah yang lebih dekat, nyaman, dan mudah diakses masyarakat.

“Pembukaan KCPS bertujuan menghadirkan layanan syariah yang lebih representatif dan menjangkau masyarakat lebih luas,” ujar Fachrudin di Banjarmasin, Minggu.

Langkah ini sekaligus menjadi respons atas meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan berbasis prinsip syariah yang transparan dan sesuai nilai-nilai Islam.

Fokus Ekspansi ke Wilayah Strategis

Tiga KCPS yang diresmikan berada di lokasi yang dinilai memiliki potensi ekonomi tinggi, yakni:

  • KCPS Tanjung (Kabupaten Tabalong)
    Difokuskan untuk mendukung kawasan industri serta sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

  • KCPS Rantau (Kabupaten Tapin)
    Menjadi penguat sektor perdagangan dan pertanian lokal yang terus berkembang.

  • KCPS Handil Bakti (Kabupaten Barito Kuala)
    Melayani kawasan pemukiman padat dan jalur strategis lintas provinsi Kalsel-Kalimantan Tengah.

Menurut Fachrudin, ekspansi ini bukan semata mengejar target bisnis, tetapi juga bagian dari upaya membangun ekosistem keuangan yang inklusif.

“Ini adalah wujud nyata dukungan kami terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya sektor syariah di Banua,” jelasnya.

Dorong UMKM dan Inklusi Keuangan

Kehadiran KCPS diharapkan mampu membuka akses lebih luas bagi pelaku UMKM dan nasabah ritel terhadap layanan perbankan syariah.

Selain itu, Bank Kalsel juga ingin memastikan layanan yang diberikan lebih transparan, mudah dipahami, serta sesuai prinsip syariah.

Langkah ini dinilai penting dalam mempercepat literasi dan inklusi keuangan syariah, khususnya di daerah yang selama ini belum terjangkau layanan optimal.

Komitmen Jangka Panjang

Ekspansi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Bank Kalsel dalam memperkuat posisi sebagai bank daerah yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat modern.

Dengan semakin luasnya jaringan layanan, Bank Kalsel optimistis dapat menjadi motor penggerak ekonomi syariah di Kalimantan Selatan.

FAQ

1. Apa itu KCPS Bank Kalsel?
KCPS adalah Kantor Cabang Pembantu Syariah yang menyediakan layanan perbankan berbasis prinsip syariah.

2. Di mana saja KCPS baru dibuka?
Di Tanjung (Tabalong), Rantau (Tapin), dan Handil Bakti (Barito Kuala).

3. Apa tujuan pembukaan KCPS ini?
Untuk memperluas akses layanan keuangan syariah yang lebih mudah, nyaman, dan inklusif.

4. Siapa yang diuntungkan dari ekspansi ini?
Pelaku UMKM, nasabah ritel, serta masyarakat umum yang membutuhkan layanan perbankan syariah.

5. Apakah ini bagian dari strategi bisnis?
Ya, namun juga sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi syariah daerah.

Sabtu, 04 April 2026

Bupati Kubu Raya Sujiwo Minta Komitmen Nyata Pemprov Kalbar Saat Musrenbang 2027

Bupati Kubu Raya Sujiwo minta komitmen nyata Pemprov Kalbar dalam Musrenbang 2027 guna percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Bupati Kubu Raya Sujiwo minta komitmen nyata Pemprov Kalbar dalam Musrenbang 2027 guna percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Kubu Raya — Bupati Kubu Raya, Sujiwo, meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk memberikan atensi lebih dan komitmen nyata dalam mendukung pembangunan di wilayahnya.

Hal tersebut disampaikannya dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Kubu Raya Tahun 2027, yang menjadi agenda strategis dalam menyusun arah pembangunan daerah ke depan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Gubernur Kalimantan Barat, yakni Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar, Harisson, serta jajaran Forkopimda Kubu Raya, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh masyarakat, hingga pelaku UMKM.

Dalam sambutannya, Sujiwo menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan, khususnya pada sektor infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap Pemerintah Provinsi Kalbar dapat memberikan perhatian lebih dan komitmen yang kuat dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Kubu Raya,” ujar Sujiwo.

Ia juga menyoroti posisi strategis Kubu Raya sebagai daerah penyangga ibu kota provinsi, Pontianak. Peran ini dinilai sangat penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi regional di Kalimantan Barat.

Karena itu, Sujiwo menilai dukungan dari pemerintah provinsi menjadi faktor krusial, terutama dalam pembangunan infrastruktur dasar serta pengembangan sektor unggulan daerah yang berdampak langsung pada masyarakat.

Tak hanya itu, ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Keterlibatan pelaku UMKM dan masyarakat dinilai harus terus diperkuat agar hasil pembangunan bisa dirasakan secara merata.

Sementara itu, Sekda Kalbar, Harisson, yang mewakili Gubernur Kalbar menyatakan bahwa pemerintah provinsi berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah kabupaten/kota.

Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kalimantan Barat.

Musrenbang RKPD ini sendiri menjadi forum strategis yang tidak hanya menyusun rencana pembangunan tahun 2027, tetapi juga mengakomodasi berbagai aspirasi masyarakat demi terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.

FAQ

1. Apa itu Musrenbang?
Musrenbang adalah forum perencanaan pembangunan yang melibatkan pemerintah dan masyarakat untuk menyusun rencana pembangunan daerah.

2. Apa yang disampaikan Bupati Sujiwo dalam Musrenbang 2027?
Ia meminta komitmen nyata dari Pemprov Kalbar untuk mendukung pembangunan Kubu Raya, terutama infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat.

3. Mengapa Kubu Raya dianggap strategis?
Karena Kubu Raya merupakan daerah penyangga ibu kota provinsi, sehingga berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat.

4. Siapa yang mewakili Pemprov Kalbar dalam kegiatan ini?
Sekretaris Daerah Kalbar, dr. Harisson, hadir mewakili Gubernur Kalbar.

5. Apa tujuan utama Musrenbang RKPD 2027?
Untuk menyusun rencana pembangunan daerah berdasarkan aspirasi masyarakat secara berkelanjutan dan merata.

Minggu, 22 Maret 2026

Bupati Kutai Timur Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan di Media Sosial Saat Idul Fitri 1447 H

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, ajak masyarakat perkuat persatuan dan etika digital di momen Idul Fitri 1447 H agar jauh dari perpecahan sosial.
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, ajak masyarakat perkuat persatuan dan etika digital di momen Idul Fitri 1447 H agar jauh dari perpecahan sosial.

Sangatta, Kutai Timur – Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, berharap perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah menjadi momentum penting bagi seluruh masyarakat untuk menghentikan segala bentuk perpecahan dan polarisasi, khususnya di media sosial.

"Di tengah derasnya tantangan digitalisasi dan maraknya penyebaran berita bohong, Idul Fitri harus menjadi titik balik menghentikan perpecahan dengan mengedepankan etika," ujar Ardiansyah dalam sambutannya di Masjid Agung Al-Faruq Sangatta, Kalimantan Timur, pada Sabtu lalu.

Ia menekankan pentingnya masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh kebiasaan saling menyalahkan yang sering muncul di berbagai platform digital. 

Kemenangan spiritual setelah berpuasa sebulan penuh, menurutnya, sepatutnya diwujudkan melalui kedewasaan dan pengendalian diri saat berinteraksi di ruang digital.

"Nilai-nilai luhur Ramadhan seperti kesabaran dan kejujuran harus terus dihidupkan sebagai fondasi utama menjaga persatuan bangsa," tambahnya. 

Kesempatan kembali kepada fitrah ini juga menjadi momen penting untuk mempererat tali silaturahim antarwarga.

Selain fokus pada etika digital, Bupati Ardiansyah menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berkomitmen menjaga stabilitas perekonomian lokal melalui penguatan sektor UMKM

Pemberdayaan masyarakat desa menjadi prioritas agar kesejahteraan dapat dirasakan secara merata di tengah dinamika ekonomi.

Ia juga menaruh perhatian pada generasi muda Kutai Timur agar tumbuh menjadi individu yang berakhlak, disiplin, dan berdaya saing tinggi. 

Seiring dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara, daerah ini memikul tanggung jawab besar untuk menyeimbangkan pembangunan infrastruktur dengan pelestarian lingkungan.

"Tata kelola pemerintahan yang bersih serta pelayanan publik cepat terus ditingkatkan dengan berlandaskan integritas aparatur," kata Ardiansyah. 

Selain itu, semangat berbagi kepedulian melalui penyaluran zakat, infak, dan sedekah ditekankan sebagai kunci utama dalam merajut solidaritas sosial.

Dengan perayaan Idul Fitri ini, diharapkan masyarakat Kutai Timur dapat memulai kembali kehidupan sosial dan digital dengan lebih bijak, penuh empati, dan menjunjung persatuan.

Sabtu, 21 Februari 2026

UMKM Kalsel Serbu Sertifikasi Halal Gratis di Ramadhan 1447 H

Pemprov Kalimantan Selatan bersama Bank Indonesia menggelar National Halal Fair di Pasar Wadai Ramadhan 1447 H untuk mempercepat sertifikasi halal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah daerah.
Pemprov Kalimantan Selatan bersama Bank Indonesia menggelar National Halal Fair di Pasar Wadai Ramadhan 1447 H untuk mempercepat sertifikasi halal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah daerah.

Kalsel Perkuat Ekonomi Syariah Lewat National Halal Fair Ramadhan 1447 H

BANJARMASIN -- Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama Bank Indonesia dan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah menggelar National Halal Fair di stan Pasar Wadai Ramadhan 1447 Hijriah, Banjarmasin. Kegiatan ini menjadi langkah strategis memperkuat ekosistem ekonomi syariah sekaligus mendorong percepatan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM di Kalsel.

Momentum Ramadhan dimanfaatkan oleh Pemprov Kalsel untuk menghadirkan layanan terpadu berbasis syariah yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha. Kepala Biro Perekonomian Setda Kalsel, Eddy Elminsyah Jaya, menegaskan bahwa program ini selaras dengan visi Gubernur dalam membangun ekonomi daerah berbasis nilai-nilai syariah yang inklusif dan berkelanjutan.

Menurutnya, National Halal Fair tidak sekadar pameran produk halal, tetapi juga menjadi pusat layanan sertifikasi halal, edukasi keuangan syariah, hingga penguatan literasi zakat dan wakaf. Sejumlah lembaga turut terlibat, termasuk Badan Amil Zakat Nasional, UIN Antasari, serta perbankan syariah.

UMKM Bisa Urus Sertifikasi Halal Gratis

Salah satu fokus utama kegiatan ini adalah mempermudah pelaku UMKM mendapatkan sertifikasi halal. Di stan khusus yang tersedia, pelaku usaha bisa langsung berkonsultasi dengan tim pusat kajian halal.

Untuk usaha dengan bahan baku sederhana, tersedia skema self declare atau pernyataan mandiri halal yang dapat diakses secara gratis. Sementara bagi usaha dengan bahan baku lebih kompleks, tersedia layanan konsultasi langsung agar proses sertifikasi sesuai standar.

Program ini berlangsung selama 25 hari mengikuti jadwal Pasar Wadai Ramadhan. Pemerintah menargetkan partisipasi maksimal dari UMKM yang belum memiliki label halal agar mampu meningkatkan daya saing produk di pasar lokal maupun nasional.

Sinergi Lintas Instansi Perkuat Ekosistem Halal

Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalsel, Fikar Fauzan, menyebut National Halal Fair sebagai bentuk kolaborasi nyata antara pemerintah daerah, perbankan syariah seperti Bank Kalsel Syariah dan Bank Syariah Indonesia, serta Kamar Dagang dan Industri yang membawa UMKM binaan dengan produk halal berizin edar.

Selain sertifikasi halal, kegiatan ini juga menghadirkan layanan zakat dan kampanye wakaf kreatif melalui program Wakaf Cendol 3 in 1. Masyarakat dapat berwakaf mulai Rp5.000 dan memperoleh satu mangkuk cendol dari UMKM lokal. Dana wakaf tersebut akan disalurkan untuk mendukung tiga proyek wakaf produktif.

Langkah ini dinilai mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus menumbuhkan kesadaran berwakaf secara sederhana dan terjangkau.

Dampak Langsung Bagi UMKM dan Masyarakat

Melalui National Halal Fair di Pasar Wadai Ramadhan, Pemprov Kalsel dan Bank Indonesia berupaya membangun ekosistem ekonomi syariah yang terintegrasi. Tidak hanya meningkatkan legalitas usaha melalui sertifikasi halal, tetapi juga memperluas akses pembiayaan syariah serta memperkuat literasi keuangan masyarakat.

Bagi pelaku UMKM, sertifikasi halal bukan hanya soal kepatuhan regulasi, tetapi juga membuka peluang pasar yang lebih luas, meningkatkan kepercayaan konsumen, dan memperkuat branding produk.

Ramadhan menjadi momentum strategis untuk mempercepat transformasi ekonomi syariah di Kalimantan Selatan. Dengan kolaborasi lintas sektor, Kalsel menargetkan menjadi salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi syariah yang kuat dan berdaya saing.

FAQ Seputar National Halal Fair Kalsel

Apa itu National Halal Fair di Kalsel?
National Halal Fair adalah kegiatan penguatan ekonomi syariah yang digelar Pemprov Kalsel bersama Bank Indonesia dan KDEKS di Pasar Wadai Ramadhan 1447 H.

Apakah sertifikasi halal di acara ini gratis?
Ya, untuk skema self declare atau pernyataan mandiri halal bagi usaha dengan bahan baku sederhana, sertifikasi diberikan secara gratis.

Berapa lama kegiatan berlangsung?
Program berlangsung selama 25 hari mengikuti jadwal Pasar Wadai Ramadhan.

Apa manfaat sertifikasi halal bagi UMKM?
Sertifikasi halal meningkatkan kepercayaan konsumen, memperluas akses pasar, dan memperkuat daya saing produk.

Apa itu program Wakaf Cendol 3 in 1?
Program wakaf dengan donasi minimal Rp5.000, masyarakat mendapat cendol UMKM lokal dan dana disalurkan untuk proyek wakaf produktif.

Senin, 16 Februari 2026

Menekraf Dorong Inovasi Ekonomi Kreatif Lewat Pendekatan Hexahelix, UMKM Lampung Siap Naik Kelas dan Tembus Pasar Global

Menekraf Dorong Inovasi Ekonomi Kreatif Lewat Pendekatan Hexahelix, UMKM Lampung Siap Naik Kelas dan Tembus Pasar Global
Menekraf Dorong Inovasi Ekonomi Kreatif Lewat Pendekatan Hexahelix, UMKM Lampung Siap Naik Kelas dan Tembus Pasar Global.

JAKARTA -- Pemerintah semakin serius menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan baru. Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan pentingnya inovasi berbasis kolaborasi melalui pendekatan hexahelix untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif (ekraf) di Indonesia.

Dalam keterangannya di Jakarta, Riefky mengajak seluruh pelaku kreatif untuk tidak berjalan sendiri. Menurutnya, setiap subsektor ekonomi kreatif memiliki karakter dan potensi unik. Karena itu, dibutuhkan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, komunitas, media, dan lembaga keuangan agar pertumbuhan bisa lebih cepat dan berkelanjutan.

“Kolaborasi melalui event nasional maupun internasional dapat memperluas jaringan dan meningkatkan kapasitas pelaku kreatif. Momentum promosi dan pelatihan harus dimanfaatkan secara maksimal,” ujarnya.

Aspirasi Pelaku Ekraf: UMKM Butuh Fasilitasi dan Wadah Kolaborasi

Pernyataan tersebut disampaikan saat Menekraf menghadiri diskusi Bincang Ekraf di El’s Coffee Roastery, Bandar Lampung, Minggu (15/2). Dalam forum itu, para pegiat ekonomi kreatif menyuarakan berbagai kebutuhan, mulai dari dukungan fasilitasi UMKM, ruang kolaborasi lintas subsektor, hingga penguatan promosi dan pelatihan yang berkelanjutan.

Riefky menegaskan komitmen pemerintah untuk membuka lebih banyak ruang kolaborasi antarkomunitas. Tujuannya jelas: produk kreatif daerah tidak hanya bertahan di pasar lokal, tetapi mampu naik kelas dan bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.

Jika kolaborasi ini berjalan efektif, pelaku UMKM bukan hanya sekadar bertahan, tetapi bisa berkembang dengan strategi yang lebih terarah dan berdaya saing tinggi.

Kunjungan ke PT Sari Alami, Inspirasi Penguatan Industri Kreatif Kopi

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Menekraf bersama jajaran Pemerintah Provinsi Lampung juga melakukan kunjungan ke PT Sari Alami. Kunjungan ini bertujuan melihat langsung proses produksi dan pengolahan kopi, mulai dari tahap roasting hingga pengemasan.

Langkah ini diharapkan menjadi contoh nyata bagaimana potensi lokal dapat dikembangkan secara profesional dan modern. Industri kopi, sebagai bagian dari ekosistem ekonomi kreatif berbasis kuliner dan produk lokal, memiliki peluang besar untuk memperluas pasar jika dikelola dengan standar kualitas yang konsisten.

Bagi Anda pelaku usaha, ini menjadi sinyal kuat bahwa inovasi produk, kemasan menarik, serta strategi branding yang tepat adalah kunci memenangkan pasar.

Ekonomi Kreatif sebagai Mesin Pertumbuhan Baru

Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan komunitas kreatif di Lampung menjadi bukti bahwa ekonomi kreatif diposisikan sebagai the new engine of growth.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyampaikan bahwa pemerintah daerah siap memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat. Fokusnya adalah meningkatkan kapasitas UMKM dan subsektor kreatif yang telah berhasil menembus pasar nasional maupun global.

“Kami ingin pelaku kreatif saling berbagi pengalaman, meningkatkan kualitas, dan tumbuh bersama agar ekonomi kreatif Lampung semakin kompetitif,” ujarnya.

Saatnya Pelaku Kreatif Bergerak Bersama

Pendekatan hexahelix bukan sekadar konsep, melainkan strategi nyata untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif yang solid. Kolaborasi, inovasi, dan peningkatan kapasitas menjadi tiga kunci utama.

Bagi Anda yang bergerak di sektor kreatif, ini momentum yang tidak boleh dilewatkan. Manfaatkan pelatihan, perluas jaringan, dan tingkatkan kualitas produk. Dengan kolaborasi yang tepat, bukan tidak mungkin karya lokal Anda menjadi kebanggaan nasional bahkan mendunia.

Ekonomi kreatif bukan hanya tentang ide, tetapi tentang keberanian untuk tumbuh bersama.

Senin, 09 Februari 2026

Imlek dan Ramadhan Datang Berdekatan, UMKM Punya Peluang Emas Dongkrak Penjualan

Imlek dan Ramadhan Datang Berdekatan, UMKM Punya Peluang Emas Dongkrak Penjualan. (Gambar ilustrasi)
Imlek dan Ramadhan Datang Berdekatan, UMKM Punya Peluang Emas Dongkrak Penjualan. (Gambar ilustrasi)

JAKARTA -- Momentum dua hari besar keagamaan yang jatuh berdekatan pada tahun ini, yakni Imlek dan Ramadhan, dinilai bisa menjadi mesin penggerak baru bagi konsumsi masyarakat, khususnya untuk produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ekonom sekaligus Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira Adhinegara, menilai kondisi ini tidak boleh dilewatkan begitu saja oleh pelaku usaha. Menurutnya, kunci utama ada pada pemahaman tren belanja masyarakat yang terus berubah.

“Pelaku UMKM harus mulai membaca arah selera konsumen. Contohnya, tren pakaian apa yang akan diminati untuk baju Idul Fitri 2026,” ujarnya.

Produk Spesifik Lebih Menarik di Momen Perayaan

Imlek dan Ramadhan Datang Berdekatan, UMKM Punya Peluang Emas Dongkrak Penjualan. (Gambar ilustrasi)
Imlek dan Ramadhan Datang Berdekatan, UMKM Punya Peluang Emas Dongkrak Penjualan. (Gambar ilustrasi)

Bhima menjelaskan, pada momen keagamaan, produk yang tersegmentasi justru punya daya tarik lebih kuat dibanding produk umum. Saat Imlek, misalnya, konsumen cenderung mencari paket makanan ringan khas perayaan, buah-buahan seperti jeruk Mandarin, kue tradisional, hingga minuman khusus Imlek. Tak hanya itu, aksesoris bernuansa perayaan dan promo liburan juga berpotensi laris diburu.

Sementara itu, memasuki bulan Ramadhan, pola belanja masyarakat kembali berubah. Permintaan biasanya meningkat untuk perangkat ibadah, makanan beku, pakaian jadi, hingga layanan pendukung seperti transportasi dan penginapan.

“UMKM yang jeli membaca momen ini bisa menyesuaikan produk sejak jauh hari agar tidak kehilangan peluang,” jelas Bhima.

Lebaran Bukan Cuma Soal Makanan dan Baju

Tak berhenti di situ, Bhima juga mengingatkan bahwa momen Lebaran membuka peluang usaha lain yang sering luput dari perhatian. Beberapa di antaranya adalah jasa penitipan hewan peliharaan, parsel Lebaran, hingga layanan pendukung arus mudik.

Menurutnya, produk lokal sebenarnya masih punya ruang tumbuh yang cukup besar. Namun, pelaku usaha perlu lebih fokus menyasar konsumen yang tepat, bukan pasar umum yang terlalu luas.

“Peluang itu ada, tapi sifatnya sangat lokal dan erat dengan kebutuhan utama masyarakat, seperti makanan, pakaian, dan transportasi saat mudik,” katanya.

Kolaborasi dan Digital Jadi Kunci Bertahan

Imlek dan Ramadhan Datang Berdekatan, UMKM Punya Peluang Emas Dongkrak Penjualan. (Gambar ilustrasi)
Imlek dan Ramadhan Datang Berdekatan, UMKM Punya Peluang Emas Dongkrak Penjualan. (Gambar ilustrasi)

Di tengah tantangan daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih serta ketidakpastian ekonomi global, Bhima menyarankan pelaku UMKM untuk tidak berjalan sendiri. Kolaborasi antar pelaku usaha dinilai bisa menjadi strategi efektif, misalnya dengan menggelar bazar kuliner dan perlengkapan Ramadhan di sekitar masjid atau pusat keramaian.

Selain itu, pemanfaatan platform digital dan media sosial juga menjadi langkah penting agar produk lebih mudah menjangkau konsumen. Ia juga mengingatkan agar pelaku usaha lebih bijak dalam mengatur stok bahan baku, menyesuaikan dengan perkiraan permintaan supaya risiko kerugian bisa ditekan.

Dengan strategi yang tepat, momen Imlek dan Ramadhan tahun ini bukan hanya jadi perayaan, tetapi juga peluang emas bagi UMKM untuk naik kelas dan memperkuat bisnisnya.

Kredit UMKM Terus Anjlok, Bank Indonesia Bongkar Penyebabnya

Kredit UMKM Terus Anjlok, Bank Indonesia Bongkar Penyebabnya. (Gambar ilustrasi)
Kredit UMKM Terus Anjlok, Bank Indonesia Bongkar Penyebabnya. (Gambar ilustrasi)

JAKARTA - Seiring berjalannya waktu, kabar kurang menggembirakan datang dari dunia usaha kecil dan menengah di Indonesia. Kredit yang diberikan kepada segmen UMKM ternyata terus menurun, padahal pemerintah sudah meluncurkan berbagai program prioritas untuk mendongkrak pertumbuhan mereka. Lalu, apa sih yang sebenarnya terjadi?

Data terbaru menunjukkan tren yang cukup mengejutkan. Selama 2025, total kredit UMKM mengalami kontraksi 0,3% dibanding tahun sebelumnya. Kalau dibedah lebih detail, usaha mikro turun hingga 4,68%, usaha menengah turun 2,02%, sementara usaha kecil justru naik tipis 6,8%. Dari sisi pangsa kredit, UMKM juga terlihat merosot. Dari 20,55% di akhir 2023, turun jadi 17,49% di akhir 2025. Artinya, porsi UMKM dari total kredit perbankan makin mengecil.

Menurut pengamatan Bank Indonesia, perlambatan ini terjadi karena risiko yang ditanggung perbankan semakin tinggi. Bank jadi lebih selektif dalam menyalurkan kredit. Mereka harus menimbang, seberapa besar risiko yang siap diambil agar tidak mengalami kerugian. Situasi ini membuat banyak UMKM sulit mendapatkan modal tambahan, padahal modal adalah darah kehidupan bagi usaha skala kecil dan menengah.

Meski begitu, BI tetap optimis. Tahun 2026, pertumbuhan kredit perbankan secara keseluruhan ditargetkan antara 8%-12%. Hal ini diyakini bisa tercapai karena fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat. Artinya, kalau risiko bisa dikelola, peluang bagi UMKM untuk mendapatkan kredit juga masih terbuka.

Bagi para pelaku UMKM, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk tetap mendapatkan akses kredit. Pertama, perhatikan laporan keuangan dan catatan bisnis agar lebih transparan bagi bank. Kedua, manfaatkan program pemerintah yang ada, seperti pembiayaan dengan bunga rendah atau skema penjaminan kredit. Ketiga, bangun reputasi usaha yang sehat, karena bank cenderung memilih debitur yang track record-nya jelas.

Menurunnya kredit UMKM memang menjadi tantangan serius, tapi bukan berarti jalan tertutup. Dengan memahami faktor risiko yang menjadi perhatian bank dan mempersiapkan usaha dengan lebih matang, UMKM masih punya kesempatan untuk tumbuh dan berkembang. Kuncinya, kesadaran akan manajemen risiko dan pemanfaatan program pemerintah secara optimal.

Kesimpulannya, kredit UMKM menurun bukan karena salah satu pihak semata, tapi karena kombinasi risiko usaha dan selektivitas perbankan. Namun, peluang tetap ada. Dengan strategi yang tepat, UMKM bisa memanfaatkan kredit sebagai bahan bakar untuk ekspansi usaha, membuka lapangan kerja baru, dan ikut menggerakkan ekonomi nasional. Jadi, jangan patah semangat, karena modal bisa dicari dengan cara yang lebih cerdas.

Jumat, 17 Oktober 2025

UPB Dorong Kolaborasi untuk Naik Kelasnya UMKM di Pontianak

Foto: UPB Dorong Kolaborasi untuk Naik Kelasnya UMKM di Pontianak

PONTIANAK - Universitas Panca Bhakti (UPB) melalui Sekolah Pascasarjana terus berkomitmen mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Pontianak. Kegiatan yang dilaksanakan bekerja sama dengan Rumah BUMN BNI, BPJS, serta mitra lainnya ini menjadi langkah nyata dalam membina dan meningkatkan kapasitas para pelaku UMKM agar mampu naik kelas. Kegiatan hari Jumat (17/10/2025).

Wakil rektor 1 UPB, Agus Salim, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam memperkuat perekonomian masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor.

“Kegiatan hari ini sangat penting karena berkaitan dengan pembinaan UMKM, terutama dalam upaya meningkatkan kelas dari masing-masing pelaku usaha di Kota Pontianak. Salah satu aspek penting adalah bagaimana mereka mampu menjalin hubungan yang baik dengan pelanggan. Ini menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan usaha dan meningkatkan volume bisnis,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, kerja sama antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha seperti BNI dan BPJS perlu terus ditingkatkan sebagai bentuk sinergi dalam mengembangkan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Direktur Sekolah Pascasarjana UPB, Muhammad Doing, menyoroti pentingnya memahami tiga aspek utama dalam ekonomi, yakni produksi, distribusi, dan konsumsi.

“Produksi hendaknya selalu mengacu pada kebutuhan dan keinginan konsumen. Ini penting agar produk yang dihasilkan memiliki nilai jual dan diterima pasar. Melalui kegiatan seperti ini, para pelaku UMKM bisa memahami strategi tersebut,” ungkapnya.

Senada dengan hal itu, Ketua Program Studi Magister Manajemen Sekolah Pascasarjana UPB, Dina Octaviani, menyampaikan apresiasi atas dukungan dari berbagai pihak, termasuk Rumah BUMN BNI dan BPJS. Ia berharap kegiatan pembinaan ini dapat terus berlanjut.

“Para pelaku UMKM sangat antusias dan merasa terbantu dengan adanya program seperti ini. Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti di sini, tetapi ada tindak lanjut agar UMKM kita bisa berkembang pesat dan benar-benar naik kelas,” tutur Dina.

Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan program penelitian dan pengabdian yang tengah dijalankan di lingkungan Pascasarjana UPB, terutama dalam bidang pengembangan manajemen dan peningkatan kapasitas pelaku usaha lokal.

Dengan adanya sinergi antara dunia akademik, lembaga pemerintah, dan sektor bisnis, diharapkan UMKM di Pontianak dapat semakin tangguh dan berdaya saing tinggi dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan. (JM)

Sabtu, 19 Juli 2025

BKOW Kalimantan Barat Resmi Dilantik Gubernur Ria Norsan Siap Jadi Garda Terdepan Pemberdayaan Perempuan dan UMKM

BKOW Kalimantan Barat Resmi Dilantik Gubernur Ria Norsan Siap Jadi Garda Terdepan Pemberdayaan Perempuan dan UMKM
BKOW Kalimantan Barat Resmi Dilantik Gubernur Ria Norsan Siap Jadi Garda Terdepan Pemberdayaan Perempuan dan UMKM.

PONTIANAK - Kamis, 17 Juli 2025 jadi momen penting buat perempuan Kalimantan Barat. Gubernur Kalbar, Ria Norsan, secara resmi melantik kepengurusan baru Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) di Pendopo Gubernur Kalbar. 

Dalam acara yang penuh semangat itu, Hj. Erlinawati, S.H., M.A.P., yang juga merupakan Anggota DPD RI Dapil Kalbar, resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum BKOW Kalbar.

Pelantikan ini dihadiri oleh banyak pihak penting, termasuk Forkopimda dan seluruh organisasi perempuan di Kalimantan Barat. 

Dalam sambutannya, Gubernur Ria Norsan menegaskan bahwa BKOW punya peran besar dalam sejarah pergerakan perempuan di Kalbar. 

Ia mengajak BKOW untuk terus jadi kekuatan utama dalam memperkuat keluarga, serta mendorong pemberdayaan perempuan bersama berbagai organisasi perempuan lain di daerah.

"Alhamdulillah, hari ini kita telah melantik pengurus BKOW yang baru. Harapannya, BKOW bisa terus bersinergi dengan pemerintah demi pembangunan Kalimantan Barat yang lebih maju," ujar Gubernur Norsan dengan penuh optimisme.

Beliau menambahkan bahwa BKOW bukan sekadar organisasi formal, tapi juga pilar penting yang menyentuh banyak aspek kehidupan masyarakat. 

Mulai dari pendidikan keluarga, penguatan UMKM, kerajinan lokal, sampai kegiatan keagamaan.

Ia juga berharap BKOW bisa jadi penghubung antarorganisasi perempuan se-Kalbar agar kerja sama makin solid dan berdampak besar. 

Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat peran perempuan dalam membangun daerah dan menciptakan lingkungan yang lebih ramah dan setara gender.

Sementara itu, Hj. Erlinawati menyampaikan rasa syukurnya setelah resmi dilantik sebagai Ketua Umum BKOW Kalimantan Barat. 

Ia menegaskan bahwa BKOW siap berkolaborasi dengan pemerintah provinsi, mitra strategis, dan instansi terkait demi menjalankan program kerja yang tepat sasaran dan menyentuh langsung kebutuhan perempuan Kalbar.

Menurut Erlinawati, tahun 2025 akan jadi awal baru bagi BKOW untuk fokus pada sektor kesehatan dan pemberdayaan pelaku UMKM yang semakin berkembang pesat. 

Dua sektor ini dipilih karena dinilai paling dekat dengan keseharian masyarakat, khususnya perempuan dan keluarga.

Nggak hanya itu, BKOW juga menaruh perhatian serius pada isu-isu sosial seperti kekerasan terhadap perempuan dan anak. 

Hj. Erlinawati menegaskan bahwa mereka siap bergandengan tangan dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) dan lembaga lainnya untuk menyelesaikan berbagai kasus kekerasan yang masih banyak terjadi, terutama di wilayah perbatasan.

"Angka kekerasan perempuan dan anak masih cukup tinggi, terutama di daerah perbatasan. BKOW siap turun langsung, memberikan edukasi, pelatihan, dan perlindungan agar perempuan-perempuan Kalbar bisa lebih kuat, mandiri, dan terlindungi," jelasnya.

Dengan semangat kolaboratif dan kepedulian tinggi, BKOW Kalimantan Barat di bawah kepemimpinan Hj. Erlinawati ingin menjadi mitra strategis pemerintah dalam menciptakan masyarakat yang sehat, sejahtera, dan adil gender. 

Pelantikan ini bukan hanya sekadar seremonial, tapi jadi awal dari gerakan nyata pemberdayaan perempuan di Kalimantan Barat.

Semoga ke depan, BKOW benar-benar jadi garda terdepan yang membawa perubahan positif, khususnya dalam mendukung UMKM lokal dan menangani isu-isu yang berdampak langsung pada kesejahteraan perempuan dan keluarga.

Selasa, 25 Februari 2025

Seminar HPN di Sekadau: Peran Pers dalam Ketahanan Pangan dan UMKM

Seminar HPN di Sekadau: Peran Pers dalam Ketahanan Pangan dan UMKM
Seminar HPN di Sekadau: Peran Pers dalam Ketahanan Pangan dan UMKM.
SEKADAU – Hari Pers Nasional (HPN) 2025 di Kabupaten Sekadau tidak hanya diisi dengan aksi penanaman jagung, tetapi juga menghadirkan seminar yang membahas dua topik utama: ketahanan pangan dan peran pers dalam mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Acara ini berlangsung di Aula SMK Amaliyah Sekadau pada Senin, 24 Februari 2025.

Dalam seminar tersebut, Site Manager HPH Dharma Satya Nusantara (DSN), Imanuel Tibian, memaparkan pentingnya tata kelola kelapa sawit yang berkelanjutan sebagai bagian dari ketahanan pangan.

“Industri kelapa sawit memiliki peran besar dalam perekonomian daerah. Namun, harus dikelola dengan baik agar tetap berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Imanuel.

Selain itu, seminar ini juga menyoroti peran media dalam mengangkat potensi UMKM di daerah. Ketua PWI Kalbar, Kundori, menegaskan bahwa pers memiliki tanggung jawab dalam mempromosikan produk lokal agar bisa bersaing di pasar yang lebih luas.

“Pers bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga bisa menjadi jembatan antara pelaku UMKM dan pasar. Dengan liputan yang baik, produk lokal bisa lebih dikenal dan berkembang,” jelas Kundori.

HPN tingkat Provinsi Kalbar sendiri telah diperingati pada 18 Februari 2025 di Hotel Golden Tulip Pontianak. Acara tersebut dihadiri oleh Pj Gubernur Kalbar, Harisson, dengan tema Pers Mendorong UMKM Naik Kelas.

“Kita ingin UMKM di Kalimantan Barat bisa berkembang lebih pesat dengan dukungan promosi dari media. Ini akan membantu perekonomian masyarakat secara keseluruhan,” ujar Harisson dalam sambutannya.

Kapolres Sekadau, AKBP I Nyoman Sudama, dalam sesi diskusi menambahkan bahwa ketahanan pangan dan ekonomi daerah harus didukung dari berbagai aspek, termasuk pengawasan distribusi hasil pertanian dan produk UMKM.

“Kami di kepolisian juga mendukung program ketahanan pangan dengan berbagai inisiatif, seperti pemanfaatan lahan kosong untuk pertanian dan pengawasan distribusi agar harga tetap stabil,” kata Kapolres.

Sementara itu, Wakil Bupati Sekadau, Subandrio, menegaskan bahwa program ketahanan pangan yang dijalankan Pemkab Sekadau juga sejalan dengan upaya pemberdayaan UMKM.

“Kami terus mendorong agar petani dan pelaku UMKM mendapatkan pendampingan dan akses pemasaran yang lebih luas. Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah, media, dan masyarakat, kita bisa mencapai ketahanan pangan dan ekonomi yang lebih kuat,” tuturnya.

Dengan adanya seminar ini, peringatan HPN di Sekadau semakin memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dalam sektor pertanian maupun pengembangan UMKM.

Jumat, 09 Agustus 2024

Peringatan Hari Kewirausahaan: Pojok Koperasi dan UMKM Resmi Dibuka di Kalimantan Barat

Peringatan Hari Kewirausahaan: Pojok Koperasi dan UMKM Resmi Dibuka di Kalimantan Barat
Peringatan Hari Kewirausahaan, Koperasi, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kalimantan Barat menjadi momen spesial tahun ini dengan peluncuran Pojok Koperasi dan UMKM. (Adpim Pemprov Kalbar/Borneotribun)
PONTIANAK - Peringatan Hari Kewirausahaan, Koperasi, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kalimantan Barat menjadi momen spesial tahun ini dengan peluncuran Pojok Koperasi dan UMKM. Acara ini secara resmi dibuka oleh Penjabat Gubernur Kalimantan Barat, dr. Harisson, M.Kes., di halaman Dinas Koperasi UKM Provinsi Kalbar, Kamis (8/8/2024).

Dalam sambutannya, dr. Harisson menyoroti peningkatan ekonomi di Kalimantan Barat yang saat ini mencapai pertumbuhan 4,76 persen pada triwulan kedua. Ia menekankan bahwa koperasi memiliki peran penting dalam mendukung ekosistem usaha rakyat dan menghubungkannya dengan rantai pasok industri nasional.
Peringatan Hari Kewirausahaan: Pojok Koperasi dan UMKM Resmi Dibuka di Kalimantan Barat
Peringatan Hari Kewirausahaan, Koperasi, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kalimantan Barat menjadi momen spesial tahun ini dengan peluncuran Pojok Koperasi dan UMKM. (Adpim Pemprov Kalbar/Borneotribun)
"Koperasi adalah solusi pembiayaan mikro yang banyak diakses oleh rumah tangga di Indonesia. Dengan peran kita yang terus memberdayakan UMKM dan koperasi, hasilnya mulai nampak. Kerjasama antara Dinas Koperasi, Bea Cukai, Bank Indonesia, dan koperasi lainnya telah menunjukkan hasil yang positif," ungkap dr. Harisson.

Penjabat Gubernur juga menekankan pentingnya menanamkan mindset kewirausahaan pada generasi muda. Ia berharap bahwa anak-anak SMA, SMK, dan mahasiswa perguruan tinggi dapat berpikir untuk memulai usaha setelah menyelesaikan pendidikan mereka.

"Jangan sampai setelah tamat sekolah atau kuliah, mereka hanya bercita-cita menjadi pegawai. Sebaliknya, mereka harus mulai berpikir untuk memulai bisnis atau usaha. Dengan membuka usaha, mereka tidak hanya akan membantu diri sendiri, tetapi juga menciptakan lapangan pekerjaan baru dan menurunkan tingkat pengangguran," tambahnya.
Peringatan Hari Kewirausahaan, Koperasi, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kalimantan Barat menjadi momen spesial tahun ini dengan peluncuran Pojok Koperasi dan UMKM. (Adpim Pemprov Kalbar/Borneotribun)
Peringatan Hari Kewirausahaan, Koperasi, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kalimantan Barat menjadi momen spesial tahun ini dengan peluncuran Pojok Koperasi dan UMKM. (Adpim Pemprov Kalbar/Borneotribun)
Acara ini turut dihadiri oleh Penjabat Ketua Dekranasda Provinsi Kalimantan Barat, Ny. Windy Prihastari Harisson, S.STP., M.Si., serta instansi vertikal dan kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan yang kuat untuk pengembangan koperasi dan UMKM di daerah tersebut.

Peringatan Hari Kewirausahaan ini diharapkan dapat terus mendorong pengembangan UMKM, industri kreatif, dan pariwisata di Kalimantan Barat. Dengan adanya Pojok Koperasi dan UMKM, diharapkan para pelaku usaha dapat lebih mudah mendapatkan pembinaan, peningkatan kompetensi, serta akses ke pasar yang lebih luas.

Rabu, 07 Agustus 2024

Wakil Bupati Sekadau Ajak UMKM Manfaatkan Media Sosial

Wakil Bupati Sekadau Ajak UMKM Manfaatkan Media Sosial
Wakil Bupati Sekadau Buka Sosialisasi Packaging UMKM.
SEKADAU - Wakil Bupati Sekadau, Subandrio, SH.MH, secara resmi membuka kegiatan sosialisasi tentang packaging untuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Sekadau Selasa (6/8/2024) kemarin. Acara yang berlangsung di Gedung UMKM Center Sekadau ini dihadiri oleh sekitar 30 peserta dari berbagai pelaku UMKM.

Dalam sambutannya, Subandrio menyoroti pentingnya inovasi dalam dunia usaha. "Di Sekadau sudah ada pusat kuliner di kompleks Terminal Lawang Kuari yang menjual berbagai makanan khas Sekadau maupun dari daerah lain, meski hanya buka di malam hari," ungkapnya.

Wakil Bupati Sekadau menegaskan bahwa UMKM merupakan motor penggerak ekonomi utama di Provinsi Kalimantan Barat, termasuk di Sekadau. Menurutnya, pertumbuhan UMKM sangat tergantung pada pertumbuhan ekonomi daerah. "UMKM bisa berkembang jika ekonomi daerahnya baik. Tanpa itu, sulit bagi pelaku UMKM untuk maju," ujarnya.

Wakil Bupati Sekadau mendorong pelaku UMKM untuk mencari formulasi baru agar bisa bersaing dengan UMKM dari kabupaten lain. "Kita harus mampu bersaing, terutama dengan menonjolkan ciri khas rasa dan kemasan yang menarik," sarannya.

Wakil Bupati Sekadau Subandrio juga menekankan pentingnya konsistensi dalam produksi. "Produk harus selalu tersedia agar tidak terputus. Selain itu, rasa dan kualitas kemasan harus dijaga," tambahnya.

Wakil Bupati Sekadau menyarankan para pelaku UMKM untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran. "Sebaiknya buat akun Facebook untuk mempromosikan produk. Jangan lupa cantumkan nomor kontak agar pembeli mudah menghubungi," tuturnya.

Untuk meyakinkan pembeli, Wakil Bupati Sekadau Subandrio mengusulkan agar informasi kandungan produk dan tanggal kadaluarsa dicantumkan pada kemasan. Hal ini akan memberikan transparansi kepada konsumen mengenai produk yang mereka beli.

Terkait permodalan, pemerintah menyediakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku usaha kecil. "Jika serius berusaha, jangan ragu untuk merencanakan bisnis dengan matang dan ajukan pinjaman KUR," anjurnya.
Wakil Bupati Sekadau Ajak UMKM Manfaatkan Media Sosial
Wakil Bupati Sekadau Ajak UMKM Manfaatkan Media Sosial.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia, Atika Suryati, mewakili Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, menjelaskan bahwa sosialisasi ini diikuti oleh 30 pelaku UMKM di Kabupaten Sekadau, dengan narasumber dari Pontianak. "Kami berharap sosialisasi ini dapat menambah wawasan bagi pelaku UMKM di Sekadau," katanya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas PTSP, Handayani, serta perwakilan dari berbagai instansi terkait.

Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan pelaku UMKM di Sekadau dapat lebih memahami pentingnya inovasi dalam packaging dan strategi pemasaran untuk meningkatkan daya saing produk mereka di pasar lokal dan nasional.

Jumat, 02 Agustus 2024

Pj. Gubernur Harisson Pimpin High Level Meeting Bahas Peningkatan Perlindungan Jamsostek Pelaku UMKM

Pj. Gubernur Harisson Pimpin High Level Meeting Bahas Peningkatan Perlindungan Jamsostek Pelaku UMKM
Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat, dr. Harisson, M.Kes., memimpin High Level Meeting di Hotel Mercure Pontianak pada Kamis (1/8/2024).
PONTIANAK – Penjaminan sosial bagi pelaku usaha, terutama UMKM, menjadi salah satu fokus utama pemerintah saat ini. Program Jaminan Sosial, termasuk BPJS Ketenagakerjaan, bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga melibatkan pelaku usaha, akademisi, masyarakat, dan lembaga keuangan. Untuk itu, Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat, dr. Harisson, M.Kes., memimpin High Level Meeting di Hotel Mercure Pontianak pada Kamis (1/8/2024), dengan tujuan memperluas cakupan perlindungan Jamsostek bagi pelaku UMKM di Kalbar.

"Sejauh ini, cakupan BPJS Ketenagakerjaan baru mencapai sekitar 36 persen. Padahal, kita memiliki target untuk mencapai Universal Coverage Jamsostek," ungkap Harisson. Dia menekankan pentingnya perlindungan sosial ini, terutama dalam melindungi pekerja formal dan informal dari risiko kecelakaan kerja yang mungkin terjadi.

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh perwakilan perbankan, bupati/walikota se-Kalbar, serta perangkat daerah Kalbar, Harisson mendorong agar pelaku UMKM yang menerima Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga mendapatkan sosialisasi mengenai manfaat Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan.

"UMKM berkontribusi sebesar 61 persen terhadap PDRB kita, dan banyak di antaranya yang menerima KUR. Kami berharap saat pemberian KUR, pelaku UMKM juga diajak untuk mendaftar dalam program Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan," jelasnya.

Harisson optimis bahwa dengan pendekatan ini, target Universal Coverage Jamsostek sebesar 46 persen bisa tercapai. Dia menambahkan, "Kami berharap dari pelaku UMKM yang mendapatkan KUR, sekitar 7,1 persen dapat bergabung dengan BPJS Ketenagakerjaan."

Usai memimpin rapat, Pj. Gubernur juga menyerahkan penghargaan Paritrana Award Tahun 2023 kepada tiga kabupaten: Mempawah, Ketapang, dan Kubu Raya, sebagai bentuk apresiasi atas upaya mereka dalam meningkatkan perlindungan sosial tenaga kerja.

Dengan upaya ini, diharapkan pelaku UMKM di Kalbar semakin sadar akan pentingnya perlindungan Jamsostek dan ikut serta dalam program ini untuk keamanan dan kesejahteraan mereka. 

(Wnd/irm)

Senin, 06 Mei 2024

Membawa Aroma Kampung ke Metropolitan: Sego Pecel Magetan Menggoda Selera di Tengah Gelar Seni Budaya TMII

Membawa Aroma Kampung ke Metropolitan: Sego Pecel Magetan Menggoda Selera di Tengah Gelar Seni Budaya TMII
Membawa Aroma Kampung ke Metropolitan: Sego Pecel Magetan Menggoda Selera di Tengah Gelar Seni Budaya TMII

JAKARTA - Gelar Seni Budaya dan Pameran Produk Unggulan Kabupaten Magetan telah digelar di Anjungan Jawa Timur, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (5/5/2024). Acara tersebut merupakan kesempatan bagi masyarakat Magetan untuk memperkenalkan produk unggulan mereka ke khalayak yang lebih luas, khususnya di wilayah Jabodetabek. 

Dalam sambutan di awal acara, Ketua Ikatan Keluarga Magetan (IKMA), Laksamana Muda TNI Yoos Suryono Hadi, menyampaikan sejumlah kegiatan pengabdian sosial yang telah dilaksanakan oleh para pegiat IKMA di kampung halamannya, Magetan.
Membawa Aroma Kampung ke Metropolitan: Sego Pecel Magetan Menggoda Selera di Tengah Gelar Seni Budaya TMII
Membawa Aroma Kampung ke Metropolitan: Sego Pecel Magetan Menggoda Selera di Tengah Gelar Seni Budaya TMII

"Beberapa program sedang dan akan terus digulirkan, mulai dari program peternakan sapi untuk industri kulit, penghijauan Telaga Wahyu, sampai rencana penanaman pohon sukun," ujar Yoos yang kini masih menjabat sebagai Panglima Komando Armada I (Pangkoarmada I) TNI AL.

Kegiatan-kegiatan ini bernilai strategis, misalnya penanaman sukun sebagai alternatif pengganti tepung gandum di masa depan. "Kita mendengar perusahaan internasional seperti McDonalds pun sudah melirik tepung sukun untuk menggantikan gandum," papar Yoos.

Pada kesempatan ini, Yoos berharap Magetan bisa semakin maju dan dikenal luas, termasuk melalui produk UMKM-nya. "Kita mendorong terus UMKM untuk semakin maju dan dikenal, salah satunya Pecel Magetan. Orang selama ini lebih familiar dengan Pecel Madiun, padahal ada pula Pecel Magetan,” tukas Yoos.

Yoos pun mengapresiasi inisiatif Bambang Prijambodo, salah seorang pengusaha asal Magetan yang mengangkat Sego Pecel Magetan meramaikan industri kuliner di Jakarta. Di tangan Bambang, pecel Magetan dikemas kekinian dengan varian lauk yang familiar untuk segmen anak muda. Mulai dari lauk ayam goreng, empal, sampai Pecel Magetan lauk katsu.

Sego Pecel Magetan kini telah hadir di beberapa tempat di Jakarta. Diantaranya di Mall Citos, Cilandak dan Cipulir. Sejumlah cabang baru akan segera dibuka di 2024 ini.

Bambang yang juga hadir sebagai Sekretaris IKMA sekaligus panitia penyelenggara acara ini menyampaikan terima kasihnya di sela-sela acara. Ia menyambut gembira dukungan tokoh masyarakat Magetan seperti Yoos terhadap upayanya mengangkat pamor Pecel Magetan. 

Saat acara Sego Pecel Magetan milik Bambang menyediakan konsumsi bagi seluruh masyarakat Magetan Jabodetabek yang hadir di venue. "Kami bahagia sekali hari ini bisa halal bi halal bersama sanak saudara dari Magetan di perantauan dan menyediakan kuliner kebanggaan kampung kami Sego Pecel Magetan jadi penawar rindu pada Magetan," kata Bambang.

Pameran Produk Unggulan dan Hasil Inovasi

Sementara itu, Pj. Bupati Magetan, Ir. Hergunadi, M.T.  juga berterima kasih kepada ketua IKMA, Laksamana Muda TNI Yoos Suryono Hadi yang sudah menyerahkan 3 ekor rusa totol untuk dirawat di Telaga Wahyu, "Sebagai tambahan daya tarik di Telaga Wahyu, rusa-rusa tersebut kini sudah bisa beradaptasi dan jinak, terima kasih Bang Yoos," pungkas Hergunadi.

Selain itu, Hergunadi menghimbau para perantau Magetan untuk tidak ragu-ragu, membantu pemikiran-pemikiran demi kemajuan Magetan termasuk meningkatkan perekonomian daerah. Ia mengakui kegiatan ini merupakan salah satu strategi memperkenalkan produk-produk Magetan kepada khalayak yang lebih luas, khususnya di wilayah Jabodetabek.

"Bagaimana agar lebih mendekatkan produk-produk Magetan, agar bisa lebih dikenal di Jakarta. Warga Magetan yang di Jakarta bisa mempromosikan produk Magetan, dengan memberikan informasi yang lebih luas ke khalayak sehingga produk Magetan bisa dipasarkan," jelas Hergunadi.
Membawa Aroma Kampung ke Metropolitan: Sego Pecel Magetan Menggoda Selera di Tengah Gelar Seni Budaya TMII.

Berbagai produk unggulan dan hasil inovasi dari pelaku UMKM Magetan dihadirkan di venue, seperti produk kerajinan kulit, batik khas Magetan, jajanan, dan makanan olahan.

Selain sebagai ajang promosi, kegiatan ini juga menjadi momen silaturahmi dan halal bihalal bagi Ikatan Keluarga Magetan (IKMA) se-Jabodetabek. Pagelaran yang disajikan saat acara diantaranya Tari Sura Duhitasrat, lagu daerah, peragaan busana batik khas Magetan, dan puncaknya adalah Wayang Orang dengan Judul "Aruhara Taman Soka”.

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Badan Penghubung Daerah Provinsi Jawa Timur di Jakarta, Forkopimda Magetan, Pj. Sekretaris Daerah, Kepala OPD, anggota IKMA, dan sejumlah tamu undangan.

Senin, 25 Maret 2024

LindungiHutan Bantu Promosi Produk dan Jasa Secara Gratis Dukung UMKM, Brand, dan Perusahaan

LindungiHutan Bantu Promosi Produk dan Jasa Secara Gratis Dukung UMKM, Brand, dan Perusahaan
LindungiHutan Bantu Promosi Produk dan Jasa Secara Gratis Dukung UMKM, Brand, dan Perusahaan.

LindungiHutan membuka promosi gratis produk hingga jasa Anda melalui akun resmi Instagram (lindungihutan) yang berlaku pada 18 Maret - 15 April 2024.

LindungiHutan mengumumkan inisiatif terbarunya, Treebute, dalam rangka mendukung bisnis UMKM, brand, dan perusahaan dengan membantu mempromosikan produk, layanan, hingga jasa melalui akun resmi Instagram LindungiHutan. 

Kami memberikan kesempatan secara gratis kepada pelaku bisnis di Indonesia untuk meningkatkan visibilitas mereka dan menjangkau audience yang lebih luas. Tertarik untuk mempromosikan bisnis Anda di LindungiHutan?

Inisiatif ini memiliki beberapa ketentuan umum, antara lain:

1. Pelaksanaan dimulai 18 Maret - 15 April 2024,

2. Konten yang diunggah akan dipilih oleh LindungiHutan.

Konten yang diunggah, memiliki beberapa persyaratan, seperti:

1. Tidak mengandung SARA, penipuan, dan asli,

2. Informasi konten diisi dengan jelas,

3. Caption maksimal 10 kata atau 140 karakter (LindungiHutan berhak untuk mengubah caption apabila diperlukan),

4. Untuk client yang pernah bekerja sama dengan LindungiHutan, disarankan untuk menambahkan logo LindungiHutan di dalam desain konten,

5. Link tidak boleh mengarah ke spam, perjudian, dan melanggar hukum lainnya,

6. Direkomendasikan untuk menggunakan konten promosi atau penawaran dengan menonjolkan keunggulan produk/layanan/jasa yang ditawarkan.

Sementara itu, jadwal publikasi konten memiliki ketentuan dibawah ini

1. Kuota story sebanyak 35 konten setiap minggu (5 konten/hari)

2. Publikasi terbagi dalam 3 waktu pagi, sore, dan malam

3. Client tidak dapat memilih waktu dan hari publikasi,

4. Tanggal merah/hari libur nasional (selain Sabtu dan Minggu) bersifat tentatif.

Social Media Officer LindungiHutan, Indra Wahyu Saputra berharap program Treebute dapat memberikan dampak positif bagi pelaku usaha lainnya.

"Kami berharap program Treebute yang diinisiasi oleh LindungiHutan ini dapat memberikan dampak positif dan mendukung jalannya UMKM, brand, dan perusahaan dalam menjalankan bisnisnya di bulan Ramadhan. Program Treebute juga merupakan bentuk partisipasi LindungiHutan di bulan Ramadhan untuk berbagi kebaikan ke khalayak luas," ujar Indra Social Media Officer LindungiHutan.

Jangan lewatkan kesempatan gratis ini, daftarkan bisnis Anda yang ingin dipromosikan oleh LindungiHutan melalui tinyurl.com/TreebuteToBisnis

Kamis, 29 Februari 2024

Dekranasda Kalbar Optimis Promosikan UMKM di Inacraft 2024

Dekranasda Kalbar Optimis Promosikan UMKM di Inacraft 2024
Dekranasda Kalbar Optimis Promosikan UMKM di Inacraft 2024.
PONTIANAK - Pj. Ketua Dekranasda Provinsi Kalimantan Barat, Ny. Windy Prihastari Harisson, S.STP, M.Si., yang juga menjabat sebagai Pj. Ketua TP PKK Provinsi Kalbar, telah hadir dalam acara prestisius, yaitu Inacraft 2024, di Jakarta Convention Center (JCC) pada Rabu (28/2/2024). 

Acara ini menampilkan pameran kerajinan tangan terbesar di Asia Tenggara, dengan partisipasi sekitar 1.500 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Inacraft diakui sebagai salah satu platform terkemuka bagi para pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk-produk mereka, baik di pasar domestik maupun internasional. 

Acara ini juga merupakan kesempatan bagi mereka untuk memperluas jaringan dan pangsa pasar. 

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, yang membuka acara tersebut, menekankan pentingnya Indonesia menjadi pemimpin dalam ekspor kerajinan tangan di kawasan Asia Tenggara.

Menteri Teten mengapresiasi upaya Asosiasi Eksportir dan Pengusaha Handicraft Indonesia (ASEPHI) dalam mempromosikan Inacraft di tingkat regional. 

Dia juga menyoroti potensi besar Indonesia dalam industri kerajinan, yang saat ini memiliki pangsa pasar sekitar 1,25 persen secara global, dengan prospek peningkatan yang signifikan.

Dalam kunjungannya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) turut memeriksa booth UMKM bersama Ibu Negara Iriana, termasuk booth dari Dekranasda Provinsi Kalbar. 

Mereka disambut hangat oleh Ny. Windy Prihastari Harisson, yang menjelaskan konsep stand mereka yang mengusung tema rumah betang, serta berbagai produk dan budaya khas Kalimantan Barat yang ditampilkan.

“Ibu Iriana berharap Kalbar terus mempromosikan kebudayaannya agar makin dikenal masyarakat luas,” ujar Windy, menegaskan komitmen untuk terus mendukung dan mempromosikan UMKM serta ekraf Kalbar di tingkat nasional maupun internasional.

Inacraft 2024 juga menjadi sorotan internasional dengan kehadiran peserta dari berbagai negara, termasuk Uzbekistan, Nepal, Thailand, Malaysia, Korea, Jepang, Polandia, Vietnam, dan China. 

Selain itu, acara ini juga menarik minat 70 pembeli khusus internasional serta 133 peserta kategori eksportir yang siap untuk melakukan ekspor.

Diperkirakan sebanyak 100.000 pengunjung akan menghadiri acara ini, dengan target transaksi retail mencapai Rp 100 miliar dan nilai kontrak dagang mencapai 12 juta dolar AS. 

Melalui Inacraft 2024, Indonesia berharap dapat memperkuat posisinya sebagai pemimpin dalam industri kerajinan tangan di tingkat regional dan global.

Minggu, 25 Februari 2024

Deputi Gubernur BI Dorong UMKM Kalimantan Barat Terapkan Konsep PINTAR

Deputi Gubernur BI Dorong UMKM Kalimantan Barat Terapkan Konsep PINTAR
Logo kantor Bank Indonesia (BI). Gambar ilustrasi
PONTIANAK - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung mengajak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kalimantan Barat untuk menerapkan Konsep PINTAR guna meningkatkan kemajuan dan perkembangan bisnis mereka.

"Dalam Konsep PINTAR, huruf 'P' mengacu pada produk, di mana produk UMKM harus memiliki kualitas dan kuantitas yang memadai," ujar Juda di Pontianak, Sabtu (tanggal). 

Juda menyoroti bahwa produk UMKM sering kali dipromosikan dalam berbagai ajang, baik di tingkat nasional maupun internasional. Namun, ia menekankan bahwa ketika ada minat pembeli dari luar, kadang-kadang UMKM kesulitan memenuhi permintaan dalam jumlah yang cukup.

"Kuantitas produk sangat penting. Oleh karena itu, UMKM perlu untuk berkolaborasi dalam bentuk kelompok seperti koperasi atau klaster, untuk memastikan kuantitas produksi mencukupi untuk diekspor," jelasnya.

Selanjutnya, huruf 'I' dalam Konsep PINTAR mengacu pada inovasi. Juda mengungkapkan pentingnya UMKM terus melakukan inovasi agar dapat menyesuaikan dengan perubahan selera pasar yang dinamis.

"Perbankan dan lembaga lain dapat memberikan pendampingan kepada UMKM dalam hal inovasi dan memahami potensi pasar," tambahnya.

Juda juga menyoroti pentingnya 'N' dalam Konsep PINTAR, yang merujuk pada Narasi. Menurutnya, UMKM perlu mampu membangun cerita terkait produknya untuk menambah nilai jual.

"Memiliki narasi yang kuat dapat meningkatkan nilai produk, seperti contohnya narasi tentang produk kain tenun Sambas yang menceritakan tentang upaya peningkatan penghasilan keluarga dan penggunaan bahan pewarna alami," paparnya.

Selain itu, 'T' dalam Konsep PINTAR adalah Teknologi. Juda menekankan pentingnya UMKM memanfaatkan teknologi digital untuk memasarkan produk mereka secara global, termasuk dalam sistem pembayaran.

"Dengan teknologi digital, UMKM dapat dengan mudah memasarkan produknya ke luar negeri, terutama dengan dukungan sistem pembayaran digital seperti QRIS," ungkapnya.

Lebih lanjut, Juda menyoroti pentingnya 'A' yang merupakan Akses keuangan. Ia mengingatkan perbankan untuk memperhatikan akses permodalan bagi UMKM dan membantu dalam pencatatan keuangan melalui aplikasi seperti SIAPIK.

Terakhir, 'R' dalam Konsep PINTAR mengacu pada Regulasi dan sinergi. Juda menekankan perlunya dukungan regulasi yang memadai serta kerja sama antarstakeholder untuk memajukan UMKM, termasuk dalam hal perizinan dan perpajakan.

Jumat, 09 Februari 2024

Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan Membuka Toko Kepong Bakol PKK untuk Mendukung UMKM Lokal

Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan Membuka Toko Kepong Bakol PKK untuk Mendukung UMKM Lokal
Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan Membuka Toko Kepong Bakol PKK untuk Mendukung UMKM Lokal. (Prokopim Kubu Raya/Borneotribun)
KUBU RAYA - Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, secara resmi membuka Toko Kepong Bakol PKK di Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, tepatnya di Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Sungai Raya, pada Rabu (7/2/2024). 

Toko ini menjadi pusat pemasaran bagi ratusan produk olahan dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta produk ekonomi kreatif yang dihasilkan oleh warga binaan PKK.

Dalam sambutannya, Bupati Muda Mahendrawan menegaskan bahwa keberadaan Toko Kepong Bakol ini akan menjadi pemicu bagi pembukaan toko-toko PKK di setiap kantor desa. 

Menurutnya, adanya toko di tingkat desa akan memudahkan akses masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok.

"Kita juga bekerja sama dengan Bulog. Jadi harga beras di sini ikut menjaga stabilitas inflasi," ujarnya setelah meresmikan toko yang tidak hanya menyediakan kebutuhan rumah tangga, tetapi juga perlengkapan kantor.

Lebih lanjut, dalam upaya pemasaran produk olahan dan kebutuhan sembako, Bupati Muda Mahendrawan menggarisbawahi pentingnya jejaring pemasaran. 

Menurutnya, adanya jejaring akan mempermudah para pelaku UMKM dalam mencari pasar.

"Jadi ini bukan semata-mata mencari laba keuntungan, tetapi juga untuk memastikan bahwa produk masyarakat memiliki pasar. Ke depannya, produk-produk UMKM, ekonomi kreatif, dan produk olahan lainnya dapat ditemui di pasar digital Mbiz Market," tambahnya.

Ketua Tim Penggerak PKK Kubu Raya, Rosalina Muda, menyatakan bahwa pemasaran produk di toko-toko yang dikelola oleh PKK merupakan bagian dari Program Gerakan Peningkatan Kualitas Pengelolaan Ekonomi (Pelangi). 

Menurutnya, terdapat tiga poin utama dalam pembinaan PKK, yaitu pembinaan ekonomi rumah tangga dengan memanfaatkan bahan lokal, peningkatan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K), dan pengembangan toko PKK.

"Produk perikanan nantinya akan kita jual di gedung yang baru diresmikan ini. Begitu juga, kami memiliki sekitar 20 ribu pelaku UMKM binaan dinas di Kubu Raya. Ini merupakan salah satu cara kami memastikan bahwa produk-produk UMKM bisa dijual di toko PKK. Selain itu, produk pertanian dan produk lainnya juga akan dipasarkan di toko PKK," jelasnya.

Rosalina berharap bahwa ke depannya, toko PKK dapat dikembangkan hingga ke tingkat kecamatan dan desa. 

Hal ini diharapkan dapat memastikan bahwa hasil UMKM dari berbagai sektor dapat dipasarkan di setiap toko PKK hingga ke tingkat terbawah.

Minggu, 04 Februari 2024

Duta Siswa Fahri Ramadhan Dorong Inovasi UMKM di Kalimantan Barat

Duta Siswa Indonesia Enterpreneur Muda 2024, Fahri Ramadhan. (ANTARA/Dokumentasi pribadi narasumber, Fahri Ramadhan)
Duta Siswa Indonesia Enterpreneur Muda 2024, Fahri Ramadhan. (ANTARA/Dokumentasi pribadi narasumber, Fahri Ramadhan)
PONTIANAK - Fahri Ramadhan, seorang siswa dari Sekolah Menengah Kejuruan di Kubu Raya, berhasil meraih gelar prestisius sebagai Duta Siswa Indonesia Entrepreneur Muda 2024. 

Keberhasilan ini didapat berkat dedikasinya dalam memperjuangkan peningkatan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di wilayah Kalimantan Barat melalui program bernama "Growgether".

"Saya terpilih sebagai Duta Siswa Indonesia Entrepreneur Muda 2024 karena saya ingin meningkatkan UMKM, terutama di Kalimantan Barat melalui program 'Growgether'," ujar Fahri kepada Antara pada hari Sabtu.

Sebagai seorang duta siswa, Fahri sangat optimis dan berkomitmen untuk membantu para pelaku UMKM meningkatkan nilai usahanya melalui program "Growgether". 

Program ini merupakan inisiatif pembinaan bisnis UMKM di seluruh Kalimantan Barat. 

Dalam kolaborasi dengan rekan-rekannya dari duta siswa lainnya, Fahri berupaya mengembangkan komunitas UMKM melalui media sosial agar lebih dikenal luas oleh masyarakat.

"Dengan cara ini, kita dapat membantu pelaku UMKM mendapatkan eksposur di media sosial sehingga masyarakat bisa lebih mengenal UMKM yang ada di Kalimantan Barat," jelasnya.

Selain sebagai advokat, Fahri juga aktif mengajak dan merangkul para pelaku UMKM untuk berkembang. 

Dia melakukan sosialisasi dan membentuk komunitas dengan harapan dapat memberikan solusi atas berbagai masalah yang dihadapi oleh para pelaku UMKM.

Lebih lanjut, Fahri berharap dapat menjadi perantara dan pendamping bagi proses pengembangan usaha dengan memberikan informasi mengenai langkah-langkah berbisnis di media sosial.

Saat ini, Fahri tengah melakukan riset untuk menjalankan program pertamanya. 

Dia akan melakukan survei ke sejumlah UMKM di Kalimantan Barat, membentuk komunitas, dan menciptakan wadah di media sosial untuk memperkenalkan UMKM tersebut.

Bagi Fahri, perubahan yang signifikan dimulai dari langkah-langkah kecil, dan setiap perubahan kecil dapat menciptakan dampak yang nyata. 

Dia percaya bahwa inovasi sederhana dari skala UMKM bisa memberikan dampak luar biasa bagi kemajuan bangsa.

Duta Siswa Indonesia Entrepreneur Muda adalah bagian dari program Duta Siswa Indonesia yang diadakan pada tanggal 18 hingga 22 Januari 2024 di Medan, Sumatera Utara, di Kantor Gubernur Sumatera Utara.

Program Duta Siswa Indonesia merupakan kesempatan bagi para siswa dari berbagai daerah di Indonesia untuk meraih prestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Menurut Fahri, sebanyak 131 siswa dari 30 provinsi di seluruh Indonesia bersaing di Medan untuk meraih gelar tersebut.

Sumber: Antara/Rizki Fadriani
Editor: Yakop

Rabu, 31 Januari 2024

Program Mekaar Dinilai Mampu Tingkatkan Kemajuan Pengusaha UMKM

Presiden Jokowi bersilaturahmi dengan para peserta program PNM Mekaar di Lapangan Keyongan Kidul Sabdodadi, Kabupaten Bantul, DIY, Selasa (30/01/2024). (Foto: BPMI Setpres/Kris)
Presiden Jokowi bersilaturahmi dengan para peserta program PNM Mekaar di Lapangan Keyongan Kidul Sabdodadi, Kabupaten Bantul, DIY, Selasa (30/01/2024). (Foto: BPMI Setpres/Kris)
JAKARTA - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan penghargaannya atas respon positif yang diterima dari para pengusaha UMKM terhadap program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) yang dicanangkan sejak tahun 2015. 

Dalam acara silaturahmi dengan peserta program PNM Mekaar di Lapangan Keyongan Kidul Sabdodadi, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Selasa (30/01/2024), Presiden menyatakan harapannya bahwa partisipasi dalam program yang digagas oleh Permodalan Nasional Madani (PNM) tersebut akan meningkatkan kemajuan para pengusaha UMKM.

"Kalau yang mikro bisa menjadi kecil, yang kecil bisa menjadi menengah, yang menengah bisa menjadi besar. Tapi memang harus setahap demi setahap," ujar Presiden.

Presiden juga mengapresiasi peningkatan signifikan dalam total pinjaman yang disalurkan oleh PNM Mekaar kepada nasabahnya. 

Dia juga menyoroti angka kredit bermasalah yang lebih rendah dibandingkan dengan lembaga keuangan lainnya, menunjukkan komitmen dan disiplin para nasabah dalam mengelola pinjaman dan mengembangkan produk UMKM.

"Dalam bank ada yang kredit macet 2 persen, 3 persen. Ini kecil sekali artinya ibu-ibu disiplin karena semangat kerja keras untuk menghasilkan produk apapun. Ini yang saya senang," jelasnya.

Presiden terus memberikan dukungan kepada para pengusaha UMKM, mendorong mereka untuk tetap optimis menghadapi tantangan dalam usaha mereka. 

Dia menekankan bahwa perjalanan usaha adalah tentang bertahap, dan bahwa kesabaran dan kerja keras akan menghasilkan hasil yang memuaskan.

"Pakai kepercayaan itu dengan kerja keras untuk meningkatkan ekonomi keluarga, juga meningkatkan PDB ekonomi nasional. Ibu-ibu berperan pada pertumbuhan ekonomi nasional kita," tambahnya.

Dalam acara tersebut, Presiden didampingi oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, dan Direktur Utama PNM Arief Mulyadi, menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah sebagai motor penggerak ekonomi nasional.