![]() |
| Menekraf Dorong Inovasi Ekonomi Kreatif Lewat Pendekatan Hexahelix, UMKM Lampung Siap Naik Kelas dan Tembus Pasar Global. |
JAKARTA -- Pemerintah semakin serius menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan baru. Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan pentingnya inovasi berbasis kolaborasi melalui pendekatan hexahelix untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif (ekraf) di Indonesia.
Dalam keterangannya di Jakarta, Riefky mengajak seluruh pelaku kreatif untuk tidak berjalan sendiri. Menurutnya, setiap subsektor ekonomi kreatif memiliki karakter dan potensi unik. Karena itu, dibutuhkan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, komunitas, media, dan lembaga keuangan agar pertumbuhan bisa lebih cepat dan berkelanjutan.
“Kolaborasi melalui event nasional maupun internasional dapat memperluas jaringan dan meningkatkan kapasitas pelaku kreatif. Momentum promosi dan pelatihan harus dimanfaatkan secara maksimal,” ujarnya.
Aspirasi Pelaku Ekraf: UMKM Butuh Fasilitasi dan Wadah Kolaborasi
Pernyataan tersebut disampaikan saat Menekraf menghadiri diskusi Bincang Ekraf di El’s Coffee Roastery, Bandar Lampung, Minggu (15/2). Dalam forum itu, para pegiat ekonomi kreatif menyuarakan berbagai kebutuhan, mulai dari dukungan fasilitasi UMKM, ruang kolaborasi lintas subsektor, hingga penguatan promosi dan pelatihan yang berkelanjutan.
Riefky menegaskan komitmen pemerintah untuk membuka lebih banyak ruang kolaborasi antarkomunitas. Tujuannya jelas: produk kreatif daerah tidak hanya bertahan di pasar lokal, tetapi mampu naik kelas dan bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
Jika kolaborasi ini berjalan efektif, pelaku UMKM bukan hanya sekadar bertahan, tetapi bisa berkembang dengan strategi yang lebih terarah dan berdaya saing tinggi.
Kunjungan ke PT Sari Alami, Inspirasi Penguatan Industri Kreatif Kopi
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Menekraf bersama jajaran Pemerintah Provinsi Lampung juga melakukan kunjungan ke PT Sari Alami. Kunjungan ini bertujuan melihat langsung proses produksi dan pengolahan kopi, mulai dari tahap roasting hingga pengemasan.
Langkah ini diharapkan menjadi contoh nyata bagaimana potensi lokal dapat dikembangkan secara profesional dan modern. Industri kopi, sebagai bagian dari ekosistem ekonomi kreatif berbasis kuliner dan produk lokal, memiliki peluang besar untuk memperluas pasar jika dikelola dengan standar kualitas yang konsisten.
Bagi Anda pelaku usaha, ini menjadi sinyal kuat bahwa inovasi produk, kemasan menarik, serta strategi branding yang tepat adalah kunci memenangkan pasar.
Ekonomi Kreatif sebagai Mesin Pertumbuhan Baru
Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan komunitas kreatif di Lampung menjadi bukti bahwa ekonomi kreatif diposisikan sebagai the new engine of growth.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyampaikan bahwa pemerintah daerah siap memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat. Fokusnya adalah meningkatkan kapasitas UMKM dan subsektor kreatif yang telah berhasil menembus pasar nasional maupun global.
“Kami ingin pelaku kreatif saling berbagi pengalaman, meningkatkan kualitas, dan tumbuh bersama agar ekonomi kreatif Lampung semakin kompetitif,” ujarnya.
Saatnya Pelaku Kreatif Bergerak Bersama
Pendekatan hexahelix bukan sekadar konsep, melainkan strategi nyata untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif yang solid. Kolaborasi, inovasi, dan peningkatan kapasitas menjadi tiga kunci utama.
Bagi Anda yang bergerak di sektor kreatif, ini momentum yang tidak boleh dilewatkan. Manfaatkan pelatihan, perluas jaringan, dan tingkatkan kualitas produk. Dengan kolaborasi yang tepat, bukan tidak mungkin karya lokal Anda menjadi kebanggaan nasional bahkan mendunia.
Ekonomi kreatif bukan hanya tentang ide, tetapi tentang keberanian untuk tumbuh bersama.
