JAKARTA - Pebalap MotoGP asal Italia, Francesco “Pecco” Bagnaia, akhirnya angkat bicara soal performanya yang menurun drastis di musim 2025. Juara dunia dua kali itu mengaku sempat merasa tidak mengenali dirinya sendiri selama berjuang menemukan kembali performa terbaik di atas motor Ducati GP25.
Musim ini menjadi salah satu yang paling sulit bagi Bagnaia. Sejak awal, ia tampak kesulitan beradaptasi dengan karakter baru motor GP25 yang berbeda dari versi sebelumnya. Hasilnya pun jauh dari ekspektasi: dari 18 seri yang sudah digelar, Bagnaia hanya berhasil meraih dua kemenangan grand prix, jauh berbeda dari 11 kemenangan tahun lalu.
Sementara itu, rekan setimnya, Marc Marquez, tampil luar biasa dengan mengoleksi 11 kemenangan balapan utama dan 14 kemenangan sprint, membuatnya unggul jauh di klasemen. Dengan empat seri tersisa, Bagnaia kini tertinggal 271 poin dari Marquez sebuah jarak yang nyaris mustahil untuk dikejar.
Setelah sempat menunjukkan tanda-tanda kebangkitan di MotoGP Jepang, di mana ia menggunakan beberapa komponen dari motor GP24, termasuk perangkat pengatur tinggi motor (ride height device), Bagnaia sukses mendominasi akhir pekan tersebut. Namun, kebahagiaan itu tak bertahan lama. Di seri berikutnya, MotoGP Indonesia, performanya kembali anjlok ia tertinggal hampir 30 detik di sprint race dan terjatuh di balapan utama saat berada di posisi belakang.
Dalam wawancara bersama situs resmi MotoGP, Bagnaia mengaku masa-masa itu sangat berat baginya dan tim:
“Tim saya bekerja keras, para insinyur juga berusaha agar saya bisa menyesuaikan diri dengan motor. Tapi pada akhirnya kami bukan sedang menyesuaikan diri dengan motor, melainkan mencoba mengubah motor itu sendiri,” ungkapnya.
“Tidak mudah ketika rekan setimmu menang terus sementara kamu gagal tampil baik. Di momen seperti itu, sulit untuk tetap percaya diri. Saya bahkan merasa tidak mengenali diri saya sendiri. Dan banyak orang mulai meragukan kemampuan saya.”
Meski demikian, Bagnaia menegaskan bahwa ia tidak pernah kehilangan kepercayaan diri maupun keyakinan terhadap tim Ducati.
“Saya tidak pernah meragukan Ducati. Saya yakin karier saya dimulai dan akan berakhir di Ducati. Jika motor saya sudah terasa pas, saya yakin bisa kembali bersaing untuk menang,” ujarnya penuh optimisme.
Meski musim 2025 berjalan berat, semangat Bagnaia belum padam. Ia bertekad menutup musim dengan hasil terbaik dan kembali menemukan performa yang membuatnya dua kali menjadi juara dunia.
