![]() |
| Mental Baja Arsenal Usai Kalah dari MU, Arteta Sebut Reaksi Tim “Indah” dan Penuh Keyakinan Juara. |
Kalah di menit akhir memang menyakitkan. Tapi justru dari situ, Arsenal menunjukkan siapa diri mereka sebenarnya. 💪
Alih-alih terpuruk usai ditumbangkan Manchester United, pasukan Mikel Arteta justru bangkit dengan mental yang disebut sang pelatih sebagai “reaksi yang indah”.
Arsenal memang sedang tidak dalam tren terbaik di Premier League. Dalam tiga laga terakhir, The Gunners belum meraih kemenangan setelah ditahan imbang Nottingham Forest dan Liverpool, lalu kalah dramatis 2-3 dari Manchester United di Emirates Stadium, Minggu (26/1).
Gol penentu kemenangan MU dicetak Matheus Cunha lewat sepakan cantik pada menit ke-87, yang sekaligus memutus euforia publik tuan rumah. Hasil itu membuat jarak Arsenal di puncak klasemen Liga Inggris kini terpangkas menjadi empat poin.
Namun, cerita berbeda justru terlihat di Liga Champions.
Arteta: Kami Pause, Lalu Bangkit dengan Keyakinan
Meski goyah di liga domestik, Arsenal tampil sempurna di Liga Champions. Mereka kini memimpin klasemen fase liga dan hanya membutuhkan satu poin saat menghadapi Kairat Almaty, Rabu (28/1), untuk finis sebagai pemuncak grup.
Mikel Arteta mengungkapkan bahwa kekalahan dari MU menjadi momen refleksi penting bagi timnya.
“Reaksi para pemain luar biasa. Kami menurunkan emosi sejenak, berhenti, lalu bertanya pada diri sendiri: bagaimana perasaan kami, dan bagaimana kami ingin menjalani empat bulan ke depan,” ujar Arteta.
Menurutnya, jawaban dari ruang ganti justru sangat sederhana namun kuat.
“Kami sudah bekerja keras untuk berada di posisi bagus di empat kompetisi. Jadi dalam empat bulan ke depan, kami ingin bermain dengan rasa senang, keberanian, dan keyakinan penuh bahwa kami bisa menang,” lanjutnya.
Arteta pun mengajak seluruh elemen klub, terutama para suporter, untuk tetap percaya dan berjalan bersama tim.
“Saya harap semua yang mencintai klub ini mau naik ke kapal yang sama. Inilah cara kami ingin menjalani empat bulan ke depan.”
Rotasi Pemain dan Pembelaan untuk Saka & Odegaard
Menghadapi Kairat Almaty, Arsenal dipastikan tidak diperkuat dua bek andalan, Jurrien Timber dan William Saliba, yang mengalami cedera ringan.
Di sisi lain, Arteta juga angkat bicara soal kritik yang belakangan mengarah ke Bukayo Saka dan Martin Odegaard.
Saka memang sedang puasa gol dalam 13 pertandingan terakhir, namun Arteta tak melihat itu sebagai masalah besar.
“Lihat saja apa yang sudah dia lakukan dalam 200 pertandingan terakhir. Itu sudah cukup menjelaskan segalanya,” tegasnya.
Sementara untuk Odegaard, Arteta menilai tak ada sosok yang lebih pantas mengenakan ban kapten Arsenal.
“Martin adalah pribadi luar biasa di ruang ganti. Dia dihormati, disiplin, dan memberi contoh nyata. Ban kapten berada di tangan yang tepat,” ujarnya.
Misi Sejarah Arsenal di Liga Champions
Arsenal kini mengincar kemenangan kedelapan beruntun di Liga Champions. Sepanjang sejarah, baru satu klub Inggris yang mampu mencatatkan rekor lebih baik, yakni Manchester City dengan 10 kemenangan beruntun pada periode Mei 2023 hingga Maret 2024.
Menariknya lagi, Arsenal selalu menang di tujuh laga Eropa musim ini dengan selisih minimal dua gol. Belum pernah ada tim dalam sejarah Liga Champions yang menang delapan kali berturut-turut dengan margin dua gol atau lebih.
Kini, meski sempat tersandung di liga, Arsenal justru berdiri di ambang sejarah. Dan seperti kata Arteta, semuanya kembali pada satu hal: keyakinan.
