Pontianak - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mendorong kebangkitan sepak bola daerah melalui kompetisi berjenjang Liga 4 serta rencana pembangunan stadion baru berstandar nasional sebagai fondasi pembinaan atlet jangka panjang.
"Liga ini bukan sekadar pertandingan, tapi tempat kita mencari dan membina talenta-talenta muda. Nanti kita nilai siapa yang bisa kita latih agar ke depan terbentuk klub yang tangguh," kata Gubernur Kalbar Ria Norsan usai membuka Liga 4 Piala Gubernur Zona Kalbar 2026 di Stadion Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) Pontianak, Minggu.
Ria Norsan menegaskan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Liga 4 Zona Kalbar yang dijadikan ajang pencarian bibit-bibit pemain muda potensial sekaligus kualifikasi menuju tingkat nasional.
Menurut dia, meski Liga 4 merupakan program nasional PSSI, namun pelaksanaan di daerah menggunakan nama Piala Gubernur sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen pemerintah daerah dalam memajukan olahraga, khususnya sepak bola.
Ia berharap kompetisi ini mampu menghidupkan kembali kejayaan sepak bola Kalbar seperti era Persipon Pontianak, Persiswah Singkawang, dan Gabsis Sambas yang pernah disegani di kancah regional.
Tak hanya fokus pada kompetisi, Pemprov Kalbar juga menyiapkan penguatan infrastruktur olahraga. Norsan mengungkapkan rencana pembangunan stadion baru berstandar nasional di Kabupaten Kubu Raya dengan lahan seluas sekitar 20 hektare yang telah disiapkan pemerintah daerah setempat.
"Besok akan kita tinjau. Kalau kondisi tanahnya memungkinkan dan cukup keras, kita bangun stadion yang legal dengan sarana lengkap, bisa dipakai siang dan malam," ujarnya.
Stadion tersebut dirancang terintegrasi dengan sejumlah fasilitas olahraga lain, termasuk lintasan motocross, sehingga diharapkan menjadi pusat kegiatan olahraga terpadu di Kalbar.
Selain pembangunan stadion baru, pemerintah juga tetap mengoptimalkan fasilitas yang sudah ada. Stadion SSA Pontianak akan tetap digunakan dan masuk agenda renovasi, termasuk perbaikan area jogging track dan sarana pendukung lainnya.
Langkah ini diharapkan mampu membangun ekosistem sepak bola yang berkelanjutan, mulai dari pembinaan usia dini, kompetisi rutin, hingga penyediaan sarana latihan yang memadai.
Sementara itu, Liga 4 Kalbar 2026 diikuti 16 tim yang terbagi dalam empat grup. Pertandingan berlangsung mulai 24 Januari di Stadion Sultan Syarif Abdurrahman dan Lapangan Kodam XII/Tanjungpura.
Pembagian grup yakni Grup A: MIRS 7 Singkawang, Persipon Pontianak, Persibeng Bengkayang, Persiwah Mempawah. Grup B: Gabsis Sambas, SKY FC, SSS Sanggau, Persita Sintang. Grup C: PS Gelora Sintang, Kalbar United, PS Sanggau, Persikat Ketapang. Grup D: Persimel Melawi, Pulau Indah FC, Delta Khatulistiwa, PS Kubu Raya.
"Melalui kompetisi dan pembangunan infrastruktur tersebut, pemerintah menargetkan lahirnya kembali klub-klub kuat dari Kalbar yang mampu bersaing di level nasional," tuturnya.
Pewarta : Rendra Oxtora/ANTARA