![]() |
| Presiden Prabowo Kucurkan Rp72,7 Miliar untuk Sapi Meugang Korban Bencana Aceh Jelang Ramadhan. (Gambar ilustrasi) |
JAKARTA -- Menjelang bulan suci Ramadhan, kabar menggembirakan datang untuk masyarakat Aceh yang tengah diuji bencana. Presiden Prabowo Subianto resmi mengucurkan dana sebesar Rp72,7 miliar untuk membantu pembelian sapi tradisi meugang bagi warga terdampak bencana di berbagai daerah.
Kabar ini disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, di Banda Aceh. Ia menyebutkan bahwa bantuan tersebut sudah ditransfer melalui Sekretariat Presiden dan diterima oleh 19 pemerintah kabupaten/kota pada Selasa (10/2).
“Alhamdulillah, permohonan Pemerintah Aceh disetujui. Dana bantuan untuk daging sapi meugang sudah ditransfer,” ujarnya.
Bentuk Kepedulian Nyata Negara
Bagi masyarakat Aceh, tradisi meugang bukan sekadar membeli daging. Ini adalah simbol kebersamaan dan rasa syukur menyambut Ramadhan. Namun, bencana hidrometeorologi dan gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah membuat banyak warga kesulitan memenuhi tradisi tersebut.
Di sinilah negara hadir.
Dana sebesar Rp72.750.000.000 disalurkan langsung ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) masing-masing kabupaten/kota. Selanjutnya, pemerintah daerah bertanggung jawab membeli sapi dan mendistribusikannya kepada masyarakat yang berhak menerima.
Wagub Fadhlullah menegaskan, bantuan ini harus tepat sasaran.
“Prioritaskan warga terdampak bencana dan masyarakat di pengungsian. Distribusi harus merata, tertib, dan selesai paling lambat satu hari sebelum Ramadhan 1447 Hijriah,” tegasnya.
1.455 Desa Terima Bantuan
Berdasarkan data yang telah dihimpun, bantuan ini akan menjangkau 1.455 desa di 19 kabupaten/kota, dengan alokasi Rp50 juta per desa.
Daerah penerima meliputi:
Lhokseumawe, Aceh Tamiang, Pidie Jaya, Aceh Timur, Bireuen, Langsa, Aceh Utara, Aceh Barat, Pidie, Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, Aceh Singkil, Subulussalam, Aceh Besar, Nagan Raya, Aceh Selatan, dan Simeulue.
Beberapa wilayah tersebut tidak hanya terdampak bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor, tetapi juga gempa bumi yang menyebabkan kerusakan infrastruktur dan rumah warga.
Transparansi dan Laporan ke Presiden
Untuk memastikan bantuan benar-benar sampai ke tangan masyarakat, setiap pemerintah kabupaten/kota diwajibkan mengirimkan dokumentasi berupa foto atau video serta laporan realisasi bantuan maksimal tiga hari setelah Ramadhan. Laporan tersebut akan diteruskan kepada Presiden sebagai bentuk pertanggungjawaban.
Langkah ini menjadi bukti bahwa bantuan tidak hanya sekadar transfer dana, tetapi juga diawasi secara serius.
Harapan Baru Jelang Ramadhan
Bantuan sapi meugang ini diharapkan bisa meringankan beban masyarakat Aceh yang sedang bangkit dari bencana. Lebih dari itu, bantuan ini menjadi simbol kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang membutuhkan.
“Semoga bantuan ini benar-benar memberi manfaat dan membawa kebahagiaan bagi warga Aceh dalam menyambut Ramadhan,” tutup Fadhlullah.
Kini, masyarakat Aceh memiliki harapan baru. Di tengah cobaan, kepedulian dan gotong royong kembali menguat. Ramadhan bukan hanya soal ibadah, tetapi juga tentang solidaritas dan rasa kemanusiaan.
