Gubernur Ria Norsan Hadiri Pelantikan MABT Indonesia 2025–2030, Dorong Rumah Adat Tionghoa Jadi Simbol Persatuan Kalbar

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner

Rabu, 11 Februari 2026

Gubernur Ria Norsan Hadiri Pelantikan MABT Indonesia 2025–2030, Dorong Rumah Adat Tionghoa Jadi Simbol Persatuan Kalbar

Gubernur Ria Norsan Hadiri Pelantikan MABT Indonesia 2025–2030, Dorong Rumah Adat Tionghoa Jadi Simbol Persatuan Kalbar
Gubernur Ria Norsan Hadiri Pelantikan MABT Indonesia 2025–2030, Dorong Rumah Adat Tionghoa Jadi Simbol Persatuan Kalbar.

PONTIANAK -- Kabar penting datang dari Pontianak. Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, MM., MH., bersama Ketua TP PKK Kalbar, Dr. Hj. Erlina Ria Norsan, SH., MH., menghadiri pelantikan pengurus Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Indonesia masa bakti 2025–2030. Acara yang berlangsung di Ballroom Hotel Novotel Pontianak, Selasa 10 Februari 2026 itu berjalan khidmat dan penuh semangat kebersamaan.

Dalam momen bersejarah tersebut, Suyanto Tanjung resmi dilantik sebagai Ketua Umum DPP MABT Indonesia oleh Ketua Dewan Kehormatan MABT, Oesman Sapta Odang. Prosesi penyerahan bendera pataka menjadi simbol amanah besar yang kini diemban kepengurusan baru.

MABT Punya Peran Strategis di Tengah Keberagaman

Dalam sambutannya, Gubernur Ria Norsan menegaskan bahwa MABT bukan sekadar organisasi adat. Lebih dari itu, MABT memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan, memperkuat toleransi, serta merawat harmonisasi sosial di tengah masyarakat Kalimantan Barat yang majemuk.

“Kalimantan Barat adalah rumah besar keberagaman. Di sini berbagai suku, agama, dan budaya hidup berdampingan dalam semangat kebhinekaan,” ujar Gubernur.

Pernyataan ini menjadi penegasan bahwa budaya bukan hanya warisan, tetapi juga jembatan pemersatu. Di tengah tantangan zaman, menjaga harmoni antar-etnis adalah investasi sosial jangka panjang.

Rumah Adat Tionghoa Segera Dibangun, Usung Konsep Tidayu

Salah satu poin penting yang disampaikan Gubernur adalah komitmen Pemprov Kalbar dalam mendukung pembangunan Rumah Adat Tionghoa di Kalimantan Barat. Saat ini, proses pengukuran dan persiapan lahan tengah berjalan.

Rumah adat ini nantinya bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol kebersamaan lintas etnis.

Gubernur mengungkapkan konsep besar yang akan diusung, yaitu Tidayu—akronim dari Tionghoa, Dayak, dan Melayu. Konsep ini menggambarkan semangat persatuan tiga etnis besar yang akan berada dalam satu kawasan budaya.

Bayangkan sebuah ruang yang bukan hanya memperlihatkan kekayaan tradisi, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa perbedaan bisa menyatu dalam harmoni.

Gubernur pun mengajak pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga pengusaha Tionghoa untuk berkolaborasi mewujudkan Rumah Bersama tersebut dalam semangat Paguyuban Merah Putih.

Pesan Tegas OSO untuk MABT Indonesia

Oesman Sapta Odang menyoroti perkembangan MABT yang kini bertransformasi menjadi organisasi tingkat nasional. Jika sebelumnya dikenal kuat di Kalbar, kini MABT telah berstatus MABT Indonesia.

Artinya, struktur kepengurusan perlu diperluas hingga ke 38 provinsi di seluruh Indonesia.

OSO juga mengingatkan agar organisasi berbasis budaya tetap berjalan sesuai koridor hukum negara. Pancasila dan UUD 1945 harus menjadi landasan utama dalam penyusunan AD/ART organisasi.

Pesan ini menegaskan bahwa pelestarian budaya harus selaras dengan semangat kebangsaan.

Komitmen Ketua Umum Baru MABT Indonesia

Ketua Umum DPP MABT Indonesia, Suyanto Tanjung, menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Kalbar yang telah menghibahkan lahan strategis untuk pembangunan Gedung MABT atau Rumah Adat Tionghoa.

Lokasi tersebut berada di antara Rumah Adat Melayu dan Rumah Adat Dayak—sebuah posisi simbolis yang menggambarkan persatuan tiga etnis besar di Kalbar.

Menurut Suyanto, pembangunan gedung ini diharapkan menjadi pusat pelestarian adat dan budaya Tionghoa sekaligus penguat kerukunan antar-etnis.

Ia juga berharap adanya dukungan anggaran dari pemerintah daerah agar pembangunan Rumah Bersama ini dapat segera direalisasikan.

Harapan untuk Kalbar yang Lebih Harmonis

Gubernur Ria Norsan menutup sambutannya dengan optimisme. Ia meyakini bahwa dengan persatuan dan kolaborasi, cita-cita membangun Kalimantan Barat yang damai dan maju dapat terwujud.

“Saya yakin dan haqqul yaqin, jika kita bersatu, insyaallah semua cita-cita membangun Kalimantan Barat akan tercapai,” tegasnya.

Acara ini turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Anggota DPD RI Daud Jordan, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, para kepala daerah, unsur Forkopimda, serta tokoh lintas etnis lainnya.

Momentum ini bukan sekadar pelantikan organisasi, tetapi sinyal kuat bahwa Kalimantan Barat terus bergerak menjaga persatuan dalam keberagaman.

Dan bagi kita semua, pesan yang bisa diambil sederhana namun mendalam: ketika budaya dirawat dan persatuan dijaga, masa depan daerah akan semakin kokoh.

  

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.