![]() |
| Polda Kaltim menyiagakan 1.700 personel gabungan untuk mengamankan aksi unjuk rasa di Samarinda pada 21 April 2026 dengan pendekatan humanis dan pengamanan ketat. |
SAMARINDA — Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) menyiagakan sebanyak 1.700 personel gabungan untuk mengamankan aksi unjuk rasa yang dijadwalkan berlangsung di Kota Samarinda pada 21 April 2026.
Langkah pengamanan ini dilakukan untuk memastikan kegiatan penyampaian aspirasi masyarakat tetap berjalan aman, tertib, dan kondusif tanpa mengganggu aktivitas publik.
Kepala Polda Kalimantan Timur, Inspektur Jenderal Polisi Endar Priantoro, mengatakan personel gabungan yang dikerahkan berasal dari berbagai unsur.
“Sekitar 1.700 personel gabungan akan dikerahkan untuk mengamankan aksi secara humanis,” ujar Endar saat memberikan keterangan di Samarinda, Sabtu.
Personel tersebut terdiri dari unsur kepolisian, TNI, Satpol PP, tenaga kesehatan, hingga pemadam kebakaran yang disiapkan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan selama aksi berlangsung.
Polda Kaltim menyebut pengamanan akan difokuskan pada dua titik utama yang menjadi lokasi penyampaian aspirasi massa.
Dua lokasi tersebut adalah:
Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Timur
Kantor Gubernur Kalimantan Timur
Aksi dijadwalkan dimulai pada pukul 10.00 WITA, dengan estimasi massa yang berasal dari berbagai elemen masyarakat dan mahasiswa.
Menurut Endar, aparat akan mengedepankan pendekatan persuasif selama aksi berlangsung.
Ia menegaskan bahwa aparat tidak akan bertindak represif selama massa tetap menjaga ketertiban umum dan mematuhi aturan hukum yang berlaku.
“Selama aksi berjalan damai dan tidak melanggar hukum, kami akan mengawal dengan pendekatan humanis,” tegasnya.
Sebagai langkah preventif, aparat keamanan telah melakukan komunikasi intensif dengan tokoh masyarakat dan tokoh lintas agama.
Langkah ini bertujuan untuk menjaga situasi tetap kondusif serta mengantisipasi potensi provokasi yang dapat memicu gangguan keamanan.
Pendekatan komunikasi ini dinilai penting untuk menciptakan suasana dialogis antara aparat dan masyarakat.
Selain itu, aparat juga telah menyiapkan skenario pengamanan berlapis guna mengantisipasi berbagai kemungkinan di lapangan.
Koordinator Lapangan Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim, Erly Sopiansyah, menyebut aksi tersebut dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap kondisi pemerintahan daerah.
Menurutnya, salah satu isu utama yang disoroti adalah dugaan praktik nepotisme dan neofeodalisme di lingkungan pemerintahan daerah.
Ia juga menyampaikan bahwa salah satu tuntutan utama dalam aksi ini adalah evaluasi pembentukan Tim Ahli Gubernur.
Tim tersebut dinilai belum menunjukkan efektivitas yang jelas dan berpotensi membebani anggaran daerah.
Sementara itu, Humas Aksi Aliansi Rakyat Kaltim, Bella, menyebut sedikitnya 35 organisasi masyarakat dan mahasiswa dipastikan ikut serta dalam aksi tersebut.
Peserta aksi berasal dari sejumlah perguruan tinggi, di antaranya:
Universitas Mulawarman
Universitas 17 Agustus
Universitas Widya Gama Mahakam
Politeknik Negeri Samarinda
Sejumlah kampus di Kutai Kartanegara
Relawan aksi, Irma Suryani, mengatakan berbagai kebutuhan logistik telah dipersiapkan sejak beberapa hari terakhir.
Menurutnya, terdapat tiga posko logistik yang telah beroperasi untuk mendukung kelancaran aksi.
Kebutuhan utama yang disiapkan meliputi:
Makanan dan minuman untuk peserta
Perangkat suara untuk orasi
Perlengkapan teknis aksi
Irma menambahkan bahwa donasi publik yang berhasil dikumpulkan mencapai sekitar Rp27 juta.
Dana tersebut digunakan untuk mendukung kebutuhan teknis serta memastikan kelancaran kegiatan di lapangan.
Polda Kalimantan Timur menegaskan bahwa pendekatan humanis tetap menjadi prioritas dalam pengamanan aksi unjuk rasa.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga kepercayaan publik terhadap aparat keamanan sekaligus menjamin hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum.
Pengamanan yang terencana dan komunikasi yang terbuka diharapkan mampu menjaga stabilitas keamanan di Samarinda selama berlangsungnya aksi.
FAQ
Kapan aksi demonstrasi di Samarinda akan berlangsung?
Aksi dijadwalkan berlangsung pada 21 April 2026 mulai pukul 10.00 WITA.
Berapa jumlah personel yang disiagakan?
Sebanyak 1.700 personel gabungan dari kepolisian, TNI, Satpol PP, tenaga kesehatan, dan pemadam kebakaran.
Di mana lokasi utama aksi demonstrasi?
Aksi akan difokuskan di Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Timur dan Kantor Gubernur Kalimantan Timur.
Berapa jumlah organisasi yang ikut aksi?
Sekitar 35 organisasi masyarakat dan mahasiswa dipastikan ikut dalam aksi.
Berapa jumlah donasi logistik yang terkumpul?
Donasi publik yang terkumpul mencapai sekitar Rp27 juta.
