Delapan Remaja Diduga Hendak Tawuran Diamankan Polisi Di Banjarmasin

CSS/JS FIT

CSS IKLAN

BANNER - Geser keatas untuk melanjutkan
Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.

Kamis, 07 Mei 2026

Delapan Remaja Diduga Hendak Tawuran Diamankan Polisi Di Banjarmasin

Polisi menangkap delapan remaja bersenjata tajam di Banjarmasin usai konvoi viral di media sosial. Empat sajam termasuk mandau berhasil disita.
Polisi menangkap delapan remaja bersenjata tajam di Banjarmasin usai konvoi viral di media sosial. Empat sajam termasuk mandau berhasil disita.

BANJARMASIN - Aparat kepolisian mengamankan delapan remaja yang diduga hendak melakukan tawuran setelah aksi konvoi bersenjata tajam di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, viral di media sosial dan memicu keresahan warga.

Penangkapan dilakukan Satreskrim Polresta Banjarmasin bersama Unit Reskrim Polsek Banjarmasin Timur dengan dukungan Tim Macan Kalsel. Operasi penindakan dilakukan di sejumlah lokasi berbeda, termasuk rumah para pelaku.

Plh Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Timbul RK Siregar, menjelaskan pengungkapan kasus bermula dari patroli siber yang dilakukan jajaran kepolisian terhadap video dan unggahan yang ramai beredar di media sosial.

Menurut Kombes Pol Timbul RK Siregar, para remaja tersebut diduga menggunakan media sosial untuk mencari kelompok lawan tawuran. Aktivitas itu dinilai berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama di ruang publik pada malam hari.

“Modus mereka mencari kelompok yang mau diajak tawuran melalui media sosial,” kata Kombes Pol Timbul RK Siregar saat konferensi pers di Mapolresta Banjarmasin.

Dari delapan remaja yang diamankan, tujuh orang diketahui masih berusia 15 hingga 17 tahun. Polisi menilai keterlibatan anak di bawah umur dalam aksi kekerasan jalanan menjadi perhatian serius karena tren tawuran remaja semakin berkembang melalui komunikasi digital.

Dalam operasi tersebut, polisi turut menyita empat senjata tajam yang diduga akan digunakan saat tawuran berlangsung. Barang bukti yang diamankan meliputi satu bilah mandau dan beberapa senjata tajam lainnya.

Kombes Pol Timbul RK Siregar menyebut penyidik masih mendalami kemungkinan adanya kelompok lain yang terlibat dalam jaringan tawuran remaja berbasis media sosial di wilayah Banjarmasin.

Selain penegakan hukum, kepolisian juga meminta peran aktif orang tua dalam mengawasi aktivitas anak, terutama saat keluar rumah pada malam hari. Pengawasan keluarga dinilai penting untuk mencegah remaja terlibat tindakan kriminal maupun aksi kekerasan jalanan.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Polresta Banjarmasin meningkatkan patroli di sejumlah titik rawan yang kerap menjadi lokasi berkumpul remaja pada malam hari.

Fenomena tawuran remaja yang dipicu media sosial belakangan menjadi perhatian di berbagai daerah. Aparat menilai penanganan masalah tersebut membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari keluarga, sekolah, lingkungan masyarakat hingga aparat penegak hukum.

Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.
Diterbitkan oleh: Ria Sartika

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Bagikan artikel ini

  
Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.

IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.
IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.