Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Banjarmasin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Banjarmasin. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Juni 2026

Kami Sampai Menangis di Pulau Curiak: Kelahiran Kembar Bekantan Ini Bikin Peneliti Tak Percaya

Kelahiran kembar bekantan di Pulau Curiak, Barito Kuala, Kalimantan Selatan, jadi sorotan konservasi dunia dan bukti keberhasilan pelestarian habitat.
Kelahiran kembar bekantan di Pulau Curiak, Barito Kuala, Kalimantan Selatan, jadi sorotan konservasi dunia dan bukti keberhasilan pelestarian habitat.

BANJARMASIN - Kelahiran sepasang bayi bekantan kembar di Pulau Curiak, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, pada pertengahan Juni 2026 membuat tim peneliti Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) tak mampu menyembunyikan haru. Peristiwa langka ini bahkan disebut sebagai momen pertama dalam lebih dari satu dekade upaya konservasi bekantan di kawasan tersebut.

Dua bayi bekantan kembar itu lahir dari induk betina kelompok Alpha di Stasiun Riset Bekantan “Camp Tim Roberts”, Pulau Curiak.

Saat ditemukan, kedua bayi masih menempel erat pada induknya dalam kondisi baru lahir. Tubuhnya diselimuti bulu hitam pekat dengan wajah kebiruan—ciri khas bekantan yang baru dilahirkan sebelum berubah saat dewasa menjadi kuning kecokelatan dengan hidung panjang yang ikonik.

Penemuan ini terjadi saat tim melakukan pemantauan rutin di kawasan mangrove yang kini menjadi habitat penting populasi bekantan di luar kawasan konservasi formal.

“Kami Tidak Menyangka Ini Terjadi”

Ketua tim konservasi ULM, Dr. Amalia Rezeki atau Amel, mengaku momen tersebut menjadi salah satu pengalaman paling emosional sepanjang perjalanan konservasi bekantan di Pulau Curiak.

Ia menyebut kelahiran bekantan kembar ini sebagai kejadian yang sangat jarang terjadi di alam liar. “Kami sangat bersyukur dan sempat meneteskan air mata karena ini pertama kalinya kami menemukan kelahiran bayi bekantan kembar selama lebih dari 10 tahun,” ujarnya.

Amel juga menyebut sepanjang pertengahan 2026 ini sudah tercatat tiga kelahiran bekantan di kawasan tersebut, menandakan kondisi habitat mulai stabil.

Fenomena Langka yang Menarik Perhatian Dunia

Kelahiran bekantan kembar ini tidak hanya menjadi perhatian peneliti Indonesia, tetapi juga ilmuwan internasional.

Associate Professor Charles Lee dari Singapura menyebut momen tersebut sangat mengharukan dan menjadi bukti nyata keberhasilan konservasi berbasis kolaborasi.

Sementara Prof. Tim Roberts dari University of Newcastle, Australia, menilai keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras panjang tim SBI dalam menjaga habitat bekantan di Pulau Curiak.

Peneliti Kyoto University, Ikki Matsuda, menegaskan bahwa kelahiran kembar pada primata seperti bekantan merupakan fenomena sangat langka dan bernilai ilmiah tinggi.

Pakar konservasi IPB, Prof. Hadi Alikodra, menilai kelahiran kembar bekantan ini sebagai indikator positif bahwa ekosistem Pulau Curiak dalam kondisi baik.

Menurutnya, ketersediaan pakan dan kualitas habitat menjadi faktor penting yang memungkinkan reproduksi satwa liar berjalan optimal.

Populasi Bekantan Naik Signifikan di Pulau Curiak

Data Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) menunjukkan populasi bekantan di Pulau Curiak kini mencapai 61 individu, meningkat drastis dibandingkan tahun 2016 yang hanya 14 individu.

Perubahan ini tidak lepas dari program rehabilitasi ekosistem mangrove rambai yang terus dilakukan. Dari awalnya hanya 2,7 hektare, kawasan ini kini berkembang menjadi sekitar 10 hektare dengan lebih dari 50.000 bibit mangrove yang telah ditanam.

Ekosistem baru yang terbentuk juga mulai memberikan ruang hidup yang lebih aman bagi bekantan dan satwa lainnya.

Keberhasilan konservasi ini tidak hanya berdampak pada satwa liar, tetapi juga pada masyarakat sekitar.

Nelayan di sembilan desa Kecamatan Anjir Muara kini merasakan peningkatan hasil tangkapan ikan dan udang di kawasan mangrove yang semakin sehat.

Pemerintah daerah dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga mendorong Pulau Curiak menjadi destinasi ekowisata berbasis konservasi dalam kawasan Meratus UNESCO Global Geopark.

Kelahiran kembar bekantan ini kini dipandang sebagai simbol harapan baru bagi masa depan spesies endemik Kalimantan yang terancam punah.

Di tengah tekanan perubahan lingkungan, peristiwa ini menjadi bukti bahwa konservasi yang konsisten, berbasis riset, dan melibatkan masyarakat mampu memberikan hasil nyata—baik bagi alam maupun manusia.

Selasa, 16 Juni 2026

Tak Mau Pulang dengan Tangan Kosong, Warga Binaan Lapas Banjarmasin Kini Bisa Bikin Lemari

Lapas Banjarmasin membekali warga binaan dengan keterampilan mebel melalui pelatihan pembuatan lemari. Program ini menjadi bekal kerja dan peluang usaha setelah bebas.
Lapas Banjarmasin membekali warga binaan dengan keterampilan mebel melalui pelatihan pembuatan lemari. Program ini menjadi bekal kerja dan peluang usaha setelah bebas.

Lapas Banjarmasin Bekali Warga Binaan dengan Keterampilan Mebel, Siapkan Bekal Kerja Setelah Bebas

BANJARMASIN – Lapas Kelas IIA Banjarmasin terus memperkuat program pembinaan warga binaan melalui pelatihan keterampilan kerja di bidang mebel. Melalui kegiatan pembuatan rak lemari, warga binaan tidak hanya diajarkan kemampuan teknis, tetapi juga dipersiapkan untuk memiliki bekal usaha dan pekerjaan setelah menyelesaikan masa pidana.

Program pembinaan kemandirian ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan. Dengan keterampilan yang memiliki nilai ekonomi dan dibutuhkan masyarakat, peluang untuk kembali produktif setelah bebas diharapkan semakin terbuka.

Keterampilan Mebel Jadi Bekal Produktif bagi Warga Binaan

Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa pembinaan keterampilan kerja merupakan bagian penting dari sistem pemasyarakatan modern. Program ini dirancang agar warga binaan memiliki kemampuan yang dapat langsung diterapkan di dunia kerja maupun untuk membuka usaha mandiri.

Menurutnya, sektor mebel masih memiliki prospek yang menjanjikan karena kebutuhan masyarakat terhadap produk furnitur terus ada. Oleh sebab itu, pelatihan pembuatan rak lemari dipilih sebagai salah satu bentuk keterampilan yang aplikatif dan bernilai ekonomi.

Selain menghasilkan produk yang memiliki fungsi nyata, kegiatan ini juga memberikan pengalaman kerja yang dapat menjadi modal berharga ketika warga binaan kembali ke lingkungan sosialnya.

Pelatihan Dimulai dari Dasar hingga Produk Jadi

Dalam pelaksanaannya, warga binaan mendapatkan pelatihan secara bertahap mulai dari pengukuran bahan, pemotongan kayu, perakitan rangka, hingga tahap penyelesaian akhir produk.

Setiap proses dilakukan dengan pendampingan petugas pembinaan sehingga peserta dapat memahami teknik kerja yang benar sekaligus menerapkan standar kualitas dalam pembuatan produk mebel.

Metode pembelajaran praktik langsung seperti ini dinilai efektif karena memberikan pengalaman nyata kepada warga binaan. Mereka tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menghasilkan produk secara mandiri.

Menanamkan Disiplin dan Tanggung Jawab

Program pembinaan kerja di Lapas Banjarmasin tidak semata-mata berorientasi pada hasil produksi. Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Bagus Paras Etika, menjelaskan bahwa pelatihan juga bertujuan membangun karakter positif.

Nilai-nilai seperti disiplin, ketelitian, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama menjadi bagian penting yang ditanamkan selama proses pelatihan berlangsung.

Budaya kerja tersebut dinilai sangat dibutuhkan ketika warga binaan nantinya kembali ke masyarakat dan memasuki dunia kerja. Kemampuan teknis tanpa didukung sikap profesional akan sulit berkembang menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan.

Dukungan Reintegrasi Sosial dan Ekonomi

Pembinaan keterampilan kerja menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung reintegrasi sosial warga binaan. Melalui peningkatan kapasitas kerja, mereka memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh pekerjaan atau bahkan membangun usaha sendiri setelah bebas.

Program seperti ini juga berkontribusi dalam mengurangi risiko pengangguran pasca-pembinaan. Dengan memiliki keterampilan yang jelas dan pengalaman praktik kerja, warga binaan dapat lebih percaya diri menghadapi kehidupan baru di tengah masyarakat.

Selain memberikan manfaat bagi individu, keberhasilan program pembinaan keterampilan juga berpotensi memberikan dampak positif bagi keluarga dan lingkungan sekitar melalui peningkatan kesejahteraan ekonomi.

Warga Binaan Rasakan Manfaat Langsung

Salah seorang warga binaan berinisial SR mengaku memperoleh banyak pengalaman baru selama mengikuti pelatihan mebel tersebut. Ia belajar memahami dasar-dasar pembuatan furnitur hingga mampu merakit rak lemari secara mandiri.

Baginya, keterampilan yang diperoleh tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri untuk menghadapi masa depan setelah menyelesaikan masa pembinaan.

Harapan untuk memiliki pekerjaan atau membuka usaha sendiri menjadi motivasi utama dalam mengikuti program tersebut.

Komitmen Lapas Banjarmasin Mencetak Warga Binaan yang Mandiri

Melalui pelatihan mebel dan berbagai program pembinaan kemandirian lainnya, Lapas Kelas IIA Banjarmasin menunjukkan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia yang lebih siap menghadapi kehidupan setelah bebas.

Pembekalan keterampilan kerja tidak hanya membantu warga binaan memperoleh kemampuan teknis, tetapi juga membentuk karakter produktif yang dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Dengan pendekatan tersebut, program pemasyarakatan tidak lagi sekadar menjalani masa hukuman, melainkan menjadi proses pembelajaran yang membuka peluang bagi warga binaan untuk membangun masa depan yang lebih baik dan mandiri.

Selasa, 02 Juni 2026

Cegah Balap Liar dan Tawuran, Polresta Banjarmasin Kerahkan URC Macan Resta Hingga Subuh

Polresta Banjarmasin mengintensifkan patroli gabungan hingga subuh untuk mencegah balap liar, tawuran, dan tindak kriminal demi menjaga keamanan masyarakat.
Polresta Banjarmasin mengintensifkan patroli gabungan hingga subuh untuk mencegah balap liar, tawuran, dan tindak kriminal demi menjaga keamanan masyarakat.

BANJARMASIN - Polresta Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mengintensifkan patroli gabungan hingga menjelang subuh di berbagai wilayah Kota Banjarmasin. Langkah yang disampaikan pada Minggu itu dilakukan untuk menekan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terutama aksi balap liar, tawuran, dan tindak kriminal yang kerap terjadi pada malam hingga dini hari.

Patroli dilakukan secara berantai dengan melibatkan tim patroli gabungan dan Unit Reaksi Cepat (URC) Macan Resta. Personel menyisir sejumlah titik yang dinilai rawan gangguan kamtibmas guna memastikan kondisi kota tetap aman dan kondusif.

Selain kawasan yang kerap dijadikan arena balap liar, petugas juga memantau lokasi berkumpulnya remaja serta titik-titik yang berpotensi memicu terjadinya tawuran.

Kasi Humas Polresta Banjarmasin Ipda Adi Harry Sucahyo mengatakan patroli hingga subuh merupakan bagian dari langkah preventif untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan.

"Kami kerahkan tim patroli gabungan dan Unit Reaksi Cepat (URC) Macan Resta yang berpatroli sampai subuh," ujar Adi Harry.

Menurutnya, kehadiran polisi secara konsisten di lapangan diharapkan dapat mencegah tindak kriminalitas sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang masih beraktivitas pada malam hari.

"Ini bagian dari komitmen Polresta Banjarmasin untuk terus hadir memberikan rasa aman kepada seluruh masyarakat," katanya.

Dalam pelaksanaannya, petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap pengendara yang dianggap mencurigakan. Selain itu, polisi membubarkan kerumunan remaja yang berpotensi menimbulkan keributan dengan mengedepankan pendekatan humanis.

Adi menjelaskan patroli gabungan bersama URC Macan Resta dan jajaran Polsek dilaksanakan secara rutin setiap malam hingga menjelang subuh sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan.

"Kami tidak ingin ada ruang bagi pelaku kejahatan. Tim patroli dan URC Macan Resta standby 24 jam. Ketika ada laporan masyarakat atau ditemukan potensi gangguan, langsung kita respons cepat di TKP," ujarnya.

Ke depan, Polresta Banjarmasin juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan. Warga diminta segera melaporkan aktivitas yang mengarah pada tindak kriminal maupun balap liar melalui layanan darurat kepolisian 110.

"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama menjaga Banjarmasin. Kalau ada aksi balap liar ataupun tindak kriminal lainnya, segera laporkan ke 110," tutur Adi Harry.

Identifikasi ULM Ungkap Keanekaragaman 14 Jenis Mangrove di Kotabaru

ULM menemukan 14 spesies mangrove di kawasan PBPH Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Temuan ini menunjukkan ekosistem pesisir yang stabil dan regenerasi alami yang baik.
ULM menemukan 14 spesies mangrove di kawasan PBPH Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Temuan ini menunjukkan ekosistem pesisir yang stabil dan regenerasi alami yang baik.

BANJARMASIN - Unit Penunjang Akademik (UPA) Lingkungan Lahan Basah Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menemukan 14 spesies mangrove di kawasan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Temuan tersebut diperoleh melalui kegiatan identifikasi keanekaragaman hayati yang dilakukan di kawasan hutan mangrove setempat.

Wakil Rektor ULM Bidang Kerja Sama, Humas, dan Sistem Informasi, Dr Yusuf Azis, mengatakan hasil identifikasi menunjukkan tingginya keragaman vegetasi mangrove di wilayah tersebut.

Sebanyak 14 jenis mangrove yang teridentifikasi meliputi paku laut (Acrostichum aureum), api-api ludat (Avicennia officinalis), ketapang (Terminalia catappa), tanjang (Bruguiera cylindrica), tengar (Ceriops decandra), nyirih (Xylocarpus granatum), teruntum merah (Lumnitzera littorea), teruntum putih (Lumnitzera racemosa), nipah (Nypa fruticans), bakau minyak (Rhizophora apiculata), bakau hitam atau bakau merah (Rhizophora mucronata), bakau kecil (Rhizophora stylosa), johar (Senna siamea), dan pedada (Sonneratia alba).

Selain itu, tim juga menemukan enam spesies tumbuhan asosiasi yang tumbuh secara alami di kawasan tersebut. Keberadaan berbagai jenis vegetasi ini menunjukkan kondisi ekosistem mangrove yang relatif stabil.

Yusuf menjelaskan, struktur vegetasi yang ditemukan tergolong lengkap karena mencakup fase semai, pancang, hingga pohon dewasa.

"Kondisi ini menjadi indikator penting bahwa regenerasi alami mangrove berlangsung baik," kata Yusuf di Banjarmasin, Senin.

Menurutnya, keanekaragaman hayati mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir. Mangrove berfungsi melindungi garis pantai dari abrasi dan gelombang laut, menjadi habitat berbagai biota pesisir, serta mendukung produktivitas ekosistem perairan.

Melalui kegiatan identifikasi tersebut, ULM berharap dapat menyediakan data ilmiah yang dapat digunakan sebagai dasar pengelolaan kawasan berbasis konservasi. Temuan itu juga diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian ekosistem mangrove.

Sebagai informasi, sejak pertengahan 2024 ULM melalui Koperasi Berkah Wasaka Mandiri memperoleh Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) pada kawasan Hutan Produksi seluas 611 hektare di Kabupaten Kotabaru.

Melalui izin tersebut, kawasan hutan mangrove dapat dikelola untuk mendukung penyerapan dan penyimpanan karbon, budidaya perikanan, wisata pendidikan, serta kegiatan penelitian lingkungan lahan basah yang berkelanjutan.

Minggu, 17 Mei 2026

“Bayar Dulu Baru Isi BBM” di SPBU Basirih, Polisi Akhirnya Bongkar Praktik Ini

Polresta Banjarmasin ungkap pungli di SPBU Basirih lewat operasi penyamaran. Empat orang diamankan, kasus pemerasan sopir truk masih didalami.
Polresta Banjarmasin ungkap pungli di SPBU Basirih lewat operasi penyamaran. Empat orang diamankan, kasus pemerasan sopir truk masih didalami. (Foto ilustrasi)

BANJARMASIN - Praktik pungutan liar di area distribusi bahan bakar kembali mencuat setelah Satreskrim Polresta Banjarmasin, Polda Kalimantan Selatan, membongkar dugaan pemerasan di SPBU Basirih, Banjarmasin Selatan. 

Kasus ini terungkap lewat operasi penyamaran yang dilakukan aparat, menyusul laporan masyarakat yang resah dengan aktivitas pungli terhadap sopir truk pengangkut BBM.

Modus yang digunakan terbilang sederhana namun merugikan. Pelaku diduga meminta sejumlah uang kepada sopir yang hendak mengisi bahan bakar di SPBU 64.701.06 Basirih. 

Praktik ini bukan hanya membebani pengemudi, tetapi juga berpotensi mengganggu kelancaran distribusi logistik di wilayah kota.

Pengungkapan kasus ini dilakukan dengan metode undercover buy. Petugas yang menyamar sebagai sopir truk ikut mengantre dan mengalami langsung permintaan uang dari pelaku. 

Dari situ, polisi bergerak cepat mengamankan empat pria di lokasi kejadian, dengan barang bukti uang sebesar Rp375 ribu yang diduga hasil pungutan.

Meski awalnya empat orang diamankan, hasil pemeriksaan lebih lanjut mengerucut pada satu orang berinisial R yang diduga paling aktif melakukan pemaksaan terhadap sopir. 

Ia disebut meminta pembayaran agar kendaraan bisa mendapatkan akses pengisian BBM, sebuah praktik yang masuk kategori pemerasan.

Di sisi lain, temuan tambahan membuat kasus ini semakin kompleks. Hasil tes urine terhadap keempat pria yang diamankan menunjukkan semuanya positif mengandung metamfetamin dan amfetamin. 

Fakta ini membuka ruang pendalaman baru bagi penyidik terkait kemungkinan keterkaitan perilaku pelaku dengan penyalahgunaan narkotika.

Kanit Tipidter Satreskrim Polresta Banjarmasin, Ipda Tri Pebriana Putra, menegaskan bahwa praktik seperti ini tidak hanya merugikan sopir, tetapi juga menciptakan gangguan pada sistem distribusi BBM. 

Ia juga memastikan pihaknya akan memperluas pengawasan ke sejumlah SPBU lain yang berpotensi memiliki pola serupa.

Dari sisi hukum, pelaku dijerat Pasal 482 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman pidana hingga sembilan tahun penjara. 

Polisi menilai penindakan tegas diperlukan untuk memberikan efek jera terhadap praktik premanisme di ruang pelayanan publik.

Kasus ini sekaligus menyoroti persoalan yang lebih luas: celah praktik pungli di titik-titik vital distribusi barang. 

SPBU, sebagai simpul penting rantai pasok energi, menjadi lokasi yang rentan disalahgunakan oleh oknum untuk keuntungan pribadi.

Ke depan, aparat memastikan penertiban akan terus dilakukan, terutama di titik-titik yang dianggap rawan. 

Polisi juga mengimbau masyarakat dan sopir angkutan untuk tidak ragu melapor jika menemukan praktik serupa di lapangan.

Kasus SPBU Basirih menjadi pengingat bahwa pengawasan di lapangan masih menjadi kunci penting dalam menjaga kelancaran distribusi BBM, sekaligus memastikan pelayanan publik bebas dari tekanan dan pungutan ilegal.

Kamis, 14 Mei 2026

Banjarmasin Cari Bibit Pesepak Bola Muda Lewat Festival Piala Presiden 2026

16 SSB mengikuti Festival Sepak Bola Nasional Piala Presiden 2026 U-10 dan U-12 di Banjarmasin untuk mencari bibit pesepak bola muda terbaik.
16 SSB mengikuti Festival Sepak Bola Nasional Piala Presiden 2026 U-10 dan U-12 di Banjarmasin untuk mencari bibit pesepak bola muda terbaik.

BANJARMASIN - Sebanyak 16 sekolah sepak bola (SSB) mengikuti Festival Sepak Bola Nasional Piala Presiden RI 2026 kategori usia 10 tahun dan 12 tahun (U-10 dan U-12) di Lapangan Sepak Bola Kayu Tangi, Banjarmasin Utara, Kalimantan Selatan. Pembukaan turnamen dilakukan Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR, Kamis.

Festival yang digelar Asosiasi PSSI Kota Banjarmasin itu diikuti delapan SSB kategori U-10 dan delapan SSB kategori U-12 yang berasal dari Kota Banjarmasin.

Muhammad Yamin mengatakan turnamen tersebut menjadi bagian dari upaya mencari bibit pesepak bola sejak usia dini untuk dipersiapkan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Tujuannya adalah untuk mencari bibit-bibit sejak dini,” ujar Yamin saat membuka kegiatan di Lapangan Kayu Tangi.

Ia menegaskan seluruh peserta wajib sesuai dengan kategori usia yang telah ditentukan. Menurutnya, aturan usia diterapkan ketat agar proses seleksi berjalan adil dan sesuai ketentuan kompetisi.

“Ketentuannya juga U10 itu khusus umur 10 tahun saja, tidak boleh lebih dan tidak boleh kurang. Begitu juga U12,” katanya.

Peserta terbaik nantinya akan diseleksi untuk mewakili Kota Banjarmasin pada tingkat provinsi hingga nasional.

Yamin juga berharap dukungan masyarakat dan seluruh pihak terhadap pembinaan sepak bola usia dini di Banjarmasin agar mampu melahirkan atlet berprestasi dan membawa nama baik daerah.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Hari Kartono menyebut Asosiasi PSSI Kota Banjarmasin dipercaya Asprov PSSI Kalimantan Selatan untuk menjadi penyelenggara festival tingkat kota.

Menurut dia, turnamen tersebut tidak hanya mempertandingkan gelar juara, tetapi juga memberikan penghargaan individu seperti pemain terbaik dan pencetak gol terbanyak.

“Nantinya akan diambil juara 1, 2 dan 3, ada juga best player dan top score. Juara dari kegiatan ini akan mewakili Kota Banjarmasin ke tingkat provinsi,” ujar Kartono.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Banjarmasin terhadap pembinaan sepak bola usia dini. Salah satunya melalui rencana pemberian bonus bagi tim juara.

“Bapak Wali Kota juga menyampaikan akan memberikan bonus sebesar Rp15 juta untuk adik-adik yang nantinya menjadi juara,” katanya.

Kartono menambahkan seluruh peserta yang mengikuti festival merupakan SSB yang telah terdaftar di Asosiasi PSSI Kota Banjarmasin sesuai arahan Asprov PSSI Kalimantan Selatan.

Wali Kota Cup 2026 Jadi Ajang Pencarian Bibit Atlet Anggar Baru di Banjarmasin

Wali Kota Banjarmasin membuka Kejuaraan Anggar Wali Kota Cup 2026 yang diikuti lebih dari 100 atlet pelajar di Markas Kodim 1007/Banjarmasin.
Wali Kota Banjarmasin membuka Kejuaraan Anggar Wali Kota Cup 2026 yang diikuti lebih dari 100 atlet pelajar di Markas Kodim 1007/Banjarmasin.

BANJARMASIN - Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR membuka Kejuaraan Anggar Wali Kota Cup 2026 di Markas Kodim 1007/Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu (14/5). Turnamen yang berlangsung hingga 16 Mei itu diikuti lebih dari 100 atlet, mayoritas berasal dari kalangan pelajar.

Muhammad Yamin mengapresiasi tingginya antusiasme peserta dalam kejuaraan tersebut. Menurutnya, perkembangan olahraga anggar di Banjarmasin tidak lepas dari pembinaan yang dilakukan Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Kalimantan Selatan dan IKASI Kota Banjarmasin.

Ia menilai ajang Wali Kota Cup bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi ruang mempererat silaturahmi antaratlet dan komunitas olahraga anggar di daerah.

“Harapan kita kegiatan Wali Kota Cup ini menjadi wadah silaturahmi antaratlet, tempat berkumpul dan berdiskusi terkait bagaimana perkembangan anggar ke depannya. Walaupun tetap ada yang terbaik dan menjadi juara, namun yang paling penting tetap menjunjung sportivitas,” kata Yamin.

Ia berharap kejuaraan tersebut berjalan lancar dan mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang dapat membawa nama Kota Banjarmasin ke level lebih tinggi.

Ketua Pengurus IKASI Kota Banjarmasin yang juga Komandan Kodim 1007/Banjarmasin, Kolonel Czi Slamet Riyadi, mengatakan kejuaraan itu menjadi momentum penting untuk mengembangkan olahraga anggar di Kota Banjarmasin.

Menurutnya, pelaksanaan Wali Kota Cup 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-500 Kota Banjarmasin.

“Harapannya kita bisa mencari bibit-bibit baru atlet anggar. Mudah-mudahan olahraga anggar ini bisa menjadi olahraga andalan bagi Kota Banjarmasin hingga mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Slamet menambahkan, jumlah peserta yang mencapai lebih dari 100 atlet menunjukkan tingginya minat terhadap olahraga anggar di Kalimantan Selatan, khususnya di Kota Banjarmasin yang disebut memiliki jumlah atlet terbanyak di provinsi tersebut.

Kejuaraan ini diharapkan menjadi langkah lanjutan dalam pembinaan atlet muda sekaligus memperkuat prestasi olahraga anggar Banjarmasin di tingkat nasional.

Rabu, 13 Mei 2026

Lapas Banjarmasin Kembangkan Budidaya Ayam Petelur untuk Pembinaan Warga Binaan

Lapas Kelas IIA Banjarmasin mengembangkan budidaya ayam petelur sistem umbaran untuk memperkuat ketahanan pangan dan melatih keterampilan warga binaan.
Lapas Kelas IIA Banjarmasin mengembangkan budidaya ayam petelur sistem umbaran untuk memperkuat ketahanan pangan dan melatih keterampilan warga binaan.

BANJARMASIN - Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Kalimantan Selatan, meluncurkan program budidaya ayam petelur sistem umbaran dengan melepas 90 ekor ayam di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 2, Selasa. Program ini dikembangkan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pembinaan kemandirian warga binaan melalui pelatihan peternakan berbasis praktik langsung.

Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin Akhmad Herriansyah mengatakan program tersebut menjadi bagian dari strategi pembinaan agar warga binaan memiliki keterampilan kerja produktif di bidang peternakan.

Menurut Herriansyah, budidaya ayam petelur tidak hanya difokuskan pada hasil produksi, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran yang dapat menjadi bekal warga binaan setelah kembali ke masyarakat.

Ia menjelaskan sistem umbaran dilakukan dengan melepas ayam di area terbuka berpagar sehingga ternak memiliki ruang gerak lebih luas, namun tetap berada dalam pengawasan petugas dan warga binaan.

Metode tersebut dinilai mampu mendukung kesehatan ayam karena ternak dapat bergerak lebih alami, memperoleh sinar matahari, serta mencari tambahan pakan di area terbuka. Sementara itu, pengelolaan pakan dan kebersihan kandang tetap dilakukan secara rutin.

Warga binaan juga dilibatkan langsung dalam seluruh proses budidaya, mulai dari perawatan ternak, pemberian pakan, pemantauan kesehatan ayam, hingga pengelolaan hasil produksi telur.

“Pengembangan budidaya ayam petelur tersebut merupakan bagian dari strategi pembinaan kemandirian warga binaan yang diarahkan agar memiliki keterampilan kerja produktif di bidang peternakan,” kata Akhmad Herriansyah.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIA Banjarmasin Bagus Paras Etika menyebut program itu dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada warga binaan di sektor peternakan.

“Lapas Banjarmasin berkomitmen memperkuat pembinaan berbasis kemandirian yang produktif, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi peningkatan keterampilan warga binaan di sektor peternakan,” ujar Bagus.

Program budidaya ayam petelur tersebut menjadi salah satu upaya Lapas Kelas IIA Banjarmasin dalam memperkuat pembinaan kemandirian berbasis keterampilan kerja. Selain mendukung ketahanan pangan di lingkungan lapas, pelatihan itu diharapkan dapat membantu warga binaan memiliki kemampuan praktis yang bisa dimanfaatkan setelah bebas nanti.

Eks Kajari HSU dan Dua Mantan Pejabat Kejari Jalani Sidang Dakwaan di Banjarmasin

KPK mendakwa eks Kajari HSU Albertinus Napitupulu dengan pasal berlapis terkait dugaan pemerasan dan gratifikasi dalam sidang perdana di PN Banjarmasin.
KPK mendakwa eks Kajari HSU Albertinus Napitupulu dengan pasal berlapis terkait dugaan pemerasan dan gratifikasi dalam sidang perdana di PN Banjarmasin.

BANJARMASIN - Jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa mantan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Albertinus Parlinggoman Napitupulu, dengan pasal kumulatif dalam sidang perdana di Pengadilan Negeri Banjarmasin, Selasa.

Selain Albertinus, dua mantan pejabat Kejari HSU, yakni eks Kasi Intel Asis Budianto dan eks Kasi Datun Tri Taruna Fariadi, juga didakwa dalam perkara dugaan korupsi yang berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Desember 2025.

Jaksa KPK Muhammad Hadi mengatakan Albertinus didakwa dengan tiga pasal berbeda terkait tindak pidana korupsi.

Dakwaan pertama berkaitan dengan Pasal 12 huruf e juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah melalui UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 127 ayat 1 KUHP.

Dakwaan kedua dikenakan Pasal 12 huruf f juncto Pasal 18 UU Tipikor juncto Pasal 127 ayat 1 KUHP. Sementara dakwaan ketiga terkait Pasal 12 huruf B juncto Pasal 18 UU Tipikor juncto Pasal 127 ayat 1 KUHP.

“Untuk terdakwa Albertinus Parlinggoman Napitupulu didakwa secara kumulatif,” ujar JPU KPK Muhammad Hadi di persidangan.

Untuk terdakwa Asis Budianto dan Tri Taruna Fariadi, jaksa juga menerapkan dakwaan kumulatif. Keduanya didakwa dengan Pasal 12 huruf e dan Pasal 12 huruf B UU Tipikor.

Dalam sidang tersebut, hanya Tri Taruna yang mengajukan eksepsi atau perlawanan terhadap dakwaan jaksa. Sementara Albertinus dan Asis tidak mengajukan keberatan.

JPU KPK turut membeberkan nilai dugaan gratifikasi dan pemerasan yang tercantum dalam dakwaan.

Pada dakwaan pertama terkait dugaan pemerasan dalam jabatan yang melibatkan ketiga terdakwa, nilai uang yang disebut mencapai Rp894 juta.

Kemudian dalam dakwaan kedua terkait dugaan pemerasan secara langsung yang hanya menjerat Albertinus, uang yang diduga diterima mencapai Rp257,5 juta.

Sementara pada dakwaan ketiga terkait gratifikasi, nilainya tercatat sebesar Rp822,8 juta.

KPK juga menyiapkan puluhan saksi untuk dihadirkan dalam persidangan guna mengungkap perkara tersebut.

Ketua Majelis Hakim Aries Dedi menutup sidang usai pembacaan dakwaan dan menjadwalkan sidang lanjutan pada Kamis, 21 Mei 2026.

Kasus ini merupakan tindak lanjut OTT KPK pada 18 Desember 2025 yang menjerat ketiga terdakwa terkait dugaan pemerasan terhadap sejumlah pejabat dan pihak di lingkungan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Senin, 11 Mei 2026

Tekan Balap Liar, Polisi di Banjarmasin Sita 25 Sepeda Motor Remaja

Polresta Banjarmasin menahan 25 sepeda motor pelaku balap liar selama tiga bulan sebagai langkah tegas menekan aksi berbahaya di jalan raya.
Polresta Banjarmasin menahan 25 sepeda motor pelaku balap liar selama tiga bulan sebagai langkah tegas menekan aksi berbahaya di jalan raya.

BANJARMASIN - Polresta Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menilang dan menahan 25 sepeda motor milik pelaku balap liar selama tiga bulan di Banjarmasin, Senin. 

Langkah tegas itu dilakukan untuk menekan aksi balap liar yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan dan meresahkan masyarakat.

Sebanyak 25 kendaraan diamankan sebagai bagian dari penegakan hukum terhadap aksi balap liar yang kerap terjadi pada malam hingga dini hari. Mayoritas pelaku disebut berasal dari kalangan remaja yang memanfaatkan jalan raya untuk melakukan aksi berbahaya tersebut.

Kasi Humas Polresta Banjarmasin Ipda Adi Harry Sucahyo mengatakan penindakan dilakukan sebagai peringatan keras agar aksi balap liar tidak kembali terjadi di wilayah Kota Banjarmasin.

“Ini demi keselamatan masyarakat dan para pengguna jalan lainnya,” kata Adi Harry.

Selain penindakan, Polresta Banjarmasin juga meningkatkan langkah pencegahan melalui sosialisasi kepada orang tua agar lebih mengawasi aktivitas anak-anak mereka di luar rumah.

Polisi turut mendatangi sejumlah sekolah melalui program Police Goes to School untuk memberikan edukasi mengenai bahaya balap liar dan pentingnya tertib berlalu lintas sejak usia pelajar.

“Kami berharap dengan penindakan ini bisa memberikan efek jera kepada mereka yang masih coba-coba bikin ulah di jalan Kota Banjarmasin,” ujar Adi Harry.

Penindakan ini menjadi bagian dari upaya kepolisian menjaga keamanan dan keselamatan lalu lintas di Kota Banjarmasin, terutama pada jam rawan yang sering dimanfaatkan untuk aksi balap liar.

Police Goes To School, Ditlantas Polda Kalsel Tanamkan Budaya Tertib Lalu Lintas pada Anak

Polda Kalsel menggelar Police Goes To School di SDIT Ukhuwah Banjarmasin untuk mengedukasi siswa tentang tertib berlalu lintas sejak dini melalui kegiatan interaktif.
Polda Kalsel menggelar Police Goes To School di SDIT Ukhuwah Banjarmasin untuk mengedukasi siswa tentang tertib berlalu lintas sejak dini melalui kegiatan interaktif.

BANJARMASIN - Direktorat Lalu Lintas Polda Kalimantan Selatan menggelar kegiatan “Police Goes To School” di SD Islam Terpadu Ukhuwah Banjarmasin, Senin, untuk mengedukasi siswa tentang pentingnya tertib berlalu lintas sejak usia dini.

Program bertajuk Polantas Sahabat Anak itu dikemas melalui permainan dan sesi interaktif agar materi keselamatan berkendara lebih mudah dipahami anak-anak.

Dirlantas Polda Kalsel Kombes Pol M Fahri Siregar mengatakan edukasi lalu lintas kepada anak menjadi langkah penting dalam membangun generasi yang sadar keselamatan di jalan raya.

“Hari ini kami menyapa anak-anak di SD Islam Terpadu Ukhuwah Banjarmasin untuk bermain ceria sembari belajar tertib,” kata Fahri di Banjarmasin.

Menurut dia, pengetahuan yang ditanamkan sejak kecil akan lebih mudah diingat hingga anak tumbuh dewasa. Karena itu, edukasi tertib berlalu lintas dinilai perlu diberikan sejak dini agar kelak mereka menjadi pelopor keselamatan berkendara.

Dalam kegiatan tersebut, polisi menyampaikan materi secara ringan dan diselingi berbagai permainan edukatif. Para siswa juga diajak menjawab pertanyaan seputar aturan lalu lintas.

Ditlantas Polda Kalsel turut membagikan hadiah dan bingkisan kepada siswa yang aktif selama kegiatan berlangsung.

Bingkisan yang diberikan antara lain alat tulis, buku, boneka Safety Driving Center (SDC), serta tumbler sebagai bagian dari kampanye pengurangan sampah plastik dari botol minuman sekali pakai.

Kepala SDIT Ukhuwah Banjarmasin Syaiful Rahman mengapresiasi kegiatan edukasi tersebut dan berharap program serupa dapat rutin digelar di lingkungan sekolah.

“Kami berharap kunjungan ke sekolah ini bisa rutin digelar mengingat pentingnya edukasi tertib berlalu lintas bagi anak, sekaligus melihat sosok polisi untuk role model bagi mereka yang bercita-cita menjadi polisi,” ujarnya.

Program edukasi lalu lintas ke sekolah menjadi salah satu upaya kepolisian menanamkan budaya disiplin dan keselamatan berkendara sejak dini. Selain memperkenalkan aturan lalu lintas, kegiatan itu juga membangun kedekatan antara polisi dan anak-anak melalui pendekatan yang ramah dan edukatif.

Minggu, 10 Mei 2026

Pasokan Sapi Kurban di Banjarmasin Capai 2.500 Ekor, Didatangkan dari Jawa dan NTT

Pemkot Banjarmasin menyiapkan 2.500 sapi kurban untuk Idul Adha 2026. Pasokan didatangkan dari Kalimantan, Jawa, hingga NTT dengan pengawasan ketat PMK. (Foto Ilustrasi)
Pemkot Banjarmasin menyiapkan 2.500 sapi kurban untuk Idul Adha 2026. Pasokan didatangkan dari Kalimantan, Jawa, hingga NTT dengan pengawasan ketat PMK. (Foto Ilustrasi)

BANJARMASIN - Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menyiapkan sekitar 2.500 ekor sapi kurban untuk memenuhi kebutuhan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi. Persiapan itu dilakukan melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah Rumah Potong Hewan (UPTD RPH) Basirih di Banjarmasin, Sabtu (10/5).

Kepala UPTD RPH Basirih, drh Annang Dwijatmiko, mengatakan jumlah kebutuhan hewan kurban tahun ini diperkirakan relatif sama dibanding tahun sebelumnya.

“Kebutuhan hewan kurban di Kota Banjarmasin tahun ini diperkirakan relatif sama seperti tahun sebelumnya, yakni sekitar 2.500 ekor sapi,” ujar Annang.

Menurut Annang, pasokan sapi kurban tidak hanya berasal dari wilayah lokal dan sejumlah kabupaten sekitar, seperti Barito Kuala, Banjar, dan Tanah Laut. Sejumlah sapi juga didatangkan dari luar Pulau Kalimantan.

“Banyak juga yang datang dari Pulau Jawa dan Nusa Tenggara Timur,” katanya.

Saat ini, ratusan sapi kurban disebut sudah tersedia di sejumlah titik penjualan, termasuk di kawasan RPH Basirih. Kedatangan hewan kurban diperkirakan terus bertambah hingga mendekati Idul Adha.

“Insya Allah akan mencukupi kebutuhan,” ujar Annang.

UPTD RPH Basirih juga melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap sapi yang masuk dari luar daerah. Pemeriksaan dilakukan termasuk melalui vaksinasi guna mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Annang menjelaskan gejala PMK pada ternak dapat ditandai dengan luka melepuh atau sariawan di area mulut, serta kuku yang berdarah atau terlepas.

“Adapun gejala atau ciri PMK berupa melepuh atau sariawan di area mulut dan kukunya berdarah atau terlepas,” katanya.

Di sisi lain, harga sapi kurban, kambing, dan hewan ternak lainnya mengalami kenaikan dibanding sebelumnya. Meski demikian, permintaan hewan kurban dari masyarakat menjelang Idul Adha tahun ini disebut tetap tinggi.

Jumat, 08 Mei 2026

Empat Bulan, Polresta Banjarmasin Tangani 14 Kasus Kekerasan Anak Dan Perempuan

Polresta Banjarmasin mengungkap 14 kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak sepanjang awal 2026, termasuk dugaan pencabulan oleh pelatih beladiri.
Polresta Banjarmasin mengungkap 14 kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak sepanjang awal 2026, termasuk dugaan pencabulan oleh pelatih beladiri.

BANJARMASIN - Satuan Reserse Kriminal Polresta Banjarmasin mengungkap sedikitnya 14 perkara kekerasan terhadap perempuan dan anak sepanjang Januari hingga awal Mei 2026. Pengungkapan kasus tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian menekan tindak kriminal yang menyasar kelompok rentan di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Kasus yang ditangani meliputi persetubuhan, pencabulan, pemerkosaan, hingga penganiayaan dan pengancaman terhadap anak di bawah umur maupun perempuan.

Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, Kompol Eru Alsepa, mengatakan seluruh perkara terungkap setelah polisi menerima laporan masyarakat selama empat bulan terakhir.

Menurut Kompol Eru Alsepa, dari total 14 perkara tersebut terdapat tiga kasus persetubuhan, empat kasus pencabulan, serta tiga kasus pemerkosaan. Sementara kasus lainnya berkaitan dengan tindakan penganiayaan dan ancaman terhadap korban perempuan maupun anak.

Salah satu perkara yang menjadi perhatian penyidik adalah dugaan pencabulan yang dilakukan seorang pelatih beladiri terhadap muridnya. Kasus tersebut memicu kekhawatiran masyarakat terkait keamanan anak dalam aktivitas pembinaan nonformal.

Kompol Eru Alsepa menjelaskan, dugaan pencabulan itu terungkap setelah korban melapor kepada pihak kepolisian. Korban diketahui mengikuti kegiatan latihan beladiri yang diasuh terduga pelaku.

Selain dugaan pencabulan, korban laki-laki tersebut juga diduga mengalami tindak kekerasan fisik dan ancaman saat pelaku melakukan aksinya.

Penyidik Satreskrim Polresta Banjarmasin kini masih mendalami kasus tersebut untuk mengetahui kemungkinan adanya korban lain maupun unsur pidana tambahan yang dapat dikenakan kepada pelaku.

Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar segera melapor apabila menemukan indikasi kekerasan terhadap anak dan perempuan demi mempercepat penanganan hukum serta perlindungan korban.

Kamis, 07 Mei 2026

Delapan Remaja Diduga Hendak Tawuran Diamankan Polisi Di Banjarmasin

Polisi menangkap delapan remaja bersenjata tajam di Banjarmasin usai konvoi viral di media sosial. Empat sajam termasuk mandau berhasil disita.
Polisi menangkap delapan remaja bersenjata tajam di Banjarmasin usai konvoi viral di media sosial. Empat sajam termasuk mandau berhasil disita.

BANJARMASIN - Aparat kepolisian mengamankan delapan remaja yang diduga hendak melakukan tawuran setelah aksi konvoi bersenjata tajam di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, viral di media sosial dan memicu keresahan warga.

Penangkapan dilakukan Satreskrim Polresta Banjarmasin bersama Unit Reskrim Polsek Banjarmasin Timur dengan dukungan Tim Macan Kalsel. Operasi penindakan dilakukan di sejumlah lokasi berbeda, termasuk rumah para pelaku.

Plh Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Timbul RK Siregar, menjelaskan pengungkapan kasus bermula dari patroli siber yang dilakukan jajaran kepolisian terhadap video dan unggahan yang ramai beredar di media sosial.

Menurut Kombes Pol Timbul RK Siregar, para remaja tersebut diduga menggunakan media sosial untuk mencari kelompok lawan tawuran. Aktivitas itu dinilai berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama di ruang publik pada malam hari.

“Modus mereka mencari kelompok yang mau diajak tawuran melalui media sosial,” kata Kombes Pol Timbul RK Siregar saat konferensi pers di Mapolresta Banjarmasin.

Dari delapan remaja yang diamankan, tujuh orang diketahui masih berusia 15 hingga 17 tahun. Polisi menilai keterlibatan anak di bawah umur dalam aksi kekerasan jalanan menjadi perhatian serius karena tren tawuran remaja semakin berkembang melalui komunikasi digital.

Dalam operasi tersebut, polisi turut menyita empat senjata tajam yang diduga akan digunakan saat tawuran berlangsung. Barang bukti yang diamankan meliputi satu bilah mandau dan beberapa senjata tajam lainnya.

Kombes Pol Timbul RK Siregar menyebut penyidik masih mendalami kemungkinan adanya kelompok lain yang terlibat dalam jaringan tawuran remaja berbasis media sosial di wilayah Banjarmasin.

Selain penegakan hukum, kepolisian juga meminta peran aktif orang tua dalam mengawasi aktivitas anak, terutama saat keluar rumah pada malam hari. Pengawasan keluarga dinilai penting untuk mencegah remaja terlibat tindakan kriminal maupun aksi kekerasan jalanan.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Polresta Banjarmasin meningkatkan patroli di sejumlah titik rawan yang kerap menjadi lokasi berkumpul remaja pada malam hari.

Fenomena tawuran remaja yang dipicu media sosial belakangan menjadi perhatian di berbagai daerah. Aparat menilai penanganan masalah tersebut membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari keluarga, sekolah, lingkungan masyarakat hingga aparat penegak hukum.

Video Polisi Merokok Saat Menyetir Viral, Polda Kalsel Buka Suara

Polda Kalsel menindak oknum AKBP yang viral karena merokok saat mengemudi di Banjarmasin. Propam langsung melakukan pemeriksaan dan pemberian sanksi. (Foto ilustrasi)
Polda Kalsel menindak oknum AKBP yang viral karena merokok saat mengemudi di Banjarmasin. Propam langsung melakukan pemeriksaan dan pemberian sanksi. (Foto ilustrasi)

BANJARBARU - Polda Kalimantan Selatan memastikan telah mengambil tindakan terhadap oknum anggota kepolisian yang videonya viral di media sosial karena merokok saat mengemudikan mobil di kawasan Banjarmasin.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat atas perilaku anggota tersebut yang dinilai mencoreng citra institusi kepolisian.

Menurut Kombes Pol Adam Erwindi, Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Kalsel langsung melakukan pemeriksaan setelah video itu ramai diperbincangkan publik di berbagai platform media sosial.

“Polda Kalsel telah melakukan pemeriksaan terhadap anggota yang bersangkutan dan memberikan sanksi sesuai aturan internal Polri,” ujar Kombes Pol Adam Erwindi di Banjarmasin, Selasa.

Video yang beredar memperlihatkan seorang anggota Polri berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) tengah mengemudi sambil merokok. Dalam rekaman tersebut, pengendara lain terlihat menegur tindakan anggota polisi itu karena dinilai membahayakan keselamatan di jalan raya.

Namun, teguran tersebut justru ditanggapi santai. Dalam video, oknum anggota itu bahkan melontarkan komentar yang dianggap tidak pantas oleh warganet.

Selain merokok saat berkendara, anggota polisi tersebut juga terlihat tidak mengenakan sabuk pengaman. Tindakan itu dinilai melanggar aturan lalu lintas yang berlaku bagi seluruh pengguna kendaraan, termasuk aparat penegak hukum.

Kasus ini memicu beragam reaksi dari masyarakat di media sosial. Banyak warganet meminta penegakan disiplin dilakukan secara tegas agar tidak menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Polda Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya untuk menindak setiap pelanggaran yang dilakukan anggota kepolisian tanpa pandang bulu demi menjaga profesionalisme dan kepercayaan masyarakat.

FAQ

Apa penyebab video polisi di Banjarmasin viral?

Video menjadi viral karena memperlihatkan oknum polisi merokok sambil mengemudi serta tidak memakai sabuk pengaman.

Siapa polisi yang memberikan keterangan resmi?

Keterangan resmi disampaikan Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi.

Apa tindakan Polda Kalsel terhadap anggota tersebut?

Bidang Propam Polda Kalsel telah melakukan pemeriksaan dan memberikan sanksi sesuai aturan internal Polri.

Apa pelanggaran yang terlihat dalam video?

Pelanggaran yang terlihat yakni merokok saat berkendara dan tidak menggunakan sabuk pengaman.

Di mana peristiwa itu terjadi?

Peristiwa tersebut terjadi di wilayah Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Selasa, 05 Mei 2026

Praktik Ilegal BBM dan LPG Terungkap, 33 Tersangka Ditangkap Polda Kalsel

Polda Kalsel ungkap penyalahgunaan BBM dan LPG subsidi dengan kerugian negara Rp12,4 miliar. Sebanyak 33 tersangka ditangkap dalam operasi 25 hari. (Foto Ilustrasi)
Polda Kalsel ungkap penyalahgunaan BBM dan LPG subsidi dengan kerugian negara Rp12,4 miliar. Sebanyak 33 tersangka ditangkap dalam operasi 25 hari. (Foto Ilustrasi)

BANJARMASIN - Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan mengungkap praktik penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG bersubsidi yang menyebabkan kerugian negara mencapai sekitar Rp12,4 miliar. Nilai tersebut dihitung berdasarkan total barang bukti yang berhasil disita selama operasi penindakan.

Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, menyampaikan bahwa pengungkapan ini merupakan hasil kerja Satuan Tugas Khusus (Satgasus) yang dibentuk untuk menindak pelanggaran distribusi energi subsidi.

Dalam kurun waktu 6 April hingga 4 Mei 2026, Direktorat Reserse Kriminal Khusus bersama 13 Polres jajaran berhasil mengungkap 28 kasus di berbagai lokasi. Dari operasi tersebut, aparat mengamankan 33 tersangka.

Pengungkapan ini menunjukkan bahwa praktik ilegal distribusi BBM dan LPG bersubsidi masih terjadi secara masif dan terorganisir di wilayah Kalimantan Selatan.

Sejumlah barang bukti dalam jumlah signifikan turut diamankan, di antaranya:

  • 9.849 liter pertalite

  • 2.985 liter solar

  • 723 tabung LPG isi 3 kg

  • 488 tabung LPG kosong ukuran 3 kg

  • 2.213 tabung gas portable

  • Ratusan jerigen dan tangki penyimpanan

  • Berbagai kendaraan operasional mulai dari roda dua hingga roda enam

Barang bukti tersebut menjadi dasar perhitungan kerugian negara sekaligus memperlihatkan skala operasi ilegal yang cukup besar.

Rosyanto Yudha Hermawan menjelaskan bahwa pelaku BBM ilegal menggunakan modus pelansiran di SPBU. BBM bersubsidi dibeli dalam jumlah kecil secara berulang, lalu dikumpulkan untuk dijual kembali dengan harga lebih tinggi.

Untuk LPG subsidi, ditemukan praktik penjualan di atas harga eceran tertinggi (HET). Selain itu, aparat juga mengungkap modus baru berupa pemindahan isi tabung LPG 3 kg ke dalam tabung gas portable.

Dalam praktik tersebut, satu tabung LPG 3 kg dapat diubah menjadi sekitar 10 kaleng gas portable yang dijual hingga Rp15.000 per kaleng, termasuk melalui platform daring.

Polda Kalimantan Selatan menegaskan bahwa penindakan tidak berhenti pada pelaku lapangan. Upaya penelusuran terus dilakukan untuk mengungkap jaringan distribusi ilegal yang lebih luas dan terorganisir.

Kolaborasi diperkuat bersama berbagai pihak, termasuk Pertamina, SKK Migas, BPH Migas, dan masyarakat. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen menjaga distribusi energi agar tepat sasaran.

Direktur Reserse Kriminal Khusus, Kombes Pol M Gafur Aditya Siregar, menyatakan bahwa para tersangka dijerat dengan Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi serta Undang-Undang Perlindungan Konsumen.

Ancaman hukuman yang dikenakan antara lain:

  • Pidana penjara maksimal 6 tahun dan denda hingga Rp60 miliar

  • Tambahan pidana maksimal 5 tahun dan denda hingga Rp2 miliar

Penegakan hukum ini diharapkan memberikan efek jera serta menekan praktik penyalahgunaan subsidi energi.

Perwakilan Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menyampaikan apresiasi atas langkah penegakan hukum yang dilakukan aparat kepolisian.

Pertamina juga terus memperbaiki sistem pengawasan distribusi BBM di SPBU. Sementara itu, agen atau pangkalan LPG yang terbukti melakukan pelanggaran dipastikan akan dicabut izinnya.

Langkah tegas ini menjadi bagian dari komitmen Polri dalam menjaga kedaulatan energi nasional. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan bahwa subsidi harus benar-benar dinikmati masyarakat yang berhak.

Polda Kalimantan Selatan juga membuka saluran pengaduan bagi masyarakat, termasuk laporan jika terdapat oknum aparat yang terlibat dalam praktik ilegal.

FAQ

1. Berapa total kerugian negara dalam kasus ini?
Kerugian negara diperkirakan mencapai Rp12,4 miliar berdasarkan barang bukti yang disita.

2. Berapa jumlah tersangka yang ditangkap?
Sebanyak 33 tersangka diamankan dari 28 lokasi kejadian.

3. Apa modus utama pelaku BBM ilegal?
Pelaku melakukan pelansiran BBM di SPBU lalu menjual kembali dengan harga lebih tinggi.

4. Apa modus baru dalam penyalahgunaan LPG?
Gas LPG subsidi dipindahkan ke tabung portable untuk dijual secara eceran, termasuk secara online.

5. Apa ancaman hukuman bagi pelaku?
Pelaku terancam hukuman penjara hingga 6 tahun dan denda maksimal Rp60 miliar.

Minggu, 26 April 2026

Bundaran Pohon Jokowi Dihijaukan, Dishut Kalsel Tanam 500 Bibit Tanjung

Dishut Kalsel menanam 500 pohon tanjung di Bundaran Pohon Jokowi Banjarbaru untuk memperkuat rehabilitasi lahan dan meningkatkan kualitas ruang terbuka hijau kota.
Dishut Kalsel menanam 500 pohon tanjung di Bundaran Pohon Jokowi Banjarbaru untuk memperkuat rehabilitasi lahan dan meningkatkan kualitas ruang terbuka hijau kota.

BANJARBARU — Upaya memperkuat ruang hijau perkotaan terus dilakukan pemerintah daerah. Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan (Dishut Kalsel) menanam sebanyak 500 bibit pohon tanjung di kawasan Bundaran Pohon Jokowi, Komplek Kantor Sekretariat Daerah Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Sabtu.

Langkah ini tidak sekadar menambah vegetasi, tetapi juga menjadi bagian dari strategi rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) di wilayah perkotaan yang memiliki aktivitas publik tinggi.

Kepala Dishut Kalsel Fathimatuzzahra menjelaskan kegiatan tersebut melibatkan seluruh personel sebagai bentuk kerja terpadu dalam menjaga keseimbangan lingkungan kota.

Menurut Fathimatuzzahra, penanaman pohon tanjung dilakukan untuk meningkatkan tutupan hijau sekaligus memperkaya jenis vegetasi di kawasan strategis tersebut.

“Penanaman dan penyulaman sebanyak 500 batang tanaman jenis tanjung dilakukan untuk memperkaya keanekaragaman vegetasi serta memperkuat daya dukung lingkungan di kawasan Bundaran Pohon Jokowi,” ujar Fathimatuzzahra.

Penanaman pohon di area perkotaan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Selain berfungsi sebagai penghijauan, keberadaan pohon juga membantu mengurangi dampak perubahan iklim serta memperbaiki kualitas udara di wilayah dengan mobilitas masyarakat yang tinggi.

Fathimatuzzahra menegaskan kawasan Bundaran Pohon Jokowi memiliki nilai strategis sebagai ruang publik yang banyak dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga maupun rekreasi.

Karena itu, keberadaan vegetasi yang memadai dinilai penting untuk menjaga kenyamanan sekaligus kesehatan lingkungan.

Tidak hanya melakukan penanaman, Dishut Kalsel juga melakukan perawatan tanaman yang telah tumbuh sebelumnya.

Langkah perawatan meliputi penyulaman tanaman, pemangkasan ranting, serta pemeliharaan rutin agar pertumbuhan pohon tetap optimal.

Upaya tersebut bertujuan menjaga keberlanjutan fungsi ekologis kawasan dalam jangka panjang.

Tim di lapangan juga melakukan kegiatan pembersihan lingkungan dengan mengangkut sampah dan serasah di sekitar bundaran. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kebersihan sekaligus meningkatkan estetika kawasan yang menjadi salah satu titik favorit warga Banjarbaru.

Selain kegiatan teknis, pemerintah daerah juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Fathimatuzzahra mengajak pengunjung kawasan Bundaran Pohon Jokowi untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan, terutama dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Kesadaran bersama dinilai menjadi kunci agar kawasan hijau dapat terus berfungsi sebagai paru-paru kota sekaligus ruang publik yang nyaman.

Program penanaman pohon ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung rehabilitasi hutan dan lahan, serta memperluas ruang terbuka hijau di wilayah perkotaan yang terus berkembang.

FAQ

1. Berapa jumlah pohon yang ditanam di Bundaran Pohon Jokowi?
Sebanyak 500 bibit pohon tanjung ditanam dalam kegiatan tersebut.

2. Apa tujuan utama penanaman pohon ini?
Tujuan utama adalah memperkuat rehabilitasi hutan dan lahan serta meningkatkan kualitas ruang terbuka hijau di kawasan perkotaan.

3. Mengapa pohon tanjung dipilih?
Pohon tanjung dikenal memiliki tajuk rindang dan cocok untuk penghijauan di wilayah perkotaan.

4. Selain penanaman, kegiatan apa saja yang dilakukan?
Dishut Kalsel juga melakukan penyulaman tanaman, pemangkasan, perawatan rutin, serta aksi bersih kawasan.

5. Apa manfaat ruang terbuka hijau bagi masyarakat?
Ruang terbuka hijau membantu memperbaiki kualitas udara, menurunkan suhu lingkungan, serta menyediakan ruang publik yang nyaman.

Sabtu, 18 April 2026

Batola Dorong Imunisasi Anak, Lima Puskesmas Catat Capaian Tertinggi Tahun 2026

Lima puskesmas di Batola meraih penghargaan imunisasi terbaik 2026. Kepala Dinas Kesehatan Sugimin tekankan pentingnya imunisasi bagi perlindungan anak dari penyakit berbahaya.
Lima puskesmas di Batola meraih penghargaan imunisasi terbaik 2026. Kepala Dinas Kesehatan Sugimin tekankan pentingnya imunisasi bagi perlindungan anak dari penyakit berbahaya.

BANJARMASIN — Lima puskesmas di Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan, berhasil mencatat capaian terbaik dalam program imunisasi dasar lengkap dan mendapat penghargaan dari Dinas Kesehatan setempat.

Kepala Dinas Kesehatan Batola, Sugimin, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kinerja tenaga kesehatan dalam meningkatkan cakupan imunisasi anak di wilayah masing-masing.

“Lima puskesmas yang menerima penghargaan yaitu Tabunganen dengan capaian 95 persen, Berangas 83 persen, Tabukan 80 persen, Barambai 79 persen dan Anjir Pasar 69 persen,” ujar Sugimin di Banjarmasin, Jumat.

Imunisasi Bukan Sekadar Kewajiban, Tapi Hak Dasar Anak

Sugimin menegaskan bahwa imunisasi bukan hanya kewajiban bagi orang tua, tetapi merupakan hak dasar anak untuk mendapatkan perlindungan dari berbagai penyakit berbahaya.

Penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi atau dikenal sebagai PD3I (Penyakit Dapat Dicegah Dengan Imunisasi) antara lain campak, polio, difteri, hingga penyakit infeksi lainnya yang berpotensi mengancam keselamatan anak.

Menurutnya, anak yang tidak mendapatkan imunisasi memiliki risiko lebih tinggi terserang penyakit dan berpotensi menjadi sumber penularan bagi anak lain di sekitarnya.

“Ketika anak tidak imunisasi maka anak akan mudah sakit, dan menjadi sumber penularan untuk anak-anak yang lainnya,” jelasnya.

Rakor Imunisasi Digelar Dalam Rangka Pekan Imunisasi Dunia 2026

Dinas Kesehatan Batola juga menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Peningkatan Capaian Imunisasi sebagai bagian dari rangkaian Pekan Imunisasi Dunia (PID) Tahun 2026.

Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh kepala puskesmas se-Kabupaten Batola sebagai langkah memperkuat koordinasi dalam meningkatkan cakupan imunisasi di daerah.

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan seluruh anak mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal yang telah ditetapkan pemerintah.

PKK Batola Ajak Masyarakat Lengkapi Imunisasi Sepanjang Usia

Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Penggerak PKK Batola, Noor Hayati Bahrul Ilmi, turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif melengkapi imunisasi sepanjang usia.

Ajakan ini sejalan dengan tema global imunisasi yang menekankan pentingnya perlindungan kesehatan secara berkelanjutan.

“Lengkapi imunisasi sepanjang usia, dengan imunisasi kita lindungi anak, lindungi keluarga, dan lindungi masyarakat,” katanya.

Komitmen Batola Tingkatkan Perlindungan Anak

Keberhasilan lima puskesmas ini menjadi indikator positif bahwa kesadaran masyarakat terhadap imunisasi mulai meningkat.

Dinas Kesehatan Batola menargetkan capaian imunisasi yang lebih tinggi di tahun-tahun mendatang, sekaligus memperluas edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya imunisasi bagi kesehatan anak.

Upaya kolaboratif antara tenaga kesehatan, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan generasi yang lebih sehat dan terlindungi dari berbagai penyakit berbahaya.

FAQ

Apa itu imunisasi dasar lengkap?

Imunisasi dasar lengkap adalah serangkaian vaksin yang wajib diberikan kepada anak sesuai usia untuk melindungi dari penyakit berbahaya seperti campak, polio, dan difteri.

Mengapa imunisasi penting bagi anak?

Imunisasi membantu membentuk kekebalan tubuh anak sehingga tidak mudah terserang penyakit dan mencegah penularan ke anak lainnya.

Apa itu PD3I?

PD3I adalah singkatan dari Penyakit Dapat Dicegah Dengan Imunisasi, seperti campak, polio, difteri, dan beberapa penyakit menular lainnya.

Apa tujuan Pekan Imunisasi Dunia?

Pekan Imunisasi Dunia bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya imunisasi untuk perlindungan kesehatan sepanjang usia.

Mengapa puskesmas diberikan penghargaan imunisasi?

Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada puskesmas yang berhasil mencapai target imunisasi tinggi di wilayah kerjanya.

Kamis, 16 April 2026

Sebanyak 717 Calon Haji Banjarmasin Siap Berangkat Ke Makkah Tahun 2026

Pemkot Banjarmasin resmi memberangkatkan 717 calon haji tahun 2026. Jamaah dilepas di Masjid Jami Sungai Jingah dan terbagi dalam enam kloter dari Embarkasi Banjarmasin.
Pemkot Banjarmasin resmi memberangkatkan 717 calon haji tahun 2026. Jamaah dilepas di Masjid Jami Sungai Jingah dan terbagi dalam enam kloter dari Embarkasi Banjarmasin.

BANJARMASIN — Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), resmi memberangkatkan sebanyak 717 jamaah calon haji untuk menunaikan ibadah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi ke Tanah Suci Makkah dan Madinah, Arab Saudi.

Prosesi pelepasan jamaah berlangsung khidmat di Masjid Jami Sungai Jingah, Banjarmasin, Kamis, yang dihadiri unsur pemerintah daerah serta keluarga jamaah.

Wali Kota Banjarmasin HM Yamin diwakili Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Dolly Syahbana, didampingi Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Banjarmasin H. Ahmad Sya'rani, secara resmi melepas keberangkatan jamaah calon haji tersebut.

Pesan Pemerintah Untuk Jamaah Haji

Dalam sambutannya, Dolly Syahbana menyampaikan ucapan selamat kepada para jamaah yang mendapatkan kesempatan berharga untuk menunaikan rukun Islam kelima pada tahun ini.

Ia mengingatkan bahwa ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang membutuhkan kesabaran dan kekuatan mental.

"Kami mengucapkan selamat kepada seluruh jamaah yang telah mendapatkan giliran menunaikan ibadah haji tahun 2026 ini," ujar Dolly.

Kegiatan pelepasan jamaah juga dirangkai dengan pelaksanaan salat hajat, yang diikuti jamaah dan masyarakat sekitar.

Dalam kesempatan tersebut, Dolly mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendoakan agar jamaah diberikan kesehatan, kekuatan, kemudahan, serta kelancaran selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Ia juga berpesan agar jamaah senantiasa menjaga niat, memperkuat kesabaran, serta menjunjung tinggi kebersamaan selama menjalankan ibadah.

"Jagalah hati tetap bersih, saling membantu, dan tunjukkan bahwa jamaah haji dari Kota Banjarmasin berakhlak baik, tertib, serta saling menguatkan," pesannya.

717 Jamaah Dibagi Dalam Enam Kloter

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Banjarmasin, H. Ahmad Sya'rani, menjelaskan bahwa 717 jamaah calon haji Kota Banjarmasin dibagi menjadi enam kelompok terbang (kloter) yang akan diberangkatkan melalui Embarkasi Banjarmasin.

Ia menjelaskan bahwa jadwal keberangkatan dimulai dari kloter pertama hingga kloter terakhir secara bertahap.

Menurutnya, kloter pertama (01) dijadwalkan masuk Asrama Haji Banjarbaru pada 23 April 2026, dan akan diberangkatkan menuju Tanah Suci pada 24 April 2026.

Sedangkan kloter terakhir (19) dijadwalkan berangkat pada 21 Mei 2026.

Kuota Haji Kalsel 2026 Capai 5.187 Orang

Selain itu, Ahmad Sya'rani juga mengungkapkan bahwa kuota haji Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2026 mencapai 5.187 orang.

Jumlah tersebut terbagi dalam 14 kelompok terbang (kloter) yang akan diberangkatkan secara bertahap menuju Arab Saudi.

Ia berharap seluruh jamaah dapat menjaga kesehatan dan mempersiapkan diri dengan baik sebelum keberangkatan.

Harapan Untuk Jamaah Haji

Momentum pelepasan jamaah haji menjadi momen haru bagi keluarga dan masyarakat yang hadir. Banyak di antara mereka yang ikut mendoakan agar jamaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat.

Pemerintah Kota Banjarmasin juga menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah haji, mulai dari proses administrasi hingga keberangkatan.

Dengan persiapan yang matang dan dukungan berbagai pihak, diharapkan jamaah haji asal Banjarmasin dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk serta menjadi teladan dalam menjaga kebersamaan dan ketertiban selama di Tanah Suci.

FAQ

Berapa jumlah calon haji Banjarmasin tahun 2026?
Sebanyak 717 jamaah calon haji dari Kota Banjarmasin akan berangkat pada musim haji tahun 2026.

Berapa jumlah kloter jamaah haji Banjarmasin?
Jamaah calon haji Banjarmasin dibagi dalam enam kloter melalui Embarkasi Banjarmasin.

Kapan kloter pertama berangkat?
Kloter pertama dijadwalkan masuk asrama pada 23 April 2026 dan berangkat pada 24 April 2026.

Berapa total kuota haji Kalimantan Selatan tahun 2026?
Kuota haji Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2026 sebanyak 5.187 orang yang terbagi dalam 14 kloter.

Di mana pelepasan jamaah dilakukan?
Pelepasan jamaah dilakukan di Masjid Jami Sungai Jingah, Banjarmasin.

UMKM Tasbih Kayu Kaukah Dibina Bea Cukai Banjarmasin Siap Go Internasional

Bea Cukai Banjarmasin mendampingi UMKM tasbih kayu kaukah agar siap ekspor. Edukasi kepabeanan membuka peluang produk lokal menembus pasar global. (Gambar ilustrasi)
Bea Cukai Banjarmasin mendampingi UMKM tasbih kayu kaukah agar siap ekspor. Edukasi kepabeanan membuka peluang produk lokal menembus pasar global. (Gambar ilustrasi)

BANJARMASIN — Kantor Bea Cukai Banjarmasin terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya perajin tasbih berbahan kayu kaukah, agar mampu menembus pasar ekspor dan bersaing di pasar internasional.

Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai (PCK) III Kantor Bea Cukai Banjarmasin, M Ruslieyadi, menyampaikan bahwa kayu kaukah memiliki potensi ekonomi yang besar, terutama jika diolah menjadi produk tasbih yang memiliki nilai seni dan spiritual tinggi.

“Kayu kaukah ini dikenal menjadi olahan tasbih yang potensinya besar untuk bisa ekspor,” kata M Ruslieyadi di Banjarmasin, Rabu.

Pendampingan UMKM Dari Hulu Hingga Hilir

Dalam upaya memperkuat kesiapan UMKM, Bea Cukai Banjarmasin memberikan pendampingan menyeluruh yang mencakup seluruh proses ekspor, mulai dari tahap awal produksi hingga pengiriman barang ke negara tujuan.

Pendampingan tersebut difokuskan pada pemahaman tata laksana kepabeanan, sehingga para perajin tasbih kayu kaukah di Kalimantan Selatan memiliki bekal yang cukup untuk menjadi eksportir mandiri.

Langkah ini juga menjadi bukti nyata bahwa peluang ekspor tidak hanya terbuka bagi perusahaan besar, tetapi juga bagi UMKM yang memiliki produk berkualitas dan memahami prosedur yang benar.

“Melalui asistensi ini, kami ingin membantah stigma bahwa ekspor itu hanya dapat dilakukan perusahaan besar,” ujar Ruslieyadi.

Edukasi Praktis, Bukan Sekadar Teori

Bea Cukai Banjarmasin tidak hanya memberikan materi teori, tetapi juga pendekatan praktis yang memudahkan pelaku usaha memahami proses ekspor secara sistematis.

Para perajin mendapatkan pemahaman tentang dokumen ekspor, prosedur administrasi, hingga cara kerja sistem kepabeanan secara menyeluruh.

Dengan pendekatan tersebut, pelaku UMKM kini mengetahui secara detail dokumen yang harus disiapkan serta langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum mengekspor produk mereka.

“Jadi edukasi yang diberikan tidak sekadar teori di atas kertas, namun kami secara sistematis membedah seluruh tahapan prosedur ekspor agar mudah dipahami,” katanya.

Bangun Kepercayaan Diri UMKM Untuk Go Global

Langkah proaktif Bea Cukai Banjarmasin ini bertujuan meningkatkan kemandirian sekaligus rasa percaya diri para pelaku UMKM agar berani memanfaatkan peluang pasar global.

Selain itu, pendampingan ini juga diharapkan mampu memperkuat daya saing produk kerajinan lokal, khususnya tasbih kayu kaukah, di tengah persaingan produk internasional.

Dengan kualitas bahan alami dan proses pengerjaan yang unik, tasbih kayu kaukah dinilai memiliki daya tarik tersendiri di pasar luar negeri, terutama di negara-negara dengan permintaan tinggi terhadap produk bernilai spiritual dan kerajinan tangan.

“Kami berkomitmen untuk terus mendampingi UMKM ini hingga produk tasbih kaukah mereka sukses membelah lautan menuju negara tujuan,” kata Ruslieyadi.

Potensi Kayu Kaukah Jadi Komoditas Ekspor Unggulan

Kayu kaukah dikenal sebagai bahan baku yang memiliki nilai estetika tinggi dan aroma khas, sehingga sering dijadikan bahan utama dalam pembuatan tasbih.

Dengan meningkatnya minat pasar internasional terhadap produk kerajinan berbasis bahan alami, peluang ekspor tasbih kayu kaukah dari Kalimantan Selatan dinilai semakin terbuka lebar.

Jika didukung dengan pemahaman kepabeanan yang baik, UMKM lokal memiliki kesempatan besar untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan pendapatan.

Komitmen Berkelanjutan Untuk UMKM

Upaya yang dilakukan Bea Cukai Banjarmasin merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam memperkuat sektor UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional.

Pendampingan berkelanjutan diharapkan mampu menciptakan lebih banyak eksportir baru dari sektor UMKM, sekaligus memperkenalkan produk lokal Indonesia ke pasar global.

Langkah ini juga sejalan dengan program nasional untuk meningkatkan nilai ekspor nonmigas melalui penguatan produk kerajinan khas daerah.

FAQ

Apa itu kayu kaukah?
Kayu kaukah adalah jenis kayu yang sering digunakan sebagai bahan pembuatan tasbih karena memiliki aroma khas dan nilai estetika tinggi.

Mengapa tasbih kayu kaukah berpotensi ekspor?
Karena produk ini memiliki nilai seni, keunikan bahan alami, serta permintaan yang stabil di pasar internasional.

Apa peran Bea Cukai dalam membantu UMKM?
Bea Cukai memberikan pendampingan terkait prosedur ekspor, dokumen kepabeanan, serta edukasi agar UMKM dapat menjadi eksportir mandiri.

Apakah UMKM bisa melakukan ekspor tanpa perusahaan besar?
Ya. Dengan pemahaman prosedur dan dokumen yang tepat, UMKM dapat mengekspor produk secara mandiri.

Apa manfaat pendampingan ekspor bagi UMKM?
Meningkatkan kemampuan ekspor, memperluas pasar, serta menambah potensi pendapatan usaha.