Iklan Tutup X

Sabtu, 23 Mei 2026

Ritual Pesalin Dayak Ketapang Jadi Sorotan di Pekan Gawai Dayak Kalbar 2026

Ikuti kami:
Google
Pekan Gawai Dayak ke-40 di Pontianak menjadi ajang pelestarian budaya Dayak. Ketapang tampil menonjol melalui ritual adat Pesalin dan berbagai atraksi budaya.
Pekan Gawai Dayak ke-40 di Pontianak menjadi ajang pelestarian budaya Dayak. Ketapang tampil menonjol melalui ritual adat Pesalin dan berbagai atraksi budaya.

PONTIANAK – Pekan Gawai Dayak (PGD) Kalimantan Barat ke-40 Tahun 2026 resmi digelar di Rumah Radakng, Pontianak, sejak Rabu (20/5/2026). Kegiatan budaya tahunan itu dihadiri ribuan masyarakat, tokoh adat, delegasi kabupaten/kota di Kalimantan Barat, serta tamu dari Sarawak, Malaysia.

Sebagai tuan rumah penyelenggaraan tahun ini, Kabupaten Ketapang menjadi salah satu daerah yang menarik perhatian melalui beragam atraksi budaya, ritual adat, dan prosesi sakral khas Dayak Ketapang.

Bupati Ketapang Alexander Wilyo yang bergelar Patih Jaga Pati Laman Sembilan Domong Sepuluh mengatakan, Pekan Gawai Dayak bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan wadah untuk menjaga identitas budaya sekaligus memperkenalkannya kepada generasi muda.

"Budaya Dayak harus terus dijaga dan diwariskan. PGD menjadi ruang memperkuat jati diri sekaligus memperkenalkan kekayaan adat Dayak Ketapang kepada masyarakat luas," ujar Alexander.

Selain menampilkan seni dan budaya, PGD ke-40 juga menjadi sarana memperkenalkan nilai-nilai kehidupan masyarakat Dayak, seperti kebersamaan, penghormatan terhadap alam, dan semangat persaudaraan antarmasyarakat adat.

Salah satu agenda yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan PGD tahun ini adalah ritual adat Pesalin khas Dayak Ketapang. Prosesi tersebut merupakan tradisi pemberian gelar kehormatan adat yang dilakukan melalui tata cara adat oleh para pemangku dan sesepuh Dayak.

Dalam prosesi itu, sejumlah tokoh nasional, jajaran Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), hingga tamu dari Sarawak menerima gelar kehormatan adat Dayak Ketapang.

Alexander menegaskan bahwa pemberian gelar adat memiliki makna mendalam dan tanggung jawab moral sehingga pelaksanaannya dilakukan secara sakral.

"Gelar adat bukan sekadar simbol, tetapi penghormatan terhadap nilai leluhur dan marwah adat Dayak yang harus dijaga bersama," tegasnya.

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyebut Pekan Gawai Dayak menjadi kekuatan budaya yang mampu mempererat keberagaman masyarakat di Kalimantan Barat.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan berharap PGD terus berkembang sebagai destinasi wisata budaya unggulan yang mampu memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat dan sektor pariwisata daerah.

Rangkaian Pekan Gawai Dayak ke-40 juga diisi pawai kendaraan hias, pertunjukan seni budaya, serta atraksi adat yang melibatkan seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Barat. Kegiatan ini menjadi wadah pelestarian budaya sekaligus memperkuat persatuan masyarakat adat di Kalimantan Barat.

Google Logo Follow
Wenny Lidia
Wenny Lidia
Editor / Wartawan
Wartawan dan editor berpengalaman dalam liputan berita daerah, nasional, sosial, dan politik. Aktif menyajikan informasi yang akurat, terpercaya, dan mudah dipahami pembaca.
  

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.