Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Aprilia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aprilia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Juni 2026

Marc Marquez Belum Pulih 100 Persen, Ducati Ungkap Penyebab Sulitnya Awal MotoGP 2026

Davide Tardozzi mengakui awal musim MotoGP 2026 menjadi mimpi buruk bagi Ducati setelah Aprilia mendominasi balapan pembuka dan Marc Marquez belum pulih sepenuhnya.
Davide Tardozzi mengakui awal musim MotoGP 2026 menjadi mimpi buruk bagi Ducati setelah Aprilia mendominasi balapan pembuka dan Marc Marquez belum pulih sepenuhnya.

Davide Tardozzi Sebut Awal Musim MotoGP 2026 Jadi Mimpi Buruk bagi Ducati

JAKARTA - Davide Tardozzi mengakui Ducati mengalami awal musim yang jauh dari harapan pada MotoGP 2026. Manajer tim Ducati itu menyebut beberapa seri pembuka musim sebagai "mimpi buruk" setelah timnya gagal mempertahankan performa impresif yang ditunjukkan saat tes pramusim di Sepang.

Setelah tes di Malaysia, Ducati sebenarnya datang dengan optimisme tinggi. Lima motor Desmosedici mampu menembus enam besar, termasuk juara bertahan Marc Marquez yang kembali mengaspal usai cedera bahu yang dialaminya di Mandalika musim lalu.

Namun situasi berubah drastis menjelang dimulainya musim. Menurut Tardozzi, Aprilia membuat kemajuan besar antara tes Sepang dan tes terakhir di Buriram, Thailand.

Perkembangan tersebut langsung terlihat di lintasan. Aprilia memenangi tiga grand prix pembuka melalui Marco Bezzecchi dan juga meraih kemenangan Sprint lewat Jorge Martin. Sementara Ducati hanya mampu mengoleksi satu kemenangan Sprint hingga seri-seri Eropa dimulai.

"Sejujurnya, ya," kata Tardozzi saat ditanya apakah dirinya terkejut dengan kekuatan Aprilia pada awal musim.

"Setelah Sepang, saya benar-benar yakin kami akan menjalani musim yang bagus. Bukan mimpi buruk seperti yang terjadi dalam beberapa balapan pertama."

Ia memberikan apresiasi kepada Aprilia atas peningkatan performa yang signifikan, namun menegaskan Ducati tidak tinggal diam. Bersama General Manager Ducati Corse, Gigi Dall'Igna, tim terus bekerja untuk memangkas ketertinggalan.

Menurut Tardozzi, Ducati mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Alex Marquez mempersembahkan kemenangan grand prix pertama musim ini di Jerez, sebelum Fabio Di Giannantonio menambah kemenangan kedua di Catalunya.

Di Catalunya, Francesco Bagnaia akhirnya membawa tim pabrikan Ducati meraih podium hari Minggu pertamanya musim ini. Namun pada saat yang sama, Marc Marquez harus absen karena menjalani operasi akibat masalah saraf radial terjepit di lengan kanannya.

Marquez kembali tampil di Mugello dan finis ketujuh sebelum menunjukkan performa dominan di Balaton Park dengan meraih pole position serta memenangkan Sprint dan balapan utama.

Meski demikian, Tardozzi menegaskan pembalap Spanyol itu masih belum berada dalam kondisi fisik terbaik.

"Saya masih berpikir situasinya sangat sulit baginya. Pole position, menang Sprint, dan menang balapan tidak berarti dia sudah 100 persen. Dia belum 100 persen," ujar Tardozzi.

Ia memperkirakan proses pemulihan Marquez masih membutuhkan waktu setidaknya satu hingga dua bulan lagi.

Balapan di Balaton Park juga menjadi momen penting dalam perebutan gelar juara. Marquez berhasil memangkas selisih 30 poin dari pemuncak klasemen Marco Bezzecchi setelah insiden di tikungan pertama yang melibatkan Jorge Martin.

Kecelakaan tersebut membuat Bezzecchi, Fabio Di Giannantonio, dan beberapa pembalap lain gagal melanjutkan balapan. Meski demikian, Marquez masih tertinggal 72 poin dari Bezzecchi di klasemen sementara.

Tardozzi menilai akhir pekan itu sangat berarti bagi Ducati karena berhasil memangkas jarak poin. Namun ia menegaskan rival-rival mereka tetap menjadi ancaman serius dalam perebutan gelar.

"Hari ini mereka benar-benar tidak beruntung. Saya turut prihatin untuk Marco, Diggia, dan para pembalap lainnya karena seharusnya mereka bisa bertarung memperebutkan podium."

Menurutnya, situasi tersebut merupakan bagian dari dinamika balap. Setelah Ducati mengalami berbagai kesulitan pada awal musim, kini keberuntungan mulai berpihak kepada mereka. Dengan masih banyak balapan tersisa sepanjang musim, Tardozzi meyakini persaingan juara MotoGP 2026 masih sangat terbuka.

Senin, 18 Mei 2026

Jorge Martin Kecewa Berat usai Crash di Catalunya, Sempat Dorong Paolo Bonora Akhirnya Minta Maaf ke Aprilia

Jorge Martin meminta maaf kepada Aprilia usai meluapkan emosi setelah crash akibat kontak dengan Raul Fernandez pada MotoGP Catalunya.
Jorge Martin meminta maaf kepada Aprilia usai meluapkan emosi setelah crash akibat kontak dengan Raul Fernandez pada MotoGP Catalunya.

JAKARTA - Jorge Martin meminta maaf kepada manajer tim Aprilia, Paolo Bonora, setelah menunjukkan reaksi emosional usai balapan MotoGP Catalunya, Minggu waktu setempat, di Sirkuit Catalunya.

Pebalap Aprilia itu marah setelah terjatuh dari posisi kedua pada lap pembuka restart terakhir akibat kontak dengan sesama rider Aprilia, Raul Fernandez. Fernandez tetap melanjutkan balapan, sementara Martin harus kembali dari posisi belakang dan finis jauh dari persaingan depan.

Insiden tersebut sempat ditinjau FIM MotoGP Stewards. Namun, pengawas balapan memutuskan tidak ada tindakan lanjutan terhadap Fernandez.

Setelah balapan berakhir, Martin terlihat memarkir motor RS-GP miliknya di luar garasi tim pabrikan Aprilia. Ia kemudian memberikan tepuk tangan bernada sarkastis sebelum masuk ke pit box.

Di dalam garasi, Paolo Bonora dan CEO Aprilia Racing Massimo Rivola berusaha menenangkan juara dunia bertahan tersebut yang masih terbawa emosi akibat insiden di lintasan.

“Cerita saya hari ini sebenarnya nomor dua, pikiran saya bersama Alex dan Johann,” kata Martin kepada MotoGP.com.

Martin mengaku kecewa karena merasa memiliki peluang besar untuk memperebutkan kemenangan di Catalunya sebelum insiden terjadi.

“Saya yakin punya potensi untuk menang. Tapi beginilah balapan. Saya tetap mengambil sisi positifnya karena saya merasa cepat,” ujarnya.

Pebalap asal Spanyol itu juga mengakui tindakannya di garasi tidak seharusnya terjadi. Ia mengatakan emosinya kembali memuncak sesaat setelah masuk ke area tim.

“Saya sangat kecewa dengan cara saya masuk ke garasi. Saya mencoba tenang selama balapan, tetapi ketika masuk, tensinya naik lagi,” kata Martin.

“Saya sudah meminta maaf kepada Paolo Bonora karena saya sempat mendorongnya. Itu benar-benar tidak perlu,” lanjutnya.

Martin juga mengungkapkan dirinya sempat mencari Bonora ke kantor untuk meminta maaf secara langsung, namun belum bertemu saat itu.

Sementara itu, Massimo Rivola sebelumnya juga terlihat berbicara serius dengan bos Trackhouse Racing, Davide Brivio, terkait insiden yang melibatkan Raul Fernandez.

Kecelakaan tersebut menjadi kerugian besar bagi Martin dalam persaingan klasemen. Sebelum balapan, ia berpeluang memangkas defisit dua poin dari rekan setimnya, Marco Bezzecchi, yang memimpin klasemen sementara.

Namun hasil balapan justru membuat Martin kehilangan kesempatan itu setelah Bezzecchi finis kelima. Posisi Bezzecchi bahkan masih berpotensi naik tergantung hasil investigasi tekanan ban terhadap Joan Mir dan Pecco Bagnaia.

Martin sendiri menolak memberikan komentar saat ditanya apakah Raul Fernandez layak mendapat penalti atas insiden tersebut.

Minggu, 17 Mei 2026

Jorge Martin Crash, Alex Marquez Menangi Sprint Thriller MotoGP Catalunya

Alex Marquez menang dramatis pada sprint MotoGP Catalunya usai mengalahkan Pedro Acosta dengan selisih 0,041 detik, sementara Aprilia mengalami hasil buruk di Barcelona.
Alex Marquez menang dramatis pada sprint MotoGP Catalunya usai mengalahkan Pedro Acosta dengan selisih 0,041 detik, sementara Aprilia mengalami hasil buruk di Barcelona.

JAKARTA - Pembalap Gresini Ducati, Alex Marquez, memenangkan sprint race MotoGP Catalunya di Barcelona, Sabtu sore, usai mengalahkan Pedro Acosta dengan selisih sangat tipis 0,041 detik. 

Balapan 12 lap itu berlangsung ketat hingga tikungan terakhir, sementara Aprilia mengalami hasil buruk setelah dua pembalap utamanya gagal bersinar.

Acosta yang memulai balapan dari pole position langsung memimpin sejak start. Pembalap KTM tersebut sempat menjaga posisi terdepan dalam beberapa lap awal sebelum disalip Marquez di Tikungan 1 pada awal lap keempat.

Setelah mengambil alih pimpinan lomba, Marquez sempat membuka jarak lebih dari enam persepuluh detik. 

Namun, Acosta mampu memangkas selisih pada lap-lap akhir dan terus memberi tekanan hingga garis finis.

Acosta beberapa kali mencoba mencari celah untuk menyalip, terutama di Tikungan 5 dan Tikungan 10. 

Namun, Marquez mampu mempertahankan racing line dan menutup peluang lawannya hingga finis.

Kemenangan itu menjadi kemenangan sprint pertama musim ini bagi Alex Marquez sekaligus salah satu finis sprint terketat dalam sejarah MotoGP.

Posisi ketiga diraih Fabio Di Giannantonio dari tim VR46 Ducati setelah duel sengit melawan pembalap Trackhouse Aprilia, Raul Fernandez, di lap-lap terakhir.

Aprilia menjalani balapan yang sulit setelah Jorge Martin terjatuh saat berada di posisi keenam. 

Hasil Fernandez di posisi keempat menjadi pencapaian terbaik pabrikan Italia tersebut pada sprint race kali ini.

Pemimpin klasemen sementara, Marco Bezzecchi, juga mengalami balapan berat. Pembalap Aprilia itu hanya finis kesembilan setelah menyalip Enea Bastianini di lap terakhir untuk merebut satu poin tambahan.

Sementara itu, insiden terjadi di awal lomba ketika Fabio Di Giannantonio bersenggolan dengan Brad Binder. Binder kemudian terjatuh dan menabrak Joan Mir yang tidak dapat menghindar. 

Steward memutuskan tidak ada tindakan lanjutan atas insiden tersebut.

Pembalap Ducati pabrikan, Francesco Bagnaia, tampil cukup impresif dengan naik dari posisi start ke-13 untuk finis keenam. 

Sedangkan Maverick Vinales gagal menyelesaikan balapan setelah mengalami masalah teknis pada KTM Tech3 miliknya di lap ketujuh.

Hasil sprint ini membuat persaingan MotoGP Catalunya semakin terbuka menuju balapan utama, terutama setelah beberapa kandidat papan atas mengalami kendala sepanjang sprint race.

Kamis, 14 Mei 2026

Aprilia Uji Motor MotoGP 850cc Hybrid di Jerez untuk Persiapan Regulasi 2027

Aprilia menguji motor MotoGP 850cc hybrid di Jerez untuk pengembangan regulasi baru MotoGP 2027, termasuk adaptasi ban Pirelli dan aerodinamika baru.
Aprilia menguji motor MotoGP 850cc hybrid di Jerez untuk pengembangan regulasi baru MotoGP 2027, termasuk adaptasi ban Pirelli dan aerodinamika baru.

JAKARTA - Aprilia mengungkap prototipe MotoGP 850cc yang diuji dalam tes privat di Sirkuit Jerez bulan lalu merupakan motor “hybrid” untuk mengembangkan konsep motor generasi baru MotoGP 2027.

Motor tersebut menjadi penampilan publik pertama Aprilia untuk proyek motor era regulasi baru, setelah sebelumnya melakukan pengujian mesin dan evaluasi awal ban Pirelli menggunakan RS-GP 1000cc saat ini.

Head of Vehicle Department Aprilia Racing, Marco de Luca, mengatakan pengujian di Jerez berjalan positif dan menjadi bagian awal pengembangan motor baru menuju musim 2027.

“Kami menjalani tes yang bagus. Ini jelas motor hybrid untuk menguji beberapa konsep,” kata de Luca.

Menurutnya, Aprilia akan kembali melakukan pengujian dengan motor yang lebih matang dalam waktu dekat. Proses pengembangan disebut akan terus berjalan hingga balapan pertama MotoGP 2027.

de Luca juga memastikan beberapa konsep dasar dari RS-GP 1000cc yang saat ini digunakan masih akan dipertahankan untuk motor baru.

Aprilia Uji Motor MotoGP 850cc Hybrid di Jerez untuk Persiapan Regulasi 2027
Aprilia menguji motor MotoGP 850cc hybrid di Jerez untuk pengembangan regulasi baru MotoGP 2027, termasuk adaptasi ban Pirelli dan aerodinamika baru.

Namun, tidak semua elemen bisa dipindahkan karena regulasi anyar membawa perubahan besar pada mesin dan distribusi bobot motor.

“Ada konsep yang bisa dibawa dari motor tahun ini ke tahun depan. Tapi ada juga yang tidak bisa karena sangat terkait dengan power unit baru dan distribusi berat baru,” ujarnya.

MotoGP 2027 akan menghadirkan sejumlah perubahan besar, termasuk penggunaan mesin 850cc, pergantian pemasok ban dari Michelin ke Pirelli, pembatasan aerodinamika lebih ketat, larangan ride-height device, hingga penggunaan bahan bakar 100 persen non-fosil.

Aprilia Uji Motor MotoGP 850cc Hybrid di Jerez untuk Persiapan Regulasi 2027
Aprilia menguji motor MotoGP 850cc hybrid di Jerez untuk pengembangan regulasi baru MotoGP 2027, termasuk adaptasi ban Pirelli dan aerodinamika baru.

de Luca menyebut ban Pirelli menjadi salah satu tantangan terbesar karena karakteristiknya masih harus dipelajari lebih jauh oleh tim pabrikan.

“Ban masih menjadi sesuatu yang belum diketahui. Kami perlu memahami ban tersebut,” katanya.

Ia menambahkan perubahan regulasi juga memaksa pabrikan melakukan simulasi detail terkait bobot dan distribusi motor agar tidak salah arah dalam pengembangan.

Selain itu, Aprilia menilai aerodinamika tetap akan memainkan peran penting meski aturan baru memperketat area pengembangan.

“Akan ada lebih banyak homologasi. Jadi keputusan yang diambil harus benar-benar tepat,” ujar de Luca.

Aprilia menjadi pabrikan MotoGP keempat yang memperlihatkan prototipe motor 2027 di depan publik. Pengembangan akan terus dilakukan sepanjang musim sebelum motor baru resmi digunakan pada balapan perdana MotoGP 2027.

Perubahan regulasi besar diperkirakan membuat seluruh pabrikan harus menyesuaikan desain motor secara signifikan, terutama terkait aerodinamika, karakter mesin, dan penggunaan ban baru dari Pirelli.

Senin, 11 Mei 2026

Jorge Martin Menang di MotoGP Le Mans 2026, Pangkas Jarak dari Bezzecchi

Jorge Martin meraih kemenangan perdana bersama Aprilia di MotoGP Le Mans 2026 usai mengalahkan Marco Bezzecchi dan memangkas jarak klasemen menjadi satu poin.
Jorge Martin meraih kemenangan perdana bersama Aprilia di MotoGP Le Mans 2026 usai mengalahkan Marco Bezzecchi dan memangkas jarak klasemen menjadi satu poin.

JAKARTA - Jorge Martin sukses meraih kemenangan perdana grand prix bersama Aprilia pada MotoGP Le Mans 2026 di Sirkuit Le Mans, Prancis, Minggu waktu setempat. Pebalap asal Spanyol itu finis terdepan usai mengejar rekan setimnya, Marco Bezzecchi, dan kini hanya terpaut satu poin dari puncak klasemen MotoGP.

Martin menutup akhir pekan secara sempurna setelah sebelumnya juga memenangi Sprint Race pada Sabtu. Kemenangan ini terasa spesial karena Le Mans menjadi sirkuit tempat dirinya sempat ingin meninggalkan Aprilia saat mengalami masa sulit akibat cedera musim lalu.

Pebalap juara dunia MotoGP 2024 itu mengaku kondisi mentalnya sempat terpuruk ketika berjuang pulih dari serangkaian cedera yang dialami sejak bergabung dengan Aprilia.

“Bukan hanya fisik, mental saya juga sangat berat musim lalu. Saya ingat pernah mengatakan kepada Massimo bahwa saya ingin pergi karena saat itu saya pikir itu pilihan terbaik,” ujar Martin.

“Tapi sekarang saya bersyukur Massimo mempertahankan saya. Saya juga bersyukur akhirnya memilih bertahan di Aprilia dan semuanya kini berjalan ke arah yang benar,” lanjutnya.

Pada Sprint Race, Martin tampil dominan setelah melesat dari posisi kedelapan ke barisan depan sejak tikungan awal. Namun balapan utama berlangsung lebih sulit.

Martin sempat tercecer di posisi ketujuh pada lap pembuka, sementara Bezzecchi langsung memimpin jalannya lomba seperti yang ia lakukan di beberapa seri sebelumnya.

Meski begitu, Martin perlahan menyalip para rivalnya satu per satu. Ia mengaku tetap berusaha menekan meski motornya sulit dikendalikan saat berada di belakang pebalap lain.

“Saya belajar untuk tidak pernah menyerah. Hari ini adalah salah satu balapan seperti itu,” kata Martin.

“Saya tidak start dengan baik, tetapi terus mencoba menyalip. Ketika melihat Marco mulai kesulitan dengan grip ban belakang, saya langsung menekan lebih keras dan mengganti mapping motor,” ujarnya.

Dalam balapan 27 lap tersebut, target Martin juga berubah beberapa kali. Awalnya ia hanya membidik finis lima besar sebelum akhirnya yakin bisa mengejar podium dan merebut kemenangan.

Martin akhirnya finis pertama dengan selisih 0,477 detik atas Bezzecchi. Ai Ogura melengkapi podium yang seluruhnya diisi pebalap Aprilia.

Hasil di Le Mans menjadi kemenangan grand prix pertama Martin sejak MotoGP Indonesia 2024 sekaligus menghidupkan persaingan perebutan gelar musim ini. Meski tampil impresif bersama Aprilia, Martin dikabarkan bakal kehilangan kursinya pada 2027 setelah tim disebut telah mencapai kesepakatan dengan Francesco Bagnaia, sementara Martin diproyeksikan pindah ke Yamaha.

Rabu, 18 Maret 2026

Aprilia Siap Tampil Hati-Hati di MotoGP Brasil, Jorge Martin Waspada Setup Motor

Aprilia siap tampil di MotoGP Brazil 2026. Jorge Martin waspada soal setup motor, sementara Bezzecchi optimis hadapi tantangan sirkuit Ayrton Senna.
Aprilia siap tampil di MotoGP Brazil 2026. Jorge Martin waspada soal setup motor, sementara Bezzecchi optimis hadapi tantangan sirkuit Ayrton Senna.

JAKARTA -- MotoGP bakal balik ke Brazil untuk pertama kalinya sejak 2004, tepatnya di Sirkuit Ayrton Senna, Goiania, yang sebelumnya jadi tuan rumah balapan antara 1987 hingga 1989. 

Sirkuit ini punya tata letak mayoritas belokan kanan, yang diprediksi bakal jadi tantangan tersendiri bagi tim dan rider dalam menyiapkan motor untuk grand prix.

Aprilia membawa modal positif dari Grand Prix Thailand. Dengan Michelins terbaru yang punya rentang ban lebih luas dan casing belakang lebih kaku, Aprilia tampak punya keunggulan dibanding rivalnya. Marco Bezzecchi sukses meraih kemenangan, meski crash di sprint race mencegahnya melakukan clean sweep.

Sementara itu, Jorge Martin, juara dunia satu kali, meski hanya menjalani dua hari uji coba pra-musim, berhasil finis keempat di Thailand. Martin mengaku senang bisa balapan di sirkuit baru, tapi tetap waspada soal feedback motor.

“Saya sangat antusias memulai di trek baru ini, dan yakin kerjaan di Thailand bakal jadi dasar yang bagus buat Brazil. Tapi kita harus sangat hati-hati saat kasih feedback soal motor,” ujar Martin.

Bezzecchi menambahkan, motivasi tim Aprilia tetap tinggi menjelang putaran kedua musim 2026.

“Senang banget bisa ke Brazil, penasaran sama trek baru ini. Balapan di negara baru, ketemu fans baru, pasti seru. Kita berharap bisa kerja maksimal di akhir pekan ini,” kata Bezzecchi.

Saat ini, Bezzecchi berada tujuh poin di belakang pemimpin klasemen sementara, KTM’s Pedro Acosta, yang memuncaki daftar setelah menang di sprint dan finis kedua di grand prix Thailand. Bezzecchi juga mencetak sejarah sebagai rider Aprilia pertama yang menang tiga kali beruntun, setelah sukses di Portugal dan Valencia pada musim lalu.

Dengan layout sirkuit yang menuntut handling khusus dan alokasi ban yang mendukung RS-GP, Aprilia optimis dapat mempertahankan performa kuat mereka di Brazil.

Jumat, 15 Agustus 2025

Update Teknologi Baru Bisa Bantu Aprilia Kejar Ducati dan Marc Marquez di MotoGP Austria

JAKARTA - Pebalap Aprilia MotoGP, Marco Bezzecchi, optimistis teknologi baru yang diperkenalkan di MotoGP Austria 2025 bisa membantu timnya mendekatkan jarak dengan Ducati dan Marc Marquez. Mulai akhir pekan ini di Red Bull Ring, semua tim akan menggunakan pembaruan elektronik dari Marelli yang untuk pertama kalinya menyertakan fitur stability control.

Bezzecchi datang ke Austria dengan modal podium di Brno, yang menjadi podium ketiganya dalam empat balapan terakhir. Ia menilai tambahan fitur stability control ini bisa menjadi senjata baru Aprilia untuk bersaing. “Dalam kasus kami di Aprilia, ini bisa membantu. Kami bekerja untuk terus berkembang dan mencoba mengejar pabrikan lain,” ujarnya dalam konferensi pers pra-balapan.

Marco Bezzecchi optimistis teknologi stability control bantu Aprilia bersaing di MotoGP Austria 2025.
Marco Bezzecchi optimistis teknologi stability control bantu Aprilia bersaing di MotoGP Austria 2025.

Meski mengakui fitur elektronik ini mungkin mengurangi peran murni skill pebalap, Bezzecchi yakin seiring waktu semua tim akan mencapai setelan terbaik, dan faktor pebalap kembali menjadi pembeda. “Awalnya memang rider bisa membuat sedikit perbedaan, tapi nanti saat semua sudah maksimal, rider akan kembali menentukan. Itu hanya soal waktu,” tambahnya.

Bezzecchi juga menegaskan target Aprilia tetap finis di puncak klasemen meski musim ini dimulai dengan sulit. “Musim dingin kemarin berat, saya banyak sendiri. Tapi setelah upgrade, kami mulai lebih dekat dengan para pesaing. Sekarang kami bisa bertarung karena pabrikan bekerja luar biasa, targetnya jelas: mengejar puncak, dan saat ini Marc ada di sana,” katanya.

Dengan catatan sejarah manis di Red Bull Ring termasuk podium MotoGP 2023 dan kemenangan di Moto2 2020 serta Moto3 2018 Bezzecchi berharap teknologi baru ini bisa memperkuat peluangnya. Jika hasil positif tercapai di Austria, Aprilia berpeluang mempersempit selisih poin di klasemen dan menambah persaingan di paruh kedua musim MotoGP 2025.

Sabtu, 09 Agustus 2025

Aprilia Emerges as Serious Challenger to Ducati in 2025 MotoGP Mid-Season

Aprilia rider Marco Bezzecchi celebrating victory at the 2025 Silverstone MotoGP
Aprilia Emerges as Serious Challenger to Ducati in 2025 MotoGP Mid-Season.

Ducati, the Italian manufacturer that has dominated MotoGP for the past two years, is now facing serious pressure from its rivals, especially Aprilia. At the recent Czech MotoGP round in Brno, Ducati only managed to have two riders finish in the top 10 — their lowest result in 66 races. This signals that other teams are making significant progress in the first half of the 2025 season.

Despite Ducati fielding fewer bikes on the grid, competitors like Yamaha and Honda, who struggled recently, have shown improvement. KTM enjoyed its best race at Brno, while Aprilia stole the spotlight by winning at Silverstone. MotoGP experts from Crash.net view Aprilia as the most consistent and promising manufacturer this season. 

Alex Whitworth said, “Aprilia has demonstrated steady podium pace across various circuits, unlike KTM, which showed solid performance in only a few races.” Peter McLaren added, “Despite trailing in the constructor standings and missing star rider Jorge Martin due to injury, Aprilia bounced back strongly with Marco Bezzecchi leading the team and regularly reaching the podium.”

Lewis Duncan highlighted Aprilia’s remarkable progress despite missing Martin for most of the season. “Their victory at the British GP proved Aprilia has a strong package — a great rider and a competitive bike.” Derry Munikartono emphasized that Aprilia’s RS-GP has become one of the most complete bikes on the grid, agile, balanced, and adaptable to various circuits. 

“Aprilia also hasn’t blindly copied Ducati but instead focused on developing their superior aerodynamics,” he said. Jordan Moreland noted that Aprilia has established itself as the second-best team in MotoGP, with Martin’s return expected to further boost their performance.

With this trend, the 2025 MotoGP championship battle is set to become even more exciting. Aprilia’s rapid progress and the return of Jorge Martin will put more pressure on Ducati, especially heading into upcoming rounds in Austria and Germany. Ducati, long the king of the track, will need to maintain consistency to keep their throne.

Marc Marquez Looks Unstoppable in MotoGP 2025 — Who Could Finally Beat Him?

Marc Marquez leading a MotoGP 2025 race on his Honda motorcycle at a race circuit.
Marc Marquez Looks Unstoppable in MotoGP 2025 — Who Could Finally Beat Him?

Marc Marquez has been absolutely dominant in MotoGP 2025. The Spanish rider has won 10 races in a row and currently sits at the top of the standings, with his ninth world championship looking almost certain. However, with half of the season still to go — including some flyaway races — his rivals are determined to end his winning streak.

Experts from Crash.net have weighed in on which rider might be the first to beat Marquez and where it could happen.

Peter McLaren points out, “Beating a mistake-free Marc Marquez on the same brand of bike is incredibly tough. Assuming stable weather, the best chance likely comes from having a technical advantage — like another manufacturer better exploiting the tires.” He highlights KTM’s Pedro Acosta and Aprilia’s Marco Bezzecchi as the top challengers behind Marquez recently. Bezzecchi, who already claimed a MotoGP win at Silverstone, is seen as the more consistent podium contender.

McLaren believes the new Hungarian Grand Prix at Balaton Park, debuting in late August, will be a “step into the unknown for everyone” and could produce surprises. He also notes the Barcelona GP in early September as a possible upset venue, given Aprilia’s historical success there with riders like Aleix Espargaro.

Lewis Duncan notes Ducati and Aprilia have been the only manufacturers to win dry races outside Marquez’s Honda this year. “Bezzecchi’s Silverstone victory showed Aprilia is clearly the second-best bike on the grid. He’s been Marquez’s closest challenger at Assen and pushed him hard at Brno,” Duncan says. He also points out Francesco Bagnaia and Alex Marquez as riders who can capitalize if Marc makes mistakes, thanks to their powerful Ducati machines.

Derry Munikartono says Marquez is currently in a league of his own, dominating even on tracks once seen as weak spots like Lusail, Mugello, and Assen. But if anyone can break his streak, Mandalika could be the place. “It’s the only circuit where Marc hasn’t won yet — it’s physically demanding, has low grip, and is unpredictable. That makes it the best shot for riders like Pecco, Álex, or Bez to finally stop #93 this season,” he explains.

Jordan Moreland predicts Alex Marquez could be the first to beat his brother at Barcelona in September, noting Alex’s strong performance during testing and his affinity for the track.

Alex Whitworth adds that Austria could be the track to end Marquez’s winning run, but admits Marc’s past lack of success there is largely due to bike performance issues, not skill. Whitworth believes the best chance to stop Marquez might come from unexpected events at flyaway races, since Marc is also strong in tricky conditions.

With Marquez’s remarkable form continuing, his rivals still face a tough challenge. The second half of the 2025 MotoGP season promises plenty of excitement as fans watch to see if the champion’s streak will finally be broken or if he will cement his dominance.

Maverick Vinales: I Beat Valentino Rossi and Jorge Lorenzo, I Have to Remind Myself to Stay Motivated

Maverick Vinales riding the Tech3 KTM bike on the MotoGP racetrack
Maverick Vinales riding the Tech3 KTM bike on the MotoGP racetrack.

Jakarta, August 9, 2025 – Maverick Vinales admitted that he often has to remind himself that he once beat legendary riders like Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, and Dani Pedrosa to keep his motivation high amid his current struggles to be a regular frontrunner in MotoGP.

Touted as a future world champion early in his MotoGP career, Vinales made an instant impact when he joined Yamaha in 2017, winning the first two races of the season in Qatar and Argentina. During his four full seasons as Rossi’s teammate at Yamaha, Vinales outscored the seven-time premier class champion three times. In both 2017 and 2019, he finished third in the championship standings, behind only Honda’s Marc Marquez and Ducati’s Andrea Dovizioso.

However, Vinales’ time at Yamaha ended abruptly in the middle of the 2021 season after accusations that he deliberately tried to damage his engine during the Styrian Grand Prix. Soon after, he switched to Aprilia and worked to rebuild his reputation. It wasn’t until the start of last season that he finally returned to the top step after a three-year winless drought.

Now racing with Tech3 KTM, Vinales has shown a quick adaptation to the RC16 bike. Although he is not yet consistently fighting at the front, he keeps himself motivated by reflecting on his past achievements. “Sometimes I have to remind myself that I beat Rossi, Jorge Lorenzo, Dani Pedrosa,” Vinales told GPOne. “‘Maverick, you’ve fought with some really big sharks, now it’s your moment!’”

He added that every stage of a career has its ups and downs. “It’s been a long time since I’ve been able to fight at the top consistently, but in the past, I was able to do that. There are many reasons behind this — from the package to the competitiveness of others. That’s why I want to remind myself who I’ve fought with, to keep motivated and believe in what I’m doing.”

Looking ahead, Vinales is expected to become more competitive in the upcoming MotoGP rounds with Tech3 KTM. His experience fighting top riders in the past and the team’s support could help him climb back to the front of the pack.

Aprilia Jadi Ancaman Serius Ducati di Paruh Musim MotoGP 2025

Pembalap Aprilia Marco Bezzecchi merayakan kemenangan di MotoGP Silverstone 2025.
Pembalap Aprilia Marco Bezzecchi merayakan kemenangan di MotoGP Silverstone 2025.

JAKARTA - Ducati, pabrikan Italia yang mendominasi MotoGP selama dua tahun terakhir, kini menghadapi tekanan serius dari para pesaingnya, terutama Aprilia. 

Pada putaran MotoGP terbaru di Brno, Republik Ceko, Ducati hanya menempatkan dua pembalap di 10 besar sebuah pencapaian terendah mereka dalam 66 balapan terakhir. 

Hal ini menandakan bahwa tim lain mulai menunjukkan peningkatan performa signifikan di paruh pertama musim 2025.

Meski Ducati turun jumlah motor yang diturunkan di lintasan, rival-rival seperti Yamaha dan Honda yang sempat terseok-seok, kini menunjukkan kemajuan. 

KTM pun meraih hasil terbaiknya di Brno, sementara Aprilia justru mencuri perhatian dengan kemenangan di Silverstone. 

Para pakar MotoGP dari Crash.net menilai Aprilia sebagai pabrikan yang paling konsisten dan menjanjikan saat ini. 

Alex Whitworth menyatakan, “Aprilia telah menunjukkan kecepatan podium yang stabil di berbagai sirkuit, berbeda dengan KTM yang hanya tampil solid di beberapa balapan saja.” Peter McLaren menambahkan, “Meski sempat tertinggal di klasemen konstruktor dan tanpa Jorge Martin yang cedera, Aprilia berhasil bangkit dengan Marco Bezzecchi sebagai pemimpin tim yang membawa mereka ke podium secara rutin.”

Lewis Duncan menyoroti perkembangan Aprilia yang cukup signifikan meski kehilangan Martin sepanjang musim ini. 

“Kemenangan di GP Inggris membuktikan bahwa Aprilia memiliki paket lengkap pembalap hebat dan motor kompetitif.” Sementara Derry Munikartono menegaskan bahwa RS-GP Aprilia kini menjadi salah satu motor paling lengkap di grid MotoGP, lincah, seimbang, dan mudah beradaptasi di berbagai sirkuit. 

“Aprilia juga tidak meniru Ducati secara membabi buta, melainkan mengembangkan aero mereka yang menjadi keunggulan tersendiri,” ujarnya. 

Jordan Moreland pun menilai bahwa Aprilia telah mengukuhkan posisi mereka sebagai pesaing kedua terkuat setelah Ducati, dengan Martin yang kembali dari cedera siap memperkuat performa tim.

Dengan tren ini, persaingan di MotoGP 2025 diprediksi semakin seru. Aprilia yang terus menunjukkan peningkatan pesat dan kehadiran Jorge Martin kembali dalam skuad akan membuat tekanan pada Ducati semakin besar, terutama menjelang putaran-putaran berikutnya di Austria dan Jerman. 

Ducati, yang selama ini jadi raja lintasan, harus menjaga konsistensi agar tak kehilangan tahta.

Marc Marquez Tak Terkalahkan di MotoGP 2025, Siapa yang Bisa Menghentikannya?

Marc Marquez sedang memimpin balapan MotoGP 2025 dengan motor Honda di sirkuit balap.
Marc Marquez sedang memimpin balapan MotoGP 2025 dengan motor Honda di sirkuit balap.

JAKARTA - Marc Marquez semakin menunjukkan dominasinya di MotoGP 2025. Pembalap asal Spanyol ini telah memenangkan 10 balapan berturut-turut dan kini memimpin klasemen sementara dengan kans besar meraih gelar juara dunia kesembilan. Meski demikian, paruh kedua musim yang akan berlangsung di berbagai sirkuit, termasuk sirkuit baru di luar Eropa, membuat para rivalnya masih bertekad menghentikan laju Marquez.

Menurut para pakar MotoGP dari Crash.net, sejumlah pembalap dan sirkuit berpotensi menjadi penantang serius yang dapat mematahkan rekor kemenangan Marquez.

Peter McLaren menilai, “Mengalahkan Marc Marquez yang selalu tampil tanpa kesalahan dengan motor yang sama bukan perkara mudah. Peluang terbaik mungkin ada pada pembalap dengan keunggulan teknis, seperti tim yang mampu memaksimalkan penggunaan ban lebih baik.” Ia menyebut Pedro Acosta (KTM) dan Marco Bezzecchi (Aprilia) sebagai pembalap yang kerap tampil dekat dengan Marquez di beberapa balapan terakhir, dengan Bezzecchi sudah pernah menang di Silverstone dan dikenal sebagai ancaman konsisten di podium.

Lokasi yang berpotensi jadi kejutan, menurut McLaren, adalah Grand Prix Hungaria di Balaton Park yang baru digelar pertama kali pada Agustus mendatang, serta GP Barcelona di awal September, sirkuit yang secara historis menguntungkan Aprilia.

Sementara itu, Lewis Duncan menyoroti dominasi Ducati dan Aprilia, dua pabrikan yang mampu menantang Marquez di lintasan kering. “Kemenangan Bezzecchi di Silverstone menunjukkan bahwa Aprilia saat ini adalah motor kedua terbaik setelah Ducati,” katanya. Duncan juga menambahkan bahwa Francesco Bagnaia dan Alex Marquez bisa jadi pembalap yang mampu mengambil keuntungan jika Marc melakukan kesalahan, seperti yang sudah terjadi beberapa kali musim ini.

Derry Munikartono mengamati bahwa saat ini Marquez berada dalam liga tersendiri, dengan performa impresif bahkan di sirkuit yang sebelumnya dianggap sulit baginya seperti Lusail, Mugello, dan Assen. Namun, Mandalika bisa menjadi tempat di mana dominasi Marc terancam. “Sirkuit Mandalika adalah satu-satunya tempat di mana Marc belum pernah menang, dengan kondisi yang berat dan tak terduga, tempat itu sangat memungkinkan pembalap lain untuk mengejutkan,” ujarnya.

Prediksi lain datang dari Jordan Moreland yang menebak Alex Marquez akan menjadi pembalap pertama yang bisa mengalahkan sang kakak di GP Barcelona, mengingat performa bagus Alex saat uji coba dan kedekatannya dengan sirkuit tersebut.

Alex Whitworth menambahkan bahwa meski Austria bisa jadi tempat yang tepat untuk mengakhiri tren kemenangan Marquez, kondisi motor yang digunakan Marc di sirkuit tersebut kurang mendukung. Ia menyebut, peluang Marquez dikalahkan kemungkinan besar muncul dari faktor tak terduga di balapan flyaway.

Dengan Marquez yang terus menunjukkan performa luar biasa, rival-rivalnya masih harus bekerja keras mencari celah untuk menghentikan laju sang juara. Paruh kedua musim MotoGP 2025 akan menjadi momen menarik untuk melihat apakah Marquez benar-benar tak terkejar atau ada kejutan besar yang menanti.

Maverick Vinales: Aku Pernah Kalahkan Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo, Ini yang Bikin Aku Tetap Semangat

Maverick Vinales sedang memacu motor Tech3 KTM di lintasan balap MotoGP
Maverick Vinales sedang memacu motor Tech3 KTM di lintasan balap MotoGP.

Jakarta, 9 Agustus 2025 – Maverick Vinales mengungkapkan bahwa dirinya sering harus mengingat kembali momen ketika ia mampu mengalahkan pembalap legendaris seperti Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, dan Dani Pedrosa. Hal ini dilakukan Vinales untuk menjaga motivasi di tengah perjuangannya kembali bersaing sebagai pembalap papan atas di MotoGP saat ini.

Vinales, yang sempat dijagokan sebagai calon juara dunia sejak awal kariernya di MotoGP, langsung mencuri perhatian ketika gabung dengan tim Yamaha pada 2017. Ia berhasil memenangkan dua balapan pembuka musim di Qatar dan Argentina. Selama empat musim menjadi rekan setim Rossi di Yamaha, Vinales bahkan sempat mengalahkan sang legenda tujuh kali juara dunia itu dalam perolehan poin tiga kali. Pada musim 2017 dan 2019, ia juga berhasil finis di posisi ketiga klasemen akhir, hanya kalah dari Marc Marquez dan Andrea Dovizioso.

Namun, karier Vinales di Yamaha berakhir dramatis pada musim 2021, setelah tuduhan bahwa ia sengaja merusak mesin motor dalam balapan Grand Prix Styrian. Setelah pindah ke Aprilia, Vinales berjuang membangun kembali reputasinya dan akhirnya berhasil kembali meraih kemenangan di awal musim lalu, mengakhiri puasa kemenangan selama tiga tahun.

Kini, sebagai pembalap Tech3 KTM, Vinales menunjukkan adaptasi cepat terhadap motor RC16. Meski belum konsisten di posisi depan, ia tetap menjaga semangat dengan sering mengingat pencapaiannya di masa lalu. “Kadang aku harus mengingatkan diri sendiri bahwa aku pernah mengalahkan Rossi, Jorge Lorenzo, Dani Pedrosa,” kata Vinales dalam wawancara dengan GPOne. “‘Maverick, kamu sudah bertarung dengan para hiu besar, sekarang saatnya kamu!’”

Ia juga menambahkan bahwa setiap fase karier punya tantangan dan kelebihannya sendiri. “Sudah lama aku tidak bisa bertarung di posisi teratas secara konsisten, tapi dulu aku bisa melakukannya. Banyak faktor yang mempengaruhi, dari motor hingga kompetisi yang semakin ketat. Karena itu aku ingin terus mengingat siapa saja yang pernah aku kalahkan agar tetap termotivasi dan percaya pada apa yang aku kerjakan.”

Perkembangan terbaru, Vinales diprediksi akan semakin tampil kompetitif di seri-seri MotoGP berikutnya bersama Tech3 KTM. Dukungan dari tim dan pengalaman bertarung melawan pembalap top di masa lalu diharapkan bisa membantunya kembali ke papan atas klasemen.