Berita BorneoTribun: Bola hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan
iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Bola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bola. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Januari 2026

Derbi Panas London di Carabao Cup: Chelsea Tantang Arsenal Demi Tiket Final

Derbi Panas London di Carabao Cup: Chelsea Tantang Arsenal Demi Tiket Final
Derbi Panas London di Carabao Cup: Chelsea Tantang Arsenal Demi Tiket Final.

JAKARTA - Atmosfer panas akan menyelimuti London saat Chelsea menjamu Arsenal pada leg pertama semifinal Carabao Cup. 

Empat tim tersisa kini saling sikut demi satu tempat di partai puncak, dan duel dua rival sekota ini jelas jadi sorotan utama. 

Chelsea dan Arsenal sama-sama ingin memberi pesan tegas sejak leg pertama, siapa yang lebih pantas melangkah ke final.

Chelsea datang dengan cerita baru. Kemenangan terakhir mereka di ajang ini terjadi saat masih ditangani Enzo Maresca, lewat hasil 3-1 yang tak terlalu meyakinkan atas Cardiff. Sejak itu, banyak hal berubah. 

Kini tongkat estafet berada di tangan Liam Rosenior, pelatih yang diberi tugas membawa The Blues melangkah lebih jauh.

Di sisi lain, Arsenal juga tidak melaju dengan mudah. Mereka harus menunggu gol bunuh diri Maxence Lacroix dan drama adu penalti untuk menyingkirkan Crystal Palace di perempat final. 

Meski begitu, pasukan Mikel Arteta tetap datang ke Stamford Bridge dengan status favorit berkat performa yang lebih konsisten.

Siapa Andalan Arsenal di Lini Depan?

Satu pertanyaan besar mengiringi Arsenal jelang laga ini: siapa yang akan memimpin lini serang? Viktor Gyökeres masih jadi perbincangan. 

Harapan besar fans belum sepenuhnya terjawab karena penyerang asal Swedia itu terakhir mencetak gol dari permainan terbuka pada awal November. Statistik ini tentu membuat alis Arteta berkerut.

Sebaliknya, Gabriel Jesus justru tampil lebih hidup setelah pulih dari cedera ACL. Dalam beberapa laga terakhir, ia masuk sebagai pemain pengganti dan memberi dampak nyata, baik lewat gol maupun pergerakan yang lebih menyatu dengan ritme tim. 

Ditambah lagi, Kai Havertz sudah kembali dari cedera panjang, membuat Arteta punya banyak opsi, sekaligus dilema.

Chelsea Versi Baru di Bawah Rosenior

Chelsea menunjukkan sinyal positif di laga perdana bersama Rosenior, meski lawan mereka saat itu hanya Charlton dari Championship. 

Kemenangan tersebut membuat Rosenior tercatat sebagai manajer pertama sejak era Antonio Conte pada 2016 yang langsung menang di laga kompetitif debutnya.

Ciri khas taktik Rosenior mulai terlihat. Jorrel Hato tampil tak biasa dengan peran lebih menyerang saat tim menguasai bola, bahkan membuka skor lewat tendangan voli cantik. 

Kiper Filip Jörgensen pun sempat terlihat bermain lebih tinggi, gaya yang sudah dikenal dari era Rosenior sebelumnya. 

Namun, menghadapi Arsenal jelas ujian yang jauh lebih berat.

Kabar Tim Jelang Laga

Chelsea harus kembali pusing dengan absennya Moisés Caicedo yang terkena skorsing. Marc Cucurella juga masih menjalani hukuman larangan bermain akibat kartu merah. 

Rosenior mengungkapkan bahwa Reece James, Cole Palmer, dan Malo Gusto sebelumnya absen karena kondisi fisik. 

Palmer masih diragukan, sementara James dan Gusto berpeluang tampil.

Beberapa nama lain seperti Roméo Lavia dan Levi Colwill masih menepi karena cedera, meski Dário Essugo sudah kembali masuk skuad.

Arsenal sendiri mendapat kabar baik dengan kembalinya Havertz, meski kemungkinan besar belum langsung starter. Krisis cedera di lini belakang juga mulai mereda, namun beberapa pemain diperkirakan belum cukup bugar untuk laga ini.

Prediksi Pertandingan

Chelsea mungkin diuntungkan dengan suntikan semangat dari pelatih baru, tetapi Arsenal saat ini terlihat selangkah lebih matang dan solid. 

Dengan kualitas skuad dan konsistensi permainan, The Gunners diprediksi mampu mencuri kemenangan tandang. 

Skor akhir diperkirakan 2-0 untuk Arsenal, meski Chelsea jelas tak akan menyerah begitu saja.

Derbi London kali ini bukan sekadar soal tiket final, tapi juga soal gengsi dan pembuktian. Siap-siap, laga panas sudah menanti.

Magis Griezmann Kembali Menyala, Simeone Bangga Antar Atletico Madrid ke Perempat Final Copa del Rey

Magis Griezmann Kembali Menyala, Simeone Bangga Antar Atletico Madrid ke Perempat Final Copa del Rey
Magis Griezmann Kembali Menyala, Simeone Bangga Antar Atletico Madrid ke Perempat Final Copa del Rey.

JAKARTA - Atletico Madrid melangkah mantap ke babak perempat final Copa del Rey. Kemenangan tipis 1-0 atas Deportivo La Coruna menjadi bukti, satu momen ajaib bisa mengubah segalanya. Dan sosok itu kembali datang dari Antoine Griezmann.

Bermain di Estadio Abanca-Riazor, tim asuhan Diego Simeone harus bekerja keras menghadapi wakil kasta kedua Spanyol. Kebuntuan akhirnya pecah di menit ke-61 lewat tendangan bebas indah Griezmann yang tak mampu dibendung kiper lawan. Gol itu cukup untuk memastikan tiket Atletico ke delapan besar.

Usai laga, Simeone tak ragu melontarkan pujian. Menurutnya, Griezmann adalah pembeda di momen-momen krusial.

“Dia mencetak gol yang luar biasa. Griezmann adalah pemain yang bisa membuat perbedaan. Yang paling saya suka, dia masih punya ‘sihir’ dan semangat untuk terus bersaing serta membantu tim,” ujar Simeone dengan nada puas.

Gol tersebut menambah koleksi spesial Griezmann. Itu menjadi gol tendangan bebas langsung ke-10 miliknya bersama Atletico di semua kompetisi. Sejak musim 2014-2015, hanya Lionel Messi dan Dani Parejo yang mencatatkan jumlah lebih banyak untuk satu klub LaLiga.

Tak hanya itu, kontribusi Griezmann di Copa del Rey juga makin mengkilap. Ia kini terlibat langsung dalam 37 gol di ajang ini, terdiri dari 28 gol dan sembilan assist. Sejak data dicatat secara detail, hanya Messi yang punya kontribusi lebih besar.

Di laga ini, Griezmann juga tampil komplet. Ia menjadi pemain dengan peluang tercipta terbanyak dan paling sering merebut bola. Wajar jika Simeone menilai penampilan anak asuhnya itu nyaris sempurna di semua aspek permainan.

Menariknya, Simeone sempat membuat keputusan tak biasa di babak kedua. Ia memilih menarik Julian Alvarez lebih dulu dan mempertahankan Griezmann di lapangan.

“Kami merasa dia lebih dekat dengan gol, jadi saya biarkan Griezmann tetap bermain,” jelas Simeone.

Secara statistik, Atletico sebenarnya bisa menang dengan skor lebih besar. Mereka melepaskan 15 tembakan, meski hanya enam yang mengarah ke gawang. Beberapa peluang emas bahkan membentur tiang, sementara nama-nama seperti Marcos Llorente dan Giuliano Simeone juga nyaris mencetak gol.

Simeone menilai hal itu bukan masalah besar. Baginya, yang terpenting tim mampu menciptakan peluang.

“Saya justru khawatir kalau kami tidak menciptakan peluang sama sekali. Tim ini terus menghasilkan kesempatan, tinggal mempertajam penyelesaian akhir,” katanya.

Di luar lapangan, Atletico juga tengah menghadapi dinamika skuad. Dua pemain, Conor Gallagher dan Giacomo Raspadori, tidak masuk daftar pertandingan karena santer dikabarkan bakal hengkang.

Gallagher disebut-sebut segera kembali ke Inggris setelah Tottenham menyepakati transfer permanen dengan nilai sekitar Rp700 miliar. Sementara Raspadori, yang baru bergabung dari Napoli, berpeluang kembali ke Serie A untuk memperkuat Atalanta.

“Klub sedang bekerja untuk memenuhi kebutuhan tim dan menutup kekurangan yang ada,” tutup Simeone.

Dengan performa Griezmann yang kembali “menyihir” dan kepercayaan penuh dari pelatih, Atletico Madrid kini punya modal besar untuk terus melaju dan berbicara banyak di Copa del Rey musim ini.

Debut Álvaro Arbeloa di Real Madrid Dimulai Langsung Diuji Albacete di Copa del Rey

Debut Álvaro Arbeloa di Real Madrid Dimulai Langsung Diuji Albacete di Copa del Rey
Debut Álvaro Arbeloa di Real Madrid Dimulai Langsung Diuji Albacete di Copa del Rey.

JAKARTA - Real Madrid bersiap membuka babak baru dalam perjalanan mereka musim ini. Los Blancos akan bertandang ke markas Albacete dalam babak 16 besar Copa del Rey, laga yang sekaligus menandai debut Álvaro Arbeloa sebagai pelatih utama. Menariknya, ini menjadi pertemuan pertama kedua tim sejak tahun 2005.

Bagi Albacete, laga ini jelas terasa spesial. Klub yang kini berlaga di LaLiga 2 itu sudah lama tak merasakan atmosfer kasta tertinggi sepak bola Spanyol. Saat ini, mereka masih berjuang di papan bawah, tepatnya di posisi ke-17 klasemen sementara, hanya sedikit di atas zona degradasi.

Sementara itu, Real Madrid datang dengan status raksasa. Dalam tiga musim terakhir, Madrid dua kali melaju ke final Copa del Rey dan sempat mengangkat trofi pada 2023 usai menumbangkan Osasuna. Kini, dengan sentuhan pelatih baru, publik menanti apakah Madrid bisa kembali menunjukkan dominasi mereka.

Debut Arbeloa dan rotasi pemain

Laga ini menjadi ujian perdana bagi Arbeloa, yang sebelumnya menangani Real Madrid Castilla. Ia menggantikan Xabi Alonso yang resmi berpisah dengan klub pekan ini. Meski belum jelas berapa lama Arbeloa akan menukangi tim utama, duel melawan Albacete menjadi panggung awal untuk membuktikan kapasitasnya.

Dari sisi skuad, Albacete datang dengan kekuatan hampir penuh. Tidak ada laporan cedera usai pertandingan terakhir mereka melawan Real Sociedad B. Pelatih Alberto González kemungkinan besar akan menurunkan komposisi pemain yang sama saat secara mengejutkan menyingkirkan Celta Vigo di babak sebelumnya.

Sebaliknya, Real Madrid harus mengelola kondisi tim yang cukup padat. Éder Militão, Trent Alexander-Arnold, Brahim Díaz, dan Ferland Mendy masih belum bisa diturunkan. Antonio Rüdiger serta Federico Valverde juga diragukan tampil usai tampil di ajang Piala Super di Arab Saudi. Rotasi besar pun sangat mungkin dilakukan demi menjaga kebugaran pemain.

Albacete masih rapuh di lini belakang

Musim ini bukan periode yang mudah bagi Albacete. Pertahanan mereka kerap menjadi sorotan, dengan catatan kebobolan yang cukup tinggi di LaLiga 2. Meski mampu menyingkirkan Celta Vigo, mereka harus bekerja ekstra keras, bahkan baru menyamakan kedudukan di menit-menit akhir sebelum menang lewat adu penalti.

Saat itu, Albacete dihujani banyak peluang lawan. Kondisi ini tentu menjadi alarm bahaya jelang menghadapi Real Madrid, tim yang dikenal sangat efektif memanfaatkan celah sekecil apa pun.

Kekalahan dari Barcelona jadi titik balik

Sebelum pergantian pelatih, performa Madrid sebenarnya mulai menunjukkan peningkatan. Namun, kekalahan dari Barcelona menjadi momen krusial yang mengakhiri masa Xabi Alonso. Madrid kini tertinggal empat poin dari rival abadinya tersebut di klasemen LaLiga, dan hasil buruk di laga Piala Super dianggap sebagai titik puncak tekanan.

Kini, Arbeloa diharapkan membawa energi baru dan stabilitas bagi skuad yang sedang berburu gelar di berbagai kompetisi.

Mbappé kembali jadi sorotan

Kabar baik datang dari Kylian Mbappé. Bintang asal Prancis itu baru saja kembali bermain setelah cedera dan tampil singkat melawan Barcelona. Demi mengembalikan ritme jelang laga LaLiga akhir pekan nanti, Mbappé berpeluang turun sejak menit awal kontra Albacete.

Musim ini, Mbappé tampil luar biasa dengan torehan 18 gol dari 18 laga LaLiga. Jika kondisinya sudah cukup fit, Albacete jelas harus ekstra waspada karena Mbappé bisa menjadi pembeda di pertandingan ini.

Prediksi laga

Di atas kertas, Real Madrid jelas lebih diunggulkan. Perbedaan kualitas dan pengalaman diyakini akan sangat terasa, meski laga dimainkan di kandang Albacete. Dengan materi pemain yang ada, Madrid diprediksi mampu mengontrol jalannya pertandingan.

Prediksi skor: Albacete 0-3 Real Madrid, awal manis era Álvaro Arbeloa di kursi pelatih Los Blancos.

Brahim Díaz, Wajah Baru Sepak Bola Maroko yang Bersinar dan Siap Mengguncang Afrika

Brahim Díaz, Wajah Baru Sepak Bola Maroko yang Bersinar dan Siap Mengguncang Afrika
Brahim Díaz, Wajah Baru Sepak Bola Maroko yang Bersinar dan Siap Mengguncang Afrika.

JAKARTA - Sepak bola Maroko sedang naik daun dan perkembangannya benar-benar terasa. Investasi besar di sektor infrastruktur, pembinaan usia muda, serta dukungan diaspora Maroko di Eropa membuat masa depan mereka terlihat cerah. Di tengah semua itu, ada satu nama yang kini jadi simbol kebangkitan tersebut, yakni Brahim Díaz.

Tahun ini Maroko menjadi tuan rumah Piala Afrika, tapi itu baru permulaan. Mereka juga dipercaya menggelar Piala Afrika Wanita 2026 serta Piala Dunia 2030 bersama Spanyol dan Portugal. Perkembangan di luar lapangan berjalan seiring dengan prestasi di atas rumput hijau.

Kita tentu masih ingat sejarah besar Maroko di Piala Dunia 2022, saat mereka menjadi negara Afrika pertama yang melangkah ke semifinal. Kini, mereka kembali difavoritkan menjadi juara Piala Afrika. Jika mimpi itu terwujud, peran Brahim Díaz jelas tidak bisa diabaikan.

Di level klub, Díaz bukanlah pilihan utama di Real Madrid. Persaingan di lini depan Los Blancos sangat ketat dengan nama-nama besar seperti Kylian Mbappé, Vinícius Júnior, hingga Jude Bellingham. Meski begitu, statistiknya sebenarnya cukup mengesankan. Di bawah asuhan Carlo Ancelotti, Díaz mencatatkan 18 gol dan 14 assist dari 96 laga, sebagian besar sebagai pemain pengganti.

Namun, menit bermainnya justru makin terbatas di era Xabi Alonso sebelum sang pelatih dipecat. Dari 12 laga LaLiga, Díaz hanya tiga kali dipercaya sebagai starter dan menyumbang dua assist. Situasi inilah yang akhirnya mendorongnya mencari panggung lain.

Meski memiliki darah Maroko, Díaz sempat membela Spanyol di level junior. Ia bahkan pernah tampil bersama timnas senior Spanyol pada 2021 dalam laga uji coba. Namun, panggilan lanjutan tak kunjung datang. Pada 2024, Díaz akhirnya memutuskan membela Maroko. Keputusan itu terbukti sangat tepat.

Bersama Singa Atlas, Díaz tampil luar biasa. Dalam 20 penampilan, ia sudah mencetak 13 gol. Piala Afrika 2025 menjadi turnamen besar pertamanya bersama Maroko, dan ia langsung tampil sebagai tumpuan utama di lini serang.

Sejak awal turnamen, Díaz mencetak sejarah sebagai pemain Maroko pertama yang mampu mencetak gol dalam empat laga Piala Afrika secara beruntun. Ia bahkan mencetak gol pembuka saat Maroko menang 2-0 atas Kamerun di babak perempat final.

Sejauh ini, Díaz layak disebut sebagai pemain terbaik turnamen. Lima gol membuatnya memimpin daftar pencetak gol sementara, unggul tipis dari Victor Osimhen dan Mohamed Salah yang masing-masing mengoleksi empat gol. Efisiensinya juga patut diacungi jempol, lima gol dari 15 tembakan, dengan delapan di antaranya tepat sasaran.

Tak hanya tajam, Díaz juga rajin bekerja untuk tim. Ia aktif melakukan pressing, memenangkan puluhan duel, membantu merebut bola di area lawan, dan jarang dilewati lawan. Permainannya benar-benar komplet, bukan sekadar soal mencetak gol.

Gol pertamanya di turnamen ini tercipta saat Maroko menghadapi Komoro di laga pembuka. Dalam kondisi hujan di Rabat, Díaz memecah kebuntuan pada menit ke-55 dan mengangkat kepercayaan diri tuan rumah. Laga berikutnya melawan Mali, Díaz kembali mencetak gol lewat titik penalti, meski pertandingan berakhir imbang.

Saat menghadapi Zambia, Maroko tampil menggila. Díaz kembali mencatatkan namanya di papan skor, melanjutkan performa konsisten yang ia tunjukkan sejak awal turnamen. Memasuki laga melawan Tanzania di awal 2026, cerita yang sama kembali terulang. Díaz menjadi pembeda ketika Maroko kesulitan menembus pertahanan lawan.

Di perempat final melawan Kamerun, insting golnya kembali muncul. Memanfaatkan kelengahan bek lawan, Díaz mencetak gol penting yang membawa Maroko melangkah ke semifinal.

Selanjutnya, Maroko akan menghadapi Nigeria, lawan berat yang menuntut pendekatan berbeda. Mereka mungkin tak bisa terlalu dominan, namun justru di situlah peluang Díaz terbuka lebar lewat serangan balik cepat. Jika melihat performanya sejauh ini, bukan hal mustahil Brahim Díaz kembali mencetak gol dan semakin menegaskan dirinya sebagai ikon baru sepak bola Maroko.

Derbi London Memanas Chelsea vs Arsenal di Carabao Cup: Misi Final, Debut Pelatih Baru, dan Adu Strategi

Derbi London Memanas Chelsea vs Arsenal di Carabao Cup: Misi Final, Debut Pelatih Baru, dan Adu Strategi
Derbi London Memanas Chelsea vs Arsenal di Carabao Cup: Misi Final, Debut Pelatih Baru, dan Adu Strategi.

JAKARTA - Derbi London kembali menyita perhatian. Chelsea dan Arsenal bakal bentrok pada leg pertama semifinal Carabao Cup di Stamford Bridge, Kamis dini hari (15/1/2026) pukul 03.00 WIB. Taruhannya jelas satu tiket menuju partai final yang dijadwalkan berlangsung pada 16 Maret mendatang.

Pemenang duel ini akan menantang siapa pun yang lolos dari semifinal lain antara Newcastle United kontra Manchester City. Artinya, laga ini bukan sekadar gengsi, tetapi juga peluang besar mengangkat trofi.

Arsenal Incar Trofi Setelah Penantian Panjang

Arsenal datang dengan kepercayaan diri tinggi. Pasukan Mikel Arteta sedang memimpin klasemen Liga Inggris dengan keunggulan enam poin, masih bertahan di Liga Champions, dan kini berpeluang menyapu bersih dua kompetisi domestik. Tak heran, Carabao Cup jadi target serius untuk mengakhiri puasa gelar selama enam tahun.

Tambahan trofi di tengah musim diyakini bisa memberi suntikan moral besar saat memasuki fase krusial kompetisi.

Chelsea Era Baru, Tantangan Langsung Berat

Chelsea punya cerita berbeda. Klub asal London Barat ini baru memasuki era baru di bawah pelatih Liam Rosenior. Debut Rosenior di Stamford Bridge langsung menghadapi ujian berat melawan Arsenal yang sedang on fire.

Pelatih anyar ini membuka kiprah dengan kemenangan telak 5-1 atas Charlton Athletic di Piala FA. Sementara Arsenal juga tampil meyakinkan usai menyingkirkan Portsmouth dengan skor 4-1. Meski begitu, performa Chelsea di bawah Rosenior masih menjadi tanda tanya besar, terlebih menghadapi tim terbaik liga saat ini.

Jadwal dan Info Pertandingan Chelsea vs Arsenal

Pertandingan akan digelar di Stadion Stamford Bridge, London, pada Kamis dini hari (15/1/2026). Kick-off berlangsung pukul pukul 03.00 WIB. Laga ini dipimpin wasit Simon Hooper dengan dukungan VAR Jarred Gillett.

Rekor Pertemuan Terbaru

Dalam lima pertemuan terakhir, Chelsea belum pernah menang atas Arsenal. The Gunners mencatat dua kemenangan, sementara tiga laga lainnya berakhir imbang. Pertemuan terakhir di Liga Inggris pada akhir November 2025 juga berakhir 1-1, menandakan duel ini kerap berlangsung ketat.

Kondisi Terkini Kedua Tim

Chelsea baru saja menorehkan kemenangan besar di Piala FA, namun sebelumnya sempat terpeleset di liga. Sementara Arsenal menunjukkan konsistensi dengan hasil positif di berbagai ajang, termasuk kemenangan tandang yang meyakinkan.

Kabar Tim Chelsea

Rosenior mulai memberi kesempatan kepada beberapa pemain yang sebelumnya jarang mendapat sorotan. Facundo Buonanotte, Jamie Gittens, dan Marc Guiu tampil impresif di lini depan.

Namun, Chelsea masih dihantui masalah cedera. Levi Colwill dan Roméo Lavia dipastikan absen. Marc Cucurella kembali setelah menjalani sanksi, sementara Moisés Caicedo, Cole Palmer, Reece James, dan Malo Gusto masih diragukan tampil. Dário Essugo sudah pulih dan berpeluang masuk bangku cadangan.

Perkiraan susunan pemain Chelsea memakai formasi 4-2-3-1 dengan Sánchez di bawah mistar, lini belakang Gusto, Fofana, Chalobah, dan Cucurella, lini tengah Santos serta James, lalu Estêvão, Fernández, dan Neto menopang Delap di lini depan.

Kabar Tim Arsenal

Arsenal mendapat tambahan tenaga dengan kembalinya Kai Havertz, meski kemungkinan masih belum siap tampil sejak menit awal. Posisi penyerang utama diprediksi diisi Viktor Gyökeres, dengan dukungan Gabriel Martinelli dan Bukayo Saka yang tengah tajam.

Di lini belakang, beberapa pemain masih absen, tetapi kedalaman skuad membuat Arteta relatif tenang. Gelandang inti akan diisi Martín Zubimendi, Declan Rice, dan Martin Ødegaard.

Formasi Arsenal juga diperkirakan 4-2-3-1 dengan Raya sebagai kiper, lalu Timber, Saliba, Gabriel, dan Lewis-Skelly di lini belakang. Trio Zubimendi, Rice, dan Ødegaard mengatur tempo, sementara Saka, Gyökeres, dan Martinelli menjadi tumpuan gol.

Prediksi Skor Chelsea vs Arsenal

Chelsea memang belum mampu mengalahkan Arsenal sejak musim 2021-2022. Namun, laga di Stamford Bridge hampir selalu berjalan ketat dan penuh tensi. Dengan status Rosenior yang masih beradaptasi dan pengalaman Arteta yang matang, duel ini diprediksi berlangsung hati-hati.

Hasil imbang tampaknya menjadi skenario paling realistis untuk leg pertama, sebelum segalanya ditentukan di Emirates Stadium bulan depan.

Prediksi akhir: Chelsea 1-1 Arsenal

Derbi ini bukan hanya soal siapa lebih kuat, tapi juga siapa lebih siap secara mental. Bagi penggemar sepak bola, laga ini jelas sayang untuk dilewatkan.

Guncangan di Bernabéu! Albacete vs Real Madrid di Copa del Rey Jadi Ujian Perdana Era Arbeloa

Guncangan di Bernabéu! Albacete vs Real Madrid di Copa del Rey Jadi Ujian Perdana Era Arbeloa
Guncangan di Bernabéu! Albacete vs Real Madrid di Copa del Rey Jadi Ujian Perdana Era Arbeloa.

JAKARTA - Real Madrid kembali turun ke lapangan di tengah situasi panas. Los Blancos dijadwalkan bertandang ke markas Albacete pada Kamis dini hari (15/1/2026) pukul 03.00 WIB dalam laga babak 16 besar Copa del Rey. 

Pertandingan ini bukan sekadar duel piala biasa, tapi juga momen krusial setelah perubahan besar di kursi pelatih.

Baru dua hari setelah kalah dari Barcelona di final Piala Super Spanyol, manajemen Real Madrid resmi mengakhiri kerja sama dengan Xabi Alonso. Tanpa banyak waktu, Álvaro Arbeloa langsung ditunjuk sebagai pengganti. 

Mantan pelatih Castilla itu hanya punya waktu singkat untuk menyiapkan tim menghadapi laga yang wajib dimenangkan. Tersingkir di babak 16 besar jelas akan menjadi mimpi buruk bagi klub raksasa Eropa tersebut.

Di sisi lain, Albacete datang dengan semangat tinggi. Meski performa mereka di La Liga 2 musim ini belum meyakinkan dan masih berada dekat zona degradasi, Albacete baru saja membuat kejutan besar dengan menyingkirkan Celta Vigo lewat drama adu penalti. 

Bermain di kandang sendiri, Estadio Carlos Belmonte, mereka bertekad mencetak sejarah dengan mengalahkan Real Madrid untuk pertama kalinya.

Jadwal dan Lokasi Pertandingan

Laga Albacete vs Real Madrid akan digelar di Estadio Carlos Belmonte, Albacete, pada Kami dini hari, 15 Januari 2026. Kick-off dijadwalkan pukul 03.00 WIB.

Rekor Pertemuan

Secara sejarah, Real Madrid sangat dominan. Dalam lima pertemuan terakhir, Albacete selalu kalah. Pertemuan terakhir kedua tim terjadi pada April 2005, saat Real Madrid menang tipis 2-1.

Kondisi Terkini Kedua Tim

Albacete menunjukkan inkonsistensi dalam beberapa laga terakhir, sementara Real Madrid datang dengan modal kemenangan besar di liga meski baru saja terpukul oleh kekalahan di El Clásico

Situasi ini membuat pertandingan terasa semakin menarik karena penuh tekanan, terutama bagi tim tamu.

Kabar Tim Albacete

Pelatih Alberto González tampaknya sengaja menyimpan beberapa pemain inti di laga sebelumnya demi fokus penuh ke Copa del Rey. 

Demi meredam kekuatan Real Madrid, Albacete diprediksi bermain lebih defensif dengan lima bek. 

Nama Jesús Vallejo, mantan bek Real Madrid, akan menjadi sorotan karena pengalamannya di lini belakang.

Agus Medina, top skor Albacete musim ini di La Liga 2, diharapkan menjadi tumpuan utama di lini depan untuk mencuri gol dan menjaga asa kejutan tetap hidup.

Perkiraan Susunan Pemain Albacete (5-4-1):
Lizoaín; Aguado, Moreno, Vallejo, Neva, Gómez; Valverde, Pacheco, Rodríguez, Morcillo; Medina

Kabar Tim Real Madrid

Sorotan utama tertuju pada reaksi Real Madrid pasca pemecatan Alonso. Arbeloa langsung mendapat ujian berat. 

Kylian Mbappé dan Rodrygo dikabarkan belum dalam kondisi ideal, sehingga peluang terbuka bagi pemain muda Franco Mastantuono untuk tampil sejak awal. 

Vinicius Junior diprediksi tetap menjadi andalan di lini depan.

Di lini belakang, David Alaba berpeluang tampil sejak menit awal setelah lama absen. 

Sementara di sektor tengah, kombinasi Eduardo Camavinga, Arda Güler, dan Dani Ceballos disebut cocok dengan skema 4-3-3 favorit Arbeloa. 

Dani Carvajal juga berpeluang kembali merumput setelah pulih dari cedera.

Perkiraan Susunan Pemain Real Madrid (4-3-3):
Lunin; Jiménez, Asencio, Alaba, García; Güler, Camavinga, Ceballos; Mastantuono, García, Vinicius Jr.

Prediksi Skor Albacete vs Real Madrid

Secara kualitas, Real Madrid jelas berada di atas. Namun Copa del Rey sering menghadirkan kejutan, apalagi saat tim kecil bermain dengan motivasi berlipat di kandang sendiri. 

Meski begitu, perubahan pelatih diharapkan menjadi pemicu kebangkitan Los Blancos.

Dengan tekanan besar di pundak para pemain, Real Madrid diprediksi tampil fokus dan profesional untuk membuka era Arbeloa dengan hasil positif.

Prediksi akhir: Albacete 0-3 Real Madrid

Jumat, 09 Januari 2026

Persib vs Persija 2026: Wagub Jabar Ajak Nobar, Pengamanan Ketat di GBLA

Persib vs Persija 2026: Wagub Jabar Ajak Nobar, Pengamanan Ketat di GBLA
Persib vs Persija 2026: Wagub Jabar Ajak Nobar, Pengamanan Ketat di GBLA.

JABAR - Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, mengajak masyarakat untuk ikut meramaikan pertandingan BRI Super League antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta dengan menggelar nonton bareng (nobar) pada Minggu, 11 Januari 2026, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Erwan juga meminta para kepala daerah di 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat untuk memfasilitasi nobar, baik di aula kantor pemerintahan maupun di gelanggang olahraga, agar seluruh warga bisa merasakan semangat el clasico Indonesia ini.

"Persib bukan hanya milik Kota Bandung, tapi milik seluruh Jawa Barat. Saya imbau masyarakat dan kepala daerah untuk mengadakan nobar di daerah masing-masing," kata Erwan usai rapat koordinasi pengamanan pertandingan di Aula Mapolrestabes Bandung, Kamis (8/1/2026).

Laga Persib vs Persija selalu jadi pertandingan paling ditunggu oleh para bobotoh dan Jakmania. Bahkan, hingga H-3 pertandingan, tiket sudah sold out. Karena itu, Wagub Erwan mengingatkan bobotoh agar tidak memaksakan diri datang ke stadion, mengingat pihak keamanan akan melakukan penyekatan di beberapa titik GBLA.

Sementara itu, Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan menjelaskan bahwa pengamanan laga akan sepenuhnya ditangani oleh Polda Jabar. Hal ini untuk memastikan koordinasi dengan Mabes Polri dan Polda Metro Jaya berjalan lancar serta keamanan lebih terjamin.

"Kami akan memonitor semua titik, termasuk ruang digital, karena sering muncul ajakan atau provokasi di media sosial dari oknum yang ingin memicu kericuhan," ujar Rudi.

Selain itu, penjagaan ketat juga dilakukan di pintu masuk Kota Bandung, baik jalur kereta maupun jalur darat. Hal ini untuk mencegah suporter tim tamu masuk, karena aturan PSSI melarang kehadiran suporter lawan di stadion.

"Semua akses masuk ke Bandung akan diawasi ketat. Kami ingin memastikan pertandingan berjalan aman dan nyaman bagi semua bobotoh," tutup Rudi.

Persita Tembus Empat Kemenangan Beruntun, Borneo FC Tak Berdaya di Super League 2026

Persita Tembus Empat Kemenangan Beruntun, Borneo FC Tak Berdaya di Super League 2026
Persita Tembus Empat Kemenangan Beruntun, Borneo FC Tak Berdaya di Super League 2026.

JAKARTA - Persita kembali menunjukkan tajinya! Tim berjuluk Pendekar Cisadane sukses menaklukkan Borneo FC Samarinda dengan skor 2-0 di pekan ke-17 Super League 2026. Kemenangan ini sekaligus menjadi yang keempat secara beruntun bagi Persita, memperkuat posisi mereka di klasemen.

Bertanding di Indomilk Arena pada Jumat (9/1/2026), Persita langsung memimpin saat laga baru berjalan tiga menit. Javlon Guseynov menuntaskan umpan matang Hokky Caraka dengan tembakan jarak jauh yang bersarang di sudut kiri atas gawang Borneo. Kiper Nadeo Argawinata tak mampu menahan bola.

Persita nyaris menggandakan keunggulan di menit ke-22 lewat Matheus Alves, tetapi penyelamatan gemilang Nadeo menjaga Borneo tetap bertahan. Kesempatan emas lain muncul di menit ke-37 melalui Juan Villa, namun kiper Persita, Igor Rodrigues, tampil solid menjaga gawang. Babak pertama pun ditutup dengan skor 1-0 untuk tuan rumah.

Memasuki babak kedua, Borneo mencoba bangkit. Mariano Peralta melepas tembakan keras di menit ke-48, namun Igor kembali sigap menepisnya. Persita juga sempat mendapatkan peluang melalui tendangan jarak jauh Zulfan Djiaulhaq di menit ke-59, sayang bola melenceng.

Borneo terus menekan dengan peluang dari Douglas Coutinho pada menit 63 dan 65, serta Villa di menit 76, tetapi semuanya gagal membobol gawang Persita. Justru di menit ke-86, Persita menggandakan keunggulan. Setelah Aleksa Andrejic dijatuhkan Mohammad Al-Husseini di kotak penalti, Andrejic sukses mengeksekusi penalti dengan tenang, mengecoh Nadeo.

Skor 2-0 bertahan hingga peluit akhir. Dengan hasil ini, Persita mantap di posisi lima klasemen dengan 31 poin. Sementara Borneo tetap di puncak dengan 37 poin, tetapi posisi mereka mulai terancam. Malut United (34 poin) akan menghadapi Persebaya Sabtu besok, sedangkan Persija (35 poin) dan Persib (35 poin) akan saling berhadapan hari Minggu.

Susunan Pemain:

Persita: Igor Rodrigues; Mario Jardel, Tamirlan Kozubaev, Charisma Fathoni (Zulfan Djiaulhaq 56'), Muhammad Toha; Javlon Guseynov, Bae Sin-yeong; Rayco Rodriguez, Eber Bessa (Pablo Ganet 69'), Hokky Caraka (Esal Sahrul 78'); Matheus Alves (Aleksa Andrejic 69').

Borneo FC Samarinda: Nadeo Argawinata; Caxambu, Christophe Nduwarugira, Diego Michiels (Muhammad Sihran 75'), Alfharezzi Buffon (Mohammad Al-Husseini 76'); Dwiky Hardiansyah (Ikhsan Zikrak 57'), Kei Hirose; Mariano Peralta, Juan Villa, Maicon (Douglas Coutinho 46'); Joel Vinícius (Dika Kuswardani 76').

Allegri Buka Suara soal Leao, Akui Milan Kurang Sabar: Target Empat Besar Masih Terbuka

Allegri Buka Suara soal Leao, Akui Milan Kurang Sabar: Target Empat Besar Masih Terbuka
Allegri Buka Suara soal Leao, Akui Milan Kurang Sabar: Target Empat Besar Masih Terbuka.

JAKARTA - Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, akhirnya angkat bicara setelah timnya hanya mampu bermain imbang saat menjamu Genoa. Dalam wawancara bersama DAZN, Allegri menyampaikan evaluasi jujur soal performa tim, kondisi Rafael Leao, hingga kesiapan skuad jelang laga penting melawan Fiorentina.

Evaluasi Pertandingan: Milan Terburu-buru dan Kurang Tenang

Allegri menilai hasil akhir adalah cerminan dari apa yang terjadi di lapangan. Meski Milan tampil kurang meyakinkan di babak pertama, ia tetap mencoba melihat sisi positif dari laga tersebut.

Menurutnya, Genoa tampil disiplin dan mampu menutup ruang dengan baik, membuat Milan kesulitan mengembangkan permainan. Situasi sempat membaik, namun gol yang kebobolan justru menjadi pukulan bagi tim.

Memasuki babak kedua, intensitas permainan Milan meningkat seiring menurunnya stamina lawan. Sayangnya, Allegri menyoroti satu masalah utama yang masih menghantui Rossoneri, yakni kurangnya kesabaran.

Ia menegaskan bahwa ketika menghadapi tim yang berada dalam tekanan, Milan seharusnya lebih tenang dan tidak terburu-buru menyerang. Keputusan yang terlalu cepat justru membuka celah untuk serangan balik, bahkan hampir membuat Milan kehilangan poin penuh.

Bagi Allegri, laga ini menjadi pelajaran penting soal kedewasaan tim. Jika Milan ingin mencapai target finis di empat besar Serie A, hal-hal seperti ini wajib segera dibenahi.

Kondisi Tim: Hampir Semua Pemain Siap Tampil di Firenze

Allegri juga mengakui bahwa saat ini Milan sedang berada di fase yang tidak mudah. Ia menyebut tim harus menghadapi setiap pertandingan dengan kepala dingin, terutama setelah gagal menang di kandang sendiri.

Meski Milan banyak menciptakan peluang dan melepaskan tembakan, efektivitas masih menjadi pekerjaan rumah. Bahkan, Allegri mengakui timnya cukup beruntung karena pertandingan itu berpotensi berakhir dengan kekalahan.

Kabar baiknya, jelang laga tandang ke markas Fiorentina, Allegri memastikan hampir seluruh pemain bisa diturunkan. Ia optimistis Milan akan tampil lebih siap dan solid di Firenze.

Kondisi Rafael Leao: Tidak Fit 100 Persen, Tapi Tetap Berkontribusi

Sorotan juga tertuju pada Rafael Leao. Allegri mengakui sang winger tidak berada dalam kondisi terbaiknya. Ada beberapa momen di ruang terbuka di mana Leao seharusnya bisa mengambil keputusan yang lebih maksimal.

Meski begitu, Allegri menilai Leao tetap terlibat aktif sepanjang pertandingan. Bahkan, di tengah kondisi fisik yang kurang ideal, pemain asal Portugal itu masih mampu mencetak gol penting untuk Milan.

Bagi Allegri, kontribusi Leao menunjukkan mentalitas pemain besar yang tetap berusaha memberi dampak, meski tidak sedang berada di performa puncak.

Hasil Undian Copa del Rey: Barcelona Tantang Racing, Real Madrid Bertamu ke Albacete, Laga Panas Menanti

Hasil Undian Copa del Rey: Barcelona Tantang Racing, Real Madrid Bertamu ke Albacete, Laga Panas Menanti
Hasil Undian Copa del Rey: Barcelona Tantang Racing, Real Madrid Bertamu ke Albacete, Laga Panas Menanti.

JAKARTA - Hasil undian babak 16 besar Copa del Rey akhirnya resmi diumumkan dan langsung menyedot perhatian pecinta sepak bola. Barcelona sebagai juara bertahan mendapat tantangan dengan harus bertandang ke markas Racing de Santander. Sementara itu, Real Madrid juga tak kalah sibuk karena dijadwalkan melawat ke kandang Albacete.

Undian Copa del Rey yang digelar Rabu di Las Rozas, Madrid, ini menghadirkan sejumlah duel menarik lainnya. Atlético Madrid akan berhadapan dengan Deportivo La Coruña, sedangkan Athletic Club ditantang Cultural Leonesa. Sejumlah pertandingan ini diprediksi berjalan ketat karena semua tim mengincar tiket ke babak berikutnya.

Pertandingan babak 16 besar rencananya akan digelar antara Selasa hingga Kamis pekan depan. Untuk jadwal dan jam kick-off, penyelenggara masih akan mengumumkannya dalam waktu dekat.

Menariknya, Barcelona, Real Madrid, Atlético Madrid, dan Athletic Club saat ini masih berada di Jeddah, Arab Saudi. Keempat tim tersebut tengah berlaga di ajang Piala Super Spanyol musim ini. Kondisi ini membuat jadwal mereka cukup padat karena harus segera kembali ke Spanyol untuk melakoni laga Copa del Rey.

Selain duel-duel besar tadi, undian juga mempertemukan Burgos dengan Valencia, Real Betis melawan Elche, Real Sociedad menghadapi Osasuna, serta Alavés yang akan bertemu Rayo Vallecano. Deretan laga ini dinilai seimbang dan berpotensi menghadirkan kejutan.

Sebagai informasi, Barcelona baru saja menorehkan sejarah manis musim lalu. Tim asal Catalunya itu sukses mengalahkan Real Madrid dengan skor 3-2 lewat babak perpanjangan waktu di final Copa del Rey pada Mei lalu. Kemenangan tersebut sekaligus melengkapi raihan tiga gelar domestik mereka dalam satu musim.

Secara rekor, Barcelona masih menjadi raja Copa del Rey dengan koleksi 32 trofi. Athletic Club menyusul dengan 24 gelar, sementara Real Madrid telah mengangkat piala ini sebanyak 20 kali. Athletic sendiri terakhir kali menjuarai Copa del Rey pada 2024, mengakhiri penantian panjang selama 40 tahun. Real Madrid meraih gelar tersebut setahun sebelumnya.

Pada babak sebelumnya, Barcelona melaju ke 16 besar usai menundukkan Guadalajara dengan skor 2-0. Di sisi lain, Real Madrid harus bekerja lebih keras. Mereka baru memastikan kemenangan 3-2 atas Talavera berkat dua gol Kylian Mbappé, yang saat ini sedang menepi akibat cedera lutut.

Para finalis Piala Super Spanyol juga akan langsung menghadapi jadwal padat. Barcelona akan berhadapan dengan Athletic Club, sedangkan Real Madrid menantang Atlético Madrid di babak semifinal Supercopa. Laga Copa del Rey mereka akan digelar hanya beberapa hari setelah kembali dari Arab Saudi, mengingat final Piala Super dijadwalkan berlangsung pada Minggu malam.

Dengan jadwal yang padat dan lawan-lawan yang tidak bisa dianggap remeh, babak 16 besar Copa del Rey kali ini dipastikan menyajikan drama dan tensi tinggi. Para penggemar sepak bola pun tinggal menunggu aksi seru dari klub-klub raksasa Spanyol di kompetisi bergengsi ini.

Gol Perdana Dennis Johnsen untuk Cremonese, Senang Tapi Tetap Kecewa: “Laga Ini Harusnya Bisa Dimenangkan”

Gol Perdana Dennis Johnsen untuk Cremonese, Senang Tapi Tetap Kecewa: “Laga Ini Harusnya Bisa Dimenangkan”
Gol Perdana Dennis Johnsen untuk Cremonese, Senang Tapi Tetap Kecewa: “Laga Ini Harusnya Bisa Dimenangkan”.

JAKARTA - Dennis Johnsen akhirnya mencatatkan gol pertamanya bersama Cremonese. Pemain asal Norwegia itu menjadi pencetak gol pembuka dalam duel sengit kontra Cagliari. Meski berhasil mencetak gol dan tampil cukup solid, Johnsen mengaku perasaannya campur aduk usai laga yang berakhir imbang tersebut.

Saat ditemui seusai pertandingan, Johnsen tak menutupi rasa kecewanya. Menurut dia, pertandingan ini sebenarnya punya peluang besar untuk dimenangkan oleh timnya.

“Kalau dilihat dari jalannya laga, ini pertandingan yang seharusnya bisa kami menangkan. Tapi di Serie A, setiap satu poin itu sangat berharga, apalagi untuk tim yang sedang berjuang menjauh dari zona degradasi,” ujarnya dengan nada jujur.

Soal penampilannya sendiri, Johnsen memilih bersikap realistis. Ia menilai gol yang dicetaknya memang memberi nilai plus, tapi tidak membuatnya cepat puas.

“Kalau saya tidak mencetak gol, mungkin ini cuma penampilan biasa saja. Karena saya bisa mencetak gol, tentu rasanya jadi lebih baik. Tapi secara keseluruhan, ini tetap pertandingan yang normal,” katanya.

Dalam laga tersebut, Johnsen juga mendapat peran lebih dalam membantu pertahanan di lini tengah. Baginya, tugas seperti itu bukan hal baru.

“Saya sudah terbiasa melakukan pekerjaan defensif, baik saat bermain di Serie B maupun Serie A. Tapi saya sadar masih harus bekerja lebih keras dan memperbaiki detail-detail kecil,” jelasnya.

Hingga paruh musim, Cremonese mengoleksi 22 poin. Johnsen menilai pencapaian ini masih sejalan dengan target utama tim.

“Target kami jelas, yaitu bertahan di Serie A. Secara umum kami berada di jalur yang cukup baik. Tapi hasil imbang hari ini jujur saja meninggalkan rasa kurang puas,” ucapnya.

Tantangan berat sudah menanti. Pada laga berikutnya, Cremonese akan menghadapi Juventus. Johnsen menegaskan timnya harus tampil dengan level yang lebih tinggi.

“Kami harus bermain lebih agresif dan lebih cerdas. Hari ini kami kalah di beberapa duel dan perebutan bola kedua. Melawan Juventus, kami harus meningkatkan kualitas permainan,” pungkasnya.

Gol perdana sudah didapat, tapi bagi Dennis Johnsen dan Cremonese, perjuangan sesungguhnya untuk bertahan di Serie A masih panjang dan menuntut konsistensi di setiap laga.

Drama 2-2 di Kandang Cremonese, Cagliari Bangkit dengan Mental Baja dan Pulang Bawa Poin Berharga

Drama 2-2 di Kandang Cremonese, Cagliari Bangkit dengan Mental Baja dan Pulang Bawa Poin Berharga
Drama 2-2 di Kandang Cremonese, Cagliari Bangkit dengan Mental Baja dan Pulang Bawa Poin Berharga.

JAKARTA - Cremonese harus kembali menelan kekecewaan. Kemenangan yang sudah di depan mata sirna begitu saja setelah Cagliari menunjukkan semangat pantang menyerah. Bermain di Stadion Zini, laga berakhir imbang 2-2, hasil yang membuat tuan rumah memperpanjang puasa kemenangan menjadi lima pertandingan beruntun.

Padahal, Cremonese memulai laga dengan sangat meyakinkan. Setelah empat laga terakhir gagal mencetak gol, tim berjuluk grigiorossi langsung “pecah telur” saat pertandingan baru berjalan empat menit. Kesalahan fatal dari pemain Cagliari, Mina, dimanfaatkan dengan baik. Vardy mencuri bola dan mengirim umpan matang kepada Johnsen yang tanpa ragu menaklukkan kiper. Skor 1-0 dan publik tuan rumah langsung bersorak.

Keputusan mengejutkan pelatih Cremonese, Nicola, terbukti jitu. Johnsen diplot bergerak di antara lini, menciptakan keunggulan jumlah pemain di depan. Sebaliknya, racikan strategi Cagliari justru kurang meyakinkan. Penempatan Palestra di sisi kiri dianggap mematikan potensi sang pemain muda andalan tim U-21. Alur serangan tim tamu pun tersendat.

Masalah Cagliari makin bertambah di menit ke-28. Kali ini Luperto melakukan kesalahan yang berujung serangan balik cepat. Bonazzoli bergerak cepat, mengirim assist kepada Vardy, dan gol kedua pun tercipta. Cremonese unggul 2-0.

Cagliari baru menunjukkan tanda-tanda kebangkitan di sepuluh menit akhir babak pertama. Beberapa peluang mulai tercipta, termasuk sepakan Rodriguez yang memaksa Audero bekerja keras. Namun, babak pertama tetap ditutup dengan keunggulan dua gol bagi Cremonese.

Memasuki babak kedua, arah pertandingan berubah drastis. Cremonese memilih bermain lebih aman, sementara Cagliari tampil habis-habisan. Pelatih Pisacane langsung melakukan perubahan, memasukkan Esposito dan perlahan mengubah formasi menjadi 4-2-3-1. Hasilnya langsung terasa.

Cagliari mendominasi penguasaan bola hingga 64 persen di babak kedua dan menekan dari segala sisi. Gol balasan akhirnya datang di menit ke-51 lewat Adopo. Memanfaatkan umpan pantul dari Borrelli, Adopo melepaskan tembakan mendatar yang akurat. Skor berubah menjadi 2-1, dan momentum sepenuhnya beralih ke tim tamu.

Tekanan terus berlanjut. Gol Esposito sempat dianulir di menit ke-69, sementara Zappa dan Borrelli gagal memaksimalkan peluang emas. Hingga akhirnya, kebangkitan Cagliari disempurnakan oleh Trepy, mantan pemain Primavera. Umpan panjang Mazzitelli dikontrol dengan tenang, lalu diselesaikan dengan tembakan keras yang membuat skor imbang 2-2. Gol yang menunjukkan kualitas dan mental kuat Cagliari.

Drama belum selesai. Di menit-menit akhir, sempat terjadi kontroversi ketika wasit Bonacina mengeluarkan kartu merah untuk Luperto. Namun, setelah tinjauan VAR, keputusan tersebut dibatalkan dan pertandingan tetap berjalan dengan 11 lawan 11.

Pada masa tambahan waktu, justru Cremonese yang hampir mencuri kemenangan. Vandeputte lolos dalam situasi satu lawan satu dengan kiper Caprile, tetapi tendangannya melebar. Peluang emas terbuang, dan skor 2-2 bertahan hingga peluit akhir.

Hasil imbang ini membuat Cremonese mengoleksi 22 poin hingga akhir putaran pertama, sementara Cagliari naik ke 19 poin. Bagi Cagliari, satu poin ini terasa sangat berharga karena membawa mereka menjauh enam poin dari zona degradasi. Sebuah hasil yang menunjukkan bahwa dengan semangat juang tinggi, laga belum pernah benar-benar berakhir sebelum peluit panjang dibunyikan.

Drama Adu Penalti! PSG Sabet Piala Super Prancis 2025 Usai Tumbangkan Marseille

Drama Adu Penalti! PSG Sabet Piala Super Prancis 2025 Usai Tumbangkan Marseille
Drama Adu Penalti! PSG Sabet Piala Super Prancis 2025 Usai Tumbangkan Marseille.

JAKARTA - Paris Saint-Germain kembali membuktikan mental juaranya. PSG resmi keluar sebagai juara Piala Super Prancis 2025 setelah menaklukkan rival abadinya, Marseille, lewat drama adu penalti yang menegangkan.

Laga bertajuk Trophee des Champions ini digelar di Stadion Internasional Jaber Al Ahmad, Ardiya, Kuwait, pada Kamis malam 8 Januari 2026 waktu setempat. Pertandingan berjalan sengit sejak awal hingga akhir dan harus ditentukan lewat adu penalti setelah skor imbang 2-2 bertahan selama 90 menit lebih waktu tambahan. PSG akhirnya menang meyakinkan dengan skor 4-1 di babak tos-tosan.

Sejak peluit awal dibunyikan, Marseille tampil agresif dan langsung mengambil inisiatif serangan. Salah satu peluang berbahaya mereka datang dari sundulan Leonardo Balerdi, namun masih bisa digagalkan oleh kiper PSG, Lucas Chevalier.

Meski berada di bawah tekanan, PSG justru mampu mencuri keunggulan lebih dulu. Ousmane Dembele sukses memecah kebuntuan pada menit ke-13 lewat penyelesaian rapi yang tak mampu dibendung penjaga gawang Marseille, Geronimo Rulli. Skor 1-0 untuk keunggulan PSG bertahan hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, Marseille meningkatkan intensitas permainan. Usaha mereka akhirnya berbuah hasil pada menit ke-76 setelah Mason Greenwood menjalankan tugasnya dengan sempurna dari titik penalti. Skor pun kembali imbang 1-1.

Drama belum berakhir. Marseille berbalik unggul pada menit ke-87 akibat gol bunuh diri bek PSG, Willian Pacho. Saat kemenangan tampak di depan mata Marseille, PSG menunjukkan mental juara mereka. Di masa injury time, tepatnya menit ke-90+5, Goncalo Ramos mencetak gol penyama kedudukan usai menerima umpan matang dari Bradley Barcola. Skor 2-2 pun bertahan hingga waktu normal berakhir.

Karena tidak ada perpanjangan waktu, laga langsung dilanjutkan ke adu penalti. Di momen krusial ini, PSG tampil sangat tenang. Empat eksekutor Les Parisiens sukses mencetak gol, sementara Marseille hanya mampu memasukkan satu penalti. PSG pun memastikan kemenangan 4-1 di babak adu penalti.

Kemenangan ini menambah panjang daftar prestasi PSG di ajang Piala Super Prancis. Sebelumnya, klub ibu kota tersebut sudah mengoleksi trofi ini pada tahun 1995, 1998, 2013, 2014, 2015, 2016, 2017, 2018, 2019, 2020, 2022, 2023, dan 2024.

Dengan hasil ini, PSG kembali menegaskan dominasinya di sepak bola Prancis dan memulai tahun 2025 dengan trofi prestisius. Sementara bagi Marseille, kekalahan ini tentu menyakitkan, namun performa mereka tetap memberi harapan besar untuk kompetisi selanjutnya.

Arsenal Gagal Menjauh di Puncak Klasemen, Duel Panas Kontra Liverpool Berakhir Tanpa Gol

Arsenal Gagal Menjauh di Puncak Klasemen, Duel Panas Kontra Liverpool Berakhir Tanpa Gol
Arsenal Gagal Menjauh di Puncak Klasemen, Duel Panas Kontra Liverpool Berakhir Tanpa Gol.

JAKARTA - Arsenal harus menelan kekecewaan setelah hanya bermain imbang 0-0 melawan Liverpool dalam laga big match Liga Inggris di Emirates Stadium. Hasil ini membuat The Gunners gagal memperlebar jarak menjadi delapan poin di puncak klasemen Premier League, meski tetap nyaman dengan keunggulan enam angka atas Manchester City.

Kesempatan emas sebenarnya terbuka lebar bagi pasukan Mikel Arteta. Manchester City yang sedang inkonsisten dengan tiga hasil imbang beruntun memberi jalan bagi Arsenal untuk semakin menjauh. Namun, performa lini serang yang kurang menggigit membuat tuan rumah harus puas berbagi angka, sekaligus meninggalkan rasa frustrasi di hadapan pendukung sendiri.

Sejak awal laga, Arsenal tampil cukup agresif. Bukayo Saka menjadi motor serangan dan beberapa kali merepotkan pertahanan Liverpool. Sayangnya, umpan-umpan dari sisi sayap belum mampu menemukan rekan setim yang berdiri bebas di kotak penalti. Jurrien Timber pun mengalami hal serupa, rajin naik membantu serangan tetapi hasil akhirnya nihil.

Liverpool justru nyaris mencuri gol pada menit ke-27 lewat situasi yang nyaris tak terduga. Kesalahan koordinasi antara William Saliba dan kiper David Raya membuat Conor Bradley mendapatkan peluang emas. Bradley mencoba mengangkat bola melewati Raya, namun si kulit bundar hanya membentur mistar gawang. Momen ini menjadi peluang paling berbahaya sepanjang pertandingan.

Setelah itu, tempo pertandingan menurun. Kedua tim kesulitan menciptakan peluang bersih. Bahkan Arsenal tercatat tidak melepaskan satu pun tembakan dari menit ke-45 hingga memasuki masa tambahan babak kedua. Liverpool pun tak jauh berbeda, meski Dominik Szoboszlai sempat mengancam lewat tendangan bebas yang melambung tipis di atas gawang.

Di menit-menit akhir, Arsenal mencoba meningkatkan intensitas serangan. Tiga tembakan akhirnya dilepaskan setelah papan tambahan waktu diangkat, namun peluang terbaik dari Gabriel Magalhaes hanya berakhir di sisi jaring gawang. Ketegangan sempat memanas ketika Gabriel Martinelli terlibat insiden dengan Conor Bradley, yang harus ditandu keluar akibat cedera lutut.

Dengan hasil ini, Arsenal tetap memimpin klasemen dengan selisih enam poin dari Manchester City dan Aston Villa, meski rentetan lima kemenangan beruntun mereka terhenti. Sementara itu, Liverpool masih bertahan di posisi keempat dan unggul dua poin dari para pesaing di bawahnya.

Fakta Menarik di Balik Laga
Pertandingan ini menjadi hasil imbang tanpa gol pertama antara Arsenal dan Liverpool di Liga Inggris sejak Agustus 2015. Padahal, dalam 20 pertemuan terakhir sebelumnya, kedua tim selalu menyajikan pesta gol dengan total 79 gol atau rata-rata hampir empat gol per laga.

Secara statistik, laga ini memang jauh dari kata spektakuler. Total expected goals kedua tim hanya 0,93, dengan Arsenal menyumbang 0,57 dan Liverpool 0,36. Liverpool bahkan tidak mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran, sesuatu yang terakhir kali terjadi lebih dari satu dekade lalu.

Menariknya, Arsenal juga hanya gagal mencetak gol dua kali dalam 32 pertandingan terakhir Liga Inggris, dan dua-duanya terjadi saat menghadapi Liverpool. Catatan ini menjadi sinyal bahwa The Reds masih menjadi lawan yang sulit bagi The Gunners, terutama ketika Arsenal berstatus sebagai pemuncak klasemen.

Kini, waktu yang akan menjawab seberapa mahal dua poin yang terbuang ini bagi Arsenal dalam perburuan gelar juara Liga Inggris musim ini.

Mental Baja Lucas Chevalier Antar PSG Juara Trophee des Champions, Jadi Pahlawan di Adu Penalti Kontra Marseille

Mental Baja Lucas Chevalier Antar PSG Juara Trophee des Champions, Jadi Pahlawan di Adu Penalti Kontra Marseille
Mental Baja Lucas Chevalier Antar PSG Juara Trophee des Champions, Jadi Pahlawan di Adu Penalti Kontra Marseille.

JAKARTA - Paris Saint-Germain kembali menegaskan dominasinya. Kali ini, sosok yang paling bersinar adalah Lucas Chevalier. Kiper PSG itu tampil sebagai penentu kemenangan setelah membawa timnya menundukkan Marseille lewat drama adu penalti di ajang Trophee des Champions.

Pertandingan yang digelar di Kuwait pada Kamis waktu setempat berlangsung penuh tensi. PSG dan Marseille harus puas berbagi skor 2-2 hingga waktu normal berakhir, sebelum akhirnya Les Parisiens menang 4-1 lewat adu penalti.

Sejak awal laga, PSG sebenarnya tampil meyakinkan. Ousmane Dembele membuka keunggulan lebih dulu. Namun, situasi berubah drastis di menit-menit akhir. Marseille tampil ngotot dan mencetak dua gol hanya dalam rentang 11 menit, membuat PSG sempat berada di ujung kekalahan.

Di saat genting itulah PSG menunjukkan mental juara. Goncalo Ramos muncul sebagai penyelamat dengan gol penyeimbang yang memaksa laga berlanjut ke adu penalti. Di babak inilah nama Lucas Chevalier benar-benar jadi sorotan.

Meski sebelumnya sempat membuat kesalahan dengan melanggar hingga berujung penalti yang dieksekusi Mason Greenwood, Chevalier menebusnya dengan cara luar biasa. Ia sukses menggagalkan dua tendangan penalti Marseille, masing-masing dari Matt O’Riley dan Hamad Traore.

Usai laga, Chevalier mengaku sudah sangat yakin dengan kemampuannya jika pertandingan harus ditentukan lewat adu penalti.

“Enam bulan terakhir tidak mudah buat saya, bahkan pertandingan ini juga terasa berat. Tapi saya tahu, kalau sampai adu penalti, saya akan bisa menepisnya,” ujar Chevalier.

Kiper yang direkrut dari Lille pada musim panas lalu itu juga menegaskan tekadnya membantu tim meraih trofi.

“Hari ini saya sangat termotivasi untuk membantu tim dan memenangkan gelar ini. Saya masih terus belajar dan beradaptasi, tapi saya sangat bahagia, baik untuk diri saya sendiri maupun untuk PSG,” tambahnya dengan nada lega.

Kemenangan ini membuat PSG resmi mengoleksi 14 gelar Trophee des Champions, termasuk empat edisi terakhir secara beruntun. Meski begitu, kapten PSG Marquinhos mengakui timnya benar-benar mendapat perlawanan sengit dari rival abadi mereka.

“Mereka percaya sampai detik terakhir. Mereka berjuang, meski akhirnya tidak berhasil,” kata Marquinhos.

Menurutnya, laga-laga sulit seperti ini justru penting untuk perkembangan tim. “Menghadapi tim yang berani melawan kami itu bagus. Itu membuat kami berkembang dan tertantang,” ujarnya.

PSG dan Marseille sendiri akan kembali bertemu di Ligue 1 pada 8 Februari mendatang. Marquinhos yakin, tim asuhan Luis Enrique akan tampil jauh lebih siap saat laga itu tiba.

“Itu akan jadi momen yang sangat penting di musim ini. Dalam sebulan ke depan, kami akan mempersiapkan diri dengan lebih baik dan menampilkan permainan yang lebih kuat,” tutup Marquinhos dengan penuh percaya diri.

Kisah kemenangan ini bukan hanya soal trofi, tapi juga tentang kepercayaan diri, mental baja, dan pembuktian Lucas Chevalier sebagai penjaga gawang yang siap jadi pilar penting PSG.

Tendangan Gila Valverde Bungkam Atletico, Real Madrid Tantang Barcelona di Final Piala Super Spanyol

Tendangan Gila Valverde Bungkam Atletico, Real Madrid Tantang Barcelona di Final Piala Super Spanyol
Tendangan Gila Valverde Bungkam Atletico, Real Madrid Tantang Barcelona di Final Piala Super Spanyol.

JAKARTA - Real Madrid memastikan langkah ke final Piala Super Spanyol setelah menaklukkan rival sekota Atletico Madrid dengan skor tipis 2-1. Kemenangan ini terasa spesial karena Los Blancos kini bersiap menghadapi musuh bebuyutan mereka, Barcelona, dalam laga puncak yang sarat gengsi.

Pertandingan semifinal yang digelar di King Abdullah Sport City berlangsung panas sejak menit awal. Federico Valverde langsung mencuri perhatian saat pertandingan baru berjalan dua menit. Gelandang asal Uruguay itu melepas tendangan bebas keras yang meluncur mulus ke sudut kiri gawang tanpa mampu dijangkau Jan Oblak. Gol cepat tersebut membuat Real Madrid langsung berada di atas angin.

Berbeda dengan semifinal pertama yang dimenangkan Barcelona dengan skor telak, duel antara dua klub ibu kota Spanyol ini berjalan jauh lebih ketat. Atletico tampil agresif dan berani menekan, namun efektivitas Real Madrid menjadi pembeda utama.

Memasuki babak kedua, Valverde kembali berperan penting. Kali ini bukan lewat gol, melainkan umpan terobosan cerdas yang membelah pertahanan Atletico dan sukses dimanfaatkan Rodrygo untuk menggandakan keunggulan Real Madrid. Gol tersebut semakin menegaskan betapa krusialnya peran Valverde, meski ia bermain sebagai bek kanan.

Atletico Madrid tidak menyerah begitu saja. Tim asuhan Diego Simeone akhirnya memperkecil ketertinggalan pada menit ke-58 lewat sundulan Alexander Sorloth. Gol ini membuat tensi pertandingan kembali memanas, dengan Atletico terus menekan demi mencari gol penyeimbang.

Beberapa peluang emas sempat tercipta. Antoine Griezmann nyaris menyamakan skor, namun aksinya digagalkan penyelamatan gemilang Thibaut Courtois. Pada menit-menit akhir, Julian Alvarez juga mendapatkan peluang di masa tambahan waktu, tetapi sepakannya masih melebar dari gawang.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-1 tetap bertahan untuk keunggulan Real Madrid. Hasil ini memastikan duel klasik kembali tersaji di final Piala Super Spanyol. Menariknya, ini menjadi final keempat secara beruntun yang mempertemukan Real Madrid dan Barcelona, dua raksasa sepak bola Spanyol.

Dari sisi statistik, Atletico Madrid sebenarnya lebih dominan dalam jumlah peluang dengan total 22 tembakan. Namun, efektivitas menjadi kunci. Real Madrid hanya mencatat delapan percobaan, tetapi mampu memaksimalkannya menjadi dua gol. Secara kualitas peluang, Atletico unggul, namun hasil akhir berkata lain.

Federico Valverde layak dinobatkan sebagai bintang pertandingan. Tendangan bebasnya tak hanya indah, tetapi juga mencatatkan rekor sebagai gol tendangan bebas tercepat Real Madrid sejak 2013, sekaligus gol tercepat di ajang Piala Super Spanyol sejak awal tahun 2000-an. Umpannya untuk gol Rodrygo pun menunjukkan visi bermain kelas dunia.

Sementara itu, Rodrygo tampil aktif di lini depan. Ia melepaskan setengah dari total tembakan Real Madrid dan paling sering menyentuh bola di kotak penalti Atletico dibandingkan rekan setimnya.

Kini, publik sepak bola tinggal menunggu duel panas berikutnya. Real Madrid versus Barcelona di final Piala Super Spanyol bukan sekadar pertandingan, melainkan panggung pembuktian siapa raja sejati Spanyol saat ini.

Drama Adu Penalti PSG vs Marseille: Ramos Penyelamat Menit Akhir, Chevalier Jadi Pahlawan Trofi Trophee des Champions

Drama Adu Penalti PSG vs Marseille: Ramos Penyelamat Menit Akhir, Chevalier Jadi Pahlawan Trofi Trophee des Champions
Drama Adu Penalti PSG vs Marseille: Ramos Penyelamat Menit Akhir, Chevalier Jadi Pahlawan Trofi Trophee des Champions.

JAKARTA - Paris Saint-Germain hampir saja pulang dengan tangan hampa saat menghadapi rival abadinya, Marseille. Namun, drama di menit-menit akhir dan aksi gemilang di adu penalti mengubah segalanya. PSG akhirnya keluar sebagai juara Trophee des Champions setelah bermain imbang 2-2 dan menang telak 4-1 lewat tos-tosan.

Laga yang digelar di Kuwait itu sempat membuat pendukung PSG deg-degan. Marseille bahkan sudah di ambang kemenangan, sebelum Goncalo Ramos dan kiper Lucas Chevalier tampil sebagai penyelamat.

Sejak awal laga, Chevalier sudah menunjukkan kelasnya. Ia sukses menggagalkan sundulan bebas Leonardo Balerdi. Tak lama berselang, tepatnya pada menit ke-13, PSG membuka keunggulan. Berawal dari sapuan buruk pemain Marseille, Vitinha dengan sigap mengirim bola ke Ousmane Dembele yang menuntaskannya dengan sentuhan cantik melewati kiper Geronimo Rulli. PSG unggul 1-0.

Sayangnya, dominasi PSG di babak pertama tak berbuah gol tambahan. Masuk babak kedua, giliran Marseille yang tampil lebih menekan. Chevalier kembali dipaksa bekerja keras, menepis tembakan Igor Paixao sebelum dengan cepat bangkit menutup peluang lanjutan dari Benjamin Pavard di sudut sempit.

PSG sebenarnya nyaris menambah gol saat Desire Doue melepaskan tembakan jarak jauh keras yang membentur tiang. Namun, momentum justru berbalik. Pada menit ke-74, Chevalier terlambat mengantisipasi pergerakan Mason Greenwood di kotak penalti. Wasit menunjuk titik putih dan Greenwood menjalankan tugasnya dengan tenang. Skor imbang 1-1.

Tekanan Marseille terus berlanjut. Tiga menit jelang waktu normal berakhir, umpan silang rendah Hamad Traore malah berujung petaka bagi PSG. Willian Pacho salah mengantisipasi dan bola masuk ke gawang sendiri. Marseille berbalik unggul 2-1 dan tinggal selangkah lagi mengangkat trofi.

Namun, PSG menolak menyerah. Di menit ke-95, Goncalo Ramos muncul sebagai pahlawan. Memanfaatkan sundulan Bradley Barcola, Ramos melepaskan tembakan keras yang tak mampu dibendung Rulli. Gol ini memaksa pertandingan dilanjutkan ke adu penalti.

Di babak penentuan, Ramos kembali membuka keunggulan PSG. Setelah itu, panggung sepenuhnya milik Lucas Chevalier. Kiper muda tersebut sukses menepis dua penalti Marseille, masing-masing dari Matt O’Riley dan Hamad Traore. Desire Doue kemudian memastikan kemenangan PSG lewat eksekusi penaltinya.

Meski kiper Marseille, Rulli, sempat hampir menggagalkan tendangan Vitinha dan Nuno Mendes, PSG tetap menang 4-1 di adu penalti. Hasil ini memastikan Trophee des Champions keempat beruntun bagi klub ibu kota Prancis tersebut, sekaligus menjadi trofi ketiga mereka musim ini.

Fakta Menarik dari Laga PSG vs Marseille

Kemenangan ini menegaskan mental baja PSG saat adu penalti. Sepanjang musim 2025-2026, tiga trofi yang mereka raih semuanya ditentukan lewat adu penalti, termasuk Piala Super dan Piala Interkontinental.

Lucas Chevalier juga menebus kesalahannya di waktu normal dengan catatan impresif. Jika dihitung sejak Piala Super, ia sudah mencatatkan tiga penyelamatan penalti musim ini.

Sementara itu, Goncalo Ramos kembali membuktikan diri sebagai spesialis gol krusial. Enam dari 10 gol terakhirnya bersama PSG tercipta di menit ke-90 ke atas. Artinya, sekitar 28 persen golnya untuk PSG lahir di momen-momen genting.

Secara statistik, laga ini berjalan cukup seimbang. Kedua tim sama-sama melepaskan 17 tembakan dan enam di antaranya mengarah ke gawang. Marseille bahkan unggul tipis dalam peluang gol berdasarkan expected goals dengan angka 2,02 berbanding 1,8. Meski begitu, pengalaman dan ketenangan PSG di adu penalti kembali menjadi pembeda.

Bagi PSG, ini bukan sekadar kemenangan. Ini adalah bukti bahwa mereka selalu punya cara untuk bangkit, bahkan ketika gelar juara tampak tinggal hitungan detik untuk lepas.