Berita BorneoTribun: Inflasi hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Inflasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inflasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Februari 2026

BI Jaga Rupiah dan Inflasi Meski Modal Asing Bisa Kabur

BI Jaga Rupiah dan Inflasi Meski Modal Asing Bisa Kabur. (GAMBAR ILUSTRASI)
BI Jaga Rupiah dan Inflasi Meski Modal Asing Bisa Kabur. (GAMBAR ILUSTRASI)

JAKARTA -- Belakangan ini, kabar soal modal asing yang bisa kabur dari Indonesia lagi bikin heboh. Penyebabnya, rating outlook surat utang kita sempat diturunin jadi negatif. Bagi sebagian orang, ini kedengeran serem, karena bisa bikin nilai rupiah anjlok dan harga barang naik.

Tapi santai dulu, Bank Indonesia langsung turun tangan. Mereka bilang, stabilitas rupiah dan inflasi tetap jadi prioritas utama. BI juga pastiin sistem keuangan kita masih kuat menghadapi gejolak global. Intinya, BI nggak mau ekonomi terombang-ambing cuma gara-gara kabar buruk dari luar negeri.

Nah, kenapa ini penting banget buat kita sehari-hari? Kalau rupiah stabil, harga barang nggak bakal naik seenaknya. Inflasi terkendali bikin daya beli tetap aman, jadi dompet nggak kaget tiap belanja bulanan. Dengan kata lain, kebijakan BI ini langsung berdampak ke hidup kita, meski kita nggak pegang surat utang atau saham.

Untuk investor, momen kayak gini sebenernya jadi pengingat buat tetap cerdas. Diversifikasi investasi bisa bikin risiko lebih aman kalau pasar lagi nggak stabil. Buat masyarakat umum, cukup ngerti tren ekonomi dan pergerakan harga, supaya bisa atur pengeluaran lebih bijak.

Menariknya, BI juga udah ngecek ketahanan perbankan dan sistem keuangan nasional. Hasilnya, modal perbankan masih kuat dan hampir semua indikator tetap stabil. Jadi walaupun modal asing ada yang cabut, kita nggak perlu panik. Ekonomi Indonesia punya bantalan yang oke buat tetap bertahan.

Kesimpulannya, walaupun ada risiko modal asing kabur, BI udah siap jaga rupiah dan inflasi. Yang penting buat kita, tetap update soal ekonomi, kelola keuangan dengan smart, dan jangan panik tiap ada berita gejolak pasar. Dengan begitu, hidup sehari-hari tetap tenang, dompet aman, dan kita bisa jalan terus tanpa drama harga naik-turun.

Kamis, 04 September 2025

Pemprov Kalbar siapkan strategi besar kendalikan inflasi dan jaga harga pangan tetap stabil

Pemprov Kalbar terus berkomitmen mengendalikan inflasi dan memperkuat ketahanan pangan melalui Gerakan Pangan Murah serta sinergi dengan pemerintah pusat.
Pemprov Kalbar terus berkomitmen mengendalikan inflasi dan memperkuat ketahanan pangan melalui Gerakan Pangan Murah serta sinergi dengan pemerintah pusat. (Background gambar ilustrasi)

Pontianak – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan pangan. Langkah nyata ini terlihat dari partisipasi aktif Gubernur Kalbar, Ria Norsan, yang bersama Sekretaris Daerah dan jajaran pimpinan terkait menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, pada Selasa (2/9/2025).

Rakor ini tidak hanya diikuti Pemprov Kalbar, tetapi juga seluruh pemerintah daerah di Indonesia serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD). Forum ini menjadi ruang strategis bagi pemerintah pusat dan daerah untuk mencari solusi bersama menghadapi tantangan inflasi dan isu-isu nasional yang sedang berkembang.

Mendagri Ingatkan Pentingnya Respon Cepat Kepala Daerah

Dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian menyinggung situasi nasional yang belakangan ini cukup menyita perhatian. Ia menyebutkan bahwa sejak 25 Agustus lalu, telah terjadi aksi massa di berbagai daerah yang mengakibatkan kerusakan fasilitas publik hingga kantor pemerintahan.

“Setidaknya ada 107 titik aksi di 30 provinsi yang tercatat sejak akhir Agustus. Kerusakan terjadi cukup serius, mulai dari pembakaran kantor hingga perusakan fasilitas umum,” ungkap Tito.

Menurut Tito, Presiden Prabowo sudah mengambil langkah cepat dengan menggelar rapat internal kabinet, bertemu tokoh ormas dan agama, serta berdiskusi dengan pimpinan partai politik. Langkah ini, kata Tito, harus menjadi contoh bagi para kepala daerah.

“Saya mengimbau gubernur, bupati, hingga wali kota untuk sigap merespons isu yang berkembang di daerahnya masing-masing. Jangan sampai terlambat. Kepemimpinan daerah harus seiring dengan langkah nasional,” tegas Mendagri.

Inflasi Jadi Isu Utama: Stabilitas Harga Bahan Pokok Harus Dijaga

Selain membahas soal aksi massa, Rakor ini juga menyoroti inflasi yang masih menjadi tantangan besar bagi ekonomi nasional maupun daerah. Tito menekankan bahwa pemerintah daerah memiliki peran vital dalam mengendalikan inflasi agar daya beli masyarakat tetap terjaga.

“Inflasi yang terkendali berpengaruh langsung pada kesejahteraan rakyat. Kalau harga naik terus, masyarakat akan terbebani. Karena itu, pemerintah daerah harus fokus menjaga ketersediaan bahan pokok dan kelancaran distribusi,” jelasnya.

Inflasi yang terlalu tinggi bisa menekan daya beli, sementara inflasi yang terkendali akan menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Di sinilah peran aktif pemerintah daerah diuji, terutama dalam memastikan harga sembako tidak melonjak di pasar.

Menko Pangan: Indonesia Surplus 3 Juta Ton Gabah

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memberikan kabar positif terkait produksi pangan nasional. Menurutnya, Indonesia saat ini berada dalam posisi surplus produksi beras.

“Produksi nasional tahun ini mencapai sekitar 33 juta ton gabah, sementara kebutuhan dalam negeri hanya 30 juta ton. Artinya, kita surplus lebih dari 3 juta ton,” ujar Zulhas.

Ia menambahkan, tahun lalu Indonesia masih melakukan impor beras, namun tahun ini impor tidak diperlukan karena produksi dalam negeri mencukupi. Upaya Bulog dalam pengadaan beras, menurutnya, juga menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas harga di pasar.

Selain itu, Zulhas menekankan pentingnya percepatan swasembada pangan di daerah melalui pemberdayaan masyarakat, koperasi desa, serta pembangunan kawasan pangan berkelanjutan. “Kunci ketahanan pangan ada di masyarakat. Jika desa-desa bisa mandiri pangan, maka ketahanan nasional semakin kuat,” tegasnya.

Langkah Konkret Pemprov Kalbar: Gerakan Pangan Murah

Pemprov Kalimantan Barat sendiri tidak tinggal diam. Melalui kerja sama dengan Bulog, pemerintah provinsi secara rutin menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM). Program ini terbukti mendapat sambutan hangat dari masyarakat karena mampu menyediakan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibandingkan pasar biasa.

“GPM ini menjadi solusi nyata bagi warga, terutama mereka yang terdampak kenaikan harga. Dengan harga lebih murah, daya beli masyarakat bisa tetap terjaga,” jelas Gubernur Ria Norsan.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya membantu masyarakat kalangan menengah ke bawah, tetapi juga berkontribusi besar dalam menjaga stabilitas inflasi di Kalbar. Ke depan, GPM akan terus diperluas ke berbagai kabupaten/kota agar manfaatnya lebih merata.

Kolaborasi Pusat dan Daerah Jadi Kunci

Dalam forum tersebut, Pemprov Kalbar menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat. Ria Norsan menyebutkan bahwa pengendalian inflasi dan penguatan ketahanan pangan bukanlah pekerjaan yang bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah.

“Harus ada sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat, daerah, Bulog, hingga masyarakat. Program seperti Gerakan Pangan Murah menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” ujar Ria.

Ia optimis bahwa dengan strategi proaktif dan kerja sama lintas lembaga, Kalbar bisa berkontribusi lebih besar dalam menjaga stabilitas harga serta mendukung program swasembada pangan nasional.

Harapan untuk Masyarakat Kalbar

Gubernur Ria Norsan berharap, upaya yang sedang dilakukan tidak hanya menjaga stabilitas harga bahan pokok, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi daerah dalam jangka panjang.

“Kami ingin masyarakat Kalbar tidak hanya merasakan harga yang stabil, tapi juga punya ketahanan pangan yang kuat. Ini penting untuk kesejahteraan jangka panjang,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa berbagai langkah yang dilakukan saat ini adalah investasi untuk masa depan Kalbar. Jika inflasi terkendali dan pangan selalu tersedia, maka masyarakat tidak hanya terbantu dari sisi ekonomi, tetapi juga mendapatkan rasa aman.

Analisis: Mengapa Inflasi dan Ketahanan Pangan Penting?

Bagi masyarakat awam, mungkin masih bertanya: mengapa pemerintah begitu fokus pada inflasi dan ketahanan pangan?

  1. Inflasi memengaruhi daya beli. Jika harga sembako naik terus, gaji atau pendapatan masyarakat tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

  2. Ketahanan pangan menjamin ketersediaan bahan pokok. Dengan stok pangan yang cukup, masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan yang bisa memicu kenaikan harga.

  3. Ekonomi daerah lebih stabil. Jika inflasi terkendali, investasi dan kegiatan ekonomi akan lebih lancar.

  4. Kesejahteraan masyarakat meningkat. Harga stabil berarti masyarakat bisa hidup lebih tenang tanpa terbebani oleh lonjakan biaya hidup.

Langkah Pemprov Kalbar dalam memperkuat pengendalian inflasi dan menjaga ketahanan pangan merupakan bagian dari upaya besar pemerintah untuk melindungi rakyat. Dukungan pusat melalui arahan Mendagri Tito Karnavian dan Menko Pangan Zulkifli Hasan semakin mempertegas bahwa isu pangan dan inflasi adalah agenda nasional yang tidak bisa ditunda.

Melalui program konkret seperti Gerakan Pangan Murah, sinergi antarinstansi, serta partisipasi aktif dalam rapat koordinasi nasional, Kalimantan Barat menunjukkan keseriusannya dalam menjaga kesejahteraan rakyat.

Dengan strategi ini, harapan besar terbuka bahwa masyarakat Kalbar dapat merasakan manfaat nyata berupa harga sembako yang stabil, ketersediaan pangan yang terjamin, dan ekonomi daerah yang semakin tangguh.

Minggu, 03 Agustus 2025

Inflasi Kalimantan Barat Juli 2025 Terkendali, Sekda Harisson Apresiasi Peran Data BPS dalam Pembangunan

Inflasi Kalimantan Barat Juli 2025 Terkendali, Sekda Harisson Apresiasi Peran Data BPS dalam Pembangunan
Sekda Kalbar apresiasi BPS atas penyampaian data inflasi dan pembangunan Juli 2025. Inflasi terkendali, pariwisata tumbuh, ekspor hadapi tantangan. Data jadi dasar kebijakan strategis Kalimantan Barat.

PONTIANAK - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menunjukkan komitmen tinggi terhadap keterbukaan informasi publik dan data pembangunan yang akurat. 

Hal ini ditunjukkan dengan apresiasi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalbar, dr. Harisson, M.Kes., terhadap Badan Pusat Statistik (BPS) atas penyampaian Berita Resmi Statistik (BRS) bulan Juli 2025.

Transparansi dan Arah Pembangunan: Sekda Apresiasi BPS Kalbar

BPS Provinsi Kalimantan Barat kembali merilis Berita Resmi Statistik (BRS) secara virtual. Kegiatan ini mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah Provinsi Kalbar, yang ditunjukkan dengan hadirnya Sekretaris Daerah, dr. Harisson, M.Kes di Ruang Data Analisis, Kantor Gubernur Kalbar Pada Jumat (1/8/2025) kemarin.

Dalam pernyataannya, Sekda menekankan bahwa data statistik yang transparan, akurat, dan terkini sangat penting untuk mendukung perencanaan dan evaluasi program-program pembangunan daerah.

“Pembangunan saat ini sangat menekankan pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat dalam pemerintahan,” ujar Harisson.

Inflasi Kalbar Juli 2025 Terkendali: 2,14 Persen YoY

Kepala BPS Kalimantan Barat, Muh Saichudin, S.Si., M.Si., melaporkan bahwa tingkat inflasi tahunan (year-on-year/yoy) di Provinsi Kalbar pada Juli 2025 mencapai 2,14 persen, dengan inflasi bulanan (month-to-month/mtm) sebesar 0,47 persen.

Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi tahunan dengan andil 1,39 persen. Komoditas utama yang memicu kenaikan harga antara lain:

  • Minyak goreng

  • Bawang merah

  • Ikan kembung

  • Ikan tongkol

  • Udang basah

  • Ikan baung

Untuk inflasi bulanan, komoditas penyumbangnya adalah:

  • Beras

  • Cabai rawit

  • Daging ayam ras

  • Bawang merah

  • Tomat

“Inflasi masih tergolong terkendali. Kenaikan harga didorong terutama oleh kebutuhan pangan dan biaya pendidikan menjelang tahun ajaran baru,” jelas Saichudin.

Ekonomi Kalbar 2025: Stabil dengan Tantangan Ekspor

Menurut BPS, kondisi perekonomian Kalimantan Barat pertengahan tahun 2025 menunjukkan dinamika yang kompleks. Ada sektor-sektor yang tumbuh kuat, namun juga ada tantangan yang harus dihadapi.

  • Sektor pertanian menunjukkan pemulihan, terlihat dari perbaikan Nilai Tukar Petani (NTP) khususnya pada subsektor tanaman pangan.

  • Sektor pariwisata mengalami lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara dan peningkatan tingkat hunian hotel.

Namun, tantangan datang dari sektor ekspor, yang meskipun stabil secara bulanan, mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun lalu.

“Ini menandakan bahwa tantangan di pasar global masih nyata dan perlu respons kebijakan yang tepat,” ujar Kepala BPS Kalbar.

Sekda Harisson: Data Statistik Jadi Dasar Pembangunan Strategis

Sekretaris Daerah Kalimantan Barat menyatakan bahwa data yang akurat adalah dasar dari kebijakan yang efektif. Ia juga menekankan bahwa RPJPD (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah) dan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) akan terus menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan provinsi.

“Perencanaan pembangunan tidak hanya soal apa yang kita lakukan hari ini, tetapi ke mana arah pembangunan kita ke depan,” tegas Harisson.

Ia juga menekankan bahwa kebijakan publik harus mencerminkan kebutuhan riil masyarakat, dan oleh karena itu harus berbasis pada data faktual dari lembaga yang kredibel seperti BPS.

BPS: Pilar Data Resmi di Tengah Era Digital

Sekda juga mengingatkan seluruh perangkat daerah untuk benar-benar memahami dan memanfaatkan data yang disampaikan BPS. Lembaga ini memiliki posisi strategis dalam menghadirkan data statistik dasar yang menjadi rujukan nasional dan internasional, termasuk di lingkup ASEAN.

“Data dari BPS merupakan potret nyata kondisi masyarakat. Ini adalah landasan penting dalam mengambil kebijakan yang tepat sasaran,” jelas Harisson.

Manfaat Data Statistik bagi Masyarakat dan Pemerintah

1. Penyusunan Kebijakan yang Lebih Tepat

Dengan data yang akurat, pemerintah bisa menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Misalnya, ketika harga beras naik, intervensi pemerintah bisa difokuskan pada distribusi atau subsidi pangan.

2. Evaluasi Program Pembangunan

Melalui indikator seperti inflasi, NTP, dan angka kunjungan wisatawan, pemerintah bisa menilai seberapa efektif program yang telah dijalankan.

3. Transparansi dan Partisipasi Publik

Data yang terbuka akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah dan mendorong partisipasi aktif dalam proses pembangunan.

Tantangan Ekonomi Daerah dan Solusi Berbasis Data

Di tengah ketidakpastian global, Kalimantan Barat tetap menunjukkan daya tahan ekonomi. Namun, penurunan ekspor menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk melakukan diversifikasi pasar dan meningkatkan nilai tambah produk ekspor.

Beberapa langkah strategis yang bisa diambil:

  • Mengembangkan industri pengolahan hasil pertanian dan perikanan

  • Memperluas akses pasar luar negeri melalui kerja sama antarprovinsi dan internasional

  • Meningkatkan kualitas infrastruktur dan logistik ekspor

Kegiatan penyampaian Berita Resmi Statistik ini tidak hanya menjadi rutinitas formal, tetapi juga menjadi wujud nyata dari sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga statistik nasional.

Harisson menutup sambutannya dengan pesan khusus:

Saya minta kepada seluruh kepala dinas dan jajarannya untuk benar-benar memperhatikan serta memahami data yang dirilis oleh BPS.”

Jumat, 02 Mei 2025

Guncangan May Day 2025: Janji Prabowo Hapus Outsourcing, Inflasi Naik, Jurnalis Dianiaya, hingga Kasus Pembunuhan Tragis

Guncangan May Day 2025: Janji Prabowo Hapus Outsourcing, Inflasi Naik, Jurnalis Dianiaya, hingga Kasus Pembunuhan Tragis
Guncangan May Day 2025: Janji Prabowo Hapus Outsourcing, Inflasi Naik, Jurnalis Dianiaya, hingga Kasus Pembunuhan Tragis.

JAKARTA - Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) tahun 2025 diwarnai dengan berbagai peristiwa besar dan penuh dinamika di Indonesia. Dari janji mengejutkan Presiden terpilih Prabowo Subianto yang berkomitmen menghapus sistem outsourcing demi keadilan bagi buruh, hingga kabar inflasi yang meroket akibat kenaikan tarif listrik dan harga emas dunia. 

Tak hanya itu, dunia pers juga dikejutkan oleh tindakan kekerasan terhadap jurnalis yang tengah meliput unjuk rasa buruh di Semarang.

Di tengah hiruk-pikuk isu ketenagakerjaan dan ekonomi, publik juga diguncang oleh kasus pembunuhan sadis di Wonogiri yang kembali menyoroti lemahnya perlindungan terhadap perempuan. Sebagai tambahan, BMKG mencatat suhu ekstrem hingga 37 derajat Celsius di beberapa wilayah, memicu kekhawatiran terkait dampaknya pada kesehatan dan sektor pertanian.

Artikel ini akan mengulas secara menyeluruh berbagai peristiwa tersebut, mengungkap dampaknya terhadap masyarakat, serta menyoroti pentingnya peran aktif pemerintah dan warga dalam menghadapi tantangan nasional yang kian kompleks.

Prabowo Umumkan Rencana Penghapusan Sistem Outsourcing: Langkah Besar untuk Perlindungan Buruh

Presiden terpilih Prabowo Subianto membuat gebrakan besar dalam pidato peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang digelar di Monas, Jakarta. Dalam pidato tersebut, Prabowo menyatakan komitmennya untuk menghapus sistem outsourcing atau alih daya, khususnya di sektor-sektor yang dianggap merugikan para pekerja.

Menurut Prabowo, sistem outsourcing selama ini telah menciptakan ketidakpastian kerja, upah yang tidak layak, dan tidak adanya jaminan kesejahteraan jangka panjang bagi para buruh. Ia menegaskan bahwa ke depan, pemerintahannya akan menata ulang sistem ketenagakerjaan agar lebih berpihak kepada para pekerja.

Langkah ini disambut antusias oleh banyak serikat buruh, yang selama ini menuntut penghapusan sistem outsourcing. Mereka menyebut bahwa janji Prabowo ini merupakan angin segar bagi buruh, meskipun mereka tetap meminta pemerintah untuk membuat payung hukum yang jelas dan tegas agar implementasinya tidak setengah hati.

Namun, dari sisi pengusaha, beberapa pihak menyuarakan kekhawatiran bahwa penghapusan outsourcing bisa menambah beban biaya operasional perusahaan. Oleh karena itu, dibutuhkan kebijakan transisi yang adil bagi kedua belah pihak agar sistem ketenagakerjaan Indonesia lebih berimbang dan berkeadilan.

Inflasi April 2025 Capai 1,17%: Tarif Listrik Naik, Harga Emas Melonjak

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa inflasi Indonesia pada bulan April 2025 mencapai angka 1,17 persen. Kenaikan ini terbilang cukup tinggi jika dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya dan dipicu oleh dua faktor utama, yaitu naiknya tarif dasar listrik dan melonjaknya harga emas dunia.

Kenaikan tarif listrik diberlakukan untuk menyesuaikan biaya operasional PLN dan mengurangi beban subsidi pemerintah. Meski dianggap wajar oleh sebagian kalangan, kenaikan ini berdampak langsung pada pengeluaran rumah tangga, terutama bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.

Sementara itu, harga emas mengalami lonjakan karena ketidakpastian ekonomi global. Banyak investor yang beralih ke emas sebagai aset lindung nilai, sehingga permintaan meningkat dan memicu lonjakan harga. Kondisi ini membuat harga perhiasan dan logam mulia di pasaran domestik ikut terdongkrak.

Inflasi ini memicu kekhawatiran soal daya beli masyarakat yang semakin menurun. Beberapa analis menyarankan agar pemerintah segera merespons dengan bantuan sosial tambahan, pengendalian harga bahan pokok, dan pengawasan distribusi logistik agar inflasi tidak melonjak lebih tinggi di bulan-bulan mendatang.

Kekerasan Terhadap Jurnalis: Wartawan Tempo Dibanting Saat Meliput May Day di Semarang

Salah satu peristiwa yang mengejutkan publik hari ini datang dari Semarang. Dalam aksi peringatan Hari Buruh, seorang wartawan Tempo mengalami kekerasan fisik saat sedang meliput unjuk rasa. Wartawan tersebut dibanting oleh aparat keamanan ketika sedang merekam proses penangkapan salah satu demonstran.

Insiden ini langsung memicu kecaman dari banyak organisasi pers dan masyarakat sipil. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Dewan Pers mendesak pihak kepolisian untuk segera mengusut insiden tersebut dan memberikan perlindungan hukum kepada jurnalis yang menjadi korban.

Kebebasan pers di Indonesia sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999. Dalam UU tersebut, disebutkan bahwa jurnalis berhak mendapatkan perlindungan hukum selama menjalankan tugas jurnalistik. Kekerasan terhadap jurnalis bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga mencederai demokrasi dan kebebasan berekspresi.

Polisi sendiri mengaku akan menyelidiki insiden ini dan menindak tegas oknum yang melakukan pelanggaran. Namun, publik tetap berharap agar kejadian seperti ini tidak terulang dan jurnalis bisa menjalankan tugasnya tanpa rasa takut.

Kasus Tragis di Wonogiri: Wanita Dibunuh dan Dicor Karena Minta Dinikahi

Sebuah kasus pembunuhan yang sangat tragis dan memprihatinkan terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Seorang wanita ditemukan tewas dengan tubuh yang dicor menggunakan semen. Pelaku utama dari kasus ini adalah pria yang memiliki hubungan dekat dengan korban.

Motif pembunuhan diduga karena korban meminta pelaku untuk menikahinya, namun permintaan tersebut ditolak. Diduga pelaku merasa tertekan dan akhirnya memilih jalan kekerasan yang berujung pada pembunuhan keji.

Kasus ini langsung viral di media sosial dan memicu kemarahan warganet. Banyak yang menyoroti lemahnya perlindungan terhadap perempuan, serta menuntut agar pelaku dihukum seberat-beratnya.

Kasus ini juga membuka kembali diskusi publik tentang pentingnya edukasi mengenai hubungan yang sehat dan penanganan emosi dalam menghadapi tekanan sosial. Pemerintah daerah dan lembaga perlindungan perempuan diharapkan lebih proaktif dalam memberikan sosialisasi, perlindungan hukum, dan layanan psikologis kepada korban kekerasan berbasis gender.

Suhu Ekstrem di Indonesia: BMKG Catat Temperatur Capai 37°C

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan bahwa beberapa wilayah di Indonesia mengalami suhu udara ekstrem yang mencapai hingga 37 derajat Celsius. Kondisi ini dipicu oleh musim kemarau yang datang lebih awal serta pengaruh fenomena El Nino yang masih terasa.

Wilayah seperti Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, dan beberapa daerah di Nusa Tenggara dilaporkan mengalami peningkatan suhu yang cukup drastis. BMKG mengimbau masyarakat untuk menjaga kondisi tubuh dengan tetap terhidrasi, tidak beraktivitas terlalu lama di bawah sinar matahari, serta mengenakan pakaian yang nyaman dan menyerap keringat.

Suhu ekstrem ini juga berdampak pada sektor pertanian, di mana beberapa petani mulai melaporkan gagal panen karena tanah yang terlalu kering. Pemerintah daerah diminta untuk menyalurkan bantuan air bersih dan irigasi darurat untuk membantu warga.

Berbagai peristiwa di atas menunjukkan bahwa Indonesia tengah menghadapi tantangan yang kompleks, mulai dari kebijakan ekonomi, perlindungan tenaga kerja, hingga isu-isu kemanusiaan dan lingkungan. Penting bagi masyarakat untuk terus mengikuti perkembangan berita dan menyuarakan aspirasi secara damai dan konstruktif.

Semoga pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dapat bekerja sama untuk menciptakan Indonesia yang lebih adil, aman, dan sejahtera bagi semua. Jika kamu ingin update lebih lanjut atau berita dari topik tertentu, tinggal bilang aja ya!

Selasa, 25 Maret 2025

Gerakan Pangan Murah di Pontianak: Upaya Pemerintah Kendalikan Inflasi dan Stabilitas Harga

Gerakan Pangan Murah di Pontianak Upaya Pemerintah Kendalikan Inflasi dan Stabilitas Harga
Gerakan Pangan Murah di Pontianak: Upaya Pemerintah Kendalikan Inflasi dan Stabilitas Harga.

Pontianak – Dalam upaya mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas harga pangan, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) bersama Tim Penggerak PKK Provinsi Kalbar menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Jalan Adisucipto, Pontianak, pada Selasa (25/03). 

Kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Polda Kalimantan Barat yang turut hadir dalam pembukaan acara.

Acara ini dihadiri oleh berbagai pejabat daerah, di antaranya Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalbar, Ny. Dr. (Cand) Hj. Erlina Ria Norsan, S.H., M.H., Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalbar, Ir. Herti Herawati, MMA., serta jajaran Satgas Pangan Polda Kalbar. Selain itu, hadir pula Wakil Ketua TP PKK Kota Pontianak, Ketua TP PKK Kabupaten Kubu Raya, serta perwakilan PKK dari berbagai kecamatan di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya.

Menyediakan Bahan Pangan dengan Harga Terjangkau

Gerakan Pangan Murah bertujuan untuk menyediakan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau bagi masyarakat. Ini merupakan langkah intervensi pemerintah dalam menghadapi lonjakan harga kebutuhan pokok yang terjadi belakangan ini. Program ini menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah guna memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga.

Berbagai komoditas pangan dijual dengan harga lebih rendah dibanding harga pasar, sehingga masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih ekonomis. Berikut beberapa produk yang tersedia dalam GPM ini:

1. PT. Top Indo Niaga Nusantara

  • Beras cap Gajah 5 kg – Rp60.000,00 per karung

  • Gula merek Gulavit 1 kg – Rp14.000,00 per pcs

  • Minyak goreng merek Rose Brand 1 liter – Rp16.000,00 per pcs

  • Garam merek Papa Koki 500 gr – Rp5.000,00 per pcs

  • Margarin merek Palmia 200 gr – Rp6.000,00 per pcs

  • Sirup merek Marjan 460 ml – Rp19.500,00 per botol

2. Kios Pangan Mandiri Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalbar

  • Paket SPHP (Beras SPHP 5 kg, Gula Rose Brand 1 kg, Minyak Goreng Rose Brand 1 liter) – Rp96.000,00 per paket

  • Paket Lokal (Beras Lokal 5 kg, Gula Rose Brand 1 kg, Minyak Goreng Rose Brand 1 liter) – Rp89.000,00 per paket

3. PT. Charoen Pokphand

  • Ayam Beku – Rp32.000,00 s.d. Rp49.000,00 per bungkus

  • Bebek Beku – Rp54.500,00 s.d. Rp59.500,00 per bungkus

  • Beras merek Bahien 5 kg – Rp77.000,00 per karung

  • Minyak Goreng merek Rose Brand 1 liter – Rp20.000,00 per pcs

  • Minyak Goreng merek Rose Brand 2 liter – Rp40.000,00 per pcs

4. Rajawali Nusindo

  • Minyak Goreng merek Minyakita 1 liter – Rp15.700,00 per pcs

Dukungan Polda Kalbar dalam Pengawasan Harga

Dalam kegiatan ini, Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Dr. Bayu Suseno, S.H., S.I.K., M.M., M.H., menyampaikan bahwa Satgas Pangan Polda Kalbar turut melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan Gerakan Pangan Murah untuk memastikan kelancaran distribusi serta mencegah adanya spekulasi harga yang dapat merugikan masyarakat.

“Kami mendukung penuh program ini sebagai langkah nyata dalam mengendalikan inflasi dan memastikan masyarakat memiliki akses terhadap pangan dengan harga terjangkau. Kami juga akan terus mengawasi distribusi bahan pangan agar tidak ada oknum yang mencoba memanfaatkan situasi ini untuk keuntungan pribadi,” ujar Kombes Pol Dr. Bayu Suseno.

Manfaat Gerakan Pangan Murah bagi Masyarakat

Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat, terutama yang berpenghasilan rendah, dapat lebih mudah memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih bersahabat. Selain itu, langkah ini juga menjadi bentuk sinergi antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan aparat keamanan dalam menjaga kesejahteraan masyarakat Kalimantan Barat.

Gerakan Pangan Murah ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak wilayah, sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat. Dengan komitmen bersama, kestabilan harga pangan dapat terus terjaga demi kesejahteraan masyarakat Kalbar.**

Kamis, 26 September 2024

Strategi Pengendalian Inflasi di Kalimantan Barat: Apresiasi untuk TPID dan BI dalam Menjaga Stabilitas Harga

Strategi Pengendalian Inflasi di Kalimantan Barat: Apresiasi untuk TPID dan BI dalam Menjaga Stabilitas Harga
Strategi Pengendalian Inflasi di Kalimantan Barat: Apresiasi untuk TPID dan BI dalam Menjaga Stabilitas Harga.
PONTIANAK - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), menggelar kegiatan Capacity Building terkait strategi pengendalian inflasi daerah untuk Semester II Tahun 2024. Acara ini diadakan di Aula Keriang Bandong, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, pada Kamis, 26 September 2024.

Dalam sambutannya, Penjabat (Pj.) Gubernur Kalimantan Barat, Harisson, memberikan apresiasi kepada seluruh anggota TPID yang telah berperan penting dalam menjaga inflasi di Kalbar tetap terkendali. Pada bulan Agustus 2024, inflasi di Kalimantan Barat tercatat sebesar 1,47%, melandai dibandingkan bulan Juli 2024 yang mencapai 1,58%. Ini masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional, yaitu 2,5±1%.

Strategi Pengendalian Inflasi di Kalimantan Barat: Apresiasi untuk TPID dan BI dalam Menjaga Stabilitas Harga
Strategi Pengendalian Inflasi di Kalimantan Barat: Apresiasi untuk TPID dan BI dalam Menjaga Stabilitas Harga.
“Saya mengucapkan terima kasih atas sinergi dari TPID Provinsi dan TPID Kabupaten/Kota, serta komitmen Kantor Perwakilan Bank Indonesia. Berkat kerja sama yang solid, kita mampu menghadapi tantangan ekonomi global dan ketidakpastian politik yang bisa memicu inflasi global,” ujar Harisson.

Lebih lanjut, Harisson juga menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo sempat berkunjung ke Pasar Mawar di Pontianak. Saat itu, Presiden mengecek harga bawang merah di pasar tersebut, dan hasilnya harga terbilang sangat terjangkau. Ini menunjukkan bahwa pengendalian harga di Kalbar sudah berjalan baik.

“Fakta bahwa harga bawang di Kalbar hampir sama dengan harga di Pulau Jawa menunjukkan keberhasilan kita dalam menjaga stabilitas harga,” jelasnya.

Harisson juga menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari penerapan strategi 4K, yaitu: 
  1. Keterjangkauan harga,  
  2. Ketersediaan bahan pokok,  
  3. Kelancaran distribusi, dan  
  4. Komunikasi yang efektif antar pemangku kepentingan (stakeholder).

“Strategi ini sangat penting untuk terus dijaga demi stabilitas inflasi yang berkelanjutan,” tambahnya.

Capaian Deflasi di Kalimantan Barat

Dalam kesempatan tersebut, Harisson membeberkan data dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat yang menunjukkan deflasi sebesar 0,25% pada Agustus 2024 (mtm). Ini lebih dalam dari rata-rata deflasi historis pada Agustus selama tiga tahun terakhir yang sebesar 0,10%. Deflasi ini terutama disebabkan oleh penurunan harga makanan, minuman, tembakau (seperti daging ayam, bawang merah, tomat, sawi hijau, dan udang basah), serta penurunan tarif angkutan udara setelah puncak liburan.

Strategi Pengendalian Inflasi di Kalimantan Barat: Apresiasi untuk TPID dan BI dalam Menjaga Stabilitas Harga
Strategi Pengendalian Inflasi di Kalimantan Barat: Apresiasi untuk TPID dan BI dalam Menjaga Stabilitas Harga.
Namun, inflasi tetap terjadi pada kelompok penyediaan makanan dan minuman di restoran, terutama untuk komoditas air kemasan dan kopi bubuk. Hal ini didorong oleh tingginya aktivitas masyarakat di warung-warung kopi, khususnya di Pontianak.

“Melalui Capacity Building ini, saya ingin mengingatkan pentingnya memahami penyebab inflasi di setiap daerah agar penanganannya bisa dilakukan dengan cepat dan tepat,” tutup Harisson.

Kamis, 15 Agustus 2024

Operasi Pasar HUT RI ke-79, Upaya Pemprov Tekan Inflasi dan Menjaga Stabilitas Harga

Operasi Pasar HUT RI ke-79, Upaya Pemprov Tekan Inflasi dan Menjaga Stabilitas Harga
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) menggelar operasi pasar di Pasar Kemuning, Pontianak Selatan.
PONTIANAK - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) menggelar operasi pasar di Pasar Kemuning, Pontianak Selatan. 

Acara ini tidak hanya untuk merayakan kemerdekaan, tetapi juga sebagai langkah konkret dalam menjaga stabilitas harga dan menekan inflasi di Kalbar.

Penjabat Ketua PKK Kalbar, Windy Prihastari Harisson, menjelaskan bahwa operasi pasar ini merupakan bagian dari serangkaian kegiatan yang dirancang untuk merayakan HUT RI sekaligus menanggulangi isu ekonomi lokal yang krusial, seperti inflasi di Kalbar. 

"Operasi pasar ini menjadi salah satu cara kami memperingati kemerdekaan sekaligus mengatasi tantangan ekonomi seperti inflasi. Sejak awal tahun ini, kami telah melakukan 80 operasi pasar di berbagai kabupaten dan kota se-Kalbar," ujar Windy di Pontianak, Selasa.

Harga Lebih Rendah, Masyarakat Lebih Terbantu

Dalam operasi pasar tersebut, Pemprov Kalbar menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih rendah dari harga pasar. 

Misalnya, gula yang biasanya dijual seharga Rp18.000 per kilogram di pasar umum, dalam operasi pasar ini ditawarkan hanya Rp15.000 per kilogram. 

Langkah ini diharapkan bisa langsung meringankan beban masyarakat, terutama dalam hal biaya kebutuhan sehari-hari.

Selain itu, Pemprov Kalbar juga memberikan sembako gratis kepada warga yang lahir di bulan Agustus. 

Ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus bantuan kepada masyarakat agar mereka bisa merasakan dampak positif dari perayaan kemerdekaan ini.

Komitmen Berkelanjutan untuk Menjaga Kesejahteraan Masyarakat

Windy Prihastari Harisson menambahkan bahwa Pemprov Kalbar berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan sosial seperti ini secara berkelanjutan. 

Hal ini diharapkan bisa membantu masyarakat sekaligus mendukung upaya pengendalian inflasi di Kalbar.

"Kami berkomitmen untuk terus melakukan aksi sosial seperti ini. Harapannya, langkah-langkah ini dapat meringankan beban masyarakat dan mendukung upaya pengendalian inflasi di Kalbar," katanya.

Rabu, 07 Agustus 2024

Pemerintah Berikan Insentif Fiskal bagi Daerah yang Kendalikan Inflasi

Pemerintah Berikan Insentif Fiskal bagi Daerah yang Kendalikan Inflasi
Penyerahan secara simbolis insentif fiskal bagi daerah, pada Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2024, di Jakarta, Senin (05/08/2024). (Foto: Humas Kemenkeu)
Jakarta - Pemerintah kembali mengapresiasi daerah-daerah yang berhasil menjaga stabilitas harga barang dengan memberikan insentif fiskal. Penyerahan insentif ini dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian bersama dengan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara, yang mewakili Menteri Keuangan, pada Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2024 di Jakarta, Senin (5/08/2024).

Menurut Wamenkeu, insentif fiskal ini dirancang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai salah satu upaya untuk mengendalikan inflasi di tingkat daerah. 

"Untuk daerah-daerah yang mampu mengendalikan inflasinya menjadi relatif rendah, maka dikucurkanlah insentif fiskal di tahun anggaran berjalan," ujarnya.

Penghargaan untuk Daerah yang Mampu Mengendalikan Inflasi

Sejak tahun 2023, pemerintah telah mendesain dana insentif daerah dengan memperhatikan inflasi di setiap kabupaten, kota, dan provinsi. 

Sinergi dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah (pemda) sangat penting untuk memastikan inflasi tetap terkendali.

Wamenkeu mengungkapkan bahwa pemerintah pusat telah meluncurkan berbagai program untuk menjaga kestabilan harga, termasuk memberikan subsidi dan kompensasi. 

Di sisi lain, peran pemda sangat penting untuk memantau kondisi lapangan dan ketersediaan barang di pasar.

Memastikan Harga yang Wajar di Pasaran

"Memastikan harga yang di pasar adalah harga yang wajar dan tidak berfluktuasi terlalu cepat adalah peran serta dari pemerintah daerah," kata Wamenkeu. 

Ia menekankan pentingnya pengawasan jalur distribusi dan infrastruktur agar dapat membantu menurunkan harga barang.

Selain itu, Wamenkeu meminta kepala daerah untuk memperhatikan tingkat pertumbuhan ekonomi di daerah masing-masing guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di atas lima persen. 

Program-program dari pemerintah pusat diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat.

Mendorong Pertumbuhan Ekonomi dan Daya Beli

Wamenkeu juga berharap kepala daerah dapat memperhatikan perkembangan dunia usaha di daerah masing-masing, terutama yang bergerak dalam produksi barang dan jasa untuk menyerap tenaga kerja. 

"Dari pemerintah pusat, kami menggunakan APBN sehingga bisa bersinergi membantu perekonomian, membantu masyarakat, rumah tangga, dan dunia usaha," tambahnya.

Pada tahun 2024, jumlah daerah penerima insentif fiskal pengendalian inflasi meningkat menjadi 50 daerah per periode, dibandingkan dengan 33 daerah pada tahun sebelumnya. 

Dari jumlah tersebut, 36 daerah atau sekitar 72 persen merupakan daerah baru yang belum pernah menerima penghargaan kategori pengendalian inflasi pada tahun 2023.

Peluang Besar bagi Daerah untuk Mendapat Insentif

"Ada 14 daerah yang pernah menerima. Artinya, daerah-daerah ini sudah tahu kunci-kuncinya inflasi. Yang menjadi daerah penerima baru, tolong pelajari kunci-kunci itu supaya besok-besok bisa dapat lagi," tandas Wamenkeu.

Dengan adanya insentif fiskal ini, diharapkan daerah-daerah dapat terus berusaha menjaga stabilitas harga barang agar inflasi tetap terkendali, sehingga ekonomi nasional dapat terus bertumbuh dan masyarakat semakin sejahtera. 

Pemberian insentif fiskal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi. 

Dengan kolaborasi yang baik antara pusat dan daerah, diharapkan inflasi dapat terkendali dan perekonomian Indonesia semakin kuat.

Selasa, 06 Agustus 2024

Kolaborasi Kota Pontianak dan Pemkab Kubu Raya untuk Pengendalian Inflasi Daerah

Kolaborasi Kota Pontianak dan Pemkab Kubu Raya untuk Pengendalian Inflasi Daerah
Penjabat Wali Kota Pontianak Ani Sofian meneken MoU kerja sama pengendalian inflasi berbasis di kawasan di Aula Kantor Bupati Kubu Raya.
PONTIANAK - Pemerintah Kota Pontianak dan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya kini menjalin kerja sama strategis untuk mengendalikan inflasi berbasis kawasan. 

Kerja sama ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat di wilayah ini.

Penjabat Wali Kota Pontianak, Ani Sofian, menjelaskan pentingnya menjaga stabilitas inflasi demi kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani. 

"Penurunan inflasi yang berlebihan bisa berdampak buruk bagi petani karena harga pangan terus merosot sementara biaya produksi melonjak naik," ungkap Ani Sofian dalam sebuah pernyataan di Pontianak, Senin. 

"Penting untuk menjaga keseimbangan inflasi agar petani tetap terdorong untuk mengembangkan produksi mereka dan memastikan ketersediaan pangan."

Langkah-langkah Pengendalian Inflasi

Dalam upaya mengendalikan inflasi, Pemerintah Kota Pontianak telah mengadopsi beberapa langkah strategis, termasuk rutin melaksanakan operasi pasar atau gerakan pasar murah. 

Pasar murah ini dinilai efektif dalam menstabilkan harga kebutuhan pokok dan menjaga ketersediaan barang di pasaran. 

Selain itu, koordinasi dengan para distributor juga dilakukan untuk memastikan pasokan kebutuhan pokok saat terjadi kelangkaan.

Komunikasi dengan masyarakat juga menjadi prioritas untuk mencegah kepanikan ketika terjadi kekurangan stok bahan pokok. 

"Sosialisasi untuk mengajak masyarakat berbelanja secara bijak sangat penting," tambah Ani Sofian. 

Selain itu, ia menekankan bahwa Kota Pontianak bergantung pada kabupaten sekitar, khususnya Kabupaten Kubu Raya, dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok.

"Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan tercipta stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok yang memadai bagi masyarakat Kota Pontianak dan sekitarnya," jelasnya.

Sinergi Regional untuk Pengendalian Inflasi

Sementara itu, Pj Bupati Kubu Raya, Kamaruzzaman, mengungkapkan bahwa selain bekerja sama dengan Pemkot Pontianak, pihaknya juga menjalin kerja sama dengan Pemkab Mempawah dalam upaya pengendalian inflasi daerah berbasis kawasan. 

Menurutnya, sinergi ini diharapkan dapat memperkuat pengendalian inflasi di ketiga daerah tersebut, mengingat hubungan erat antara Kabupaten Kubu Raya sebagai pemasok utama bahan pokok dan Kota Pontianak sebagai pusat konsumsi.

"Kami melakukan kerja sama ini untuk saling memberikan penguatan," jelas Kamaruzzaman. 

Kamaruzzaman juga menambahkan bahwa lebih dari separuh komoditas bahan pokok di Kota Pontianak berasal dari Kabupaten Kubu Raya, sehingga sinergi dalam pengelolaan komoditi sangat penting.

"Dalam bahasa sederhana, inflasi itu berkaitan dengan ketersediaan, keterjangkauan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif," terangnya. 

"Hari ini, kami duduk bersama untuk menentukan pemetaan melalui kerja sama dan kesepakatan terkait pengendalian inflasi," tambahnya.

Lebih lanjut, Kamaruzzaman menekankan pentingnya memastikan ketersediaan barang yang dibutuhkan masyarakat dengan harga yang terjangkau, yang dibarengi dengan daya beli masyarakat.

Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi langkah efektif dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya. 

Dengan sinergi yang baik antara pemerintah dan masyarakat, tantangan inflasi dapat diatasi bersama.

Senin, 08 Juli 2024

Operasi Pasar Murah: Upaya Pengendalian Inflasi di Kabupaten Sekadau

Operasi Pasar Murah: Upaya Pengendalian Inflasi di Kabupaten Sekadau
Operasi Pasar Murah: Upaya Pengendalian Inflasi di Kabupaten Sekadau.
SEKADAU - Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Sekadau bekerja sama dengan Perum Bulog Cabang Sanggau menggelar operasi pasar murah di Desa Seberang Kapuas, Kecamatan Sekadau Hilir, Selasa (9/7/2024), . Kegiatan ini bertujuan untuk mengendalikan inflasi daerah di Kabupaten Sekadau.

Operasi pasar murah ini menyediakan bahan pokok seperti beras, gula pasir, dan minyak goreng kemasan dengan total sebanyak 1120 paket. Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Sekadau, Novita, menyampaikan, “Ada 2 jenis paket yang kita jual dalam operasi pasar kali ini. Paket pertama seharga Rp95.000 terdiri dari beras SPHP 5kg, gula pasir 1kg, dan minyak goreng kemasan 1 liter. Sedangkan paket kedua berisi beras SPHP 5kg dan beras premium 5kg seharga Rp130.000.”

Wakil Bupati Sekadau, Subandrio, menjelaskan bahwa operasi pasar ini bertujuan sebagai upaya pengendalian inflasi di Kabupaten Sekadau, khususnya di Desa Seberang Kapuas. "Kami berharap, dengan adanya kegiatan ini, inflasi di daerah kita bisa dikendalikan dan masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari intervensi pemerintah daerah terhadap pangan murah ini," ujar Subandrio.

Ia juga menambahkan bahwa stok yang dibawakan cukup banyak, sehingga diharapkan seluruh penduduk Seberang Kapuas bisa mendapatkan paket murah ini. "Kami berpesan agar masyarakat tetap tertib, karena stok yang dibawakan cukup banyak. Informasi dari Kepala Desa Seberang Kapuas menyebutkan ada lebih dari seribu kepala keluarga di desa ini, jadi semua pasti bisa kebagian paket murah ini," tutupnya.

Manfaat Operasi Pasar Murah

Operasi pasar murah ini sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Selain itu, kegiatan ini juga membantu mengendalikan harga bahan pokok di pasar, sehingga inflasi bisa ditekan. Dengan tersedianya beras, gula, dan minyak goreng kemasan dengan harga yang lebih murah, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.

Operasi pasar murah yang digelar di Desa Seberang Kapuas ini merupakan langkah konkret dari pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi dan membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau. Dengan adanya dukungan dari Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Sekadau dan Perum Bulog Cabang Sanggau, diharapkan kegiatan ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Sekadau.

Mari kita dukung upaya pemerintah dalam mengendalikan inflasi dan membantu masyarakat mendapatkan beras dan bahan pokok lainnya dengan harga yang terjangkau!

Minggu, 25 Februari 2024

Pj Gubernur Kalimantan Barat Ungkap 4 Langkah Atasi Inflasi

Pj Gubernur Kalimantan Barat Ungkap 4 Langkah Atasi Inflasi
Pj Gubernur Kalbar meninjau harga bahan pokok di Pasar Alianyang Singkawang. (Adpim Pemprov Kalbar/Borneotribun)
PONTIANAK - Pj Gubernur Kalimantan Barat, Harisson, telah mengumumkan empat langkah strategis untuk mengendalikan laju inflasi di provinsi tersebut, yang mencakup berbagai aspek, termasuk momen penting dalam kalender keagamaan.

"Untuk jangka panjang, kami telah menerapkan program pasar penyeimbang dan memperbaiki tata niaga guna mempersingkat rantai distribusi, sehingga mengurangi biaya angkutan dan meningkatkan nilai tambah pada komoditas pangan," ujar Harisson di Pontianak, Sabtu lalu.

Dia juga menyoroti langkah-langkah lain, termasuk meningkatkan ketersediaan pasokan pangan melalui program penanaman padi, sayuran, dan intensifikasi budidaya ikan di tingkat rumah tangga serta dukungan pada petani dengan pemberian pupuk dan peralatan pertanian.

"Dalam jangka menengah hingga panjang, kami juga mengusulkan penyusunan rencana pangan terintegrasi di seluruh wilayah untuk memastikan pasokan yang stabil antar daerah dan waktu," tambahnya.

Harisson juga menegaskan pentingnya kelancaran distribusi, termasuk pemantauan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM), serta upaya memperbaiki infrastruktur untuk mengurangi dampak banjir, terutama di daerah sentra produksi.

"Langkah keempat yang kami lakukan adalah meningkatkan komunikasi efektif antara seluruh kabupaten/kota untuk menyelaraskan upaya pengendalian inflasi, terutama menjelang momen-momen penting dalam kalender keagamaan," katanya.

Harisson juga menyoroti beberapa komoditas yang menjadi penyumbang utama inflasi, seperti daging ayam dan transportasi udara, serta peran Bulog Divre Kalbar dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan.

Dalam konteks ini, Harisson menekankan pentingnya koordinasi antara TPID pusat dan daerah dalam mengoptimalkan logistik pangan dan mengacu pada langkah-langkah yang telah diambil oleh pemerintah pusat.

Menanggapi lonjakan penumpang dan harga tiket menjelang Tahun Baru Imlek/Cap Go Meh, TPID Provinsi telah meminta PT. Angkasa Pura II Bandara Supadio Pontianak untuk mengambil tindakan yang diperlukan, seperti menambah frekuensi penerbangan dan jam operasional.

Harisson juga memaparkan perkembangan Indeks Perkembangan Harga (IPH) di Kalbar, yang menunjukkan bahwa beberapa komoditas seperti daging ayam dan cabai merah menjadi pendorong utama inflasi.

"Kita perlu fokus pada daerah dengan IPH tertinggi dan mengintensifkan langkah-langkah pengendalian inflasi di sana," tegasnya.

Dia juga memberikan apresiasi kepada pimpinan daerah, terutama di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara, yang telah bekerja keras untuk menjaga stabilitas harga dan inflasi di wilayah mereka.

Selasa, 13 Februari 2024

Gubernur Kalbar Ungkap Ancaman Kenaikan Harga, Ada Solusi?

Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat, dr. Harisson, M.Kes. (Adpim Pemprov Kalbar/Borneotribun)
Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat, dr. Harisson, M.Kes. (Adpim Pemprov Kalbar/Borneotribun)
PONTIANAK - Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat, dr. Harisson, M.Kes., bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kalbar, Drs. Ignasius IK, S.H., M.Si., serta Kepala Biro Perekonomian Setda Kalbar, Harry Ronaldi Mahaputrawan, S.E., M.M., turut serta dalam Rapat Koordinasi (Rakor) mingguan terkait Pengendalian Inflasi yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri), Jend. Pol. (Purn) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D., melalui zoom meeting di Ruang Data Analisis Kantor Gubernur Kalbar, pada Senin (12/2/2024).

Setelah Rakor melalui zoom meeting, PJ Gubernur Kalbar mengungkapkan bahwa Mendagri menekankan pentingnya menjaga kestabilan harga bahan pokok agar tidak mengalami kenaikan yang signifikan di pasaran.
Rapat Koordinasi (Rakor) mingguan terkait Pengendalian Inflasi yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri), Jend. Pol. (Purn) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D. (Adpim Pemprov Kalbar/Borneotribun)
Rapat Koordinasi (Rakor) mingguan terkait Pengendalian Inflasi yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri), Jend. Pol. (Purn) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D. (Adpim Pemprov Kalbar/Borneotribun)
"Dampak dari cuaca ekstrem seperti El Niño dan faktor lainnya dapat memengaruhi masa tanam atau panen, yang mengakibatkan gagal panen di beberapa wilayah. Oleh karena itu, kita harus terus memastikan ketersediaan stok bahan pokok," ungkapnya.

Diketahui, saat ini terdapat peningkatan harga bahan pokok di sejumlah wilayah Kalimantan Barat, khususnya harga beras premium dan bawang merah.

"Kami akan melakukan inspeksi mendadak ke distributor-distributor untuk mencegah penimbunan bahan pokok di gudang mereka," tegas PJ. Gubernur.

Selain inspeksi mendadak, Harisson juga mengumumkan bahwa pemerintah provinsi Kalimantan Barat akan terus menggelar Operasi Pasar Pangan Murah.

“Kami akan tetap melaksanakan operasi pasar. Pemerintah mensubsidi harga bahan pokok sehingga harganya lebih terjangkau. Meskipun program bantuan sosial (Bansos) akan dihentikan menjelang pemilu, namun operasi pasar akan terus berlanjut. Dengan subsidi pemerintah, harga bahan pokok akan tetap terjaga agar tidak melonjak tinggi," terangnya.

Harisson berharap dengan langkah-langkah tersebut, harga bahan pokok di Kalimantan Barat dapat segera stabil dan mudah dijangkau oleh masyarakat.

Kamis, 01 Februari 2024

550 Paket Sembako Disalurkan ke Masyarakat Singkawang

Penyaluran bantuan sosial berupa sembako kepada masyarakat di SMK N 2 Kota Singkawang. (Adpim Pemprov Kalbar/Borneotribun)
Penyaluran bantuan sosial berupa sembako kepada masyarakat di SMK N 2 Kota Singkawang. (Adpim Pemprov Kalbar/Borneotribun)
SINGKAWANG - Dalam rangka penekanan angka inflasi, setelah memberikan sosialisasi tentang pemilih pemula kepada siswa SMKN 2 Singkawang, Penjabat Gubernur Provinsi Kalimantan Barat, dr. Harisson, M.Kes. menggerakkan aksi nyata dengan menyalurkan bantuan sosial berupa sembako kepada masyarakat di SMK N 2 Kota Singkawang pada Rabu (31/1/2024).

Bersama Pj Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Barat, Windy Prihastari, ia menyerahkan bantuan yang berasal dari Kementerian Sosial melalui Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Barat. 
Penyaluran bantuan sosial berupa sembako kepada masyarakat di SMK N 2 Kota Singkawang. (Adpim Pemprov Kalbar/Borneotribun)
Penyaluran bantuan sosial berupa sembako kepada masyarakat di SMK N 2 Kota Singkawang. (Adpim Pemprov Kalbar/Borneotribun)
Tak hanya itu, dalam semangat kolaborasi yang baik, Bank Kalbar serta PT. Jamkrida Kalbar juga ikut memberikan kontribusi dengan menambah jumlah sembako yang disalurkan.

Bantuan sembako ini diharapkan dapat meringankan beban bagi masyarakat yang membutuhkan, yang dikaitkan dengan beberapa faktor seperti konflik internasional dan cuaca ekstrem.

“Perang di berbagai negara seperti Rusia-Ukraina, konflik Israel-Palestina, dan pertempuran antara Houthi melawan Amerika Serikat dan Inggris, meskipun geografisnya jauh, namun berdampak pada kenaikan harga barang pokok dan BBM di wilayah kita. 
Penyaluran bantuan sosial berupa sembako kepada masyarakat di SMK N 2 Kota Singkawang. (Adpim Pemprov Kalbar/Borneotribun)
Penyaluran bantuan sosial berupa sembako kepada masyarakat di SMK N 2 Kota Singkawang. (Adpim Pemprov Kalbar/Borneotribun)
Ditambah lagi dengan ketidakpastian iklim yang menyebabkan proses pertanian terganggu, dari penanaman hingga panen, mengakibatkan stok beras dan kebutuhan pangan menipis. 

Hal ini mengakibatkan kenaikan harga barang kebutuhan pokok kita,” ujar Harisson.

Ia juga menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan instruksi Presiden Joko Widodo kepada seluruh Kepala Daerah di Indonesia untuk hadir di setiap permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat.
Penyaluran bantuan sosial berupa sembako kepada masyarakat di SMK N 2 Kota Singkawang. (Adpim Pemprov Kalbar/Borneotribun)
Penyaluran bantuan sosial berupa sembako kepada masyarakat di SMK N 2 Kota Singkawang. (Adpim Pemprov Kalbar/Borneotribun)
“Presiden berpesan kepada kita untuk membantu masyarakat dalam kesulitan mereka. Oleh karena itu, kita diminta untuk turun ke lapangan secara rutin, melihat langsung kondisi masyarakat, dan memberikan bantuan untuk meringankan beban mereka,” tambahnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para pemangku kepentingan yang telah ikut serta bersama Pemprov Kalbar dalam memberikan bantuan sembako kepada masyarakat.

“Kami menerima 200 paket sembako dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalbar melalui Pemerintah Pusat. Selain itu, ada juga bantuan sebanyak 50 paket dari Jamkrida dan 300 paket dari Bank Kalbar. Sehingga total keseluruhan bantuan yang disalurkan mencapai 550 paket. Kami juga menyerahkan bantuan KUR dan KUM Peduli dari Bank Kalbar,” terang Harisson.
Penyaluran bantuan sosial berupa sembako kepada masyarakat di SMK N 2 Kota Singkawang. (Adpim Pemprov Kalbar/Borneotribun)
Penyaluran bantuan sosial berupa sembako kepada masyarakat di SMK N 2 Kota Singkawang. (Adpim Pemprov Kalbar/Borneotribun)
Bantuan yang berisi bahan pokok tersebut diharapkan dapat menjadi penopang bagi masyarakat yang membutuhkan dalam beberapa hari ke depan.

“Semoga permasalahan ini dapat teratasi, dan kami berkomitmen untuk terus melakukan gerakan-gerakan positif seperti ini bersama para pemangku kepentingan,” pungkasnya.

Selasa, 30 Januari 2024

Kalbar Siapkan 26 Kali GPM untuk Kendalikan Inflasi

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) Herti Herawati (ANTARA/Dedi)
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) Herti Herawati (ANTARA/Dedi)
PONTIANAK - Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Herti Herawati, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan sebanyak 26 kali kegiatan Gelar Pangan Murah (GPM) selama tahun 2024 dengan tujuan mengendalikan inflasi daerah.

"Sebanyak 26 kali GPM telah diselenggarakan. Sumber dana untuk GPM berasal dari APBN dan APBD Provinsi Kalbar. Hal ini dilakukan untuk mengendalikan inflasi daerah," ujarnya di Pontianak, pada hari Selasa.

Herawati menjelaskan bahwa terdapat 14 titik GPM yang belum melibatkan pemerintah kabupaten atau kota di Kalbar. 

Dengan demikian, total GPM yang telah dijadwalkan selama tahun 2024 mencapai 40 kali.

"Dengan adanya GPM ini, pengalaman dari tahun sebelumnya menunjukkan dampak yang signifikan dalam pengendalian inflasi. Oleh karena itu, kegiatan ini terus dilakukan," katanya.

Menurutnya, melalui GPM, selain mengendalikan inflasi, juga memberikan akses pasar dan harga pangan yang terjangkau bagi masyarakat. Ini terjadi karena adanya subsidi dan pasokan barang langsung dari agen.

"Sebagaimana yang tercantum dalam nama kegiatan GPM, harga pangan strategis yang disediakan berada di bawah harga pasar. Hal ini mendekatkan pasar kepada masyarakat dan menawarkan harga yang lebih murah. Dengan demikian, daya beli dapat meningkat dan inflasi daerah dapat terkendali," ujarnya.

Berdasarkan catatan inflasi di Kalbar pada tahun 2023, dengan adanya GPM dan kerja sama lintas sektor antara instansi atau pihak-pihak terkait lainnya, baik dalam TPID maupun inisiatif lainnya, mampu menjaga inflasi tetap rendah, hanya sebesar 2,02 persen (year on year/yoy), dan angka tersebut merupakan yang terendah di Kalimantan dengan Kalbar masuk dalam empat provinsi terendah secara nasional.

"Mulai dari sebelumnya, saat ini, dan di masa mendatang, semua pihak bergerak bersama untuk memantau perkembangan harga, stok barang, distribusi, serta berbagai tindakan nyata lainnya. Upaya ini terus ditingkatkan melalui sinergi dan kolaborasi," paparnya.

Sumber: Antara/Dedi
Editor: Yakop

Strategi Kota Pontianak Tekan Inflasi Lewat Operasi Pasar

Kegiatan Operasi Pasar di Kantor Camat Pontianak Utara, Senin (29/1/2024) (ANTARA/Prokopimda PTK)
Kegiatan Operasi Pasar di Kantor Camat Pontianak Utara, Senin (29/1/2024) (ANTARA/Prokopimda PTK)
PONTIANAK - Pemerintah Kota Pontianak, Kalimantan Barat, terus mengintensifkan langkah operasi pasar guna menekan laju inflasi di daerah tersebut. 

Operasi pasar tersebut ditargetkan untuk mencakup enam kecamatan di Kota Khatulistiwa tersebut, sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi yang sedang dilakukan.

"Pemerintah Kota Pontianak, melalui Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag), saat ini sedang melakukan operasi pasar murah di enam titik yang tersebar di seluruh kecamatan di Kota Pontianak," ujar Pejabat Wali Kota Pontianak, Ani Sofian, dalam keterangannya di Pontianak pada hari Senin.

Ani Sofian menambahkan bahwa meskipun tidak ada gejolak harga yang signifikan, operasi pasar murah ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat, khususnya mereka yang berpenghasilan rendah. 

"Saya mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan berbelanja di pasar murah yang kami sediakan. Program ini akan mencakup semua kecamatan di Kota Pontianak," paparnya.

Dia juga menjelaskan bahwa sejumlah komoditas pokok akan dijual dengan harga terjangkau, termasuk beras premium, telur, minyak goreng, tepung, susu, ayam broiler, dan beberapa produk pangan lainnya. 

Pemerintah setempat telah menjalin kerjasama dengan Bank Indonesia serta sektor swasta untuk melaksanakan program ini.

"Beberapa pihak telah berpartisipasi dalam penjualan komoditas tersebut, antara lain Hypermart, Bulog, Bank Kalbar, BPR Khatulistiwa, Kios KTI, dan PT Lestari Niaga Khatulistiwa," tambahnya.

Bagi warga Kota Pontianak yang berminat untuk berbelanja, mereka dapat langsung mendatangi lokasi operasi pasar sesuai jadwal yang telah ditentukan, tanpa perlu menggunakan kupon atau alat lainnya. 

"Ketersediaan barang akan disesuaikan dengan kuota yang ada," tutup Ani Sofian.

Jadwal operasi pasar di Kota Pontianak dimulai pada Senin (29/1/2024) di Kantor Camat Pontianak Utara, dilanjutkan pada Selasa (30/1) di Kantor Camat Pontianak Timur, Rabu (31/1) di Kantor Camat Pontianak Barat, Kamis (1/2) di Kantor Camat Pontianak Kota, Senin (5/2) di Kantor Camat Pontianak Selatan, dan Selasa (6/2) di Kantor Camat Pontianak Tenggara. Operasi pasar dilaksanakan mulai pukul 08.00 hingga 14.00.

Langkah-langkah yang telah diambil oleh Pemkot Pontianak bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Pontianak tampaknya telah memberikan hasil yang memuaskan. 

Kota Pontianak berhasil masuk dalam daftar 10 kota dengan tingkat inflasi terendah sepanjang bulan Desember 2023, yakni sebesar 2,09 persen.

Sumber: Antara/Dedi
Editor: Yakop

Kamis, 28 Desember 2023

Pj. Gubernur Harisson Optimis Inflasi Kalbar Terus Terkendali

Pj. Gubernur Harisson Optimis Inflasi Kalbar Terus Terkendali
Foto: Rakor Inflasi bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara virtual dari Ruang Data Analytic Room, Kantor Gubernur Kalbar. (Adpim Pemprov Kalbar/Borneotribun)
PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Inflasi bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara virtual dari Ruang Data Analytic Room, Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (27/12/2023).

Rakor ini dipimpin langsung oleh Inspektur Jenderal Tomsi Tohir yang dilaksanakan di ruang Sasana Bakti Praja Kemendagri, Jakarta Pusat. Rakor Inflasi ini diikuti Penjabat (Pj) Gubernur Kalbar dr. Harisson, M.Kes., turut dihadiri oleh beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yang ada di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. 

Pada kesempatan itu, Inspektur Jenderal Kemendagri mengatakan bahwa pada tahun yang baru ke depan kelak kita dapat berkaca pada rakor pengendalian inflasi yang dilaksanakan pada rakor hari ini untuk antisipasi lonjakan persentase inflasi di daerah - daerah tertentu agar tidak melebihi target yg ditetapkan. Lanjutnya dia berharap untuk para narasumber berfokus dalam pembahasan terkait kenaikan beberapa bahan pokok tertentu. Dan ia juga berharap inflasi pada bulan desember ini tidak melebihi target maksimal yang sudah ditentukan.

"Kita memiliki harapan besar pertama berkaitan dengan persiapan untuk tahun baru, tentunya kita berkaca pada hari ini untuk daerah daerah tertentu dalam mengantisipasi lonjakan inflasi. Kemudian untuk bahan pokok yang naik para narasumber fokus disitu saja jadi dapat fokus beberapa item saja. Kita berharap bulan desember ini yang sebentar lagi akan berakhir tidak melebihi daripada 3%," imbuhnya.

Direktur Statistik Harga Windhiarso Putranyo menjelaskan, dalam lima tahun terakhir selalu terjadi inflasi pada bulan Desember yang tingkat inflasi bulan desember lebih tinggi dibanding bulan November. Dan diharap untuk waspada kenaikan harga beberapa komoditas menjelang natal dan tahun baru, diantaranya tarif angkutan udara, telur ayam ras, cabai merah, cabai rawit, bawang merah dan daging ayam ras.

"Berdasarkan perkembangan inflasi secara historis dan pantauan IPH hingga minggu ke-3 Desember, bawang merah, cabai merah, cabai rawit dan telur ayam ras berpotensi mengalami inflasi pada bulan Desember," ungkapnya.

Adapun 10 kabupaten/ kota dengan kenaikan IPH tertinggi diantaranya Minahasa Selatan 9,28%, Minahasa 9,43%, Bolaang Mongondow 9,32%, Donggala 8,88%, Tomohon 8,87%, Minahasa Utara 8,23%, Bolaang Mongondow Timur 7,72%, Halmahera Selatan 7,53%, Kepulauan Sangihe 7,43%, Bitung 7,22%.

Foto: Rakor Inflasi bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara virtual dari Ruang Data Analytic Room, Kantor Gubernur Kalbar. (Adpim Pemprov Kalbar/Borneotribun)
Foto: Rakor Inflasi bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara virtual dari Ruang Data Analytic Room, Kantor Gubernur Kalbar. (Adpim Pemprov Kalbar/Borneotribun)
Secara nasional jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan Indek Kenaikan Harga turun sebesar 7% poin. Dari 60,77% kab/kota di pulau Sumatera yang mengalami kenaikan IPH, kenaikan harga tertinggi terjadi di Banyu Asin dengan nilai IPH 4,56%. Sedangkan dari 86,52% kab/kota di Pulau Jawa yang mengalami kenaikan IPH, kenaikan harga tertinggi terjadi di Malang dengan nilai IPH 4,22%. 77,11% kab/kota di luar Pulau Ja w dan Sumatera yang mengalami kenaikan IPH, kenaikan harga tertinggi terjadi di Minahasa Selatan dengan nilai IPH 9,59%.

"Perkembangan harga beberapa komoditas sampai dengan minggu ke-3 Desember tahun 2023 diantaranya Cabai Merah per Kg secara nasional naik 11,50%, cabai rawit naik 14,79%, bawang merah naik 13,96%, telur ayam ras naik 0,88% dan gula pasir naik 3,77%," tutupnya.

Dikesempatan berbeda pada sesi wawancara Harisson menyampaikan bantahan terkait pemberitaan atas statement Anies Baswedan. Dirinya membantah pernyataan calon presiden (Capres) nomor urut 1 tersebut mengenai tingginya harga bahan pokok (bapok) di Pasar Flamboyan Pontianak. Harisson menilai pernyataan Anies tersebut keliru yang tidak didasari dengan data dan fakta yang ada.

"Kita memastikan bahwa harga sejumlah bahan pokok stabil menjelang tahun baru. Bahkan rata-rata harga bapok di pasar cenderung turun dan stabil dari harga sebelumnya," imbuhnya.

Ia juga menyampaikan bahwa secara Nasional Provinsi Kalimantan Barat berada di urutan ke-3 dengan angka inflasi terendah. Selain itu Harisson menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat rutin melakukan rapat secara Nasional yang diadakan setiap minggunya. Selain itu kita juga rutin melakukan pemantauan di pasar-pasar tradisional. Melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), dimana Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag-ESDM) dan Dinas Ketahanan Pangan, hampir setiap hari selalu melakukan pemantauan harga bapok. 

"Data terkait inflasi tingkat Nasional, Kalbar adalah 3 Provinsi dengan tingkat inflasi terendah di bawah Papua dan Aceh. Saya juga rutin turun langsung melakukan pengecekan harga bapok di 14 kabupaten kota. Setiap kunjungan kerja (kunker), turun langsung ke pasar tradisional, dan itu menjadi agenda wajib, itu semua untuk mengetahui perkembangan harga yang ada," tegasnya.

Sebagai informasi, Indeks perkembangan Harga (IPH) sebagai Proxy Inflasi pada pencatatan tanggal 18-22 Minggu ke-3 Desember Tahun 2023, Prov. Kalbar berada di angka 1,30%, komoditi dengan andil perubahan harga terbesar yaitu daging ayam ras 0,70%, bawang merah 0,19%, udang basah 0,15%. Kenaikan IPH terbesar di Kalbar adalah Kab. Kuburaya 3,316%, Kab Melawi 2,966% dan Kab Mempawah 2,220%.

Foto: Rakor Inflasi bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara virtual dari Ruang Data Analytic Room, Kantor Gubernur Kalbar. (Adpim Pemprov Kalbar/Borneotribun)
Foto: Rakor Inflasi bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara virtual dari Ruang Data Analytic Room, Kantor Gubernur Kalbar. (Adpim Pemprov Kalbar/Borneotribun)
Terakhir, ia menyampaikan terkait bahan pokok penting yang ada di Kalbar cukup stabil dalam menyambut Natal dan Tahun Baru. Dan Pemprov Kalbar juga tetap mengantisipasi akan terjadinya inflasi pada momen perayaan Natal dan tahun baru 2023 ini agar tidak berimbas terjadinya kenaikan inflasi pada bulan berikutnya.

"Bahwa hasil pemantauan untuk komoditi penyebab inflasi seperti bahan pokok penting itu cenderung stabil dan ada beberapa komoditi yang turun. Jadi dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru stok bahan pokok masyarakat di Kalbar itu aman, sebagai pembanding dari tahun sebelumnya. Kita tetap mengantisipasi akan terjadinya inflasi dan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk langkah yang akan diambil saat terjadi nya inflasi," tutupnya.(ais)

Selasa, 20 September 2022

Angka Inflasi Kalbar di Akhir Tahun 2022 Tak Melebihi Angka Inflasi Nasional

Gubernur Sutarmidji memprediksi angka inflasi Kalbar di akhir tahun 2022 tidak melebihi angka inflasi nasional, yakni sebesar 5%-5,2%, asalkan semua stakeholder bersinergi untuk mencegah inflasi.
Angka Inflasi Kalbar di Akhir Tahun 2022 Tak Melebihi Angka Inflasi Nasional
Acara Kick Off Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Kalbar 2022. (BorneoTribun/Adpim Pemprov Kalbar)
BorneoTribun Pontianak - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) melakukan sinergitas antar lembaga terkait serta data yang akurat untuk mengendalikan inflasi.

Hal itu disampaikan H. Sutarmidji, S.H., M.Hum., Gubernur Kalimantan Barat, saat memberikan sambutan di acara Kick Off Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Kalbar 2022, Selasa (19/9/2022).

Acara ini diselenggarakan Tim Pengendali Inflasi Daerah Provinsi Kalimantan Barat (TPID Prov Kalbar) bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat.

Seluruh Bupati/Wali Kota di Kalbar, jajaran Forkopimda Prov Kalbar, akademisi, turut hadir di Aula Kantor Perwakilan Bank Indonesia Prov Kalbar.

Melanjutkan sambutan, H. Sutarmidji mengatakan melalui data yang akurat, pemerintah daerah bersama TPID bisa melakukan pemetaan gejolak inflasi di setiap daerah di Kalbar. 

“Pertama, data. Kedua, koordinasi. Dengan koordinasi, kita bisa memprediksi dan mengantisipasi untuk menjaga inflasi,".

Inflasi akan terjadi jika semua pihak lengah dan membiarkan ketidakseimbangan antara kebutuhan dan persediaan di lapangan.

Oleh sebab itu, Sutarmidji juga menekankan semua stakeholder agar bersama-sama menjaga berbagai komponen yang bisa meningkatkan angka inflasi di suatu daerah. 

Bahan pokok beras merupakan salah satu komponen bahan pokok penyumbang inflasi cukup besar.
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemprov Kalbar menjaga produksi beras dan mengawasi pendistribusiannya.

“Komponen-komponen apa saja yang harus kita jaga sebagai penyumbang inflasi besar, seperti beras yang menjadi penyumbang inflasi sebesar 74%. Maka, ketersediaan beras harus dijaga supaya angka inflasi tidak terlalu dalam,” jelas H. Sutarmidji.

Kabupaten Sintang merupakan daerah yang mendapat perhatian khusus karena mengalami peningkatan inflasi year-on-year di atas 7,39%.
Meskipun terjadi deflasi sekitar -0,96% pada bulan Agustus 2022.

“Angka inflasi tinggi di Sintang disebabkan rendahnya produksi bahan pokok. Komponen-komponen itu datangnya dari luar Sintang, yang berarti biayaya besar atau mahal. Kemudian, jumlah pasokan komponen tidak menentu, kadang banyak kadang tidak," jelas Gubernur Kalbar.

Hal tersebut mengakibatkan kebutuhan meningkat di waktu tertentu, namun tetap menimbulkan inflasi.
Kabupaten Sintang bukan penghasil beras, tetapi Kabupaten Melawi merupakan penghasil beras. 

"Kabupaten Melawi juga harus jaga itu. Alhamdulilah, ada Gudang Bulog di sana, sehingga bisa menjadi penyeimbang harga,” ujar H. Sutarmidji.

Beliau memprediksi angka inflasi Kalbar di akhir tahun 2022 tidak melebihi angka inflasi nasional, yakni sebesar 5%-5,2%, asalkan semua stakeholder bersinergi untuk mencegah inflasi.

"Kita masih bisa membuat deflasi di bulan Oktober 2022 atau November 2022. Tetapi, ada hari besar keagamaan di bulan Desember,” tutur Gubernur Kalbar.

Selain itu, Pemprov Kalbar akan menggelar Operasi Pasar yang dimaksudkan bisa menekan kenaikan harga komponen-komponen yang bisa memicu kenaikan inflasi.

“Bansos dan Operasi Pasar akan menjadi program tahunan Pemprov Kalbar dalam mengendalikan inflasi,” tutup H. Sutarmidji. (aws)