Berita BorneoTribun: Marc Marquez hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan
Tampilkan postingan dengan label Marc Marquez. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Marc Marquez. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Maret 2026

Marc Marquez Kecelakaan di US GP, Crash 190Km/h Bikin Panik Fans

Marc Marquez alami crash 190Km/h di US GP, cedera leher dan punggung, tapi tetap catatkan lap cepat. Simak update lengkapnya di MotoGP COTA 2026.
Marc Marquez alami crash 190Km/h di US GP, cedera leher dan punggung, tapi tetap catatkan lap cepat. Simak update lengkapnya di MotoGP COTA 2026.

Pontianak – Minggu lalu, pembalap juara dunia, Marc Marquez, mengalami kecelakaan serius di US MotoGP saat hanya berada di lap keempat. Kejadian ini terjadi di Circuit of The Americas (COTA) dengan kecepatan mencapai 190 km/jam.

Dalam pernyataannya ke MotoGP.com, Marquez mengaku kesalahan terjadi karena terlalu percaya diri dengan kondisi lintasan yang berubah-ubah setiap tahunnya.

“Bukan cara terbaik untuk memulai,” ujar Marquez. “Aku terlalu percaya pada lintasan, motor, dan diriku sendiri. Harusnya aku mulai lebih hati-hati di sirkuit seperti ini.”

Kecelakaan itu menyebabkan Marquez merasakan nyeri pada leher dan punggungnya. Meski demikian, dengan tangan kiri masih dibalut perban, ia kembali ke lintasan untuk sesi latihan bebas (FP1) terakhir dan berhasil mencatatkan lap tercepat keempat.

Sesi latihan siang hari sempat menjadi tantangan karena lintasan licin membuat sepuluh pembalap lain terjatuh. Marquez, dengan lebih hati-hati, fokus menggunakan ban medium bekas dan akhirnya bersaing memperebutkan posisi tercepat bersama rekan satu tim Ducati, Fabio di Giannantonio, dan pembalap Trackhouse Aprilia, Ai Ogura, yang berhasil mengamankan posisi kedua di sesi tersebut.

“Setelah crash pagi, aku lebih tenang di sesi sore,” jelas Marquez. “Melihat banyak bendera kuning, aku sadar lintasan lebih licin dan ban depan mudah selip. Perlahan, aku kembali dapat feeling normal dan puas dengan hari ini.”

Marquez menyebut suhu lintasan yang lebih dingin di hari berikutnya akan mempengaruhi perilaku motor, sehingga strategi balapan akan disesuaikan. Rekan setimnya, Francesco Bagnaia, finis di posisi kedelapan dan memastikan akses langsung ke Qualifying 2.

Kejadian ini menjadi pengingat penting bahwa meski berpengalaman, setiap sirkuit membawa tantangan baru, dan kehati-hatian tetap menjadi kunci.

FAQ

Q1: Apa penyebab kecelakaan Marc Marquez di US GP 2026?
A1: Kecelakaan terjadi karena Marquez terlalu percaya diri dengan lintasan COTA yang memiliki bump berbeda dari tahun sebelumnya.

Q2: Apakah Marquez bisa melanjutkan balapan setelah crash?
A2: Ya, meski cedera pada leher dan punggung, Marquez tetap bisa balapan setelah sesi FP1 sore.

Q3: Siapa pembalap tercepat di sesi latihan sore US GP 2026?
A3: Marc Marquez sempat berada di posisi teratas bersama Fabio di Giannantonio dan Ai Ogura.

Q4: Bagaimana kondisi lintasan COTA mempengaruhi balapan?
A4: Lintasan COTA yang berubah setiap tahun, termasuk bump baru dan suhu dingin, mempengaruhi perilaku motor dan strategi pembalap.

Marc Marquez Tercepat di Latihan Bebas US GP Meski Alami Kecelakaan Seram

Marc Marquez memimpin FP2 US GP setelah crash FP1. Simak performa, drama, dan rider tercepat lainnya di latihan bebas MotoGP COTA terbaru.
Marc Marquez memimpin FP2 US GP setelah crash FP1. Simak performa, drama, dan rider tercepat lainnya di latihan bebas MotoGP COTA terbaru.

JAKARTA -- Marc Marquez, sang juara dunia MotoGP, kembali bikin geger di United States Grand Prix (COTA). Meski sempat mengalami kecelakaan menegangkan di sesi FP1, rider pabrikan Ducati ini berhasil bangkit dan menutup hari sebagai yang tercepat di sesi latihan bebas.

Pada Jumat pagi, Marc Marquez mengalami highside dengan kecepatan 190 km/jam. Beruntung, ia hanya menderita memar di tangan dan bisa melanjutkan sesi latihan. Awal latihan bebas penuh drama, karena enam lap pertamanya dibatalkan akibat bendera kuning. 

Namun, Marc menunjukkan performa luar biasa di GP26-nya, mencatatkan waktu 2m00.927s dengan ban soft di menit-menit terakhir, menjadikannya yang tercepat hari itu.

Sesi satu jam itu sendiri dipenuhi kecelakaan: Fabio Di Giannantonio, Jorge Martin, Enea Bastianini, Franco Morbidelli, Pedro Acosta, dan Ai Ogura semuanya jatuh dalam 10 menit pertama. Total sembilan pembalap terjatuh saat suhu lintasan meningkat di sore hari.

Ai Ogura sempat diperiksa karena kecelakaan saat bendera kuning berkibar, tapi tidak ada sanksi lanjutan. Ogura justru finis kedua dengan 2m00.980s, sementara Di Giannantonio melengkapi podium tiga tercepat.

Pimpinan klasemen sementara Marco Bezzecchi finis keempat, diikuti Alex Marquez di posisi kelima meski sempat jatuh. Pedro Acosta berada di urutan keenam, diikuti Jorge Martin ketujuh. Pecco Bagnaia sempat tertinggal, tapi berhasil naik ke posisi kedelapan menjelang akhir sesi.

Rider Honda Luca Marini mengalami momen menegangkan di waktu terakhirnya, sementara Enea Bastianini dari Tech3 KTM berada di urutan kesembilan. Joan Mir hampir lolos ke Q2 dan akan bersaing di Q1 bersama Fermin Aldeguer dan Raul Fernandez.

Fabio Quartararo menjadi Yamaha tercepat di posisi 15, sedangkan Alex Rins tertinggal 2,1 detik dari Marc Marquez. Toprak Razgatlioglu dari Pramac mengalami kecelakaan dan menutup latihan di posisi 18.

Kejadian ini menegaskan bahwa MotoGP selalu penuh drama, bahkan untuk juara dunia seperti Marc Marquez. Dengan performa luar biasa di FP2, Marc siap kembali bersaing sengit di COTA untuk perebutan posisi pole dan podium.

Marc Marquez Alami Cedera Tangan Kiri dan Lengan Kanan di FP1 MotoGP AS

Marc Marquez alami cedera lengan kanan dan tangan kiri di FP1 MotoGP AS 2026, namun kembali ke lintasan setelah mendapat perban dan mengganti baju balap Ducati.
Marc Marquez alami cedera lengan kanan dan tangan kiri di FP1 MotoGP AS 2026, namun kembali ke lintasan setelah mendapat perban dan mengganti baju balap Ducati.

Pontianak, 28 Maret 2026 – Tim manajer Ducati, Davide Tardozzi, mengonfirmasi bahwa Marc Marquez mengalami benturan cukup keras pada lengan kanan dan tangan kiri saat kecelakaan di kecepatan 190 km/jam pada sesi latihan bebas pertama (FP1) MotoGP Amerika Serikat, Jumat lalu.

Kecelakaan terjadi di Turn 10 Circuit of the Americas (COTA) dalam 10 menit awal FP1. Marquez kehilangan kontrol bagian depan Desmosedici GP26 saat ban belakang sempat tergelincir, membuatnya meluncur ke gravel dan menabrak barrier pelindung.

Meski sempat lambat berdiri, Marquez akhirnya bisa berjalan sendiri dengan melepas sarung tangan kiri. Pebalap asal Spanyol ini memilih kembali ke pit Ducati menggunakan skuter alih-alih ke pusat medis, dan setelah mengganti baju balap serta mendapat perban di tangan kiri, Marquez kembali ke lintasan untuk 10 menit terakhir FP1.

Dalam sembilan lap, ia berhasil mencatat waktu tercepat keempat, hanya tertinggal 0,378 detik dari Pedro Acosta (KTM). Sementara itu, pemimpin klasemen, Marco Bezzecchi (Aprilia), memulai FP1 di posisi kesembilan dan tetap menggunakan ban yang sama sepanjang sesi.

Marquez adalah juara MotoGP COTA tujuh kali, dengan kemenangan terakhir pada 2021. Saat ini ia berada di posisi kelima klasemen dunia, tertinggal 22 poin dari Bezzecchi, dan sebelumnya sempat mengalami masalah pada velg saat seri pembuka di Thailand.

Beberapa pebalap lain juga sempat kehilangan kontrol di Turn 10, namun berhasil tetap di atas motor. Sesi latihan sore akan dimulai pukul 15.00 waktu setempat (20.00 WIB).

FAQ

1. Apa penyebab kecelakaan Marc Marquez di FP1 MotoGP AS 2026?
Marquez kehilangan kontrol motor Desmosedici GP26 di Turn 10 setelah ban belakang tergelincir.

2. Bagaimana kondisi Marc Marquez setelah kecelakaan?
Marquez mengalami benturan di lengan kanan dan tangan kiri, namun bisa kembali ke lintasan setelah mendapat perban dan mengganti baju balap.

3. Siapa yang tercepat di FP1 MotoGP AS 2026?
Pebalap KTM, Pedro Acosta, mencatat waktu tercepat FP1.

4. Apa posisi Marc Marquez di klasemen sementara?
Marquez saat ini berada di posisi kelima, tertinggal 22 poin dari pemimpin klasemen Marco Bezzecchi.

Senin, 23 Maret 2026

Duo Aprilia Pimpin Klasemen MotoGP 2026 Setelah Finish 1-2 di Brasil

Marco Bezzecchi dan Jorge Martin kuasai klasemen MotoGP 2026 usai GP Brasil. Bezzecchi menang keempat kali, Martin podium kedua, Pedro Acosta turun ke posisi tiga.
Marco Bezzecchi dan Jorge Martin kuasai klasemen MotoGP 2026 usai GP Brasil. Bezzecchi menang keempat kali, Martin podium kedua, Pedro Acosta turun ke posisi tiga.

Marco Bezzecchi dan Jorge Martin Bikin Heboh Klasemen MotoGP 2026

Jakarta – MotoGP Brasil 2026 menghadirkan drama seru di lintasan Interlagos! Marco Bezzecchi berhasil meraih kemenangan keempatnya secara beruntun, sementara rekan setimnya di Aprilia, Jorge Martin, ikut meraih podium kedua. Kombinasi apik ini langsung membuat duo Aprilia mendominasi puncak klasemen sementara MotoGP 2026.

Bezzecchi kini memimpin dengan 56 poin, unggul 11 poin dari Martin yang menikmati hasil terbaiknya bersama Aprilia RS-GP26. Sementara itu, mantan pemimpin klasemen Pedro Acosta harus turun ke posisi ketiga dengan 42 poin.

Tak kalah menarik, Fabio di Giannantonio dari VR46 naik tiga peringkat dan menjadi pembalap Ducati terbaik di posisi keempat. Sedangkan juara bertahan Marc Marquez tertinggal 22 poin dari puncak jelang balapan berikutnya di COTA.

Gresini juga mencatat pencapaian positif. Alex Marquez dan Fermin Aldeguer berhasil meraih poin pertama mereka musim ini di Brasil. Johann Zarco menjadi pembalap Honda terbaik di posisi 11, sementara Fabio Quartararo (Yamaha) harus puas turun ke posisi 16 setelah sprint heroics-nya tidak diikuti poin di balapan utama.

Klasemen Sementara MotoGP 2026 – Setelah GP Brasil:

PosRiderTeamPointsDiff
1Marco BezzecchiAprilia Racing56-
2Jorge MartinAprilia Racing45-11
3Pedro AcostaRed Bull KTM42-14
4Fabio di GiannantonioVR46 Ducati37-19
5Marc MarquezDucati Lenovo34-22
6Ai OguraTrackhouse Aprilia33-23
7Raul FernandezTrackhouse Aprilia29-27
8Alex MarquezGresini Ducati13-43
9Brad BinderRed Bull KTM13-43
10Franco MorbidelliVR46 Ducati12-44
11Johann ZarcoCastrol Honda LCR12-44
12Luca MariniHonda HRC Castrol11-45
13Francesco BagnaiaDucati Lenovo10-46
14Fermin AldeguerGresini Ducati8-48
15Diogo MoreiraPro Honda LCR6-50
16Fabio QuartararoMonster Yamaha6-50
17Enea BastianiniKTM Tech35-51
18Alex RinsMonster Yamaha3-53
19Joan MirHonda HRC Castrol3-53

Legenda:
^X = Pembalap naik X posisi,
˅X = Pembalap turun X posisi,
= = Posisi tetap,

FAQ MotoGP 2026 – GP Brasil

Q: Siapa pembalap yang memimpin klasemen MotoGP 2026 saat ini?
A: Marco Bezzecchi memimpin klasemen dengan 56 poin, diikuti rekan setimnya Jorge Martin.

Q: Bagaimana performa pembalap Ducati di GP Brasil?
A: Fabio di Giannantonio menjadi pembalap Ducati terbaik di posisi 4, sementara Marc Marquez di posisi 5.

Q: Siapa rookie yang mencetak poin di GP Brasil?
A: Diogo Moreira dan Fermin Aldeguer berhasil meraih poin pertama mereka musim ini.

Hasil MotoGP Brasil 2026: Bezzecchi Menang, Marquez Gagal Podium

Marco Bezzecchi menjuarai MotoGP Brasil 2026 dan memperkuat dominasi Aprilia, sementara Marc Marquez gagal podium usai kesalahan di lap akhir.
Marco Bezzecchi menjuarai MotoGP Brasil 2026 dan memperkuat dominasi Aprilia, sementara Marc Marquez gagal podium usai kesalahan di lap akhir.

Goiania, Brasil – Pembalap Marco Bezzecchi dari Aprilia Racing kembali menunjukkan performa luar biasa dengan menjuarai MotoGP Brasil 2026 yang digelar di Sirkuit Ayrton Senna, Senin dini hari WIB.

Bezzecchi sukses finis tercepat dengan waktu 30 menit 19,760 detik, melanjutkan tren positifnya setelah menang di seri pembuka Thailand pekan lalu. Kemenangan ini makin mengukuhkan statusnya sebagai kandidat kuat juara dunia musim ini.

Di posisi kedua, Jorge Martin dari Prima Pramac Racing finis dengan selisih 3,231 detik. Sementara podium ketiga diamankan Fabio Di Giannantonio dari Pertamina Enduro VR46 Racing Team dengan gap 3,780 detik.

Juara bertahan Marc Marquez harus puas di posisi keempat setelah melakukan kesalahan di lap akhir saat duel sengit memperebutkan podium dengan Di Giannantonio.

Sejak start, Bezzecchi langsung tancap gas dari posisi pole dan memimpin balapan. Ia diikuti Di Giannantonio dan Marquez, sementara Martin berada di posisi keempat. Pedro Acosta tampil agresif dengan melesat dari posisi sembilan ke lima.

Memasuki lap kedua, Marquez sempat naik ke posisi dua, tetapi ritme balapan berubah di lap keenam saat Di Giannantonio melakukan manuver agresif. Insiden kecil itu dimanfaatkan Martin untuk naik ke posisi kedua.

Di grup tengah, persaingan juga nggak kalah panas. Alex Marquez sempat naik ke posisi lima sebelum mendapat tekanan dari Ai Ogura.

Di barisan depan, Bezzecchi tetap dominan. Meski Martin sempat memangkas jarak, gap tetap aman hingga garis finis.

Drama terjadi di perebutan posisi ketiga. Marquez sempat unggul, tapi kesalahan di tikungan membuatnya kembali disalip Di Giannantonio.

Balapan juga diwarnai sejumlah insiden. Jack Miller gagal finis akibat crash di tikungan pertama. Disusul Brad Binder, Joan Mir, dan Francesco Bagnaia yang juga terjatuh.

Hasil ini membuat Bezzecchi memimpin klasemen pembalap, sementara Aprilia memuncaki klasemen konstruktor—sebuah start musim yang nyaris sempurna.

📊 Hasil Lengkap MotoGP Brasil 2026

  1. Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) – 30:19,760

  2. Jorge Martin (Aprilia Racing) +3,231

  3. Fabio Di Giannantonio (VR46 Racing) +3,780

  4. Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) +4,089

  5. Ai Ogura (Trackhouse MotoGP) +8,403

  6. Alex Marquez (Gresini Racing) +8,918

  7. Pedro Acosta (KTM Factory) +10,687

  8. Fermin Aldeguer (Gresini Racing) +11,359

  9. Johann Zarco (LCR Honda) +12,907

  10. Raul Fernandez (Trackhouse) +16,370

❓ FAQ (Pertanyaan Populer)

1. Siapa pemenang MotoGP Brasil 2026?
Marco Bezzecchi dari Aprilia Racing.

2. Berapa selisih kemenangan Bezzecchi?
Ia unggul 3,231 detik dari Jorge Martin.

3. Kenapa Marc Marquez gagal podium?
Karena kesalahan di lap akhir saat duel dengan Di Giannantonio.

4. Apakah Aprilia memimpin klasemen?
Ya, Aprilia memimpin klasemen konstruktor.

5. Siapa saja pembalap yang crash?
Jack Miller, Brad Binder, Joan Mir, dan Francesco Bagnaia.

Minggu, 22 Maret 2026

Hasil Sprint Brasil 2026, Marquez Menang Acosta Masih Memimpin

Klasemen MotoGP 2026 usai Sprint Brasil: Pedro Acosta masih memimpin, Marc Marquez bangkit, dan persaingan gelar makin ketat.
Klasemen MotoGP 2026 usai Sprint Brasil: Pedro Acosta masih memimpin, Marc Marquez bangkit, dan persaingan gelar makin ketat.

JAKARTA -- Balapan Sprint MotoGP Brasil 2026 di Goiania menghadirkan drama dan perubahan penting di papan klasemen sementara. Meski finis di posisi kesembilan, Pedro Acosta masih mampu mempertahankan posisi puncak klasemen dunia MotoGP 2026.

Pebalap Red Bull KTM tersebut kini mengoleksi 33 poin, hanya unggul tipis dua angka dari Marco Bezzecchi yang terus menempel ketat di posisi kedua dengan 31 poin.

Sprint race yang sempat tertunda ini jadi momen krusial bagi banyak pebalap, termasuk Jorge Martin yang tampil impresif dan berhasil mengamankan posisi ketiga setelah mengalahkan rekan setimnya.

Marc Marquez Mulai Bangkit, Persaingan Makin Ketat

Salah satu sorotan utama datang dari Marc Marquez. Juara bertahan ini akhirnya meraih kemenangan pertamanya musim ini dan langsung naik dua posisi di klasemen.

Kini Marquez mengoleksi 21 poin, jumlah yang sama dengan Fabio di Giannantonio. Kebangkitan ini jadi sinyal kuat bahwa persaingan gelar belum bisa ditebak.

Di sisi lain, Raul Fernandez justru harus turun satu posisi ke peringkat keempat dengan 23 poin, sementara Ai Ogura tetap stabil di posisi kelima.

Yamaha Mulai Tunjukkan Taji

Kabar positif datang dari kubu Yamaha. Fabio Quartararo mencatat peningkatan signifikan setelah finis di posisi keenam hasil terbaik Yamaha musim ini sejauh ini.

Tambahan poin tersebut membuat Quartararo melonjak lima posisi ke peringkat 11 klasemen dengan total 6 poin.

Alex Marquez Akhirnya Pecah Telur

Setelah beberapa seri tanpa poin, Alex Marquez akhirnya membuka rekening poin musim ini dengan finis di posisi ketujuh. Ia kini mengoleksi 3 poin dan berada di posisi ke-15 klasemen.

Klasemen Sementara MotoGP 2026 Usai Sprint Brasil

Berikut 10 besar klasemen sementara:

  1. Pedro Acosta – 33 poin

  2. Marco Bezzecchi – 31 poin (-2)

  3. Jorge Martin – 25 poin (-8)

  4. Raul Fernandez – 23 poin (-10)

  5. Ai Ogura – 22 poin (-11)

  6. Marc Marquez – 21 poin (-12)

  7. Fabio di Giannantonio – 21 poin (-12)

  8. Brad Binder – 13 poin (-20)

  9. Francesco Bagnaia – 10 poin (-23)

  10. Franco Morbidelli – 8 poin (-25)

Persaingan Gelar Makin Sulit Diprediksi

Dengan selisih poin yang sangat tipis di papan atas, MotoGP 2026 dipastikan bakal jadi salah satu musim paling kompetitif. Acosta memang masih memimpin, tapi tekanan dari Bezzecchi, Martin, hingga Marquez makin terasa.

Sprint Brasil ini seakan jadi turning point awal musim—di mana momentum mulai bergeser dan peta kekuatan berubah.

Kalau tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin klasemen akan terus berganti di tiap seri berikutnya.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Dicari)

1. Siapa pemimpin klasemen MotoGP 2026 saat ini?
Pedro Acosta masih memimpin dengan 33 poin.

2. Berapa selisih poin Acosta dengan posisi kedua?
Selisihnya hanya 2 poin dari Marco Bezzecchi.

3. Siapa pemenang Sprint Race Brasil 2026?
Marc Marquez meraih kemenangan pertamanya musim ini.

4. Apakah Yamaha sudah kompetitif di 2026?
Mulai menunjukkan peningkatan, terutama lewat Fabio Quartararo.

5. Apakah persaingan gelar sudah terlihat jelas?
Belum, karena selisih poin sangat tipis dan masih terbuka lebar.

Senin, 09 Maret 2026

Marc Marquez Belum Pikirkan Jadi Pemilik Tim MotoGP Setelah Pensiun

Marc Marquez menegaskan MotoGP akan tetap menjadi bagian hidupnya setelah pensiun, namun ia belum mempertimbangkan menjadi pemilik tim balap di masa depan.
Marc Marquez menegaskan MotoGP akan tetap menjadi bagian hidupnya setelah pensiun, namun ia belum mempertimbangkan menjadi pemilik tim balap di masa depan.

JAKARTA - Marc Marquez menegaskan bahwa dunia MotoGP akan tetap menjadi bagian penting dalam hidupnya setelah pensiun dari balapan. Meski begitu, juara bertahan tersebut mengaku belum memikirkan kemungkinan menjadi pemilik tim di masa depan.

Pernyataan itu disampaikan Marquez saat menghadapi pembukaan musim di Sirkuit Chang International Circuit, yang menjadi tuan rumah seri pembuka MotoGP Thailand. Saat ditanya mengenai rencana setelah karier balapnya berakhir, Marc Marquez menegaskan fokusnya saat ini masih sepenuhnya tertuju pada balapan.

Ia mengatakan kehidupan seorang pembalap sepenuhnya didedikasikan untuk mengendarai motor dan meraih hasil terbaik di lintasan. Karena itu, ia belum memikirkan langkah bisnis seperti memiliki tim balap sendiri.

“Untuk saat ini tidak, karena saya sepenuhnya fokus untuk balapan,” kata Marquez. “Jika Anda seorang pembalap, hidup Anda sepenuhnya fokus pada balapan.”

Spekulasi Kepemilikan Tim Di Era Liberty Media

Spekulasi mengenai pembalap atau figur terkenal yang membeli tim MotoGP semakin ramai sejak era baru kepemilikan oleh Liberty Media. Perusahaan yang juga mengelola Formula One itu disebut ingin memperluas daya tarik komersial MotoGP.

Sejumlah nama besar dari Formula 1 bahkan dikaitkan dengan potensi investasi di MotoGP, termasuk Lewis Hamilton dan Max Verstappen.

Namun hingga saat ini, perubahan kepemilikan tim yang benar-benar terjadi baru menimpa Tech3. Tim tersebut dijual kepada konsorsium yang dipimpin mantan bos tim F1 Guenther Steiner.

Masa Depan Marquez Setelah Pensiun

Meski belum memikirkan kepemilikan tim, Marquez tidak menutup kemungkinan tetap terlibat dalam MotoGP setelah gantung helm. Ia menegaskan kecintaannya terhadap motor dan dunia balap sudah menjadi bagian dari kehidupannya.

“Suatu saat saya akan mengakhiri karier, cepat atau lambat, dan setelah itu saya akan memutuskan,” ujarnya. “Namun saya tahu MotoGP dan sepeda motor adalah bagian dari hidup saya dan akan tetap begitu.”

Di MotoGP sendiri, beberapa tim memang dimiliki mantan pembalap. Tim VR46 Racing Team dimiliki oleh legenda balap Valentino Rossi, sementara LCR Honda dimiliki oleh mantan pembalap Lucio Cecchinello.

Selain itu, tim Gresini Racing yang pernah diperkuat Marquez bersama adiknya pada 2024 didirikan oleh almarhum Fausto Gresini dan kini dimiliki oleh istrinya, Nadia Padovani.

Pernyataan Marc Marquez menunjukkan bahwa fokus utamanya saat ini tetap pada persaingan di lintasan MotoGP. Meski peluang terlibat dalam kepemilikan tim terbuka di masa depan, keputusan tersebut baru akan dipertimbangkan setelah karier balapnya benar-benar berakhir.

Jadwal Lengkap MotoGP Brasil 2026 Di Goiania, Race Digelar Dini Hari

Jadwal lengkap MotoGP Brasil 2026 di Goiania pada 20–23 Maret 2026. Simak jadwal sprint race, kualifikasi, dan balapan utama MotoGP yang digelar dini hari WIB.
Jadwal lengkap MotoGP Brasil 2026 di Goiania pada 20–23 Maret 2026. Simak jadwal sprint race, kualifikasi, dan balapan utama MotoGP yang digelar dini hari WIB.

JAKARTA - MotoGP kembali menghadirkan seri menarik pada musim 2026 dengan digelarnya MotoGP Brasil di Sirkuit Autódromo Internacional Ayrton Senna, Goiania. Balapan ini menjadi momen bersejarah karena ajang MotoGP kembali digelar di Brasil setelah lebih dari dua dekade absen.

Seri MotoGP Brasil 2026 dijadwalkan berlangsung pada 20–23 Maret 2026. Para penggemar balap di Indonesia perlu memperhatikan jadwal dengan cermat karena sebagian sesi berlangsung malam hingga dini hari waktu Indonesia Barat.

Sejumlah pembalap diprediksi tampil kompetitif pada seri ini setelah menunjukkan performa menjanjikan di balapan pembuka musim di Buriram, Bangkok.

Persaingan Tim Semakin Ketat

Pada awal musim 2026, Aprilia dan KTM menjadi dua tim yang cukup mencuri perhatian. Kedua tim tersebut mampu menunjukkan performa kompetitif sejak seri pertama.

Beberapa pembalap seperti Marco Bezzecchi, Raul Fernandez, dan Pedro Acosta tampil impresif dan berpotensi kembali bersaing di Brasil. Ketiganya dinilai mampu memberikan tekanan kepada tim-tim besar lainnya.

Namun Ducati diprediksi tetap menjadi ancaman kuat. Marc Marquez yang membela tim tersebut juga berpeluang tampil lebih agresif setelah hasil yang belum maksimal pada seri pembuka.

Pembalap berjuluk The Baby Alien itu diperkirakan akan berusaha menebus kesalahan sebelumnya dan tampil lebih kompetitif di lintasan Goiania.

Jadwal MotoGP Brasil 2026

Berikut jadwal lengkap MotoGP Brasil 2026 (WIB):

Jumat, 20 Maret 2026

19.00–19.45 WIB – Moto3 Free Practice 1
20.00–20.50 WIB – Moto2 Free Practice 1
21.05–22.05 WIB – MotoGP Free Practice 1
23.15–00.00 WIB – Moto3 Practice

Sabtu, 21 Maret 2026

00.15–01.05 WIB – Moto2 Practice
01.20–02.35 WIB – MotoGP Practice
18.40–19.10 WIB – Moto3 Free Practice 2
19.25–19.55 WIB – Moto2 Free Practice 2
20.10–20.40 WIB – MotoGP Free Practice 2
20.50–21.05 WIB – MotoGP Qualifying 1
21.15–21.30 WIB – MotoGP Qualifying 2
22.45–23.00 WIB – Moto3 Qualifying 1
23.10–23.25 WIB – Moto3 Qualifying 2
23.40–23.55 WIB – Moto2 Qualifying 1

Minggu, 22 Maret 2026

00.05–00.20 WIB – Moto2 Qualifying 2
01.00 WIB – MotoGP Sprint Race (15 Lap)
20.40–20.50 WIB – MotoGP Warm Up
22.00 WIB – Moto3 Race (24 Lap)
23.15 WIB – Moto2 Race (26 Lap)

Senin, 23 Maret 2026

01.00 WIB – MotoGP Grand Prix (31 Lap)

Balapan Utama Digelar Dini Hari

Berbeda dengan seri yang digelar di Asia atau Eropa, balapan MotoGP di benua Amerika umumnya berlangsung pada malam hari waktu setempat. Hal ini membuat penonton di Indonesia harus menyaksikan balapan utama pada dini hari.

Race utama MotoGP Brasil 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada Senin, 23 Maret 2026 pukul 01.00 WIB dengan total 31 lap.

Kembalinya MotoGP ke Brasil menjadi salah satu sorotan pada kalender MotoGP 2026. Dengan persaingan ketat antara tim-tim papan atas serta performa para pembalap muda yang semakin kompetitif, seri Goiania diperkirakan akan menghadirkan balapan yang menarik untuk disaksikan.

Jumat, 19 Desember 2025

Ducati Panigale V4 Marc Marquez Edisi Juara Dunia 2025: Superbike Langka, Tenaga Buas, dan Nuansa MotoGP

Ducati Panigale V4 Marc Marquez Edisi Juara Dunia 2025: Superbike Langka, Tenaga Buas, dan Nuansa MotoGP
Ducati Panigale V4 Marc Marquez Edisi Juara Dunia 2025: Superbike Langka, Tenaga Buas, dan Nuansa MotoGP.

JAKARTA - Ducati kembali bikin geger dunia otomotif. Pabrikan asal Italia ini resmi memperkenalkan Ducati Panigale V4 Marc Marquez Replica, motor edisi terbatas yang dibuat khusus untuk merayakan gelar Juara Dunia MotoGP 2025 yang diraih Marc Marquez.

Motor ini bukan sekadar Panigale V4 biasa. Ducati hanya memproduksi 293 unit di seluruh dunia, menjadikannya salah satu superbike paling langka dan eksklusif saat ini.

Desain Khusus dan Tanda Tangan Asli Marc Marquez

Sejak pandangan pertama, aura MotoGP langsung terasa. Panigale V4 edisi Marc Marquez hadir dengan livery eksklusif, lengkap dengan tanda tangan asli Marc Marquez di bagian cover tangki. Tanda tangan ini dilapisi cat transparan agar tetap awet dan autentik.

Menariknya, setiap pemilik motor ini juga akan mendapatkan undangan pengalaman khusus bersama Marc Marquez, baik di salah satu seri MotoGP musim 2026 atau di ajang World Ducati Week 2026. Bukan sekadar beli motor, tapi juga beli pengalaman langka.

Aerodinamika MotoGP, Tikungan Lebih Cepat

Ducati membekali motor ini dengan sidepod aerodinamika bergaya Desmosedici, teknologi yang langsung terinspirasi dari motor MotoGP. Menurut Ducati, desain ini membantu motor lebih stabil dan cepat saat melibas tikungan.

Tenaga Meningkat, Sensasi Balap Maksimal

Soal performa, Ducati tidak main-main. Panigale V4 Marc Marquez Replica menggunakan knalpot Akrapovič homologasi dengan mapping khusus yang membuat tenaganya naik hingga 218,5 horsepower.

Tak ketinggalan, kopling kering STM-EVO SBK dipasang untuk menghadirkan sensasi balap yang lebih responsif, cocok bagi pengendara yang ingin merasakan feel motor sirkuit di jalanan.

Material Premium dari Aluminium hingga Serat Karbon

Motor ini dipenuhi komponen kelas atas. Mulai dari billet aluminium pada segitiga kemudi bernomor, footstep yang bisa disetel, hingga tutup tangki bahan bakar.

Penggunaan serat karbon juga sangat masif, meliputi velg, spakbor belakang, pelindung rantai, pelindung tumit, pelindung swingarm, cover alternator, saluran pendingin rem depan, hingga cover kopling kering terbuka. Ringan, kuat, dan terlihat sangat racing.

Sistem Rem Brembo Kelas Dunia

Urusan pengereman, Ducati mempercayakan pada Brembo Pro+ system. Motor ini menggunakan cakram besar 338,5 mm T-Drive yang dipadukan dengan kaliper GP4 Sport Production berbahan billet aluminium dengan finishing titanium. Master rem Brembo MCS 19.21 dengan pengaturan jarak jauh melengkapi paket premium ini.

Spesifikasi Utama Ducati Panigale V4 Marc Marquez Replica

  • Kapasitas mesin: 1.103 cc

  • Tenaga maksimum: 218,5 hp pada 13.500 rpm

  • Torsi maksimum: 122,1 Nm pada 11.250 rpm

  • Berat basah tanpa bahan bakar: 186,5 kg

  • Tinggi jok: 850 mm

  • Interval setel klep: 24.000 km

Harga Masih Dirahasiakan

Hingga saat ini, Ducati belum mengumumkan harga resmi Panigale V4 Marc Marquez Replica. Bagi yang berminat, Ducati menyarankan calon pembeli untuk menghubungi dealer terdekat atau langsung mengunjungi situs resmi Ducati.

Satu hal yang pasti, motor ini bukan sekadar alat transportasi. Ducati Panigale V4 Marc Marquez Replica adalah simbol kemenangan, prestise, dan mimpi para penggemar MotoGP yang ingin membawa nuansa sirkuit ke garasi pribadi mereka.

Kamis, 16 Oktober 2025

Cedera Serius Marc Marquez: Dokter Tegaskan Sang Juara Dunia Baru Bisa Balapan Lagi di Valencia

Cedera Serius Marc Marquez: Dokter Tegaskan Sang Juara Dunia Baru Bisa Balapan Lagi di Valencia

JAKARTA - Kabar kurang menyenangkan datang dari dunia MotoGP. Sang juara dunia Marc Marquez dipastikan tidak akan turun di lintasan hingga seri terakhir musim ini di Valencia, menyusul cedera parah pada bahu kanannya.

Menurut keterangan resmi dari Dr. Ángel Charte, kepala tim medis MotoGP, peluang Marquez untuk kembali balapan lebih cepat dari jadwal sangat kecil. 

Hal ini dikarenakan kondisi cedera yang cukup kompleks dan membutuhkan waktu pemulihan yang panjang agar tidak menimbulkan efek jangka panjang.

Cedera Akibat Insiden di Grand Prix Indonesia

Insiden terjadi di lap pertama MotoGP Indonesia ketika motor Marquez terlibat tabrakan dengan pembalap Aprilia, Marco Bezzecchi. Akibat kecelakaan itu, Marquez mengalami patah tulang dan kerusakan ligamen di bahu kanan.

Awalnya, tim medis sempat memutuskan bahwa operasi tidak diperlukan. Namun setelah pemeriksaan lanjutan di Clinica Ruber Internacional, Madrid, dokter Roger de Ona dan timnya menilai cedera tersebut tidak stabil dan membutuhkan tindakan operasi.

“Marc sudah menjalani operasi dengan sukses dan diizinkan pulang setelah 24 jam. Sekarang dia memasuki masa istirahat total sebelum nanti memulai tahap pemulihan,” ujar Dr. Charte kepada DAZN Spanyol di sela MotoGP Australia, Kamis lalu.

Absen dari Beberapa Seri Penting

Dengan kondisi saat ini, Marquez dipastikan absen di MotoGP Australia dan Malaysia, serta kemungkinan besar tidak bisa tampil di Portugal awal bulan depan.

“Cedera seperti ini tidak boleh dipaksakan. Kalau tidak ditangani dengan sabar dan hati-hati, bisa berdampak permanen,” tambah Dr. Charte.

Sementara itu, dokter spesialis olahraga ternama Dr. Pedro Luis Ripoll juga menyebut bahwa Marquez membutuhkan setidaknya 16 minggu untuk pulih sepenuhnya. Artinya, waktu pemulihannya bisa melampaui akhir musim balap tahun ini.

Fokus pada Pemulihan, Bukan Kejar Balapan

Menariknya, Marquez sendiri tampak lebih berhati-hati kali ini. Ia mengaku akan memprioritaskan kesembuhan total ketimbang memaksakan diri turun ke lintasan seperti yang pernah ia lakukan di masa lalu.

Apalagi, gelar juara dunia sudah aman di tangannya, sehingga tidak ada alasan untuk mengambil risiko lebih besar. Sampai saat ini, belum jelas apakah Marquez akan ikut dalam tes pasca-balapan Valencia.

Ducati Panggil Michele Pirro Sebagai Pengganti

Sebagai langkah darurat, Ducati memutuskan untuk menurunkan Michele Pirro, pembalap uji mereka, untuk menggantikan Marquez di seri Australia. 

Namun, belum ada konfirmasi resmi siapa yang akan menjadi pengganti di MotoGP Malaysia pekan depan.

Di sisi lain, Marco Bezzecchi yang menjadi penyebab insiden di Mandalika telah dijatuhi hukuman double long lap penalty sebagai bentuk sanksi atas kejadian tersebut.

Dengan jadwal pemulihan yang cukup panjang dan risiko cedera kambuh, keputusan tim medis untuk menunda kembalinya Marquez ke lintasan tampaknya menjadi pilihan yang paling bijak. 

Para penggemar mungkin harus bersabar menunggu aksi Marc Marquez kembali di MotoGP Valencia, yang kemungkinan besar menjadi penampilan terakhirnya musim ini.

Rabu, 15 Oktober 2025

Alberto Puig Puji Kehebatan Marc Marquez: “Ducati Beruntung Punya Pembalap Sekuat Dia”

Alberto Puig Puji Kehebatan Marc Marquez: “Ducati Beruntung Punya Pembalap Sekuat Dia”

JAKARTA - Bos tim Honda MotoGP, Alberto Puig, mengungkapkan bahwa Ducati sangat beruntung memiliki Marc Marquez sebagai pembalapnya di musim 2025. Menurutnya, performa luar biasa Marquez membuat pabrikan asal Italia itu menikmati musim yang begitu dominan.

Di usia 32 tahun, Marc Marquez berhasil memenangkan 11 balapan Grand Prix dan 14 sprint race, menjadikannya juara dunia MotoGP 2025 dengan keunggulan yang tak terkejar bahkan lima seri sebelum musim berakhir di Grand Prix Jepang.

Kemenangan ini menjadi gelar dunia ketujuh bagi Marquez sekaligus gelar pertama dalam enam tahun terakhir sejak 2019. Bagi Ducati, pencapaian tersebut juga menjadi gelar keempat dalam sejarah mereka di ajang MotoGP.

Meski begitu, Puig menilai dominasi Marquez bukan semata karena motor Ducati yang hebat. 

Ia menilai motor pabrikan Ducati GP25 sebenarnya tidak menunjukkan peningkatan besar dibanding musim sebelumnya, terlihat dari kesulitan Pecco Bagnaia beradaptasi sepanjang musim.

Puig yang pernah bekerja sama erat dengan Marquez di Honda—dan mengantarnya meraih enam gelar dunia mengaku sangat menghormati perjuangan sang pembalap setelah mengalami cedera berat sejak 2020.

“Tidak ada yang lebih pantas mendapatkan gelar juara selain Marc,” ujar Puig dalam wawancara di situs resmi MotoGP.

 “Setelah semua rasa sakit, penderitaan, dan perjuangan yang dia alami, dia memilih jalannya sendiri dan terbukti itu adalah keputusan yang tepat.”

Puig juga menambahkan bahwa keputusan Marquez meninggalkan Honda pada 2023 dan bergabung dengan tim satelit Ducati pada 2024 adalah langkah yang sangat tepat.

“Dia membuktikan keputusannya benar. Dan bisa dibilang Ducati juga beruntung memiliki dia yang mampu memenangkan begitu banyak balapan,” tambah Puig.

Musim 2025 Marquez banyak dibandingkan dengan tahun 2019, ketika ia menorehkan 12 kemenangan dan hampir selalu naik podium bersama motor Honda yang kala itu dianggap kurang kompetitif.

Menurut Puig, “kombinasi antara motor dan pembalap di tahun 2019 luar biasa itulah sebabnya ia begitu sulit dikalahkan.”

Namun sayangnya, Marquez akan absen di dua seri berikutnya Australia dan Malaysia akibat cedera bahu yang dideritanya saat kecelakaan di Grand Prix Indonesia.

Awalnya, tim medis memilih untuk memulihkan cedera itu tanpa operasi, namun setelah evaluasi lanjutan, Marquez menjalani operasi minggu ini.

Kabar baiknya, operasi berjalan sukses, meski hingga kini Ducati belum mengumumkan kapan Marquez akan kembali ke lintasan.

Para penggemar MotoGP pun berharap sang juara dunia tujuh kali itu bisa segera pulih dan kembali menunjukkan dominasinya di sisa musim.

Minggu, 12 Oktober 2025

Pecco Bagnaia Surprised to Be Marc Marquez’s Teammate at Ducati, But Says It’s Been a Positive Experience

Pecco Bagnaia Surprised to Be Marc Marquez’s Teammate at Ducati, But Says It’s Been a Positive Experience
Pecco Bagnaia Surprised to Be Marc Marquez’s Teammate at Ducati, But Says It’s Been a Positive Experience.

Double MotoGP world champion Pecco Bagnaia admitted he was surprised that being Marc Marquez’s teammate at the Ducati factory team in 2025 turned out to be a much more positive experience than he expected.

Marc Marquez made headlines in the rider market last year when he publicly rejected an offer to join the Pramac Ducati team for the 2025 season, insisting that he wanted a full factory bike—either with Gresini or the official Ducati team.

Eventually, Ducati gave in to his demands and signed Marquez to the factory squad, forcing the team to reverse its earlier plan to promote 2024 world champion Jorge Martin.

When Marquez joined Ducati, many expected sparks to fly between him and Bagnaia. But the reality has been quite the opposite.

This season, Bagnaia has struggled to match Marquez’s performance. The six-time MotoGP world champion has been dominant and is on track to secure the 2025 title, while Bagnaia has only managed two Grand Prix victories so far—down from 11 wins last season.

In an interview with Gazzetta dello Sport, Bagnaia dismissed claims that having Marquez as a teammate had affected him psychologically.

“At first, I was a little worried,” Bagnaia said. “He used to say that he liked to mess with his teammates, but instead, it’s been the opposite. It’s actually been very positive. My experience working with him has been really enjoyable.”

Bagnaia also shared a fun moment they had together in Japan after Marquez clinched his seventh world title. “We went to a karaoke bar, drank sake, and had a good time. Marc is one of the strongest riders in history. In recent years, he’s been dominant. You can only learn from someone like him,” he added.

Meanwhile, Marquez will miss the upcoming Australian and Malaysian Grands Prix due to a right shoulder injury sustained in a first-lap crash with Marco Bezzecchi during the Indonesian round. Ducati’s test rider Michele Pirro will fill in for Marquez, though for now, only for the Australian Grand Prix.

Bagnaia seemed to make progress in Japan when he performed strongly on a bike fitted with several GP24 parts that helped him regain lost confidence. However, in Mandalika, he struggled again, dropping down the order and recording two DNFs.

“We tried many things, but for some reason, nothing clicked. It’s been a tough season, but I’m still pushing to find a solution,” Bagnaia admitted.

Although this season hasn’t gone as planned, the good relationship between Ducati’s star riders has become one of MotoGP’s most unexpected storylines. Instead of turning into bitter rivals, Bagnaia and Marquez have shown respect and teamwork both on and off the track.

Pecco Bagnaia Akui Kaget Jadi Rekan Setim Marc Marquez di Ducati, Tapi Justru Dapat Banyak Hal Positif

Pecco Bagnaia Akui Kaget Jadi Rekan Setim Marc Marquez di Ducati, Tapi Justru Dapat Banyak Hal Positif
Pecco Bagnaia Akui Kaget Jadi Rekan Setim Marc Marquez di Ducati, Tapi Justru Dapat Banyak Hal Positif.

JAKARTA - Pecco Bagnaia, juara dunia MotoGP dua kali, mengaku terkejut karena pengalaman menjadi rekan setim Marc Marquez di tim pabrikan Ducati pada musim 2025 ternyata jauh lebih positif dari yang ia bayangkan.

Marc Marquez sempat menjadi sorotan besar di bursa pembalap tahun lalu. Ia secara terbuka menolak tawaran bergabung dengan tim Pramac Ducati untuk musim 2025 dan menuntut agar bisa membalap dengan motor pabrikan, baik di tim Gresini atau langsung di tim utama Ducati.

Akhirnya, Ducati mengabulkan keinginan Marquez dan merekrutnya ke tim pabrikan. Keputusan ini membuat Ducati harus mengubah rencana awal mereka yang sebelumnya ingin mempromosikan Jorge Martin, juara dunia 2024, ke tim utama.

Dengan bergabungnya Marquez ke Ducati, banyak yang memprediksi akan terjadi rivalitas panas antara dirinya dan Pecco Bagnaia. Namun kenyataannya justru berbeda.

Musim ini, Bagnaia memang kesulitan menandingi performa Marquez. Sang juara dunia enam kali MotoGP itu tampil dominan dan sudah hampir memastikan gelar juara dunia 2025. Sementara Bagnaia hanya mampu meraih dua kemenangan grand prix sejauh ini, jauh menurun dibanding 11 kemenangan yang ia raih musim lalu.

Dalam wawancaranya bersama Gazzetta dello Sport, Bagnaia membantah isu bahwa kehadiran Marquez membuatnya tertekan secara mental.

“Awalnya, saya sempat khawatir,” kata Bagnaia. “Dia pernah bilang kalau dia suka mengganggu bahkan rekan setimnya sendiri. Tapi ternyata berbeda, dia justru sangat positif. Pengalamanku bersamanya sebagai rekan setim sangat menyenangkan.”

Bagnaia juga menceritakan momen santai mereka di Jepang setelah Marquez meraih gelar juara dunia ketujuhnya. “Kami pergi ke bar karaoke, minum sake, dan bersenang-senang. Marc adalah salah satu pembalap terkuat dalam sejarah. Dalam beberapa tahun terakhir, dia benar-benar mendominasi. Dari dia, kamu hanya bisa belajar banyak,” tambahnya.

Sementara itu, Marc Marquez akan absen di dua seri berikutnya, yaitu Grand Prix Australia dan Malaysia. Ia mengalami cedera bahu kanan setelah terlibat insiden di lap pertama bersama Marco Bezzecchi pada balapan di Indonesia. Ducati menunjuk pembalap tes Michele Pirro untuk menggantikan Marquez, meski sejauh ini hanya untuk seri Australia.

Bagnaia sendiri sempat menunjukkan tanda-tanda kebangkitan di Jepang setelah tampil impresif dengan motor yang sudah menggunakan beberapa komponen dari GP24. Namun di Mandalika, performanya kembali menurun drastis dan gagal finis dua kali. Ia pun mengaku belum tahu apa penyebabnya.

“Kami sudah mencoba banyak hal, tapi entah kenapa semuanya terasa tidak nyambung. Ini musim yang sulit, tapi saya tetap berusaha mencari solusi,” ujar Bagnaia.

Meski musim ini tidak berjalan mulus, hubungan baik antara dua pembalap top Ducati ini menjadi cerita menarik di paddock MotoGP. Bukannya menjadi rival sengit, keduanya justru menunjukkan rasa saling menghormati dan semangat kerja sama yang tinggi.

Jumat, 10 Oktober 2025

Marc Marquez Cedera Usai Tabrakan dengan Bezzecchi di MotoGP Mandalika, Ducati Ungkap Momen Debrief di Balik Layar

Marc Marquez Cedera Usai Tabrakan dengan Bezzecchi di MotoGP Mandalika, Ducati Ungkap Momen Debrief di Balik Layar
Marc Marquez Cedera Usai Tabrakan dengan Bezzecchi di MotoGP Mandalika, Ducati Ungkap Momen Debrief di Balik Layar.

JAKARTA - Sebuah video terbaru dari tim Ducati memperlihatkan momen di balik layar ketika Marc Marquez melakukan debrief pertama usai kecelakaan dengan Marco Bezzecchi di MotoGP Indonesia yang digelar di Sirkuit Mandalika. Insiden tersebut membuat Marquez mengalami cedera serius pada bahu kanannya.

Kejadian itu terjadi di tikungan cepat Turn 7 pada lap pembuka balapan Minggu lalu. Saat itu, pembalap Aprilia Marco Bezzecchi menabrak bagian belakang motor Marquez dari arah belakang. Benturan keras tersebut membuat keduanya terjatuh dan tidak dapat melanjutkan balapan.

Marc Marquez mengalami benturan berat yang langsung membuatnya kesakitan di bahu kanan. Setelah menjalani pemeriksaan medis, dokter mendiagnosis adanya patah tulang di bagian dasar prosesus korakoid serta cedera ligamen di bahu kanan.

Marc Marquez Cedera Usai Tabrakan dengan Bezzecchi di MotoGP Mandalika, Ducati Ungkap Momen Debrief di Balik Layar
Marc Marquez Cedera Usai Tabrakan dengan Bezzecchi di MotoGP Mandalika, Ducati Ungkap Momen Debrief di Balik Layar.

Akibat cedera tersebut, Ducati mengonfirmasi bahwa Marquez tidak akan tampil di dua seri berikutnya, yaitu MotoGP Australia dan MotoGP Malaysia.

Usai balapan di Mandalika, Marquez sempat menyampaikan rasa sedihnya atas insiden tersebut. Namun, ia juga menyebut bahwa tabrakan itu merupakan insiden balap biasa dan meminta para penggemarnya untuk tetap tenang, terutama di tengah gelombang kritik terhadap Bezzecchi di media sosial.

Cedera ini datang hanya seminggu setelah Marquez meraih gelar juara dunia ketujuhnya di MotoGP, sebuah pencapaian luar biasa yang kini harus ia jeda karena kondisi fisiknya.

Dalam episode terbaru dokumenter Inside Ducati, terlihat bagaimana Marquez menceritakan detik-detik sebelum kecelakaan tersebut kepada timnya.

“Ketika saya menyentuh gravel, kecepatannya sangat tinggi,” ujar Marquez. “Saya sebenarnya memulai dengan baik, grip-nya bagus, semuanya normal. Ketika keluar dari pit, ada yang terasa sedikit aneh, tapi setelah itu baik-baik saja.”

Ia melanjutkan, “Bezzecchi sedikit menyentuh saya dari belakang dan saya langsung terlempar. Saya tahu itu bukan kesalahan saya. Itu bukan tempat di mana kami melambat.”

Dalam video yang sama, kepala kru Marquez, Marco Rigamonti, sempat bercanda dengan mengatakan bahwa mereka mungkin akan bertemu lagi di Valencia saat acara penutupan musim MotoGP, menyiratkan bahwa Marquez kemungkinan akan absen hingga akhir musim.

Namun, Marquez dengan nada bercanda menanggapi, “Ah, tidak, saya akan mencoba lebih cepat dari itu. Tapi tergantung, saya belum tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyembuhkan ligamen ini.”

Sementara itu, Marco Bezzecchi dikabarkan tidak mengalami cedera serius dari insiden tersebut. Meski demikian, ia kemungkinan akan menghadapi hukuman dari FIM Steward saat pertemuan sebelum MotoGP Australia.

Insiden ini menambah daftar panjang drama di musim MotoGP 2025 yang penuh dengan kejutan dan tantangan. Para penggemar tentu berharap Marquez bisa segera pulih dan kembali ke lintasan, mengingat semangat juangnya yang selalu menjadi inspirasi di dunia balap motor.

Marc Marquez Injured After Collision with Bezzecchi at Mandalika MotoGP as Ducati Reveals Behind-the-Scenes Debrief

Marc Marquez Injured After Collision with Bezzecchi at Mandalika MotoGP as Ducati Reveals Behind-the-Scenes Debrief
Marc Marquez Injured After Collision with Bezzecchi at Mandalika MotoGP as Ducati Reveals Behind-the-Scenes Debrief.

A new behind-the-scenes video from Ducati shows Marc Marquez’s first debrief after his crash with Marco Bezzecchi at the Indonesian Grand Prix in Mandalika. The incident left Marquez with a serious shoulder injury.

The crash happened at the fast Turn 7 right-hander during the opening lap of Sunday’s race. Aprilia rider Marco Bezzecchi clipped the back of Marquez’s bike, causing both riders to crash out of the race.

Marquez suffered a heavy fall that immediately caused pain in his right shoulder. After a medical examination, doctors diagnosed him with a fracture at the base of the coracoid process and a ligament injury to his right shoulder.

Because of this injury, Ducati confirmed that Marquez will miss the upcoming Australian and Malaysian Grands Prix.

Speaking after the race in Mandalika, Marquez said he felt sad about what happened but described the crash as a racing incident. He also urged fans to remain calm after Bezzecchi faced online backlash.

The injury came just a week after Marquez celebrated his seventh MotoGP world championship title, making the setback even more emotional for him and his fans.

In the latest episode of Ducati’s Inside documentary series, Marquez shared his first debrief with his crew about what happened before the crash.

“When I touched the gravel, I was going really fast,” Marquez said. “I had a good start, the grip was fine… normal. When I left the garage, there was something a bit strange, but then everything was okay.”

He continued, “He touched me slightly from behind, and I was flying. I know it wasn’t my fault. It wasn’t a section where we were slow.”

In the video, Marquez’s crew chief Marco Rigamonti joked that they would “see you in Valencia at the Gala,” implying that Marquez might miss the rest of the season.

Marquez responded with a laugh, saying, “Come on, no. I’ll try before that. But it depends—I’m not sure how long it takes for the ligament to heal.”

Meanwhile, Marco Bezzecchi escaped serious injury in the incident but is expected to meet with FIM stewards ahead of the Australian Grand Prix, where he may face a penalty for causing the collision.

The incident adds another dramatic chapter to the 2025 MotoGP season, which has already been full of unexpected moments. Fans around the world are now hoping for Marquez’s speedy recovery and return to the track, as his fighting spirit continues to inspire the MotoGP community.

Minggu, 07 September 2025

Marquez Akui Hampir Alami Crash Serupa Alex di Sprint MotoGP Barcelona

JAKARTA - Marc Marquez, pembalap Ducati, mengungkapkan dirinya nyaris mengalami insiden serupa dengan adiknya, Alex Marquez, saat Sprint MotoGP Catalunya 2025 di Sirkuit Barcelona, Sabtu (6/9/2025). Alex yang memimpin jalannya balapan harus terjatuh di Tikungan 10 dengan empat lap tersisa, sementara Marc berhasil selamat meski sempat “nyaris jatuh” di tikungan yang sama beberapa putaran sebelumnya.

Dalam balapan tersebut, Alex Marquez yang membela tim Gresini tampil dominan setelah start dari pole position. Sayangnya, harapan Alex meraih kemenangan pupus akibat kehilangan kendali di tikungan tajam, membuat Marc otomatis merebut posisi terdepan. Kesempatan itu dimaksimalkan Marc untuk mencatatkan kemenangan sprint ke-14 di musim 2025, sekaligus memperlebar jarak poin keunggulannya menjadi 187 angka di klasemen sementara.

Marc mengaku sempat merasakan gejala serupa beberapa putaran sebelumnya. Ia hampir kehilangan grip ban depan di Tikungan 10 dan juga sempat tergelincir di Tikungan 7, tepat satu lap setelah Alex terjatuh. Beruntung, ia berhasil menguasai motor dengan sikut kirinya.

Marquez Akui Hampir Alami Crash Serupa Alex di Sprint MotoGP Barcelona
Marquez Akui Hampir Alami Crash Serupa Alex di Sprint MotoGP Barcelona.

“Sejujurnya perasaan saya campur aduk. Alex sangat cepat hari ini dan ketika melihat dia jatuh, rasanya memang itu adalah harinya,” kata Marc kepada MotoGP.com. “Tapi besok dia akan punya kesempatan baru. Saya sendiri sudah mencoba mengejar, tapi melihat dia lebih cepat, saya memilih untuk menyerah dan menjaga ritme. Dengan motor itu, kesalahan kecil bisa berakibat fatal.”

Menurut Marc, penyebab utama insiden bisa jadi karena perubahan keseimbangan motor saat pembalap mencoba memperlambat ritme. Ia mencontohkan kejadian Pecco Bagnaia tahun lalu di Barcelona, yang juga terjatuh ketika menurunkan kecepatan di Sprint.
“Di sini memang lintasannya aneh. Ketika kita sedikit melambat, keseimbangan motor ikut berubah. Ban depan jadi lebih tertekan, dan itu membuat risiko kehilangan kendali semakin besar. Banyak orang bilang kami harus slowing down, tapi slowing down artinya hanya dua atau tiga persepuluh per lap. Itu tetap kecepatan tinggi, tetap di batas limit,” jelasnya.

Meski kecewa dengan nasib Alex, Marc menegaskan adiknya menunjukkan level performa yang sangat baik. Ia percaya Alex bisa kembali bangkit di balapan utama Minggu besok. Sementara itu, kemenangan Marc semakin mengokohkan posisinya dalam perburuan gelar juara dunia MotoGP 2025. Dengan 14 kemenangan sprint dan keunggulan poin besar, jalan menuju titel juara makin terbuka lebar bagi sang kakak Marquez.

Alex Marquez Akui Overconfidence Bikin Crash di Sprint MotoGP Barcelona

JAKARTA - Alex Marquez, pembalap Gresini Ducati, mengalami insiden nahas saat memimpin Sprint MotoGP Catalunya 2025 di Barcelona, Sabtu (6/9/2025). Start dari pole position dan tampil dominan, adik Marc Marquez itu justru terjatuh di lap ke-9 dari 12 putaran. Alex mengaku terlalu percaya diri sehingga lengah, hingga akhirnya crash di tikungan 10 dan harus merelakan kemenangan jatuh ke tangan sang kakak, Marc.

“Jujur, saya terlalu santai. Terlalu percaya diri. Saat itu saya merasa crash bukanlah kemungkinan,” kata Alex seusai balapan. “Saya hanya mencoba menyelesaikan lap dengan mendorong, ingin melihat jarak dengan Marc. Dari situ, saya mulai mencoba mengatur gap. Tapi karena terlalu percaya diri, akhirnya justru terjatuh.”

Alex Marquez terjatuh saat memimpin sprint MotoGP Barcelona 2025 di tikungan 10
Alex Marquez terjatuh saat memimpin sprint MotoGP Barcelona 2025 di tikungan 10.

Alex sejatinya tampil luar biasa sejak kualifikasi. Ia merebut pole position dengan catatan rekor baru dan berpeluang besar menutup sprint dengan kemenangan pertamanya musim ini. Namun, lintasan Barcelona yang dikenal memiliki grip rendah membuat kesalahan kecil bisa berujung fatal. “Turn 10 memang tricky. Tikungan ini mengharuskan motor benar-benar berhenti. Sedikit saja melebar atau telat mengerem, jatuh itu mudah sekali terjadi,” jelas Alex.

Meski kecewa, Alex menegaskan dirinya tidak ingin larut dalam penyesalan. Ia menganggap crash ini sebagai pelajaran berharga untuk menghadapi balapan utama Minggu (7/9/2025). “Rasanya sakit, tapi itu hal yang tak bisa diubah. Kalau ini terjadi di hari Minggu, tentu lebih menyakitkan. Besok kami punya kesempatan besar lagi, start dari pole position. Jadi saya harus kembali fokus dan memanfaatkan peluang,” tutup Alex.

Performa Alex sepanjang akhir pekan memang menunjukkan potensi besar. Ia tercatat memiliki race pace terkuat dibanding rider lain, termasuk Marc. Artinya, peluang untuk menebus kesalahan di balapan utama masih terbuka lebar. Para penggemar pun menantikan duel lanjutan dua bersaudara Marquez di Sirkuit Catalunya, dengan harapan insiden serupa tidak terulang.

Sabtu, 30 Agustus 2025

Valentino Rossi vs Marc Marquez Siapa GOAT Sebenarnya di MotoGP Menurut Franco Morbidelli

Valentino Rossi dan Marc Marquez dalam duel sengit di lintasan MotoGP, menggambarkan rivalitas dua legenda balap dunia.
Valentino Rossi vs Marc Marquez Siapa GOAT Sebenarnya di MotoGP Menurut Franco Morbidelli.

JAKARTA - Valentino Rossi dan Marc Marquez kembali jadi bahan perdebatan siapa yang layak disebut sebagai pembalap MotoGP terhebat sepanjang masa. Perdebatan ini makin panas setelah Franco Morbidelli, rider VR46 Ducati, ikut angkat bicara. Morbidelli menilai sosok Rossi tetap lebih unggul ketimbang Marquez, bukan hanya karena gelar juara dunia, tapi juga dampak besarnya pada perkembangan MotoGP secara global.

Dalam karier gemilangnya, Rossi mengoleksi sembilan gelar juara dunia, tujuh di antaranya di kelas premier. Ia juga mengantongi total 115 kemenangan Grand Prix. Namun, lebih dari sekadar angka, Rossi dianggap sebagai figur yang berhasil membawa MotoGP ke level popularitas internasional yang lebih tinggi. Di sisi lain, Marc Marquez kini tinggal selangkah lagi menyamai rekor juara dunia Rossi. Jika berhasil menutup musim 2025 dengan gelar, Marquez bakal mengantongi sembilan gelar dunia, termasuk delapan di kelas premier. Catatan kemenangannya pun sudah mencapai 72, hanya terpaut 17 dari rekor Rossi.

Meski banyak yang mulai menyebut Marquez sebagai GOAT, Morbidelli menegaskan bahwa dampak Rossi terhadap olahraga inilah yang membuatnya berbeda. Dalam wawancara dengan AS.com, Morbidelli bahkan berusaha menyingkirkan faktor kedekatan personal dengan Rossi untuk menjawab pertanyaan tersebut. "Saat ini Marc punya delapan gelar. Kalau dia juara tahun ini, dia akan punya sembilan seperti Vale. Dari sisi angka, keduanya jelas ada di tiga sampai lima pembalap terhebat dalam sejarah. Apa yang dilakukan Marc luar biasa dan inspiratif," kata Morbidelli.

Namun, Morbidelli juga menyimpan satu catatan penting soal Marquez. Ia menyinggung momen kontroversial musim 2015, ketika Rossi menuduh Marquez bersekongkol menggagalkan peluangnya menjadi juara dunia. "Saya punya satu keraguan terhadap karier Marc. Ada satu momen yang tidak begitu positif dalam kariernya, dan itu adalah tahun 2015," ujarnya. Peristiwa itu hingga kini masih menjadi salah satu drama paling panas dalam sejarah MotoGP modern, dengan Rossi yang terus meyakini adanya konspirasi.

Ketika diminta memilih secara tegas siapa yang lebih pantas disebut GOAT, Morbidelli akhirnya menjawab Rossi. "Karena cara dia mendekati olahraga ini dan sentuhan yang dia berikan, Rossi membawa MotoGP ke dimensi lain. Marc memang brutal dan fantastis, tapi dia belum mencapai itu," tegasnya.

Debat soal siapa pembalap terhebat sepanjang masa jelas belum akan berhenti. Dengan Marquez yang masih aktif dan berpeluang besar menyalip rekor kemenangan Rossi, perbandingan keduanya dipastikan bakal terus jadi bahan diskusi penggemar. Namun, bagi sebagian kalangan, warisan Rossi dalam mengangkat wajah MotoGP di mata dunia tetap jadi alasan utama kenapa namanya sulit tergantikan.

Minggu, 24 Agustus 2025

Marc Marquez Tak Terbendung, Juara Sprint MotoGP Hungaria 2025

Marc Marquez kembali menunjukkan dominasinya di MotoGP 2025 dengan menjuarai sprint race Grand Prix Hungaria di Sirkuit Balaton, Sabtu (23/8/2025). Rider Ducati pabrikan itu mengalahkan duo VR46, Fabio Di Giannantonio dan Franco Morbidelli, lewat penampilan nyaris tanpa cela.

Sejak start dari pole position, Marquez langsung melesat meninggalkan rombongan pembalap lain. Meski sempat lolos dari insiden di tikungan pertama akibat manuver agresif Fabio Quartararo, juara dunia delapan kali itu tetap tenang dan menjaga jarak. Dalam beberapa lap awal, jarak Marquez dengan Di Giannantonio sempat di bawah satu detik, namun perlahan melebar hingga lebih dari dua detik. Sprint 13 lap itu akhirnya ditutup dengan kemenangan ke-13 Marquez musim ini, unggul 2,095 detik di depan Diggia.

Marc Marquez Tak Terbendung, Juara Sprint MotoGP Hungaria 2025
Marc Marquez Tak Terbendung, Juara Sprint MotoGP Hungaria 2025.

“Balapan ini cukup rumit di awal karena ada insiden di Turn 1, tapi saya beruntung bisa terhindar. Setelah itu ritme motor saya sangat baik dan saya bisa menjaga gap sampai akhir,” ujar Marquez seusai balapan, dikutip dari rilis resmi Ducati. “Peringatan track limits memang sempat mengganggu, tapi tidak berpengaruh pada hasil akhir.”

Sementara itu, Fabio Di Giannantonio mengaku puas bisa finis kedua di belakang rekan satu pabrikan Italia. “Saya mencoba menempel Marc di lap awal, tapi kecepatannya luar biasa. Finis podium bersama tim VR46 tetap hasil positif,” ucap Diggia. Morbidelli yang menempati podium ketiga juga menambahkan bahwa kecepatan Ducati memang sulit dilawan, meski dirinya sempat mendapat tekanan dari Luca Marini (Honda) sebelum berhasil mengamankan posisi.

Di belakang mereka, Fermin Aldeguer (Gresini Ducati) finis kelima, Joan Mir (Honda) keenam, dan Marco Bezzecchi (Aprilia) ketujuh. Alex Marquez hanya mampu finis kedelapan setelah start dari posisi 11, sementara juara bertahan Jorge Martin (Aprilia) harus puas di urutan kesembilan meski start dari posisi 17. Nasib sial dialami Pecco Bagnaia yang masih berjuang menemukan setelan motor ideal. Meski mencoba konfigurasi baru, Bagnaia hanya mampu finis ke-13.

Balapan sprint ini juga diwarnai drama besar di awal. Quartararo terlalu agresif saat masuk tikungan pertama, membuat kontak dengan Enea Bastianini (Tech3 KTM) dan memaksa Marco Bezzecchi mengerem mendadak. Tak lama setelah itu, Bastianini menabrak Johann Zarco (LCR Honda) di Turn 12 dan membuat keduanya gagal finis. Insiden-insiden tersebut kini masih dalam penyelidikan FIM Stewards.

Dengan hasil ini, Marc Marquez semakin menjauh di puncak klasemen MotoGP 2025 dengan selisih 152 poin dari adiknya, Alex Marquez. Peluang Marquez mengunci gelar juara dunia musim ini makin terbuka lebar meski balapan utama Minggu besok masih menanti.

Marc Marquez Rebut Pole Hungarian MotoGP 2025, Pecco Bagnaia Terpuruk di Posisi 15

Marc Marquez tampil luar biasa dengan merebut pole position pada kualifikasi MotoGP Hungaria 2025 di Balaton Park, Sabtu (23/8/2025). Sang pemimpin klasemen itu mengunci start terdepan usai catatan waktunya tak mampu dikejar rival, sementara rekan setimnya di Ducati, Francesco “Pecco” Bagnaia, justru terseok-seok hingga hanya mampu finis di posisi 15 hasil terburuknya sepanjang musim ini.

Kualifikasi berlangsung dramatis. Marquez sejatinya diprediksi bakal bersaing ketat dengan bintang muda KTM, Pedro Acosta, setelah keduanya tampil konsisten sejak sesi latihan Jumat. Namun duel itu batal terwujud ketika Acosta terjatuh di tikungan cepat Turn 8 saat baru memulai putaran cepatnya. Walau tidak cedera, insiden itu membuatnya kehilangan momentum dan harus puas menutup sesi di posisi ketujuh.

Marquez sendiri melesat sejak awal. Catatan waktunya 1 menit 36,822 detik langsung menempatkan dirinya di puncak, meski sempat harus membatalkan putaran kedua karena melebar melebihi track limit. Tak menyerah, ia kemudian mencetak 1 menit 36,646 detik, sebelum mengunci pole dengan torehan impresif 1 menit 36,518 detik. Itu menjadi pole kedelapan bagi Marquez musim ini dan mempertegas dominasinya di balapan tahun 2025.

Di belakangnya, kejutan datang dari Marco Bezzecchi yang sukses meloloskan diri dari Q1 dan menempati posisi kedua, hanya terpaut 0,290 detik dari Marquez. Fabio Di Giannantonio dari tim VR46 melengkapi barisan depan dengan menempati grid ketiga. KTM tetap punya wakil di barisan depan lewat Enea Bastianini yang berada di posisi keempat, sementara Franco Morbidelli (VR46) dan Fabio Quartararo (Yamaha) mengisi posisi lima dan enam.

Nasib berbeda dialami Bagnaia. Juara dunia dua kali itu kesulitan sejak awal kualifikasi dan bahkan gagal lolos dari Q1 untuk pertama kalinya musim ini. Ia hanya mampu menempati urutan ke-15, meski nantinya akan sedikit beruntung karena mendapat promosi dua posisi ke grid 13 akibat penalti pembalap lain. Namun hasil ini jelas menjadi pukulan bagi Bagnaia yang belakangan tengah berusaha mengejar ketertinggalan poin dari Marquez di klasemen sementara.

Kualifikasi juga diwarnai insiden lain. Alex Marquez yang tampil di atas Ducati Gresini hanya mampu mencatat posisi 11, namun harus menerima penalti turun tiga grid akibat menghalangi pembalap lain di sesi latihan Jumat. Pol Espargaro yang menjadi pembalap pengganti Tech3 terjatuh di akhir Q2 dan akhirnya start dari posisi 12. Sedangkan Jorge Martin, juara dunia bertahan, masih kesulitan dengan motor Aprilia-nya dan hanya mampu bertengger di posisi 17.