![]() |
| Valentino Rossi vs Marc Marquez Siapa GOAT Sebenarnya di MotoGP Menurut Franco Morbidelli. |
JAKARTA - Valentino Rossi dan Marc Marquez kembali jadi bahan perdebatan siapa yang layak disebut sebagai pembalap MotoGP terhebat sepanjang masa. Perdebatan ini makin panas setelah Franco Morbidelli, rider VR46 Ducati, ikut angkat bicara. Morbidelli menilai sosok Rossi tetap lebih unggul ketimbang Marquez, bukan hanya karena gelar juara dunia, tapi juga dampak besarnya pada perkembangan MotoGP secara global.
Dalam karier gemilangnya, Rossi mengoleksi sembilan gelar juara dunia, tujuh di antaranya di kelas premier. Ia juga mengantongi total 115 kemenangan Grand Prix. Namun, lebih dari sekadar angka, Rossi dianggap sebagai figur yang berhasil membawa MotoGP ke level popularitas internasional yang lebih tinggi. Di sisi lain, Marc Marquez kini tinggal selangkah lagi menyamai rekor juara dunia Rossi. Jika berhasil menutup musim 2025 dengan gelar, Marquez bakal mengantongi sembilan gelar dunia, termasuk delapan di kelas premier. Catatan kemenangannya pun sudah mencapai 72, hanya terpaut 17 dari rekor Rossi.
Meski banyak yang mulai menyebut Marquez sebagai GOAT, Morbidelli menegaskan bahwa dampak Rossi terhadap olahraga inilah yang membuatnya berbeda. Dalam wawancara dengan AS.com, Morbidelli bahkan berusaha menyingkirkan faktor kedekatan personal dengan Rossi untuk menjawab pertanyaan tersebut. "Saat ini Marc punya delapan gelar. Kalau dia juara tahun ini, dia akan punya sembilan seperti Vale. Dari sisi angka, keduanya jelas ada di tiga sampai lima pembalap terhebat dalam sejarah. Apa yang dilakukan Marc luar biasa dan inspiratif," kata Morbidelli.
Namun, Morbidelli juga menyimpan satu catatan penting soal Marquez. Ia menyinggung momen kontroversial musim 2015, ketika Rossi menuduh Marquez bersekongkol menggagalkan peluangnya menjadi juara dunia. "Saya punya satu keraguan terhadap karier Marc. Ada satu momen yang tidak begitu positif dalam kariernya, dan itu adalah tahun 2015," ujarnya. Peristiwa itu hingga kini masih menjadi salah satu drama paling panas dalam sejarah MotoGP modern, dengan Rossi yang terus meyakini adanya konspirasi.
Ketika diminta memilih secara tegas siapa yang lebih pantas disebut GOAT, Morbidelli akhirnya menjawab Rossi. "Karena cara dia mendekati olahraga ini dan sentuhan yang dia berikan, Rossi membawa MotoGP ke dimensi lain. Marc memang brutal dan fantastis, tapi dia belum mencapai itu," tegasnya.
Debat soal siapa pembalap terhebat sepanjang masa jelas belum akan berhenti. Dengan Marquez yang masih aktif dan berpeluang besar menyalip rekor kemenangan Rossi, perbandingan keduanya dipastikan bakal terus jadi bahan diskusi penggemar. Namun, bagi sebagian kalangan, warisan Rossi dalam mengangkat wajah MotoGP di mata dunia tetap jadi alasan utama kenapa namanya sulit tergantikan.
