PONTIANAK - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat merumuskan empat kebijakan strategis untuk mengantisipasi isu-isu kesehatan yang terus berkembang. Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, dr. Erna Yulianti, mengungkapkan langkah ini disampaikan saat peringatan Dies Natalis Rumah Sakit Universitas Tanjungpura ke-12 di Gedung A RS Untan Pontianak, Sabtu (9/5/2025), guna memastikan respon cepat, tepat, dan terkoordinasi terhadap tantangan kesehatan masyarakat di seluruh wilayah, termasuk daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan.
![]() |
| Dinkes Kalbar Rumuskan Strategi Hadapi Isu Kesehatan Terkini di Wilayah Perbatasan dan Terpencil. |
Menurut dr. Erna, kebijakan pertama adalah peningkatan akses pelayanan kesehatan primer dan rujukan.
Upaya ini dilakukan melalui penguatan Puskesmas, pengembangan layanan telemedicine, serta penugasan tenaga kesehatan strategis agar jangkauan dan kualitas layanan merata, termasuk di wilayah sulit dijangkau.
“Kami terus berupaya agar masyarakat di daerah DTPK bisa mendapat layanan kesehatan yang setara dengan wilayah perkotaan,” ujarnya.
Kedua, Dinkes mendorong peningkatan literasi dan partisipasi masyarakat melalui kampanye komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) berbasis komunitas dan media sosial. Edukasi difokuskan pada isu-isu seperti vaksinasi, gizi seimbang, kesehatan mental, dan resistensi antimikroba.
“Dengan literasi kesehatan yang baik, masyarakat bisa lebih mandiri dalam menjaga kesehatan dan mencegah penyakit,” tambahnya.
Kebijakan ketiga adalah pemanfaatan teknologi kesehatan digital. Dinkes Kalbar telah mengembangkan aplikasi e-health, sistem rekam medis elektronik, dan dashboard pemantauan untuk mempercepat layanan sekaligus membantu pengambilan keputusan berbasis data.
Terakhir, penguatan kolaborasi lintas sektor juga menjadi prioritas. Dinkes aktif bekerja sama dengan sektor swasta, universitas, organisasi profesi, dan lembaga internasional untuk menghadapi berbagai isu, mulai dari stunting hingga dampak perubahan iklim terhadap kesehatan.
Langkah strategis ini diharapkan mampu meningkatkan ketahanan sistem kesehatan di Kalimantan Barat.
Dengan adanya penguatan layanan, literasi, teknologi, dan kolaborasi, Pemprov Kalbar optimis dapat menekan potensi krisis kesehatan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama di wilayah yang selama ini sulit dijangkau layanan kesehatan modern.
Reporter: Heri Yakop
