Tendangan Salto Lamine Yamal Bikin Camp Nou Terpana, Barcelona Kembali Puncaki LaLiga

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner

Senin, 26 Januari 2026

Tendangan Salto Lamine Yamal Bikin Camp Nou Terpana, Barcelona Kembali Puncaki LaLiga

Tendangan Salto Lamine Yamal Bikin Camp Nou Terpana, Barcelona Kembali Puncaki LaLiga
Tendangan Salto Lamine Yamal Bikin Camp Nou Terpana, Barcelona Kembali Puncaki LaLiga.

JAKARTA - Barcelona akhirnya bangkit dan kembali ke jalur kemenangan. Namun, dari kemenangan meyakinkan 3-0 atas Real Oviedo, satu nama benar-benar mencuri perhatian publik Camp Nou: Lamine Yamal.

Winger muda berusia 18 tahun itu mencetak gol spektakuler lewat tendangan salto yang langsung membuat rekan setimnya takjub. 

Raphinha bahkan mengaku seluruh tim Barcelona sampai “terpana” melihat aksi luar biasa Yamal di laga tersebut.

Kemenangan ini terasa penting bagi Blaugrana setelah pekan lalu harus menelan kekalahan mengecewakan dari Real Sociedad. 

Gol-gol dari Dani Olmo, Raphinha, dan Lamine Yamal memastikan tim asuhan Hansi Flick kembali ke puncak klasemen LaLiga dengan penuh percaya diri.

“Gol Lamine benar-benar luar biasa. Kami semua terkejut melihatnya,” ujar Raphinha kepada DAZN.

“Tapi yang paling penting adalah kemenangan ini, karena kami butuh kepercayaan diri untuk pertandingan hari Rabu melawan Copenhagen di Liga Champions.”

Tak hanya soal gol indah, Yamal juga mencatatkan statistik yang bikin geleng-geleng kepala. 

Ia menjadi pemain kedua di lima liga top Eropa yang mampu mencetak lebih dari delapan gol dan delapan assist di laga kandang sepanjang semua kompetisi sejak April tahun lalu. 

Satu-satunya pemain lain yang lebih dulu melakukannya adalah Michael Olise dari Bayern Munich.

Menariknya, meski Raphinha menjadi pemain tersubur di lima liga top Eropa sepanjang 2026 dengan lima gol di semua ajang, ia justru memilih mengalihkan sorotan ke sang wonderkid.

Pertandingan sendiri tidak berjalan mudah. Barcelona tampil kurang menggigit di babak pertama menghadapi Oviedo yang bermain dengan pressing ketat. Dari lima tembakan, hanya satu yang mengarah ke gawang sebelum jeda.

Namun, situasi berubah drastis di babak kedua. Barcelona menaikkan intensitas tekanan, merebut bola lebih cepat, dan dari situ dua gol awal tercipta. 

Secara keseluruhan, Barca menutup laga dengan 15 percobaan tembakan dan nilai expected goals sebesar 2,1. Bahkan, satu gol Robert Lewandowski sempat dianulir wasit.

“Kami memang tidak bermain maksimal di babak pertama,” kata Hansi Flick.

“Mereka menekan sangat tinggi, tapi di babak kedua kami jauh lebih baik. Kami mencetak gol cepat dan itu sangat membantu.”

Flick juga menyinggung jadwal padat yang harus dijalani timnya. Menurutnya, banyaknya pertandingan dan perjalanan memang berpengaruh, meski itu bukan alasan utama.

“Kami hampir tidak punya hari libur. Jadwal sangat padat dan banyak perjalanan, tapi ini memang bagian dari pekerjaan. Yang penting, tim selalu berusaha memberikan yang terbaik,” ujarnya.

Dengan hasil ini, Barcelona kini mencatat 10 kemenangan beruntun di kandang di ajang LaLiga. Ini menjadi pencapaian spesial karena terakhir kali Barca meraih setidaknya 10 kemenangan kandang beruntun di liga bersama satu pelatih terjadi pada Desember 2019 di era Ernesto Valverde.

Lebih dari sekadar tiga poin, kemenangan ini terasa istimewa karena lahirnya momen magis dari Lamine Yamal. 

Tendangan salto sang bocah ajaib bukan hanya menggetarkan jala gawang, tapi juga menegaskan bahwa masa depan Barcelona sedang berada di tangan yang tepat.

  

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.