Anak SD Berani Tampil Menari Adat Dayak, Bukti Cinta Budaya Sejak Dini di Sekadau

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner

Senin, 02 Februari 2026

Anak SD Berani Tampil Menari Adat Dayak, Bukti Cinta Budaya Sejak Dini di Sekadau

Anak SD Berani Tampil Menari Adat Dayak, Bukti Cinta Budaya Sejak Dini di Sekadau
Anak SD Berani Tampil Menari Adat Dayak, Bukti Cinta Budaya Sejak Dini di Sekadau.

SEKADAU -- Kegembiraan terlihat jelas ketika Tim Sekolah Adat Sekadau tiba di salah satu desa di Kabupaten Sekadau pada 14 April lalu. Bukan sekadar menyambut tamu, anak-anak sekolah dasar di sana tampil dengan penuh percaya diri, menari tarian adat Dayak sebagai bentuk kebanggaan dan penghormatan terhadap warisan budaya mereka.

Momen ini begitu istimewa karena seluruh penampil adalah anak-anak SD yang aktif mengikuti kegiatan Sekolah Adat. Meski masih kecil, mereka berani berdiri di depan tamu dan masyarakat, membuktikan bahwa kecintaan terhadap budaya Dayak bisa tumbuh sejak usia dini.

Salah satu penari cilik, Adek Nia, berbagi rasa senangnya. “Saya senang bisa menari adat. Ini budaya kita, orang Dayak, dan saya ingin terus belajar supaya tidak hilang,” ujarnya sambil tersenyum ceria.

Dena, peserta lainnya, menambahkan, “Belajar budaya lokal membuat saya lebih percaya diri. Kami diajar menari dan mendengar cerita adat. Bangga rasanya jadi orang Dayak, pemilik Borneo!”

Keberanian mereka tampil di depan umum tak lepas dari dukungan para pendamping. Ipa, salah satu murid Sekolah Adat, menuturkan, “Kakak-kakak di Sekolah Adat selalu bilang jangan malu dengan budaya sendiri. Makanya kami berani tampil.”

Tak kalah penting, peran Florentina Dessi, penggerak Sekolah Adat, sangat dirasakan anak-anak. Dengan bimbingan sabar dan metode belajar yang menyenangkan, mereka tidak hanya belajar seni tari, tetapi juga memahami nilai jati diri sebagai masyarakat adat Dayak.

Kunjungan Tim Sekolah Adat Sekadau menjadi lebih dari sekadar ajang silaturahmi. Ini adalah ruang belajar bersama sekaligus penguat semangat pelestarian budaya lokal. Penampilan anak-anak yang berani menari adat menjadi simbol bahwa budaya Dayak masih hidup dan terus diwariskan ke generasi penerus.

Melalui kegiatan ini, Sekolah Adat Sekadau diharapkan terus menjadi tempat tumbuhnya rasa bangga, keberanian, dan cinta budaya bagi anak-anak Dayak—pemilik tanah Borneo yang kaya akan warisan leluhur.

  

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.