Berita BorneoTribun: Idul Fitri hari ini
iklan
iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Idul Fitri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Idul Fitri. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 April 2026

Strategi 4K BI Kaltim Sukses Tahan Inflasi Saat Ramadan Hingga Lebaran 2026

Strategi 4K BI Kaltim terbukti efektif menahan inflasi Maret 2026 meski ada Ramadan, Nyepi, dan Idul Fitri. Inflasi tercatat hanya 0,72 persen. (gambar ilustrasi)
Strategi 4K BI Kaltim terbukti efektif menahan inflasi Maret 2026 meski ada Ramadan, Nyepi, dan Idul Fitri. Inflasi tercatat hanya 0,72 persen. (gambar ilustrasi)

Samarinda – Bank Indonesia Kalimantan Timur (Kaltim) memastikan strategi pengendalian inflasi 4K terbukti efektif menahan laju kenaikan harga selama Maret 2026, meskipun bertepatan dengan tiga Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Tiga momentum besar tersebut meliputi Ramadan, Nyepi, dan Idul Fitri yang biasanya identik dengan lonjakan permintaan masyarakat.

Kepala Kantor Perwakilan BI Kaltim, Jajang Hermawan, menyampaikan bahwa inflasi bulanan Kaltim tetap terkendali di angka 0,72 persen (month to month).

“Langkah pengendalian inflasi melalui strategi 4K ini diperkuat dengan sinergi TPID Kaltim bersama kabupaten/kota,” ujarnya di Samarinda, Jumat.

Strategi 4K Jadi Kunci Utama

Strategi 4K yang diterapkan mencakup:

  • Keterjangkauan harga

  • Ketersediaan pasokan

  • Kelancaran distribusi

  • Komunikasi efektif

Dalam implementasinya, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kaltim aktif melakukan berbagai intervensi pasar.

Sepanjang Maret 2026, tercatat 83 kegiatan pengendalian harga, seperti:

  • Gerakan pangan murah

  • Operasi pasar

  • Distribusi bahan pokok

Kegiatan tersebut tersebar di berbagai daerah, di antaranya:

  • Samarinda: 33 kali

  • Kutai Kartanegara: 16 kali

  • Kutai Barat: 14 kali

  • Bontang: 8 kali

  • Mahakam Ulu: 6 kali

  • Berau: 6 kali

Langkah ini dinilai efektif menjaga stabilitas harga di tengah lonjakan permintaan.

Inflasi Tahunan Lebih Rendah dari Nasional

Secara keseluruhan, Indeks Harga Konsumen (IHK) Kaltim menunjukkan:

  • Inflasi bulanan: 0,72% (mtm)

  • Inflasi tahunan: 3,31% (yoy)

  • Inflasi tahun berjalan: 1,37% (ytd)

Angka ini masih lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang berada di level 3,48% (yoy).

Penyumbang Inflasi Terbesar

Kenaikan inflasi terutama dipicu oleh:

1. Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau

  • Inflasi: 1,74% (mtm)

  • Andil: 0,52%

Lonjakan ini dipengaruhi meningkatnya konsumsi selama Ramadan hingga Idul Fitri.

2. Kelompok Transportasi

  • Inflasi: 0,88% (mtm)

  • Andil: 0,11%

Hal ini didorong tingginya mobilitas masyarakat, termasuk peningkatan permintaan tiket pesawat dan cepatnya penyerapan extra flight.

Koordinasi Jadi Faktor Penentu

Selain intervensi pasar, aspek komunikasi juga menjadi kunci.

TPID Kaltim rutin menggelar:

  • Rapat koordinasi

  • Rapat tingkat tinggi

  • Evaluasi kebijakan harga

Langkah ini memastikan respons cepat terhadap potensi kenaikan harga selama periode rawan inflasi.

Komitmen Jaga Stabilitas Harga

Ke depan, BI Kaltim bersama TPID akan terus:

  • Menjaga konsistensi strategi 4K

  • Memperkuat mitigasi dini

  • Menjaga daya beli masyarakat

“Stabilitas harga harus terus dijaga agar aktivitas ekonomi tetap berjalan optimal,” tegas Jajang.

FAQ

1. Apa itu strategi 4K dalam pengendalian inflasi?
Strategi 4K adalah pendekatan BI yang mencakup keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

2. Berapa inflasi Kaltim Maret 2026?
Inflasi tercatat sebesar 0,72 persen secara bulanan.

3. Kenapa inflasi tetap terkendali saat Ramadan dan Lebaran?
Karena adanya intervensi pasar, operasi pangan murah, dan koordinasi intensif antar instansi.

4. Apa penyebab utama inflasi di Kaltim?
Terutama dari kelompok makanan dan transportasi akibat peningkatan permintaan.

5. Apakah inflasi Kaltim lebih tinggi dari nasional?
Tidak, inflasi Kaltim (3,31%) masih lebih rendah dibanding nasional (3,48%).

Senin, 23 Maret 2026

Tradisi Makan Saprahan Warnai Open House Lebaran 2026 Gubernur Kalbar

Gubernur Kalbar Ria Norsan melestarikan tradisi Makan Saprahan saat open house Lebaran 2026 sebagai simbol kebersamaan dan kearifan lokal.
Gubernur Kalbar Ria Norsan melestarikan tradisi Makan Saprahan saat open house Lebaran 2026 sebagai simbol kebersamaan dan kearifan lokal.

Pontianak, Kalbar — Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, kembali menegaskan komitmennya dalam melestarikan budaya lokal melalui tradisi Makan Saprahan dalam rangkaian open house Lebaran 2026 di Pendopo Gubernur Kalbar.

Dalam suasana hangat khas Idul Fitri, kegiatan ini menjadi magnet kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat. Tradisi Makan Saprahan sendiri merupakan budaya khas Melayu yang sarat nilai kebersamaan, kesetaraan, serta adab dalam kehidupan sosial.

“Makan Saprahan ini merupakan tradisi khas Melayu yang menjadi agenda utama dalam silaturahim Lebaran bersama masyarakat, sekaligus simbol pelestarian kearifan lokal di tengah arus modernisasi,” ujar Ria Norsan di Pontianak, Senin.

Duduk Bersama Tanpa Sekat

Dalam pelaksanaannya, Ria Norsan bersama keluarga terlihat membaur tanpa jarak dengan para tamu undangan. Mulai dari pejabat pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, hingga masyarakat umum, semuanya duduk bersila di atas kain seprah.

Tradisi ini dilakukan dalam kelompok kecil, di mana satu hidangan dinikmati oleh enam orang secara bersama-sama. Nilai kesetaraan sangat terasa karena tidak ada perbedaan status sosial selama acara berlangsung.

“Makan Saprahan ini adalah cerminan jati diri masyarakat Kalimantan Barat, di mana tidak ada sekat antara pemimpin dan rakyat,” tambahnya.

Simbol Ketahanan Budaya Daerah

Lebih dari sekadar makan bersama, Makan Saprahan juga menjadi simbol kuat dalam menjaga ketahanan budaya di tengah modernisasi yang terus berkembang.

Menurut Ria Norsan, nilai-nilai seperti gotong royong, kebersamaan, serta adab yang diajarkan dalam tradisi ini sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Jika semangat ini kita bawa dalam kehidupan sehari-hari, saya yakin Kalimantan Barat akan semakin maju dan harmonis,” tegasnya.

Sajian Khas Melayu Kalbar

Berbagai hidangan khas turut meramaikan tradisi ini. Beberapa menu yang disajikan antara lain:

  • Pacri nanas khas Kalbar

  • Ketupat patlau

  • Rendang daging

  • Opor ayam

  • Sayur dalca

Semua hidangan tersebut dinikmati bersama dalam satu wadah, menambah nuansa kekeluargaan yang kental.

Open House Terbuka Untuk Semua

Selain tradisi Saprahan, Gubernur juga menggelar open house Idul Fitri selama dua hari yang terbuka untuk umum tanpa undangan khusus. Hal ini menjadi bentuk nyata kedekatan antara pemerintah daerah dengan masyarakat.

Momentum Lebaran dimanfaatkan warga untuk bersilaturahim, berjabat tangan, hingga berfoto bersama gubernur dan keluarga dalam suasana yang penuh kehangatan.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Apa itu tradisi Makan Saprahan?
Makan Saprahan adalah tradisi makan bersama khas Melayu Kalimantan Barat dengan duduk bersila dan berbagi hidangan dalam satu kelompok.

2. Apa makna dari Makan Saprahan?
Tradisi ini melambangkan kebersamaan, kesetaraan, gotong royong, serta nilai adab dalam kehidupan sosial.

3. Di mana tradisi ini dilaksanakan?
Biasanya digelar di acara resmi atau budaya, seperti open house Lebaran di Pendopo Gubernur Kalbar.

4. Siapa saja yang ikut dalam kegiatan ini?
Semua kalangan, mulai dari pejabat, tokoh masyarakat, hingga warga umum tanpa perbedaan status.

5. Apa tujuan pelestarian tradisi ini?
Untuk menjaga kearifan lokal sekaligus memperkuat identitas budaya daerah di tengah modernisasi.

Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby Sambut Difabel Di Lebaran Sederhana

Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby sambut tamu difabel saat Lebaran sederhana, tekankan komitmen inklusif dan kepedulian sosial.
Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby sambut tamu difabel saat Lebaran sederhana, tekankan komitmen inklusif dan kepedulian sosial.

Lebaran Simpel, Wali Kota Banjarbaru Tetap Sambut Hangat Tamu Difabel

BANJARBARU — Lebaran tahun ini di rumah dinas Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, terasa beda. Nggak ada kemewahan berlebihan, tapi justru vibes-nya hangat banget dan penuh makna.

Erna Lisa langsung nyambut rombongan tamu dari kalangan penyandang disabilitas yang datang bersilaturahmi. Bahkan, dia sempat bilang kalau sebenarnya dia yang seharusnya datang ke mereka duluan.

“Mohon maaf banget, harusnya saya yang datang ke bapak dan ibu,” ucapnya.

Lebaran Tanpa Ribet, Ikuti Arahan Presiden

Tahun ini, perayaan Lebaran memang dibuat simpel. Nggak ada tenda besar atau jamuan mewah kayak biasanya. Semua ini mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto supaya pejabat daerah nggak berlebihan saat merayakan Idul Fitri.

Walaupun tanpa open house resmi, suasana tetap terasa hangat. Rombongan dari Yayasan Tuna Netra Nusantara yang dipimpin Sigit tetap disambut dengan penuh keakraban di ruang tamu.

Komitmen Serius Buat Teman-Teman Difabel

Di momen itu, Erna Lisa juga kembali negesin kalau dia serius banget memperhatikan kesejahteraan penyandang disabilitas di Banjarbaru.

Dia cerita kalau kepeduliannya ini udah ada sejak dulu, waktu masih jadi Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial di Sekretariat Daerah.

“Dulu kewenangannya terbatas, sekarang sebagai kepala daerah tentu bisa dimaksimalkan,” katanya.

Sebagai wali kota, dia pengen kebijakan yang dibuat benar-benar inklusif dan berkelanjutan, jadi nggak ada yang merasa ketinggalan.

“Kita pengen semua kebijakan itu buat semua orang, termasuk saudara-saudara kita penyandang disabilitas,” tegasnya.

Diundang Pengajian, Tanda Kedekatan

Nggak cuma silaturahmi, pihak yayasan juga ngajak wali kota buat hadir di pengajian rutin bulanan mereka. Ajakan ini disambut dengan positif.

“Insyaallah saya datang, bukan sebagai wali kota, tapi sebagai bagian dari keluarga yang saling belajar dan saling menguatkan,” katanya.

Penutup Hangat Yang Bikin Haru

Di akhir pertemuan, suasana makin terasa hangat. Erna Lisa bahkan nganter langsung rombongan sampai ke depan rumah dinas.

Dia juga nyalami satu per satu para tamu sebelum mereka pulang. Simpel, tapi momen ini terasa dalam banget penuh rasa peduli dan kebersamaan.

FAQ (Biar Makin SEO & Dicari Orang)

1. Siapa Erna Lisa Halaby?
Erna Lisa Halaby adalah Wali Kota Banjarbaru yang dikenal aktif mendorong kebijakan inklusif, terutama untuk difabel.

2. Kenapa Lebaran di Banjarbaru dibuat sederhana?
Karena mengikuti arahan Presiden supaya pejabat nggak merayakan secara berlebihan.

3. Apa fokus kebijakan Erna Lisa Halaby?
Fokusnya ke kebijakan inklusif, terutama buat memastikan penyandang disabilitas dapat perhatian yang layak.

4. Yayasan Tuna Netra Nusantara itu apa?
Yayasan yang fokus mendukung dan memberdayakan penyandang tuna netra.

5. Kenapa momen ini penting?
Karena nunjukin kedekatan sosial dan kepedulian pemerintah ke semua lapisan masyarakat.

Wisata Barito Utara Diserbu Saat Lebaran 2026, Jantur Doyam Paling Hits

Wisata Barito Utara ramai saat Lebaran 2026. Jantur Doyam dan DAM Trinsing jadi favorit, pengunjung membludak tapi tetap aman dan tertib.
Wisata Barito Utara ramai saat Lebaran 2026. Jantur Doyam dan DAM Trinsing jadi favorit, pengunjung membludak tapi tetap aman dan tertib.

Barito Utara – Libur Lebaran 2026 bener-bener dimanfaatin warga buat jalan-jalan. Sejumlah tempat wisata di Barito Utara, Kalimantan Tengah, langsung dipadati pengunjung di hari pertama dan kedua Idul Fitri.

Kondisi ini nunjukin kalau mobilitas masyarakat lagi tinggi banget selama momen liburan.

Kepala Disbudparpora Barito Utara, Annisa Cahyawati, bilang kalau situasi di lapangan tetap aman dan terkendali.

“Selama dua hari libur Lebaran, tempat wisata ramai banget. Tapi alhamdulillah semuanya berjalan lancar, aman, dan tertib,” ujarnya di Muara Teweh.

Tiga Tempat Ini Jadi Favorit

Dari sekian banyak destinasi, ada tiga lokasi yang paling diserbu pengunjung:

  • Air Terjun Jantur Doyam

  • DAM Trinsing

  • Bumi Perkemahan Panglima Batur

Gak cuma warga lokal, banyak juga pengunjung dari daerah sekitar bahkan kabupaten tetangga yang ikut meramaikan.

Gak heran sih, soalnya tempat-tempat ini memang cocok banget buat quality time bareng keluarga pas Lebaran.

Fasilitas dan Pengamanan Tetap Siaga

Biar liburan tetap nyaman, pihak Disbudparpora juga udah siapin berbagai fasilitas, termasuk pos pelayanan di beberapa titik wisata.

Petugas juga aktif ngingetin pengunjung buat tetap tertib dan patuh sama aturan.

“Kami terus kasih imbauan lewat baliho dan pamflet supaya pengunjung tetap mengikuti aturan yang ada,” jelas Annisa.

Jadi walaupun ramai, suasana tetap kondusif dan nyaman buat semua.

Pariwisata Jadi Andalan Daerah

Menariknya, sektor pariwisata di Barito Utara sekarang lagi jadi fokus pengembangan pemerintah daerah.

Dengan makin banyaknya wisatawan, sektor ini punya potensi besar buat ningkatin ekonomi lokal, mulai dari UMKM sampai peluang usaha lainnya.

Jangan Lupa Jaga Kebersihan!

Di tengah ramainya pengunjung, masyarakat juga diingatkan buat tetap menjaga kebersihan dan kelestarian tempat wisata.

“Semoga masyarakat bisa menikmati liburan dengan aman dan nyaman, sekaligus ikut menjaga fasilitas yang ada,” tutup Annisa.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Ditanya)

1. Kapan wisata Barito Utara mulai ramai?
Pas hari pertama dan kedua Lebaran 2026.

2. Tempat mana yang paling hits?
Jantur Doyam, DAM Trinsing, dan Bumi Perkemahan Panglima Batur.

3. Aman gak buat dikunjungi?
Aman banget, semua berjalan lancar dan tertib.

4. Pengunjungnya dari mana aja?
Dari warga lokal sampai daerah sekitar dan kabupaten tetangga.

5. Ada imbauan khusus gak?
Ada, pengunjung diminta tetap tertib, patuh aturan, dan jaga kebersihan.

Minggu, 22 Maret 2026

Momen Lebaran 1447 H, Dari Aceh Hingga Luar Negeri Penuh Kehangatan

Perayaan Idul Fitri 1447 H diwarnai Shalat Id Prabowo di Aceh, gelar griya di Istana, remisi 155 ribu warga binaan, hingga WNI di luar negeri.
Perayaan Idul Fitri 1447 H diwarnai Shalat Id Prabowo di Aceh, gelar griya di Istana, remisi 155 ribu warga binaan, hingga WNI di luar negeri.

ACEH -- Perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah pada Sabtu (21/3) berlangsung penuh makna di berbagai daerah, mulai dari dalam negeri hingga luar negeri. 

Momen Lebaran tahun ini tidak hanya diisi dengan ibadah, tapi juga aksi sosial, silaturahmi, hingga kebersamaan diaspora Indonesia di berbagai negara.

Presiden Prabowo Subianto memilih merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan cara yang berbeda. Ia melaksanakan Shalat Id bersama warga penyintas banjir di Masjid Darussalam, Kabupaten Aceh Tamiang.

Setelah melaksanakan shalat, Presiden menyempatkan diri menyapa warga dan menyerahkan bantuan paket sembako secara simbolis. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian langsung pemerintah terhadap masyarakat terdampak bencana.

Tak hanya itu, Presiden juga meninjau hunian sementara (huntara) yang dibangun di sekitar masjid untuk para korban banjir. Kehadiran orang nomor satu di Indonesia tersebut memberikan semangat tersendiri bagi warga.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden didampingi sejumlah pejabat negara, di antaranya Tito Karnavian, Prasetyo Hadi, serta Panglima TNI Agus Subianto.

Gelar Griya Di Istana, Ribuan Warga Antusias

Sementara itu di Jakarta, suasana Lebaran juga terasa meriah lewat gelar griya di Istana Kepresidenan. Ribuan warga tampak antusias menghadiri acara halal bihalal tersebut.

Sejak pagi hari, masyarakat sudah memadati area istana demi bisa bersalaman langsung dengan Presiden. Diperkirakan sekitar 4.000 hingga 5.000 warga hadir dalam kegiatan ini.

Selain bersilaturahmi, Presiden juga membagikan bingkisan Lebaran kepada masyarakat yang hadir. Momen ini jadi ajang kedekatan antara pemerintah dan rakyat secara langsung.

Lebaran Bawa Berkah, 155 Ribu Warga Binaan Dapat Remisi

Kabar baik juga datang dari sektor pemasyarakatan. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan memberikan Remisi Khusus Idul Fitri kepada 155.908 warga binaan di seluruh Indonesia.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, menjelaskan bahwa remisi diberikan kepada warga binaan yang memenuhi syarat administratif dan menunjukkan perilaku baik.

Dari total tersebut:

  • 154.785 merupakan narapidana

  • 1.123 adalah anak binaan

  • 1.143 orang langsung bebas setelah menerima remisi

Menariknya, kebijakan ini juga berdampak pada efisiensi anggaran negara. Diperkirakan penghematan biaya makan warga binaan mencapai sekitar Rp109,2 miliar.

WNI Di Luar Negeri Ikut Rayakan Lebaran

Semangat Lebaran juga terasa di luar negeri. Sekitar 400 Warga Negara Indonesia (WNI) di Beijing, China, melaksanakan Shalat Id di halaman KBRI.

Selain ibadah, kegiatan juga diisi dengan silaturahmi dan penggalangan dana untuk korban bencana di Aceh. Total donasi yang terkumpul mencapai sekitar 30,9 juta rupiah.

Di Eropa, diaspora Indonesia di Norwegia juga menggelar Shalat Id dan halal bihalal yang difasilitasi KBRI Oslo bersama komunitas Muslim setempat. Sekitar 300 orang hadir dalam kegiatan tersebut.

Acara berlangsung hangat dengan ramah tamah dan sajian makanan khas Lebaran yang bikin suasana makin terasa seperti di kampung halaman.

Tak hanya di dua negara tersebut, perayaan serupa juga digelar di berbagai negara lain seperti Thailand, Arab Saudi, dan negara lainnya.

Makna Lebaran: Mempererat Silaturahmi Global

Perayaan Idul Fitri 1447 H kali ini menunjukkan bahwa Lebaran bukan hanya soal tradisi, tapi juga momentum mempererat persaudaraan.

Baik di dalam negeri maupun luar negeri, masyarakat Indonesia tetap menjaga nilai kebersamaan, saling berbagi, dan memperkuat hubungan sosial.

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Di mana Presiden Prabowo melaksanakan Shalat Id?
Di Masjid Darussalam, Kabupaten Aceh Tamiang bersama warga penyintas banjir.

2. Berapa jumlah warga binaan yang mendapat remisi Lebaran?
Sebanyak 155.908 warga binaan di seluruh Indonesia.

3. Berapa orang yang langsung bebas karena remisi?
Sebanyak 1.143 narapidana langsung bebas.

4. Apakah WNI di luar negeri juga merayakan Idul Fitri?
Ya, di berbagai negara seperti China, Norwegia, Thailand, dan Arab Saudi.

5. Berapa jumlah peserta halal bihalal di Istana?
Sekitar 4.000 hingga 5.000 warga.

Bupati Kutai Timur Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan di Media Sosial Saat Idul Fitri 1447 H

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, ajak masyarakat perkuat persatuan dan etika digital di momen Idul Fitri 1447 H agar jauh dari perpecahan sosial.
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, ajak masyarakat perkuat persatuan dan etika digital di momen Idul Fitri 1447 H agar jauh dari perpecahan sosial.

Sangatta, Kutai Timur – Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, berharap perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah menjadi momentum penting bagi seluruh masyarakat untuk menghentikan segala bentuk perpecahan dan polarisasi, khususnya di media sosial.

"Di tengah derasnya tantangan digitalisasi dan maraknya penyebaran berita bohong, Idul Fitri harus menjadi titik balik menghentikan perpecahan dengan mengedepankan etika," ujar Ardiansyah dalam sambutannya di Masjid Agung Al-Faruq Sangatta, Kalimantan Timur, pada Sabtu lalu.

Ia menekankan pentingnya masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh kebiasaan saling menyalahkan yang sering muncul di berbagai platform digital. 

Kemenangan spiritual setelah berpuasa sebulan penuh, menurutnya, sepatutnya diwujudkan melalui kedewasaan dan pengendalian diri saat berinteraksi di ruang digital.

"Nilai-nilai luhur Ramadhan seperti kesabaran dan kejujuran harus terus dihidupkan sebagai fondasi utama menjaga persatuan bangsa," tambahnya. 

Kesempatan kembali kepada fitrah ini juga menjadi momen penting untuk mempererat tali silaturahim antarwarga.

Selain fokus pada etika digital, Bupati Ardiansyah menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berkomitmen menjaga stabilitas perekonomian lokal melalui penguatan sektor UMKM

Pemberdayaan masyarakat desa menjadi prioritas agar kesejahteraan dapat dirasakan secara merata di tengah dinamika ekonomi.

Ia juga menaruh perhatian pada generasi muda Kutai Timur agar tumbuh menjadi individu yang berakhlak, disiplin, dan berdaya saing tinggi. 

Seiring dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara, daerah ini memikul tanggung jawab besar untuk menyeimbangkan pembangunan infrastruktur dengan pelestarian lingkungan.

"Tata kelola pemerintahan yang bersih serta pelayanan publik cepat terus ditingkatkan dengan berlandaskan integritas aparatur," kata Ardiansyah. 

Selain itu, semangat berbagi kepedulian melalui penyaluran zakat, infak, dan sedekah ditekankan sebagai kunci utama dalam merajut solidaritas sosial.

Dengan perayaan Idul Fitri ini, diharapkan masyarakat Kutai Timur dapat memulai kembali kehidupan sosial dan digital dengan lebih bijak, penuh empati, dan menjunjung persatuan.

Pemkab Tanah Laut Gelar Festival Gema Takbir 56 Peserta Semarakkan Idul Fitri

Festival Gema Takbir Pemkab Tanah Laut di Pelaihari diikuti 56 peserta, meriahkan malam Idul Fitri dengan lomba mobil hias bernuansa religius. (Gambar ilustrasi)
Festival Gema Takbir Pemkab Tanah Laut di Pelaihari diikuti 56 peserta, meriahkan malam Idul Fitri dengan lomba mobil hias bernuansa religius. (Gambar ilustrasi)

Pelaihari, Tanah Laut – Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Pemkab Tala), Kalimantan Selatan, sukses menggelar Festival Gema Takbir dengan melibatkan 56 peserta untuk menyemarakkan malam Hari Raya Idul Fitri di Kota Pelaihari.

Kegiatan yang digagas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ini menjadi ajang bagi masyarakat menampilkan kreativitas melalui lomba mobil hias bernuansa religius. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Laut, Myrza Fazrina, mengatakan festival ini bertujuan mendorong partisipasi aktif masyarakat sekaligus menjaga tradisi takbiran.

“Festival ini menjadi wadah masyarakat mengekspresikan kreativitas sekaligus memperkuat syiar Islam,” ujar Myrza di Pelaihari, Sabtu.

Peserta memulai pawai dari Balairung Tuntung Pandang dengan rute mengelilingi Kota Pelaihari sambil melantunkan gema takbir. Ragam hiasan kendaraan yang ditampilkan mencerminkan kolaborasi antara instansi pemerintah, masyarakat umum, dan instansi vertikal dalam memeriahkan malam takbiran.

Dalam laporannya, Myrza menyampaikan bahwa kegiatan ini bersumber dari APBD dengan total hadiah Rp90 juta, diikuti 42 peserta kategori SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah), 12 kategori umum, dan dua instansi vertikal.

Bupati Tanah Laut, Rahmat Trianto, mengapresiasi antusiasme peserta yang dinilai mampu menghadirkan suasana religius sekaligus mempererat kebersamaan warga.

“Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya menyemarakkan Idul Fitri, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat,” kata Rahmat.

Bupati menambahkan bahwa festival ini akan terus dipertahankan sebagai agenda tahunan yang melibatkan partisipasi luas masyarakat.

“Pemerintah daerah akan terus menghadirkan kegiatan keagamaan seperti ini agar tradisi tetap terjaga dan kebersamaan semakin kuat,” ujarnya.

FAQ

1. Apa tujuan Festival Gema Takbir di Tanah Laut?
Festival ini bertujuan mendorong partisipasi masyarakat dan menjaga tradisi takbiran di malam Idul Fitri.

2. Berapa jumlah peserta yang ikut?
Sebanyak 56 peserta ikut memeriahkan festival, terdiri dari kategori SKPD, umum, dan instansi vertikal.

3. Dari mana dana kegiatan ini bersumber?
Festival ini bersumber dari APBD Tanah Laut dengan total hadiah Rp90 juta.

4. Apa rute pawai festival ini?
Pawai dimulai dari Balairung Tuntung Pandang mengelilingi Kota Pelaihari sambil melantunkan gema takbir.

5. Apakah festival ini akan dijadikan agenda tahunan?
Ya, Pemkab Tanah Laut berkomitmen menjadikan festival ini sebagai agenda tahunan.

Jumat, 20 Maret 2026

Perayaan Idul Fitri 1447H Di Indonesia, Ini 5 Ide Main Bareng Keluarga Tanpa Gawai

Perayaan Idul Fitri 1447H di Indonesia makin hangat dengan 5 ide permainan keluarga tanpa gawai sesuai anjuran pemerintah untuk kurangi screen time anak.
Perayaan Idul Fitri 1447H di Indonesia makin hangat dengan 5 ide permainan keluarga tanpa gawai sesuai anjuran pemerintah untuk kurangi screen time anak. (Gambar ilustrasi)

JAKARTA -- Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447H mulai dirayakan di Indonesia dengan penuh suka cita. Momen kemenangan setelah sebulan berpuasa ini nggak cuma soal silaturahmi dan makanan enak, tapi juga jadi waktu terbaik buat quality time bareng keluarga.

Menariknya, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengajak masyarakat untuk merayakan Lebaran dengan cara yang lebih bermakna, salah satunya dengan mengurangi paparan gawai, terutama bagi anak-anak.

Ajakan ini sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau yang dikenal sebagai PP Tunas.

Lewat unggahan resmi Instagram @kemkomdigi pada Rabu (18/3), dibagikan lima ide permainan seru yang bisa dimainkan bersama keluarga tanpa gadget. Yuk, simak!

1. Tebak-Tebakan, Game Klasik Pencair Suasana

Siapa sih yang nggak kenal tebak-tebakan? Permainan ini simpel tapi selalu sukses bikin suasana jadi cair dan penuh tawa.

Mulai dari kategori hewan, benda, artis, sampai lagu, semua bisa jadi bahan pertanyaan. Cara mainnya juga gampang—satu orang kasih petunjuk, yang lain menebak.

Yang paling cepat jawab? Dia juaranya!

2. ABC 5 Dasar, Game Favorit Gen Z

Permainan yang satu ini pasti familiar buat milenial dan Gen Z. ABC 5 Dasar mengandalkan kecepatan berpikir dan refleks.

Cara mainnya: semua pemain mengangkat jari secara bebas, lalu dihitung sesuai urutan abjad. Misalnya berhenti di huruf “B”, maka semua harus cepat menyebutkan kata sesuai kategori, seperti nama hewan.

Yang telat? Siap-siap kena hukuman seru!

3. Rubik, Tantangan Seru Asah Fokus

Rubik jadi pilihan permainan yang nggak cuma seru tapi juga melatih konsentrasi.

Balok warna-warni 3x3 ini bisa dimainkan bareng keluarga, bahkan dijadikan lomba kecil siapa paling cepat menyusun warna dengan benar.

Selain seru, anak-anak juga bisa belajar fokus dan problem solving.

4. Kartu UNO, Adu Strategi Dan Keberuntungan

UNO jadi salah satu permainan kartu yang nggak pernah gagal bikin suasana jadi heboh.

Permainan ini menggabungkan strategi dan keberuntungan. Pemain harus pintar memilih kartu sambil mengantisipasi langkah lawan.

Cocok banget dimainkan saat kumpul keluarga, bahkan saat perjalanan mudik—asal kondisi kendaraan aman ya!

5. Ludo, Game Papan Klasik Sepanjang Masa

Ludo adalah permainan klasik yang tetap relevan sampai sekarang.

Dengan empat bidak dan satu dadu, permainan ini mengajarkan strategi sekaligus kesabaran.

Supaya lebih nyaman, disarankan pakai papan ludo magnet agar bidak nggak mudah bergeser. Kalau nggak memungkinkan, versi digital juga bisa jadi alternatif, sambil tetap mengedukasi anak soal penggunaan gadget yang bijak.

Lebaran Bukan Sekadar Tradisi, Tapi Momen Kebersamaan

Mengurangi penggunaan gawai saat Lebaran bukan berarti membatasi hiburan, justru membuka ruang interaksi yang lebih hangat antar anggota keluarga.

Di tengah era digital seperti sekarang, momen seperti Idul Fitri jadi kesempatan langka untuk benar-benar hadir secara fisik dan emosional.

Jadi, nggak ada salahnya mulai mencoba permainan sederhana tapi penuh makna ini bersama keluarga tercinta.

FAQ

1. Kenapa dianjurkan mengurangi gawai saat Lebaran?
Karena Lebaran adalah momen kebersamaan keluarga, sehingga interaksi langsung lebih penting dibandingkan screen time.

2. Apakah permainan tanpa gadget cocok untuk anak?
Sangat cocok. Bahkan bisa melatih fokus, kreativitas, dan kemampuan sosial anak.

3. Apakah permainan seperti UNO dan Ludo aman untuk anak-anak?
Ya, selama dimainkan dengan pengawasan dan aturan yang jelas.

4. Apakah boleh tetap menggunakan gadget saat Lebaran?
Boleh, tapi sebaiknya dibatasi agar tidak mengganggu interaksi keluarga.

5. Apa manfaat bermain bersama keluarga saat Lebaran?
Meningkatkan kedekatan emosional, menciptakan kenangan indah, dan memperkuat hubungan keluarga.

Kamis, 19 Maret 2026

Jambu Kristal Jadi Oleh-Oleh Favorit di Jalur Mudik Pantai Selatan

Lapak jambu kristal di jalur Pantai Selatan Yogya ramai pemudik. Buah manis, segar, dan renyah ini jadi pilihan favorit untuk perjalanan mudik.
Lapak jambu kristal di jalur Pantai Selatan Yogya ramai pemudik. Buah manis, segar, dan renyah ini jadi pilihan favorit untuk perjalanan mudik.

Lifestyle, Borneotribun.com -- Deretan lapak buah di sepanjang jalur pantai selatan atau Pansela menuju Yogyakarta menjadi pemandangan yang sulit dilewatkan saat musim mudik. Di antara berbagai buah yang dijajakan, jambu kristal menjadi salah satu yang paling banyak diburu pemudik.

Tumpukan jambu berwarna hijau muda tersusun rapi di tepi jalan. Sebagian pengendara memperlambat kendaraan, sementara yang lain memilih berhenti untuk membeli buah segar sebelum melanjutkan perjalanan.

Jambu kristal, dikenal memiliki daging tebal dan renyah dengan biji yang sangat sedikit, kurang dari tiga persen dari bagian buah. Menurut Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, karakteristik ini menjadi keunggulan utama dibanding varietas lain. Rasanya yang manis dan kandungan air tinggi membuat buah ini praktis dikonsumsi di perjalanan, terutama saat melintasi jalur selatan yang panjang dan panas.

Salah seorang pedagang di jalur Pantai Selatan, Nariya, mengaku penjualan jambu kristal sangat bergantung pada arus kendaraan yang melintas.

“Kalau pas laris 50 kilo, kalau pas sepi paling 10 kilo,” ujarnya kepada ANTARA, Selasa (17/3).

Mayoritas pembeli berasal dari luar daerah, terutama Jakarta, yang menuju Yogyakarta atau Jawa Timur. Lapak biasanya buka sejak pagi hingga tengah malam, mengikuti pergerakan pemudik.

Harga jambu kristal cukup terjangkau, Rp15.000 per kilogram, dengan negosiasi jika membeli dalam jumlah banyak. Selain buah segar, pedagang juga menawarkan bibit jambu kristal seharga Rp20.000 per batang bagi yang ingin menanam sendiri di rumah. Pilihan lain seperti belimbing madu juga tersedia, bahkan rujak siap santap di siang hari.

Meski belum puncak arus mudik, penjualan tetap stabil, berkisar 15–50 kilogram per hari. Momentum Ramadhan hingga Lebaran menjadi periode paling menguntungkan, dengan penjualan bisa meningkat dua kali lipat.

Asal-usul Jambu Kristal

Jambu kristal bukan tanaman asli Indonesia. Varietas ini pertama kali dikembangkan di Taiwan awal 1990-an, sebelum diperkenalkan ke Indonesia melalui kerja sama hortikultura. Sejak awal 2000-an, jambu kristal dikembangkan sebagai komoditas unggulan karena produktivitas tinggi dan berbuah sepanjang tahun.

Wilayah seperti Gunungkidul menjadi sentra pengembangan karena kondisi lahan yang sesuai. Kedekatan lokasi produksi dengan jalur Pantai Selatan memudahkan distribusi, menjadikan jambu kristal mudah ditemui sepanjang jalur mudik. Ukuran besar dan tampilan menarik juga memudahkan penjualan dalam kondisi segar.

Buah ini kaya vitamin C, serat, dan antioksidan, menjadikannya pilihan tepat untuk menjaga kebugaran pemudik.

Daya Tarik Jambu Kristal di Jalur Mudik

Uniknya, jambu kristal dijual sederhana di pinggir jalan. Buah disusun di keranjang atau digantung dalam plastik tanpa kemasan khusus, namun kesegarannya menjadi daya tarik utama.

Bagi pemudik, berhenti membeli jambu kristal bukan sekadar membeli buah, tapi juga menjadi jeda perjalanan. Kesempatan untuk beristirahat sejenak, meregangkan tubuh, dan menikmati suasana jalur selatan yang relatif santai.

Tidak sedikit pemudik langsung mengonsumsi jambu di kendaraan, sementara sebagian lainnya membawanya sebagai buah tangan. Momen sederhana ini akhirnya menjadi bagian dari pengalaman mudik yang berkesan.

Jambu kristal tidak hanya menjadi komoditas hortikultura, tapi juga ikon perjalanan mudik di jalur pantai selatan, hadir di hampir setiap titik dan mengikuti arus kendaraan menuju kampung halaman.

Sumber: ANTARA / Farika Nur Khotimah

Mudik Gratis Batola 2026, Warga Kuripan Difasilitasi Speedboat Sungai

Pemkab Batola sediakan mudik gratis jalur sungai ke Kuripan pakai speedboat. Program ini bantu warga pulang kampung lebih aman dan nyaman saat Lebaran.
Pemkab Batola sediakan mudik gratis jalur sungai ke Kuripan pakai speedboat. Program ini bantu warga pulang kampung lebih aman dan nyaman saat Lebaran.

MARABAHAN – Kabar baik buat warga yang ingin mudik ke kampung halaman saat Lebaran. Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan, kembali menghadirkan program mudik gratis jalur sungai khusus menuju Kecamatan Kuripan.

Program ini jadi solusi nyata buat masyarakat yang selama ini kesulitan akses transportasi darat.

Kepala Dinas Perhubungan Batola, Jaya Hidayatullah, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan empat armada speedboat untuk mendukung kelancaran arus mudik tahun ini.

“Mudik gratis berlangsung selama empat hari sebelum Hari Raya Idul Fitri untuk arus keberangkatan dan empat hari setelahnya untuk arus balik,” ujarnya di Marabahan, Kamis.

Akses Sungai Jadi Andalan

Mudik gratis ini bukan tanpa alasan. Secara geografis, sebagian wilayah Batola memang cukup sulit dijangkau lewat jalur darat.

Salah satu contohnya adalah Kecamatan Kuripan, yang hingga kini masih sangat bergantung pada transportasi sungai sebagai jalur utama mobilitas masyarakat.

Karena itu, keberadaan program ini terasa sangat membantu, terutama saat momen penting seperti Lebaran.

Warga yang sudah mendaftar sebelumnya akan diberangkatkan dari Dermaga Siring Ulek Marabahan, menyusuri Sungai Barito menuju Kuripan.

Bukan Sekadar Mudik, Tapi Jaga Kearifan Lokal

Lebih dari sekadar fasilitas transportasi, program ini juga menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap budaya dan kearifan lokal masyarakat pesisir sungai.

Transportasi air bukan hanya pilihan, tapi sudah jadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga.

“Minat masyarakat setiap tahun selalu tinggi, makanya program ini terus kami gelar,” tambah Jaya.

Aman, Nyaman, dan Tertib

Pemerintah daerah memastikan seluruh armada yang digunakan dalam kondisi layak dan aman.

Selain itu, penumpang juga diimbau untuk tetap tertib dan mengikuti aturan selama perjalanan demi keselamatan bersama.

Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat bisa merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga tanpa harus khawatir soal akses transportasi.

Stok LPG 3 Kg Kalbar Aman, Pertamina Tambah Ratusan Ribu Tabung

Pertamina tambah 497 ribu LPG 3 kg di Kalbar jelang Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 H untuk antisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat. (Gambar ilustrasi)
Pertamina tambah 497 ribu LPG 3 kg di Kalbar jelang Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 H untuk antisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat. (Gambar ilustrasi)

Pontianak — Menjelang momen Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah, kebutuhan energi rumah tangga diprediksi meningkat signifikan. Menyikapi hal tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan mengambil langkah cepat dengan menambah pasokan LPG 3 kilogram di wilayah Kalimantan Barat.

Tambahan pasokan ini tidak main-main. Totalnya mencapai lebih dari 497.000 tabung LPG 3 kilogram yang disalurkan melalui alokasi fakultatif ke berbagai daerah.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menjelaskan bahwa distribusi dilakukan secara merata ke sejumlah kabupaten dan kota.

Wilayah yang mendapatkan tambahan pasokan antara lain Bengkayang, Kapuas Hulu, Kayong Utara, Ketapang, Kubu Raya, Landak, Melawi, Mempawah, Sambas, Sanggau, Sekadau, Sintang, serta Kota Pontianak dan Singkawang.

Menurut Edi, langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam menjaga ketersediaan energi, terutama pada periode dengan lonjakan konsumsi.

“Pertamina berkomitmen untuk terus mengamankan pasokan energi bagi masyarakat, termasuk LPG 3 kilogram yang banyak digunakan oleh rumah tangga dan pelaku usaha mikro,” ujarnya di Pontianak, Rabu.

Ia menegaskan, penambahan alokasi ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi hingga perayaan Idul Fitri.

Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan pembelian berlebihan. Pertamina mengingatkan agar LPG 3 kilogram dibeli sesuai kebutuhan dan tetap mengacu pada harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Dalam upaya menjaga distribusi tetap lancar dan tepat sasaran, Pertamina Patra Niaga juga terus bersinergi dengan pemerintah daerah, dinas terkait, hingga aparat penegak hukum.

Pengawasan dilakukan secara ketat untuk memastikan LPG subsidi benar-benar digunakan oleh masyarakat yang berhak, seperti rumah tangga kurang mampu dan pelaku usaha mikro.

“Bagi masyarakat yang mampu, kami imbau untuk menggunakan LPG non-subsidi agar distribusi lebih tepat sasaran,” tambahnya.

Tak hanya itu, Pertamina juga menegaskan akan mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang mencoba menyelewengkan distribusi LPG subsidi.

Sebagai bentuk transparansi layanan, masyarakat yang membutuhkan informasi atau ingin melaporkan kendala distribusi dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135, email pcc135@pertamina.com, atau melalui media sosial resmi @pertamina135.

Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan energi selama Ramadhan hingga Idul Fitri, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang tanpa khawatir kekurangan LPG.

Posko Siaga BPBD Kalbar Aktif Jelang Idul Fitri, Ini Fungsinya

BPBD Kalbar operasikan posko siaga bencana selama Idul Fitri untuk percepat respons darurat, koordinasi lintas instansi, dan antisipasi risiko hidrometeorologi.
BPBD Kalbar operasikan posko siaga bencana selama Idul Fitri untuk percepat respons darurat, koordinasi lintas instansi, dan antisipasi risiko hidrometeorologi.

Pontianak – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) mulai mengoperasikan posko kesiapsiagaan sebagai pusat koordinasi penanganan darurat selama periode Idul Fitri.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan respons cepat terhadap potensi bencana yang meningkat seiring tingginya mobilitas masyarakat saat libur Lebaran.

Ketua Satuan Tugas Data dan Informasi Bencana sekaligus Koordinator Harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kalbar, Daniel, mengatakan bahwa posko tersebut memiliki peran penting dalam sistem penanganan darurat.

“Posko tersebut berfungsi sebagai pusat koordinasi, pengendalian, pemantauan, serta evaluasi penanganan situasi darurat di seluruh wilayah Kalimantan Barat,” ujar Daniel di Pontianak, Rabu.

Menurutnya, pembentukan posko ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, sekaligus memperkuat koordinasi lintas instansi dalam penanganan darurat.

Selain itu, posko juga berfungsi untuk memantau perkembangan situasi di lapangan secara real time serta menyediakan informasi dan bantuan bagi masyarakat terdampak.

Dalam operasionalnya, posko menerapkan sistem kerja terpadu. Sistem ini mencakup pengumpulan data potensi bencana secara berkala, koordinasi dengan berbagai pihak termasuk instansi terkait dan masyarakat, hingga evaluasi penanganan sebagai dasar peningkatan kesiapsiagaan ke depan.

Daniel menambahkan, keberadaan posko diharapkan mampu meminimalkan dampak bencana melalui respons yang cepat, akurat, dan terkoordinasi.

Hal ini menjadi sangat penting, terutama saat periode Idul Fitri di mana aktivitas masyarakat meningkat tajam, baik untuk mudik maupun aktivitas lainnya.

BPBD Kalbar juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan cuaca ekstrem.

Masyarakat diminta segera melaporkan setiap kejadian darurat kepada pihak berwenang agar dapat ditangani dengan cepat dan tepat.

Dengan adanya posko kesiapsiagaan ini, diharapkan upaya mitigasi dan penanganan bencana di Kalimantan Barat dapat berjalan lebih optimal selama momen Lebaran.