Berita BorneoTribun: Skrining Kanker hari ini
iklan
iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Skrining Kanker. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Skrining Kanker. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 April 2026

Presdir AstraZeneca Soroti Pentingnya Deteksi Dini Kanker Di Indonesia

Esra Erkomay menilai penanganan kanker di Indonesia butuh strategi progresif, deteksi dini, dan akses terapi inovatif guna menekan lonjakan kasus hingga 2050.
Esra Erkomay menilai penanganan kanker di Indonesia butuh strategi progresif, deteksi dini, dan akses terapi inovatif guna menekan lonjakan kasus hingga 2050.

JAKARTA — Presiden Direktur Esra Erkomay menegaskan bahwa penanganan kanker di Indonesia membutuhkan strategi yang progresif, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.

Dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa, Esra menyampaikan bahwa isu kesehatan masyarakat kini tidak dapat dipisahkan dari agenda pembangunan nasional. Ia menilai kanker menjadi salah satu ancaman serius yang berdampak luas, tidak hanya pada kualitas hidup masyarakat, tetapi juga terhadap produktivitas ekonomi nasional.

“Kesehatan masyarakat tidak lagi dapat dipisahkan dari agenda pembangunan nasional. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia, kanker muncul sebagai salah satu ancaman paling nyata,” ujar Esra.

Kasus Kanker Di Indonesia Terus Meningkat

Berdasarkan data dari Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) 2022, Indonesia mencatat sekitar 408.661 kasus baru kanker setiap tahun, dengan lebih dari 242.000 kematian akibat penyakit tersebut.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memperkirakan bahwa tanpa intervensi yang lebih kuat, jumlah kasus kanker di Indonesia dapat meningkat hingga lebih dari 70 persen pada tahun 2050.

Tren peningkatan ini menunjukkan bahwa pendekatan konvensional dalam penanganan kanker dinilai tidak lagi memadai untuk menghadapi tantangan masa depan.

Dampak Nyata Bagi Pasien Dan Ekonomi

Esra menekankan bahwa lonjakan kasus kanker bukan sekadar angka statistik. Dampaknya dirasakan langsung oleh pasien dan keluarga.

Banyak pasien kanker mengalami penurunan kualitas hidup, kehilangan kemampuan bekerja, hingga menghadapi tekanan finansial yang besar akibat biaya pengobatan jangka panjang.

Tidak sedikit keluarga yang harus menguras tabungan bahkan menjual aset demi membiayai terapi. Dalam skala yang lebih luas, kondisi ini berdampak pada produktivitas nasional serta memperbesar beban ekonomi negara.

Ia mengingatkan bahwa tanpa langkah intervensi yang progresif, kanker berpotensi menjadi hambatan tersembunyi bagi target pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

Deteksi Dini Jadi Kunci Penanganan

Menurut Esra, pemerintah perlu memperkuat program deteksi dini sebagai langkah penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan pasien kanker.

Skrining kesehatan dinilai harus menjadi bagian dari budaya masyarakat. Dengan diagnosis yang dilakukan sejak dini, peluang keberhasilan terapi menjadi lebih besar, sekaligus mengurangi kompleksitas serta biaya pengobatan.

Selain itu, akses terhadap layanan kesehatan dan jaminan pembiayaan juga harus diperluas agar manfaat deteksi dini benar-benar dirasakan masyarakat secara merata.

Terapi Inovatif Perlu Lebih Mudah Diakses

Dari sisi pengobatan, Esra menjelaskan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan telah menghasilkan berbagai terobosan baru dalam terapi kanker.

Sejumlah studi klinis menunjukkan bahwa pada kanker paru dengan mutasi tertentu, terapi target mampu memperlambat perkembangan penyakit secara signifikan. Hal ini memungkinkan pasien hidup lebih lama dengan kualitas hidup yang lebih baik.

Namun, ia menekankan bahwa kemajuan medis tersebut hanya akan berdampak nyata apabila dapat diakses oleh pasien yang membutuhkan.

“Akses terhadap terapi dan obat inovatif harus dipandang sebagai bagian dari pemenuhan hak pasien untuk mendapatkan pengobatan terbaik,” katanya.

Perlu Dukungan Kebijakan Yang Adaptif

Agar inovasi medis dapat diadopsi secara optimal, Esra menilai diperlukan dukungan kebijakan yang memungkinkan teknologi kesehatan terbaru diterapkan secara lebih cepat dan merata.

Langkah ini mencakup penyederhanaan regulasi, peningkatan investasi kesehatan, serta kolaborasi antara pemerintah, industri farmasi, dan tenaga kesehatan.

Dengan pendekatan terintegrasi, sistem kesehatan Indonesia diharapkan mampu menghadapi tantangan kanker secara berkelanjutan dan efektif.

Menguatkan Strategi Nasional Penanganan Kanker

Para ahli menilai bahwa penguatan strategi nasional menjadi langkah penting untuk menghadapi peningkatan kasus kanker di masa depan.

Pendekatan komprehensif yang mencakup edukasi masyarakat, skrining rutin, serta akses pengobatan modern diyakini mampu menekan angka kematian akibat kanker sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Dengan kolaborasi lintas sektor, Indonesia diharapkan mampu menghadapi tantangan kanker sekaligus menjaga kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

FAQ

1. Mengapa kasus kanker di Indonesia terus meningkat?

Kasus kanker meningkat karena faktor gaya hidup, penuaan populasi, serta keterbatasan deteksi dini dan akses pengobatan di beberapa wilayah.

2. Apa pentingnya deteksi dini kanker?

Deteksi dini memungkinkan kanker ditemukan pada tahap awal sehingga peluang kesembuhan lebih tinggi dan biaya pengobatan lebih rendah.

3. Apa yang dimaksud terapi inovatif kanker?

Terapi inovatif adalah metode pengobatan terbaru, seperti terapi target atau imunoterapi, yang dirancang menyesuaikan karakteristik kanker pasien.

4. Bagaimana dampak kanker terhadap ekonomi nasional?

Kanker dapat menurunkan produktivitas tenaga kerja dan meningkatkan beban biaya kesehatan negara.

5. Apa yang perlu dilakukan masyarakat untuk mencegah kanker?

Masyarakat disarankan menerapkan gaya hidup sehat, melakukan skrining rutin, dan segera memeriksakan diri jika mengalami gejala mencurigakan.