Berita BorneoTribun: Zulkifli Hasan hari ini
iklan
iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Zulkifli Hasan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Zulkifli Hasan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 April 2026

Pilot Project Nasional, DPRD Banjarmasin Dukung Waste To Energy Tiga Wilayah

Harry Wijaya mendukung program sampah jadi listrik di Banjarmasin bersama Banjar dan Barito Kuala sebagai solusi darurat sampah dan pilot project nasional waste to energy. (Gambar ilustrasi)
Harry Wijaya mendukung program sampah jadi listrik di Banjarmasin bersama Banjar dan Barito Kuala sebagai solusi darurat sampah dan pilot project nasional waste to energy. (Gambar ilustrasi)

BANJARMASIN — Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Harry Wijaya, menyatakan dukungan penuh terhadap program pengolahan sampah menjadi energi listrik yang mulai dirintis Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin bersama dua daerah tetangga, yakni Kabupaten Banjar dan Barito Kuala.

Program ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menjawab persoalan darurat sampah yang saat ini dihadapi Kota Banjarmasin, sekaligus mendukung program nasional transformasi sampah menjadi energi listrik atau waste to energy.

Sinergi Tiga Daerah Jadi Kunci Sukses Program

Harry Wijaya menyambut positif pertemuan tiga kepala daerah yang bertujuan memperkuat koordinasi dan sinergi dalam mewujudkan program pengolahan sampah menjadi energi listrik.

“Kami menyambut baik pertemuan tiga kepala daerah untuk koordinasi dan sinergi mewujudkan bersama program dari pemerintah pusat tersebut,” ujar Harry di Banjarmasin, Senin.

Ia menjelaskan, Kota Banjarmasin bersama Kabupaten Banjar dan Barito Kuala telah ditetapkan sebagai salah satu lokasi pilot project nasional untuk program waste to energy.

Program tersebut digagas oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan bersama Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq sebagai bagian dari upaya nasional dalam menangani persoalan sampah secara berkelanjutan.

Volume Sampah Capai Ratusan Ton per Hari

Menurut data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, produksi sampah di wilayah tersebut mencapai lebih dari 400 ton per hari. Jika digabung dengan dua daerah tetangga, total timbulan sampah diperkirakan mendekati 678 ton per hari.

Jumlah tersebut dinilai sangat potensial untuk diolah menggunakan teknologi modern sehingga menghasilkan energi listrik.

“Kalau bisa dimanfaatkan menjadi tenaga listrik dengan teknologi saat ini, tentu ini luar biasa dan bisa menjadi solusi penanganan darurat sampah di Kota Banjarmasin,” jelas Harry.

Ia menilai, program ini tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah, tetapi juga berpotensi menghadirkan sumber energi alternatif yang ramah lingkungan.

TPAS Basirih Ditutup, Perlu Inovasi Baru

Saat ini, Pemkot Banjarmasin tengah menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah, terutama setelah Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Basirih ditutup.

Penutupan TPAS tersebut membuat pemerintah daerah harus mencari solusi inovatif dan berkelanjutan untuk mengatasi krisis pengelolaan sampah.

Menurut Harry, program pengolahan sampah menjadi energi listrik merupakan salah satu inovasi penting, meskipun pelaksanaannya membutuhkan kesiapan lahan dan biaya yang tidak sedikit.

“Program ini salah satu inovasinya. Memang tidak mudah mewujudkannya, karena perlu tempat representatif dan biaya cukup besar. Tapi kalau tiga daerah komitmen bersatu, tentu bisa lebih cepat terwujud,” tambahnya.

Pemkot Banjarmasin Siap Jadi Percontohan Nasional

Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, sebelumnya menyampaikan kesiapan pemerintah kota untuk menjadi daerah percontohan dalam program nasional pengolahan sampah menjadi energi listrik.

Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas daerah, mengingat masing-masing wilayah memiliki karakteristik dan dinamika pengelolaan sampah yang berbeda.

Langkah ini dinilai sebagai strategi taktis untuk mempercepat penyelesaian persoalan sampah yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk.

Empat Opsi Lokasi Disiapkan

Dalam upaya mendukung implementasi proyek ini, pemerintah daerah telah mengusulkan empat opsi lokasi kepada Kementerian Lingkungan Hidup sebagai lokasi pengolahan sampah terpadu.

Empat lokasi tersebut meliputi:

  • TPAS Tabing Rimbah, Kabupaten Barito Kuala

  • TPAS Basirih, Kota Banjarmasin

  • Sekitar Terminal Gambut Barakat (TGB), Kabupaten Banjar

  • Belakang RSJ Sambang Lihum, Kabupaten Banjar

Seluruh lokasi tersebut nantinya akan melalui tahap kajian teknis oleh tim kementerian sebelum dipilih lokasi paling layak untuk pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik.

Solusi Jangka Panjang untuk Lingkungan

Pengolahan sampah menjadi energi listrik dinilai sebagai solusi jangka panjang yang mampu mengurangi beban tempat pembuangan akhir sekaligus mendukung ketahanan energi daerah.

Selain itu, pendekatan ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat dalam meningkatkan pengelolaan lingkungan secara modern dan berkelanjutan.

Dengan dukungan dari DPRD, pemerintah daerah, dan kementerian terkait, program ini diharapkan dapat segera direalisasikan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

FAQ

1. Apa itu program waste to energy?
Program waste to energy adalah teknologi pengolahan sampah yang mengubah sampah menjadi energi listrik atau energi lain yang bermanfaat.

2. Mengapa Banjarmasin dipilih sebagai pilot project?
Karena volume sampah di wilayah Banjarmasin dan sekitarnya cukup besar sehingga dinilai potensial untuk pengembangan teknologi pengolahan sampah modern.

3. Berapa jumlah sampah di Banjarmasin setiap hari?
Produksi sampah di Kota Banjarmasin mencapai lebih dari 400 ton per hari, sedangkan total tiga daerah mendekati 678 ton per hari.

4. Di mana lokasi rencana pengolahan sampah?
Ada empat opsi lokasi, yakni TPAS Tabing Rimbah, TPAS Basirih, sekitar Terminal Gambut Barakat, dan belakang RSJ Sambang Lihum.

5. Apa manfaat pengolahan sampah menjadi listrik?
Selain mengurangi volume sampah, program ini dapat menghasilkan energi listrik dan membantu mengatasi krisis lingkungan.

Rabu, 03 September 2025

Astrid Menangis Diduga Usai Uya Kuya Dinonaktifkan dari DPR, Video Viral di Medsos

JAKARTA - Seorang perempuan yang diduga Astrid, istri Uya Kuya, viral di media sosial setelah terekam menangis histeris di depan kamera. Video itu ramai dikaitkan dengan keputusan Partai Amanat Nasional (PAN) yang resmi menonaktifkan Uya Kuya sebagai anggota DPR Komisi IX pada Minggu (31/8/2025). Dalam keputusan yang sama, rekan satu partainya, Eko Patrio, juga mengalami hal serupa.

Dalam video yang beredar luas, Astrid terlihat mengenakan baju lengan panjang ungu dipadukan dengan hijab hijau. Ia tak mampu menyembunyikan kesedihannya. Air matanya mengalir deras, bahkan sempat menutup mulut seakan menahan perasaan yang begitu berat. Hingga kini belum diketahui kapan dan di mana video tersebut diambil, namun banyak netizen menduga ekspresi itu muncul setelah sang suami dinonaktifkan dari jabatannya di DPR.

Astrid istri Uya Kuya menangis mengenakan baju ungu dan hijab hijau diduga setelah Uya Kuya dinonaktifkan dari DPR
Astrid istri Uya Kuya menangis mengenakan baju ungu dan hijab hijau diduga setelah Uya Kuya dinonaktifkan dari DPR.

Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, telah membenarkan keputusan tersebut. “Ya, hari ini resmi dinonaktifkan. Kami lakukan evaluasi rutin dan keputusan ini berlaku mulai 31 Agustus 2025,” ujar Zulhas dalam keterangan singkatnya di Jakarta. Sayangnya, ia tidak menjelaskan detail alasan penonaktifan dua figur publik itu dari DPR.

Sementara itu, sejumlah kader PAN yang enggan disebut namanya menyebut langkah ini adalah bagian dari penyegaran internal partai menjelang agenda politik 2029. “PAN ingin memastikan performa legislatornya tetap optimal. Jadi ini lebih kepada strategi partai, bukan hal personal,” ungkap salah seorang kader.

Viralnya video Astrid langsung menuai beragam komentar publik. Ada yang bersimpati, ada pula yang menilai wajar jika seorang istri larut dalam emosi ketika suaminya menghadapi keputusan besar dalam karier politiknya. Hingga artikel ini tayang, Astrid maupun Uya Kuya belum memberikan keterangan resmi terkait video tersebut maupun keputusan PAN. Publik kini menantikan apakah langkah hukum atau klarifikasi politik akan ditempuh keduanya dalam waktu dekat.

Jumat, 09 Februari 2024

Zulkifli Hasan: Prabowo-Gibran Unggul di Pulau Jawa

Zulkifli Hasan: Prabowo-Gibran Unggul di Pulau Jawa
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan saat menghadiri kampanye akbar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (8/2/2024).
JAKARTA - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, mengungkapkan optimisme tinggi terhadap kemenangan pasangan Prabowo-Gibran dalam satu putaran pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2024. 

Menurutnya, optimisme tersebut didasarkan pada hasil survei sejumlah lembaga yang menunjukkan keunggulan pasangan tersebut, terutama di Pulau Jawa.

"Insyaallah, Jabar sudah 55 persen, insyallah akan di atas 60 persen. Dengan begitu di Jawa Timur, Jawa Tengah sudah unggul, Jawa Barat unggul banyak, Jawa Timur tebal sekali," ujar Zulkifli Hasan saat menghadiri kampanye akbar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Jawa Barat, pada hari Kamis.

Zulkifli Hasan berharap agar momentum bulan puasa dan Hari Raya Idul Fitri nantinya, pasangan nomor urut 2 dapat melanjutkan kepemimpinan yang ada saat ini, yang dipegang oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

"Kami meyakini, insyallah, satu kali putaran agar nanti kami bisa melaksanakan puasa dan Lebaran bareng-bareng sudah punya calon presiden terpilih, kira-kira itu mohon doa dan dukungannya," tambah Zulkifli Hasan.

Sementara itu, Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran Jawa Barat, Ridwan Kamil, juga menyatakan keyakinannya terhadap elektabilitas pasangan tersebut di Jawa Barat. 

Menurut survei internal yang dilakukan, Ridwan Kamil menyebutkan bahwa pasangan Prabowo-Gibran sudah mencapai 55 persen elektabilitas di wilayah tersebut. 

Ia optimistis bahwa angka tersebut dapat meningkat menjadi 60 persen menjelang hari pencoblosan, asalkan kondisi tersebut terus terjaga.

"Kami sudah di 55 persen di sisa waktu 7 hari lagi. Insyallah, target 60 persen atau lebih terkejar. Kalau itu terjadi, secara nasional akan menjadi satu putaran atau sekali putaran," kata Ridwan Kamil.

Meskipun menduduki peringkat teratas dalam hasil survei dari berbagai lembaga, Ridwan Kamil menegaskan bahwa timnya tidak akan mengendurkan kerja politik di lapangan.

"Kami tidak boleh lengah walaupun surveinya bagus dan hari ini pembuktian massa penuh, di jalan banyak, dan masih beriringan menunjukkan kecintaan pasangan warga Jabar kepada pasangan Prabowo-Gibran," tegasnya.

Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, jumlah daftar pemilih tetap (DPT) pada Pemilu 2024 mencapai 204.807.222 pemilih. 

Sebagai informasi, KPU telah menetapkan tiga pasangan calon yang akan bertarung dalam Pilpres 2024, yaitu Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar nomor urut 1, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka nomor urut 2, dan Ganjar Pranowo-Mahfud Md. nomor urut 3. 

Masa kampanye telah dimulai sejak 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024, dilanjutkan dengan masa tenang pada tanggal 11 hingga 13 Februari, dan hari pencoblosan pada tanggal 14 Februari 2024.

Minggu, 03 September 2023

Menteri Perdagangan Tinjau Stok dan Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Flamboyan Pontianak

Menteri Perdagangan Tinjau Stok dan Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Flamboyan Pontianak.
PONTIANAK - Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, melakukan kunjungan ke Pasar Flamboyan di Pontianak, Kalimantan Barat, untuk memantau stok dan harga berbagai kebutuhan pokok. Tujuan kunjungan ini adalah memastikan ketersediaan dan stabilitas bahan pangan seperti beras serta komoditas lainnya.

Dalam pernyataannya di Pontianak pada hari Sabtu, Menteri Zulkifli Hasan mengungkapkan hasil peninjauannya di pasar tersebut. Ia menyatakan bahwa harga bahan-bahan pokok masih relatif stabil, bahkan beberapa komoditas mengalami penurunan harga.

"Kami melihat bahwa harga beras mengalami sedikit kenaikan, tetapi bawang, cabai, dan ayam mengalami penurunan harga yang signifikan. Harga telur pun tetap stabil," ujarnya.

Menteri Zulkifli Hasan menegaskan bahwa meskipun ada sedikit kenaikan harga beras, stok beras masih mencukupi dengan jumlah mencapai 1,6 juta ton. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir tentang ketersediaan beras.

"Masyarakat tidak perlu cemas tentang kelangkaan beras. Stok kita mencukupi dengan 1,6 juta ton," tegasnya.

Selama kunjungannya ke pasar, Menteri Zulkifli Hasan tidak hanya berdialog dengan pedagang dan warga yang sedang berbelanja, tetapi juga melakukan pembelian beberapa bahan kebutuhan pokok. Bahan-bahan tersebut akan dibagikan kepada warga yang tengah berbelanja di pasar.

"Ketika kita datang ke pasar, kita juga harus berbelanja. Para pedagang akan merasa kecewa jika Menteri datang hanya untuk bertanya tanpa berbelanja. Kami ingin mendukung mereka," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyambut kunjungan Menteri Perdagangan ini dengan baik. Menurutnya, kunjungan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan stok bahan pokok. Edi Rusdi Kamtono juga menyebut bahwa harga-harga cenderung turun.

"Menteri Perdagangan telah berdialog dengan para pedagang, dan kami bersama-sama menyaksikan bahwa stok terjamin dan harga-harga cenderung turun," ungkapnya.

Selain memastikan ketersediaan stok, Menteri Zulkifli Hasan juga memastikan bahwa stok beras aman dengan cadangan mencapai 1,6 juta ton. Langkah-langkah antisipasi kelangkaan bahan pokok juga telah diambil dengan berkoordinasi antara berbagai pihak terkait seperti agen, produsen, dan distributor.

"Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Pontianak secara rutin berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Bank Indonesia, Bulog, Pertamina, dan lainnya," tambahnya.

Terkait inflasi di Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyatakan bahwa situasi masih terkendali dengan angka inflasi saat ini sekitar 3,74 persen, yang lebih rendah dari angka sebelumnya yang mencapai 4,72 persen. Pemerintah Kota Pontianak dan TPID Kota Pontianak akan terus memantau dan mengendalikan angka inflasi demi kesejahteraan masyarakat.

(Tim Liputan)