Berita BorneoTribun: Imlek hari ini
iklan
iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Imlek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Imlek. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Maret 2026

AHY Serahkan Bantuan Sosial Di Singkawang Dari Lelang Lukisan Kuda Api SBY

AHY menyalurkan bantuan sosial dari hasil lelang lukisan Kuda Api karya SBY senilai Rp6,5 miliar kepada masyarakat Singkawang menjelang Festival Cap Go Meh.
AHY menyalurkan bantuan sosial dari hasil lelang lukisan Kuda Api karya SBY senilai Rp6,5 miliar kepada masyarakat Singkawang menjelang Festival Cap Go Meh.

AHY Salurkan Bantuan Sosial Dari Hasil Lelang Lukisan “Kuda Api” Karya SBY di Singkawang

SINGKAWANG -- Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat Tionghoa di Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Bantuan tersebut berasal dari hasil lelang lukisan berjudul Kuda Api karya Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

AHY menyampaikan bahwa bantuan sosial tersebut merupakan bagian dari komitmen kemanusiaan yang tidak memandang latar belakang penerima. Penyaluran bantuan dilakukan saat rangkaian kunjungan kerja AHY di Singkawang beberapa waktu lalu.

Bantuan tersebut diserahkan di Vihara Panca Saddha menjelang perayaan Festival Cap Go Meh. Momentum ini dipilih karena festival tersebut menjadi salah satu tradisi budaya penting di Kota Singkawang yang dikenal sebagai kota dengan keberagaman budaya yang kuat.

Menurut AHY, kegiatan tersebut mencerminkan semangat persaudaraan lintas budaya sekaligus kepedulian sosial di tengah bulan suci Ramadan. Bantuan sosial yang diberikan juga ditujukan bagi masyarakat dari berbagai latar belakang suku, agama, ras, dan etnis.

Ia menegaskan bahwa semangat utama dari program ini adalah membantu sesama tanpa memandang perbedaan. Indonesia, kata AHY, berdiri di atas keberagaman yang justru menjadi kekuatan bangsa.

“Semangatnya adalah membantu sesama tanpa melihat dari mana kita berasal, apa pun suku, agama, ras, dan etnis kita. Indonesia berdiri di atas keberagaman, dan di Kota Singkawang kita bisa melihat contoh harmoni itu,” ujar AHY.

Bantuan sosial tersebut berasal dari hasil lelang lukisan Kuda Api karya Susilo Bambang Yudhoyono yang terjual senilai Rp6,5 miliar. Seluruh dana hasil lelang tersebut didedikasikan untuk kegiatan kemanusiaan dan bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.

AHY menjelaskan bahwa lukisan Kuda Api terinspirasi dari shio Tahun 2026 atau Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Dalam filosofi Tionghoa, kuda melambangkan energi, keberanian, kerja keras, dan semangat pantang menyerah.

Menurutnya, karya seni tersebut tidak hanya memiliki nilai artistik, tetapi juga membawa pesan kepedulian sosial. Lukisan itu diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

AHY juga menegaskan bahwa Partai Demokrat berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial. Apalagi pada momentum Ramadan yang identik dengan semangat berbagi dan kepedulian.

“Kita ingin terus menghadirkan semangat kepedulian dan berbagi, terutama di bulan Ramadan ini. Semoga apa yang kita lakukan hari ini bisa sedikit meringankan beban saudara-saudara kita,” kata AHY.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian menuju peringatan 25 tahun Partai Demokrat yang akan jatuh pada September 2026. Momentum tersebut diharapkan menjadi penguat komitmen partai untuk terus berkontribusi bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan AHY sangat terkesan dengan sambutan masyarakat Singkawang.

Herzaky yang juga putra asli Kalimantan Barat menyebut kesederhanaan dan ketulusan masyarakat setempat menjadi hal yang menyentuh bagi AHY selama kunjungannya.

“Mas AHY sangat tersentuh dengan sambutan hangat masyarakat Singkawang. Sederhana dan penuh ketulusan. Pesan Mas AHY, masyarakat tidak pernah meminta banyak. Kita yang harus peka membantu apa yang kita bisa,” ujar Herzaky.

Kegiatan penyaluran bantuan sosial dari hasil lelang lukisan Kuda Api ini diharapkan dapat memperkuat nilai kebersamaan sekaligus menjadi simbol solidaritas lintas budaya di tengah masyarakat Indonesia.

Rabu, 04 Maret 2026

Naga dan Barongsai Meriah, Pesan Kerukunan untuk Warga Pontianak

Naga dan Barongsai Meriah, Pesan Kerukunan untuk Warga Pontianak
Foto: Ketua Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Indonesia, Suyanto Tanjung.

PONTIANAK - Puncak perayaan Cap Go Meh di Kota Pontianak berlangsung meriah pada Selasa malam (3/3/2026). Salah satu yang paling mencuri perhatian masyarakat adalah kemunculan naga raksasa sepanjang 118,8 meter yang disebut sebagai naga terpanjang di Pontianak tahun ini.

Naga raksasa tersebut tampil memukau dalam rangkaian Festival Naga dan Barongsai yang digelar di pusat kota. Atraksi naga sepanjang 118,8 meter ini menjadi salah satu daya tarik utama yang disaksikan ribuan warga yang memadati lokasi perayaan.

Suasana perayaan semakin semarak dengan berbagai panggung hiburan yang didirikan di sepanjang jalan. Masyarakat dari berbagai suku dan latar belakang tampak menikmati rangkaian acara budaya yang digelar bersama.

Foto: Ketua Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Indonesia, Suyanto Tanjung
Foto: Ketua Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Indonesia, Suyanto Tanjung

Ketua MABT Indonesia, Suyanto Tanjung, mengapresiasi partisipasi seluruh masyarakat dalam menyukseskan perayaan tersebut. 

"Sepanjang jalan banyak panggung hiburan didirikan. Kita mengapresiasi kerja keras seluruh masyarakat, baik yang merayakan dari etnis Tionghoa maupun suku-suku lainnya. Semua bisa menikmati bersama Festival Naga dan Barongsai ini," ujarnya.

Suyanto Tanjung menambahkan, secara umum sajian Cap Go Meh tahun ini masih mengikuti tradisi dan ritual yang telah dilaksanakan dari tahun ke tahun. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan saling menghargai antar suku dan budaya. 

"Sebentar lagi kita akan memasuki bulan Ramadan. Mari kita juga mendukung saudara-saudara kita yang akan menjalankan ibadah puasa," pungkasnya. (Ms)

Foto Ribuan Warga Padati Festival Cap Go Meh 2026, Tegaskan Singkawang Kota Toleransi

Singkawang Kukuhkan Status Kota Toleransi Lewat Imlek 2577 dan Cap Go Meh 2026
Perayaan Imlek 2577 dan Festival Cap Go Meh 2026 di Singkawang berlangsung meriah dengan parade Tatung, dihadiri pejabat nasional, memperkuat citra kota toleransi dan mendorong pariwisata Kalimantan Barat. [Foto kalbarprov.go.id]

Singkawang Kukuhkan Status Kota Toleransi Lewat Imlek 2577 dan Cap Go Meh 2026

Singkawang, Kalbar -- Singkawang kembali menegaskan reputasinya sebagai kota toleransi di Indonesia melalui perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili dan Festival Cap Go Meh 2026 yang digelar meriah di pusat Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Selasa (3/3/2026). 

Ribuan warga serta sejumlah pejabat tinggi negara hadir menyaksikan pembukaan yang ditandai dengan pemukulan Loku sebagai simbol dimulainya rangkaian perayaan budaya terbesar di Kalimantan Barat.

Foto Ribuan Warga Padati Festival Cap Go Meh 2026, Tegaskan Singkawang Kota Toleransi
Perayaan Imlek 2577 dan Festival Cap Go Meh 2026 di Singkawang berlangsung meriah dengan parade Tatung, dihadiri pejabat nasional, memperkuat citra kota toleransi dan mendorong pariwisata Kalimantan Barat. [Foto kalbarprov.go.id]

Sebanyak 722 peserta ambil bagian dalam arak-arakan budaya, mulai dari parade naga, barongsai, Tatung, hingga kendaraan hias yang memenuhi ruas jalan utama kota. Kehadiran wisatawan domestik dan mancanegara semakin menguatkan posisi Singkawang sebagai destinasi unggulan pariwisata budaya nasional.

Dihadiri Tokoh Nasional dan Duta Besar

Foto Ribuan Warga Padati Festival Cap Go Meh 2026, Tegaskan Singkawang Kota Toleransi
Perayaan Imlek 2577 dan Festival Cap Go Meh 2026 di Singkawang berlangsung meriah dengan parade Tatung, dihadiri pejabat nasional, memperkuat citra kota toleransi dan mendorong pariwisata Kalimantan Barat. [Foto kalbarprov.go.id]

Perayaan ini turut dihadiri Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang, Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, serta Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok dan Duta Besar Seychelles untuk Indonesia.

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyampaikan bahwa kehadiran para tokoh nasional mencerminkan sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya bangsa.

Makna Simbol Kuda Api di Tahun 2577 Kongzili

Foto Ribuan Warga Padati Festival Cap Go Meh 2026, Tegaskan Singkawang Kota Toleransi
Perayaan Imlek 2577 dan Festival Cap Go Meh 2026 di Singkawang berlangsung meriah dengan parade Tatung, dihadiri pejabat nasional, memperkuat citra kota toleransi dan mendorong pariwisata Kalimantan Barat. [Foto kalbarprov.go.id]

Dalam sambutannya, Ria Norsan mengajak masyarakat memaknai simbol Kuda Api yang menaungi tahun ini. Kuda melambangkan kerja keras, ketangguhan, dan kecepatan, sementara api mencerminkan energi, keberanian, serta semangat menghadapi tantangan zaman.

Momentum ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Lampion Imlek yang menerangi malam kota berpadu dengan suasana ibadah Ramadan, menghadirkan harmoni yang memperlihatkan wajah toleransi Kalimantan Barat.

Foto Ribuan Warga Padati Festival Cap Go Meh 2026, Tegaskan Singkawang Kota Toleransi
Perayaan Imlek 2577 dan Festival Cap Go Meh 2026 di Singkawang berlangsung meriah dengan parade Tatung, dihadiri pejabat nasional, memperkuat citra kota toleransi dan mendorong pariwisata Kalimantan Barat. [Foto kalbarprov.go.id]

Menurutnya, perbedaan bukanlah pemisah, melainkan kekuatan untuk mempererat persatuan dan membangun daerah yang lebih maju serta sejahtera.

Parade Tatung dan Warisan Budaya Dunia

Foto Ribuan Warga Padati Festival Cap Go Meh 2026, Tegaskan Singkawang Kota Toleransi
Perayaan Imlek 2577 dan Festival Cap Go Meh 2026 di Singkawang berlangsung meriah dengan parade Tatung, dihadiri pejabat nasional, memperkuat citra kota toleransi dan mendorong pariwisata Kalimantan Barat. [Foto kalbarprov.go.id]

Puncak Festival Cap Go Meh Singkawang ditandai dengan parade Tatung, tradisi spiritual yang telah diwariskan lintas generasi. Ritual ini menjadi daya tarik utama wisatawan sekaligus simbol keberanian dan keyakinan budaya masyarakat Tionghoa di Kalimantan Barat.

Festival Cap Go Meh Singkawang kini telah masuk dalam program Kharisma Event Nusantara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, menegaskan perannya sebagai agenda nasional yang mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Harmoni Sosial Dorong Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi

Foto Ribuan Warga Padati Festival Cap Go Meh 2026, Tegaskan Singkawang Kota Toleransi
Perayaan Imlek 2577 dan Festival Cap Go Meh 2026 di Singkawang berlangsung meriah dengan parade Tatung, dihadiri pejabat nasional, memperkuat citra kota toleransi dan mendorong pariwisata Kalimantan Barat. [Foto kalbarprov.go.id]
Foto Ribuan Warga Padati Festival Cap Go Meh 2026, Tegaskan Singkawang Kota Toleransi
Perayaan Imlek 2577 dan Festival Cap Go Meh 2026 di Singkawang berlangsung meriah dengan parade Tatung, dihadiri pejabat nasional, memperkuat citra kota toleransi dan mendorong pariwisata Kalimantan Barat. [Foto kalbarprov.go.id]

Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto menegaskan bahwa perayaan ini bukan sekadar pergantian tahun lunar, tetapi refleksi sejarah panjang Singkawang sebagai ruang perjumpaan budaya sejak abad ke-18.

Ia juga mengapresiasi kontribusi Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid dalam membuka ruang pengakuan Hari Raya Imlek sebagai bagian dari identitas nasional.

Sementara itu, Agus Harimurti Yudhoyono menyebut Singkawang sebagai etalase keberagaman Indonesia yang mampu menjadikan perbedaan sebagai kekuatan nasional, terutama di tengah dinamika geopolitik global saat ini.

Foto Ribuan Warga Padati Festival Cap Go Meh 2026, Tegaskan Singkawang Kota Toleransi
Perayaan Imlek 2577 dan Festival Cap Go Meh 2026 di Singkawang berlangsung meriah dengan parade Tatung, dihadiri pejabat nasional, memperkuat citra kota toleransi dan mendorong pariwisata Kalimantan Barat. [Foto kalbarprov.go.id]

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berkomitmen memperkuat infrastruktur strategis dan konektivitas antarwilayah guna mendukung sektor pariwisata serta menarik investasi. Harmoni sosial dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Perayaan bertema Harmoni Imlek Nusantara ini diharapkan semakin mengukuhkan Singkawang sebagai kota modern yang tetap berakar kuat pada nilai budaya dan toleransi.

Foto Ribuan Warga Padati Festival Cap Go Meh 2026, Tegaskan Singkawang Kota Toleransi
Perayaan Imlek 2577 dan Festival Cap Go Meh 2026 di Singkawang berlangsung meriah dengan parade Tatung, dihadiri pejabat nasional, memperkuat citra kota toleransi dan mendorong pariwisata Kalimantan Barat. [Foto kalbarprov.go.id]
Foto Ribuan Warga Padati Festival Cap Go Meh 2026, Tegaskan Singkawang Kota Toleransi
Perayaan Imlek 2577 dan Festival Cap Go Meh 2026 di Singkawang berlangsung meriah dengan parade Tatung, dihadiri pejabat nasional, memperkuat citra kota toleransi dan mendorong pariwisata Kalimantan Barat. [Foto kalbarprov.go.id]

FAQ Seputar Imlek 2577 dan Cap Go Meh Singkawang 2026

1. Kapan perayaan Imlek 2577 dan Cap Go Meh digelar di Singkawang?
Perayaan berlangsung pada 3 Maret 2026 dengan rangkaian acara budaya hingga puncak parade Tatung.

2. Apa daya tarik utama Cap Go Meh Singkawang?
Parade Tatung, arak-arakan naga dan barongsai, serta kendaraan hias yang melibatkan ratusan peserta.

3. Mengapa Singkawang disebut kota toleransi?
Karena masyarakat Tionghoa, Melayu, dan Dayak hidup berdampingan harmonis sejak ratusan tahun lalu.

4. Apakah acara ini berdampak pada ekonomi daerah?
Ya, festival ini mendorong pariwisata, UMKM, investasi, dan pertumbuhan ekonomi lokal.

Foto Ribuan Warga Padati Festival Cap Go Meh 2026, Tegaskan Singkawang Kota Toleransi
Perayaan Imlek 2577 dan Festival Cap Go Meh 2026 di Singkawang berlangsung meriah dengan parade Tatung, dihadiri pejabat nasional, memperkuat citra kota toleransi dan mendorong pariwisata Kalimantan Barat. [Foto kalbarprov.go.id]
Foto Ribuan Warga Padati Festival Cap Go Meh 2026, Tegaskan Singkawang Kota Toleransi
Perayaan Imlek 2577 dan Festival Cap Go Meh 2026 di Singkawang berlangsung meriah dengan parade Tatung, dihadiri pejabat nasional, memperkuat citra kota toleransi dan mendorong pariwisata Kalimantan Barat. [Foto kalbarprov.go.id]

Selasa, 03 Maret 2026

Cap Go Meh 2577 di Pontianak Dijamin Aman Lewat TWG Pengamanan Terpadu

Strategi Pengamanan Parade Naga Bersinar Cap Go Meh 2026 Dimatangkan
Polresta Pontianak menggelar TWG pengamanan jelang Parade Naga Bersinar Cap Go Meh 2577 tahun 2026 di Jalan Gajah Mada guna memastikan perayaan budaya berjalan aman, tertib, dan kondusif.

PONTIANAK -- Menjelang malam puncak Parade Naga Bersinar Cap Go Meh 2577 tahun 2026, Polresta Pontianak menggelar Tactical Wall Game atau TWG pengamanan pada Selasa 3 Maret 2026 di Aula Mapolresta Pontianak. 

Kegiatan ini dipimpin langsung Kapolresta Pontianak Kombes Pol Endang Tri Purwanto sebagai langkah final memastikan perayaan budaya tahunan tersebut berlangsung aman, tertib, dan kondusif di Kota Pontianak.

Strategi Pengamanan Parade Naga Bersinar Cap Go Meh 2026 Dimatangkan

TWG menjadi forum penting bagi jajaran kepolisian untuk menyatukan persepsi dan strategi sebelum personel diterjunkan ke lapangan. 

Dalam kegiatan tersebut, Wakapolresta, para Pejabat Utama, Kapolsek jajaran, serta para Perwira Pengendali yang terlibat dalam pengamanan ikut hadir dan menerima arahan.

Fokus utama pengamanan tertuju pada kawasan Jalan Gajah Mada, Pontianak Selatan, yang menjadi pusat perayaan Parade Naga Bersinar Cap Go Meh 2026. 

Jalur pawai, titik kumpul massa, hingga potensi kerawanan dibahas secara rinci agar seluruh personel memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Kapolresta menegaskan bahwa setiap Padal wajib mengetahui ploting personel, jalur arak-arakan naga, serta titik rawan kemacetan dan gangguan kamtibmas. Strategi yang disusun harus terukur, jelas, dan sesuai standar operasional prosedur yang berlaku.

Pengamanan Humanis dan Tegas Jadi Prioritas

Dalam arahannya, Kapolresta menekankan pendekatan humanis dalam pengamanan Cap Go Meh 2577. Meski demikian, ketegasan tetap diperlukan, terutama dalam pengaturan arus lalu lintas, pengendalian massa, dan pencegahan potensi tindak kriminalitas.

Pengamanan tidak hanya difokuskan pada kelancaran pawai naga, tetapi juga pada keselamatan masyarakat yang memadati lokasi acara. 

Antisipasi kemacetan, kepadatan penonton, hingga kemungkinan gangguan keamanan menjadi bagian dari skenario yang disimulasikan dalam TWG.

Koordinasi lintas satuan tugas dan instansi terkait juga diperkuat. Sinergi ini dinilai penting agar respons terhadap situasi darurat dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Komitmen Berikan Rasa Aman bagi Warga Pontianak

Perayaan Cap Go Meh merupakan agenda budaya tahunan yang selalu dinantikan masyarakat Pontianak. Ribuan warga diperkirakan akan memadati kawasan pusat kota untuk menyaksikan kemeriahan Parade Naga Bersinar.

Melalui pelaksanaan TWG ini, Polresta Pontianak ingin memastikan kehadiran Polri benar-benar dirasakan masyarakat sebagai pelindung dan pengayom. 

Tugas pengamanan bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk pelayanan untuk menghadirkan rasa aman dan nyaman.

Dengan strategi yang telah dimatangkan, diharapkan rangkaian malam puncak Cap Go Meh 2026 di Pontianak dapat berlangsung meriah tanpa gangguan berarti, sekaligus memperkuat citra kota sebagai destinasi budaya yang aman dan harmonis.

FAQ Seputar Pengamanan Cap Go Meh 2577 Pontianak

1. Apa itu Tactical Wall Game atau TWG?
TWG adalah simulasi taktis yang digunakan kepolisian untuk merancang strategi pengamanan sebelum pelaksanaan kegiatan besar.

2. Di mana pusat Parade Naga Bersinar Cap Go Meh 2026?
Kegiatan terpusat di Jalan Gajah Mada, Pontianak Selatan.

3. Mengapa pengamanan Cap Go Meh diperketat?
Karena acara ini menghadirkan ribuan penonton sehingga berpotensi menimbulkan kemacetan, kepadatan massa, dan gangguan kamtibmas.

4. Apa fokus utama pengamanan?
Kelancaran arus lalu lintas, pengendalian massa, pencegahan kriminalitas, dan menjaga situasi tetap kondusif.

Senin, 02 Maret 2026

Lontong Cap Go Meh 5054 Porsi Cetak Sejarah di Lapangan Banteng Jakarta

Rekor Dunia Guinness Pecah di Festival Imlek Nasional 2026 di Jakarta
Festival Imlek Nasional 2026 di Lapangan Banteng Jakarta pecahkan rekor Guinness World Records lewat 5054 porsi Lontong Cap Go Meh, simbol akulturasi budaya dan ekonomi kreatif.

Rekor Dunia Guinness Pecah di Festival Imlek Nasional 2026 di Jakarta

JAKARTA -- Puncak perayaan Festival Imlek Nasional 2026 yang digelar di Lapangan Banteng sukses mencetak sejarah. Melalui kegiatan Makan Besar Bersama Bobon Santoso, sebanyak 5.054 porsi Lontong Cap Go Meh disajikan dalam waktu delapan jam dan resmi memecahkan rekor Guinness World Records untuk kategori Most Servings of Lontong Cap Go Meh Served in 8 Hours.

Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri ribuan masyarakat dari berbagai latar belakang yang datang untuk merayakan kebersamaan sekaligus mencicipi sajian kuliner khas perayaan Cap Go Meh.

Lontong Cap Go Meh Simbol Akulturasi dan Inklusivitas

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menyambut positif capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa Lontong Cap Go Meh bukan sekadar hidangan, melainkan simbol akulturasi budaya Tionghoa dengan tradisi Nusantara.

Menurutnya, momen ini terasa semakin istimewa karena perayaan Imlek tahun ini bertepatan dengan bulan Ramadan. Perpaduan tradisi Tionghoa dan budaya Ramadan Indonesia tercermin dalam sajian Lontong Cap Go Meh yang menjadi simbol harmoni, toleransi, dan kebersamaan.

Ia menekankan bahwa kegiatan makan besar ini membuka peluang bagi pelaku UMKM, kreator konten, serta komunitas lokal untuk menampilkan inovasi kuliner tanpa meninggalkan akar tradisi.

5054 Porsi dalam 8 Jam Bukti Kekuatan Gotong Royong

Rekor dunia ini tidak tercapai begitu saja. Sebanyak 5.054 porsi Lontong Cap Go Meh berhasil didistribusikan dalam kurun waktu delapan jam. Proses persiapan hingga penyajian melibatkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pelaku usaha kuliner, relawan, hingga komunitas kreatif.

Momentum ini menjadi bukti nyata bahwa kekuatan gotong royong masih menjadi fondasi penting dalam pembangunan ekonomi kreatif Indonesia. Partisipasi publik yang tinggi memperlihatkan bahwa masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut ambil bagian dalam menciptakan sejarah.

Festival Imlek Nasional Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Lebih dari sekadar perayaan budaya, Festival Imlek Nasional 2026 menjadi panggung besar bagi ekosistem ekonomi kreatif. Kegiatan ini membuka ruang promosi bagi UMKM kuliner, memperluas jaringan kreator digital, serta memperkuat branding kuliner tradisional Indonesia di mata dunia.

Kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi juga identitas, cerita, dan nilai ekonomi. Lontong Cap Go Meh yang diangkat dalam acara ini membuktikan bahwa warisan budaya dapat menjadi mesin pertumbuhan baru bagi perekonomian nasional.

Dengan kehadiran ribuan pengunjung di Lapangan Banteng, dampak ekonomi langsung juga dirasakan oleh pelaku usaha sekitar, mulai dari pedagang kaki lima hingga penyedia jasa kreatif.

Kebersamaan dan Nilai Budaya Jadi Sorotan

Acara makan besar ini tidak hanya tentang menikmati makanan, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial. Warga dari berbagai agama, suku, dan latar belakang duduk bersama dalam satu meja besar kebersamaan.

Nilai persatuan, toleransi, dan inklusivitas terasa kuat. Di tengah dinamika sosial yang kerap diwarnai perbedaan, festival ini menjadi pengingat bahwa budaya dan kuliner mampu menyatukan masyarakat.

Perayaan Cap Go Meh yang identik dengan tradisi Tionghoa kini semakin diterima sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa akulturasi budaya telah tumbuh secara alami dan menjadi identitas bersama.

FAQ Seputar Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh

1. Apa rekor yang berhasil dipecahkan?
Rekor Most Servings of Lontong Cap Go Meh Served in 8 Hours dari Guinness World Records.

2. Berapa jumlah porsi yang disajikan?
Sebanyak 5.054 porsi Lontong Cap Go Meh.

3. Di mana acara berlangsung?
Di Lapangan Banteng, Jakarta.

4. Siapa tokoh utama dalam kegiatan ini?
Bobon Santoso sebagai penggagas makan besar, serta dukungan dari Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar.

5. Apa makna Lontong Cap Go Meh dalam acara ini?
Sebagai simbol akulturasi budaya Tionghoa dan tradisi Indonesia, sekaligus representasi inklusivitas dan persatuan.

Rekor dunia yang tercipta dalam Festival Imlek Nasional 2026 menjadi bukti bahwa kekayaan budaya Indonesia memiliki daya saing global. Lontong Cap Go Meh bukan hanya sajian khas Cap Go Meh, tetapi simbol kebersamaan, kreativitas, dan masa depan ekonomi kreatif bangsa.

Melalui kolaborasi, inovasi, dan semangat gotong royong, Indonesia kembali menunjukkan bahwa tradisi dapat menjadi kekuatan modern yang menggerakkan pertumbuhan ekonomi sekaligus mempererat persatuan.

Minggu, 01 Maret 2026

Cap Go Meh 2026 di Singkawang Hadirkan Surga Kuliner Tradisional

Festival Kuliner Semarakkan Imlek dan Cap Go Meh 2026 di Singkawang
Festival Kuliner meramaikan Imlek dan Cap Go Meh 2026 di Singkawang dengan aneka kuliner khas daerah. Digelar 28 Februari hingga 3 Maret, acara ini dorong UMKM dan wisata budaya Kalbar.

Festival Kuliner Semarakkan Imlek dan Cap Go Meh 2026 di Singkawang

SINGKAWANG -- Festival Kuliner ikut memeriahkan rangkaian perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2026 di Singkawang, Kalimantan Barat. Kegiatan yang digelar di kawasan Jalan Sejahtera dan Jalan Niaga ini berlangsung selama empat hari, mulai 28 Februari hingga 3 Maret 2026, menghadirkan aneka sajian khas daerah untuk masyarakat dan wisatawan.

Festival Kuliner Singkawang, Imlek 2026, Cap Go Meh menjadi magnet baru dalam agenda tahunan kota yang dikenal sebagai destinasi wisata budaya tersebut. Puluhan pelaku UMKM dan usaha kuliner lokal memanfaatkan momentum ini untuk memperkenalkan cita rasa khas Singkawang kepada ribuan pengunjung yang datang dari berbagai daerah, bahkan mancanegara.

Ketua Pelaksana Perayaan Imlek dan Cap Go Meh Singkawang, Bun Cin Thong, menegaskan bahwa festival ini dirancang untuk menambah kemeriahan sekaligus membuka ruang promosi bagi pelaku usaha lokal. Beragam makanan dan minuman tradisional ditawarkan dengan harga terjangkau agar semua kalangan bisa menikmati suasana perayaan tanpa khawatir soal biaya.

Festival Kuliner meramaikan Imlek dan Cap Go Meh 2026 di Singkawang dengan aneka kuliner khas daerah. Digelar 28 Februari hingga 3 Maret, acara ini dorong UMKM dan wisata budaya Kalbar. (Gambar ilustrasi)
Festival Kuliner meramaikan Imlek dan Cap Go Meh 2026 di Singkawang dengan aneka kuliner khas daerah. Digelar 28 Februari hingga 3 Maret, acara ini dorong UMKM dan wisata budaya Kalbar. (Gambar ilustrasi)

Menurutnya, festival ini bukan sekadar tempat berburu kuliner, tetapi juga wadah memperkenalkan kekayaan gastronomi daerah. Pengunjung dapat menemukan hidangan khas Tionghoa, Melayu, hingga Dayak yang menjadi bagian dari identitas kuliner Singkawang. Keberagaman ini menjadi daya tarik tersendiri yang memperkuat citra kota sebagai pusat harmoni budaya.

Momentum Imlek dan Cap Go Meh yang setiap tahun menarik ribuan orang dinilai sangat strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif. Sektor kuliner menjadi salah satu tulang punggung yang mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat, khususnya pelaku UMKM.

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menyampaikan bahwa kehadiran Festival Kuliner semakin melengkapi daya tarik kota sebagai destinasi wisata budaya dan kuliner di Kalimantan Barat. Ia memastikan ketersediaan pusat kuliner selama perayaan berlangsung sehingga wisatawan tidak kesulitan mencari makanan, selain restoran dan rumah makan yang sudah ada.

Integrasi antara agenda budaya dan kegiatan ekonomi seperti festival kuliner diharapkan mampu memperpanjang lama tinggal wisatawan. Dengan begitu, dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat lokal akan semakin besar dan berkelanjutan.

Ke depan, Festival Kuliner diharapkan terus berkembang sebagai agenda tahunan pendukung Imlek dan Cap Go Meh. Dengan konsep yang semakin matang, Singkawang berpotensi memperkuat posisinya sebagai kota wisata budaya dan kuliner unggulan di Kalimantan Barat.

Festival Kuliner meramaikan Imlek dan Cap Go Meh 2026 di Singkawang dengan aneka kuliner khas daerah. Digelar 28 Februari hingga 3 Maret, acara ini dorong UMKM dan wisata budaya Kalbar. (Gambar ilustrasi)
Festival Kuliner meramaikan Imlek dan Cap Go Meh 2026 di Singkawang dengan aneka kuliner khas daerah. Digelar 28 Februari hingga 3 Maret, acara ini dorong UMKM dan wisata budaya Kalbar. (Gambar ilustrasi)

FAQ Seputar Festival Kuliner Imlek dan Cap Go Meh 2026

Kapan Festival Kuliner berlangsung?
28 Februari hingga 3 Maret 2026.

Di mana lokasi kegiatan?
Di kawasan Jalan Sejahtera dan Jalan Niaga, Singkawang.

Apa saja yang ditawarkan?
Beragam makanan dan minuman khas Singkawang dan sekitarnya dengan harga terjangkau.

Apa tujuan utama festival ini?
Memeriahkan Imlek dan Cap Go Meh sekaligus meningkatkan promosi kuliner serta perekonomian pelaku UMKM lokal.

Pawai Lampion Singkawang 2026 Diikuti 79 Kelompok Warga dan Wisatawan Bersiap Padati Kota

79 Kelompok Ramaikan Pawai Lampion Singkawang, Imlek dan Cap Go Meh 2026 Makin Semarak
Sebanyak 79 kelompok meramaikan Pawai Lampion Singkawang dalam rangka Imlek dan Cap Go Meh 2026. Event budaya ini menjadi daya tarik wisata unggulan dengan rute pusat kota dan antusiasme tinggi.

79 Kelompok Ramaikan Pawai Lampion Singkawang, Imlek dan Cap Go Meh 2026 Makin Semarak

Singkawang, Kalbar – Sebanyak 79 kelompok dipastikan ambil bagian dalam Pawai Lampion yang digelar di Singkawang, Minggu malam, sebagai rangkaian perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda budaya dan pariwisata unggulan yang selalu dinanti masyarakat dan wisatawan.

Pawai Lampion, Imlek Singkawang, Cap Go Meh 2026

Ketua Pelaksana Perayaan Imlek dan Cap Go Meh Singkawang, Bun Cin Thong, menyampaikan bahwa puluhan peserta berasal dari berbagai unsur, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), BUMD dan BUMN, pelajar, mahasiswa, hingga komunitas masyarakat umum.

Menurutnya, jumlah 79 kelompok masih bersifat sementara. Panitia tidak membatasi jumlah peserta sehingga kemungkinan besar angka tersebut masih akan bertambah menjelang pelaksanaan. Tingginya animo masyarakat menjadi bukti kuat bahwa tradisi ini tetap hidup dan terus berkembang.

Rute Pawai Lampion Singkawang 2026

Pawai dijadwalkan mulai sekitar pukul 20.00 WIB dengan titik awal di depan Kantor Wali Kota Singkawang, Jalan Firdaus. Rombongan peserta akan melintasi sejumlah ruas jalan utama kota, yakni Jalan Diponegoro, Jalan Niaga, Jalan Budi Utomo, Jalan Kurau, dan Jalan Setia Budi.

Setelah itu, arak-arakan akan kembali melewati Jalan Niaga dan Jalan Stasiun sebelum akhirnya finis di Gedung Happy Building dan Jalan GM Situt.

Rute ini dipilih karena berada di pusat kota dan menjadi kawasan strategis yang memudahkan masyarakat menyaksikan kemeriahan lampion warna-warni yang menghiasi malam perayaan.

Persiapan Teknis Hampir Rampung

Panitia memastikan seluruh persiapan teknis hampir selesai. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pembangunan panggung kehormatan di depan Kantor Wali Kota Singkawang. Panggung tersebut disiapkan khusus bagi tamu VVIP, VIP A, dan VIP B yang akan menyaksikan langsung jalannya pawai.

Dengan kesiapan yang telah mencapai 100 persen untuk panggung utama, panitia optimistis acara berjalan tertib dan lancar.

Antusiasme Masyarakat dan Daya Tarik Wisata

Perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Singkawang dikenal luas sebagai salah satu yang terbesar di Indonesia. Bahkan, kota ini kerap dijuluki sebagai destinasi utama wisata budaya Tionghoa saat Cap Go Meh tiba.

Partisipasi 79 kelompok menunjukkan kuatnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, pelajar, hingga komunitas. Tidak hanya sekadar pawai, acara ini menjadi simbol harmoni, toleransi, dan kebersamaan masyarakat multietnis di Singkawang.

Bagi Anda yang ingin merasakan atmosfer budaya yang kental, Pawai Lampion bisa menjadi momen terbaik untuk berkunjung dan menikmati keindahan lampion, pertunjukan seni, serta semarak perayaan yang penuh warna.

FAQ Seputar Pawai Lampion Singkawang 2026

1. Kapan Pawai Lampion digelar?
Minggu malam, mulai sekitar pukul 20.00 WIB.

2. Berapa jumlah peserta yang ikut?
Sebanyak 79 kelompok dan masih berpotensi bertambah.

3. Dari mana saja peserta berasal?
OPD, BUMD, BUMN, pelajar, mahasiswa, dan berbagai komunitas masyarakat.

4. Di mana titik start dan finis pawai?
Start di depan Kantor Wali Kota Singkawang dan finis di Gedung Happy Building serta Jalan GM Situt.

5. Apakah acara ini terbuka untuk umum?
Ya, masyarakat dan wisatawan dapat menyaksikan langsung di sepanjang rute pawai.

Sumber: ANTARA/Narwati | Editor: Yakop

Semarak 727 Tatung di Festival Cap Go Meh Singkawang Tahun Ini

727 Tatung Meriahkan Festival Cap Go Meh Singkawang 2026, Simbol Harmoni di Bulan Ramadhan
Sebanyak 727 tatung meriahkan Festival Cap Go Meh Singkawang 2026 di Kalimantan Barat. Perayaan budaya ini hadirkan pejabat nasional dan simbol toleransi di bulan Ramadhan.

727 Tatung Meriahkan Festival Cap Go Meh Singkawang 2026, Simbol Harmoni di Bulan Ramadhan

SINGKAWANG -- Sebanyak 727 tatung dipastikan ambil bagian dalam Festival Cap Go Meh 2026 di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, yang digelar pada Selasa 3 Maret 2026. Perayaan budaya tahunan ini menghadirkan ratusan peserta dari berbagai kategori dan akan dihadiri pejabat nasional hingga perwakilan luar negeri, menjadikannya salah satu agenda wisata budaya terbesar di Indonesia.

Festival Cap Go Meh, Tatung Singkawang, Wisata Budaya menjadi sorotan utama dalam perayaan tahun ini. Ketua Pelaksana Perayaan Imlek dan Cap Go Meh Singkawang, Bun Cin Thong, menyebutkan total 727 tatung telah terdaftar resmi untuk memeriahkan pawai budaya tersebut.

Dari jumlah tersebut, terdiri atas 523 tatung dengan tandu, 108 tanpa tandu, 75 miniatur, 15 jelangkung, tiga naga, dua barongsai, serta satu rombongan jalan kaki. Partisipasi tinggi ini menunjukkan kuatnya komitmen masyarakat dalam menjaga tradisi yang telah lama menjadi identitas Kota Singkawang.

Undangan untuk Pejabat Nasional dan Tamu Luar Negeri

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kota Singkawang, Mokhllis, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyebarkan 736 undangan kepada tokoh nasional dan pejabat negara. Hingga saat ini, sebanyak 102 undangan telah dikonfirmasi kehadirannya.

Sejumlah tokoh penting yang diundang antara lain Ketua MPR RI, Ketua DPD RI, Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Dalam Negeri, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta Wakil Menteri Ekonomi Kreatif.

Selain itu, turut diundang Gubernur Kalimantan Barat, Gubernur Maluku Utara, perwakilan BPK RI, serta Sekretaris BNPP RI. Festival ini juga dijadwalkan dihadiri Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia serta tokoh nasional Oesman Sapta Odang.

Cap Go Meh Bukan Sekadar Festival

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menegaskan bahwa Festival Cap Go Meh bukan hanya agenda tahunan, melainkan warisan budaya yang tumbuh dari tradisi dan keberagaman masyarakat.

Menurutnya, momentum ini menjadi simbol nyata harmoni antar-umat beragama dan antar-etnis di Kota Singkawang. Tahun ini, perayaan terasa istimewa karena berlangsung bertepatan dengan bulan suci Ramadhan.

Pemerintah daerah bersama panitia Imlek dan Cap Go Meh serta panitia Ramadhan Fair berkolaborasi menghias kota secara bersama-sama. Sinergi ini memperlihatkan bahwa toleransi dan kerukunan tetap terjaga di tengah perbedaan.

“Inilah yang dapat kita tunjukkan kepada dunia bahwa damai itu indah dan membanggakan,” ujar wali kota.

Dorong Promosi untuk Tingkatkan Wisata

Pemerintah Kota Singkawang juga mendorong penguatan promosi agar Festival Cap Go Meh semakin dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Dengan strategi promosi yang lebih masif, diharapkan jumlah wisatawan domestik dan mancanegara meningkat signifikan. Festival ini ditargetkan menjadi agenda budaya tahunan paling dinantikan serta memperkuat posisi Singkawang sebagai destinasi wisata budaya unggulan Indonesia.

Antusiasme ratusan tatung, dukungan pemerintah, dan kolaborasi lintas budaya menjadi daya tarik utama yang patut Anda saksikan langsung di Singkawang tahun ini.

FAQ Seputar Festival Cap Go Meh Singkawang 2026

1. Kapan Festival Cap Go Meh 2026 digelar?
Festival berlangsung pada Selasa, 3 Maret 2026.

2. Berapa jumlah tatung yang ikut serta?
Sebanyak 727 tatung dari berbagai kategori dipastikan ambil bagian.

3. Apa makna Festival Cap Go Meh di Singkawang?
Festival ini merupakan simbol harmoni antar-etnis dan antar-umat beragama serta warisan budaya yang menjadi identitas Kota Singkawang.

4. Apakah ada tamu penting yang hadir?
Ya, sejumlah pejabat nasional dan perwakilan luar negeri dijadwalkan menghadiri acara ini.

5. Mengapa perayaan tahun ini istimewa?
Karena berlangsung bersamaan dengan bulan suci Ramadhan, mencerminkan kuatnya toleransi di Singkawang.

Sumber: ANTARA/Narwati | Editor: Yakop

Rabu, 25 Februari 2026

Festival Imlek Nasional 2026 Hadirkan Cek Kesehatan Gratis Target 136 Juta Peserta

Layanan Kesehatan Gratis Ramaikan Festival Imlek Nasional Jakarta
Cek Kesehatan Gratis hadir di Festival Imlek Nasional 2026 Lapangan Banteng Jakarta. Pemerintah gandeng halomiyu dorong deteksi dini, target 136 juta peserta program CKG tahun ini. (Gambar ilustrasi AI)

JAKARTA -- Kementerian Ekonomi Kreatif menghadirkan layanan Cek Kesehatan Gratis dalam gelaran Festival Imlek Nasional 2026 di Lapangan Banteng pada 22 Februari hingga 1 Maret 2026. Program ini digelar bersama Kementerian Kesehatan, panitia festival, serta IP lokal halomiyu untuk memperluas akses deteksi dini kesehatan bagi masyarakat.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah menghadirkan layanan kesehatan yang mudah diakses, tanpa biaya, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menegaskan bahwa cek kesehatan bukan hanya untuk orang yang sedang sakit, tetapi juga penting bagi mereka yang merasa sehat.

Menurut Irene, deteksi dini membantu masyarakat tetap produktif sekaligus menjaga keluarga yang bergantung pada mereka. Dengan mengetahui kondisi tubuh sejak awal, risiko penyakit serius bisa ditekan dan penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Kolaborasi lintas kementerian bersama IP lokal halomiyu menghadirkan konsep ruang CKG yang lebih ramah, visualnya menarik, dan dekat dengan generasi muda. Pendekatan kreatif ini diharapkan membuat edukasi kesehatan terasa ringan dan mudah diterima, terutama di tengah suasana perayaan Imlek yang meriah.

Di ruang CKG, pengunjung bisa melakukan berbagai pemeriksaan seperti tensi darah, gula darah, hepatitis, kesehatan gigi, tuberkulosis, hingga skrining kanker payudara. Layanan ini menjadi peluang emas bagi masyarakat untuk memeriksa kondisi kesehatan tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan formal.

Layanan Kesehatan Gratis Ramaikan Festival Imlek Nasional Jakarta
Cek Kesehatan Gratis hadir di Festival Imlek Nasional 2026 Lapangan Banteng Jakarta. Pemerintah gandeng halomiyu dorong deteksi dini, target 136 juta peserta program CKG tahun ini. (Gambar ilustrasi AI)

Pemerintah menargetkan 136 juta peserta dapat menikmati program prioritas Cek Kesehatan Gratis sepanjang 2026. Penyelenggaraan di event nasional seperti Festival Imlek Nasional menjadi strategi memperluas jangkauan penerima manfaat.

Festival Imlek Nasional 2026 sendiri dikemas sebagai perayaan tahun baru lunar yang merangkul keberagaman Indonesia. Tidak hanya identik dengan budaya Tionghoa, festival ini menjadi ruang temu lintas budaya melalui seni, tradisi, kuliner, parade Imlek, hingga Museum Terbuka bertema akulturasi budaya Tionghoa.

Melalui sinergi ekonomi kreatif dan layanan kesehatan, pemerintah ingin memastikan bahwa perayaan budaya juga menjadi momentum meningkatkan kesadaran hidup sehat. Jika Anda berkunjung, manfaatkan kesempatan ini untuk cek kesehatan sekaligus menikmati kemeriahan festival.

FAQ

Apa itu Cek Kesehatan Gratis di Festival Imlek Nasional 2026?
Program layanan pemeriksaan kesehatan tanpa biaya yang dihadirkan pemerintah selama festival berlangsung di Lapangan Banteng, Jakarta.

Pemeriksaan apa saja yang tersedia?
Tensi darah, gula darah, hepatitis, kesehatan gigi, tuberkulosis, dan skrining kanker payudara.

Apakah layanan ini terbuka untuk umum?
Ya, seluruh pengunjung festival dapat mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis.

Mengapa deteksi dini penting?
Karena penyakit dapat diketahui lebih awal sehingga penanganan lebih cepat dan risiko komplikasi bisa ditekan.

Sabtu, 21 Februari 2026

Karya Seni AHY Terjual Rp 6,5 Miliar di Perayaan Imlek

Lukisan bernilai Rp 6,5 miliar terjual saat perayaan Imlek, diungkap akun Galery AHY. Karya ini memuat simbol tekad, energi perjuangan, dan apresiasi tinggi terhadap seni bernilai kebangsaan.
Lukisan bernilai Rp 6,5 miliar terjual saat perayaan Imlek, diungkap akun Galery AHY. Karya ini memuat simbol tekad, energi perjuangan, dan apresiasi tinggi terhadap seni bernilai kebangsaan.

Lukisan Bernilai Rp 6,5 Miliar Jadi Sorotan di Perayaan Imlek

JAKARTA -- Akun resmi Galery AHY di media sosial mengungkapkan bahwa sebuah lukisan bernilai Rp 6,5 miliar berhasil terjual dalam perayaan Imlek yang digelar semalam. Karya tersebut bukan sekadar karya seni visual, melainkan simbol filosofi tentang tekad, energi besar, serta semangat perjuangan untuk mencapai tujuan bangsa.

Penjualan lukisan ini menjadi perhatian publik karena nilainya yang fantastis sekaligus pesan kuat yang terkandung di dalamnya. Dalam unggahan tersebut dijelaskan bahwa setiap goresan warna dalam karya itu merepresentasikan semangat kolektif, optimisme, dan daya juang yang terus menyala.

Momentum perayaan Imlek yang identik dengan harapan baru dan keberuntungan dianggap selaras dengan makna mendalam dari lukisan tersebut. Nilai transaksi Rp 6,5 miliar dinilai sebagai bentuk apresiasi tinggi terhadap karya seni yang sarat pesan kebangsaan dan semangat positif.

Simbol Tekad dan Energi Perjuangan

Dalam narasi yang dibagikan akun Galery AHY, lukisan itu digambarkan sebagai refleksi tekad kuat untuk membangun masa depan bangsa. Energi yang terpancar dari komposisi warna dan garis dipercaya menggambarkan optimisme dan keberanian menghadapi tantangan.

Seni tidak lagi hanya dipahami sebagai estetika, melainkan juga media komunikasi nilai dan gagasan. Karya ini menjadi contoh bagaimana seni mampu menyatukan pesan perjuangan, identitas, dan aspirasi dalam satu kanvas.

Apresiasi Tinggi terhadap Nilai Seni

Terjualnya karya seni dengan harga miliaran rupiah menunjukkan bahwa pasar seni di Indonesia terus berkembang. Kolektor tidak hanya membeli lukisan sebagai investasi, tetapi juga sebagai simbol dukungan terhadap gagasan besar yang diusung dalam karya tersebut.

Perayaan Imlek menjadi momen yang tepat untuk menghadirkan energi positif, sekaligus menegaskan bahwa kreativitas dan semangat kebangsaan dapat berjalan beriringan.

Energi Positif untuk Masa Depan

Unggahan tersebut juga mengajak masyarakat untuk terus menyalakan semangat positif. Pesan yang disampaikan menekankan pentingnya menjaga optimisme dan tekad dalam membangun bangsa.

Dengan capaian ini, karya seni bukan hanya menjadi objek koleksi, tetapi juga inspirasi. Energi perjuangan yang tergambar di dalamnya diharapkan dapat menular kepada masyarakat luas.

FAQ

1. Berapa harga lukisan yang terjual saat perayaan Imlek?
Lukisan tersebut terjual dengan nilai Rp 6,5 miliar.

2. Apa makna filosofis dari lukisan tersebut?
Lukisan itu melambangkan tekad, energi besar, semangat perjuangan, dan optimisme untuk mencapai tujuan bangsa.

3. Mengapa penjualannya menjadi sorotan?
Selain nilainya yang tinggi, karya tersebut mengandung pesan kebangsaan dan semangat positif yang kuat.

4. Siapa yang mengungkapkan informasi ini?
Informasi tersebut diungkap melalui akun Galery AHY di media sosial.

5. Apa pesan utama dari unggahan tersebut?
Masyarakat diajak untuk terus menjaga energi positif dan semangat perjuangan dalam membangun masa depan.

Selasa, 17 Februari 2026

Ucapan Imlek 2026: Makna, Tren Pesan Digital, dan Relevansinya bagi Masyarakat Indonesia

Ucapan Imlek 2026: Makna, Tren Pesan Digital, dan Relevansinya bagi Masyarakat Indonesia
Ucapan Imlek 2026: Makna, Tren Pesan Digital, dan Relevansinya bagi Masyarakat Indonesia.

JAKARTA -- Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 menjadi momentum penting bagi jutaan warga keturunan Tionghoa di Indonesia untuk mempererat hubungan keluarga, komunitas, dan lintas budaya. Selain tradisi sembahyang dan jamuan makan bersama, ucapan Imlek 2026 kembali menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan, baik disampaikan secara langsung maupun melalui platform digital.

Imlek 2026 menandai pergantian tahun dalam kalender lunar Tiongkok, yang secara tradisional diisi dengan doa, harapan, dan ungkapan syukur. Di Indonesia, perayaan ini telah menjadi hari libur nasional sejak era pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid, yang mencabut berbagai pembatasan ekspresi budaya Tionghoa pada awal 2000-an. Sejak saat itu, perayaan Imlek berkembang menjadi simbol pengakuan keberagaman budaya nasional.

Makna Ucapan Imlek dalam Konteks Budaya Indonesia

Ucapan Imlek tidak sekadar formalitas. Dalam tradisi Tionghoa, kalimat seperti “Gong Xi Fa Cai” atau “Xin Nian Kuai Le” mengandung doa akan kemakmuran, kebahagiaan, dan umur panjang. Di Indonesia, ucapan tersebut kerap dipadukan dengan bahasa Indonesia agar lebih inklusif, seperti “Selamat Tahun Baru Imlek 2026, semoga sehat dan sukses sepanjang tahun.”

Fenomena ini menunjukkan akulturasi budaya yang semakin kuat. Pengamat sosial dari sejumlah perguruan tinggi menilai bahwa penggunaan bahasa Indonesia dalam ucapan Imlek memperluas makna perayaan, dari yang semula bersifat komunitas menjadi perayaan lintas etnis. Hal ini sejalan dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa.

Tidak hanya antarindividu, pemerintah pusat dan daerah pun rutin menyampaikan ucapan resmi Imlek melalui kanal media sosial dan siaran pers. Pesan yang disampaikan umumnya menekankan toleransi, persatuan, dan kontribusi masyarakat Tionghoa dalam pembangunan nasional.

Tren Ucapan Imlek 2026: Digital, Visual, dan Personal

Memasuki 2026, tren ucapan Imlek mengalami pergeseran signifikan. Jika sebelumnya kartu fisik masih umum digunakan, kini mayoritas masyarakat memilih kartu digital, video pendek, hingga desain grafis yang dibagikan melalui aplikasi pesan instan dan media sosial.

Platform seperti Instagram, TikTok, dan WhatsApp menjadi medium utama penyebaran ucapan Imlek. Desain visual bernuansa merah dan emas tetap dominan, namun dikemas dengan gaya modern. Banyak pelaku UMKM desain grafis dan percetakan lokal memanfaatkan momentum ini untuk menawarkan template ucapan Imlek 2026 yang dapat disesuaikan dengan nama atau logo perusahaan.

Di sektor korporasi, ucapan Imlek juga menjadi bagian dari strategi komunikasi merek. Perusahaan perbankan, ritel, hingga startup teknologi di Indonesia memproduksi konten khusus Imlek untuk memperkuat citra inklusif dan kedekatan dengan konsumen.

Variasi Ucapan Imlek 2026 yang Banyak Digunakan

Sejumlah contoh ucapan Imlek 2026 yang populer di Indonesia antara lain:

  • Selamat Tahun Baru Imlek 2026. Semoga tahun ini membawa kesehatan, kebahagiaan, dan rezeki berlimpah.”

  • “Gong Xi Fa Cai 2026. Semoga segala usaha dilancarkan dan keluarga selalu diberkahi.”

  • “Xin Nian Kuai Le. Mari songsong tahun baru dengan semangat dan harapan baru.”

Selain itu, banyak keluarga yang menambahkan doa personal sesuai kondisi masing-masing, seperti harapan kelancaran usaha, keberhasilan studi, atau pemulihan kesehatan.

Ahli komunikasi budaya menilai personalisasi ucapan menjadi kunci relevansi di era digital. Pesan yang spesifik dan tulus cenderung lebih bermakna dibanding ucapan generik yang disalin massal.

Konteks Kebijakan dan Toleransi Antarumat

Perayaan Imlek di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari dinamika kebijakan publik. Setelah sempat dibatasi pada masa lalu, pengakuan Imlek sebagai hari besar nasional menjadi tonggak penting dalam sejarah hubungan antarumat beragama.

Kementerian Agama secara rutin mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan selama perayaan hari besar keagamaan, termasuk Imlek. Aparat keamanan pun biasanya menyiapkan pengamanan di vihara dan klenteng untuk memastikan perayaan berlangsung aman dan tertib.

Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa perayaan dan ucapan Imlek bukan hanya persoalan budaya, melainkan bagian dari komitmen negara terhadap perlindungan hak beragama dan kebebasan berekspresi.

Dampak Ekonomi Musiman

Ucapan Imlek 2026 juga berdampak pada aktivitas ekonomi. Industri percetakan, dekorasi, parsel, hingga makanan khas seperti kue keranjang dan jeruk mandarin mengalami peningkatan permintaan menjelang perayaan.

Pusat-pusat perbelanjaan di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan biasanya mengusung dekorasi tematik Imlek untuk menarik pengunjung. Kampanye promosi dengan slogan ucapan Imlek kerap menjadi strategi pemasaran untuk meningkatkan penjualan.

Bagi pelaku UMKM, momentum ini menjadi peluang untuk memperluas pasar, termasuk melalui penjualan online. Digitalisasi ucapan dan promosi membuat jangkauan konsumen semakin luas, tidak terbatas pada wilayah tertentu.

Refleksi dan Implikasi ke Depan

Ucapan Imlek 2026 mencerminkan lebih dari sekadar tradisi tahunan. Ia menjadi simbol keberlanjutan budaya, adaptasi teknologi, dan penguatan toleransi di Indonesia. Perpaduan bahasa Mandarin dan Indonesia dalam ucapan menunjukkan proses integrasi yang semakin matang.

Ke depan, tren personalisasi dan digitalisasi diperkirakan akan semakin dominan. Namun esensi ucapan yakni doa, harapan, dan niat baik tetap menjadi inti yang tidak berubah.

Dalam konteks Indonesia yang majemuk, ucapan Imlek 2026 bukan hanya milik satu komunitas, melainkan bagian dari mozaik kebudayaan nasional. Perayaan ini sekaligus mengingatkan bahwa keberagaman bukan sekadar slogan, tetapi praktik nyata yang dirayakan bersama setiap tahunnya.

Senin, 16 Februari 2026

Atraksi Barongsai di Indonesia: Harmoni Budaya, Spiritualitas, dan Prestasi Olahraga Nasional

Atraksi Barongsai di Indonesia: Harmoni Budaya, Spiritualitas, dan Prestasi Olahraga Nasional
Atraksi Barongsai di Indonesia: Harmoni Budaya, Spiritualitas, dan Prestasi Olahraga Nasional.

JAKARTA -- Atraksi barongsai menjadi salah satu ikon perayaan Imlek di Indonesia yang tidak hanya memikat secara visual, tetapi juga sarat makna budaya dan spiritual. Di berbagai kota, pertunjukan barongsai rutin hadir saat Tahun Baru Imlek, Cap Go Meh, hingga festival budaya lintas komunitas. Lebih dari sekadar hiburan, barongsai di Indonesia berkembang sebagai simbol harmoni keberagaman sekaligus cabang olahraga yang melahirkan prestasi dunia.

Budayawan dan peneliti kajian ketionghoaan, Alexander Raymon atau Alex Cheung, menjelaskan bahwa barongsai bukan hanya seni pertunjukan, melainkan ekspresi spiritual masyarakat Tionghoa. Dalam tradisi Tiongkok, singa dipercaya sebagai simbol keberanian dan kekuatan yang mampu mengusir roh jahat serta membawa keberuntungan, kemakmuran, dan kedamaian.

“Di masa lampau, masyarakat Tionghoa mempercayai bahwa singa yang menari memiliki kekuatan mengusir kejahatan. Karena itu, dalam perayaan tahun baru Imlek atau perayaan Tionghoa lainnya, barongsai selalu dipersembahkan,” ujar Alex.

Jejak Sejarah dan Harmoni Keberagaman

Secara harfiah, barongsai dalam bahasa Mandarin disebut Wǔ shī yang berarti tarian singa. Di sejumlah daerah di Jawa, masyarakat mengenalnya sebagai “samsi” atau “siamsi” dalam dialek Hokkian. Kehadirannya di Indonesia seiring dengan migrasi dan perkembangan komunitas Tionghoa di Nusantara.

Pasca reformasi 1998, ruang ekspresi budaya Tionghoa terbuka lebih luas. Pertunjukan barongsai dan liong kini tampil bebas di ruang publik, tidak hanya terbatas pada perayaan Imlek. Atraksi ini kerap menghiasi pembukaan pusat perbelanjaan, festival pariwisata, acara pemerintahan, hingga perayaan pribadi.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa barongsai telah menjadi bagian dari lanskap budaya Indonesia yang majemuk. Tidak lagi eksklusif sebagai tradisi etnis tertentu, barongsai justru menjadi medium interaksi antarbudaya.

Menurut Alex, seni barongsai di Indonesia juga mengalami proses adaptasi lokal. Muncul variasi seperti barongsai Jawa, penggunaan musik populer sebagai pengiring, hingga kolaborasi dengan tari modern. Sentuhan lokal itu, menurutnya, tidak menghapus identitas Tionghoa, melainkan memperkaya karakter pertunjukan di tiap daerah.

“Identitas budaya tidak memudar, justru semakin berwarna dengan kekhasan Indonesia,” ujarnya.

Sejumlah perkumpulan Tionghoa seperti Hoo Hap Hwee, Hokkian Hwee Koan, Sin Ming Hui, Kuo Chi Yen Chiu She, Khong Kauw Hwee, Shantung Kung Hui, dan Kwong Siew Wai Kuan turut berperan menjaga kesinambungan seni barongsai di berbagai daerah.

Komunitas Inklusif dan Prestasi Dunia

Di tingkat komunitas, salah satu organisasi yang konsisten mengembangkan barongsai adalah Yayasan Barongsai Kong Ha Hong. Selama lebih dari dua dekade, yayasan ini telah membina generasi muda tanpa membedakan suku, agama, maupun ras.

Ketua Yayasan Barongsai Kong Ha Hong, Ronald Sjarif, menegaskan bahwa pihaknya membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin bergabung, dengan batas usia minimal sekitar delapan tahun.

“Kami tidak menyaring berdasarkan latar belakang. Ini yayasan sosial, jadi kami melatih sampai bisa tampil, tanpa memungut bayaran,” kata Ronald.

Pendekatan inklusif tersebut membuahkan hasil. Yayasan ini tercatat lima kali meraih gelar juara dunia dalam kompetisi barongsai internasional pada 2009 dan 2015 di China, 2014 dan 2017 di Indonesia, serta 2019 di China. Prestasi tersebut menunjukkan bahwa barongsai Indonesia tidak hanya berkembang secara budaya, tetapi juga kompetitif di level global.

Ketertarikan masyarakat pun terus meningkat, terutama setelah menyaksikan pertunjukan di pusat perbelanjaan atau festival. Dari ruang publik itulah regenerasi atlet barongsai kerap bermula.

Dari Tradisi ke Cabang Olahraga

Perkembangan signifikan terjadi ketika barongsai diakui sebagai cabang olahraga oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) pada 2013. Sejak itu, barongsai mulai dipertandingkan secara resmi, termasuk pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat 2016.

Pembinaan cabang olahraga ini berada di bawah naungan Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI). Dalam konteks olahraga, barongsai tidak hanya menekankan unsur estetika, tetapi juga teknik, kekuatan fisik, keseimbangan, dan tingkat kesulitan gerakan.

Pelatih Barongsai Kong Ha Hong, Andri Wijaya, menjelaskan adanya perbedaan antara barongsai sebagai budaya dan sebagai olahraga. Dalam konteks budaya, pertunjukan biasanya diawali ritual tertentu, seperti doa di vihara atau prosesi “ambil sayur” saat pembukaan usaha, yang memiliki makna simbolis keberuntungan.

Sebaliknya, dalam kompetisi olahraga, fokusnya terletak pada koreografi, sinkronisasi gerak dua penari dalam satu kostum, akurasi lompatan di atas tonggak (jongs), hingga kreativitas kombinasi gerakan yang sering dipadukan dengan unsur Kungfu atau Wushu.

“Karena sudah menjadi olahraga, tekniknya makin tinggi dan tingkat kesulitannya juga makin besar,” ujar Andri.

Standar penilaian dalam kompetisi meliputi teknik, ekspresi, kreativitas, dan ketepatan waktu. Latihan intensif diperlukan untuk membangun kekuatan kaki, koordinasi, serta kepercayaan antarpenari yang berada dalam satu kostum singa.

Masa Depan Barongsai di Indonesia

Pengakuan sebagai cabang olahraga membuka peluang lebih luas bagi generasi muda untuk menekuni barongsai secara profesional. Selain menjaga warisan budaya, jalur olahraga memberi ruang prestasi, pembinaan terstruktur, dan kemungkinan dukungan anggaran.

Di sisi lain, barongsai tetap berfungsi sebagai jembatan sosial yang memperkuat toleransi dan persatuan. Keterlibatan peserta dari berbagai latar belakang mencerminkan praktik nyata keberagaman Indonesia.

Ke depan, tantangan terbesar adalah menjaga keseimbangan antara nilai tradisi dan tuntutan modernisasi. Adaptasi boleh dilakukan, namun akar filosofis dan spiritual tetap perlu dipertahankan agar barongsai tidak kehilangan makna.

Dengan dukungan komunitas, federasi, dan ruang publik yang inklusif, barongsai di Indonesia berpotensi terus tumbuh sebagai simbol harmoni budaya sekaligus sumber prestasi olahraga nasional. Lebih dari sekadar tarian singa, barongsai telah menjadi cermin perjalanan Indonesia dalam merawat keberagaman dan mengubahnya menjadi kekuatan bersama.