Strategi Pemkot Samarinda Percepat Penurunan Stunting Lewat MBG 3B
iklan
iklan banner

Selasa, 14 April 2026

Strategi Pemkot Samarinda Percepat Penurunan Stunting Lewat MBG 3B

Pemkot Samarinda optimalkan Program MBG 3B dan Genting untuk ibu hamil, menyusui, dan balita guna menekan angka stunting yang terus menurun setiap tahun.
Pemkot Samarinda optimalkan Program MBG 3B dan Genting untuk ibu hamil, menyusui, dan balita guna menekan angka stunting yang terus menurun setiap tahun.

Samarinda, Kaltim - Pemerintah Kota Samarinda, Kalimantan Timur, terus memperkuat berbagai strategi untuk menekan angka stunting. Salah satu langkah yang kini dioptimalkan adalah pemanfaatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi Kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda, Deasy Evriyani, menegaskan bahwa upaya pencegahan stunting dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor dengan berbagai pola intervensi yang disesuaikan dengan kondisi keluarga.

“Banyak lintas sektor dan banyak pola yang kami lakukan dalam upaya mencegah stunting. Salah satunya dengan mengoptimalkan manfaat MBG 3B,” ujar Deasy di Samarinda, Senin.

Intervensi Keluarga Rentan Jadi Prioritas

Dalam pelaksanaannya, Pemkot Samarinda melakukan intervensi langsung kepada keluarga yang tergolong rentan stunting. Bantuan yang diberikan tidak hanya berfokus pada makanan bergizi, tetapi juga dukungan lain yang dibutuhkan keluarga penerima.

Langkah ini terbukti memberikan dampak positif. Berdasarkan data DPPKB Kota Samarinda, prevalensi stunting menunjukkan tren penurunan dari tahun ke tahun.

Pada 2022, angka stunting masih berada di level 25,3 persen. Angka tersebut menurun menjadi 24,4 persen pada 2023, kemudian turun lagi menjadi 20,3 persen pada 2024, hingga akhirnya mencapai 17,13 persen pada 2025.

Penurunan tersebut menunjukkan bahwa strategi kolaboratif yang dilakukan pemerintah daerah mulai membuahkan hasil nyata.

Kolaborasi MBG Dan Genting Jadi Strategi Utama

Untuk menekan angka stunting lebih jauh, Program MBG 3B dipadukan dengan Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).

Program ini menyasar tiga kelompok utama yang disebut sebagai Kelompok 3B.

Kelompok pertama adalah ibu hamil, yang mendapatkan bantuan makanan bergizi selama masa kehamilan hingga menyusui, serta berlanjut hingga anak berusia dua tahun.

Kelompok kedua adalah ibu menyusui, yang menerima bantuan selama masa menyusui dan dilanjutkan ketika anak mulai mengonsumsi makanan pendamping hingga usia dua tahun.

Sementara kelompok ketiga adalah baduta atau anak usia 6–23 bulan, yang diberikan bantuan makanan bergizi hingga mencapai usia dua tahun.

Libatkan Banyak Pihak Di Lapangan

Program ini tidak berjalan sendiri. Pemerintah Kota Samarinda menggandeng berbagai pihak dalam pelaksanaannya.

Di lapangan, kegiatan melibatkan kader posyandu, psikolog anak, dokter spesialis anak, influencer parenting, lembaga swadaya masyarakat (LSM), hingga berbagai unsur masyarakat lainnya.

Kolaborasi tersebut dinilai penting karena penanganan stunting tidak hanya berkaitan dengan asupan gizi, tetapi juga pola asuh, kesehatan mental anak, serta edukasi keluarga.

Fokus Pada Nutrisi Selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan

Salah satu fokus utama dalam program ini adalah pemberian makanan bergizi selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang dikenal sebagai masa krusial dalam pertumbuhan anak.

Bantuan yang diberikan berupa makanan lengkap siap santap atau kudapan dengan kandungan protein hewani maupun bahan makanan bergizi lainnya.

Nilai bantuan nutrisi tersebut minimal Rp15.000 per hari per orang, sesuai dengan rekomendasi dari Kementerian Kesehatan.

Durasi pemberian bantuan bersifat variatif, tergantung pada kondisi sasaran penerima. Namun secara umum, bantuan mencakup dua skema utama, yaitu nutrisi selama 1.000 HPK serta bantuan nutrisi tambahan selama tiga bulan bagi kelompok tertentu.

“Yang jelas, jenis bantuan nutrisi meliputi bantuan nutrisi untuk 1.000 HPK dan bantuan nutrisi selama tiga bulan,” kata Deasy.

Komitmen Jangka Panjang Tekan Stunting

Upaya yang dilakukan Pemkot Samarinda menunjukkan komitmen kuat dalam menekan angka stunting secara berkelanjutan.

Dengan penguatan Program MBG 3B dan integrasi Program Genting, pemerintah daerah berharap angka stunting dapat terus ditekan pada tahun ini dan tahun-tahun mendatang.

Langkah tersebut juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini, sekaligus mendukung target nasional dalam menurunkan prevalensi stunting di Indonesia.

FAQ

1. Apa itu Program MBG 3B?
Program MBG 3B adalah Program Makan Bergizi Gratis yang ditujukan untuk tiga kelompok utama, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

2. Apa tujuan Program Genting di Samarinda?
Program Genting bertujuan mencegah stunting melalui gerakan orang tua asuh yang membantu menyediakan dukungan nutrisi dan pendampingan bagi keluarga rentan.

3. Mengapa 1.000 Hari Pertama Kehidupan penting?
Karena periode ini merupakan masa krusial bagi pertumbuhan otak dan tubuh anak, sehingga kekurangan gizi pada masa ini dapat berdampak jangka panjang.

4. Berapa nilai bantuan nutrisi dalam program ini?
Minimal Rp15.000 per hari per orang, sesuai rekomendasi Kementerian Kesehatan.

5. Apakah angka stunting di Samarinda sudah menurun?
Ya, angka stunting di Samarinda terus menurun dari 25,3 persen pada 2022 menjadi 17,13 persen pada 2025.

  

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.