Berita BorneoTribun: Kebakaran hari ini
iklan
iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Kebakaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kebakaran. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Maret 2026

Sujiwo Tegas Karhutla Ancam Ekonomi dan Kesehatan, Pelaku Harus Ditangkap

Bupati Kubu Raya Sujiwo minta polisi tangkap pelaku karhutla. Dampaknya ancam kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi di musim kemarau panjang.
Bupati Kubu Raya Sujiwo minta polisi tangkap pelaku karhutla. Dampaknya ancam kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi di musim kemarau panjang. (Gambar ilustrasi)

KUBU RAYA – Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menegaskan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi juga ancaman serius bagi berbagai sektor strategis. Memasuki masa peralihan menuju musim kemarau panjang, risiko karhutla diprediksi meningkat signifikan.

Dalam keterangannya di Sungai Raya, Senin, Sujiwo secara tegas meminta aparat kepolisian bertindak cepat dan tegas terhadap pelaku pembakaran lahan.

“Dampak karhutla ini sangat luas. Bukan hanya soal lahan terbakar dan kabut asap, tetapi bisa melumpuhkan banyak sektor. Makanya saya sudah minta kepada pak Kapolres untuk menangkap pelaku pembakaran lahan,” ujar Sujiwo.

Karhutla Ancam Pendidikan dan Kesehatan

Sujiwo menjelaskan, kabut asap akibat karhutla berpotensi besar mengganggu aktivitas pendidikan. Dalam kondisi udara yang tidak sehat, kegiatan belajar mengajar bisa terpaksa dihentikan demi keselamatan siswa dan tenaga pendidik.

Tak hanya itu, sektor kesehatan juga terdampak langsung. Peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi ancaman serius yang kerap terjadi saat musim asap.

Situasi ini, menurutnya, harus menjadi perhatian bersama agar tidak terulang seperti tahun-tahun sebelumnya.

Ganggu Transportasi Hingga Investasi

Dampak karhutla juga merembet ke sektor ekonomi. Salah satu yang paling terasa adalah terganggunya transportasi udara akibat kabut asap yang mengurangi jarak pandang.

“Jika penerbangan terganggu, maka pergerakan ekonomi ikut terhambat, termasuk aktivitas investasi di daerah,” jelasnya.

Gangguan distribusi barang dan mobilitas masyarakat dinilai bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi daerah, bahkan berpotensi menurunkan minat investor.

Pencegahan Jadi Kunci Utama

Menghadapi potensi tersebut, Sujiwo menekankan pentingnya langkah pencegahan. Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dalam kondisi apa pun.

Pemerintah daerah bersama Forkopimda terus mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih sadar akan dampak besar karhutla.

“Atas nama pemerintah bersama Forkopimda, kami mengajak masyarakat untuk menahan diri. Jangan melakukan pembakaran lahan karena dampaknya sangat besar bagi kita semua,” tegasnya.

Tanggung Jawab Bersama

Menurut Sujiwo, penanganan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah dan aparat penegak hukum. Peran aktif masyarakat menjadi faktor kunci dalam mencegah bencana ini.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut menjaga lingkungan dengan cara sederhana, yakni tidak melakukan pembakaran lahan.

“Karhutla adalah tanggung jawab bersama. Masyarakat tidak perlu ikut memadamkan, cukup dengan tidak membakar lahan, itu sudah sangat membantu,” pungkasnya.

FAQ

1. Apa dampak utama karhutla di Kubu Raya?
Karhutla berdampak pada kesehatan (ISPA), pendidikan (sekolah diliburkan), dan ekonomi (transportasi dan investasi terganggu).

2. Mengapa pembakaran lahan dilarang?
Karena dapat memicu kebakaran besar yang sulit dikendalikan serta menimbulkan kabut asap berbahaya.

3. Apa langkah pemerintah dalam mengatasi karhutla?
Pemerintah mendorong pencegahan, sosialisasi, dan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan.

4. Bagaimana peran masyarakat dalam mencegah karhutla?
Dengan tidak membuka lahan menggunakan api serta melaporkan aktivitas mencurigakan.

5. Apa risiko kesehatan akibat kabut asap?
Risiko utama adalah penyakit pernapasan seperti ISPA, terutama pada anak-anak dan lansia.

Minggu, 29 Maret 2026

Kapal Tangki Terbakar Saat Docking Di Sungai Mentaya Sampit Kalteng

Kapal tangki minyak terbakar di Sungai Mentaya Sampit saat docking. Api masih aktif, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan petugas.
Kapal tangki minyak terbakar di Sungai Mentaya Sampit saat docking. Api masih aktif, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan petugas.

SAMPIT – Sebuah kapal tangki minyak dilaporkan terbakar saat sedang tambat di pinggir Sungai Mentaya, tepatnya di Kelurahan Tanah Mas, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, pada Sabtu sore.

Peristiwa kebakaran ini terjadi sekitar pukul 17.30 WIB dan langsung mengundang perhatian warga sekitar. Kobaran api terlihat cukup besar hingga menjelang malam hari.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, Multazam, menyampaikan bahwa hingga Sabtu malam api masih belum sepenuhnya padam.

“Api masih aktif. Ini top up BBM dan mesin,” ujarnya.

Petugas Fokus Cegah Api Meluas

Puluhan personel pemadam kebakaran bersama relawan langsung diterjunkan ke lokasi untuk mengendalikan situasi. Fokus utama petugas saat ini adalah mencegah api menjalar ke kapal lain maupun fasilitas docking yang berada di sekitar lokasi.

Informasi sementara menyebutkan kapal tersebut sedang sandar di area docking milik sebuah perusahaan untuk menjalani proses perbaikan.

Selain pemadam kebakaran, tim dari Basarnas juga dikabarkan akan menuju lokasi untuk membantu penanganan.

Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki

Lurah Tanah Mas, Ridowan, membenarkan kejadian tersebut. Namun, hingga kini pihaknya masih mengumpulkan data terkait kronologi dan penyebab kebakaran.

“Sampai saat ini kami masih belum mengetahui kronologi terjadinya kebakaran tersebut, apakah karena kelalaian pekerja atau faktor lain,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa kapal yang terbakar merupakan milik perusahaan dan sedang dalam proses perbaikan, bukan aktivitas distribusi bahan bakar.

Area Docking Berisiko Tinggi

Ridowan menjelaskan bahwa lokasi tersebut merupakan pusat perawatan kapal, di mana berbagai jenis armada seperti tongkang dan tugboat sering bersandar untuk perbaikan.

Aktivitas teknis seperti pengelasan menjadi hal yang umum dilakukan di area tersebut, yang memang memiliki tingkat risiko tinggi terhadap kebakaran.

“Biasanya kapal diperbaiki, termasuk pengelasan pada bagian yang rusak atau bocor,” tambahnya.

Bantah Ada Aktivitas Bongkar Muat BBM

Menanggapi isu yang beredar, Ridowan memastikan bahwa lokasi tersebut tidak digunakan untuk aktivitas bongkar muat BBM.

“Perlu saya luruskan bahwa di sana tidak ada aktivitas bongkar muat BBM. Tempat itu hanya digunakan untuk perbaikan kapal,” tegasnya.

Belum Ada Data Korban

Hingga saat ini, pihak berwenang belum merilis informasi resmi terkait jumlah kerugian maupun kemungkinan adanya korban jiwa.

Tim di lapangan masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa dan mencegah kebakaran kembali terjadi.

FAQ

1. Di mana lokasi kebakaran kapal tangki terjadi?
Di Sungai Mentaya, Kelurahan Tanah Mas, Kecamatan Baamang, Sampit, Kotawaringin Timur.

2. Kapan kejadian kebakaran terjadi?
Sabtu sore sekitar pukul 17.30 WIB.

3. Apa penyebab kebakaran kapal?
Masih dalam penyelidikan, diduga terkait aktivitas teknis saat perbaikan.

4. Apakah ada korban jiwa?
Belum ada informasi resmi dari pihak berwenang.

5. Apakah lokasi digunakan untuk bongkar muat BBM?
Tidak, lokasi tersebut murni area perbaikan kapal.

Senin, 09 Maret 2026

Api Karhutla Di Anjongan Mempawah Capai 10 Hektare, Petugas Hadapi Kendala Air

Kebakaran hutan seluas 10 hektare terjadi di Anjongan Mempawah. Tim gabungan masih berjibaku memadamkan api di lahan gambut yang meluas hingga mendekati jalan raya.
Kebakaran hutan seluas 10 hektare terjadi di Anjongan Mempawah. Tim gabungan masih berjibaku memadamkan api di lahan gambut yang meluas hingga mendekati jalan raya. (Gambar ilustrasi).

Mempawah -- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas sekitar 10 hektare terjadi di wilayah Kecamatan Anjongan, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat sejak Kamis kemarin (5/3/2026). 

Petugas dari Polsek Anjongan bersama tim gabungan masih berjibaku memadamkan api yang terus menjalar di lahan gambut kering.

Kapolsek Anjongan, Iptu Andrianto, mengatakan kebakaran terjadi di kawasan RT 14 RW 01 Kelurahan Anjongan Melancar. Hingga Minggu, api masih muncul di sejumlah titik sehingga petugas terus melakukan pemadaman dan pendinginan area.

Menurutnya, lahan yang terbakar didominasi semak belukar kering serta lahan yang tidak dikelola. Kondisi tersebut membuat api cepat membesar dan menyebar di area gambut yang luas.

"Titik api terpantau menjalar secara sporadis hingga mendekati tepi Jalan Raya Anjongan–Sungai Pinyuh. Kondisi ini berpotensi mengancam bangunan di sekitar lokasi serta aktivitas masyarakat," kata Andrianto.

Api bahkan sempat mendekati ruko kafe yang berada di pinggir Jalan Raya Anjongan–Sungai Pinyuh. Petugas gabungan segera melakukan pemadaman agar kobaran api tidak merambat ke bangunan di sekitar lokasi.

Hingga saat ini, kepemilikan lahan yang terbakar masih dalam proses penelusuran oleh pihak berwenang.

Dalam operasi pemadaman tersebut, berbagai instansi turut dilibatkan. Polres Mempawah mengerahkan satu unit mobil Water Canon untuk membantu menjinakkan api di area yang sulit dijangkau.

Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mempawah juga menurunkan tiga unit mobil tangki air guna mempercepat proses pemadaman kebakaran.

Upaya di lapangan turut diperkuat oleh personel Polsek Anjongan, Polsek Sungai Pinyuh, anggota Koramil Sungai Pinyuh, serta jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Mempawah yang membantu pengamanan dan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi.

Petugas gabungan masih melakukan pendinginan di sejumlah titik api. Estimasi sementara luas lahan yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 10 hektare.

Iptu Andrianto mengungkapkan sejumlah kendala teknis yang dihadapi petugas selama proses pemadaman berlangsung.

"Kendala di lapangan antara lain tidak adanya sumber air di sekitar lokasi kebakaran, kondisi lahan gambut yang kering dan luas, serta cuaca panas disertai angin cukup kencang sehingga api cepat menjalar," ujarnya.

Hingga kini, petugas masih terus melakukan upaya pemadaman dan penyekatan di area terdampak. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah rambatan api meluas ke lahan lain maupun merusak bangunan yang berada di sekitar titik kebakaran.

Minggu, 22 Februari 2026

Rumah Kosong di Kampung Kaum Ketapang Dilalap Api, Tersisa Puing

Rumah Kosong di Kampung Kaum Ketapang Dilalap Api, Tersisa Puing
Foto petugas pemadam kebakaran berupaya menjinakkan api yang membakar rumah kosong di kelurahan Kauman Ketapang, peristiwa ini terjadi pada Sabtu petang (21/02/2026).

Ketapang (Borneo Tribun) – Kebakaran melanda sebuah rumah kosong di Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Kauman, Kecamatan Benua Kayong, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Sabtu petang, 21 Februari 2026.

Menurut warga, rumah tersebut dalam keadaan kosong karena ditinggal pemiliknya yang sedang berbuka puasa bersama keluarga. Warga menduga kebakaran dipicu oleh korsleting listrik.

“Kayaknya dari KWH, soalnya bagian depan yang pertama terbakar, terus ada ledakan seperti petasan,” ujar Nur, warga sekitar rumah yang terbakar.

Ia menjelaskan, peristiwa itu terjadi setelah waktu berbuka puasa. Saat kejadian, rumah dalam kondisi kosong karena pemiliknya sedang berbuka bersama keluarga.

“Kejadiannya setelah buka puasa. Rumah itu dalam kondisi kosong ditinggal pemiliknya yang sedang berbuka bersama keluarganya,” ujarnya.

Nur mengaku sempat mendengar suara ledakan keras seperti mercon dari arah teras atau bagian depan rumah. Tak lama kemudian, api dengan cepat membesar dan menghanguskan hampir seluruh bagian bangunan.

“Awalnya terdengar suara ledakan seperti petasan, tidak lama kemudian api cepat membesar,” imbuhnya.

Sri, warga lainnya, mengaku mengetahui kejadian tersebut setelah mendengar teriakan warga yang menyebut adanya kebakaran. Saat itu, ia baru selesai salat magrib dan mengaji.

“Saya lagi mengaji setelah salat magrib, tiba-tiba warga teriak kebakaran,” katanya.

Dari pantauan di lokasi, rumah yang terbakar hanya menyisakan dinding serta sebagian area dapur. Puing-puing sisa kebakaran masih terlihat berserakan di sekitar bangunan.

Api berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran setelah mendapat laporan dari warga. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Penulis: Muzahidin.

Rabu, 04 Februari 2026

🔥 Karhutla Singkawang Selatan Meluas, Tim Gabungan Berjuang Siang Malam Padamkan Api di Sekitar Bandara

Karhutla Singkawang Selatan Meluas, Tim Gabungan Berjuang Siang Malam Padamkan Api di Sekitar Bandara
Karhutla Singkawang Selatan Meluas, Tim Gabungan Berjuang Siang Malam Padamkan Api di Sekitar Bandara.

SINGKAWANG -- Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Singkawang Selatan terus dikebut. Api yang melanda kawasan Jalan Bandara, Kota Singkawang, Kalimantan Barat, tercatat telah menghanguskan lahan seluas kurang lebih lima hektare dan masih menyisakan titik-titik api yang berpotensi meluas.

Tim gabungan dari berbagai instansi turun langsung ke lapangan sejak beberapa hari terakhir. Fokus pemadaman dilakukan di dua lokasi utama, yakni Kelurahan Sedau dan Kelurahan Pangmilang. Dari hasil pemantauan di lapangan, sekitar dua hektare lahan terbakar di Sedau, sementara tiga hektare lainnya berada di Pangmilang.

Kepala Daops Manggala Agni Kalimantan IX/Singkawang, Yuyu Wahyudin, menyampaikan bahwa tim masih berjibaku di lapangan demi memastikan api benar-benar bisa dikendalikan.

“Kami terus melakukan pemadaman agar karhutla di kawasan Jalan Bandara Singkawang ini segera tertangani dan tidak meluas,” ujar Yuyu saat ditemui di Singkawang, Selasa.

🔥 Lahan Gambut dan Angin Kencang Jadi Tantangan Utama

Pemadaman karhutla kali ini bukan perkara mudah. Yuyu menjelaskan, sejak Minggu (1/2) hingga Selasa, api belum sepenuhnya padam. Kondisi lahan gambut yang didominasi vegetasi pakis, akasia, kelapa sawit, serta semak belukar membuat api cepat menyebar.

Belum lagi, hembusan angin dengan kecepatan sekitar 11 kilometer per jam memperparah situasi. Api dan asap dengan cepat merambat, membuat tim harus bekerja ekstra keras.

“Karakter lahan gambut memang rawan. Api bisa muncul kembali jika tidak benar-benar dipadamkan. Karena itu, pemadaman akan terus kami lanjutkan sampai tuntas,” tegasnya.

🚒 Baru Separuh Lahan Berhasil Dipadamkan

Hingga saat ini, tim gabungan baru berhasil memadamkan sekitar 2,5 hektare lahan, sementara sisanya masih dalam tahap penanganan. Di sejumlah titik, api masih terlihat menyala dengan asap tebal, sehingga petugas melakukan pembasahan intensif dan penyekatan untuk mencegah kebakaran meluas ke area lain.

👥 71 Personel Dikerahkan, Peralatan Lengkap Disiagakan

Operasi pemadaman darat melibatkan 71 personel gabungan, terdiri dari:

  • Manggala Agni Kalimantan IX/Singkawang

  • Koramil Singkawang Selatan

  • Unsur Kecamatan Singkawang Selatan

  • Kompi Brimob Singkawang

  • Polres dan Polsek Singkawang Selatan

  • BPBD Kota Singkawang

  • Masyarakat Peduli Api (MPA)

Berbagai peralatan dikerahkan, mulai dari mesin pompa air, selang hisap dan selang kirim, kendaraan operasional, hingga peralatan manual pemadam kebakaran. Untuk suplai air, tim memanfaatkan parit terdekat dengan lebar dan kedalaman sekitar satu meter.

⚠️ Warga Diminta Tetap Waspada

Yuyu menegaskan, proses pemadaman akan terus dilakukan hingga seluruh titik api dinyatakan aman. Hal ini penting untuk mencegah kebakaran susulan, mengingat lahan gambut sangat mudah terbakar kembali meski api terlihat sudah padam.

Bagi masyarakat sekitar, kewaspadaan tetap diperlukan. Dukungan dan kepedulian bersama menjadi kunci agar karhutla tidak kembali terjadi dan lingkungan tetap terjaga.

🔥 Karhutla bukan hanya soal api, tapi juga soal masa depan lingkungan kita. Mari sama-sama jaga alam Singkawang.

Jumat, 17 Oktober 2025

Rumah Tunanetra di Benua Kayong Hangus Terbakar

Rumah Tunanetra di Benua Kayong Hangus Terbakar
Ketapang, (Borneo Tribun) - Rumah milik Ridwan penderita tunanetra di jalan Haji Samanhudi Kelurahan Kauman kecamatan Benua Kayong, Ketapang pada petang Jumat (17/10/2025) ludes disikat api. 

Warga yang melihat kejadian dan berada di sekitar lokasi mengatakan, api terlihat pertama kalinya berasal dari dalam rumah. Kemudian cepat membesar. Diduga api membakar barang-barang yang mudah terbakar milik lelaki yang hidup seorang diri di rumah tersebut. 

"Api mungkin awalnya dari dalam rumah. Mungkin bekas puntung rokok yang dak diketahui Ridwan masih menyala, lupa madamkanya. Dia itu tidak melihat matanya (tunanetra), tinggal dirumah itu hanya seorang diri," kata seorang warga sekitar. 

Upaya pemadam api secara swadaya warga tidak berhasil menjinakkan api yang cepat membesar. Api dapat dijinakkan ketika petugas Damkar datang di lokasi kejadian. Kondisi seluruh bangunan rumah milik Ridwan sudah hangus terbakar.

Beruntungnya, warga masih berhasil mengevakuasi korban dalam kondisi selamat. Selanjutnya korban dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. 

Camat Benua Kayong, Khairolraji mengatakan pihaknya kini tengah berkoordinasi dengan pihak kelurahan, Dinas Sosial, dan relawan setempat untuk memberikan bantuan darurat, termasuk kebutuhan dasar bagi korban.

"Begitu kami mendapat kabar, kami langsung menuju lokasi dan kemudian menjenguk Pak Riduan di rumah sakit. Kami ingin memastikan beliau mendapat penanganan yang layak serta memberikan semangat agar tetap kuat menghadapi musibah ini," kata Khairolraji.

Muzahidin.

Sabtu, 30 Agustus 2025

Gedung DPRD Makassar Terbakar Saat Demo, Wali Kota Appi Dievakuasi Naik Motor

Api membakar gedung DPRD Makassar saat aksi massa ricuh pada malam hari
Api membakar gedung DPRD Makassar saat aksi massa ricuh pada malam hari.

MAKASSAR - Gedung DPRD Kota Makassar, Sulawesi Selatan, terbakar saat aksi massa pecah pada Jumat (29/8/2025) malam. Peristiwa itu bikin panik karena di dalam gedung sedang berlangsung rapat paripurna yang dihadiri anggota dewan, Wali Kota Makassar Munafri “Appi” Arifuddin, wakil wali kota, hingga sekda.

Wakil Ketua II DPRD Makassar, Anwar Faruq, membenarkan kejadian mencekam itu. Menurutnya, massa awalnya masuk menduduki kantor DPRD, lalu membakar bagian gedung dan sejumlah kendaraan di halaman. “Massa menduduki kantor DPRD Kota Makassar malam ini, saat kami sedang rapat paripurna,” kata Anwar dalam keterangannya, dikutip dari detikSulsel.

Karena situasi makin panas, evakuasi pun dilakukan. Appi dan sejumlah pejabat Pemkot Makassar dilarikan keluar lewat pintu belakang menggunakan sepeda motor. “Pak Wali dan Bu Wali, Pak Sekda, dievakuasi lewat belakang dengan motor,” ucap Anwar. Ia memastikan semua berhasil diselamatkan. “Alhamdulillah kami semua selamat,” tambahnya.

Hingga kini belum jelas apa yang memicu massa nekat membakar gedung wakil rakyat tersebut. Polisi bersama TNI sudah turun tangan mengamankan lokasi. Area sekitar Jalan AP Pettarani kini dipasangi barikade dan dijaga ketat aparat. Belum ada keterangan soal jumlah kerugian maupun korban akibat peristiwa ini, namun situasi disebut mulai bisa dikendalikan.

Kamis, 07 Agustus 2025

Kebakaran Hanguskan Rumah di Sungai Ringin, Polsek Sekadau Hilir Imbau Warga Waspadai Konsleting Listrik

SEKADAU, Kalbar - Kebakaran melanda satu unit rumah milik warga di Entomas, Dusun Kapuas, Desa Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau pada Kamis (7/8/2025) sekitar pukul 01.00 WIB.

Kapolsek Sekadau Hilir, AKP Burhan Nuddin, menyampaikan bahwa rumah tersebut milik Anita (36), seorang ibu rumah tangga. Saat peristiwa terjadi, rumah dalam keadaan kosong karena anak korban yang biasanya menempati rumah sedang menginap di rumah keluarga. Diketahui rumah tersebut sudah tidak dihuni selama sekitar lima hari.

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh saksi bernama Saii (70), warga sekitar, yang terbangun akibat padamnya aliran listrik dan suara anjing menggonggong tidak seperti biasanya. Saat keluar rumah, saksi melihat api telah membakar bagian depan rumah korban, lalu segera menghubungi petugas pemadam kebakaran.

“Petugas Damkar Kabupaten Sekadau bersama warga berhasil memadamkan api sekitar satu jam kemudian. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp60 juta,” ujar AKP Burhan.

Polsek Sekadau Hilir bersama Unit Inafis Satreskrim Polres Sekadau telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, serta berkoordinasi dengan pihak Damkar dan PLN. Dugaan sementara, penyebab kebakaran berasal dari korsleting arus listrik.

Menanggapi kejadian ini, AKP Burhan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya yang disebabkan instalasi listrik yang tidak layak.

“Kami mengingatkan warga untuk secara rutin memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing. Cabut peralatan elektronik yang tidak digunakan, hindari sambungan listrik bertumpuk, dan pastikan rumah dalam keadaan aman saat ditinggal,” imbaunya.

AKP Burhan juga menambahkan bahwa masyarakat berperan penting dalam menjaga keamanan lingkungan, termasuk dengan melaporkan situasi darurat atau mencurigakan kepada pihak kepolisian.

Sumber: Humas Polres Sekadau

Senin, 28 Juli 2025

Polisi Ungkap Modus Karhutla di Riau: 51 Tersangka Bakar Hutan Demi Perkebunan Sawit

Polisi Ungkap Modus Karhutla di Riau: 51 Tersangka Bakar Hutan Demi Perkebunan Sawit
Polisi Ungkap Modus Karhutla di Riau: 51 Tersangka Bakar Hutan Demi Perkebunan Sawit.

Riau – Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mencuat di Provinsi Riau. Kepolisian Daerah (Polda) Riau mengungkap modus kejahatan yang dilakukan para pelaku pembakar hutan demi membuka lahan untuk kebun kelapa sawit. Hingga akhir Juli 2025, sebanyak 51 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam 41 kasus karhutla yang ditangani.

Menurut keterangan resmi dari Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol. Anom Karabianto, para tersangka berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pemilik lahan, pekerja, hingga pihak yang diduga menyuruh membakar lahan. “Modusnya membuka lahan hutan dengan cara membakar untuk perkebunan kelapa sawit,” jelas Anom, Senin (28/7/2025).

Modus utama yang digunakan para pelaku adalah pembakaran hutan secara sengaja untuk membuka lahan baru yang akan dijadikan kebun kelapa sawit. Cara ini dianggap cepat dan murah oleh para pelaku, namun berdampak sangat buruk bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar.

Selain itu, pembakaran hutan juga memicu kabut asap yang mengganggu aktivitas warga, merusak ekosistem, dan memperparah krisis iklim. Padahal, pemerintah telah sejak lama melarang praktik pembukaan lahan dengan cara membakar.

Kasus-kasus karhutla ini tersebar di berbagai wilayah di Provinsi Riau, termasuk daerah yang rawan dan kerap menjadi langganan kebakaran seperti Pelalawan, Siak, Indragiri Hulu, dan Rokan Hilir. Riau memang dikenal sebagai salah satu provinsi dengan tingkat kebakaran hutan tertinggi di Indonesia, terutama saat musim kemarau.

Penanganan kasus karhutla ini telah berlangsung sejak awal tahun 2025, dan mencapai puncaknya pada bulan Juni hingga Juli 2025, seiring meningkatnya suhu udara dan curah hujan yang rendah. Polisi bergerak cepat dengan membentuk tim khusus untuk menyelidiki dan menangkap para pelaku pembakaran.

Motif utamanya adalah ekonomi. Membuka lahan dengan cara dibakar dianggap lebih hemat biaya ketimbang membuka lahan secara mekanik atau manual. Banyak pelaku yang ingin segera menanam sawit untuk mendapatkan keuntungan besar dalam waktu singkat, tanpa mempedulikan dampak jangka panjang terhadap lingkungan dan hukum.

Polda Riau menegaskan bahwa seluruh pelaku akan dihukum seberat-beratnya sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Berikut ini beberapa pasal yang dikenakan kepada para tersangka:

  • Untuk pelaku perambahan hutan:

    • Pasal 78 ayat (2) UU Kehutanan (diubah dalam pasal 36 angka 19 UU Cipta Kerja)

    • Pasal 92 ayat (1) huruf a UU Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan (diubah dengan Pasal 37 angka 16 ayat (1) huruf b UU Nomor 6 Tahun 2023)

  • Untuk pelaku pembakaran hutan:

    • Pasal 50 ayat (3) huruf d Jo Pasal 78 ayat (3) UU Kehutanan

    • Pasal 56 ayat (1) Jo Pasal 108 UU Perkebunan

    • Pasal 108 UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH)

    • Pasal 187 dan Pasal 188 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)

Ancaman hukuman dari pasal-pasal tersebut sangat berat, termasuk hukuman penjara hingga puluhan tahun dan denda dalam jumlah besar. Langkah tegas ini diambil untuk memberi efek jera dan mencegah praktik serupa di masa depan.

Kombes Pol. Anom Karabianto menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak akan memberi ruang bagi para pelaku pembakaran hutan. “Kami terus melakukan pemantauan dan penindakan secara intensif. Setiap laporan dari masyarakat akan kami tindaklanjuti secepat mungkin,” tegasnya.

Polda Riau juga mengimbau kepada masyarakat dan pemilik lahan agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Jika masih ditemukan praktik semacam itu, pelaku akan langsung diproses secara hukum.

Untuk mencegah terjadinya karhutla, pemerintah daerah bersama TNI, Polri, dan instansi terkait telah melakukan sosialisasi dan patroli rutin, terutama di wilayah-wilayah rawan kebakaran. Teknologi pemantauan berbasis satelit juga dimanfaatkan untuk mendeteksi titik api secara real-time.

Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga terus digalakkan agar mereka memahami risiko dan bahaya dari karhutla, baik bagi kesehatan, lingkungan, maupun masa depan anak cucu.

Kasus kebakaran hutan dan lahan di Riau menunjukkan bahwa kesadaran hukum dan lingkungan masih rendah di kalangan masyarakat tertentu. Polisi telah menetapkan 51 tersangka dari 41 kasus yang berhasil diungkap, mayoritas karena membuka lahan untuk kebun sawit. Dengan ancaman hukuman berat dan penindakan tegas, diharapkan praktik pembakaran hutan ini bisa segera dihentikan. Mari jaga hutan kita bersama-sama, karena hutan bukan hanya milik hari ini, tapi juga untuk masa depan generasi mendatang.

Rabu, 23 Juli 2025

Kebakaran di Tambora Ludeskan 70 Rumah yang Dihuni sekitar 100 KK dengan Total 400 Jiwa

Kebakaran di Tambora Ludeskan 70 Rumah yang Dihuni sekitar 100 KK dengan Total 400 Jiwa
Kebakaran di Tambora Ludeskan 70 Rumah yang Dihuni sekitar 100 KK dengan Total 400 Jiwa. (Foto: bacakoran)

Jakarta – Kebakaran besar kembali mengguncang kawasan padat penduduk di Duri Utara, Tambora, Jakarta Barat. Peristiwa yang terjadi pada Senin siang ini meluluhlantakkan sekitar 70 rumah yang dihuni oleh sekitar 100 kepala keluarga (KK) dengan total 400 jiwa. Api yang mulai membesar sejak pagi, masih menyisakan titik-titik bara hingga pukul 16.00 WIB.

Menurut informasi yang dihimpun di lapangan, api mulai terlihat dari salah satu rumah warga dan dengan cepat merambat ke bangunan lainnya yang berdempetan. Material rumah yang didominasi kayu serta tiupan angin kencang mempercepat penyebaran api. Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi sejak pagi, hingga sore hari masih terus berjuang memadamkan sisa-sisa api yang membara.

Kondisi di lokasi begitu memprihatinkan. Puluhan rumah rata dengan tanah, beberapa di antaranya bahkan roboh total karena tidak kuat menahan panas dan kobaran api yang besar. Api melahap habis isi rumah, menyisakan puing-puing dan asap pekat yang masih mengepul.

Ratusan warga yang terdampak kini mengungsi di sekitar Jalan Pasar Garuda, membawa sisa-sisa barang yang sempat diselamatkan. Banyak dari mereka kehilangan tempat tinggal dan seluruh harta benda yang dimiliki.

“Saya hanya bisa menyelamatkan pakaian di badan dan beberapa barang kecil. Semua dokumen penting hangus terbakar,” ujar salah satu warga korban kebakaran dengan mata berkaca-kaca.

Sementara itu, pengurus RT dan RW setempat masih terus mendata jumlah kerugian serta korban terdampak secara langsung. Data ini nantinya akan digunakan untuk pengajuan bantuan lanjutan ke pemerintah dan lembaga terkait.

Merespons cepat situasi darurat ini, Kepolisian Sektor Tambora mendirikan posko layanan darurat di Pos RW 02 Duri Utara. Posko ini buka 24 jam penuh untuk melayani warga yang kehilangan dokumen penting seperti KTP, Kartu Keluarga, akta kelahiran, hingga sertifikat tanah.

Kapolsek Tambora, Kompol Muhammad Kukuh Islami, menjelaskan bahwa petugas siap membantu warga untuk melaporkan kehilangan dan langsung memproses surat keterangan kehilangan di tempat.

“Kami sediakan printer dan perangkat pendukung agar surat kehilangan bisa langsung diterbitkan di posko. Hingga pukul 16.00 WIB, baru ada dua warga yang melapor kehilangan dokumen,” ujarnya, dikutip dari Antaranews.

Kebakaran di Tambora Ludeskan 70 Rumah yang Dihuni sekitar 100 KK
Posko RW 02 Duri Utara.

Saat ini, pemerintah daerah dan relawan mulai mengirimkan bantuan, seperti makanan siap saji, pakaian layak pakai, serta kebutuhan pokok lainnya. Balai warga di depan Posko RW 02 Duri Utara dijadikan pusat penyaluran bantuan sementara.

Namun, karena jumlah pengungsi cukup banyak, masih dibutuhkan dukungan dari masyarakat dan organisasi sosial untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari para korban, termasuk tempat berteduh sementara, obat-obatan, dan perlengkapan anak-anak.

Hampir seluruh korban kebakaran di Tambora kini hidup dalam kondisi darurat. Banyak dari mereka kehilangan seluruh harta benda dan dokumen penting, serta tidak memiliki tempat tinggal yang layak.

Masyarakat yang ingin membantu bisa langsung menyalurkan bantuan ke Posko RW 02 Duri Utara atau melalui kanal-kanal resmi yang sedang disiapkan oleh pemerintah daerah. Bantuan dalam bentuk barang kebutuhan pokok, makanan, perlengkapan mandi, pakaian, hingga uang tunai sangat dibutuhkan.

Jumat, 20 Juni 2025

Prajurit Kodim 1210/Landak Gelar Latihan Penanggulangan Kebakaran

Prajurit Kodim 1210/Landak Gelar Latihan Penanggulangan Kebakaran
Prajurit Kodim 1210/Landak Gelar Latihan Penanggulangan Kebakaran.

Landak - Mengantisipasi terjadinya kebakaran, hutan dan lahan karhutla prajurit Kodim 1210/Landak melaksanakan latihan penanggulangan kebakaran yang di selenggarakan oleh staf operasi.bertempat di Makodim Jl Amboyo Inti Pal 14.Desa Amboyo.Kecamatan Ngabang. Kabupaten Landak. Rabu (18/6/2025) 

Komandan Kodim (Dandim) 1210/Landak Letkol Inf. Hudallah SH. menjelaskan, latihan ini sebagai upaya untuk mensimulasikan apabila terjadi kebakaran di perkantoran Makodim dan juga mengantisipasi terjadi nya kebakaran hutan dan lahan (karhutla)

Para personel dalam latihan juga dituntut untuk melakukan penanganan kebakaran dengan benar, Selain untuk meningkatkan kesiapsiagaan personel, latihan ini  rutin dilaksanakan untuk melatih prajurit menggunakan alat dengan baik sehingga penangananya dapat efektif. 

Staf Operasi Kodim 1210/Landak Kapten Arm Fauzi mengatakan latihan ini penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan prajurit dalam menghadapi situasi darurat seperti kebakaran.

Kita berharap melalui latihan ini, seluruh prajurit Kodim dan para Babinsa dapat lebih siap dan terlatih dalam merespon dan mengatasi bahaya kebakaran di wilayah,"ujarnya

Kapten Arm Fauzi juga menjelaskan bahw seluruh anggota juga dikenalkan  alat pemadam kebakaran serta fungsinya untuk menghindari kesalahan dalam penggunaannya. 

Tidak hanya dikenalkan pada  alat pemadam kebakaran, personel Kodim dan seluruh  jajaran Babinsa juga melaksanakan praktek.

 (Tino)

Sabtu, 14 Juni 2025

MDMC Kubu Raya Terjun Cepat Padamkan Karhutla di Kuala Dua, Api Kian Dekat ke Permukiman

MDMC Kubu Raya Terjun Cepat Padamkan Karhutla di Kuala Dua, Api Kian Dekat ke Permukiman
MDMC Kubu Raya Terjun Cepat Padamkan Karhutla di Kuala Dua, Api Kian Dekat ke Permukiman.

KUBU RAYA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda wilayah Kalimantan Barat. Peristiwa kali ini terjadi di Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, pada Jumat (13/6). Kobaran api meluas dengan cepat dipicu oleh tiupan angin kencang dan kini mulai mengancam permukiman warga sekitar.

Menanggapi kejadian tersebut, tim gabungan dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kubu Raya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubu Raya, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kubu Raya, dan para relawan segera bergerak ke lokasi untuk melakukan upaya pemadaman.

Dalam aksi tanggap darurat ini, tim MDMC Kubu Raya dikomandoi oleh Fazzar Mua’rif. Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kubu Raya, Drs. Herry Purwoko, M.Si, turut berada di lapangan bersama Unggul Ali Sadewo dari PDPM Kubu Raya.

“Sejak siang, angin cukup kencang sehingga api menyebar cepat. Fokus kami saat ini adalah menghentikan pergerakan api agar tidak memasuki wilayah permukiman,” jelas Fazzar di lokasi kejadian.

Medan Sulit dan Asap Pekat Hambat Proses

Situasi di lapangan dilaporkan cukup berat. Tanaman pakis yang mendominasi vegetasi setempat dalam keadaan kering sehingga sangat mudah terbakar. Asap tebal dari lahan yang terbakar turut memperparah kondisi karena menghambat pandangan tim untuk menjangkau titik api.

Penyebab Kebakaran dan Tantangan di Lapangan

MDMC Kubu Raya Terjun Cepat Padamkan Karhutla di Kuala Dua, Api Kian Dekat ke Permukiman
MDMC Kubu Raya Terjun Cepat Padamkan Karhutla di Kuala Dua, Api Kian Dekat ke Permukiman.
Berdasarkan temuan sementara dari BPBD Kubu Raya, kebakaran ini dipicu oleh kombinasi faktor alam dan kemungkinan ulah manusia. Lahan gambut yang mengering saat musim kemarau menjadi sangat rentan terbakar. Angin kencang turut mempercepat penyebaran api.

“Kami masih menyelidiki penyebab pastinya, tetapi dugaan kuat berasal dari aktivitas pembakaran lahan atau kelalaian seperti membuang puntung rokok sembarangan. Pemadaman juga terkendala keterbatasan air dan peralatan,” ungkap Herry Purwoko.

Peringatan dan Imbauan kepada Warga

MDMC Kubu Raya Terjun Cepat Padamkan Karhutla di Kuala Dua, Api Kian Dekat ke Permukiman
MDMC Kubu Raya Terjun Cepat Padamkan Karhutla di Kuala Dua, Api Kian Dekat ke Permukiman.
Meski belum ada laporan korban jiwa, masyarakat diminta tetap waspada. BPBD mengimbau agar warga bersiap melakukan evakuasi jika api terus mendekat. Masyarakat juga disarankan untuk tidak membakar lahan di tengah kondisi cuaca yang sangat kering saat ini.

“Kami harap masyarakat memakai masker saat berada di luar rumah karena asap pekat dapat membahayakan kesehatan. Sekecil apa pun titik api, harap segera dilaporkan agar bisa cepat kami tangani,” lanjutnya.

Hingga saat ini, upaya pemadaman masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Mereka bekerja keras agar api tidak menjalar ke desa lain. Warga pun diajak turut serta menjaga lingkungan dan segera melapor bila melihat aktivitas mencurigakan yang bisa memicu kebakaran.

Sabtu, 17 Mei 2025

Kebakaran Hebat di Pontianak Timur: 7 Rumah Ludes, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Kebakaran Hebat di Pontianak Timur: 7 Rumah Ludes, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Kebakaran Hebat di Pontianak Timur: 7 Rumah Ludes, Diduga Akibat Korsleting Listrik. (Foto: Humas Polresta Pontianak)

PONTIANAK - Warga Jalan Tanjung Pulau, tepatnya di Gang Baladewa, Kelurahan Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur, mendadak panik pada Jumat siang (16/5) sekitar pukul 11.55 WIB. 

Suara teriakan dan asap tebal langsung menarik perhatian setelah kobaran api terlihat dari atap salah satu rumah warga.

Kejadian ini berlangsung begitu cepat. Dalam waktu singkat, api melahap tujuh rumah yang letaknya berdempetan di kawasan padat penduduk tersebut. 

Dugaan awal penyebab kebakaran adalah korsleting listrik, masalah yang sering kali jadi pemicu insiden serupa di pemukiman padat.

Melihat api makin membesar, warga langsung bergerak cepat. Mereka menghubungi pemadam kebakaran dan melapor ke Polsek Pontianak Timur. 

Tak lama kemudian, tim dari Polresta Pontianak turun ke lokasi untuk bantu proses evakuasi, mengamankan area, dan mengatur arus lalu lintas supaya jalur untuk mobil pemadam tetap lancar.

Kapolsek Pontianak Timur, AKP Hery Purnomo, menyampaikan bahwa kehadiran petugas di lokasi sangat penting buat menjaga keamanan dan bantu warga yang rumahnya terdampak.

"Personel langsung bantu evakuasi barang-barang milik warga dan juga mengamankan area supaya proses pemadaman nggak terhambat. Kami juga kerja bareng sama RT/RW dan petugas damkar untuk memastikan semuanya terkendali," jelasnya.

Beruntung, meski kerusakan cukup parah, nggak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun kerugian material diperkirakan cukup besar karena banyak rumah berdiri berdempetan dan akses ke lokasi cukup sempit, bikin proses pemadaman lebih menantang.

Tim gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD, dan warga sekitar akhirnya berhasil menjinakkan api setelah berjibaku selama beberapa waktu.

Sebagai langkah pencegahan ke depan, Polresta Pontianak mengimbau masyarakat untuk lebih teliti dalam mengecek instalasi listrik di rumah masing-masing. 

Kalau ada kabel yang sudah rusak atau instalasi tidak sesuai standar, sebaiknya segera diganti. 

Selain itu, kalau ada tanda-tanda kebakaran seperti bau hangus atau percikan api dari kabel, warga diimbau langsung melapor ke pihak berwenang.

Jumat, 11 April 2025

Satu Unit Rumah di Senuruk Sekadau Terbakar, AKP Burhan: Diduga Akibat Korsleting Listrik

Satu Unit Rumah di Senuruk Sekadau Terbakar, AKP Burhan Diduga Akibat Korsleting Listrik
Satu Unit Rumah di Senuruk Sekadau Terbakar, AKP Burhan: Diduga Akibat Korsleting Listrik.

SEKADAU – Peristiwa kebakaran terjadi di Dusun Senuruk, Desa Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau pada Jumat (11/4/2025) sekitar pukul 09.45 WIB. Rumah milik Selpanus Malidin (60) hangus terbakar dan menyisakan puing-puing setelah api melahap lantai dua bangunan tersebut.

Menurut keterangan dari Kapolsek Sekadau Hilir, AKP Burhan Nuddin, api pertama kali terlihat oleh salah satu saksi yang sedang berada di lantai dasar rumah. Saksi tersebut melihat kobaran api muncul dari lantai dua dan langsung berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar.

"Warga yang mendengar teriakan langsung bergegas menuju lokasi. Mereka melihat asap tebal disertai kobaran api yang membesar dari bagian atas rumah," ungkap AKP Burhan. “Bahkan, beberapa saksi sempat mendengar suara letupan yang cukup keras sebelum akhirnya menghubungi petugas pemadam kebakaran.”

Saat kejadian berlangsung, pemilik rumah baru saja pulang dari menoreh karet dan berada di lantai bawah. Ia segera keluar rumah begitu mendengar teriakan dan mencoba menyelamatkan barang-barang penting yang masih bisa dijangkau. Namun, upaya itu terbatas karena api sudah terlanjur membesar.

"Struktur bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu membuat api cepat menyebar dan menghanguskan lantai dua rumah tersebut," tambah Burhan.

Personel dari Sat Samapta Polres Sekadau dan Polsek Sekadau Hilir juga turut membantu dalam proses evakuasi serta mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan di sekitar lokasi kejadian.

Sekitar pukul 10.30 WIB, tim pemadam kebakaran dari Dinas Damkar Sekadau akhirnya berhasil memadamkan api sepenuhnya. Meski tidak ada korban jiwa, namun kerugian materi diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

AKP Burhan menyampaikan bahwa dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik yang terjadi di lantai atas rumah. Ia pun mengimbau masyarakat agar selalu memperhatikan kondisi instalasi listrik di rumah masing-masing.

“Kami harap masyarakat lebih waspada dan rutin memeriksa kelayakan instalasi listrik di rumah. Jangan menumpuk colokan listrik dan pastikan kabel-kabel tidak dalam kondisi rusak,” ujarnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa bahaya kebakaran bisa datang kapan saja, terutama bila kondisi listrik di rumah tidak aman. Pastikan untuk selalu menggunakan jasa teknisi berlisensi saat memasang atau memperbaiki instalasi listrik, serta tidak meninggalkan peralatan elektronik menyala tanpa pengawasan.

Semoga kejadian seperti ini tidak terulang kembali, dan warga Senuruk serta masyarakat luas bisa semakin peduli terhadap keselamatan di rumah masing-masing.

Jumat, 28 Maret 2025

Waspada! Ini 5 Penyebab Rumah Terbakar Saat Mudik Lebaran

Waspada! Ini 5 Penyebab Rumah Terbakar Saat Mudik Lebaran
Waspada! Ini 5 Penyebab Rumah Terbakar Saat Mudik Lebaran.

JAKARTA - Mudik Lebaran adalah momen yang paling ditunggu-tunggu. Namun, di tengah euforia pulang kampung, ada satu hal yang sering diabaikan: keamanan rumah yang ditinggal.

Salah satu risiko terbesar adalah kebakaran rumah. Untuk mencegahnya, yuk kenali beberapa penyebab utama kebakaran yang sering terjadi saat mudik!

1. Lupa Mematikan Peralatan Listrik

Salah satu penyebab kebakaran yang paling sering terjadi adalah korsleting listrik akibat peralatan yang dibiarkan menyala.

Televisi, charger HP, atau setrika yang masih terhubung ke listrik bisa memicu percikan api jika terjadi lonjakan daya. 

Sebelum berangkat, pastikan semua peralatan listrik dicabut dan listrik yang tidak perlu dimatikan.

2. Kompor Gas yang Tidak Dimatikan dengan Benar

Banyak kasus kebakaran rumah terjadi karena kebocoran gas dari selang atau regulator yang tidak terpasang dengan sempurna.

Pastikan kompor benar-benar dalam kondisi mati dan regulator gas dilepas sebelum meninggalkan rumah.

Jika memungkinkan, tutup juga katup gas utama agar lebih aman.

3. Instalasi Listrik yang Sudah Usang

Rumah dengan instalasi listrik yang sudah tua dan tidak pernah dicek berisiko mengalami korsleting yang bisa berujung pada kebakaran.

Jika kabel listrik di rumah sudah mengelupas atau sering terjadi lonjakan listrik, segera perbaiki sebelum mudik. 

Menggunakan jasa teknisi listrik untuk pemeriksaan berkala juga sangat disarankan.

4. Barang Mudah Terbakar Dekat Sumber Api

Menumpuk barang-barang mudah terbakar seperti kertas, kain, atau bensin di dekat sumber panas bisa meningkatkan risiko kebakaran.

Pastikan tidak ada barang mudah terbakar yang diletakkan dekat kompor, stop kontak, atau perangkat listrik yang sering panas.

5. Lilin atau Obat Nyamuk yang Masih Menyala

Beberapa orang masih menggunakan lilin atau obat nyamuk bakar di rumah. Jika tidak diawasi, ini bisa menjadi penyebab kebakaran, terutama jika berada dekat benda mudah terbakar.

Sebaiknya, hindari penggunaan lilin dan obat nyamuk bakar saat rumah kosong. Gunakan alternatif lain seperti obat nyamuk elektrik.

Tips Mencegah Kebakaran Saat Mudik

Agar lebih tenang saat meninggalkan rumah, lakukan langkah-langkah berikut:
✅ Matikan dan cabut semua peralatan listrik yang tidak digunakan.
✅ Lepaskan regulator gas dan tutup katup gas utama.
✅ Cek kondisi instalasi listrik sebelum mudik.
✅ Jangan tinggalkan barang mudah terbakar di dekat sumber panas.
✅ Titipkan rumah ke tetangga atau petugas keamanan setempat.

Mudik Lebaran memang momen spesial, tapi jangan sampai kebahagiaan berubah jadi musibah.

Dengan langkah pencegahan yang tepat, kita bisa menikmati Lebaran dengan tenang tanpa khawatir rumah terbakar. Selamat mudik dan tetap waspada!

Rabu, 26 Maret 2025

Kebakaran Hutan di Korea Selatan: 24 Tewas, 12 Luka Parah

Kebakaran Hutan di Korea Selatan: 24 Tewas, 12 Luka Parah
Kebakaran Hutan di Korea Selatan: 24 Tewas, 12 Luka Parah. (Gambar ilustrasi)

KORSEL -– Kebakaran hutan yang melanda Korea Selatan terus memakan korban. Hingga saat ini, jumlah korban tewas telah mencapai 24 orang, sementara 12 orang lainnya mengalami luka parah.

Jumlah ini kemungkinan masih akan bertambah karena kobaran api belum sepenuhnya bisa dikendalikan.

Menurut laporan dari Kementerian Dalam Negeri dan Keamanan Korea Selatan, kebakaran ini telah berlangsung selama lima hari berturut-turut dan menyebabkan kerusakan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Presiden sementara Korea Selatan, Han Duck-soo, mengatakan bahwa situasi ini sangat serius sehingga pemerintah harus mengambil langkah luar biasa, termasuk memindahkan ribuan narapidana dari penjara di wilayah terdampak.

“Kami telah menaikkan peringatan krisis ke tingkat tertinggi untuk mengatasi kebakaran hutan ini,” ujar seorang pejabat kementerian, seperti dikutip dari AFP, Rabu (26/5/2025).

Kebakaran ini telah menghanguskan sekitar 17.398 hektar lahan, dengan wilayah Uiseong menjadi daerah yang paling terdampak, mencakup 87 persen dari total kebakaran.

Asap tebal dan panas ekstrem membuat upaya pemadaman semakin sulit.

Pemerintah Korea Selatan kini bekerja sama dengan tim pemadam kebakaran, militer, dan sukarelawan untuk memadamkan api secepat mungkin.

Namun, cuaca kering dan angin kencang memperparah situasi, membuat api terus menyebar ke berbagai wilayah.

Sebagai langkah antisipasi, ribuan warga telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman. 

Pemerintah juga telah menyediakan bantuan darurat bagi korban terdampak, termasuk makanan, air bersih, serta layanan kesehatan bagi yang mengalami luka-luka.

Para ahli memperingatkan bahwa kebakaran hutan yang semakin sering terjadi di Korea Selatan kemungkinan besar dipicu oleh perubahan iklim, yang menyebabkan suhu lebih panas dan kelembaban lebih rendah.

Kebakaran hutan di Korea Selatan telah menimbulkan dampak yang sangat besar, baik dalam hal korban jiwa maupun kerusakan lingkungan.

Pemerintah setempat terus berupaya untuk mengendalikan situasi dan mencegah lebih banyak korban berjatuhan.

Rabu, 05 Maret 2025

Kebakaran Hutan Terbesar dalam Puluhan Tahun Melanda Jepang, Ribuan Warga Mengungsi

Kebakaran Hutan Terbesar dalam Puluhan Tahun Melanda Jepang, Ribuan Warga Mengungsi
Kebakaran Hutan Terbesar dalam Puluhan Tahun Melanda Jepang, Ribuan Warga Mengungsi.

JAKARTA - Jepang tengah menghadapi kebakaran hutan terbesar dalam beberapa dekade terakhir. Kebakaran yang terjadi di kota Ofunato, pesisir timur laut Jepang, telah menghanguskan lebih dari 2.100 hektare lahan, merusak puluhan rumah, dan memaksa lebih dari 1.000 warga untuk mengungsi. 

Otoritas setempat memperingatkan bahwa kebakaran ini masih berpotensi meluas akibat kondisi cuaca yang kering dan angin kencang.

Kebakaran Masih Berlangsung, Ribuan Warga Mengungsi

Sejak api mulai berkobar sekitar satu minggu lalu, pemadam kebakaran dan Pasukan Bela Diri Jepang (SDF) telah dikerahkan untuk mengendalikan kobaran api yang terus menyebar ke wilayah pegunungan berhutan di sekitar Ofunato. 

Hingga Senin, sebanyak 84 rumah telah rusak akibat kebakaran ini, sementara 1.200 warga terpaksa mengungsi ke pusat penampungan seperti aula sekolah dan gedung serbaguna. 

Selain itu, sekitar 2.000 warga lainnya memilih mengungsi ke rumah kerabat atau teman.

Selain menyebabkan kerusakan material, kebakaran ini diduga telah menelan korban jiwa. 

Otoritas setempat menemukan jenazah seorang pria di jalanan kota Ofunato akhir pekan lalu, meskipun penyebab kematiannya masih dalam penyelidikan.

Penyebab Kebakaran: Musim Dingin Kering dan Angin Kencang

Menurut badan meteorologi Jepang, musim dingin tahun ini tergolong sangat kering, yang diperkirakan menjadi salah satu pemicu cepatnya penyebaran api. 

Data menunjukkan bahwa kota Ofunato hanya menerima curah hujan sebesar 2,5 mm sepanjang Februari, jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata 41 mm pada bulan yang sama di tahun-tahun sebelumnya.

Pakar sumber daya air dari Universitas Kyoto, Yoshiya Touge, menjelaskan bahwa kombinasi faktor seperti kelembaban rendah, angin kencang, medan yang curam, serta dominasi pohon jenis konifer yang mudah terbakar, membuat api dengan cepat menyebar ke berbagai wilayah.

Pemerintah Jepang Ambil Langkah Darurat

Menanggapi bencana ini, Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba, menegaskan bahwa pemerintah akan mengerahkan semua sumber daya yang diperlukan untuk mengatasi kebakaran. 

"Meskipun kebakaran ini sulit dikendalikan dalam waktu singkat, kami akan melakukan segala upaya agar dampaknya terhadap pemukiman warga bisa diminimalisir," ujarnya.

Saat ini, lebih dari 2.000 personel SDF dan pemadam kebakaran masih berjuang memadamkan api. Namun, medan yang sulit dijangkau membuat proses pemadaman semakin menantang.

Harapan Pemadaman: Salju dan Hujan Diprediksi Turun

Ada sedikit harapan untuk meredakan kebakaran ini. Badan meteorologi Jepang memperkirakan bahwa hujan salju akan mulai turun pada hari Rabu pagi, yang kemudian akan berubah menjadi hujan menjelang siang. 

Jika prediksi ini akurat, maka kelembaban yang meningkat bisa membantu memperlambat penyebaran api dan mempermudah upaya pemadaman.

Kebakaran Hutan di Jepang: Fenomena yang Meningkat?

Meski jumlah kebakaran hutan di Jepang menurun dibandingkan puncaknya pada tahun 1970-an, data pemerintah menunjukkan bahwa pada tahun 2023 masih terjadi sekitar 1.300 kebakaran hutan di seluruh negeri. 

Kebanyakan kebakaran ini terjadi antara Februari hingga April, periode di mana udara cenderung lebih kering dan angin bertiup lebih kencang.

Kebakaran di Ofunato ini disebut sebagai yang terbesar sejak akhir 1980-an. Sebelumnya, beberapa kebakaran lain sempat terjadi di wilayah pegunungan prefektur Nagano, tetapi berhasil dikendalikan sebelum menyebabkan kerusakan besar.

Kebakaran hutan yang saat ini terjadi di Jepang menjadi pengingat akan betapa pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam. 

Dengan ribuan orang terdampak dan ratusan rumah rusak, perhatian masyarakat dan pemerintah kini tertuju pada langkah-langkah pemulihan serta pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan. 

Minggu, 02 Maret 2025

Jepang Berjuang Hadapi Kebakaran Hutan Terbesar dalam Beberapa Dekade

Jepang Berjuang Hadapi Kebakaran Hutan Terbesar dalam Beberapa Dekade
Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan kebakaran di Kota Ofunato, Prefektur Iwate, Jepang, 28 Februari 2025. (Foto: Badan Penanggulangan Bencana dan Kebakaran via REUTERS)

JAKARTA - Jepang saat ini tengah menghadapi kebakaran hutan terbesar dalam lebih dari tiga dekade. Kebakaran yang terjadi di hutan Ofunato, wilayah utara Iwate, telah menghanguskan sekitar 1.200 hektare lahan sejak pertama kali muncul pada Rabu (26/2).

Menurut Badan Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Jepang, kebakaran ini menjadi yang terbesar sejak peristiwa serupa pada tahun 1992 di Kushiro, Hokkaido, yang kala itu membakar 1.030 hektare lahan.

1.000 Warga Dievakuasi, 80 Bangunan Rusak

Dampak dari kebakaran ini sangat luas. Pemerintah kota Ofunato melaporkan bahwa lebih dari 1.000 penduduk harus dievakuasi demi keselamatan mereka. 

Selain itu, lebih dari 80 bangunan mengalami kerusakan akibat api yang terus menyebar hingga Jumat (28/2).

Sayangnya, kebakaran ini juga merenggut korban jiwa. Polisi setempat menemukan satu jasad yang hangus terbakar pada Kamis (28/2). 

Hingga saat ini, penyebab pasti dari kebakaran tersebut masih dalam penyelidikan.

Upaya Pemadaman Kebakaran

Untuk mengatasi kebakaran ini, sekitar 1.700 petugas pemadam kebakaran telah dikerahkan dari berbagai daerah di Jepang. 

Lembaga penyiaran publik NHK bahkan menayangkan rekaman udara yang menunjukkan kepulan asap tebal yang menyelimuti area pegunungan Ofunato.

Selain kebakaran di Ofunato, dua kebakaran lainnya juga dilaporkan terjadi pada Sabtu (1/3), masing-masing di Yamanashi dan wilayah lain di Iwate.

Jepang Berjuang Hadapi Kebakaran Hutan Terbesar dalam Beberapa Dekade
Pemandangan udara menunjukkan bangunan terbakar akibat meluasnya kebakaran hutan di Ofunato, Prefektur Iwate, timur laut Jepang, 28 Februari 2025. (Foto: Kyodo/via REUTERS)

Kebakaran Hutan di Jepang Semakin Sering Terjadi?

Jepang mencatat sekitar 1.300 kebakaran hutan sepanjang tahun 2023. Sebagian besar insiden ini terjadi antara bulan Februari hingga April, saat cuaca lebih kering dan angin bertiup lebih kencang.

Namun, menurut data pemerintah, jumlah kebakaran hutan di Jepang sebenarnya telah menurun dibandingkan puncaknya pada era 1970-an. 

Meski begitu, perubahan iklim tetap menjadi faktor yang mempengaruhi kondisi lingkungan.

Kota Ofunato sendiri hanya menerima curah hujan sebesar 2,5 milimeter sepanjang bulan ini, jauh lebih sedikit dibandingkan rekor terendah sebelumnya yang tercatat 4,4 milimeter pada Februari 1967. 

Hal ini memperparah kondisi kekeringan yang bisa memicu kebakaran lebih mudah.

Perubahan Iklim dan Cuaca Ekstrem

Jepang, seperti banyak negara lain, mengalami peningkatan suhu yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. 

Tahun lalu bahkan tercatat sebagai tahun terpanas di Jepang sejak pencatatan dimulai. 

Para ahli menyebutkan bahwa emisi gas rumah kaca yang terus meningkat menjadi penyebab utama perubahan iklim global yang semakin ekstrem.

Kebakaran hutan yang terjadi saat ini menjadi pengingat betapa pentingnya menjaga lingkungan dan mengurangi dampak perubahan iklim. 

Jepang masih terus berjuang mengendalikan api dan melindungi warganya dari ancaman kebakaran yang semakin sering terjadi.

Oleh: VOA Indonesisa | Editor: Yakop

Rabu, 05 Februari 2025

5 Rumah Semi Permanen di Jl. Selat Sumba II Ludes Terbakar

5 Rumah Semi Permanen di Jl. Selat Sumba 2 Ludes Terbakar
5 Rumah Semi Permanen di Jl. Selat Sumba 2 Ludes Terbakar.
PONTIANAK – Kebakaran hebat melanda lima unit rumah semi permanen di Jl. Selat Sumba 2, RT 005 RW 015, Kelurahan Siantan Tengah, Pontianak Utara, pada Selasa (4/2/2025) malam. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Menurut Kapolsek Pontianak Utara, AKP Suryadi, SH. M.AP, kebakaran terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Berdasarkan keterangan saksi mata, api pertama kali terlihat dari salah satu rumah yang sedang dalam keadaan kosong. Dalam waktu singkat, api membesar dan menjalar ke rumah lainnya.

“Saksi bersama warga mencoba memadamkan api dengan peralatan seadanya dan segera menghubungi pemadam kebakaran serta Polsek Pontianak Utara,” jelas AKP Suryadi.

Hanya dalam waktu 10 menit, enam unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi bersama anggota kepolisian. Setelah berjuang selama kurang lebih dua jam, api akhirnya bisa dipadamkan sekitar pukul 20.30 WIB.

5 Rumah Semi Permanen di Jl. Selat Sumba 2 Ludes Terbakar
5 Rumah Semi Permanen di Jl. Selat Sumba 2 Ludes Terbakar.
Sebagai langkah pengamanan, pihak kepolisian memasang garis polisi di lokasi kejadian untuk menyelidiki penyebab pasti kebakaran.

Kebakaran ini menghanguskan lima unit rumah dan satu unit mobil yang terparkir di salah satu rumah. Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, dan total kerugian materiil belum bisa ditaksir.

Meskipun peristiwa ini menyebabkan kerugian yang cukup besar, bersyukur tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

5 Rumah Semi Permanen di Jl. Selat Sumba 2 Ludes Terbakar
5 Rumah Semi Permanen di Jl. Selat Sumba 2 Ludes Terbakar.
Musibah kebakaran bisa terjadi kapan saja, terutama pada rumah semi permanen yang umumnya memiliki bahan bangunan mudah terbakar. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selalu waspada dan melakukan langkah pencegahan, seperti:

Memastikan peralatan listrik dalam kondisi baik.

Tidak meninggalkan kompor atau api menyala tanpa pengawasan.

Menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) di rumah.

Semoga kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih berhati-hati agar musibah serupa tidak terulang di masa depan.

Rabu, 22 Januari 2025

Cerita Kebakaran Rumah Kadis Tanakbun Ketapang di Gang Dara Betuah

Cerita Kebakaran Rumah Kadis Tanakbun Ketapang di Gang Dara Betuah
Cerita Kebakaran Rumah Kadis Tanakbun Ketapang di Gang Dara Betuah.
KETAPANG -Rumah pribadi kepala dinas Pertanian dan Perkebunan (Tanakbun) Ketapang, L Sikat yang terletak di gang Dara Betuah kelurahan Mulia Baru kecamatan Delta Pawan tadi pagi Rabu (22/01/2025) sekitar jam 8.30 WIBA alami musibah kebakaran. Dirinya menceritakan musibah yang dialaminya tersebut. 

Seperti biasa, setiap hari dirinya berangkat ke kantornya di jalan Jendral Sudirman Ketapang pada pukul 7.30 wiba. Tiba di kantor, ia melakukan tugas rutin sebagai pejabat eselon dua di Pemda Ketapang.

Cerita Kebakaran Rumah Kadis Tanakbun Ketapang di Gang Dara Betuah
Cerita Kebakaran Rumah Kadis Tanakbun Ketapang di Gang Dara Betuah.
Sekitar 30 menit berada di ruang kerjanya, dirinya menerima telpon dari sang istri yang mengabarkan peristiwa kebakaran tersebut. 

Menurut Sikat, api berasal dari kamar yang terletak di lantai dua dan dalam keadaan kosong. Api bersumber sementara dari akibat konsleting listrik. 

"Konslet listrik bah. Saat kejadian saya sedang di kantor. Sekitar jam 8.30 saya terima telpon dari ibu mengabarkan rumah terbakar. Api berasal dari kamar loteng (lantai dua) yang kosong. Dipakai biasanya hanya untuk tamu jak," ujarnya, saat di jumpai di rumahnya pada Rabu (22/01/2025). 

Saat kejadian menurut dia hanya ada istrinya. Sedangkan anak anaknya sedang bersekolah. Rumah dan tetangga sekitar masih sepi. Api cepat membesar karena dikamar loteng itu banyak barang barang yang mudah terbakar. 

"Rumah dan tetangga udah sepi. Anak-anak saya udah sekolah, jadi yang tinggal hanya istri sorang mah. Api cepat membesar dak bise diatasi lagi. Ade kasur, pakaian, macam macamlah barang diatas tu," kata dia. 

Proses pemadaman api dilakukan petugas Pemadam Kebakaran dan BPBD Ketapang. Kata Sikat, mobil damkar yang membantu ada tiga unit. Api dipadamkan total sekitar satu jam kemudian.

"Sejamlah api udah dipadamkan sidak tu. Ade tiga unit mobil yang bantu," tandasnya.

Penulis: Muzahidin